p-Index From 2021 - 2026
15.16
P-Index
This Author published in this journals
All Journal PROSIDING SEMINAR NASIONAL Publikasi Pendidikan Journal of Education and Learning (EduLearn) Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Mimbar Sekolah Dasar Profesi Pendidikan Dasar Al Ishlah Jurnal Pendidikan EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar BERDIKARI : Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Jurnal SOLMA Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Technomedia Journal Jurnal Basicedu Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran International Journal of Elementary Education Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Paedagogia: Jurnal Pendidikan FONDATIA Jurnal Abdimasa Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Educatif: Journal of Education Research Cendekiawan Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Buletin KKN Pendidikan Journal of Research and Educational Research Evaluation Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti (JAICB) Didaktika: Jurnal Kependidikan jurnal dikdas bantara Journal of Integrated Elementary Education Journal of Education Research Jurnal Cakrawala Pendas Jurnal Ilmiah Kampus Mengajar Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) Jurnal Basicedu Prosiding University Research Colloquium Jurnal Keilmuan dan Keislaman Educatif: Journal of Education Research International Conference on Education for All Jurnal Elementaria Edukasia Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Quality Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Inovasi Kurikulum
Claim Missing Document
Check
Articles

Penguatan Kreativitas Imajinasi Siswa Kelas VI Sekolah Dasar Melalui Pembelajaran Tari Berbasis Video Mafaza, Tasyfiyata; Utami, Ratnasari Diah
Publikasi Pendidikan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v15i2.71872

Abstract

Pembelajaran seni tari di Sekolah Dasar memiliki peran penting dalam mengembangkan kreativitas dan imajinasi siswa. Namun, metode pembelajaran konvensional sering kali kurang mampu menarik minat serta memfasilitasi eksplorasi gerakan tari secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media pembelajaran tari berbasis video dalam meningkatkan kreativitas dan imajinasi siswa kelas VI Sekolah Dasar, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi selama proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data diuji menggunakan teknik triangulasi, dan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media video meningkatkan antusiasme belajar siswa dan mendorong eksplorasi gerakan tari secara mandiri. Sebanyak 6 dari 28 siswa menunjukkan peningkatan kreativitas yang signifikan, yang ditunjukkan melalui keberhasilan mereka dalam lomba tari kreasi tingkat kabupaten. Adapun tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan akses teknologi serta kecenderungan siswa untuk hanya meniru gerakan tanpa berkreasi. Strategi yang disarankan meliputi penggabungan media video dengan praktik langsung, proyek kreatif, dan kerja kelompok. Dengan pendekatan yang tepat, media video dapat menjadi alat pembelajaran yang efektif dalam menguatkan kreativitas dan imajinasi siswa.
MODEL PEMBELAJARAN ACTIVE DEEP LEARNER EXPERIENCE DALAM MEMBANGUN KOLABORASI MAHASISWA DENGAN HAMBATAN PERILAKU EMOSIONAL Minsih; Utami, Ratnasari Diah; Wulandari, Murfiah Dewi; Fitria, Anisa
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.2820

Abstract

Tujuan penelitian ini mengungkapkan keefektifan model pembelajaran Active Deep Learner Experience (ADLX) dalam mengembangkan kemampuan kolaborasi mahasiswa dengan hambatan perilaku sosial era merdeka belajar. Penelitian ini adalah jenis penelitian R & D mengikuti prosedur Borg and Gall dengan subjek penelitian mahasiswa PGSD mahasiwa yang sebagian mengalami hambatan perilaku dan emosi. Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data analisis kebutuhan diperoleh dari data angket, wawancara, dan observasi. Data kelayakan model diperoleh melalui angket expert judgment bidang model pembelajaran, sedangkan data keefektifan model pembelajaran dikumpulkan dengan angket dan lembar observasi. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Model pembelajaran yang dikembangkan layak digunakan berdasarkan validasi yang dilakukan oleh ahli model pembelajaran dan ahli assesmen. Kualitas kelayakan model berkategori sangat layak. (2) Model pembelajaran yang dikembangkan tersebut efektif dalam meningkatkan perilaku sosial, dengan tingkat keterlaksanaan model berada pada kategori tinggi. Uji hipotesis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada pencapaian perilaku sosial yang belajar dengan model pembelajaran ADLX dan mahasiswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional.
Sampah jadi Berkah: Pemberdayaan Ibu-Ibu PCA Colomadu dalam Reduksi Sampah Rumah Tangga Hidayati, Yulia Maftuhah; Utami, Ratnasari Diah; Kholid, Muhammad Noor; Desstya, Anatri; Sayekti, Ika Candra; Ramadhan, Aldy Tri; Abdullah, Harits; Huda, Maskur; Augustin, Azzahra Nadia; Arum, Sekar Mustika
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.21264

Abstract

Background: Volume sampah rumah tangga di Kecamatan Colomadu terus meningkat dan menjadi masalah serius akibat rendahnya kemampuan warga dalam mengelola sampah. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan ibu-ibu PCA Colomadu melalui peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam pengurangan serta pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Metode: Metode pelaksanaan meliputi edukasi, demonstrasi, workshop, dan pendampingan langsung, dengan pendekatan community-based empowerment yang menekankan partisipasi aktif peserta. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta dari 76,29% menjadi 97,41%, serta peningkatan perilaku pengelolaan sampah dari 49,43% menjadi 70,1%. Temuan ini membuktikan bahwa model pemberdayaan berbasis komunitas efektif dalam membangun kesadaran lingkungan, menumbuhkan budaya pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, serta berpotensi menjadi model replikasi dalam program pemberdayaan masyarakat menuju pola hidup zero waste.
Culturally Responsive Teaching as a Strategy for Strengthening the Pancasila Student Profile in Indonesian Elementary Education Teaching Ratnasari Diah Utami; Minsih Minsih; Honest Ummi Kaltsum; Taqiya Dipsatara; Aisyara Zalzabila; Intan Putri Rahmania; Maskur Huda
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 18, No 1 (2026): MARCH 2026
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v18i1.9113

Abstract

This study addresses the challenges of character building within the Pancasila Student Profile (P3), particularly issues of moral degradation and cultural exclusion arising from conventional, academically oriented education systems. It aims to explore how the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach can strengthen the six dimensions of P3 in elementary education.A qualitative case study design was employed at SD Muhammadiyah 1 Surakarta, involving six teachers and 90 students from grades IV to VI. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and Focus Group Discussions (FGDs), and analyzed using the Miles and Huberman interactive model to identify patterns and themes related to CRT implementation.The findings reveal that the CRT approach significantly enhances student character development. Notable outcomes include increased collaborative engagement in ecobricks projects (Gotong Royong), improved ability to analyze phenomena grounded in local wisdom (Critical Thinking), and strengthened capacity to transform waste into functional products (Creativity). These results demonstrate that integrating sociocultural contexts into teaching fosters active, meaningful learning experiences. Furthermore, the study identifies key factors influencing implementation, including cultural relevance, teacher facilitation, and flexible instructional design.This study contributes theoretically by proposing a pedagogical model that connects the Merdeka Curriculum with local cultural realities, offering a more inclusive and context-sensitive approach to character education. Despite challenges such as limited instructional time, the flexibility of CRT integration sustains its effectiveness. Overall, the findings position CRT as a transformative framework for advancing sustainable character education in the context of globalization.
Gerakan Literasi Keagamaan sebagai Strategi Pembinaan Karakter Religius pada Siswa Sekolah Dasar Azizah, Isnaini Nur; Utami, Ratnasari Diah
QUALITY Vol 11, No 1 (2023): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v11i1.19916

Abstract

The Religious Literacy Movement as a Strategy for Developing Religious Character in Elementary School Students. The religious literacy movement is an activity that concentrates on sources of information related to religion. The existence of religious literacy is closely related to one's religious character, so that if religious literacy activities are driven, it will affect the increase in student religiosity. This study aims to describe the implementation of the religious literacy movement in elementary schools. The method used is qualitative in field research. Based on the results of research, the religious literacy movement is carried out on a daily, weekly or incidental basis. Daily prayers before and after studying, reading short letters, reading corners, dhuha and noon prayers. Then weekly activities, namely morning assembly filled with Islamic stories as well as reading verses of the Qur'an together and visiting the library. Incidental activities, namely the celebration of Islamic holidays, such as the splendor of Ramadan, Islamic boarding schools, Eid al-Fitr, Halal Bihalal and Isra Miraj commemoration. In the effort to implement the religious literacy movement, there are several supporting factors and inhibiting factors. Gerakan literasi keagamaan merupakan kegiatan yang berkonsentrasi pada sumber informasi yang berhubungan dengan agama. Keberadaan literasi keagamaan berkaitan erat dengan karakter religius seseorang, sehingga apabila kegiatan literasi keagamaan digerakkan, maka akan berpengaruh pada peningkatan religiusitas peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan gerakan literasi keagamaan di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kualitatif dalam bentuk Field Research atau penelitian lapangan. Berdasarkan hasil penelitian gerakan literasi keagamaan dilaksanakan secara harian, mingguan maupun insidentil. Harian berupa berdoa sebelum dan sesudah belajar, membaca surat pendek, pojok baca, salat duha dan salat dzuhur. Kemudian kegiatan mingguan yaitu apel pagi yang diisi dengan cerita islami maupun membaca ayat Al-Qur’an secara bersama-sama dan kunjungan perpustakaan. Kegiatan insidentil yaitu perayaan hari besar islam, seperti semarak ramadhan, pesantren kilat, idul fitri, halal bihalal dan memperingati isra miraj. Dalam upaya pelaksanaan gerakan literasi keagamaan terdapat beberapa faktor pendukung maupun faktor penghambat.
Exploring Key Factors and Solutions for English Academic Text Reading Difficulties among Elementary Teacher Education Students Kaltsum, Honest Ummi; Utami, Ratnasari Diah; Desstya, Anatri; Herliana, Shella; Pitaloka, Sinta Diah Ayu
Mimbar Sekolah Dasar Vol 12, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53400/mimbar-sd.v12i4.94748

Abstract

English academic reading is an essential skill for undergraduates both in English major students and non-English major students. However, many non-English major students, particularly Indonesian Elementary Teacher Education (ETE) students, face significant challenges in comprehending academic English texts. This qualitative study explores the core causes of these difficulties, focusing on linguistic, psychological, environmental, and reading experience factors. Data were collected via interviews with lecturers and students and through focus group discussions (FGDs) to identify potential solutions. Results indicate that linguistic challenges, including academic vocabulary and grammar, and psychological barriers like reading anxiety, are primary obstacles. Although students have access to a conducive learning environment, their reading habits remain limited, averaging only one to three times per week. To address these issues, the study suggests increasing reading frequency and vocabulary mastery[2.1][HH2.2]. Additionally, strategies such as intensive and extensive reading practices, vocabulary development, and skimming and scanning techniques are recommended to improve comprehension. The study concludes by recommending contextually appropriate strategies to enhance academic literacy and foster more effective reading skills among ETE students.
Integrating Palolai Local Wisdom Through Culturally Responsive Teaching in Baubau Elementary Schools Minsih Minsih; Ratnasari Diah Utami; Maryam Nurlaila; Uslan Uslan; Siti Marpuah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 12 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i2.19950

Abstract

AbstractThis study examines the integration of Palolai local wisdom through the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach at elementary schools in Baubau City, Southeast Sulawesi. Using a qualitative ethnographic design, data were collected through observation, interviews, documentation studies, and focus group discussions. Triangulation of sources and methods guaranteed data validity, while data analysis utilized reduction, display, and conclusion techniques. The findings reveal three key outcomes: (1) teachers effectively developed strategies to integrate Palolai wisdom into the independent curriculum via CRT; (2) CRT implementation significantly enhanced student participation in IPAS subjects; and (3) the approach successfully strengthened students' cultural identity within the Baubau community. In conclusion, the CRT approach serves as an effective pedagogical bridge, connecting formal education with local cultural values. The integration of Palolai wisdom not only enriches the curriculum but also fosters both active student engagement and robust cultural identity preservation. This study emphasizes the need to use culturally grounded approaches in education to maintain local heritage while achieving contemporary learning objectives.Keywords: culturally responsive teaching, palolai local wisdom, teacher's role.  AbstrakStudi ini mengkaji integrasi kearifan lokal Palolai melalui pendekatan Pengajaran Responsif Budaya (PKB) di sekolah dasar di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Dengan menggunakan desain etnografi kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan diskusi kelompok terfokus. Triangulasi sumber dan metode menjamin validitas data, sementara analisis data menggunakan teknik reduksi, penyajian, dan kesimpulan. Temuan ini mengungkapkan tiga hasil utama: (1) Guru secara efektif mengembangkan strategi untuk mengintegrasikan kearifan Palolai ke dalam kurikulum independen melalui PKB; (2) Implementasi PKB secara signifikan meningkatkan partisipasi siswa dalam mata pelajaran IPAS; dan (3) pendekatan ini berhasil memperkuat identitas budaya siswa dalam komunitas Baubau. Kesimpulannya, pendekatan PKB berfungsi sebagai jembatan pedagogis yang efektif, menghubungkan pendidikan formal dengan nilai-nilai budaya lokal. Integrasi kearifan Palolai tidak hanya memperkaya kurikulum tetapi juga mendorong keterlibatan aktif siswa dan pelestarian identitas budaya yang kuat. Studi ini menekankan perlunya menggunakan pendekatan yang berlandaskan budaya dalam pendidikan untuk melestarikan warisan lokal sekaligus mencapai tujuan pembelajaran kontemporer.Kata kunci: pengajaran responsif budaya, kearifan lokal palolai, peran guru.
MATHEMATICS LEARNING PROCESS AND RESULTS OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS IN LIMITED FACE-TO-FACE LEARNING Ariani Haffidah Lestari; Ratnasari Diah Utami
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 12 No. 2 (2023): April
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpfkip.v12i2.9205

Abstract

The aim of the research is to analyze the learning process and the learning outcomes of students in limited face-to-face learning. The research method used was descriptive qualitative, the research subjects were class V teachers and fifth grade students. The research instruments used were interview text, observation, documentation. The validity of the data obtained was tested using the triangulation test, and the analysis process used the Miles and Huberman model, namely data reduction, data presentation and conclusion. The results of the study show that the implementation of limited face-to-face learning at elementary school is carried out in compliance with health protocols. The learning process in the classroom the teacher explains the material briefly, concisely and clearly, after that gives examples of practice questions to students. In the learning activities the teacher uses the talking stick learning method, lectures and explanations of sample questions. The learning activities in the class are quite active, and the learning outcomes achieved by students have been able to reach the specified KKM. However, in the learning process it is still teacher center, so it needs to be developed into a student center so that the learning process is more meaningful for students. So that students are given the freedom to explore knowledge independently more deeply and improve self-quality.
Analysis of the Impact of using Digital Storytelling-based Interactive Learning Media on IPAS Comprehension Dhiva Nawalsani Al Fadhila; Ratnasari Diah Utami
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2025: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose: Driven by the low utilization of digital learning media, this study aims to examine the impact of Digital Storytelling-based interactive learning media on students' understanding of IPAS concepts.Methodology: A quantitative pretest-posttest control group design was used with fifth-grade students at SD Muhammadiyah Program Unggulan Colomadu. Class VA served as the control group and class VB as the experimental group. Data were collected through validated and reliable multiple-choice tests and analyzed using the Shapiro-Wilk test, Levene's test, independent t-test, and paired t-test.Results: Findings show that the data were normally distributed and homogeneous. The experimental class demonstrated a significant improvement from pretest to postest, while the control class showed only minimal gain. The independent t-test confirmed significant differences between posttest scores of both groups.Applications/Originality/Value: The study provides evidence that Digital Storytelling is an effective technology-based learning medium for improving IPAS comprehension and offers a relevant alternative for teachers in designing engaging and interactive digital learning experiences for elementary students.
The project to strengthen Pancasila student profile as an effort to manifest the character of environmental care Minsih Minsih; Ratnasari Diah Utami; Maryam Nurlaila; Uslan Uslan; Imam Mujahid; Helzi Helzi
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 20, No 1: February 2026
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/edulearn.v20i1.21338

Abstract

This research aimed to describe the manifestation of the character of environmental care in the project to strengthen Pancasila student profile in the independent curriculum. This study was qualitative research with a phenomenological approach. The subjects of this study were 2 schools, namely elementary school or Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 1 Ketelan and SD Negeri Karangasem 1. Data collection was conducted through in-depth interviews, observations, and document analysis. Triangulation of sources and methods was conducted to ensure the validity of the data. The data that have been collected were subsequently analyzed in the phase of data reduction, presentation, and conclusion drawing. The results of this study show that the project to strengthen Pancasila student profile in manifesting the character of environmental care has been implemented in these 2 schools. It can be observed in the implementation of sustainable lifestyle projects that are relevant to the Pancasila student profile strengthening project (P5) module, including recycling waste to create business opportunities, reducing plastic waste through the creation of eco-bricks, and processing organic waste into compost, managing waste banks, utilizing the environment as a learning resource and minimizing the use of drinking bottles by using personal tumblers.
Co-Authors -, Adilya Wahyu Ningtyas AA Sudharmawan, AA Abda Abda Abdullah, Harits Adi Jufriansah Adi Kurniawan Adinda Putri Surya Dewi Adlina, Livya Mora Afif, Klarissa Afifah Khonsa Nazari Aiman, Ummu Aisyara Zalzabila Al Sanaani, Ali Essam Aldevella, Kamelia Alfalah, Zona Abdul Azis Alfinayanti, Nanda Amalia Farizkya Ananda Aminah Nurhanifah Ananda Munifatul Olifiya Anatri Desstya Andari Sehati Andari Sehati Anggita, Nifa Anisa Fitria Anitasari, Rizka Widya Annisa Aulia Kurniasari Aprilia Dwi Kurnia Utomo Aprilianti, Diana Riza Arafatun, Sasih Karnita Ariani Haffidah Lestari Ariani Haffidah Lestari Armita Ayu S. Arrosyid, Hafid Arum Oktavia Sari Arum Oktavia Sari, Arum Oktavia Arum, Sekar Mustika Asmara, Sampdoria Fajar Astikasari, Melani Augustin, Azzahra Nadia Ayunina Valentina Zulfa Azizah, Isnaini Nur Azzahro Hazima, Atika Cholifah, Muthia Rachmawati Chowdhury, Sabbir Ahmed Deny Merdekawati Destya Dwi M. Dhiva Nawalsani Al Fadhila Djalal Fuadi Dwi Handayani Dwi Sarbini Eka Maining Andriana Eka Wati, Nita Nur Eko Purnomo Ela Nadya Amaliah Husna Eva Yulianti Fadhlan Muchlas Abrori Fajrina, Meinira Dinar Fani, Ria Anisa Farihah, Fadhilah Fitriawati Fatimah Al Adawiyah Fauziah Wulansari Fauziyah, Ana Fatwa Fayza, Aulia Maulida Febriani Vian Astari Febriani, Dinar Febriani, Viviolita Nur Febriyanto Arif Nugroho Firdaus, Rido Fitri Puji Rahmawati Fitri Rahmawati, Anisa Fitria, Munaya Hadromi - Hafid Arrosyid Handayani, Dwi Ratna Harun Joko Prayitno Hasyda, Suryadin Helzi Helzi Heri Siswanto Herliana, Shella Hidayah, Refiana Hidayati, Cahya Honest Ummi Kaltsum Huda, Maskur Ika Candra Sayekti Imam Mujahid Indah Susilowati Indah Susilowati Intan Putri Rahmania Intaniasari, Yossinta Irfadhila, Dwega Isnaini Nur Azizah Istiani Indah Novitasari Jati, Kurniawan Khasanah, Felakhah Koesoemo Ratih Kurniasari, Annisa Aulia Kusuma Wardani, Putri Lestari, Naya Dwi Lestari, Riska Yulia Ayu Lestariningsih, Nofita Luthfi Khairunisa Mafaza, Tasyfiyata Maharani, Yosina Marpuah, Siti Maryam Nurlaila Maryana, Windri Maskur Huda Maulana, Mahesa Minsih Muh. Niam Muhajir, Mochammad Muhamad Taufik Hidayat Muhammad Noor Kholid Muhammad Taufik Hidayat Muhammad Yusuf Ariyadi Muhroji Mulyasih, Sri Murfiah Dewi Wulandari Naufal Ishartono Nazari, Afifah Khonsa Ningrum, Rizky Septiana Nisa, Haniffatun Nur Amalia Nurhanifah, Aminah Nurhidayat Nurhidayat Nurin Ainani Arifah Nuritasari, Lia Nurlaila, Maryam Nurul Fauziyah Nurul Hikmah Kartini Pitaloka, Sinta Diah Ayu Precilia, Riska Prima Anggun Wijayanti Pristi, Eka Destriyanto Puji Sri Lestari Putri Kusuma Wardani Putri Marlita Sari Putri Rahmawati, Nadia Putri Utami, Kustyaning Feby Rahayu, Anggun Ika Rahayu, Nunik Rahmadi, Imam Fitri Rahmawati, Heni Raisia, Aliifah Ramadhan, Aldy Tri Ramadhanti, Wahyu Rebianto, Slamet Reysa Azmii Rianti, Arum Wahyu Rizka Widya Anitasari Roby Hermawan Rosyidi, Bastian Rusfa, Indra Ramdhanatul Santiana, Dewi Santosa Pradana Putra Setya Negara Saputri, Pratiwi Yulia Sari Sitepu, Melyani Sariatus Solikhah Septi Nurhikmawati Septi Yulaehah Shohenuddin, Shohenuddin Silva Nurlaila Qodar Wati Silvia, Misya Siti Hadiyati Nur Hafida Siti Khotimah Siti Khotimah Siti Marpuah Siti Nur Azizah Siti Nurina Hakim Sofiana, Juni Sofiyudin, Muh Sri Hartati Sri Katoningsih Suharjo Suharjo Syaadah, Himatus Syahrani, Meisya Dea Syakir, Akhmad Tadzkiroh, Ummi Taha A, Ali Abdulraoof Tanni, Sanjida Akter Taqiya Dipsatara Tazkiya Pasa Awaliya Tito Dwiky Priambadha Toni Ahmad Subekti Trisakti Handayani Tristiana, Vera Try Indah Wijayanti Ulayya, Putri Itsna Uslan Uslan, Uslan Usmaningtyas Ayu D. S Ustazah Mutiara As'Zaroh Utami, Istiqomah Bekthi Violita Clorasanas Tyaputri Vitayala, Nikita Wahyu Ramadhanti Wardani, Salsabella Kusuma Wati, Silva Nurlaila Qodar Wijayanti, Prima Anggun Wijayanti, Try Indah Wulansari, Fauziah Yasir Sidiq Yosa Widya Casetama Yosina Maharani Yossinta Intaniasari Yoviyanti, Rifkah Yudha, Fariz Kartika Yudi Yunika Putra, Yudi Yunika Yulia Maftuhah Hidayati Yunita Tria Saputri