p-Index From 2021 - 2026
16.63
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Media Kesehatan Masyarakat Indonesia JURNAL GIZI INDONESIA Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat LINK Jurnal Riset Kesehatan Jurnal Kesehatan Andalas Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia MEDISAINS Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Jurnal Kebidanan Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Jurnal Ilmiah Mahasiswa Dentino: Jurnal Kedokteran Gigi Public Health of Indonesia IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Jurnal Preventia Jurnal Kesehatan Jurnal Bahasa Rupa Promotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Kesehatan Vokasional Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Jurnal SOLMA Jurnal Keperawatan Silampari Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Al-sihah: The Public Health Science Journal Journal of Maternal and Child Health Amerta Nutrition Holistik Jurnal Kesehatan Manuju : Malahayati Nursing Journal Unnes Journal of Public Health Jurnal Kesehatan Indonesia Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Jurnal Ners Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan BALABA (JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA) Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Diversity: Disease Preventive of Research Integrity MAHESA : Malahayati Health Student Journal Journal of Community Development Devotion: Journal of Research and Community Service Madu : Jurnal Kesehatan Narra J Interdisciplinary Social Studies Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) International Journal of Science and Society (IJSOC) Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Jurnal Pengabdian Vokasi Berita Kedokteran Masyarakat Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Eduvest - Journal of Universal Studies Jurnal Keperawatan Journal of Public Health and Pharmacy JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Borneo Journal of Pharmacy Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Holistik Jurnal Kesehatan Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Proceeding Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Jurnal Info Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor Lingkungan Fisik dan Dimensi Tangibles Pelayanan Terhadap Niat Kunjungan Ulang ke Puskesmas di Kabupaten Demak Ayun Sriatmi; Lina Dwi Yoga Pramana
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 21, No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.21.2.235-244

Abstract

Latar belakang: Dampak pandemi Covid-19 menurunkan jumlah kunjungan ke Puskesmas di Kabupaten Demak dari 141,2% (2020) menjadi 69,5% (2021). Kebijakan pembatasan sosial menuntut Puskesmas menyediakan sarana fisik dan mekanisme layanan dengan batasan-batasan tertentu yang mempengaruhi kepuasan. Keengganan berkunjung juga dikarenakan lingkungan fisik dan sarana prasarana dianggap kurang memuaskan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor lingkungan fisik dan dimensi tangibles pelayanan terhadap niat berkunjung ulang ke Puskesmas.Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi targetnya semua pasien yang berkunjung ke Puskesmas. Populasi terjangkau yaitu pasien yang berkunjung ke Puskesmas Dempet dan Karangawen-I. Total sampel 332 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel bebas pada faktor lingkungan fisik: kondisi gedung dan bangunan, kondisi ruangan, sarana transportasi, sedangkan dimensi tangibles: alur pelayanan, ketenagaan, waktu tunggu. Variabel terikatnya niat kunjungan ulang ke Puskesmas. Analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Selanjutnya, analisis multivariat dengan regresi logistik bergandaHasil: Sebanyak 57,5% responden berniat berkunjung ulang ke Puskesmas. Proporsi responden yang menyatakan lingkungan fisik dan dimensi tangibles kurang baik berada pada kisaran 44,6%-49,4%. Variabel kondisi gedung dan bangunan, kondisi ruangan, sarana transportasi, alur pelayanan, dan ketenagaan secara parsial berhubungan dengan niat kunjungan ulang (p<0,05). Variabel kondisi gedung dan bangunan, sarana transportasi dan ketenagaan secara simultan mempengaruhi niat berkunjung ulang.    Simpulan: Faktor lingkungan fisik dan dimensi tangibles secara parsial maupun simultan mempengaruhi niat berkunjung ulang ke Puskesmas. Secara bertahap Puskesmas perlu meningkatkan kebersihan dan kenyamanan lingkungan (gedung, bangunan, ruangan, termasuk area parkir), memperbaiki sanitasi dan prasarana fisik, serta performansi petugas dalam memberikan pelayanan. ABSTRACT Title: Physical Environmental Factors and Tangible Dimension of Services on Revisiting Intention into Health Center in Demak RegencyBackground: Impact of Covid-19 pandemic have reduced visiting numbers into Health Centre in Demak Regency from 141.2% (2020) to 69.5% (2021). The social restriction policy required PHC to provide physical facilities and service mechanisms with certain limitations that affected satisfaction. The reluctance to visit because physical environment and infrastructure were considered unsatisfactory. The study aims to analyze effect of physical environment and tangibles dimensions of services on revisiting intention into PHC.Method: It's quantitative research with cross-sectional design. Target population were all patients who visiting PHC and affordable population were patients who visit into PHC of Dempet and Karangawen-I. Total sample 332 people were selected using purposive sampling technique. Independent variables on tangibles dimension were: services flow, personnel and waiting time, as well as dimensions of physical environment were: building conditions, room conditions, and transportation facilities. Dependent variable was revisiting intention into PHC. Bivariate analysis with Chi-Square test and multivariate with multiple logistic regression.Result: As many as 57.5% of respondents intend revisiting into PHC. Respondents proportion who stated that physical environment and tangibles dimensions were not good were in range of 44.6%-49.4%. Variables of building condition, rooms condition, transportation facilities, services flow and personnel were partially related to revisiting intention into PHC (p <0.05). Variables of building condition, transportation facilities and personnel simultaneously affected revisiting intention.Conclusion:. Physical environmental factors and tangible dimensions partially or simultaneously affected revisiting intention into PHC. Gradually, PHC need improving environments cleanliness and comfort (building, rooms, including parking areas), improving sanitation and maintenance physical infrastructure as well as health workers performance in providing services.
PARENTS’ SATISFACTION WITH MEASLES RUBELLA IMMUNIZATION SERVICES FOR SCHOOLERS DURING THE COVID-19 PANDEMIC Lolita Indah Pradini; Ayun Sriatmi; Eka Yunila Fatmasari
Indonesian Journal of Health Administration Vol. 10 No. 1 (2022): June
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jaki.v10i1.2022.41-49

Abstract

Background: Measles Rubella (MR) immunization coverage for schoolers in Semarang City decreased to 92.7% in 2020 due to the COVID-19 pandemic. However, in practice, many parents still complain about MR immunization services for schoolers. Aims: This study aimed to determine parental satisfaction with MR immunization services during the COVID-19 pandemic. Methods: This quantitative study used a cross-sectional approach. Purposive and proportional sampling was used to select 102 samples. Data collection was done through questionnaire, and data were analyzed using the chi-square test and importance-performance analysis test. Results: The lowest suitability dimension level was tangibility (81.52%), followed by responsiveness (86.6%). The reliability dimension had the highest average conformity level (92.87%). The priority items for improvement were related to health workers’ compliance with the use of complete personal protective equipment (PPE), spacious immunization service rooms, registration officers’ responsiveness in giving directions, punctual immunizations distribution, polite and friendly registration services officers, as well as health workers’ initiative to remind parents about health protocols. Bivariate analysis showed there was no relationship between respondents’ characteristics and their satisfaction level. Conclusion: Parental satisfaction with MR immunization services for schoolers did not match their expectations; therefore, it is necessary to improve future immunization services.
Roles of Village Stakeholders on Immunization Program during Pandemic Outbreak in Central Java, Indonesia Ayun Sriatmi; Sutopo Patria Jati; Wulan Kusumastuti
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 14, Nomor 1, January-June 2022
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-sihah.v14i1.26211

Abstract

Tegal district is facing obstacles in achieving immunization targets during the Covid-19 pandemic as the declining number of children who have been immunized. The role and support of village stakeholders considerably play a very significant role in overcoming these obstacles. This current study aimed to analyze the dimensions of village stakeholders’ roles in achieving basic immunization targets during the pandemic era. This study was conducted using a quantitative survey with a cross-sectional approach. The participants were all village stakeholders related to the immunization program. There were 300 people from 30 selected villages as samples chosen through a purposive technique sampling. The roles of stakeholders were found to be the dimensions of perceptions, powers, and respectively interests. The results were most of the stakeholders showed such positive dimensions of perception related to their roles in immunization as well as interest dimensions. All respondents, in addition, considered that their institutions have no power in implementing immunization programs in villages. The immunization success was the responsibility of PHC and health workers instead. There was a relationship between perceptions with strengths and interests, as well as a relationship between strengths with interests of village stakeholders in the immunization program (p<0.05). The weakest role of village stakeholders was in the power dimension as they rely highly on the local governments and health workers with a weak authority to make decisions. Thus, strengthening the role needs to be done through continuous socialization and dissemination with interactive coordination methods, and direct and personal communication.
Determinants of Factors Affecting Timeliness of Measles Rubella Immunization During the Covid-19 Pandemic Dianti Oktadevi; Ayun Sriatmi; Wulan Kusumastuti
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 5, No 1 (2022): JKPBK Juni 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v5i1.7471

Abstract

Cakupan imunisasi measles rubella (MR) di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah tahun 2017 sampai 2019 mengalami peningkatan dengan puskesmas yang memiliki cakupan tiga terendah berturut – turut di Puskesmas Tempuran. Tahun 2020 terjadi penurunan yang signifikan cakupan imunisasi MR di Puskesmas Tempuran dengan sebanyak 22% ibu tidak tepat waktu dalam imunisasi. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan ketepatan waktu imunisasi MR selama pandemi Covid-19 di Puskesmas Tempuran Kabupaten Magelang. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini ibu yang memiliki bayi usia 9 – 12 bulan, dengan teknik sampling cluster sampling pada 100 responden di seluruh kelurahan. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner, data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa ketepatan waktu dalam imunisasi MR selama pandemi Covid-19 masih rendah (8%) hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa variabel sikap ibu terhadap imunisasi berhubungan dengan ketepatan waktu imunisasi MR, sedangkan pengetahuan ibu, persepsi beban kerja, akses ke layanan imunisasi, persepsi sistem layanan imunisasi, dukungan kader, keanggotaan dalam grup whatsapp imunisasi, dan persepsi kebutuhan imunisasi tidak berhubungan dengan ketepatan waktu imunisasi MR. Pandemi Covid-19 membuat sikap ibu tidak dapat optimal dikarenakan ketakutan orang tua akan tertular virus Covid-19 di tempat pelayanan, keterbatasan stok vaksin dan pelaksanaan imunisasi tidak sesuai jadwal sehingga pihak puskeskmas perlu melakukan berbagai upaya dengan memberikan promosi terkait imunisasi yang aman dimasa pandemi serta pentingnya melakukan imunisasi secara tepat waktu  dengan memanfaatkan media whatsapp dan sosial lain dan berkoordinasi dengan dinas kesehatan terkait pengadaan stok vaksin
Pemetaan Stakeholder Program Pencegahan Fraud Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas Kota Semarang Arnia Dian Kusuma Devi; Antono Suryoputro; Ayun Sriatmi
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 19, No 3 (2020): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.19.3.238-245

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Dalam periode 2014 sampai 2017 terdapat 12 isu penyelewengan dana kapitasi di 12 daerah. Terdapat 8 dari 13 potensi Fraud yang terjadi di Puskesmas terkait dengan kapitasi dan sedikitnya terdapat 8 kasus korupsi terungkap. Fraud dapat berdampak pada pemberian pelayanan yang tidak bermutu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran dan keterlibatan stakeholder dalam Program Pencegahan Fraud Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas Kota Semarang supaya program dapat berjalan lebih optimal.Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui indepth interview dengan sampel purposive dan analisis menggunakan teori stakeholder mapping. Variabel yang diteliti adalah sikap, keterlibatan, dan pengaruh. Hasil: Berdasarkan penelitian, didapatkan hasil bahwa pada variabel sikap, seluruh kelompok stakeholder mendukung terselenggaranya kegiatan Program Pencegahan Fraud JKN di Puskesmas Kota Semarang. Pada variabel keterlibatan, yaitu stakeholder provider yang paling kurang terlibat dari stakeholder lain. Dari ketiga upaya dalam program, upaya pendeteksian menempati urutan terendah keterlibatan stakeholdernya dibandingkan upaya pencegahan dan upaya penindakan. Pada variabel pengaruh, dari ketiga kelompok stakeholder, kelompok provider menjadi kelompok yang paling kurang memiliki pengaruh dalam Program Pencegahan Fraud JKN di Puskesmas Kota Semarang. Upaya pendeteksian menjadi upaya yang paling sedikit menjadi intervensi dalam program. Dalam upaya pendeteksian, hanya 3 dari 12 stakeholder yang secara signifikan berpengaruh. Simpulan: Antar stakeholder harus meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan lebih rutin untuk menggiatkan program. Dinas Kesehatan sebagai sleeping giant harus meningkatkan keterlibatannya sebagai decision maker dan segera menyelesaikan pembentukan pedoman Program Pencegahan Kecurangan Jaminan Kesehatan Nasional di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Kota Semarang sebagai acuan pelaksanaan. Kata kunci: Fraud, puskesmas, pemetaan stakeholder ABSTRACTTitle: Mapping of the National Health Insurance Fraud Prevention Program Stakeholders in Semarang City Community Health Centers  Background: In the period 2014 to 2017, there were 12 issues of misappropriation of capitation funds in 12 regions. There were 8 out of 13 potential Frauds that occurred at the Community Health Centers related to capitation and at least 8 cases of corruption were revealed. Fraud can have an impact on providing quality services. This study aims to understand the role and involvement of stakeholders in the National Health Insurance Fraud Prevention Program in Semarang City Community Health Centers.Method: This research is qualitative research with a descriptive approach through in-depth interviews with purposive sampling and employed the stakeholder mapping theory. The variables studied were attitude, involvement, and influence. Result: Based on the research, the results show that the attitude variable, all stakeholder groups support the implementation of the JKN Fraud Prevention Program at the Semarang City Health Center. In the involvement variable, namely the stakeholder provider who is least involved from other stakeholders. Of the three efforts in the program, detection efforts ranked the lowest of stakeholder involvement compared to prevention and enforcement measures. On the influencing variable, of the three stakeholder groups, the provider group is the group that has the least influence in the JKN Fraud Prevention Program in the Semarang City Health Center. Detection efforts are the least intervened in the program. In the detection effort, only 3 out of 12 stakeholders have significant influence.Conclusion:. Stakeholders must improve communication and coordination periodically to improve the program. The District Health Office as a sleeping giant must intensify its involvement as a decision-maker and immediately accomplish the making of the National Health Insurance Fraud Prevention Program guideline in the as guidance for implementation. Keywords: Fraud, community health center, stakeholder mapping
The constraints of Administrative Readiness in the process to the Regional General Service Agency of Public Health Center in Anambas Islands Regency ANDRI PURNOMO; Sutopo Patria Jati; Ayun Sriatmi
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 19, No 5 (2020): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.19.5.368-374

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Puskesmas BLUD memberikan poin lebih dalam hal keleluasaan mengelola keuangan.  Proses pengajuan BLUD Puskesmas selama ini masih terkendala dengan kelengkapan persyaratan yang dianggap belum memenuhi ketentuan. Dari tiga persyaratan hanya persyaratan administratif yang belum dipenuhi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kendala kesiapan dalam pemenuhan persyaratan administratif menuju Puskesmas BLUD.Metode: Merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di Puskesmas Palmatak dan Puskesmas Tarempa dengan alasan kedua puskesmas mempunyai cakupan layanan terbanyak, jumlah kunjungan terbanyak dan sebagai Puskesmas penerima kapitasi terbesar. Subjek penelitian Kepala Puskesmas dan Kepala TU sebagai informan utama dengan informan triangulasi Kepala Dinkes PPKB dan Kabid Pelayanan Kesehatan. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan telaah dokumen. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode analisis isi.Hasil: Puskesmas di Kabupaten Kepulauan Anambas terkendala dengan kemampuan melengkapi persyaratan administratif sehingga dokumen tidak bisa dikumpulkan dalam waktu yang cepat dan lengkap. Dari 6 dokumen yang harus dikumpulkan, Puskesmas Palmatak mengumpulkan 4 dokumen dan Puskesmas Tarempa 2 dokumen. Dokumen yang tidak dikumpulkan oleh kedua Puskesmas adalah dokumen surat pernyataan kesanggupan meningkatkan kinerja dan dokumen laporan audit terakhir. Sementara untuk dokumen pola tata kelola, rencana strategi bisnis dan laporan keuangan pokok masih belum lengkap, sedangkan dokumen standar pelayanan minimal sudah dipenuhi. Kendala Puskesmas dalam melengkapi persyaratan administratif karena kurangnya motivasi dan lemahnya komunikasi internal Puskesmas. Selain itu pemahaman yang tidak benar tentang peran petugas apalagi dilatarbelakangi karakteristik pendidikan yang berbeda.Simpulan:  Puskesmas belum siap menjadi BLUD. Perlu koordinasi intensif antara Puskesmas dan Dinkes PPKB melalui konsultasi secara rutin dan terjadwal.Kata Kunci:  Kendala, persyaratan administratif, Badan Layanan Umum DaerahABSTRACTTitle: The constraints of Administrative Readiness in the process to the Regional General Service Agency of Public Health Center in Anambas Islands RegencyBackground:  The financial managing in the Regional General Service Agency of public health center  were more flexibility.  The submission process of the Regional General Service Agency of public health center stilll constrained by incompleteness of requirements of the provisions. There was only administrative requirement from three requirnents  that have not been fullfill. This research aims to analyze the constraints of readiness in fulfilling the administrative requirements towards the Regional General Service Agency of  public health center.Method:  It is a descriptive research with a qualitative approach. The location of this research in Palmatak Public health center and Tarempa Public health center which has the most service coverage, the largest number of visits and as the largest capitation of recipient's Public health center. The main informant of this research were head of Public health center and head of administration.  The triangulation informants  of this research were  the head of Health Office in Population Control and Family Planning and the head of Health Service. The data collected by  in-depth interviews and document study. This Collected data is analyzed by methods content analysis.Result: The Public health center in the Anambas Islands District was  constrained by the ability to completed the administrative requirements. It caused the documents could not be collected timely and completly. From the 6 documents must be gathered, Palmatak Public health center just collected 4 documents and Tarempa Public health center  just collected 2 documents. The documents did not collected by both public health centres were the ability to improve the performance document and  the latest audit report document. Mainwhile, the governance documents, the business strategy plan and the underlying financial statements were still incomplete but the standard minimal service document was fullfill. The Problem of Public health center in completing the administrative requirement caused by the weak of motivation  and  internal communication in public health center. Besides, the incorrect understanding of employee role because of different educational characteristics. Conclusion: The Public health center is not ready to become a regional General Service Agency. It needs intensive coordination between the Public health center and the Health Department of Population and Family Planning through regular and scheduled consultation.Keywords: Constraints, administrative requirements, regional public service agency
Dissemination of Huller Technology to Increase Productivity in Gunung Kelir Robusta Coffee Industry Sutrisno Sutrisno
Jurnal Pengabdian Vokasi Vol 2, No 3 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.601 KB) | DOI: 10.14710/jpv.2022.14049

Abstract

Program for regional superior product (PPUD-DIKTI) year 2021 aims to increase income of coffee farmers who incorporated in Rahayu IV Gunung Kelir by introduction of huller. This introduction was done by considering that the farmers was potentially developed from coffee bean to coffee powder producers. PPUD was conducted by Teams from LPPM UNDIP. The program was excecuted in steps: i) designing of huller machine, ii) huller machine fabrication, iii) implementation, and iv) evaluation. Evaluation was performed by analyzing of increasing income for farmers at Rahayu IV. The huller ulper that utilized for coffee bean peeling was developed. The innovation was in its mobile characteristic so that the huller could be mobilized to cultivation place. The huller was designed dan fabricated with capacity of 1.000 kg/hour. Present of the huller could increase income of KUB Rahayu IV of Rp. 625.000 per day.
INTRODUKSI TEKNOLOGI SHREDDER UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS INDUSTRI MINUMAN KESEHATAN BERBASIS REMPAH-RAMPAH Sutrisno Sutrisno; Didik Ariwibowo; Seno Darmanto; Juli Mrihardjono; Mohammad Endy Yulianto
Jurnal Pengabdian Vokasi Vol 1, No 4 (2020): Nopember 2020
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.075 KB) | DOI: 10.14710/jpv.2020.9397

Abstract

Kegiatan PKUM-PNBP UNDIP tahun 2020 bertujuan untuk meningkatkan pendapatan UMKM ”Tiga Dara” yang memproduksi minuman kesehatan serbuk instan berbasis rempah-rempah. Proses produksi serbuk instan UMKM ini masih bersifat konvensional, mulai dari pemarutan, pemerasan, kristalisasi, penggilingan, pengayakan hingga pengemasannya. Oleh karenanya perlu menerapkembangkan teknologi melalui introduksi teknologi di UMKM agar dapat  memproduksi secara optimal dengan kualitas yang terjamin. Salah satu introduksi alat berbasis riset di UMKM adalah unit peralatan shredder. Alat shredder diaplikasikan untuk tujuan memperkecil ukuran rempah sebelum diekstraksi. Pengecilan ukuran bertujuan untuk memaksimalkan hasil ekstraksi. Kegiatan pengembangan dan introduksi unit peralatan shredder dilakukan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat LPPM UNDIP Semarang melalui kegiatan Program Penguatan Komoditi Unggulan Masyarakat (PKUM).  Kegiatan ini meliputi: (i) desain dan pabrikasi unit peralatan shredder kapasitas 50 kg/jam, (ii) uji fungsional alat, (iii)  pengujian  adaptasi  dan  evaluasi  penerapan  alat,  (iv)  penyusunan  dokumen Petunjuk Pengoperasian, dan (v) evaluasi tekno-ekonomi. Alat shredder ini terdiri dari komponen utama yaitu: (a) hopper dan guide plate, (b) drum shredder, (c) housing, (d) outlet chute, (e) rangka mesin, dan (f) motor bensin. Prinsip kerja dari alat shredder ini adalah mengarahkan rempah, yang bergerak ke bawah secara gravitasi, menuju ke drum shredder. Saat kontak dengan drum shredder, rempah disayat-sayat oleh metal nubs yang terpasang pada drum shredder. Sayatan pendek rempah keluar secara gravitasi melalui outlet chute. Nantinya, sayatan pendek ini akan diekstraksi di alat ekstraksi manual untuk mendapatkan ekstrak rempah. Total biaya prduksi yang muncul pada proses shredding adalah sebesar Rp. 200,- setiap kilogramnya. Introduksi alat shredder ini memberikan dampak ekonomi yang siknifikan pada UMKM “Tiga Dara”. Sebelum mendapat bantuan alat shredding, proses shredding dilakukan secara manual, dengan biaya sebesar Rp. 1.200 per kg. Dengan demikian selisih biaya tersebut adalah Rp. 1.000,-. Dalam satu bulan, rata-rata produksi menghabiskan bahan baku sebanyak 2,5 ton. Dengan demikian, selisih biaya tersebut menjadi tambahan pendapatan dalam satu bulan sebesar Rp. 2.500.000.
APLIKASI MATRAS DAN PENDUKUNG DI INDUSTRI UKIR TEMBAGA UNTUK WISATA EDUKASI Seno Darmanto; Adi Nugroho; Yuniarto Yuniarto; Hartono Hartono; Mohd Ridwan; Didik Ariwibowo; Sutrisno Sutrisno
Jurnal Pengabdian Vokasi Vol 2, No 2 (2021): Nopember 2021
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.242 KB) | DOI: 10.14710/jpv.2021.12349

Abstract

Potensi, peluang dan keunggulan-keunggulan di desa Banaran Kecamatan Cepogo Boyolali seharusnya menjadi modal dan pendorong dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan berbasis kearifan lokal dan berorientasi nasional. Selain mendorong sektor industri logam ukir, potensi dan keunggulan lain desa Banaran Cepogo Boyolali meliputi pertanian dataran tinggi, peninggalan sejarah, seni  dan budaya, pemandangan alam, waduk/embung dan potensi jasa. Solusi yang diterapkan dalam kegiatan ini pada prinsipnya mendasarkan pada potensi dan kendala yang dihadapi oleh mitra terutama Desa Tumang Banaran kecamatan Cepogo Boyolali. Potensi industri kecil dan menengah di Tumang yang relatif banyak dan padat karya akan didorong untuk membuka diri pada potensi-potensi ekonomi ikutan selain sektor utama yakni produk ukir tembaga dan sejenisnya  meliputi pendidikan (edukasi), seni dan budaya, wisata, pertanian dan produk ekonomi unggulan lain. Selain itu potensi, peluang dan keunggulan-keunggulan tersebut akan didorong dengan pola menejemen dan tatakelola yang baik supaya gerak masyarakat mampu juga menstimulus gerak ekonomi masyarakat sekitar. Berdasarkan kajian di industri menunjukkan bahwa limbah plat cukup banyak dan dapat dimanfaatkan sebagai produk souvenir. Motif matras didesain sederhana yaitu motif binatang (sapi, burung), bunga, wayang kulit, gunungan wayang. Proses pembuatan produk ukir dengan matras dapat diterapkan untuk wisata teknologi (tekno wisata). Produk ukir untuk souvenir dapat dibuat dan diselesaikan dalam waktu 20-30 menit bagi pemula
Kepuasan Kerja Staf Puskesmas Rawat Jalan dan Puskesmas Rawat Inap di Kabupaten Kotawaringin Barat Togar Hasudungan Manurung; Martha Irene Kartasurya; Ayun Sriatmi
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v4i9.6997

Abstract

ABSTRACT Health staff job satisfaction has an impact on performance. The Puskesmas has periodically measured customer satisfaction but staff job satisfaction has never been done. From the preliminary study, it was found that the job satisfaction of puskesmas staff in Kotawaringin Barat Regency was still low. To find out the difference in job satisfaction of inpatient puskesmas staff with outpatient health centers. Cross sectional research design with a quantitative approach. The study population was inpatient and outpatient puskesmas staff in Kotawaringin Barat Regency. Subject recruitment was done through the puskesmas. From 14 outpatient health centers, 3 puskesmas were selected and from 4 inpatient puskesmas 2 were selected. A total of 40 subjects filled out a questionnaire that was distributed electronically. Data analysis was carried out using an independent t test to distinguish job satisfaction. High job satisfaction at outpatient health centers is on the factor of supervision, and policies respectively by 62%, motivation 57%, while low satisfaction in the physical work environment 19%, on factors of safety and work safety, incentives, capitation services each 33%, and work culture 38%. High job satisfaction at inpatient health centers in the form of work culture factors, and capitation services each by 68%, work results 63%, and 58% each on co-workers factors, work security and safety, opportunities to improve skills and skills, while low satisfaction in the physical work environment 16%, incentives 16%, workload 37%, supervision 42%, and policy 42%. There was no significant difference between job satisfaction at outpatient puskesmas and inpatient puskesmas (p=0.317). The job satisfaction of outpatient clinics is on the factors of supervision, the policy of the Head of the Puskesmas, and motivation. At inpatient health centers in the form of work culture, capitation services, work results, colleagues, work security and safety, opportunities to improve skills and expertise. Keywords: Job Satisfaction, Puskesmas, Inpatient, Outpatient, Health Workers  ABSTRAK Kepuasan kerja staf kesehatan berdampak pada kinerja. Puskesmas secara periodik sudah melakukan pengukuran  kepuasan pelanggan tetapi kepuasan kerja staf belum pernah dilakukan. Dari studi pendahuluan didapatkan bahwa kepuasan kerja staf puskesmas di Kabupaten Kotawaringin Barat masih rendah. Tujuan untuk mengetahui perbedaan kepuasan kerja staf puskesmas rawat inap dengan puskesmas rawat jalan. Desain penelitian cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian staf puskesmas rawat inap dan rawat jalan di Kabupaten Kotawaringin Barat. Rekrutmen subjek dilakukan melalui puskesmas. Dari 14 puskesmas rawat jalan dipilih 3 puskesmas dan dari 4 puskesmas rawat inap dipilih 2 puskesmas. Sebanyak 40 subjek mengisi angket yang disebarkan secara elektronik. Analisa data dilakukan dengan uji independent t test untuk membedakan kepuasan kerja. Kepuasan kerja yang tinggi pada puskesmas rawat jalan adalah pada faktor pengawasan, dan kebijakan masing-masing sebesar 62%, motivasi 57%, sedangkan kepuasan yang rendah pada lingkungan kerja fisik 19%, pada faktor keamanan dan keselamatan kerja, insentif, jasa kapitasi masing-masing 33%, dan budaya kerja 38%. Kepuasan kerja yang tinggi pada puskesmas rawat inap berupa faktor budaya kerja, dan jasa kapitasi masing-masing sebesar 68%, hasil pekerjaan 63%, dan masing-masing 58% pada faktor rekan kerja, keamanan dan keselamatan kerja, kesempatan meningkatkan keahlian dan keterampilan, sedangkan kepuasan yang rendah pada lingkungan kerja fisik 16%, insentif 16%, beban kerja 37%, pengawasan 42%, dan kebijakan 42%. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara kepuasan kerja di puskesmas rawat jalan dengan puskesmas rawat inap (p=0,317). Kepuasan kerja puskesmas rawat jalan ada pada faktor pengawasan, kebijakan Kepala Puskesmas, dan  motivasi. Pada puskesmas rawat inap berupa budaya kerja, jasa kapitasi, hasil pekerjaan, rekan kerja, keamanan dan keselamatan kerja, kesempatan meningkatkan keahlian dan keterampilan Kata Kunci: Kepuasan Kerja, Puskesmas, Rawat Inap, Rawat Jalan, Tenaga Kesehatan
Co-Authors - Rudiansyah Ade Kurniasari Adi Nugroho Adi, Mateus S. Adilah, Annida Nur Aditya Kusumawati, Aditya Adriana Egam Adriana Palimbo afiyah hidayati Agushybana , Farid Ahmad Saroni Aina, Sitta Nur Ajeng Retno Yunita Albrina Roza Rezkillah Alifa Rizqia Rachmawati Alimah, Ulya Alvira Putri Calista Amalia Ninggar Amalia Shabrina Fitri Amini, Musdalifah Nor Ana Puji Astuti Ana Pujianti Harahap Ananda Suryo Adi Prayogo Anastasia Wulandari Andini Aridewi ANDRI PURNOMO Anggi Septia Irawan Anjelika, Ratna Anneke Suparwati Anneke Suparwati ANNISA RAHMAWATI Antonia Novika Siswati Antono Surjoputro Antono Suryoputro Antono Suryoputro Apoina Kartini Apriliana Susilowati, Apriliana Arie Sulistiyoningrum Arie Sulistiyoningrum Arina Noor Eka Rachmawati Arinta Riza Andriani Arista, Herlin Ika Yuni Arman Wokas Armunanto, Armunanto Arnia Dian Kusuma Devi Arsita, Alma Nofia Mega Arum Prihatiningsih Arum Rohana Aryani Pujiyanti Asfiya, Nissa Atul Asih Dwi Astuti Astuti, Eka Kristia Ayu Astutik, Risa Septi Atik Mawarni Atik Mawarni Aulia Nur Hidayati Bagoes Widjanarko Bahtiar Bahtiar Bina Kurniawan Bintang Agustina Pratiwi BUDIYONO Budiyono Budiyono Budiyono Budiyono Cahya Tri Purnami Cahya Tri Purnami Cahya Tri Purnami, Cahya Cahyaningsari, Brillian Ayu Camellia, Arta Celica Triulfah Maharani Chairunnisa Putri, Nabilla Cicilia Ninik S Desyana Indira Putri Deviana, Dika Deviani Saskia Putri Dewi Susilowati Dewi, Bella Rossana Dewi, Fitriana Tungga Dian Hasanah Ramli Diana Andriyani Pratamawati Dianti Oktadevi Dianti Oktadevi Didik Ariwibowo Djati, Isti Sulistyana Dwi Ayu Tirtaningrum Eka Kristia Ayu Astuti Eka Yunila Fatmasari Eka Yunila Fatmasari Eka Yunila Fatmasari, Eka Yunila Elisabeth Samaran Elzina De Fretes Emi Widiarti Cahyati Emy Shinta Dewi Erlin Friska Fachrudin, Nur Millati Hanifah Falentine Lidya Telussa Fara Aulia Oktaviani Farid Agushybana Farid Farid Agushybana Fatmasari, Yunila Fatwa Firdhaus, Oki Ino Feby Rahmawati, Feby Firdhaus, Oki Ino Fatwa Firdiah, Mutia Rizqa Firmansyah Kholiq Pradana PH Friska, Erlin Hamida H. Siregar Handayani, Novia Handayani, Novia Hapsari, Kanya Harahap, Ana P. Harahap, Ana Pujianti Hardi Warsono Hardiyanti, Tutut Okta Hartini Hartini Hartono Hartono Henry Setyawan Susanto Henry Setyawan Susanto Henry Setyawan Susanto Hermawati Hermawati Husnan Khair, Muhammad Dyas I Nyoman Agus Suarya Putra INDAH KURNIAWATI Indana Aziza Putri Inna Maulina Insani, Rachel Ivonieta Intan Rahayu Utami, Intan Rahayu Ira Yusnita Irana Eka Wardana Irmawati Irmawati Isti Sulistyana Djati Iwamizu, Yuko Iwan Yunianto Jauhanita, Denisa Jhovia Aloedya Pramana Joyo Minardo Juli Mrihardjono Karimah, Nadzar Akhlaqul Karyono Karyono Khalishah, Jihan Nurul Qamariah Khasna Fikriya Krisnamurti Krisnamurti Kunsianah Kunsianah Laily Maghfira Noor Ridarsyah Laksmono Widagdo Lathifah Safaatul Uzhma Lestari, Marselli Widya Lina Dwi Yoga Pramana Linda Ismawati Lolita Indah Pradini Lucia Ratna Kartika Wulan M. Abdurrahman Shidiq Mabrukah, Aina Manurung, Togar Hasudungan Margaretha Inadyas Verganza Margaretha Triana Martha Irene K Martha Irene Kartasurya MARTINI Martini Martini Mateus Sakundarno Adi, Mateus Sakundarno Maynisa Puspita Kusuma Wardani Mela Nofitri Melinda Novitasari Meytri Saraswati Miftahul Mualimah Mohamad Endy Y Yulianto Mohd Ridwan Muhammad Dyas Husnan Khair Mumpuni Sari Kusumastuti Muslimah Muslimah Mustofa, Syamsulhuda Budhi Mya Rosiana Naintina Lisnawati Nikie Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Yunita Dewanti Nila Nafisatul Izzah Ninik S, Cicilia Nirwesti, Wahyu NOVA LISTIANA Nur Khafidhoh, Nur Nur Laili Agustin Nur Setiawati Dewi Nurfrida Pratomo Putri Nurhasmadiar Nandini Nurhasmadiar Nandini Nuridzin, Dion Zein Nurjazuli Nurjazuli Nurrachma, Adennisa Yunitasari Okta Hardiyanti, Tutut Oktadevi, Dianti Pangestika, Windiana Wahyu Paramita, Nadinda Maretta Diah Petosutan, Kenny Pramono Apriawan Wijayanto Pramono Apriawan Wijayanto Pratiwi , Setyo Endah Pratiwi, Setyo Endah Prihatiningsih, Arum Prisma Armaya Puji Hastuti PUJI LESTARI Pujianti Harahap, Ana Purnami, Cahya T. Purwanto, Edy Dwi Putri Asmita Wigati Putri Asmita Wigati Putri, Nabilla Chairunnisa Rahfiluddin, Mohammad Zen Rani Tiyas Budiyanti Ratna Nur Pujiastuti Retno Hestiningsih Retno Mariani Reza Fadly, Teuku Rezkillah, Albrina Roza Rida Krita Imaroh Rika Rejeki Rini Oktaviani Handayani Risa Rahayu Risa Tri Anggraeni Riski Malimpa Rizani Shofi RIZCARACHMAKURNIA, NAFIZTA Rizka Laila Rachmawati Ronald Mahudin Rosalinda Trajuningtyas Rosmala Kurnia Dewi Rosmila Tuharea S.A. Nugraheni Sabrilla Putri Gotama Santosa, Damai Saputro, Wisnu Adhi Sari , Lisnia Sari Ningsih Sari Ningsih Sasi, Erlina Nawang Seno Darmanto Seno Darmanto Septo Pawelas Arso Setyaningrum, Dian Sinta Wati Siti Alfani Siti Alfani Sokhiyatun Sokhiyatun Sri Achadi Nugraheni SRI RAHAYU Sri Rulihari Sri Suwitri Sri Widuri Retnoningrum Utami Jatiputri Sri Winarni Sri Yuliawati Suhartono Suhartono Suhartono, Suhartono Sulastri Sulastri SULISTIYANI SULISTIYANI Sulistyana Djati, Isti Surjoputro, Antono Sutopo Patria Jati Syahidah, Putri Nadya Syamsulhuda BM Tianto, Albert Tio Dora Ultaria S. Tjahjono Kuntjoro Tjahjono Kuntjoro Togar H Manurung Togar Hasudungan Manurung Togar Hasudungan Manurung Trianita Eka Pamundhi Tungga Dewi, Christin Hiyana Tunggal, Indayah Dewi Unzila, Erliana Ustriyaningsih, Ustriyaningsih Viona Febya Pangestika Vivin Fitria Anggraeni WATI, DEWI KUSUMA Widyaputri, Anak Agung Ayu Wanda Wijayanto, Pramono Apriawan Wiranti Wiranti Wiwid Novitaria Wiwik Trapsilowati Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Yokbeth Kareth Youke A. Supit Yulfiana Yulfiana, Yulfiana Yuliati, Erni Yuniarto Yuniarto, Yuniarto Zahroh Shaluhiyah