p-Index From 2021 - 2026
15.304
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam Jurnal Pendidikan Islam JURNAL PROFESI KEGURUAN Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Holistik: Journal For Islamic Social Sciences ELT Echo Jurnal Tamaddun MAHKAMAH: Jurnal Kajian Hukum Islam Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya Al Tarbawi Al Haditsah JIEM (Journal of Islamic Education Management) EMPATI Panggung Jurnal Ilmiah Peuradeun Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia al-Afkar, Journal For Islamic Studies EL-IBTIKAR: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Journal EVALUASI Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Eduscience : Jurnal Ilmu Pendidikan GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI PARAMUROBI JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Pedagogik: Jurnal Pendidikan Paedagogia: Jurnal Pendidikan HUMANISMA : Journal of Gender Studies JURNAL PENELITIAN Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian ACITYA Journal of Teaching & Education Ulumuna: Jurnal Studi Keislaman Edum Journal Jurnal Pendidikan dan Konseling Jurnal Dinamika Manajemen Pendidikan (JDMP) Al-Wardah: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Journal of Islam and Science Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia JURNAL EDUKASI NONFORMAL JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Jurnal Sakinah : Journal of Islamic and Social Studies Journal of Dehasen Educational Review TIN: TERAPAN INFORMATIKA NUSANTARA Jurnal Inovasi Pendidikan dan Sains jurnal syntax admiration Tsaqafatuna: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Edulead : Journal of Education Management Journal Corner of Education, Linguistics, and Literature Indo-MathEdu Intellectuals Journal AL-TARBIYAH: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) Interaksi Peradaban: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya Journal International Inspire Education Technology (JIIET) Journal of Comprehensive Science HUMANISMA : Journal of Gender Studies ADIBA: Journal of Education Education Journal: General and Specific Research Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kearifan Lokal (JIPKL) Journal of Islamic Education Counseling Tanzhimuna : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Journal of Student Research Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Khulasah : Islamic Studies Journal Journal of Education and Culture Action Research Journal Indonesia (ARJI) JURNAL PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Sublim: Jurnal Pendidikan Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan HIKMATUNA: Journal for Integrative Islamic Studies Jurnal Penelitian ENTINAS: Jurnal Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran JIP: Jurnal Ilmu Pendidikan Jurnal Inovasi Pendidikan Jurnal Komunikasi Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, Dan Sosial Humaniora Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Perspektif: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa Cendikia Pendidikan Edulead Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Edukasi Elita : Jurnal Inovasi Pendidikan Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam Darussalam: Journal of Psychology and Educational International Journal of Research in Counseling International Journal of Educational Qualitative Quantitative Research Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora EduBase: Journal of Basic Education Panggung Indonesian Journal of Research and Service Studies Jurnal Matematika Ilmiah Universitas Muhammadiyah Kuningan Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora LEOTECH: Journal of Learning Education and Technology Sharia: Jurnal Kajian Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Penyimpangan Etika Berbahasa dalam Interaksi Siswa Berstatus Santri dengan Guru antara di Sekolah dan Pesantren Ilman Nafi'a; Masrukhin Masrukhin; Septi Gumiandari
EL-IBTIKAR: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ibtikar.v11i1.10745

Abstract

Penyimpangan bahasa merupakan kesalahan berbahasa secara sistematik dari kaidah yang berlaku ketika pembelajar belum menguasai sesuatu sehingga secara konsisten menggunakannya dengan cara yang salah. Pendidikan di Pondok Pesantren dengan pola-pola komunikasi beranekaragam dan mengutamakan unsur sopan santun menjadi prinsip utama yang diadopsi di MTs NU Putra 1 Buntet Pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (1) Bentuk-bentuk penyimpangan etika berbahasa dalam interaksi siswa berstatus santri di MTs NU Putra 1 Buntet Pesantren dengan gurunya antara di sekolah dan di pesantren, (2) Penyebab terjadinya penyimpangan bahasa, (3) Dampak dari penyimpangan etika berbahasa, dan (4) Upaya guru dalam mengatasi penyimpangan etika berbahasa. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan metode observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan metode reduksi data, display data, dan kesimpulan/verifikasi. Keabsahan data diperoleh melalui ketekunan pengamatan dan diskusi dengan teman sejawat. Hasil penelitian menunjukkan beberapa hal berikut. Pertama; bentuk penyimpangan etika berbahasa, meliputi; (1) Siswa menggunakan bahasa Jawa Biasa (kasar), (2) Siswa menggunakan bahasa gaul dan singkatan, dan (3) siswa menggunakan penggabungan dengan Bahasa Asing. Kedua, Penyebab penyimpangan etika berbahasa, meliputi; faktor internal dan faktor eksternal. Ketiga; Dampak penyimpangan etika berbahasa, meliputi; (1) Terancamnya eksistensi Bahasa Indonesia, (2) Menurunnya citra baik Instansi/Lembaga dan diri sendiri, (3) Menyebabkan punahnya Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa Kromo. Keempat; Upaya guru dalam mengatasi penyimpangan etika berbahasa adalah dengan pengajaran dan pembiasaan.
PENINGKATAN KUALITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA MILENIAL MELALUI QUIPPER VIDEO Andika Noer Rizkiawan; Septi Gumiandari; Abas Hidayat
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 8 No 1 (2022): JUMLAHKU VOL.8 NO.1 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v8i1.1903

Abstract

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang paling banyak dibenci oleh sebagian besar para pelajar yang ada di dunia, khususnya para pelajar yang ada di Indonesia. Alasan mata pelajaran matematika dibenci oleh sebagian besar pelajar adalah karena metode pembelajaran yang sangat membosankan. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan sebuah teknik belajar matematika yang menarik dan menyenangkan dengan cara mengikuti bimbel berbasis online Quipper Video. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Penelitian dilakukan terhadap siswa SMA Negeri 3 Majalengka yang melakukan bimbel online. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa, (1) Terjadi peningkatan pada proses belajar matematika siswa milenial pada aspek hasil, motivasi, dan aspek rencana pembelajaran. (2) Model pembelajaran dalam Quipper Video berpengaruh positif terhadap kualitas pembelajaran matematika pada siswa. (3) Siswa yang dijadikan objek penelitian cukup semangat dan berpartisipasi terhadap proses belajar matematika melalui Quipper Video. (4) Fasilitas komputer ataupun android adalah faktor pendukung terciptanya pembelajaran matematika berbasis online Quipper Video (5) Minimnya fasilitas serta motivasi yang rendah merupakan faktor penghambat dalam proses pembelajaran matematika berbasis online Quipper Video.
URGENSI PENDIDIKAN TASAWUF PADA REMAJA MILENIAL Ilman Nafi'a; Muhammad Ziyan Naufal; Septi Gumiandari
AL-TARBIYAH: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) Vol 32, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teachers Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ath.v32i1.10788

Abstract

AbstrakPendidikan tasawuf berfungsi untuk menjadikan manusia berkepribadian shalih dan memiliki laku-lampah yang baik dan mulia serta mempunyai ibadah yang berkualitas, yang menghasilkan output berupa manusia yang jujur, istiqāmah dan tawadu. Pendidikan tasawuf pada remaja sangat dibutuhkan demi mencegahnya kenakalan-kenakalan pada remaja. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami urgensi pendidikan tasawuf demi mencegahnya kenakalan-kenakalan pada remaja. Artikel ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur. Pencarian literatur dilakukan secara online melalui Google Cendekia yang dibatasi dari tahun 2012-2022 dengan proses percarian menggunakan kata kunci “Pendidikan Tasawuf”, “Pendidikan Tasawuf Remaja”, dan “Pendidikan Tasawuf Milenial”. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara garis besar pendidikan tasawuf adalah sarana untuk seseorang mendekatkan diri kepada Allah melalui penyucian jiwa dan hati. Hal ini yang dibutuhkan untuk menghadapi kehidupan modern yang dialami oleh manusia, khususnya para remaja milenial yang dekat dengan dunia teknologi dan internet. Pendidikan tasawuf juga harus masuk dan perlu dikemas dengan pendekatan-pendekatan yang terkini agar relate dengan para remaja milenial. Hai ini demi terciptanya remaja yang mempunyai akhlakul karimah dan menjaga pribadinya dari krisis ruhani.Kata kunci: milenial, pendidikan, remaja, tasawuf  AbstractTasawuf education serves to make humans have pious personalities, good and noble behavior, and the best worship, resulting in output in the form of honest, istiqāmah and tawadu humans. Tasawuf education for teenagers is really needed to prevent juvenile delinquency. This article aimed to identify and understand the urgency of tasawuf education in order to prevent juvenile delinquency.  This article used a literature review approach. The literature search was conducted online through Google Scholar which was limited from 2012-2022 with the search process using the keywords of "Tasawuf Education", "Tasawuf Education for Teenagers", and "Millennial Tasawuf Education". The result of this study shows that in general, tasawuf education is a means for a person to get closer to Allah through the purification of the soul and heart. This is what is needed to face the modern life experienced by humans, especially the millennial teens who are keen to the world of technology and the internet. Tasawuf education must also be included and presented with the latest approaches so that it relates to millennial teens. It is for the sake of creating teenagers who have good morals and protecting their personalities from spiritual crisis. Keywords: milenialls, education, teenagers, tasawuf
PROFIL GURU PROFESIONAL ABAD 21 DALAM PERSPEKTIF MAHASISWA IAIN SYEKH NURJATI CIREBON Ratnawati Ratnawati; Septi Gumiandari
AL-TARBIYAH: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) Vol 31, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teachers Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.34 KB) | DOI: 10.24235/ath.v31i1.8493

Abstract

AbstrakPada abad 21, banyak orang memiliki pandangan berbeda terkait profil guru yang profesional, termasuk mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang memiliki pandangan berbeda terkait dengan isu ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap melalui perspektif mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon tentang profil guru profesional abad 21. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa para mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon mempersepsi kriteria guru profesional abad 21 dengan tujuh keterampilan, yakni: (1) kemampuan berkomunikasi, (2) berkolaborasi, (3) berpikir kritis, kreatif dan inovatif, (4) kemampuan memecahkan masalah, (5) kemampuan memahami karakteristik peserta didik, (6) pola pikir yang imajinatif, serta (7) terampil dalam penguasaan teknologi informasi. Disamping ketujuh keterampilan tersebut, profil guru abad 21 pun harus memiliki beberapa karakter berikut: (1) ulet dan cekatan, (2) menjunjung tinggi profesi dan kode etik guru, (3) disiplin (tepat waktu), (4) terbuka, (5) jujur, (6) amanah dan bertanggungjawab, (7) professional (tidak mencampur adukan masalah pribadi ke dalam masalah akademik dunia pendidikan).Kata kunci: Abad 21, guru profesional, mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon  AbstractIn the 21st century, many people have different views regarding the profile of professional teachers, including students of IAIN Syekh Nurjati Cirebon who have different views on this issue. This study aimed to reveal the perspectives of IAIN Syekh Nurjati Cirebon students on the profile of 21st century professional teachers.  This study used a qualitative method with a descriptive approach. The results of the study show that students of IAIN Syekh Nurjati Cirebon perceive the criteria of 21st century professional teachers with seven skills, namely: (1) communication skills, (2) collaboration, (3) critical and creative thinking, (4) problem solving skills, (5) the ability to understand the characteristics of students, (6) an imaginative mindset, and (7) being skilled in mastering information technology. In addition to these seven skills, the profile of a 21st century teacher must also have the following characters: (1) tenacious and agile, (2) upholding the profession and teacher's code of ethics, (3) discipline (being on time), (4) open-minded, (5) honest, (6) reliable and responsible, (7) professional (no interference of personal problems in the academic problems in the world of education).Keywords: 21st century, professional teachers, students of IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Islamic Moderation Education in the Concepts of Wahdat al-Wujud and Wahdat asy-Syuhud Ilman Nafi'a; Septi Gumiandari
Jurnal Penelitian Volume 19 Nomor 1 2022
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v19i1.5862

Abstract

The teachings of Sufism play an essential role in balancing human life. Sufism can practically be the driving force to provide peace, coolness, and friendliness to create religious and social harmony. This study aims to explain the values of religious moderation education reflected in the concepts of wahdat al-Wujud and wahdat asy-Syuhud. This study used qualitative methodology with a literature approach. The primary sources are taken from two books: wahdat al-Wujud 'Inda Ibn Arabi by Abdul Karim Ibn Abdul Jalil and Ibn al-Faridh wa al-Hubb al-Ilahi by Muhammad Mustafa Hilmi, while the secondary ones are references taken from journals, books, and other writings that explain Islamic moderation, philosophical Sufism, and educational values. The results showed that the concept of monotheism carried by Ibn Arabi’s wahdat al-Wujud and Ibn al-Faridh’s wahdat asy-Syuhud, in the context of the issues of religious moderation, does not only discuss a single divinity, but it also offers five ideas: (1) equality of relationship between people, (2) human rights, (3) tolerance in religious plurality, (4) harmony in religious life, and (5) values of Islamic moderation Education.
TAZKIYYAT AL-NAFS, DHIKR, AND SENSITIVITY AS CULTURAL MODEL OF INDONESIAN COMMUNITIES IN FACING COVID-19 PANDEMIC Halim Purnomo; Firman Mansir; Tumin Tumin; Caswito Caswito; Septi Gumiandari; Maulana Mualim
IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya Vol 18 No 2 (2020): IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.643 KB) | DOI: 10.24090/ibda.v18i2.3912

Abstract

This article used a qualitative method with the approach of study- ing literature in the fields of religious psychology, Islamic psychology, and culture to obtain concepts and theories that are relevant to studies on facing the anxiety and worries caused by the outbreak of COVID-19. The results reveal the COVID-19 outbreak has various impacts on Indo- nesian people, they are encouraged to express optimism, psychological sensitivity, and social piety through various empathical (caring) ways as the implementation of the theology of al-Ma’un. And through tazkiyyatu al-Nafs and dhikr as models to eliminate anxiety and worries caused by COVID-19. Media reporting about COVID-19, besides being informa- tive, also causes anxiety so that sensitivity and social piety of the com- munity are needed. This article explained that through the rites of tazkiyyatu al-Nafs, dhikr, and implementation of al-Ma’un theology de- veloped by KH. Ahmad Dahlan, as well as a collaboration of cultural approaches with the psychology of religion, can reduce the level of anxi- ety, worry, and fear of the people caused by COVID-19.
WOMEN IN THE IDENTITY CRISIS OF FEMINISM; A CRITICAL ANALYSIS ON GENDER MOVEMENT BASED ON ISLAMIC PSYCHOLOGY PERSPECTIVE Septi Gumiandari; Ilman Nafi'a
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol 3, No 1 (2019): June 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.382 KB) | DOI: 10.30983/humanisme.v3i1.1167

Abstract

This paper attempted to analyze critically the women's movement that had been developing so far and tried to offer the ideology of the gender movement based on the values of humanism of Islamic Psychology. This study used a qualitative methodology with a literature approach. The results showed that (1) the male clone tendency in the women's movement had actually been predicted by various parties, including by the female activists. Because of the obsession to equalize the active role of women as equal to men, the women's movement was trapped in standardizing themselves with male masculinity figures. On one hand, they rejected male domination on women, but on the other hand the ambitions of their movements are directed towards seizing the dominant patriarchal system and violating it under the authority of women. Even though Islam places women in the frame of proportionally optimistic rational roles. That is, Islam does not make women fully pretend to be 'backward' entities so that it does not allow them to gain enlightenment and Islam rejects thoughts that are too optimistic to position 'front' women as the sole determinant of their lives and must be above men. Both of these views have reduced women to fall into the destruction or glorification of human quality by ignoring the greatness and power of Sunnatullah over the surrounding conditions; (2) Acording to the values of humanism of Islamic Psychology, the ideology of the gender movement should depart from the needs and be based on a) Women’s self-actualization rather than self-exploitation; b) Women’s Active participation rather than their mobilization and domestication. (c) Partnership rather than rivalism.
Psychological Analysis on the Issues of Violence Against Women in Language and Media Ilman Nafi'a; Septi Gumiandari
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol 4, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.346 KB) | DOI: 10.30983/humanisme.v4i2.3179

Abstract

Language and media are effective entities to perpetuate male domination over women. Both are representations of various social conflicts, interests, power and hegemony. Through Psychological analysis, this study aims to reveal how both of them can establish the process of 'marginalizing' women. This study used a qualitative method with a literature review approach. The results showed that violence against women in language and the media is an invisible form of violence. Language is something that has a purpose (teleology) in itself, which is conditioned by various environmental interests. In patriarchal culture, language is used to build a bad image of women with the aim of strengthening the position of men as the dominant group. The bad image is then transplanted by the media, made into a universe of discourse and implanted into collective consciousness as the public's subconscious imagination. As a result, whether we realize it or not, women are treated in a subordinate way, but also define themselves in a subordinate way according to men's eyes. Bahasa dan media adalah entitas yang efektif untuk mengekalkan dominasi laki-laki atas perempuan. Keduanya merupakan representasi dari pagelaran berbagai konflik sosial, kepentingan, kekuasaan serta hegemoni. Melalui analisis Psikologi, kajian ini bertujuan untuk mengungkapbagaimana keduanya dapat memapankan proses ‘memarjinalkan’ kaum perempuan. Kajian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengambilan data sekunder melalui kajian literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa kekerasan terhadap perempuan dalam bahasa dan media adalah bentuk kekerasan yang tidak kasat mata. Bahasa merupakan ekspresi seseorang untuk mewakili logika, struktur budaya, sosial, psikologi, filosofi, dan politik yang dianut oleh penuturnya. Ia memiliki ketertujuan (teleologi) di dalam dirinya, yang terkondisi oleh pelbagai interes lingkungannya. Dalam budaya patriarkhi, Bahasa digunakan untuk membagun image buruk pada perempuan dengan tujuan mengukuhkan posisi laki-laki sebagai kelompok dominan. Image buruk tersebut kemudian dicangkok oleh media, dijadikan pemahaman universal, dan ditanamkan ke dalam kesadaran kolektif sebagai imajinasi alam bawah sadar masyarakat. Wal-hasil, disadari atau tidak, perempuan selain diperlakukan secara subordinatif, juga mendefinisikan diri secara subordinatif sesuai dengan perspektif laki-laki.
Efektivitas Penggunaan Augmented Reality Untuk Meningkatkan Penguasaan Kosa Kata Bahasa Arab dan Hasil Belajar Siswa di Sekolah MAN 1 Cirebon Siti Nurnaena; Septi Gumiandari
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa memainkan peran penting dalam peningkatan kemampuan kosakata bagi siswa. Tujuan dari artikel penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan metode Augmented Reality efektif dalam meningkatkan penguasaan kosa kata bahasa Arab dan hasil belajar siswa MAN 1 Cirebon. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti yakni metode observasi, wawancara,dan kajian pustaka melalui dokumen, buku, ataupun jurnal ilmiah. Hasil yang didapat dalam penelitian yang telah dilakukan adalah, penggunaan Augmented Reality di sekolah MAN 1 Cirebon sudah efektif dan sangat menarik karena pertimbangan gambar/benda memudahkan siswa untuk memahami pentingnya kosakata bahasa Arab saat ini. Metode pembelajaran Augmented Reality (AR) dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar bahasa Arab serta meningkatkan semangat siswa untuk belajar bahasa arab hingga fasih.
PENDEKATAN NEUROSAINS DALAM STRATEGI PEMBELAJARANUNTUK SISWA SLOW LEARNER Teti Sumiati; Septi Gumiandari
Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 8 No. 3 (2022): Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnalrisalah.v8i3.326

Abstract

Siswa slow learner adalah siswa berkebutuhan khusus yang mengalami keterlambatan dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara  neurosainsdalam strategi pembelajaran terhadap siswa slow learner dan metode pembelajaran terbaik bagi slow learner perspektif neurosains. Metode penelitian dilakukan dengan kajian literatur yang diperoleh dari google  scholardari tahun 2012-2022 dengan key word slow learner dan neurosains. Hasil pencarian diperoleh  sebanyak 34 artikel. Artikel-artikel tersebut kemudian dipilah lagi menjadi sebanyak 20 artikel yang secara khusus membahas slow learner,  dan neurosains. Artikel lainnya tidak dipilih karena  banyak membicarakan terkait pendidikan inklusi.Setelah ditelaah, artikel-artikel tersebut dianalisa kemudian disimpulkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara optimalisasi peran otak dalam penerapan strategi pembelajaran pada siswa slow learner dalam pencapaian tujuan pendidikan.Pembelajaran berbasis neurosainsterbukti efektif membangkitkan motivasi dan prestasi belajar siswa slow learner denganmemberikan stimulus yang tepat. Metode yang sesuai dengan strategi pembelajaran berbasis neurosains, diantaranya dengan musik, pencahayaan, tat ruang, art terapy, permainan, fun learning, pembelajaran berbasis masalah, cooperative learning, metode shaw, serta hypno teaching. Sedangkan strategi yang digunakan sebaiknya memuat beberapa macam strategi dengan penekanan kepada apersepsi, alfa zone, musik dan scene setting.
Co-Authors 'ulya, himatul Abdul Basit Abdullah Syafi’i Abdullah Syihabuddin Achmad Fauzan Dainuri Ade Hidayat, Ade Adin Hamzah Al Arif Adin Hamzah Al-Arif Adji Firmansyah Afi Nur Afianti Afifah Khairunisa Agis Selviani Ahmad Asmuni Ahmad Asmuni Ahmad Gunawan Akhmad Affandi Alfin Nazmi Al a’la Anda Juanda Andika Noer Rizkiawan Asmuni, Ahmad Ayu Sabrina Aziizah, Qoonitah Azizah, Hasri Nur Azzahra, Niken Fatimatu Bumela, Lala Caswito Caswito Caswito, Caswito Cut Andiyani Priatna Putri Daniel Happy Putra Dea Tresna Amalia Dedi Djubaedi Desyandri Desyandri Devi Imron Rosadi Didin Nurul Rosidin Dindin Jamaluddin, Dindin Eis Nabillah Eliza Qoyum Wilhana Elliot, McCarty Erlita, Tita Dwi Eti Nurhayati Fadhil Muhamad pratama Faridsyah Dzikri Maulana Fathoro, Nurul Fatimatuzzahra Fatimatuzzahra Fauziah, Syifa Alifia Fifi Nur Afifa Firdaus, Slamet Fitri Nurkholipah Fitriana Giyast Munarfaul Adli Halimatussa’diyyah, Halimatussa’diyyah Halimatussa’diyyah Halimatussa’diyyah Hamzawi , M. Adib Hidayat, Abas Himatun Mardhiyah Huriyah Huriyah Huriyah Huriyah Huriyah Huriyah, Huriyah Ibrohim Ibrohim Iip Muhammad Ilman Nafi'a Ilman Nafi'a Ilman Nafi'a Ilman Nafi'a Ilman Nafi'a Ilman Nafi'a Ilman Nafi'a Ilman Nafia Ilman Nafi’a Ilman Nafi’a Inriyani Intan Indriawati Intan Sari ‎ Iyan Nopiyanto Jamali Jamali Sahrodi Kafitri, Kafitri Khaeriyah, Umamatul Khairul Umam Khairul Umam Khalid Mawardi Khuzie Sahala Hidayah Komar, Komarudin Humaedi Kurniawan, Dodi Lidia Ratnaningsih Lilis Lisdayanti Lina Rahmawati Lisa Nurhasanah Mansir, Firman Mansur Masrukhin Masrukhin Maula, Regina Cahyatul Maula, Siti Salma Tuh Fatul Maulana Mualim Miratul Munawwaroh Moh Noerfiadi Moh. Agis Ghoni Chakim Mualim, Maulana Muhamad Ade Suranto Muhamad Fathi Ilmy Muhammad Fathi Ilmy Muhammad Ziyan Naufal Mutiah, Dewi Mu’tazza, Ma’bad Fathi Nafi'a, Ilman Nafi'a, Ilman Nafi'an, Ilman Nafia, Ilman Nafi’a, Ilman Nafi’a, Ilman Nakhma’Ussolikhah Nakhma’Ussolikhah Nakhma’ussolikhah, Nakhma’ussolikhah Nazwa Ilmy Nengsih , Wida Nisa, Fadlun Nugroho, Dimas Aji Nurliasari, Hanifa Nuroktaviani , Ila Nurul Ain, Aiyuhan Nuryaman, Handi Purnomo, Halim Qorina Awa Rosi Rachel Aziza Rukmantara Rahayu, Tatang Rahayu Ratnawati Ratnawati Ratnawati, Ratnawati Riri Trinanda Rizka Amalia Solehah Rizky Amalia, Lola Royan, Raehan Saarah Shafa Salsabila Saarah Shafa Salsabila Saeful Bakhri Safii Safii Selamet Selamet Siti Chodijah Nur Indah Berliani Siti Nurnaena Slamet Firdaus Sodikin Sodikin Suklani Supena, Fitriani Ramadhanti Sya’bani, Ahmad Deby Syifa Alifia Fauziah Tarlam, Alam Teti Sumiati Tita Dwi Erlita Tri Intan Febriany Tri Intan Febriany Tumin Tumin Tumin, Tumin Ubaidillah Kamal Faseh Ulya, Himayatul Umamatul Bahiyah Via Oktaviani Wastam, Saepa Wawan Ahmad Ridwan Xavier, Murphy Yani Setiani, Yani Yeni Sriyeni Zaenal Muttaqin