Articles
Analisis Kesulitan Pendidik Kelompok Mgmp Kimia Sidoarjo Dalam Pembuatan Modul Ajar Berdiferensiasi Di Era Kurikulum Merdeka
Hayuni Retno Widarti;
Munzil Munzil;
Sri Rahayu;
Nur Candra Eka Setiawan;
Deni Ainur Rokhim;
Juwita Karina Pratiwi;
Risti Peni;
Asnan Wahyudi
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) 2023: Sinergi Perguruan Tinggi dan Masyarakat Untuk Mendukung Pencapaian Empat Pilar Pembangunan Men
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Konsep utama kurikulum merdeka adalah implementasi konsep pendidikan yang berorientasi pada siswa. Salah satu cara mewujudkan pendidikan berorientasi pada siswa adalah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesulitan – kesulitan pendidik kelompok MGMP Kimia Sidoarjo dalam pembuatan modul ajar berdiferensiasi di era kurikulum merdeka. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket. Penelitian ini dilakukan di MGMP Kimia Sidoarjo dengan subjek penelitian guru kimia yang mengikuti kegiatan pendampingan kompetensi sejumlah 80 orang guru. Dari hasil angket didapatkan hasil 50% responden sudah mencoba membuat modul ajar berdiferensiasi. Namun, didapatkan fakta menarik yaitu ditemukan sebanyak 100% responden atau semua responden mengalami kendala ketika menyusun modul ajar berdiferensiasi. Berdasarkan analisis dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa pelaku pendidikan di MGMP Kimia Sidoarjo masih mengalami kesulitan terkait pembuatan modul ajar berdiferensiasi sebagai perangkat pembelajaran dalam era kurikulum merdeka. Kata kunci: Modul Ajar Berdiferensiasi, Kurikulum Merdeka, Kesulitan Pendidik
Potensi Body Scrub Berbahan Dasar Bekicot Dan Teh Sebagai Perawatan Kulit Berkelanjutan
Raharjo, Feby Putri;
Putri, Grissa Nova Liza;
Rokhim, Deni Ainur
Jurnal Beta Kimia Vol 4 No 1 (2024): Volume 4, Nomor 1: Mei 2024
Publisher : Universitas Nusa Cendana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35508/jbk.v4i1.15878
Kulit merupakan sistem pertahanan utama tubuh dan radikal bebas merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan kerusakan kulit. Body scrub menjadi salah satu solusi perawatan kulit untuk meningkatkan kesehatan kulit dan menangkal radikal bebas. Penelitian ini mengkaji aplikasi penggunaan cangkang dan lendir bekicot sebagai bahan body scrub antioksidan yang berkelanjutan. Cangkang bekicot kaya akan kalsium karbonat yang efektif mengangkat sel kulit mati, sedangkan lendirnya mengandung asam hialuronat, elastin, dan kolagen yang bermanfaat untuk melembabkan dan meremajakan kulit. Serta, teh yang kaya akan polifenol bekerja sebagai antioksidan alami untuk menangkal radikal bebas dan dapat memperlambat proses penuaan kulit atau anti aging. Kombinasi cangkang bekicot, lendir bekicot, dan teh dalam body scrub menawarkan solusi perawatan kulit yang aman, alami, dan ramah lingkungan. Cangkang bekicot merupakan sumber daya terbarukan dan mudah diolah, sedangkan lendirnya dapat diperoleh tanpa membahayakan bekicot. Begitu juga dengan Teh pun mudah ditanam dan diolah. Body scrub ini memberikan alternatif perawatan kulit yang ideal bagi konsumen yang sadar akan kesehatan dan kelestarian alam
Prediscourse Study on Identification of the Depth of Understanding Chemistry MGMP Teachers throughout Sidoarjo on Technology-Based Minimum Competency Assessment
Widarti, Hayuni Retno;
Habiddin, Habiddin;
Herunata, Herunata;
Parlan, Parlan;
Rokhim, Deni Ainur;
Syafruddin, Afis Baghiz
Journal of Disruptive Learning Innovation (JODLI) Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Understanding regarding the Minimum Competency Assessment has not been fully obtained by teachers. Teachers find it difficult to construct minimum competency assessment questions according to the criteria set in preparing for the National AKM. The purpose of this study was to find out how the level of depth of understanding of chemistry MGMP teachers in Sidoarjo regarding technology-based minimum competency assessment. Data collection techniques used in research are questionnaires, interviews, test questions, and documentation. The questions from the interview serve to explore the perspectives of AKM Teachers at MGMP Chemistry in Sidoarjo. The population formed as general student data related to AKM knowledge through Googleform. The results of the implementation of the open questionnaire on 15 MGMP chemistry teachers as a sample. The teacher's statement has represented the existing population. 75% of teachers strongly agree that it is necessary to prepare for AKM. In addition, 91.7% of teachers strongly agree and need teaching materials for AKM questions. As many as 91.7% of teachers strongly agree and need an application that facilitates the preparation of the National Assessment. Therefore, teachers really need intensive assistance in the preparation of the National Assessment, especially in abstract chemistry material.
Identification of Teachers' Practices and Their Barriers In Chemical Cognitive Assessment During The Early Pandemic of Covid-19
Rokhim, Deni Ainur;
Widarti, Hayuni Retno;
Septiani, Maya Oki;
Dzikrulloh, Muhammad Hilfi Azra
Journal of Disruptive Learning Innovation (JODLI) Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um072v4i22023p63-78
The occurrence of the Covid-19 pandemic affected the implementation of education, where learning which was originally carried out face-to-face in the classroom, now has to turn into an online system. Limited communication between students and teachers, limited time allocation, lack of facilities and internet access are obstacles that cause teaching and learning activities cannot be carried out optimally. Learning during the pandemic also raises various problems that hinder assessment activities. Therefore, the authors conducted a study that aimed to analyze teacher practices and barriers in chemical cognitive assessment during the Covid-19 pandemic. This study uses a qualitative descriptive research method with 4 stages of research, namely preparation, data collection, data analysis, and drawing conclusions. The research subjects included 85 chemistry teachers from various districts/cities throughout East Java Province. Subject selection was carried out using criterion-based selection and sample determination using cluster sampling technique. Data were analyzed using descriptive statistical techniques. The instrument used consisted of an open and closed questionnaire via the Google Form platform. The results of the study show that learning during the pandemic creates various obstacles to cognitive assessment activities in chemistry subjects. The instrument used consisted of an open and closed questionnaire via the Google Form platform. The results of the study show that learning during the pandemic creates various obstacles to cognitive assessment activities in chemistry subjects. The instrument used consisted of an open and closed questionnaire via the Google Form platform. The results of the study show that learning during the pandemic creates various obstacles to cognitive assessment activities in chemistry subjects. Obstacles in these assessment activities include the difficulty of fulfilling accurate and valid aspects and the similarity of answers between students. In addition, the lack of motivation to learn and barriers to internet access also trigger delays in assessment activities during the distance learning period
Profil Kebutuhan dan Pemetaan Pemahaman Pelaku Pendidikan SMAN 3 Sidoarjo terhadap Asesmen Kompetensi Minimum
Rokhim, Deni Ainur;
Agustina, Nur Indah;
Asrori, Muhammad Roy;
Putra, Moch Chesa Nur Hidayat Arif;
Amalia, Firda;
Habiddin, Habiddin;
Peni, Ristiwi;
Wahyudi, Bambang;
Wahyudi, Asnan;
Putra, Arif
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstract: Minimum Competency Assessment (AKM) is an assessment of the essential competencies needed by all students to develop their capacity and participate positively in society. The AKM component consists of literacy and numeracy. This study aims to determine the needs and understanding of education actors at SMAN 3 Sidoarjo towards AKM. The research method used is a qualitative survey method. The data collection process was carried out by distributing research questionnaires to 30 students and 25 teachers at SMAN 3 Sidoarjo. The results showed that AKM is very important and needed by both teachers and students because AKM can improve teacher and student competencies, both literacy and numeracy competencies. Teachers' and students' understanding of AKM showed a general level of understanding without any misconceptions. Therefore, teachers and students make careful preparations in dealing with AKM. Keywords: Minimum Competency Assessment; Literacy; Numeracy Abstrak: Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) adalah penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua siswa untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Komponen AKM terdiri dari literasi dan numerasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan dan pemahaman pelaku pendidikan SMAN 3 Sidoarjo terhadap AKM. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif survei. Proses pengembilan data dilakukan dengan membagikan angket penelitian kepada 30 siswa dan 25 guru semua mata pelajaran di SMAN 3 Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AKM sangat penting dan dibutuhkan baik oleh guru maupun murid karena AKM dapat meningkatkan kompetensi guru dan siswa baik kompetensi literasi maupun numerasi. Pemahaman guru dan murid tentang AKM menunjukkan tingkat pemahaman yang umum tanpa miskonsepsi. Oleh karena itu, guru dan siswa melakukan persiapan yang matang dalam menghadapi AKM. Kata kunci: Asesmen Kompetensi Minimum; Literasi; Numerasi
Implementation of Hy-Bon Edugame Based on Gender of Students' Learning Interest In Hydrocarbon
Rokhim, Deni Ainur;
Nora, Nora;
Sari, Anggreani Puspita;
Rokayah, Dede Yayah
J-PEK (Jurnal Pembelajaran Kimia) Vol 7, No 2 (2022): J-PEK (JURNAL PEMBELAJARAN KIMIA)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um026v7i22022p073
This research is geared toward observational data, which aims to determine the increase in the interest in learning of male and female gender students in science material, especially low CHEMISTRY. The objectives to be achieved in this research are to determine the implementation of the quasi-experimental method of "Hy-bon" edugame based on gender on interest in learning and to determine the increase in student interest in learning based on gender in the "Hy-bon" edugame. This research was conducted at SMAN 3 Sidoarjo, precisely in grade 12 MIPA 7 with a total of 33 students. The results showed that the student response questionnaire had an overall assessment average of 82%, and the student learning interest questionnaire had an overall assessment average of 77%. From the research results obtained through interviews that female gender students have more interest in learning by using the edugame media "Hy-bon".
Pelatihan Modul Ajar Kurikulum Merdeka SMAN 3 Sidoarjo: Studi Pendahuluan Kebutuhan
Widarti, Hayuni Retno;
Habiddin, Habiddin;
Parlan, Parlan;
Setiawan, Nur Candra Eka;
Rokhim, Deni Ainur;
Maharani, Richa Nan;
Pratiwi, Juwita Karina;
Peni, Ristiwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Biologi dan Sains Vol 3, No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Biologi dan Sains
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30998/jpmbio-sains.v3i1.2952
Salah satu kebijakan yang menjadi perubahan dari Kurikulum 13 ke dalam Kurikulum Merdeka diantara lain adalah perangkat pembelajaran berupa RPP yang berubah menjadi Modul Ajar. Pengembangan potensi dan pelatihan perlu dilakukan terlebih lagi banyak pendidik yang mengalami kesulitan dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yaitu modul ajar terutama dalam pembelajaran berdiferensiasi. Studi pendahuluan dilakukan untuk menganalisis kebutuhan terkait kesulitan mitra. Adapun alat ukur atau indikator yang digunakan untuk mengukur kebutuhan mitra dengan menggunakan angket. Berdasarkan data angket kepada mitra 91,43% responden mampu menjelaskan pengetahuan mengenai modul ajar. Pemahaman guru mengenai modul ajar didukung hasil survey bahwa semua guru mampu membedakan perangkat pembelajaran yang digunakan di kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka.Tingginya presentase pemahaman modul ajar didukung dengan 91,43% responden sudah mencoba membuat modul ajar berdiferensiasi. Namun ditemukan 77,14% responden mengalami kendala ketika menyusun modul ajar berdiferensiasi. Berdasarkan analisis dan pembahasan di atas pembuatan modul ajar sebagai perangkat pembelajaran di SMAN 3 Sidoarjo belum optimal. Sosialisasi dan Pelatihan terkait modul ajar sebagai perangkat pembelajaran di era kurikulum merdeka perlu dilaksanakan sebagai solusi belum optimalnya pembuatan modul ajar sebagai perangkat pembelajaran terkhusus menekankan aspek pembelajaran berdiferensiasi. One of the policies to change Curriculum 13 to the Independent Curriculum is that the RPP learning tools become Teaching Modules. Potential development and training need to be carried out because many educators have difficulty developing teaching module learning tools, especially differentiated learning. A preliminary study was carried out to analyze the partners' difficulties needs. The measuring tools or indicators used to measure partner needs use questionnaires. Based on questionnaire data, 91.43% of respondents were able to explain their knowledge regarding teaching modules. Teachers' understanding of teaching modules is supported by survey results. All teachers are able to differentiate learning tools from the 2013 curriculum and the independent curriculum. The high percentage of understanding of teaching modules is supported by 91.43% of respondents who have tried to create differentiated teaching modules. However, 77.14% of respondents experienced problems preparing differentiated teaching modules. Based on the analysis and discussion, the creation of teaching modules for learning tools at SMAN 3 Sidoarjo is not optimal. Socialization and training of teaching modules for learning devices in the era of the independent curriculum need to be implemented as a solution to the lack of optimal creation of teaching modules for learning devices specifically emphasizing differentiated learning aspects.
PENDAMPINGAN PENGAPLIKASIAN MEDIA PEMBELAJARAN BIG BOOK BAGI GURU DI TK DHARMA WANITA PERSATUAN MOJORUNTUT KREMBUNG
Rokhim, Deni Ainur;
Kurniawan, Carlina Sukma Ayu
Jurnal Graha Pengabdian Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um078v5i22023p%p
Tulisan ini membahas tentang media pembelajaran yang dapat membantu serta memudahkan guru dalam menunjang kegiatan pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik TK. Selain bagi peserta didik, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru TK dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Pendampingan pengaplikasian media pembelajaran ini sesuai dengan standar kurikulum, dimana peserta didik dituntut untuk lebih aktif. Metode yang digunakan yakni dalam bentuk diskusi, ceramah, dan dokumentasi. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah: 1) memberikan pemahaman tentang teknik pengaplikasian media pembelajaran big book, 2) memberikan pemahaman tentang teknik pengaplikasian media pembelajaran big book yang baik dan benar, 3) melakukan simulasi pengaplikasian media pembelajaran big book peserta didik yang ada di TK Dharma Wanita Persatuan, Mojoruntut. Kegiatan ini diikuti oleh lima orang guru di TK. Dari hasil pengaplikasian media pembelajaran ini, didapatkan bahwa guru juga merasakan keefektifan media pembelajaran big book dikelas. Guna meningkatkan pemahaman peserta didik dalam berimajinasi mengenai cerita yang disampaikan oleh guru.
The Use of Instagram-Integrated Learning Media on Gender-Based Student Learning Motivation in Reaction Rate Material
Widarti, Hayuni Retno;
Yamtinah, Sri;
Mawardi, Mawardi;
Rokhim, Deni Ainur;
Syafruddin, Afis Baghiz;
Amalia, Elvira Risva Firda
JCER (Journal of Chemistry Education Research) Vol. 8 No. 1 (2024): Volume 8 No. 1 June 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jcer.v8n1.p23-32
This research aims to determine the effect of using integrated learning media Instagram in increasing students' learning motivation on reaction rate material and to analyze the results of female and male students' learning motivation on reaction rate material. The method used is qualitative descriptive research. The subjects in this research were students of one of the State High Schools in Malang City class XI MIPA 2, totaling 11 male students and 20 female students who used Instagram learning media. The class is heterogeneous because it has a gender distribution with more female students than male students. The research results show that 1) The use of integrated learning media Instagram can increase students' learning motivation. 2) There is no significant difference in the comparison of the increase in male students' learning motivation.
The Use of Instagram Integrated Learning Media Against Student Learning Motivation in Reaction Rate Material
Widarti, Hayuni Retno;
Yamtinah, Sri;
Mawardi, Mawardi;
Rokhim, Deni Ainur;
Syafruddin, Afis Baghiz;
Baharsyah, Allykha
JCER (Journal of Chemistry Education Research) Vol. 7 No. 2 (2023): Volume 7 No. 2 December 2023
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jcer.v7n2.p258-266
The purpose of this study was to determine the effect of using Instagram integrated learning media on students' learning motivation in the matter of reaction rate. This study used a qualitative descriptive method by using a questionnaire to find out the increase in the results of students' learning motivation. This research was conducted at one of the public high schools in Malang City involving 33 students of class XI IPA 4. The data analysis used was in the form of a qualitative test of students' learning motivation. The results of the study show that the use of Instagram learning media can increase students' learning motivation regarding the reaction rate material.