Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Perilaku Sopan Santun Anak Melalui Kegiatan Bercerita Bermuatan Nilai Karakter Miftahul Jannah; Yenda Puspita; Melvi Lesmana Alim; Moh Fauziddin; Musnar Indra Daulay
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 1 (2026): Vol.3 No.1 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i1.186

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya perilaku sopan santun anak usia dini di TK ABA 008 Nagaberalih. Kondisi tersebut terlihat dari kurangnya kebiasaan anak dalam mengucapkan salam, menggunakan kata tolong, maaf, dan terima kasih, serta cara berbicara yang belum santun kepada guru maupun teman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi awal perilaku sopan santun anak, menganalisis penerapan kegiatan bercerita bermuatan nilai karakter, serta mengetahui peningkatan perilaku sopan santun anak setelah kegiatan tersebut diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan empat kali pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 18 anak Kelompok B TK ABA 008 Nagaberalih, terdiri atas 7 anak laki-laki dan 11 anak perempuan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif berdasarkan kategori capaian perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada prasiklus, persentase anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB) sebesar 38,9%. Setelah diterapkan kegiatan bercerita bermuatan nilai karakter, persentase tersebut meningkat menjadi 45,5% pada Siklus I pertemuan pertama dan 62,3% pada pertemuan kedua. Pada Siklus II, persentase meningkat menjadi 77,7% pada pertemuan pertama dan mencapai 92,2% pada pertemuan kedua. Hasil tersebut telah melampaui indikator keberhasilan sebesar 75%. Dengan demikian, kegiatan bercerita bermuatan nilai karakter terbukti efektif meningkatkan perilaku sopan santun anak usia 5–6 tahun di TK ABA 008 Nagaberalih.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia Dini Melalui Penerapan Senam Irama Pada Anak Tk Humairoh 4 Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Bina Widya Kota Pekanbaru Desi Handayani; Joni Joni; Melvi Lesmana Alim; Masrul Masrul; Yenda Puspita
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 1 (2026): Vol.3 No.1 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i1.195

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik kasar anak usia dini di TK Humairoh 4 Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Bina Widya Kota Pekanbaru. Kondisi tersebut terlihat dari masih adanya anak yang mengalami kesulitan dalam melakukan gerakan dasar seperti berjalan seimbang, melompat, mengikuti gerakan sesuai irama, serta mengoordinasikan gerakan tangan dan kaki. Permasalahan tersebut disebabkan oleh kurangnya variasi kegiatan fisik, rendahnya minat anak dalam mengikuti kegiatan senam, serta metode pembelajaran yang belum optimal dalam menstimulasi perkembangan motorik kasar anak. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui penerapan kegiatan senam irama. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak melalui kegiatan senam irama di TK Humairoh 4 Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Bina Widya Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 9 orang anak Kelompok B yang terdiri atas 6 anak laki-laki dan 3 anak perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif melalui perhitungan persentase ketuntasan perkembangan motorik kasar anak. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan motorik kasar anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada tahap pratindakan, anak yang mencapai ketuntasan hanya sebanyak 3 anak (33,33%). Setelah dilakukan tindakan pada Siklus I, jumlah anak yang tuntas meningkat menjadi 5 anak (55,56%). Pada Siklus II, jumlah anak yang mencapai ketuntasan meningkat lagi menjadi 8 anak (88,89%), atau mengalami peningkatan sebesar 33,33% dari Siklus I dan 55,56% dari kondisi pratindakan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan kegiatan senam irama mampu meningkatkan kemampuan motorik kasar anak secara signifikan, terutama dalam aspek keseimbangan, koordinasi gerak, kelincahan, dan kemampuan mengikuti instruksi. Dengan demikian, kegiatan senam irama terbukti efektif digunakan sebagai salah satu strategi pembelajaran dalam mengembangkan motorik kasar anak usia dini di TK Humairoh 4 Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Bina Widya Kota Pekanbaru.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Meronce Menggunakan Bahan Alam Asrina Nelti; Musnar Indra Daulay; Melvi Lesmana Alim; Yenda Puspita; Joni Joni
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 1 (2026): Vol.3 No.1 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i1.196

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan motorik halus anak Kelompok B di TK IT Jasmiina Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam menjepit dan memegang benda kecil, memasukkan benda ke dalam lubang, menyusun benda secara berurutan, meronce sesuai pola sederhana, serta mengoordinasikan gerakan mata dan tangan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan meronce menggunakan bahan alam. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak Kelompok B TK IT Jasmiina. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan meronce menggunakan bahan alam mampu meningkatkan keterampilan motorik halus anak secara signifikan. Persentase anak yang mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) meningkat dari 7% pada pra siklus menjadi 27% pada Siklus I dan meningkat kembali menjadi 91% pada Siklus II. Peningkatan terjadi pada seluruh indikator yang diamati, meliputi kemampuan menjepit dan memegang benda kecil, memasukkan benda ke dalam lubang kecil, menyusun dan mengurutkan benda, meronce sesuai pola sederhana, serta koordinasi mata dan tangan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa indikator keberhasilan penelitian, yaitu minimal 90% anak mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), telah terpenuhi pada Siklus II. Dengan demikian, kegiatan meronce menggunakan bahan alam terbukti efektif sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak Kelompok B di TK IT Jasmiina.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Bahasa Ekspresif Anak Usia 4-5 Tahun Dengan Penerapan Metode Bercerita Berbantuan Boneka Jari Di Tk Negeri Mengkirau Kecamatan Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti Fatmawati Fatmawati; Moh Fauziddin; Yenda Puspita; Joni Joni; Amin Yusi Nur Sa'ida
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 1 (2026): Vol.3 No.1 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i1.198

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan bahasa anak usia 4–5 tahun di TK Negeri Mengkirau Kecamatan Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif anak melalui metode bercerita. Subjek penelitian adalah anak usia 4–5 tahun di TK Negeri Mengkirau yang berjumlah 15 anak. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap kemampuan bahasa ekspresif anak selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode bercerita dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak. Pada kondisi awal (pra siklus), kemampuan bahasa anak memperoleh persentase sebesar 35% dengan kategori mulai berkembang. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I, persentase meningkat menjadi 59% dengan kategori berkembang sesuai harapan. Selanjutnya, pada siklus II terjadi peningkatan yang lebih baik yaitu mencapai 84% dengan kategori berkembang sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode bercerita efektif untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak usia 4–5 tahun di TK Negeri Mengkirau Kecamatan Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau.
Upaya Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Finger Painting Di Tk Negeri Pembina 01 Kampar Utara Pira Wati Putri; Moh Fauziddin; Yenda Puspita; Joni Joni; Nurmalina Nurmalina
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 2 (2026): Vol.3 No.2 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i2.228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perkembangan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan Finger Painting di TK Negeri Pembina 01 Kampar Utara. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri atas dua pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 14 orang anak kelompok B2.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Finger Painting mampu meningkatkan perkembangan motorik halus anak. Pada kondisi prasiklus, persentase kemandirian anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB) baru mencapai 11,90%. Setelah pelaksanaan tindakan pada Siklus I, persentase tersebut meningkat menjadi 38,09%, dan pada Siklus II persentase anak yang mencapai kategori berkembang sesuai harapan (BSH) dan berkembang sangat baik (BSB) meningkat mencapai 90,48%, anak terlihat lebih aktif, percaya diri, terampil, dan mampu mengikuti kegiatan secara lebih mandiri. Dengan demikian, kegiatan Finger Painting terbukti dapat meningkatkan perkembangan motorik halus anak usia dini dan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif kegiatan pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan bermakna di TK Negeri Pembina 01 Kampar Utara.
Co-Authors Ade Yelda Hastriati Adly Azka Rifqi Adly Azka Rifqi Afrodita, Meli Ahmadi, Dedi Aldri Frinaldi Alim, Melvi Amin Yusi Amin Yusi Nur Sa'ida Amin Yusi Nur Sa’ida Anisa Lestari Anita Anita Arif Rohman Aris Suhud Asrina Nelti Azhar Azhar Azhar Azhar Azhar Azhar Badriyah, Umu Baehaqi Citra Ayu, Citra Daulay , Musnar Indra Debi S Fuadi Debi S. Fuadi Dedi Ahmadi Derlita Hutasoit Desi Handayani Dian Kristyanto Didi Suryadi Dwi Elsi Flora Dwi Ismawati Dwi Ismawati Dwi Ismawati Dwi Lyna Sari Edi Istiyono Elsi Flora, Dwi Farida Hanum Fatmawati Fatmawati Fira Juwita Fitriana Fitriana Fitriana Fitriana Fitriana Fitriana Fitriana Fitriana Fitriana Fitriana Guswanti, Nelia Hadriana Hadriana Hastriati, Ade Yelda Herman Nirwana Hutahuruk, Lenni Mantili Joni Joni Joni, Joni Kasman Edi Putra Lazfihma Lazfihma, Lazfihma Lenni Mantili Hutauruk Leny Julia Lingga Maghfiroh, Shofia Mallevi Agustin Ningrum Marlia, Tuti Masrul Masrul Mega Sulastari Melia Eka Daryati Meliza Sari Melvi Lesmana Alim Miftahul Amalia Miftahul Jannah Moh. Syarif Hidayat Moh. Syarif Hidayat Mohammad Fauziddin Mudjiran Mul Muliadi Mul Muliadi Musnar Indra Daulay Muthmainah Muthmainah Nabila Safitri Nasrianti, Reni Natalino Paraira Parada Natalino Paraira Parada Nelti Rizka Netrawati, Netrawati Neviyarni Neviyarni Nining Suniarti Nopa Wilyanita Nurmalina Nurmalina Permata, Manja Dwi Pira Wati Putri Rahayu, Evi Reni Nasrianti Reni Nasrianti Reni Nasrianti Reni Nasrianti Rifqi, Adly Azka Rizal Samsul Roza Novita Rusdi Rusdi Samsul Rizal Samsul Rizal Saputra, Waldi Sari, Dwi Lyna Sari, Meliza Sean Marta Efastri, Sean Marta Semiono Raharjo Seprya, Roby Sri Wahyuni Suhaili, Neviyarni Suharni Suharni Suriyani Suriyani Syahri Ramadhan, Syahri Taufiqurrahman Usman Uci Lestari Ulfira Ulfira Waldi Saputra Waldi Saputra Waldi Saputra Waldi Saputra Wirda Ningsih Yahanan Yahanan Yahanan Yahanan Yeni Karneli Yoga Yuniadi Yulianti Yulianti Yundri Akhyar Yundri Akhyar Yundri Akhyar Yundri Akhyar YUNDRI AKHYAR Yusi Nur Sa'ida, Amin Zaitir Rahma Zalisman Zalisman Zalisman Zalisman Zalisman Zalisman Zalisman Zalisman Zalisman, Zalisman Zulhendri