p-Index From 2021 - 2026
16.63
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Media Kesehatan Masyarakat Indonesia JURNAL GIZI INDONESIA Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat LINK Jurnal Riset Kesehatan Jurnal Kesehatan Andalas Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia MEDISAINS Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Jurnal Kebidanan Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Jurnal Ilmiah Mahasiswa Dentino: Jurnal Kedokteran Gigi Public Health of Indonesia IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Jurnal Preventia Jurnal Kesehatan Jurnal Bahasa Rupa Promotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Kesehatan Vokasional Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Jurnal SOLMA Jurnal Keperawatan Silampari Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Al-sihah: The Public Health Science Journal Journal of Maternal and Child Health Amerta Nutrition Holistik Jurnal Kesehatan Manuju : Malahayati Nursing Journal Unnes Journal of Public Health Jurnal Kesehatan Indonesia Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Jurnal Ners Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan BALABA (JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA) Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Diversity: Disease Preventive of Research Integrity MAHESA : Malahayati Health Student Journal Journal of Community Development Devotion: Journal of Research and Community Service Madu : Jurnal Kesehatan Narra J Interdisciplinary Social Studies Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) International Journal of Science and Society (IJSOC) Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Jurnal Pengabdian Vokasi Berita Kedokteran Masyarakat Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Eduvest - Journal of Universal Studies Jurnal Keperawatan Journal of Public Health and Pharmacy JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Borneo Journal of Pharmacy Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Holistik Jurnal Kesehatan Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Proceeding Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Jurnal Info Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PETUGAS PUSKESMAS DALAM PENGELOLAAN PENDERITA TUBERKULOSIS (TB) MANGKIR DI KOTA PEKALONGAN TAHUN 2012 Indah Kurniawati; Atik Mawarni; Ayun Sriatmi
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kesembuhan penderita Tuberkulosis di Kota Pekalongan masih rendah yaitu 72,5% pada tahun 2011, masih dibawah target 85%, dengan angka mangkir yang cukup tinggi. Sedangkan kinerja petugas Puskesmas dalam melaksanakan pengelolaan penderita Tuberkulosis yang mangkir masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja petugas puskesmas dalam pengelolaan penderita Tuberkulosis mangkir di Kota Pekalongan. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian adalah 47 perawat pelaksana di Puskesmas. Pengumpulan data menggunakan wawancara dengan kuesioner terstruktur. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan 59,6% responden berpengetahuan baik; 51,1% berpersepsi baik terhadap pekerjaannya; 59,6% berpersepsi baik terhadap sarana kerja; 70,2 % berpersepsi baik terhadap supervisi wasor; 40,4% berpersepsi baik terhadap kepemimpinan kepala Puskesmas dan 53,2% responden bermotivasi baik. Sebanyak 46,8% responden berkinerja baik. Ada hubungan antara pengetahuan, persepsi terhadap pekerjaan, persepsi terhadap supervisi wasor tuberkulosis, persepsi terhadap ketersediaan sarana kerja, persepsi terhadap kepemimpinan kepala Puskesmas dan motivasi dengan kinerja petugas Puskesmas dalam pengelolaan penderita Tuberkulosis mangkir. Variabel yang berpengaruh terhadap kinerja petugas Puskesmas dalam pengelolaan penderita TB mangkir hanya dua yaitu pengetahuan (p=0,038, Exp B=11,6 ) dan persepsi terhadap kepemimpinan kepala Puskesmas (p=0,0001, Exp B=180,6 ). Disarankan kepada DKK Pekalongan agar meningkatkan pengetahuan petugas dengan pelatihan-pelatihan teknis P2TB secara berkala di tingkat Dinas Kesehatan Kota Pekalongan dengan disertai pengembangan kepemimpinan kepala Puskesmas yang mampu menggugah motivasi petugas agar bekerja lebih baik. Kata Kunci : Kinerja, Petugas Puskesmas, Tuberkulosis
Analisis Response Time Penatalaksanaan Rujukan Kegawatdaruratan Obstetri Ibu Hamil Dwi Ayu Tirtaningrum; Ayun Sriatmi; Antono Suryoputro
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 14 No. 2: JUNI 2018
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.174 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v14i2.2866

Abstract

Semarang government established PONED Health Center and PONEK Hospital for referral in managingobstetric cases. In fact, response time referral is still long to get the service by patients. Research purposes,analyze of response time in the management obstetric maternal emergency referral in Semarang. Type of surveyresearch with qualitative descriptive approach and purposive technique. Data collection using indepth interviews,documentation, and source triangulation.The results, response time implementation and acceptance of referral hasnot been optimal as patient expectation. Length of time the patient came to the emergency room of Health Centeruntil ready referred to the PONEK Hospital 1-2 hours. Length of time the patient receives at the emergency roomof PONEK Hospital until get treatment room 2 -3 hours. The problem because responsiveness of the medical teamresponding to patients, maternal not carrying MCH books and not completing administrative, ambulance driverdifficult to contact, confirmation of information from referral hospital and duration of patients transfer processfrom delivery room to treatment room.
DETERMINANT OF ELDERLY POSYANDU UTILIZATION IN WORKING AREAS OF SIX PUBLIC HEALTH CENTERS (PUSKESMAS) OF SEMARANG CITY Arum Prihatiningsih; Ayun Sriatmi; Eka Yunila Fatmasari
Jurnal Riset Kesehatan Vol 9, No 2 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.523 KB) | DOI: 10.31983/jrk.v9i2.6337

Abstract

In improving the total coverage of elderly healthcare, public health centers (puskesmas) provide services off-building, one of which is elderly posyandu. In Semarang city, the average elderly attendance rate to posyandu was still meager. It impacted healthcare's low coverage and decreased elderlies' health status quality. This study aimed to analyze factors affecting the elderly posyandu utilization in working areas of six puskesmas of Semarang city. This study was quantitative with a cross-sectional design. The population was 42.679 elderlies with 70 elderly samples. The sampling technique was accidental sampling using questionnaires. The univariate analysis used a frequency distribution, while the relationship analysis used the rank spearman test. The study results showed relationships of attitude (p= 0.048), trust (p= 0.000), access (p= 0.000), cadres role (p=0.000), healthcare workers role (p=0.000), family support (p=0.015), facility (p=0.000), and disease susceptibility perception (0.002) to elderly posyandu utilization in working areas of six puskesmas of Semarang city. It is necessary to maximize funding for activities and facilities, innovate the development of gymnastics, conduct a singing together activity, and provide an understanding of disease risk factors. 
Sikap Ibu Terhadap Pemberian Imunisasi Measles Rubella Secara Tepat Waktu Selama Pandemi Covid-19 Dianti Oktadevi; Ayun Sriatmi; Wulan Kusumastuti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v10i3.1832

Abstract

The timeliness of Measles-Rubella (MR) immunization is still low among other immunization services for infants, including at the Tempuran Health Center, Magelang Regency. Attitude is something that influences a person's actions. Objectives: To analyzed the mother's attitude towards MR immunization services on time during the covid-19 pandemic in the working area of the Tempuran Health Center, Magelang Regency. Methods: It was quantitative research with a cross-sectional approach. The research population was mothers who have babies aged 9-12 months with a sample of 100 mothers using cluster sampling technique in each village. The research instrument was a questionnaire. The data were analyzed univariately and bivariate with the Chi-square test. Results: The timeliness of MR immunization was still low. 74% of mothers were not punctual in immunizing MR to their children even though most mothers had a good attitude (65%). The Chi-square test showed a relationship between the mother's attitude and timeliness of MR immunization (p=0.004). Conclusion: The mother's attitude was not optimal because there were various problems with the mother's attitude, so it is hoped that the mother will increase knowledge, share experiences with peer groups, and if unable to attend, ask for family assistance, while health center is expected to carry out promotions, education about measles-rubella immunization and also coordinate with health office regarding vaccine stockKeywords:  immunization, measles-rubella, timeliness
Determinan Kepatuhan Masyarakat Kota Depok terhadap Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Pencegahan Covid-19 Wiranti Wiranti; Ayun Sriatmi; Wulan Kusumastuti
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.58484

Abstract

Kota Depok merupakan wilayah pertama terdeteksinya Covid-19 di Indonesia dan juga wilayah dengan kasus tertinggi di Jawa Barat. Untuk menangani masalah ini maka diberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun pada pelaksanaannya masih banyak masyarakat yang tidak patuh dan kasus Covid-19 semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor yang memiliki hubungan dengan kepatuhan masyarakat terhadap kebijakan PSBB di Kota Depok. Metode yang dipakai yaitu metode kuantitatif dan potong lintang. Responden penelitian sebanyak 285 orang dengan metode accidental sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji nonparametric. Penelitian ini menunjukkan faktor yang berhubungan dengan kepatuhan, yaitu jenis kelamin (p=0,005), tingkat pendidikan (p=0,036), pengetahuan (p=0,014), dan sikap (p=0,000). Kepatuhan PSBB semakin meningkat pada responden perempuan dengan tingkat pendidikan lebih tinggi, pengetahuan baik, dan sikap yang mendukung terhadap kebijakan PSBB. Depok City is the first area to have Covid-19 detected in Indonesia and also the region with the highest cases in West Java. The Large-scale Social Restrictions Policy (PSBB) was implemented to handle this problem. However, some people did not obey the rules and Covid-19 cases were increased. The purpose of this study is to figure the factors related to community compliance with the Large-scale Social Restrictions Policy in Depok City. This research used a quantitative method and cross-sectional design. Respondents of the study were 285 people and used an accidental sampling method. Data analyzed by univariate and bivariate with the nonparametric test. The results of this study indicate the factors associated with the Large-scale Social Restrictions Policy are gender (p = 0.005), education level (p = 0.036), knowledge (p = 0.014), and attitude (p = 0.000). The Large-scale Social Restrictions Policy’s compliance is increasing among female respondents with higher education level, have good knowledge, and a supportive attitude towards the Large-scale Social Restrictions Policy. 
Apakah Pelaksanaan Program Jogo Tonggo di Dusun Pelem Kabupaten Rembang Efektif? Rizani Shofi; Sutopo Patria Jati; Ayun Sriatmi
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.61712

Abstract

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengeluarkan Instruksi Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pemberdayaan Masyarakat Dalam Percepatan Penanganan COVID-19 Di Tingkat Rukun Warga (RW) Melalui Pembentukan Satuan Tugas (SATGAS) Jogo Tonggo. Desa Sendangasri merupakan salah satu desa di Kabupaten Rembang yang menerapkan Jogo Tonggo tepatnya di Dusun Pelem. Pada awal bulan Juli dilaporkan terdapat 1 kasus positif covid-19 di Dusun Pelem. Artikel ini merupakan hasil penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Jogo Tonggo hanya mencakup dua bidang, yaitu bidang kesehatan dan bidang sosial keamanan. Tidak optimalnya pelaksanaan jogo tonggo dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kurangnya komunikasi antar birokrasi dalam mensosialisasikan jogo tonggo, satgas belum memahami pedoman pelaksanaan program sehingga tidak mengetahui tugas, fungsi dan kewenangannya. Kewenangan pelaksana yang terbatas akibat tidak adanya SK serta adanya ketergantungan yang tinggi terhadap pemerintah desa dalam perencanaan program dan pemenuhan sumber daya.Regional Government of Central Java Province issued Instruction Number 1 of 2020 concerning Community Empowerment in Accelerating Handling of COVID-19 at the Rukun Warga (RW) through the Establishment of a satgas Jogo Tonggo. Sendangasri is  one of the villages in Rembang Regency, which implements Jogo Tonggo, precisely in Pelem Hamlet. In July, Pelem Hamlet has reported a positive case of Covid-19. This article is based on qualitative research with a descriptive approach. The results of this study indicate that the implementation of jogo tonggo in Pelem Hamlet covers two sectors namely the health sector and the social security sector. The implementation of jogo tonggo has not been running optimally due to lack of communication between the bureaucracy in socializing jogo tonggo program, the implementers does not understand the guidelines so they do not know their duties, functions and responsibilities. Limited authority of implementers because there is no organization decree. Theres is high dependence on village governments in program planning and fulfillment of resources.
Perbedaan Tingkat Kepuasan Ibu Hamil Pendampingan Langsung dan Telemedicine Selama Pandemi Covid-19 Emi Widiarti Cahyati; Ayun Sriatmi; Eka Yunila Fatmasari
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.67645

Abstract

Pemerintah Kota Semarang membuat strategi pendampingan ibu hamil selama pandemi COVID-19 menggunakan dua model pendampingan yaitu pendampingan langsung dan telemedicine sebagai pencegahan terhadap penyebaran kasus COVID-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan kepuasan antara ibu hamil yang mendapatkan pendampingan langsung dan ibu hamil yang mendapatkan model telemedicine. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini terdiri dari 110 sampel ibu hamil yang dibagi menjadi dua kelompok secara merata baik untuk model pendampingan langsung maupun model telemedicine. Pengambilan data dilakukan melalui online menggunakan google form yang disebarkan secara personal kepada ibu hamil melalui whatsapp mesengger. Terdapat dua metode yang digunakan untuk menunjukan tingkat kepuasan dalam penelitian ini, yaitu analisis univariat dengan tabel frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Mann-Whitney U. Analisis univariat menunjukan tingkat kepuasan yang lebih baik dari mereka yang menerima model telemedicine dibandingkan dengan model pendampingan langsung. Analisis bivariat menunjukan adanya perbedaan tingkat kepuasan antara dua kelompok sampel (sig. = 0,020), pada aspek hubungan petugas-ibu hamil (sig. = 0,013), aspek kenyamanan (sig. = 0,013), serta aspek pengetahuan dan kompetensi petugas (sig. = 0,008). Dengan demikian disarankan Dinas Kesehatan Kota Semarang untuk melakukan mix model pendampingan, mengembangkan teknologi telemedicine, dan meningkatkan pendampingan model telemedicine untuk masa depan.
Development Model of Perinatal Death Surveilance and Response (PDSR) in Semarang City, Indonesia Sutopo Patria Jati; Rani Tiyas Budiyanti; Nikie Astorina Yunita Dewanti; Ayun Sriatmi; Martini Martini
JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Vol 8, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta in Clollaboration with ADMMIRASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmmr.8181

Abstract

The infant mortality rate is the important things to measure health status and achievement of Sustained Development Goals (SDGs). It can be used to audit the cause of perinatal death and used to planning program to prevent the death. In addition, data on perinatal deaths must be recorded in terms of population administration. The problem is underreported perinatal death so that data not valid. This is because many government stakeholder such as Health Office, Administrative Village, Family Empowerment and Welfare (PKK), and the Information and Communication Department has reported and recorded perinatal death themself but not integrated. This study aims to develop a concept of integrated perinatal death report and record. This research is qualitative research with following steps advocation, initial assessment, and development models through interview, observation, and Focus Group Discussion methods. The result of this study is existing condition and concept model that can integrate of  perinatal death record and reported. The concept model in Semarang City, Indonesia can be done in two ways. First, data comes from the Health Office (SIM-KIA). Second, data comes from Administrative Village and Family Empowerment and Welfare (PKK). All of the data forwarded to the Integrated Data Integration System (SIDADU) in Information and Communication Service in Semarang City. To support the validity of data, the Health Office should identify all public and private health facilities related to perinatal care. The local government should release Circular Letter concerning the notification of services regarding the recording and reporting of perinatal deaths in Administrative Village.
ANALISIS SISTEM MANAJEMEN DALAM KEGIATAN PENJARINGAN KESEHATAN ANAK SEKOLAH DASAR DI PUSKESMAS KABUPATEN DEMAK Cicilia Ninik S; Atik Mawarni; Ayun Sriatmi
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 5 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.491 KB)

Abstract

Salah satu faktor penting keberhasilan sistem penjaringan kesehatan anak SD adalah peran manajemen Puskesmas dalam pengelolaan program tersebut. Peran manajerial Puskesmas terkait program tersebut adalah dalam perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan.  Berdasarkan data dari DKK Kabupaten Demak, cakupan penjaringan kesehatan anak SD tahun 2011 adalah 100%. Penelusuran lebih lanjut ternyata hasil cakupan yang dihitung adalah hanya berdasarkan jumlah SD yang dilakukan program penjaringan yaitu 683 SD. Berdasarkan petunjuk teknis dari program penjaringan kesehatan anak sekolah, seharusnya perhitungan cakupan berdasarkan jumlah murid SD yang diperiksa kesehatannya oleh tenaga kesehatan atau tenaga terlatih disuatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu dibagi dengan jumlah murid SD dan setingkat pada suatu wilayah kerja dalam kurun waktu yang sama dikalikan 100%. Langkah persiapan Tim Penjaringan, Puskesmas dan DKK Kabupaten Demak belum menyusun perencanaan yang baik dan terstruktur. Pelaksanaannya juga belum baik, pengawasan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan belum dilaksanakan, pencatatan-pelaporan akhir kegiatan juga belum berjalan. Akibat aspek input yang belum dikelola baik maka akan berpengaruh terhadap berjalannya fungsi manajemen di Puskesmas, yang akhirnya menentukan ouput dan outcome dalam sistem penjaringan kesehatan tersebut.Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif melalui observasi dan wawancara mendalam. Informan utama penelitian ini adalah 8 orang terdiri 4 penanggung jawab UKS dan 4 orang pelaksana UKS dan informan triangulasi terdiri dari 4 orang Kepala Puskesmas, 4 orang Guru UKS, 4 orang Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan, 1 orang Kasi UKS DKK yang diambil secara purposive. Pengolahan dan analisis data penelitian menggunakan metode content analysis.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam sistem manajemen penjaringan kesehatan anak SD di Puskesmas Kabupaten Demak pada 1) aspek input, a) petugas yang terlibat langsung masih kurang, baik perawat, perawat gigi, petugas gizi, petugas laboratorium, petugas promosi kesehatan, dan guru/wali kelas; belum pernah ada yang mengikuti pelatihan. Kendalanya jadwal penjaringan bersamaan dengan program yang lain atau undangan rapat ke DKK sehingga tim tidak lengkap dalam melaksanakan kegiatan; b) dana khusus untuk penjaringan dari dana BOK untuk transportasi tim; c) sarana prasarana berupa set THT, set gigi, timbangan, tensimeter, stetoskop, alat periksa mata, senter yang dimanfaatkan baik sehingga penjaringan tetap berjalan; sarana dikelola oleh bendahara barang namun tidak dilakukan pemeliharaan berkala dan kalibrasi; d) tim berpedoman pada buku petunjuk teknis penjaringan kesehatan anak SD yang telah disosialisasikan ke Tim dan dipahami. 2) Aspek proses : a) perencanaan dilakukan melalui lokakarya mini dengan pembentukan tim, menyusun anggaran, penyusunan jadwal dan pengumpulan alat-alat dilakukan oleh penanggung jawab program penjaringan. b) pengarahan dan sosialisasi penjaringan kepada Tim dilakukan oleh Kepala Puskesmas saat lokakarya mini, Koordinasi antara Kepala Puskesmas dengan Tim dilakukan ketika ada surat edaran penjaringan. Penanggung jawab UKS mempersiapkan rencana kegiatan di wilayah Puskesmas masing-masing. Motivasi oleh Kepala Puskesmas kepada tim dengan pemberian uang transport kegiatan, sedangkan motivasi semangat kerja tidak pernah diberikan. Tim melakukan pemeriksaan keadaan umum, fisik, gigi dan mulut, penilaian status gizi, pemberian obat cacing untuk semua anak dan pemeriksaan mental emosional, namun tidak melakukan pemeriksaan anemia dan kecacingan, mental emotional, kesegaran jasmani, pemberian garam beryodium. Apabila tim tidak lengkap/berhalangan maka tugasnya dikerjakan oleh anggota tim yang hadir. Kepala Puskesmas sebagai supervisor jarang melakukan pemantauan langsung kegiatan. c) Mekanisme pencatatan dan pelaporan hasil kegiatan dilakukan dengan merekap kegiatan tersebut sesuai dengan format dalam petunjuk teknis dan dilaporkan ke DKK oleh penanggung jawab program Puskesmas. Tidak semua Kepala Puskesmas supervisi dan monitoring pelaksanaannya. 3) Aspek output, penyakit yang ditemukan pada penjaringan adalah ISPA, penyakit kulit, gigi caries, penyakit gondok. Kendalanya pada pengisian format pencatatan dan pelaporan hasil penjaringan perlu waktu lama,  tim tidak hadir semua saat kegiatan dan masih ada siswa yang tidak masuk sekolah.
Analysis on Nutrition Replacement Therapy Program for Undernourished Children in Jombang District Miftahul Mualimah; Apoina Kartini; Ayun Sriatmi
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 2, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.24 KB) | DOI: 10.14710/jmki.2.1.2014.%p

Abstract

AbstrakPrevalensi status gizi balita di Kabupaten Jombang (2008-2011) yang dinilai dari BB/U, TB/U dan BB/TB cenderung turun. Pada tahun 2009 PemKab Jombang membuat suatu kebijakan dalam penanggulangan masalah gizi dengan tema “BERTABUR BINTANG”. Salah satunya dibentuk TPG, dalam 2 tahun TPG yang sudah terbentuk 102 TPG. Survey pendahuluan menunjukkan bahwa kurangnya pengetahuan kader terkait TPG sehingga kader kurang aktif, sikap cenderung positif tetapi partisipasi masyarakat masih kurang, dukungan dari keluarga sebagian besar hanya mengingatkan saja, tidak ada anggaran lebih dari desa, supervisi dari puskesmas belum rutin. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa bagaimana pelaksanaan TPG yang ditinjau dari variabel pengetahuan, sikap, persepsi tentang supervisi, ketersediaan sumber daya dan dukungan serta dari aspek pelaksana maupun pembina.Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Populasi terbagi menjadi 2 yaitu bidan desa sebagai pembina dan kader kesehatan sebagai pelaksana. Informan utama 8 bidan desa dan 8 kader dari 4 puskesmas terpilih dengan kriteria puskesmas yang mempunyai angka prevalensi gizi kurang yang tinggi dan rendah dan juga berdasarkan wilayah geografis. Informan triangulasi tingkat pembina yaitu 8 perangkat desa, 4 petugas gizi puskesmas dan Kasie Gizi Dinas Kesehatan, sedangkan informan triangulasi tingkat pelaksana yaitu 8 ibu balita. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi sedangkan analisisnya dengan content-analysis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kader terkait TPG masih kurang karena belum ada pelatihan bagi kader terkait TPG, pelatihan terkait positif deviance hanya untuk bidan itupun belum semua bidan dan juga petugas gizi. Sikap kader positif dalam mendukung TPG karena dapat membantu menanggulangi balita dengan masalah gizi, tidak ada juknis dan juklak untuk TPG. Dana untuk program TPG sudah berasal dari swadaya masyarakat yang berupa donatur, jimpitan dan ADD tetapi dalam pelaksanannya dana masih menjadi kendala utama. Sarana prasarana dari Dinas Kesehatan hanya berupa peralatan masak, makan dan minum serta papan TPG selebihnya memakai peralatan posyandu. Pelaksanaan supervisi selama ini tidak terjadwal begitu juga dengan materi tidak terstruktur serta lebih bersifat insidentil, dukungan baik dari keluarga maupun masyarakat lebih berupa informasi verbal dan masyarakat masih kurang berpartisipasi. AbstractPrevalence of under-five nutritional status in Jombang district (2008-2011), measured by BB/U, TB/U, and BB/TB tended to decrease. In 2009, Jombang district government developed a policy for controlling nutritional problems with the theme: Bertabur Bintang (scattered stars). One of activities for controlling nutritional problems was to build therapeutic feeding center (TPG); in the last two years, 102 TPGs have been established. Preliminary survey indicated that cadres knowledge related to TPG were insufficient; as a consequence, cadres were non active. Attitude of the cadres was positive, however, community participation was low; supports from members of the family were mostly only reminding the people; no village spare funding was available; routine supervision from a primary healthcare center (puskesmas) was not available. Objective of this study was to analyze the implementation of TPG viewed from knowledge, attitude, perception on supervision, availability of resources, support variables; and also viewed from executor and supervisor aspects.This was a descriptive-qualitative study. Study population was divided into two: village midwives as supervisors and health cadres as executors. Main informants were eight village midwives and eight cadres from four selected puskesmas. These Puskesmas were selected based on selection criteria: puskesmas with high and low prevalence of moderate malnutrition, and based on geographical area. Triangulation informants from supervisor level were eight village government office staffs, four puskesmas nutrition workers, and a head of nutrition section of district health office. Triangulation informants from the executor level were eight mothers of under-five children. Data were collected through in-depth interview and observation. Content analysis was applied for data analysis.Results of the study showed that cadres knowledge related to TPG were insufficient due to no TPG related trainings for cadres; training related to positive deviance was only for midwives, and not all midwives and nutrition workers received the training. Cadres attitude were positive in supporting TPG, they believed that what they did would help controlling nutritional problems for under-five children. No technical and implementation guidelines for TPG. Funding for TPG program was from the community, it was in the form of donation, ‘jimpitan’, and ADD. However, in the implementation of TPG funding was still a main problem. Facilities from district health office were in the form of cooking and eating wares and TPG notification board; the rest of facilities for TPG was using posyandu facilities. Supervision was not scheduled or incidental and materials for supervision were not structured. Supports from family members and community were mostly in the form of verbal information; community participation was low.
Co-Authors - Rudiansyah Ade Kurniasari Adi Nugroho Adi, Mateus S. Adilah, Annida Nur Aditya Kusumawati, Aditya Adriana Egam Adriana Palimbo afiyah hidayati Agushybana , Farid Ahmad Saroni Aina, Sitta Nur Ajeng Retno Yunita Albrina Roza Rezkillah Alifa Rizqia Rachmawati Alimah, Ulya Alvira Putri Calista Amalia Ninggar Amalia Shabrina Fitri Amini, Musdalifah Nor Ana Puji Astuti Ana Pujianti Harahap Ananda Suryo Adi Prayogo Anastasia Wulandari Andini Aridewi ANDRI PURNOMO Anggi Septia Irawan Anjelika, Ratna Anneke Suparwati Anneke Suparwati ANNISA RAHMAWATI Antonia Novika Siswati Antono Surjoputro Antono Suryoputro Antono Suryoputro Apoina Kartini Apriliana Susilowati, Apriliana Arie Sulistiyoningrum Arie Sulistiyoningrum Arina Noor Eka Rachmawati Arinta Riza Andriani Arista, Herlin Ika Yuni Arman Wokas Armunanto, Armunanto Arnia Dian Kusuma Devi Arsita, Alma Nofia Mega Arum Prihatiningsih Arum Rohana Aryani Pujiyanti Asfiya, Nissa Atul Asih Dwi Astuti Astuti, Eka Kristia Ayu Astutik, Risa Septi Atik Mawarni Atik Mawarni Aulia Nur Hidayati Bagoes Widjanarko Bahtiar Bahtiar Bina Kurniawan Bintang Agustina Pratiwi BUDIYONO Budiyono Budiyono Budiyono Budiyono Cahya Tri Purnami Cahya Tri Purnami Cahya Tri Purnami, Cahya Cahyaningsari, Brillian Ayu Camellia, Arta Celica Triulfah Maharani Chairunnisa Putri, Nabilla Cicilia Ninik S Desyana Indira Putri Deviana, Dika Deviani Saskia Putri Dewi Susilowati Dewi, Bella Rossana Dewi, Fitriana Tungga Dian Hasanah Ramli Diana Andriyani Pratamawati Dianti Oktadevi Dianti Oktadevi Didik Ariwibowo Djati, Isti Sulistyana Dwi Ayu Tirtaningrum Eka Kristia Ayu Astuti Eka Yunila Fatmasari Eka Yunila Fatmasari Eka Yunila Fatmasari, Eka Yunila Elisabeth Samaran Elzina De Fretes Emi Widiarti Cahyati Emy Shinta Dewi Erlin Friska Fachrudin, Nur Millati Hanifah Falentine Lidya Telussa Fara Aulia Oktaviani Farid Agushybana Farid Farid Agushybana Fatmasari, Yunila Fatwa Firdhaus, Oki Ino Feby Rahmawati, Feby Firdhaus, Oki Ino Fatwa Firdiah, Mutia Rizqa Firmansyah Kholiq Pradana PH Friska, Erlin Hamida H. Siregar Handayani, Novia Handayani, Novia Hapsari, Kanya Harahap, Ana P. Harahap, Ana Pujianti Hardi Warsono Hardiyanti, Tutut Okta Hartini Hartini Hartono Hartono Henry Setyawan Susanto Henry Setyawan Susanto Henry Setyawan Susanto Hermawati Hermawati Husnan Khair, Muhammad Dyas I Nyoman Agus Suarya Putra INDAH KURNIAWATI Indana Aziza Putri Inna Maulina Insani, Rachel Ivonieta Intan Rahayu Utami, Intan Rahayu Ira Yusnita Irana Eka Wardana Irmawati Irmawati Isti Sulistyana Djati Iwamizu, Yuko Iwan Yunianto Jauhanita, Denisa Jhovia Aloedya Pramana Joyo Minardo Juli Mrihardjono Karimah, Nadzar Akhlaqul Karyono Karyono Khalishah, Jihan Nurul Qamariah Khasna Fikriya Krisnamurti Krisnamurti Kunsianah Kunsianah Laily Maghfira Noor Ridarsyah Laksmono Widagdo Lathifah Safaatul Uzhma Lestari, Marselli Widya Lina Dwi Yoga Pramana Linda Ismawati Lolita Indah Pradini Lucia Ratna Kartika Wulan M. Abdurrahman Shidiq Mabrukah, Aina Manurung, Togar Hasudungan Margaretha Inadyas Verganza Margaretha Triana Martha Irene K Martha Irene Kartasurya MARTINI Martini Martini Mateus Sakundarno Adi, Mateus Sakundarno Maynisa Puspita Kusuma Wardani Mela Nofitri Melinda Novitasari Meytri Saraswati Miftahul Mualimah Mohamad Endy Y Yulianto Mohd Ridwan Muhammad Dyas Husnan Khair Mumpuni Sari Kusumastuti Muslimah Muslimah Mustofa, Syamsulhuda Budhi Mya Rosiana Naintina Lisnawati Nikie Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Yunita Dewanti Nila Nafisatul Izzah Ninik S, Cicilia Nirwesti, Wahyu NOVA LISTIANA Nur Khafidhoh, Nur Nur Laili Agustin Nur Setiawati Dewi Nurfrida Pratomo Putri Nurhasmadiar Nandini Nurhasmadiar Nandini Nuridzin, Dion Zein Nurjazuli Nurjazuli Nurrachma, Adennisa Yunitasari Okta Hardiyanti, Tutut Oktadevi, Dianti Pangestika, Windiana Wahyu Paramita, Nadinda Maretta Diah Petosutan, Kenny Pramono Apriawan Wijayanto Pramono Apriawan Wijayanto Pratiwi , Setyo Endah Pratiwi, Setyo Endah Prihatiningsih, Arum Prisma Armaya Puji Hastuti PUJI LESTARI Pujianti Harahap, Ana Purnami, Cahya T. Purwanto, Edy Dwi Putri Asmita Wigati Putri Asmita Wigati Putri, Nabilla Chairunnisa Rahfiluddin, Mohammad Zen Rani Tiyas Budiyanti Ratna Nur Pujiastuti Retno Hestiningsih Retno Mariani Reza Fadly, Teuku Rezkillah, Albrina Roza Rida Krita Imaroh Rika Rejeki Rini Oktaviani Handayani Risa Rahayu Risa Tri Anggraeni Riski Malimpa Rizani Shofi RIZCARACHMAKURNIA, NAFIZTA Rizka Laila Rachmawati Ronald Mahudin Rosalinda Trajuningtyas Rosmala Kurnia Dewi Rosmila Tuharea S.A. Nugraheni Sabrilla Putri Gotama Santosa, Damai Saputro, Wisnu Adhi Sari , Lisnia Sari Ningsih Sari Ningsih Sasi, Erlina Nawang Seno Darmanto Seno Darmanto Septo Pawelas Arso Setyaningrum, Dian Sinta Wati Siti Alfani Siti Alfani Sokhiyatun Sokhiyatun Sri Achadi Nugraheni SRI RAHAYU Sri Rulihari Sri Suwitri Sri Widuri Retnoningrum Utami Jatiputri Sri Winarni Sri Yuliawati Suhartono Suhartono Suhartono, Suhartono Sulastri Sulastri SULISTIYANI SULISTIYANI Sulistyana Djati, Isti Surjoputro, Antono Sutopo Patria Jati Syahidah, Putri Nadya Syamsulhuda BM Tianto, Albert Tio Dora Ultaria S. Tjahjono Kuntjoro Tjahjono Kuntjoro Togar H Manurung Togar Hasudungan Manurung Togar Hasudungan Manurung Trianita Eka Pamundhi Tungga Dewi, Christin Hiyana Tunggal, Indayah Dewi Unzila, Erliana Ustriyaningsih, Ustriyaningsih Viona Febya Pangestika Vivin Fitria Anggraeni WATI, DEWI KUSUMA Widyaputri, Anak Agung Ayu Wanda Wijayanto, Pramono Apriawan Wiranti Wiranti Wiwid Novitaria Wiwik Trapsilowati Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Yokbeth Kareth Youke A. Supit Yulfiana Yulfiana, Yulfiana Yuliati, Erni Yuniarto Yuniarto, Yuniarto Zahroh Shaluhiyah