p-Index From 2021 - 2026
7.367
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Jurnal Inovator GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Journal Of Management Science (JMAS) International Journal of Economics, Business and Accounting Research (IJEBAR) eCo-Buss Ilomata International Journal of Management Ekspresi dan Persepsi : Jurnal Ilmu Komunikasi Enrichment : Journal of Management Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat JURNAL USM LAW REVIEW Infotech: Journal of Technology Information Komunikasiana: Journal of Communication Studies Ilomata International Journal of Management Eksos Yayasan Cita Cendikiawan Al Khwarizmi Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (JEBMA) Jurnal Ekonomi Linguistic, English Education and Art (LEEA) Journal Jurnal Ilmiah Manajemen, Bisnis dan Kewirausahaan JAMBURA: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN BISNIS Jurnal Teknik Informatika Economic Reviews Journal Al-Idarah : Jurnal Manajemen dan Bisnis Islam Journal of Accounting Research, Utility Finance and Digital Assets (JARUDA) Jurnal Multidisiplin West Science Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Journal of Educational Management Research Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan International Journal of Economic, Finance and Business Statistics (IJEFBS) Jurnal Riset Ilmiah MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Epaper Bisnis: International Journal Entrepreneurship and Management JEMBA: Journal of Economics, Management, Business, and Accounting Joong-Ki Journal of Communication Management and Organization Primary Journal of Multidisciplinary Research Krisnadwipayana International Journal of Management Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Infotech: Journal of Technology Information

REKONSTRUKSI DAN INVESTIGASI DIGITAL FORENSIK PADA APLIKASI WHATSAPP DENGAN METODE NIST : KASUS PELECEHAN SEKSUAL Ginting, Jusia Amanda; Setiawan, Harry; Andry, Johannes Fernandes; Ngurah Suryantara, I Gusti
Infotech: Journal of Technology Information Vol 10, No 1 (2024): JUNI
Publisher : ISTEK WIDURI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37365/jti.v10i1.249

Abstract

The rapid advancement of technology, especially during the pandemic, has drastically changed the way we conduct activities, with the majority now being carried out online through smart devices such as smartphones. However, along with this progress comes new challenges in the form of cybercrime, increasingly known as cybercrime. Cybercrime on mobile platforms, known as mobile cybercrime, encompasses various activities such as fraud, spreading hoaxes, pornography, and sexual harassment. This research aims to examine the effectiveness of cybercrime investigation methods, particularly in cases of sexual harassment, with a focus on the WhatsApp platform. The method used is the National Institute of Standards Technology (NIST), implemented using appropriate tools to support this research. The testing process involves four main stages: data collection, examination, analysis, and reporting. This includes steps such as securing the device, acquiring data, and analyzing it using software such as FTK Imager and WhatsApp Viewer. The test results show that most deleted messages can be recovered, although messages deleted using the "unsent" feature cannot be recovered due to WhatsApp policy. Of the total 11 messages in the case conversation, 55% were successfully recovered while 45% were not. These findings highlight the importance of mobile forensic methods in investigating cybercrime, while also indicating that policies and platform features such as WhatsApp can affect the success of investigations. ABSTRAKPerkembangan teknologi yang pesat, terutama selama pandemi, telah mengubah cara kita beraktivitas secara drastis, dengan mayoritas kegiatan dilakukan secara online melalui perangkat pintar seperti smartphone. Namun, dengan kemajuan ini juga muncul tantangan baru dalam bentuk kejahatan cyber, yang semakin dikenal sebagai cybercrime. Cybercrime di platform mobile, dikenal sebagai mobile cybercrime, meliputi berbagai aktivitas seperti penipuan, penyebaran hoaks, pornografi, dan pelecehan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas metode investigasi cybercrime, terutama dalam kasus pelecehan seksual, dengan fokus pada platform WhatsApp. Metode yang digunakan adalah National Institute of Standards Technology (NIST), yang diterapkan dengan menggunakan alat yang sesuai untuk mendukung penelitian ini. Proses pengujian melibatkan empat tahap utama: pengumpulan data, pemeriksaan, analisis, dan pelaporan. Ini melibatkan langkah-langkah seperti mengamankan perangkat, mengakuisisi data, dan menganalisis menggunakan perangkat lunak seperti FTK Imager dan WhatsApp Viewer. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sebagian besar pesan yang dihapus dapat dipulihkan, meskipun pesan yang dihapus menggunakan fitur "unsent" gagal dipulihkan karena kebijakan WhatsApp. Dari total 11 pesan dalam percakapan kasus, 55% berhasil dipulihkan sementara 45% tidak berhasil. Temuan ini menyoroti pentingnya metode forensik mobile dalam menyelidiki kejahatan cyber, sementara juga menunjukkan bahwa kebijakan dan fitur-fitur platform seperti WhatsApp dapat mempengaruhi keberhasilan investigasi.
Co-Authors Adinda Purnama Sari Agnes Agnes Ahmad Shalahuddin, Ahmad Akhmad Yani Alfiyatunnufus, Dian Ana Fitriana Ana Fitriana Andika, Wahyu Andry, Johannes Fernandes Anwar Azazi ARDIANSYAH ARDIANSYAH Ardion, Ardion Arfita Yuana Dewi Arielsandy, Elvien Arman Jaya Audisty Prana Hardayu Ayu Umyana Azamahir, Muhammad Nabil Barkah Barkah, Barkah Bintoro Bagus Purmono Burhan Chamisyahuri, Chamisyahuri Damsar Daud, Ilzar Depandi Enda Dinhida Eka Fitri Qurniawati Ema Trisnawati Erna Listiana Fahruna, Yulyanti Firdaus, Angelika Fitria Lestari Pujiastuti Ginting, Jusia Amanda Giriati, Giriati Grace, Michelle Gusti Hardiansyah Harahap, Avelisa Hasanudin Hasanudin Hasanudin Hazlirahman, Fajar Helma Malini Helma Malini, Helma Hermawati, Yuni Hero, Eko Ilmi Farisi Khumaini Indrayani Irene, Novi Irfan Syahyudi Juniwati Juniwati Kalis, Maria Christiana Iman Kalista, Lola Khoiriyah, Nisa Ul Latifah Latifah Maharani, Evita Maharani, Puspita Mandala, Miko Maria Christiana Iman Kalis Maulidia, Rahma Muammar Khaddafi Muhammad Afif Muslikhin Mustaruddin nesty eka listiyani Ngurah Suryantara, I Gusti Nur Afifah Nurul Komari Okta, Dilla Melinia Oprilyani, Adhinda Dwi Pangestu, Adjie Purmono , Bintoro Bagus Purmono, Bintoro Bagus Putri, Indah Mardini Putri, Shafira Ananda Qurniawati, Eka Fitri Rafles Ginting Rahmaniar, Desi Ramadhan Tosepu Riyani, Indah Safitri, Cindy Safmi, Ima Kumala Samsudin, Dafrizal Sandrina , Fidela Saputra, Maulid Tommy Sepannur Bandri Setiadi, Galang Simatupang, Ervina C.M. Sujatmiko, Ary Sulistiowati Sulistiowati Suryana, Refa Syahputri, Anggraini Theresa, Erica Titik Rosnani Tri Wiyono Kurnianto Violin Waldi Wendy Wenny Pebrianti Wulandari, Sukma Yuyun, Yuyun