p-Index From 2021 - 2026
10.729
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Vegetalika Psikologika : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Jurnal Psikologi Jurnal EMPATI Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Journal of Educational, Health and Community Psychology Jurnal Kesehatan Masyarakat Persona: Jurnal Psikologi Indonesia Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Jurnal Pendidikan Usia Dini Jurnal Terapan Abdimas INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Journal of ICSAR Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Jurnal PG-PAUD Trunojoyo : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen JURNAL DIVERSITA Jurnal AUDI al-Afkar, Journal For Islamic Studies Motiva: Jurnal Psikologi Jurnal Kesehatan Manarang Humaniora Seling: Journal of PGRA Study Program Psikostudia : Jurnal Psikologi Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam WACANA ANIMA Indonesian Psychological Journal Jurnal Ners Jambura Early Childhood Education Journal Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K) Nusantara Science and Technology Proceedings Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Psikoborneo : Jurnal Ilmiah Psikologi Berajah Journal PSIKODINAMIKA : Jurnal Literasi Psikologi Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an,Tafsirdan Pemikiran Islam Jurnal Social Library At-tahsin: Jurnal Manajemen Pendidikan Journal of the Community Development in Asia Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP) Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM) Tematik: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Innovative: Journal Of Social Science Research IDEA: Jurnal Psikologi AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Proceeding of International Conference on Special Education in South East Asia Region Blantika : Multidisciplinary Journal Society Values: Jurnal Kajian Islam Multidisiplin Coution : Journal of Counseling and Education Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor Orangtua Pada Adiksi Internet Remaja: Systematic Literature Review Fairuzzaman, Reyhan; Pranata, Dwi Chandra; Nurul Hartini
IDEA: Jurnal Psikologi Vol. 9 No. 2 (2025): IDEA: Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/idea.v9i2.9208

Abstract

Internet addiction in adolescents is something that should happen among life in the digital era. It is a consequence where the internet and digital devices are the basic needs of people today. Although adolescence is a risky stage of development, adolescents must also have strong internal factors in regulating or controlling themselves in preventing internet addiction. In addition, one of the most important external factors in adolescent internet addiction is parents. Parents are of course the closest environment or microsystem in adolescents. Adolescents will shape or form from their parents' environment. This study aims to examine the parental factors that influence internet addiction in adolescents. This research method uses systematic literature review and analyzed using PRISMA. Only 10 articles out of 280 literatures were selected. The literature was searched using reputable journal data networks and using related keywords. The results showed that there were differences in sample characteristics, socio-demographic circumstances of parents or children, and methods used. This literature review found that factors related to internal factors within adolescents and parents. These internal factors include self-regulation and habitual behavior by parents. The main factors found were that family and parents can explain the high-low level of internet addiction in adolescents. Family factors include parenting style, parent-child relationship, and parental mediation style. This study shows that the main factors that give clear significance to adolescents' internet addiction are adolescents' intrapersonal factors and their relationship with their parents. In conclusion, parents have an important role in regulating the level of internet addiction.  
ANALISIS PEMANFAATAN MEDIA LOOSE PARTS PADA PEMBELAJARAN KELOMPOK B DI RA ANANDA Irsalina, Nabila; Azminah, Suhartini Nurul
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol. 10 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pembelajaran TK yang berbasis lembar kerja, dimana pembelajaran TK seharusnya dilakukan melalui kegiatan bermain dengan berbagai media seperti media loose parts. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan media Loose Parts pada pembelajaran kelompok B RA ANANDA, faktor pendukung dan penghambat serta respon anak dalam pembelajaran dengan media loose part. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian wali kelas B1 dan seluruh siswa B1 berjumlah 14 anak. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi serta analisis data menggunakan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media Loose Parts dilakukan pada tema-tema tertentu, presentase media Loose Parts yang tersedia sekitar 50% dari jumlah keseluruhan siswa, faktor pendukungnya yaitu antusiasme yang tinggi, tersedianya alat atau media Loose Parts yang edukatif, dan lingkungan yang nyaman. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu tidak semua guru dapat mengkreasikan media loose part, perbedaan persepsi orangtua, ada beberapa media Loose Partsyang tidak awet, serta jumlah perbandingan media loose parts dengan jumlah siswa yang kurang memadai. Respon positif anak sangat antusias dan bersemangat, percaya diri dan pantang menyerah, terjadi peningkatan kreativitas, perkembangan bahasa, dan tolong menolong, sedangkan respon negatifnya adalah beberapa anak merasa capek, menyendiri, dan ramai dengan teman.
Emotion Regulation Training to Reduce Violent Behavior (REMUK) of Parents in Sanggar Alang-Alang Children Puspitasari, Arizka Indah; Hartini, Nurul
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 4 (2023): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i4.12826

Abstract

Violence is any action that tends to hurt another person, in the form of physical aggression, verbal aggression, anger or hostility. This is also common in parents’ treatment of their children. The violence that occurs can be emotional, verbal, physical and sexual. The impacts that arise on oneself are stres, depression, trauma, and withdrawal behavior from the environment. This happens because many parents think that the violence, they do to their children is normal and is part of how to discipline children. This means that parents need to be equipped with skills in regulating their emotions so that parents can assess the emotions they feel, regulate their emotions, and express positive and negative emotions appropriately. The research method used was action research with the subjects being BIAN member mothers and Alang-Alang caretaker. Then the quantitative data was analyzed using the One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test. Meanwhile, qualitative data is analyzed using the results of observations and interviews in the SWOT analysis table. The intervention is carried out using psychoeducation techniques which are divided into several materials. The results of the research show that an increase in knowledge and regulatory abilities has a positive impact on realizing and regulating parents' thoughts and behavior towards their children in different emotions, both positive and negative emotions.Tindak kekerasan merupakan segala tindakan yang cenderung menyakiti orang lain, berbentuk agresi fisik, agresi verbal, kemarahan atau permusuhan. Hal ini juga marak terjadi pada perlakuan orang tua pada anaknya. kekerasan yang terjadi dapat berupa emosi, verbal, fisik dan seksual. Dampak yang muncul terhadap diri sendiri yaitu stres, depresi, trauma hingga perilaku menarik diri dari lingkungan. Hal ini terjadi karena banyaknya orang tua yang beranggapan bahwa kekerasan yang mereka lakukan pada anak adalah hal yang wajar dan menjadi bagian dari cara mendisiplinkan anak. Hal ini membuat orang tua perlu dibekali keterampilan dalam hal meregulasi emosinya sehingga orang tua mampu menilai emosi yang dirasakan, mengatur emosi, dan mengungkapkan emosi positif dan negatif secara tepat. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan dengan subjek ibu-ibu anggota BIAN dan pengurus sanggar Alang-Alang. lalu untuk data kuantitatif dianalisis menggunakan One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test. Sementara data kualitatif dianalisis dengan hasil observasi dan wawancara pada tabel analisis SWOT. intervensi dilakukan dengan Teknik psikoedukasi yang terbagi menjadi beberapa materi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan regulasi berdampak positif untuk menyadari dan mengatur pikiran dan perilaku orang tua terhadap anak mereka dalam emosi yang berbeda, baik emosi positif juga negatif.
Penalaran Remaja Laki-laki ketika Memutuskan Kawin Dini Bimantari, Yuwaditya Dewi; Hartini, Nurul
Psikodinamika: Jurnal Literasi Psikologi Vol 1 No 2 (2021): PSIKODINAMIKA : Jurnal Literasi Psikologi, Juli 2021
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/psikodinamika.v1i2.710

Abstract

Maraknya perkawinan dini yang terjadi di Indonesia banyak kasus yang terjadi pada remaja umur sekolah yakni remaja laki-laki berumur dibawah sembilan belas (19) tahun sedangkan remaja perempuan berumur dibawah enam belas (16) tahun. Provinsi dengan karakteristik prevalensi perkawinan dini yang tinggi cenderung memiliki karakteristik Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang rendah dan sebaliknya, berdasarkan penjelasan tersebut perkawinan muda menurunkan (IPM) di Indonesia Peran laki-laki dalam rumah tangga adalah sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus instrumental. Responden dalam penelitian ini laki-laki kawin dini (<19 tahun), umur perkawinan kurang dari tiga (3) tahun berlokasi di Jawa Timur. Teknik penggalian data menggunakan studi kepustakaan berupa hasil penelitian, pendapat, teori, hasil penelitian, media tulisan yang dilanjutkan dengan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis tematik. Penalaran remaja laki-laki ketika memutuskan kawin dini terbentuk berawal dari proses pikir logis yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal remaja laki-laki, hingga terbentuk argumen dan terwujud melalui rencana tindak lanjut. Pengaruh eksternal remaja laki-laki lebih besar dibandingkan dengan pengaruh internal ketika memutuskan kawin dini. Pengaruh eksternal yang mempengaruhi remaja laki-laki memutuskan kawin dini terbentuk dari kepercayaan yang diberikan oleh pasangan, orang tua remaja laki-laki, keluarga orang tua remaja laki-laki, orang tua pasangan, nilai budaya, nilai agama dan lingkungan sekitar.
Efektifitas Cognitive Behavior Therapy untuk Meningkatkan Resiliensi Pada Taruna Tingkat II di Akademi Angkatan Laut Sulistiono, Andy; Hartini, Nurul
JURNAL SOCIAL LIBRARY Vol 3, No 3 (2023): JURNAL SOCIAL LIBRARY NOVEMBER
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/sl.v3i3.144

Abstract

TNI Angkatan Laut merupakan salah satu insititusi kemiliteran yang memiliki peran sebagai kekuatan pertahanan negara di laut, untuk itu institusi ini memerlukan sumber daya manusia yang memumpuni untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab tersebut. Akademi Angkatan Laut merupakan salah satu lembaga pendidikan militer yang memiliki fungsi untuk mencetak kader-kader pemimpin TNI AL di masa depan. Para taruna akan mendapatkan pendidikan yang cukup berat di AAL selama 4 tahun. Dinamika pendidikan di AAL dapat memunculkan stres sehingga berdampak pada banyak aspek kehidupan para taruna. Resiliensi merupakan kemampuan setiap indidivu untuk mengatasi dan beradaptasi terhadap masalah yang terjadi dalam kehidupan. Resiliensi dibutuhkan para taruna untuk mampu bertahan selama melaksankana pendidikan di AAL. Beberapa penelitian menemukan bahwa resiliensi dapat ditingkatkan dengan menggunakan pendekatan cognitive behavior therapy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi CBT terhadap peningkatan resiliensi pada taruna AAL tingkat II di Akademi Angkatan Laut. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan desain penelitian non-randomized pretest-posttest control group design. Alat pengumpul data yang digunakan adalah CD-RISC 10 untuk mengukur resiliensi. Subyek penelitian ini adalah taruna tingkat II berusia 18-22 tahun dengan tingakt resiliensi rendah. Jumlah subjek pada penelitian ini adalah 6 taruna dan 2 taruni. Analisis yang digunakan adalah uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan intervensi CBT terhadap peningkatan resiliensi pada taruna (diperoleh Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,034 dimana 0,0340,05 = signifikan).
Analisis Istifham Dalam Qs. Al-Baqarah 258 (Studi Analisis Balaghah) Al Rasyid, Harun; Helmi Ridho, Muhammad; Hartini, Nurul
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.12696

Abstract

Makalah penelitian ini mencoba untuk menganalisis konsep Istifham (bertanya). Penelitian ini memiliki titik fokus kepada ayat didalam al-Qur’ân surah QS. Al-Baqarah 258 yang menceritakan tentang pertanyaan pertanyaan yang boleh di tanyakan. Membahas tentang Istifham yang mengenai Istifham ingkari. merupakan contoh balaghah, tepatnya ilmu bayani nya .Metode penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Peneliti membaca beberapa sumber referensi seperti ‘Ulûmul Qur’ân, kaidah-kaidah tafsir dan buku-buku terkait lainnya. Hasil penelitian ini menemukan bahwa setiap pertanyaan itu tidak selamanya mengenai kata tanya yang butuh jawaban,namun disini mengenai tentang pertayaan pengingkaran suatu perbuatan. Jenis istifham pada Qs. Al-Baqarah 258 berbentuk istifham Ingkari dan kata tanya yang tidak memerlukan jaaban tetapi pertayaan pengingkaran suatu perbuatan.
Mengeksplorasi Dasar-Dasar Genetik Perundungan: Analisis Kontemporer terhadap Kajian Ilmiah Ali, Shahzad; Hartini, Nurul; Yoenanto, Nono Hery; Paramita, Pramesti Pradna
Society Vol 12 No 2 (2024): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v12i2.673

Abstract

Since the early 21st century, bullying has been a central focus for scholars, with various forms, such as relational, physical, cyber, and social bullying, receiving extensive attention. However, the role of genetic and hereditary factors in bullying remains underexplored. This study systematically reviews 31 scholarly articles published between January 2000 and December 2021. Articles were selected based on predefined inclusion criteria, including methodological rigor, relevance to genetic influences on bullying, and clear population samples. Data sources included Google Scholar, ResearchGate, SAGE Journals, and ERIC, with keywords such as “bullying and genetics,” “bullying and hereditary,” and “family genetics involvement.” The findings reveal significant associations between genetic predispositions and bullying behaviors. For example, genetic factors were found to account for approximately 70–77% of bullying perpetration and victimization in multiple studies, highlighting a strong hereditary influence. Traits such as impulsivity and aggression, often linked to genetic predispositions, were also shown to interact with environmental factors such as family dynamics and peer relationships, amplifying bullying tendencies. These results underscore the critical role of genetic and hereditary transmission in shaping bullying behaviors across generations. The study emphasizes the need for a multidisciplinary approach that integrates genetic research with environmental interventions to address bullying effectively. Practical implications include the development of targeted anti-bullying programs that consider individual genetic susceptibility alongside fostering supportive family and school environments to reduce the intergenerational transmission of bullying behaviors.
Integrasi Psikologi dan Al-Qur'an: Analisis Konsep Watak Manusia Menurut Aisyah Dahlan Hartini, Nurul; Syukri
Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Tafsir dan Pemikiran Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Humans are created with diverse dispositions, but understanding this diversity often leads to stereotypes or unconstructive comparisons. This study analyzes Aisyah Dahlan's classification of human dispositions and compares it with modern psychological perspectives and Qur'anic values. Using a qualitative method based on literature study and digital content observation, this study identifies four types of dispositions: Sanguinis (cheerful), Choleric (organizing), Phlegmatic (peaceful), and Melancholic (thinker), which are linked to the verse QS. Ash-Shams: 8-9 about the potential for human wickedness and piety. The main findings reveal that Aisyah Dahlan's approach provides a distinctive integration of classical psychology (Hippocrates' temperament model), neuroscience (frontal lobe function), and Islamic spirituality, addressing a gap in the secularized Western psychology model. This study contributes to providing a conceptual framework that is religiously and scientifically relevant in understanding and positively directing human dispositions. The results of this study are expected to be helpful in the practice of character education, parenting, family development, and the self-healing process.
Psychoeducation of Academic Procrastination in Undergraduate Students Setiyono, Gilang Agus; Paramita, Riyangka; Hartini, Nurul
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 4 (2023): Volume 12, Issue 4, December 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i4.10370

Abstract

Academic procrastination is the tendency always or almost always to postpone work on academic assignments and always or almost always experience disturbing anxiety related to the academic procrastination carried out. Academic procrastination negatively impacts a student's life in the academic, physical and social fields. Therefore, it is necessary to implement psychoeducation to prevent and intervene in academic procrastination in students, especially those at an advanced level. This psychoeducational activity aims to map the level of procrastination of advanced students at the ABC Department, XYZ Faculty, X University and increase students' understanding of academic procrastination. The subjects of this research were 138 Semester 6 students at the ABC Department, XYZ Faculty, X University. The method used is a survey using the Aitken Procrastination Inventory procrastination measuring instrument. Changes in student understanding were measured through pre-test and post-testpost-test, then analyzed using the T-test. From the results of observations, it is known that as many as 4 students (2.9%) were at the "very low" level of procrastination, 38 people (27.5%) were at the "low" level, 61 people (44.2%) were at the "moderate" level. , 31 people (22.5%) were at the "high" level and 4 people (2.9%) were at the "very high" level. The T-test results showed that there was a significant difference (P value = 0.001) in the mean pre-test (7.67) and post-test (8.20) scores. These results show an increase in knowledge before and after psychoeducation.Prokrastinasi akademik merupakan kecenderungan untuk selalu atau hampir selalu menunda pengerjaan tugas-tugas akademik dan selalu atau hampir selalu mengalami kecemasan yang mengganggu terkait dengan prokrastinasi akademik yang dilakukan. Prokrastinasi akademik memiliki berbagai dampak negatif dalam kehidupan seorang mahasiswa, baik dalam bidang akademik, fisik dan sosial. Oleh karena itu, perlu dilaksanakan psikoedukasi sebagai upaya pencegahan dan intervensi prokrastinasi akademik pada mahasiswa terutama yang telah berada pada tingkat lanjut. Tujuan dari kegiatan psikoedukasi ini adalah untuk memetakan tingkat prokrastinasi mahasiswa tingkat lanjut pada Jurusan ABC, Fakultas XYZ, Universitas X dan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai prokrastinasi akademik. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Semester 6 pada Jurusan ABC, Fakultas XYZ, Universitas X sebanyak 138 orang. Metode yang digunakan adalah survey dengan menggunakan instrumen ukur prokrastinasi Aitken Procrastination Inventory. Perubahan pemahaman mahasiswa diukur melalui pre-test dan post-test yang kemudian dianalisa dengan menggunakan T-test. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa sebanyak 4 orang (2.9%) mahasiswa yang berada pada tingkatan prokrastinasi “very low”, 38 orang (27,5%) pada tingkatan “low”, 61 orang (44,2%) pada tingkatan “moderate”, 31 orang (22,5%) pada tingkatan “high” dan 4 orang (2,9%) pada tingkatan “very high”. Hasil uji T menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (nilai P = 0.001) pada rerata nilai pre-test (7,67) dan post-test (8.20) . Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan psikoedukasi.
Implementasi Pelatihan Konseling Sebaya dalam Meningkatkan Empati Remaja Calon Konselor Panti Asuhan Aisyiyah Sari, Mery Retrofita; Hartini, Nurul
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Volume 11, Issue 4, Desember 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i4.9592

Abstract

Teenagers at orphanages have a greater risk of psychological problems than teenagers who live at home. Orphanage youth tend to harbor their problems and prefer to tell stories with their peers rather than with caregivers. So, it is necessary for teenagers to train themselves so they can become counselors who can help each other and themselves. This study aims to see the effectiveness of peer counselor training to increase empathy for peer counselor candidates. This research was quasi-experimental research by measuring pre-post by using one group. The number of participants in this study were 4 people where the selection of subjects used purposive sampling based on the characteristics of adolescents. The instrument used was the Interpersonal Reactivity Index. The results showed that there was no significant difference in the results of peer counseling training between before and after the experiment was conducted, pre (M= 82.5, SD= 3.32) and post (M= 86.5, SD= 2.62), p = 0.098 (p<0.05). However, based on the results of observations, it shows that their skills have increased in effective listening skills, and developing emotional literacy. Para remaja panti asuhan memiliki resiko permasalahan psikologis lebih besar dibandingkan dengan remaja yang tinggal dirumah. Para remaja panti asuhan cenderung memendam permasalahan mereka dan lebih suka bercerita dengan sebaya mereka dibandingkan dengan para pengasuh. Sehingga perlu untuk para remaja melatih diri agar dapat menjadi konselor yang nantinya dapat membantu satu sama lain dan dirinya sendiri. Penelitian  ini bertujuan untuk melihat efektivitas dari pelatihan konselor sebaya untuk meningkatkan empati para calon konselor sebaya. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen kuasi dengan mengukur pre-pos dengan menggunakan satu kelompok. Jumlah peserta pada penelitian ini adalah 4 orang dimana pemilihan subjek menggunakan purposive sampling berdasarkan karakteristik usia remaja. Instrumen yang digunakan adalah Interpersonal Reactivity Index. Hasil menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan hasil pelatihan konseling sebaya antara sebelum dan sesudah eksperimen dilakukan, pre (M= 82.5, SD= 3.32) dengan hasil post (M= 86.5, SD= 2.62), p = 0.098 (p<0.05). Namun, berdasarkan hasil observasi menunjukkan bahwa ketrampilan mereka mengalami peningkatan pada ketrampilan mendengarkan efektif dan mengembangkan literasi emosional. 
Co-Authors A'yun, Rahmania Qurrota Abdul Rahman Achmad Chusairi Agustin Rahmawati Aironi Zuroida Akbar Alfina Citra Sukmawati Ali, Shahzad Amala, Nisa'el Ambarini, Tri Kurniati Andromeda Andromeda Apsari Fajar Prihantini Ardelia, Natasha Arianti, Nadya Ardisna Arif Saman Atika Dian Ariana Ayu B. Primandini Yunanda Harumi Bachtiar, Andi Sabrina Qamarani Bimantari, Yuwaditya Dewi Cahyanti, Ika Yuniar Citra Widyastuti Citrasukmawati, Alfina Damayanti, Andini Denok Dwi Anggraini, Denok Dwi Dewi Aprillia Anggraini Dewi Safitri Dian Kartika Amelia Arbi Dwi Yuwono Puji Sugiharto, Dwi Yuwono Puji Elia, Latania Ila Endang Prastuti Endang R Surjaningrum Endang Retno Surjaningrum Ernestine Oktaviana Yuniswara Evi Widayanti Fadhilah, Rahmi Fairuzzaman, Reyhan Fairuzzaman, Riza Reyhan Fajriyanthi, Fajriyanthi Farisandy, Ellyana Dwi FAUZIYAH, ASMAUL Fitri Andriani, Fitri Fitria FITRIA NINGSIH Gusti Ayu Ardhia Candra Trikusuma Hamidah, Hamidah Hanum Hari Basuki Notobroto Harun Al Rasyid Helmi Ridho, Muhammad Hidayati, Fina I Dewa Ayu Dwika Puspita Dewi Idamulyani, Sri Imadduddin Imadduddin Imran, Treesje Inas Ngesti Pribadi Indah, Dewi Rosaria Indira Khairunnisa Ira Nurmala Irsalina, Nabila Iskayanti, Andini Iskayanti, Andini Iva Agustina Wijayanti Khumaira Alia Ainunnida Kurniawan, Afif Kusuma Nugroho, Halimaha Bagas Lailatul Muniroh Laili, Nikmatul Lestari, Isti Ayu Lutfi Agus Salim Maharani, Dewi Mareyke Maritje Wagey Tairas Mareyke Maritje Wagey Tairas Mashud, Musta'in Mashud, Mustain Michael Seno Rahardanto Nabila Aliya Fatah Nadira Khairunnisa Nailul Fauziah Nono Hery Yoenanto Nur Aini Saura Putri Nur Alfian, Ilham Nur Azmy, Tasya Nabilah Nuraini, Afifah Nursalam Nursalam Nurul Khoiria Oktaviani, Rizki Nur Padmi Dhyah Yulianti Panggih Nugrahanto, Bagaskoro Paramita, Riyangka Pebrina Pramesti Pradna Paramita, Pramesti Pradna Prameswari, Noviardani Kartika Pranata, Dwi Chandra Pratiwi, Ni Putu Padmadita Nanda Puspitasari, Arizka Indah Putra, Ganesha Bayua Putri, Isnadya Athayana Rahkman Ardi Rahmah Saniatuzzulfa Ratna Novitasari Ravellina, Putri Novitrianti Rerka, Agustina Ensanyana Riska Nur Oktaviani Rita Sri Yuniajeng Susanto Riyanti Riyanti RIZKA NUR OKTAVIANI Rochma, Siti Rr. Setyawati salahuddin harahap Salmany, Latieva Sonia Sari, Mery Retrofita Sari, Nova Andya Setiawan, Rico Millenando Wahyu Setiyono, Gilang Agus Shabrina, Salwa Sihotang, Elvira Linda Simon Simon Simon Simon Siti Chodijah Sri Ulfa Rahayu Sudagijono, Jaka Santosa Sulistiono, Andy Suryanto Suryanto Suryanto, Suryanto Susanto, Vania Susilo, Dicky Syaiful Anwar Prasetyo Syukri Tairas, Mareyke Maritje Wagey Treesje Imran Tri Kurniati Ambarini Tri Setyanto, Arif Tunafsyiah, Nur Latifa Wafa, Sirril Wahyuni, Hera Widya Wisnu Kristanto Wiwin Hendriani Yulia Hairina Yulia Hairina Zahrah Humaidah Emqi Zahrah Humaidah Emqi