Claim Missing Document
Check
Articles

AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL DAUN AWAR-AWAR (Ficus septica Burm. F) PADA TIKUS JANTAN GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI GLUKOSA Henny Kasmawati; Ridho Fajriyah Jamri; Aswani Aswani; Alfian Alfian
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v3i4.30145

Abstract

AbstractDiabetes mellitus (DM) adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin,kerja insulin atau keduanya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi dan efektifitas ekstrak etanol daun awar-awar (Ficus septic Burm.F) sebagai antidiabetes pada tikus jantan galur wistar yang mengalami Diabetes Melitustipe II. Pemodelan hewan diabetes dilakukan dengan menginduksikan glukosa per oral dengan dosis 20 g/kgBB 3 kali sehari selama 21 hari serta diberi makanan tinggi karbohidrat dan lemak. Kadar glukosa darah diukur setiap minggu hingga diperoleh kadar glukosa darah puasa tikus >135 mg/dL.Tikus kemudian dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok normal,kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif, kelompok dosis I merupakan tikus diabetes yang diberi terapi ekstrak etanol daun awar-awar dengan dosis 100mg/kgBB, kelompok dosis II merupakan tikus diabetes yang diberi terapi ekstrak etanol daun awar-awar dengan dosis 200mg/kgBB, dan kelompok dosis III merupakan tikus diabetes yang diberi terapi ekstrak etanol daun awar-awar dengan dosis 400mg/kgBB. Pemberian terapi dilakukan selama 14 hari. Kadar glukosa darah puasa diukur menggunakan glukometer Autocheck. Data kadar glukosa darah dianalisis dengan metode analisis pre and post test menggunakan metode Anova One-Way. Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol daun awar-awar pada dosis 100mg/kgBB, 200mg/kgBB dan 400mg/kgBB memiliki potensi dalam menurunkan kadar glukosa darah dan dosis 100mg/kgBB menunjukan efektivitas yang sebanding dengan glibenklamid dalam menurunkan kadar glukosa darah. Ekstrak etanol daun awar-awar memliki potensi dan efektivitas dalam menurunkan kadar glukosa darah. Kata kunci: Ficus septica Burm. F; antidiabetes; kadar glukosa darah       AbstractDiabetes mellitus (DM) is a group of metabolic diseases with characteristics of hyperglycemia that occur due to abnormalities of insulin secretion, insulin action or both. This study was conducted to determine the potential and effectiveness of the ethanol extract of awar-awar leaves (Ficus septica Burm.F) as antidiabetic in wistar strain male rats with type II diabetes mellitus. Modeling diabetic animals is done by inducing glucose by oral at a dose of 20 g/kgBB 3 times a day for 21 days and given a diet high in carbohydrates and fats. Blood glucose levels were measured every week until fasting mouse blood glucose levels were obtained> 135 mg/dL. The rats were then divided into 6 groups, namely the normal group, the negative control group, the positive control group, the dose group I was diabetic rats given therapy of awar-awar leaf ethanol extract at a dose of 100 mg/kg, the dose group II was diabetic rats given ethanol extract therapy awar-awar leaves with a dose of 200mg/kgBB, and the dose III group were diabetic rats given therapy of awar-awar leaf ethanol extract at a dose of 400mg/kgBB. Giving therapy is carried out for 14 days. Fasting blood glucose levels were measured using Autocheck glucometer. Blood glucose level data were analyzed using the pre and post test analysis method using the One-Way Anova method. The results showed that the Awar-awar leaf ethanol extract at doses of 100 mg/kg, 200 mg/kg and 400 mg/kg had the potential to reduce blood glucose levels and a dose of 100 mg/kg showed effectiveness comparable to glibenclamide in reducing blood glucose levels. Awar-awar leafes of ethanol extract has the potential and effectiveness in reducing blood glucose levels. Keywords: Ficus septica Burm. F; antidiabetic; blood glucose levels
SOSIALISASI DAGUSIBU “MARI BUDAYAKAN SADAR OBAT” KEPADA MASYARAKAT DESA LEPPE KEC. SOROPIA KAB. KONAWE Henny Kasmawati; La Ode Muhammad Fitrawan; Rahmat Muliadi; Sunandar Ihsan; Halik; Firawati; Nur Kharisma Amin; Nurfausiah; Rimala Sanipurnama Kindkasman; Siti Ruhima; Tri Handayani; Wanda Hamidah; Nur Filzanah
Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi Vol. 1 No. 1 (2023): Edisi April 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang) hadir sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menggunakan dan mengelola obat. Tujuan dari kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan Sosialisasi DAGUSIBU dalam mendukung peningkatan kesehatan (promotif) dan pencegahan penyakit (preventif) pada masyarakat didesa Lepe yang merupakan daerah pesisir. Kegiatan yang dilakukan dalam program pengabdian masyarakat ini berupa sosialisasi DAGUSIBU “mari budayakan Sadar Obat” Kepada masyarakat diwilayah pesisir desa Leppe, kabupaten konawe, provinsi sulawesi tenggara yang diikuti oleh 40 peserta. Metode yang digunakan yaitu ceramah dan praktek cara DAGUSIBU yang baik dan benar serta pembagian brosur dan leaflet. Hasil kegiatan ini menambah pengetahuan masyarakat desa Leppe tentang jenis dan macam-macam obat serta dimana saja obat tersebut dapat diperoleh sehingga penggunaan obat tepat indikasi dan mengetahui cara penyimpanan obat sesuai jenis obat serta cara membuang obat agar tidak menjadi limbah. Simpulan kegiatan ini yaitu meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait DAGUSIBU.
Kombinasi Ekstrak Etil Asetat Pegagan (Centella asiatica (L.)) dan Virgin Coconut Oil (VCO) sebagai Penyembuh Luka Bakar Fery Indradewi Armadany; Laode Muhammad Fitrawan; Fitri Rahmadani Saputri; Vica Aspadiah; Henny Kasmawati
Journal Borneo Vol. 3 No. 2 (2023): Volume 3 Issue 2 tahun 2023
Publisher : Politeknik Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57174/j.born.v3i2.89

Abstract

Burns result from exposure to heat sources like fire, chemicals, or radiation and can lead to tissue loss or damage. Traditional healing of burns often involves using herbal remedies like gotu kola and coconut, typically oil extracts. This study aims to identify the healing effects of burns by administering a combination of ethyl acetate extract of gotu kola herb and virgin coconut oil (VCO) to mice. The mice were divided into 7 groups, namely negative control (K(-)) was given tween 20; positive control (K(+)): burn topical medicine on the market, P1: 10% Ethylacetate extract in tween 20; P2: VCO; P3: Ethyl acetate extract 10% and VCO 50% in tween 20; P4: 5% Ethyl acetate extract in VCO; P5: extract 10% Ethyl acetate in VCO and treated for 21 consecutive days with a frequency of twice a day. The results showed that the combination of 10% ethyl acetate extract of gotu kola herb in VCO exhibited the highest healing activity for burns, comparable to the positive control (K(+)) topical medicine on the market. The higher the extract concentration and VCO, the better the healing activity of burns.
EDUKASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK RASIONAL DI DESA PESISIR WAWORAHA KECAMATAN SOROPIA KONAWE SELATAN SULAWESI TENGGARA Sunandar Ihsan; Ruslin Ruslin; Henny Kasmawati; Dian Munasari Solo
Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi Vol. 1 No. 2 (2023): Edisi Agustus 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/mosiraha.v1i2.23

Abstract

Penggunaan antibiotik di indikasikan untuk infeksi bakteri, namun dalam praktek penggunaanya di masyarakat masih banyak dijumpai tidak rasional. Hal ini dapat menyebabkan resistensi antibiotik yang terus meningkat. Diperlukan edukasi pada masyarakat untuk meningkatkan penggunaan antibiotik yang bijak dan rasional. Kegiatan ini dilakukan untuk mengedukasi masyarakat pesisir agar menggunakan antibiotik lebih tepat, aman dan efektif. Kegiatan ini dilakukan Desa Waworaha Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe Selatan. Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab. Target sosialisasi adalah masyarakat umum dengan target khusus berupa ibu-ibu PKK, karang taruna dan warga sekitar lokasi sosialisasi yaitu di Balai Desa Waworaha. Selain ceramah juga dibagikan leaflet yang berisi informasi penggunaan antibiotik yang rasional. Pembagian leaflet dilakukan oleh mahasiswa PSPPA FF UHO yang tersebar diantara peserta sosialisasi yang bertujuan untuk pemberian informasi lebih lanjut dari materi edukasi yang diberikan. Hasil kegiatan menunjukan masyarakat antusias dengan materi sosialisasi yang ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh peserta sosialisasi. Pertanyaan tersebut berkaitan dengan apa itu antibiotik, bagaimana cara minum obatnya, apa yang harusnya dihindari kalau minum amntibiotik, bisakah minum antibiotik untuk sakit gigi, demam dan flu serta apakah antibiotik diminum hanya diwaktu sakit saja. Pertanyaan ini menunjukan tingkat pengetahuan warga tentang antibiotik memang masih kurang. Diharapkan dengan informasi yang diberikan baik dari materi sosialisasi, leaflet dan jawaban dari pertanyaan yang diajukan, pemahaman masyarakat Desa Waworaha dapat lebih bijak dan rasional dalam menggunakan antibiotik. Oleh karena itu peningkatan pemahaman terhadap masyarakat perlu terus dilakukan untuk menjamin peningkatan penggunaan antibiotik yang lebih bijak dan rasional.
PENINGKATAN KUALITAS KESEHATAN SISWA SDN 100 KENDARI MELALUI EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT : PENINGKATAN KUALITAS KESEHATAN SISWA SDN 100 KENDARI MELALUI EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT Henny Kasmawati; Nurramadhani Asida; La Ode Muhammad Fitrawan; Ruslin; Aswani
Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi Vol. 1 No. 2 (2023): Edisi Agustus 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/mosiraha.v1i2.28

Abstract

Rendahnya kualitas Kesehatan di Indonesia menjadikannya sebagai salah satu fokus utama pembangunan. Usia siswa sekolah dasar merupakan usia yang tepat untuk diberikan pengetahuan mengenai pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Tujuan dilakukannya pengabdian kepada masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan siswa SDN 100 Kendari terhadap perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Metode penyampaian materi secara ceramah dengan media materi leaflet yang berisi pengenlan PHBS dan delapan indikator PHBS di sekolah, menonton bersama video gerakan cuci tangan yang benar. Pre-test dan post-test berupa kuis dilakukan sebelum dan setelah materi. Hasil edukasi PHBS terlihat siswa sangat antusias mengikuti jalannya sosialisasi pengenalan PHBS dan mampu memperagakan gerakan cuci tangan yang benar, serta siswa sangat bersemangat menjawab post-test yang diberikan. Kesimpulan melalui edukasi siswa dapat meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya penerapan delapan indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di sekolah dan cara cuci tangan yang benar
Potensi Bandotan (Ageratum conyzoides Linn.) sebagai Pencegah Diabetes Melitus dan Komplikasi Terkait Platelet: Pendekatan in vivo Nurramadhani A.Sida; Henny Kasmawati; Loly Subhiaty Idrus; Ruslin
Lansau: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol. 1 No. 2 (2023): Lansau: Edisi Oktober 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/lansau.v1i2.12

Abstract

Daun Ageratum conyzoides Linn. memiliki efek sebagai antidiabetes melitus, namun data terkait efeknya terhadap kondisi kelainan agregasi platelet karena komplikasi DM belum pernah dilaporkan. Oleh sebab itu, pada penelitian ini dilakukan pengujian antidiabetes dan antiagregasi platelet ekstrak etanol daun Ageratum conyzoides Linn. Pemodelan hewan menggunakan induksi oral glukosa 20 g/kgBB 3 kali sehari, dan diberi pakan khusus lemak dan karbohidrat. Hewan dengan KGD > 135 mg/dL dibagi menjadi 6 kelompok, kontrol normal (KN), kontrol diabetes (K(-)), diabetes+glibenklamid (K(+)), hewan yang diberi ekstrak etanol daun Ageratum conyzoides Linn dosis 100 mg/kgBB (BD1), 200 mg/kgBB (BD2) dan 400 mg/kgBB) (BD3). Treatment dilakukan selama 14 hari. Agregasi platelet diukur berdasarkan waktu perdarahan dan waktu koagulasi. Ekstrak daun Ageratum conyzoides Linn. memiliki potensi sebagai antidiabetes (p<0,05) dengan dosis efektif yaitu 200 mg/kgBB dan menujukkan efektivitas yang sama dengan glibenklamid dalam menurunkan kadar glukosa darah (p>0,05). Namun, ekstrak etanol daun Ageratum conyzoides Linn. tidak menunjukkan adanya efek antiagregasi platelet pada tikus diabetes yang ditandai dengan penurunan waktu perdarahan dan waktu koagulasi (p>0,05). Berdasarkan hal tersebut, ekstrak daun Ageratum conyzoides Linn. dapat dikembangkan menjadi obat diabetes melitus, namun diduga tidak dapat digunakan untuk pencegahan komplikasi terkait agregasi platelet berdasarkan waktu perdarahan dan waktu koagulasi.
Determination of Antiradical Activity, Total Phenolic, and Total Flavonoid Contents of Extracts and Fractions of Langsat (Lansium domesticum Coor.) Seeds Yamin Yamin; Ruslin Ruslin; Sabarudin Sabarudin; Nurramadhani A Sida; Henny Kasmawati; La Ode Muhammad Diman
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 4 (2020): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v3i4.1500

Abstract

Lansium domesticum Coor. is a fruit species from the Meliaceae family, which is a tropical plant native to Southeast Asia. Local citizens call it langsat, longkong, or duku and have used it as traditional medicine. The seeds of L. domesticum are used as a fever medicine, its bark is used to treat scorpion sting, and its leaves are used to repel mosquitoes. Because of its various uses, it is necessary to explore the antiradical potential of L. domesticum seeds. This study aims to determine the antiradical potential of L. domesticum seeds extract and fractions by using the 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) method and to discover compounds that act as antiradical. Lansium domesticum seed powder was macerated with methanol, and then the extract was concentrated using a rotary evaporator and fractionated by n-hexane and ethyl acetate. The antiradical assay was conducted on extract and fractions by using DPPH radicals. Phenolic and flavonoid contents from extract and fractions were also tested. The ethyl acetate fraction obtained strong antiradical potential with an IC50 value of 8.938 ± 0.031 µg/mL. Total phenolic and flavonoid contents of ethyl acetate fraction were higher with values ​​of 58.25 ± 0.501 mgGAE/g sample and 75.123 ± 0.175 mgQE/g sample, respectively. Correlation of phenolic and flavonoid contents, which inhibited radicals had R2 values ​​of 0.9182 and 0.7658. Ethyl acetate fraction of L. domesticum seeds had very strong antiradical activity. Further isolation is expected to be conducted to discover which compounds are the most responsible as antiradical.
Aktivitas ektrak etanol Lansau, ramuan tradisional suku etnis Muna, terhadap perbaikan fungsi ginjal Ruslin Ruslin; Henny Kasmawati; Munarsi Munarsi; Sundar Ihsan; Suryani Suryani
Kartika : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Achmad Yani, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/kjif.v7i1.200

Abstract

Abstrak Lansau adalah ramuan tradisional masyarakat Suku Muna Sulawesi Tenggara yang terdiri dari 44 jenis tanaman yang dipercaya oleh masyarakat setempat berkhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit. Lansau telah digunakan selama ratusan tahun secara turun temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol ramuan lansau terhadap histopatologi organ ginjal pada model hewan yang mengalami kerusakan fungsi ginjal dengan induksi kombinasi injeksi gentamisin 3,6 mg/kgbb dan suspensi oral piroksikam 100 mg/kgbb. Hewan uji tikus dikelompokkan menjadi 6 kelompok, yaitu normal, kontrol negatif, kontrol positif, ekstrak etanol lansau dosis 6,90; 13,81 dan 27,62 mg/kg bb. Pemberian bahan uji dilakukan secara oral setiap hari selama 4 minggu. Pada minggu kelima hewan dikorbankan, dilakukan pembedahan dan diamati histopatologi organ ginjal meliputi tubulus normal, degenerasi sel tubulus, nekrosis sel tubulus, penyempitan lumen tubulus, adhesi dan atrofi glomerulus. Hasil pengamatan menunjukkan ektrak etanol lansau dosis 6,90; 13,81 dan 27,62 mg/kgbb memiliki kemampuan dalam menghambat kerusakan fungsi ginjal.  Berdasarkan histopatologi organ ginjal pemberian ekstrak etanol lansau dosis 13,81 mg/kgbb lebih efektif dalam menghambat kerusakan organ ginjal dengan tidak ditemukannya sel yang mengalami degenerasi dan nekrosis.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah ektrak etanol lansau mempunyak aktivitas untuk perbaikan fungsi ginjal. Kata kunci: Lansau, suku Muna, histopatologi, perbaikan fungsi ginjal.  The ethanol extract activity of Lansau, a traditional Muna ethnic concoction, on improving kidney function AbstractLansau is a traditional concoction of the Southeast Sulawesi Muna Tribe community which consists of 44 types of plants that are believed by local people to be efficacious for treating various diseases. Lansau has been used for hundreds of generations. The aim of this study was to determine the activity of ethanol extract of elderly herbs against the histopathology of kidney organs in animal models that have impaired kidney function by induction of a combination of gentamicin injection of 3.6 mg / kgbb and oral suspension of piroxicam 100 mg / kgbb. Rat test animals were grouped into 6 groups, namely normal, negative control, positive control, ethanol extract, or 6.90; 13.81 and 27.62 mg / kg bw. Provision of test material is carried out orally every day for 4 weeks. In the fifth week the animals were sacrificed, performed surgery and observed histopathology of kidney organs including normal tubules, tubular cell degeneration, tubular cell necrosis, tubular lumen constriction, adhesion and glomerular atrophy. The observation results showed an ethanol extract of a dose of 6.90; 13.81 and 27.62 mg / kg have the ability to inhibit damage to kidney function. Based on histopathology of kidney organs, the administration of ethanol extract at a dose of 13.81 mg / kg is more effective in inhibiting kidney organ damage with the absence of degenerated and necrotic cells. The conclusion of this study is the ethanol extract of the elderly has activity to improve kidney function.  Keywords: Lansau, Muna ethnic, histopathology, improvement of kidney function.
Pengaruh Jenis Pelarut Terhadap Kadar Fenolik dan Flavonoid Total Daun Kesambi (Schleichera oleosa. L) Asal kabupaten Gowa Nursamsiar Nursamsiar; Alfad Fadri; Marwati Marwati; Fitriyanti Jumaetri Sami; Nur Syam Hidayah Rahma Ismail; Henny Kasmawati
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.394

Abstract

Daun kesambi (Schleichera oleosa L.) merupakan tanaman yang banyak digunakan dalam pengobatan karena mengandung metabolit primer maupun sekunder seperti fenolik dan flavonoid. Efek farmakologi dari tanaman ini merupakan sumbangan dari adanya senyawa golongan fenolik dan flavonoid. Penarikan kandungan senyawa dari tanaman dipengaruhi oleh tingkat kepolaran pelarut berdasarkan prinsip like dissolve like. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kadar flavonoid dan fenolik total pada daun kesambi dengan variasi cairan penyari. Simplisia kering daun kesambi diekstraksi menggunakan berbagai pelarut dengan metode ultrasonic assisted extraction (UAE) yang dimulai dengan n-heksan dan dilanjutkan secara berturut-turut dengan etil asetat, aseton dan metanol. Penentuan kadar fenolik dan flavonoid total dari semua ekstrak daun kesambi dilakukan secara kolorimetri dengan menggunakan reagen kimia dan absorbansinya diukur dengan menggunakan spektrofotometer UV-Visible. Hasil penelitian menunjukkan Kadar fenolik total pada ekstrak daun kesambi diperoleh hasil ekstrak aseton sebesar 355,3 ± 3,74 (mgEAG/g), ekstrak etil asetat sebanyak 158,3 ± 3,33 (mgEGA/g), ekstrak metanol 86,2 ± 1,08 (mgEAG/g) dan ekstrak n-heksan 18,5 ± 0,45 (mgEGA/g). Sementara itu, kadar flavonoid total ekstrak daun kesambi diperoleh hasil ekstrak etil asetat 166,3 ± 3,72 (mgEQ/g), ekstrak aseton 61,4 ± 2.60 (mgEQ/g), ekstrak metanol 65,7 ± 0,65 (mgEQ/g) dan ekstrak n-heksan sebesar 33,7 ± 0,83 (mgEQ/g). Kadar fenolik total tertinggi diperoleh pada ekstrak aseton dan kadar flavonoid total tertinggi diperoleh pada ekstrak etil asetat.
DAGUSIBU DI SMP NEGERI 2 SOROPIA, DESA SOROPIA, KECAMATAN SOROPIA DALAM MENIGKATKAN PENGETAHUAN ANAK TERHADAP KESEHATAN Irvan Anwar; Henny Kasmawati; Fery Indradewi; Hasnawati; Nurramadhani A.Sida; Vica Aspadiah; Nur Illiyyin Akib; Halik; Nur Rayani
Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi April 2024
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/mosiraha.v2i1.17

Abstract

Obat merupakan zat yang digunakan untuk pencegahan dan penyembuhan penyakit serta pemulihan dan peningkatan kesehatan bagi penggunanya. Pemahaman dan pengetahuan penggunaan obat yang baik dan benar merupakan bagian penting dari tercapainya kesehatan seseorang. Upaya meningkatkan penggunaan obat yang baik dan benar dapat diakselerasi melalui sosialisasi dan edukasi tentang Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar dan tepat) dan tanya 5O kepada apoteker. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan adik-adik SMPN 2 Soropia tentang cara penggunaan obat yang baik dan benar di kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan pada kegiatan ini berupa cerama dan diskusi. Dari hasil kegiatan ini, adik-adik SMPN 2 Soropia telah mendapat informasi dan memahami cara penggunaan obat yang baik dan benar.
Co-Authors ,, Suryani A Sida, Nurramadhani A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abd Rafid Achmad Fuad Hafid Adha, Muh Aidil Aiyi Asnawi Akbar, Wandarsih Juniarti Alfad Fadri Alfian Alfian Anjani, Ratna Anwar, Irvan Ardani, Sherly Intan Arfan Arfan Arfan Arfan Ariani, Eno Retno Armadani, Fery Indradewi Aspadiah, Vica Aswani Aswani Aswani Aswani Aswani Aswani Aswani Aswani Aswani, Aswani Aty Widyawaruyanti Awandhaputri, Ghina Salsabila Azis, Nurul Ella Kholifatul Dahlan, Rahimah Nurfadilah Damu, Rusliati Desi Sartina Dian Munasari Solo Eka Pebriana Eka, Bau Mirna Ayu Fataraing, Tridamayanti Fauziah, Nining Fery Indradewi Fery Indradewi Armadany Fifi Nirmala Firawati Fitrawan, La Ode Muhammad Fitri Rahmadani Saputri Fitriyanti Jumaetri Sami Fristiohady, Adryan Halik Hasnawati Hasnawati Hasniar, Wa Ode Hikmah, Nurull Indalifiany, Astrid Indrayanti, Wa Ode Dian Jamil, Siti Amaliah Jamsir, Asmaidah Jannah, Sitti Raodah Nurul La Ode Aman La Ode Muh. Fitrawan La Ode Muhammad Diman La Ode Muhammad Fitrawan Linggi Allo, Lisa Talita Loly Subhiaty Idrus Loly Subhiyati Idrus Madjid, Waode Istiqamah Malaka, Muhammad Hajrul Malina, Rachma Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng Mardiani, Siti Marwati Marwati Marwati Marwati Mesi Leorita, Mesi Muh. Arba Mulya, Elzah Munarsi Munarsi Mutmainna, Mutmainna Nina Salamah Ningsih, Warda Ayu Nur Filzanah Nur Illiyyin Akib Nur Illiyyin Akib Nur Illiyyin Akib Nur Kharisma Amin Nur Rayani Nur Syam Hidayah Rahma Ismail Nuralifah Nuralifah, Nuralifah NURFAUSIAH Nurramadhani A. Sida Nursamsiar Nursamsiar Nurull Hikmah Nurull Hikmah Parawansah Parawansah, Parawansah Pratiwi, Dinda Puriandani, Ketut Ayu Putri, Egi Alisa Rahman, Hutamy Viranda RAHMAT MULIADI, RAHMAT Rahmayani, Nur Rayani, Nur Ridho Fajriyah Jamri Rifa’atul Mahmudah Rimala Sanipurnama Kindkasman Rini Hamsidi Ruben, Sony Ruslin Ruslin Ruslin , Ruslin Ruslin Ruslin Ruslin Ruslin Ruslin Ruslin Ruslin Ruslin, R Ruslin, Ruslin Rusman, Arman Sabarudin Sabarudin Sabarudin Sabarudin Sabarudin Sabarudin Sabarudin, S Sami, Fitriyanti J. Sarmita, Sarmita Septiyana, Wanda Sida, Nurramadhani A. Sida, Nurramdhani A. Siti Ruhima Sitti Raodah Nurul Jannah Soleman, Imelda Sarda Sudiman, Aswan Sunandar Ihsan Sunandar Ihsan Sunandar Ihsan Sunandar Ihsan Sunandar Ihsan, Sunandar Sundar Ihsan Sundar Ihsan Suprianti, Rani Suriani Suriani Suryani Suryani Suryani, S Syamsiar, Syamsiar Syamsu Nur, Syamsu Tama, Dias Tri Handayani Trihafsari, Hanin Trinovitasari, Nita Vica Aspadiah W Wahyuni, W Wa Ode Dian Indrayanti Wanda Hamidah Wardana, Gede Yogi Prana Widari, Niluh Putri Sri Wiwied Ekasari Yamin Yamin , Yamin Yamin Yamin, Y Yamin, Yamin Zubaydah, Wa Ode Sitti