p-Index From 2021 - 2026
16.63
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Media Kesehatan Masyarakat Indonesia JURNAL GIZI INDONESIA Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat LINK Jurnal Riset Kesehatan Jurnal Kesehatan Andalas Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia MEDISAINS Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Jurnal Kebidanan Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Jurnal Ilmiah Mahasiswa Dentino: Jurnal Kedokteran Gigi Public Health of Indonesia IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Jurnal Preventia Jurnal Kesehatan Jurnal Bahasa Rupa Promotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Kesehatan Vokasional Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Jurnal SOLMA Jurnal Keperawatan Silampari Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Al-sihah: The Public Health Science Journal Journal of Maternal and Child Health Amerta Nutrition Holistik Jurnal Kesehatan Manuju : Malahayati Nursing Journal Unnes Journal of Public Health Jurnal Kesehatan Indonesia Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Jurnal Ners Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan BALABA (JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA) Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Diversity: Disease Preventive of Research Integrity MAHESA : Malahayati Health Student Journal Journal of Community Development Devotion: Journal of Research and Community Service Madu : Jurnal Kesehatan Narra J Interdisciplinary Social Studies Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) International Journal of Science and Society (IJSOC) Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Jurnal Pengabdian Vokasi Berita Kedokteran Masyarakat Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Eduvest - Journal of Universal Studies Jurnal Keperawatan Journal of Public Health and Pharmacy JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Borneo Journal of Pharmacy Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Holistik Jurnal Kesehatan Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Proceeding Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Jurnal Info Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of Determinant Factors of Midwives Behaviour on the Implementation of Infection Prevention Standard at Family Planning Services in Malang District Sulastri Sulastri; Zahroh Shaluhiyah; Ayun Sriatmi
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 2, No 2 (2014): Agustus 2014
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.722 KB) | DOI: 10.14710/jmki.2.2.2014.%p

Abstract

AbstrakAplikasi pelayanan KB oleh bidan membutuhkan kepatuhan melaksanakan kewaspadaan standar (standar precaution) untuk memenuhi prasyarat pelayanan KB yang bermutu karena risiko infeksi dapat terjadi pada KB IUD dan Implant. Berdasarkan wawancara masih ada sebagian bidan belum melaksanakan pencegahan infeksi sesuai standar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengetahuan, sikap, motivasi, persepsi bidan tentang supervisi dan kelengkapan sarana prasarana terhadap perilaku standar pencegahan infeksi pelayanan KB di Kabupaten Malang.Desain penelitian cross sectional dengan pendekatan kuantitatif, pengambilan sampel metode Simple Random Sampling, dengan kriteria inklusi: bidan yang bekerja di wilayah Kabupaten Malang, bidan yang memberikan praktik mandiri, dan mempunyai latar belakang pendidikan minimal D3 kebidanan sejumlah 131 responden.Hasil Penelitian menunjukkan pengetahuan bidan rendah 45,8%, sikap bidan kurang baik 43,5%, motivasi bidan rendah 49,6%, persepsi mengenai supervisi kurang baik 46,6%, sarana prasarana tidak lengkap 45,0%, perilaku pencegahan infeksi tidak sesuai standar 49,6%. Ada hubungan pengetahuan bidan, sikap bidan, motivasi bidan, persepsi bidan mengenai supervisi, dan sarana prasarana dengan perilaku standar pencegahan infeksi. Ada pengaruh secara bersama-sama antara pengetahuan (Exp (B) = 19,293), sikap (Exp (B) = 6,691), motivasi (Exp (B) = 12,112), dan sarana prasarana (Exp (B) = 34,458) terhadap perilaku standar pencegahan infeksi.Saran: untuk meningkatkan perilaku bidan dalam pelaksanaan standar pencegahan infeksi perlu dilakukan pembinaan dan memotivasi secara terus menerus kepada bidan agar melengkapi sarana prasarana sesuai SOP, dan meningkatkan pengetahuan melalui pelatihan atau seminar, serta melakukan supervisi bekerjasama antara Dinas Kesehatan dengan IBI. AbstractApplication of family planning (KB) service by midwives required an obedience to implement standard precaution in order to fulfill requirement of a qualified KB service. Risk of infection could occur in KB IUD and Implant. Based on the interview, not all midwives implemented infection prevention according to the standard. Objective of this study was to analyze the influence of knowledge, attitude, motivation, and perception of midwives regarding supervision and completeness of facility toward midwives behaviors on the infection prevention standard in the KB service in Malang district. This was a quantitative study with cross sectional approach. Samples were selected using simple random sampling method. Inclusion criteria applied in this study were midwives who worked in the Malang district area, conducted self employed (mandiri) practice, and had D3 in midwifery as a minimum level of education. The number of respondent was 131 respondents. Results of the study showed that knowledge of midwives was insufficient (45.8%); attitude of midwives was not good (43.5%); motivation of midwives was inadequate (49.6%); facilities were not complete (45.0%); infection prevention behavior was not according to the standard (49.6%). Associations were shown between midwives behavior on the infection prevention standard and midwives’ knowledge, attitude, motivation, perception on supervision, facilities. Joint effect was shown among knowledge (Exp (B)= 19.293), attitude (Exp (B)= 6.691), motivation (Exp (B)= 12.112), and facilities (Exp (B)= 34.458) toward midwives behavior on the infection prevention standard. To improve behavior of midwives in the implementation of infection prevention standard, it is needed to guide and to motivate midwives to complete facilities according to SOP; Improvement of midwives’ knowledge through training or seminars is required. Supervision was needed in collaboration with district health office and IBI.
Evaluation on the Implementation of Mobile Clinic Program in Maternal Health Service in Sorong City of West Papua Province Adriana Egam; Martha Irene Kartasurya; Ayun Sriatmi
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 1, No 2 (2013): Agustus 2013
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.839 KB) | DOI: 10.14710/jmki.1.2.2013.%p

Abstract

Kementerian  Kesehatan  melaksanakan  program Mobile  Clinic,  untuk  lebih  mendekatkan  akses  pelayanan  kesehatan  pada  masyarakat di  Tanah  Papua.  Target  cakupan  mobile  clinic masih  belum tercapai,  walaupun  biaya  yang  dikeluarkan  sangat  besar.  Tujuan penelitian  adalah  melakukan  evaluasi  pelaksanaan  program mobile  clinic  dalam  pelayanan  kesehatan  ibu  di  Kota  Sorong  Propinsi  Papua  Barat.  Jenis  penelitian  ini  adalah  deskriptif  kualitatif, Informan  utama  adalah  seluruh  tim  mobile  clinic Kota  Sorong.  Informan  triangulasi  adalah  kader  mobile  clinic dan pengelola program mobile clinic. Pengumpulan data dilakukan melalui indepth interview dan focus group discussion. Pengolahan data dilakukan dengan metode analsis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan sudah dilakukan oleh semua tim mobile clinic. Ada kendala keterbatasan tenaga pada 2 puskesmas sehingga perlu penunjukan tenaga pelaksana dari unit kerja lain. Pengorganisasian dengan pemberdayaan kader sudah terlaksana dengan baik. Pada  penggerakkan  dan  pelaksanaan  terdapat  dua    kebijakan  yang  tidak sesuai  Juknis  yakni  penambahan  tenaga  dan  pergantian  personil  TMC  (Tim  Mobile  Clinic).  Penambahan  tenaga  meningkatkan  pencapaian   cakupan   dan   penambahan   jenis   pelayanan   yaitu   ANC terpadu.  Pergantian  personil  TMC  pada  tenaga  yang  tidak  dilatih berdampak  tidak tercapainya  target  cakupan. Kerjasama tim, lintas program dan lintas sektoral terjalin baik.Pelaporan tidak lengkap dan  supervise  yang  dilakukan  tidak  memberikan masukan.  Sulitnya  jangkauan  dan  besarnya  biaya  transportasi  tidak  menghambat  pelayanan karena  didukung  alokasi  dana  yang  memadai.  Direkomendasikan agar program dilakukan kembali dengan perbaikan petunjuk teknis dan biaya yang disesuaikan dengan Perda Ministry of Health implemented mobile clinic program to bring health service access closer to the community in Papua land. Target coverage of mobile clinic program was not attained, although the cost spent was very high. Objective of the study was to evaluate the implementation of mobile clinic program in maternal health service in Sorong city of West Papua province. This was a descriptive-qualitative study. Main informants were all team of mobile clinic of Sorong city. Triangulation informants were mobile clinic cadres and mobile clinic managers. Content analysis was applied in the data management. Results of the study showed that planning had been done by all mobile clinic teams. There were limited staffs in two primary healthcarecenters(puskesmas), and this situation allowed choosing executor workers from other work units. Organizational activities with empowerment of cadres had been done properly. There were two policies that did not agree with technical guidelines in the actuating and implementing of the program namely addition of staffs and changing of mobile clinic team (TMC) personnel.Addition of the staffs increased coverage and added type of service. The added type of service was an integrated antenatal care (ANC). The change of TMC personnel with untrained personnel caused a fail to attain the target coverage. Collaboration among teams, cross programs and sectors had been performed well. Reporting was not good, and supervision done did not provide inputs. Difficulty in reaching location and expensive transportation costs did not hamper services due to sufficient funding allocation support. Reimplementation of the program with technical guidance improvement and budget aligned with Perda is recommended.
Implementation Screening Program of the “Prevention of Mother to Child Transmission of HIV” (PMTCT) by Midwives in Health Center at Sorong West Papua. Elisabeth Samaran; Zahroh Shaluhiyah; Ayun Sriatmi
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 1, No 3 (2013): Desember 2013
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.655 KB) | DOI: 10.14710/jmki.1.3.2013.%p

Abstract

Berdasar data DKK Sorong 2010, dari total wanita penderita HIV/AIDS, 83,5% wanita usia reproduktif, yang sebagian besar tertular dari suami. Ketika hamil, terjadi resiko penularan HIV pada bayi. DKK Sorong telah melaksanakan program PMTCT dan memberikan pelatihan VCT-PMTCT pada tenaga kesehatan di puskesmas. Jumlah ibu hamil yang berkunjung ke klinik ANC-PMTCT sebanyak 2325 ibu hamil. Dari jumlah tersebut yang mendapat konseling pra-tes 1.171 ibu (50,36%). Dari yang mendapat konseling pra-tes dan melakukan tes HIV1.005 ibu (85,82%) dan ditemukan serologis positif HIV sebanyak 20 ibu (1,99%). Tujuan penelitian menjelaskan implementasi programPMTCT) di puskesmas.Jenis penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam pada informan utama bidan koordinator puskesmas dan informan triangulasi adalah Kepala Puskesmas, Kasie KIA dan Kasie Yankes DKK, sedangkan pada ibu hamil, data dikumpulkan melalui FGD.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi PMTCT telah dilakukan DKK melalui pelatihan dan kunjungan lapangan. Bidan juga melakukan sosialisasi pada ibu hamil yang pertama kali berkunjung untuk periksa hamil. Sosialisasi secara verbal dengan penyuluhan dan berkelompok. Bidan dari puskesmas yang program PMTCT baik telah melakukan langkah konseling pre-tes, testing HIV dan konseling post-test. Pada puskesmas yang program PMTCT tidak berjalan, bidan hanya menjelaskan manfaat PMTCT tetapi tidak pernah menyarankan untuk melakukan test darah. Pengetahuan dan sikap bidan sudah baik terutama dalam memberikan penyuluhan, sosialisasi dan informasi tentang HIV/AIDS dan PMTCT. Jumlah tenaga terlatih PMTCT dan sarana prasarana terbatas, terutama ruang khusus konseling serta laboratorium. Tidak ada regulasi khusus terkait PMTCT kecuali Pedoman Nasional PMTCT yang dikeluarkan oleh Kemenkes. Ada SK tentang puskesmas PMTCT dan pelaksanaannya menggunakan pedoman alur yang dibuat puskesmas berdasarkan kesepakatan dengan DKK. Dukungan pimpinan dan rekan sejawat dalam PMTCT di puskesmas baik.DKK perlu mengalokasikan anggaran secara bertahap untuk pelatihan PMTCT bagi bidan yang belum dilatih dan melengkapi sarana prasarana yang dibutuhkan terutama ruang khusus konseling dan laboratorium. Perlu reward yang dapat memotivasi bidan dan pembinaan yang terjadwal rutin. Based on Sorong city health office (DKK) data in 2010, 83.5% women with HIV/AIDS were in the productive age group, and the majority of them were transmitted from their husbands. Risk of HIV transmission to a baby occurred during pregnancy. DKK Sorong had implemented PMTCT program and given VCT-PMTCT training to health workers of primary healthcare centers. The number of pregnant women visited ANC-PMTCT clinic was 2325 women. Among them, 1.171 (50.36%) received pre testing counseling. Among women who received pre-testing counseling, 1.005 women conducted HIV1 test, and positive HIV was found in 20 women (1.99%). Objective of this study was to explain the implementation of PMTCT in the primary healthcare center (puskesmas). This was a descriptive study using qualitative method. Data were collected through in-depth interview to main informants and triangulation informants. Main informant was coordinator midwives in the puskesmas. Triangulation informants were heads of puskesmas, a head of KIA section of DKK, a head of Health Service section of DKK, and pregnant women. Data from pregnant women were collected through focus group discussion.  Results of the study showed that PMTCT socialization had been done by DKK through trainings and field visits. Midwives had done socialization to pregnant women who conducted antenatal visit for the first time. Verbal socialization was conducted by giving education, and it was done in groups. Midwives from puskesmas with good PMTCT had conducted pre-test counseling, HIV testing, and post-test counseling. In the puskesmas with improper PMTCT program, midwives only explained the benefit of conducting PMTCT; they did not suggest pregnant women to do blood test. Knowledge and attitude of midwives were sufficient specifically when they gave education, socialization, and information about HIV/AIDS and PMTCT. The number of skilled workers on PMTCT and facilities were limited; specific limitation on facilities was on the availability of specific rooms for counseling and laboratory. No specific regulations related to PMTCT except National guideline on PMTCT issued by Ministry of Health was provided. There was a decree regarding PMTCT puskesmas; the implementation of this decree was done by using flowchart guideline made by puskesmas with the agreement from DKK. Support for PMTCT from the leader and colleague in the puskesmas was good. Suggestions for DKK are to allocate the budged, in stages, for PMTCT trainings for midwives who have not received training, to complete facilities especially specific rooms for counseling and laboratory. Rewards that motivate midwives and routine scheduled supervision are required.
Analysis on the Reasons for Selecting Birth Attendants by Delivery Mothers at Semarang Regency Ana Puji Astuti; Martha Irene Kartasurya; Ayun Sriatmi
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 2, No 3 (2014): Desember 2014
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.85 KB) | DOI: 10.14710/jmki.2.3.2014.%p

Abstract

AKI dan AKB di Kabupaten Semarang masih tinggi yaitu 146,24/100.000 KH dan 13,40/1000 KH pada tahun 2011. Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan menurun dan masih terdapat 410 persalinan oleh dukun dengan 0,24 % kematian ibu pada tahun 2011. Hal ini terjadi meskipun sudah dilakukan kemitraan bidan dukun dan jampersal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis alasan pemilihan penolong persalinan oleh ibu di Kabupaten Semarang. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan observasi. Subyek penelitian terdiri dari informan utama sejumlah 8 ibu bersalin (4 ibu bersalin oleh dukun dan 4 ibu bersalin oleh bidan) dan 17 informan triangulasi (4 suami/keluarga dari ibu bersalin dengan dukun, 4 suami/keluarga dari ibu bersalin dengan bidan, 4 tokoh masyarakat/ tokoh agama, 4 bidan koordinator dan Kepala Seksi Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan. Metode analisis data dengan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan ibu tentang persalinan sehat dan aman masih kurang. Ibu yang memilih dukun sebagai penolong persalinan bersikap negatif terhadap bidan karena bidan merobek jalan lahir. Ibu yang memilih bidan berpersepsi baik karena bidan ramah, trampil dan cekatan, ibu yang memilih dukun berpersepsi baik dalam hal perawatan post partum. Tidak adabudaya khusus dalam pertolongan persalinan baik oleh bidan maupun dukun. Kemudahan akses pada saat melahirkan merupakan faktor penentu pada pemilihan penolong persalinan. Biaya persalinan dukun terjangkau karena bersifat suka rela dan dapat berbentuk barang. Dukungan suami dan keluarga cukup kuat dalam pemilihan penolong persalinan. Disimpulkan bahwa pemilihan dukun sebagai penolong persalinan berkaitan dengan pengetahuan, sikap, persepsi mutu pelayanan, biaya dan kemudahan akses bagi ibu bersalin.AKI and AKB in Semarang district were still high, 146.24/100 000 live-birth and 13.40/ 1000 live-birth in 2011. Delivery assistance by health workers deceased, and 140 deliveries were assisted by dukun (traditional delivery assistance) with 0.24% maternal mortality in 2011. Although collaboration between dukun and jampersal (maternity insurance), yet this situation still happened. Objective of this study was to analyze reasons for selection of delivery assistance by maternities in Semarang district. Qualitative method was applied in this study. Data were collected through in-depth interview and observation. Study subjects were main informants and triangulation informants. The main informants were eight maternities (four maternities were assisted by dukun, and 4 maternities were assisted by midwives); 17 triangulation informants (four husbands/ family of maternity assisted by dukun, four husbands/ family of maternity assisted by midwives, four coordinator midwives, and a head of family health section of Semarang district health office. Content analysis was applied in the data analysis. Results of the study showed that knowledge level of mothers about healthy and safe labour was deficient. Mothers who chose dukun as their delivery assistance had negative attitude towards midwives because midwives torn the birth canal. Mothers who chose midwives had good perception towards midwives; they said that midwives were kind and skillful. Mothers who chose dukun had good perception on the post-partum management. No special culture in the delivery assistance by midwives or dukun. Accessibility to the delivery assistance when mothers were in labour was a determinant factor in the selection of the delivery assistance. Fee of delivery by dukun was reachable because it was voluntary and could be substituted by goods. Support from husband and family in the selection of delivery assistance was strong enough. In conclusion, selection of dukun as delivery assistance was related to knowledge, attitude, perception on the quality of service, fee, and accessibility for in labour mother.
Beban Unit Rekam Medis Paska Sistem Vedika BPJS di RSUD Ungaran Wulan Kusumastuti; Ayun Sriatmi; Septo Pawelas Arso; Jhovia Aloedya Pramana
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.485 KB) | DOI: 10.14710/jmki.7.1.2019.46-54

Abstract

Diterapkannya sistem implementasi verifikasi digital klaim (Vedika) oleh BPJS Kesehatan bagi fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) mengakibatkan terjadinya penarikan petugas/pekerja BPJS Kesehatan di rumah sakit pemberi FKRTL. Akibat dari diterapkannya sistem ini, unit BPJS Kesehatan Centre yang sebelumnya ada di RSUD Ungaran dan memiliki fungsi sebagai unit penanganan masalah pelayanan kesehatan peserta BPJS Kesehatan menjadi hilang. Hal ini berpengaruh kepada proses pelayanan kesehatan di RSUD Ungaran terutama dalam hal penanganan keluhan pelayanan kesehatan dan pemberian informasi perihal kepesertaan BPJS, dimana hilangnya unit BPJS Kesehatan Centre ini berdampak kepada timbulnya keluhan pelayanan kesehatan oleh pasien peserta BPJS Kesehatan. Di RSUD Ungaran, fungsi unit BPJS Kesehatan Centre ini digantikan oleh unit Rekam Medis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa beban unit Rekam Medis di RSUD Ungaran paska pemberlakuan sistem Vedika.Metode penelitian bersifat kualitatif disajikan dalam bentuk deskriptif untuk menggambarkan secara obyektif perilaku, persepsi, motivasi, dan tindakan.Dengan menggunakan analisa perspektif relatives advantage, compatibility dan complexity, hasil menunjukkan bahwa beban kerja unit Rekam Medis di RSUD menjadi bertambah karena dibebankan tugas pokok dan fungsi yang sama dengan unit BPJS Kesehatan Centre.RSUD Ungaran memerlukan solusi kebijakan berupa pembentukan unit baru untuk menangani masalah keluhan pelayanan kesehatan dan pemberian informasi terkait kepesertaan BPJS Kesehatan untuk memastikan hak dan kewajiban pasien peserta BPJS Kesehatan terpenuhi.
Performance Analysis in the Village Midwife Neonatal Care in Infants with Low Birth Weight in PHC Pati Puji Hastuti; Atik Mawarni; Ayun Sriatmi
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 2, No 2 (2014): Agustus 2014
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.579 KB) | DOI: 10.14710/jmki.2.2.2014.%p

Abstract

AbstrakDari data tahun 2009-2010 menunjukkan bahwa Kasus BBLR serta AKB yang cukup tinggi dan berdasarkan survei pendahuluan didapatkan bahwa kinerja bidan desa dalam pelayanan neonatal pada BBLR belum optimal, pencatatan hasil pelayanan neonatal belum dilaksanakan dengan baik, fasilitas/alat belum dimanfaatkan secara maksimal dan supervisi dilakukan berdasarkan laporan hasil kegiatan. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana kinerja bidan desa dalam pelayanan neonatal di Kabupaten Pati. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analitik kualitatif. Informan penelitian adalah bidan desa di wilayah Puskesmas Kabupaten Pati. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam (indepth interview) dan selanjutnya dilakukan pengolahan data menggunakan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja bidan desa dalam pelayanan neonatus belum dilaksanakan sesuai standar pelayanan neonatal pada BBLR baik dari pemberian pelayanan dan penerapan jadual pelayanan neonatal, sumber daya belum dimanfaatkan secara optimal dan ketersediaan fasilitas belum merata, serta kelengkapan alat pemeriksaan bayi dilakukan secara mandiri. Pengawasan dalam bentuk supervisi suportif dan belum sesuai dengan kebutuhan bidan desa yaitu terjadual, rutin, materi dan waktu berkaitan dengan kegiatan pelayanan neonatal pada BBLR, Jalinan kerja sama sudah dilaksanakan secara maksimal dan menyeluruh. AbstractNumber of Low Birth Weight Babies (LBWB) cases and Maternal Mortality Rate from 2009 to 2010 was high. The result of preliminary study revealed that the performance of village midwives in providing neonatal services for LBWB had not been optimal, recording results of neonatal services had not been done well, available facilities had not been used optimally, and supervision was just conducted based on the reports of activities. This research aimed to explain village midwives’ performance in providing neonatal services in District of Pati. This was descriptive-qualitative research with analytic-qualitative approach. Informants were village midwives at work area of Health Centers in District of Pati. Data were collected using indepth interview and analyzed using content analysis. The result of this research showed that village midwives in providing neonatal services had not conducted in accordance with the service standards for LBWB especially in terms of the methods and the schedule of services. In addition, resources had not been used optimally, availability of facilities had not been distributed equally, and baby proofing tools were prepared independently. Form of monitoring was supportive supervision and had not been in accordance with midwives’ necessity namely scheduled, routine, materials and time integrated with the activities of providing neonatal for LBWB. Additionally, cooperation had been done comprehensively.
Evaluation on the Implementation of Maternal and Child Health Service Reporting by Coordinator Midwives at Primary Healthcare Centers in Nabire District, Papua Province Yokbeth Kareth; Cahya Tri Purnami; Ayun Sriatmi
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 3, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.532 KB) | DOI: 10.14710/jmki.3.1.2015.%p

Abstract

Pencatatan data pelayanan KIA di Dinas Kesehatan Kabupaten nabire tidak lengkap karena data dari puskesmas  tidak masuk tepat waktu. Disisi lain, hasil PWS digunakan untuk perencanaan program KIA dalam rangkan penurunan AKI. Tujuan penelitian adalah menjelaskan pelaksanaan pencatatan data pelayanan KIA dan pelaporannya oleh Bidan Koordinator di puskesmas Distrik Nabire. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Informan utama bidan koordinator dan informan triangulasi bidan desa, kepala puskesmas dan Kasie KIA DKK. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan dianalisis dengan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puskesmas yang pencatatan & pelaporan KIA baik, bidan koordinatornya melakukan pencatatan lengkap dan mengumpulkan tepat waktu setiap tanggal 10 ke DKK. Bidan telah mendapat pelatihan khusus tentang pencatatan & pelaporan KIA. Pada puskesmas yang pencatatan & pelaporan KIA kurang baik, bikor tidak mengisi kolom-kolom isian format secara lengkap dan tidak mengerti cara mengisi format isian yang sering berubah. Bidan belum mendapat pelatihan khusus. Keberhasilan dalam kelengkapan pencatatan & ketepatan pelaporan dipengaruhi oleh kelengkapan dan ketepatan pelaporan bidan pustu ke puskesmas. Keterlambatan disebabkan oleh jarak dan akses geografis yang sulit terjangkau serta beban kerja yang berat. Semua bikor mempunyai sikap dan motivasi baik. Supervisi Kepala Puskesmas yang pencatatan & pelaporan KIAnya baik dilakukan sebulan sekali dan yang kurang baik 3 bulan sekali. Supervisi DKK ke puskesmas yang baik 3 bulan sekali dan puskesmas yang kurang baik 6 bulan sekali. Disarankan agar DKK mengalokasikan anggaran untuk pelatihan khusus pencatatan & pelaporan KIA bagi bikor yang belum dilatih serta mengusahakan melengkapi sarana prasarana terutama di puskesmas dengan akses yang sulit.  Recording of KIA (maternal and children health) data in Nabire district health office (DKK) was not complete because data from primary healthcare centers (puskesmas) did not arrive at DKK Nabire on time. On the other side, results of PWS (local monitoring area) were used for KIA program planning in order to reduce AKI (maternal mortality rate). Objective of this study was to explain the implementation of recording and reporting KIA service data by coordinator midwives in puskesmas of Nabire district. This was a qualitative study. Main informant was coordinator midwives, and triangulation informants were village midwives, heads of puskesmas, and heads of KIA section of DKK. Data were collected through in depth interview. Content analysis method was applied in the data analysis.Results of the study showed that in the puskesmas with good KIA recording and reporting, coordinator midwives did complete recording and reporting and submit them on time, every 10 th day of the month, to the district health office; midwives had received special training regarding KIA recording and reporting. In the puskesmas with inadequate KIA reporting and recording, coordinator midwives did not fill the provided coulombs in the forms completely, and they did not know how to fill the forms that were changed frequently; midwives had not received special training. Successfulness in completion of recording and reporting punctuality was influenced by completeness and punctuality of reporting by midwives in the subsidiary primary healthcare center to the main primary healthcare center. The delay was caused by distance and difficult geographical accessibility, and heavy workload. All coordinator midwives had good attitude and motivation. Supervision by head of puskesmas with good KIA recording and reporting was done every month, and for the puskesmas with inadequate KIA recording and reporting was done every 3 months. Supervision by DKK to puskesmas with good KIA recording and reporting was done every 3 months, and to puskesmas with inadequate KIA recording and reporting was done every 6 months.Suggestions for DKK are to allocate budget for special training in KIA recording and reporting for coordinator midwives who have not received training, and to complete facilities especially in puskesmas with difficult accessibility.
Pengaruh Dukungan Sosial dan Proses Adaptasi dengan Status Kesehatan Mental Ibu Rumah Tangga Akibat Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Kota Jakarta Timur Alvira Putri Calista; Ayun Sriatmi; Rani Tiyas Budiyanti
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 8, No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.8.3.2020.197-206

Abstract

Imposing large-scale social restrictions has resulted in a transition of activity patterns in society. This change results in many activities that must be done at home, so that housewives try to adjust quickly to the situation. This demand raises mental health problems, which can also affect physical health, so that other people to provide support can be important value to housewives. This study aims to analyze the effect of social support and adaptation processes on the mental health status of housewives, including levels of depression, levels of anxiety disorders, and levels of stress because of large-scale social restrictions. This research is a survey research with quantitative methods and using a cross-sectional design. Respondents of this study were 100 housewives who were taken using accidental sampling. Collecting data using a questionnaire and analyzed using the Rank Spearman test. The results showed a relationship between social support with the level of depression (p-value = 0.014) and the level of anxiety disorders (p-value = 0.030), as well as the adaptation process with the level of depression (p-value = 0.002). There is a relationship between social support with the level of depression and the level of anxiety disorders in housewives, and the adaptation process with the level of depression in housewives. It is recommended that the East Jakarta City Government develop a program that involves selected communities to become mental health counselors. In addition, the puskesmas can make innovations in mental health efforts for families and optimize the role of mental health cadres.
Evaluation on the Implementation of Ten Steps to Successful Breast Feeding by Midwives at Doctor Ramelan Naval Hospital Surabaya Krisnamurti Krisnamurti; Cahya Tri Purnami; Ayun Sriatmi
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 1, No 3 (2013): Desember 2013
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.756 KB) | DOI: 10.14710/jmki.1.3.2013.%p

Abstract

Penerapan 10  langkah menuju keberhasilan menyusui (LMKM) merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan program  ASI eksklusif. Di lingkungan   RSAL dr. Ramelan Surabaya sudah tertempel  tentang 10 LMKM namun belum ada kebijakan khusus tentang ASI eksklusif sehingga  bidan masih memberikan  susu formula (PASI) pada bayi baru lahir rawat gabung . Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan 10 langkah menuju keberhasilan menyusi (LMKM) oleh bidan di RSAL dr. Ramelan Surabaya    Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang disajikan secara  deskriptif eksploratif. Informan utama adalah 7 bidan pelaksana di poli hamil, kamar bersalin dan ruang rawat gabung, sedangkan  3 bidan kepala ruangan dan 1 bidan supervisor, serta 3 pasien sebagai informan triangulasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi Analisis data hasil wawancara dengan menggunakan metode interactive model melalui beberapa tahapan seperti: data collection,  dan data reduction,  data display Conclusion drawingHasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan 10 LMKM belum terlaksana dengan baik antara lain : belum semua bidan memberikan penjelasan tentang manfaat dan tehnik menyusui yang benar, bidan masih memberikan susu formula pada bayi rawat gabung, belum terbentuk kelompok pendukung ASI (KP-ASI). Hal tersebut disebabkan masih sebagian kecil bidan yang sudah mengikuti pelatihan manajemen laktasi, sehingga motivasi diri kurangPerlu adanya kebijakan tertulis tentang pemberian ASI Eksklusif, serta diharapkan semua bidan dapat mengikuti pelatihan manajemen laktasi sehingga pelaksanaan 10 langkah menuju keberhaslan menyusui (LMKM) lebih optimal, dan perlu juga adanya kebijakan yang tegas tentang keberadaan susu formula Establishment of the 10 steps to be success in breastfeeding (LMKM) was a government effort to improve exclusive breastfeeding program. Ten LMKM information had been displayed in dr. Ramelan navy hospital (RSAL) Surabaya; however, there was no special policy regarding exclusive breastfeeding. Therefore, midwives were still giving formula milk (PASI) to infants in the integrated care room. In general, the objective of this study was to evaluate the implementation of 10 steps to be success in breastfeeding (LMKM) by midwives in RSAL dr. Ramelan Surabaya.  This was a qualitative study with descriptive explorative approach. Main informants were 7 midwives in the pregnancy policlinic, delivery room, and integrated care room. Triangulation informants were 3 midwives as chief of the room, one supervisor midwives, and 3 patients. Data were collected through in-depth interview and documentation study. Interactive model was applied in the data analysis. Steps on the interactive model included data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing.Results of the study showed that ten LMKM had not been implemented properly. Not all midwives explained correctly breastfeeding benefits and breastfeeding technique; midwives still gave formula milk to infants in the integrated care room; breastfeeding support group (KP-ASI) had not been formed yet. Only a small portion of midwives who had attended lactation management training; and it caused an insufficient self-motivation among midwives.  Written policy regarding exclusive breastfeeding is needed. All midwives are expected to attend in lactation management training; it will optimize the implementation of 10 LMKM. Strong policy regarding the existence of formula milk is needed.
Analisis Pemanfaatan Bantuan Operasional Kesehatan dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak di Puskesmas Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Andini Aridewi; Martha Irene Kartasurya; Ayun Sriatmi
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 1, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.407 KB) | DOI: 10.14710/jmki.1.1.2013.%p

Abstract

Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) telah dimanfaatkan untuk penyelenggaraan upayapromotif dan preventif termasuk peningkatan kesehatan ibu dan anak (KIA) di Puskesmaswilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, namun kasus kematian ibu dan anak diKabupaten Kudus cenderung meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskanpemanfaatan BOK dalam upaya peningkatan KIA di Puskesmas wilayah kerja DinasKesehatan Kabupaten Kudus tahun 2011. Penelitian ini menggunakan metode kualitatifdengan membandingkan antara Puskesmas serapan tinggi yang berhasil menekan kasuskematian ibu dan bayi dengan Puskesmas serapan rendah dan kurang berhasil dalam menekankasus kematian ibu dan bayi. Pengambilan data dengan wawancara mendalam terhadapinforman utama Kepala Puskesmas serta informan triangulasi bidan koordinator KIA danDinas Kesehatan Kabupaten Kudus. Analisis data menggunakan metode analisis isi.Hasil penelitian menunjukkan pada Puskesmas dengan serapan tinggi dan berhasil menekankasus, pemahaman tentang juknis BOK jelas, pelaksanaan kegiatan sesuai dengan laporan dandilaksanakan secara tim, ada keterlibatan pelaksana dalam penyusunan Plan of Action (POA)serta ada evaluasi pelaksanaan kegiatan. Selain itu pada Puskesmas yang berhasil, pelaksanakegiatan juga menyusun kelengkapan data pendukung sehingga pembuatan laporan tidakhanya dibebankan kepada Tim Pengelola BOK Puskesmas. Demi keberhasilan implementasikebijakan pemanfaatan BOK untuk peningkatan kesehatan ibu dan anak, perlu penerapanfungsi manajemen yang benar di Puskesmas yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, danevaluasi.Health Operational Aid (BOK) had been utilized for the implementation of promotive andpreventive services. This included maternal and child health improvement in the primaryhealthcare centers of Kudus district health office work area. However, maternal and childmortality in Kudus district tended to increase. The study objective was to explain theutilization of Health Operational Aid in the maternal and child health improvement efforts inthe primary healthcare centers of Kudus health office. This was a qualitative study. This studycompared utilization of BOK in high absorbing primary healthcare centers that succeeded in32minimizing maternal and infant mortality cases and in low absorbing primary healthcarecenters that did not succeed in minimizing maternal and infant mortality cases. Data werecollected through in-depth interview to main informants namely the head of primaryhealthcare centers, and triangulation informants namely maternal and child healthcoordinator midwives and head of Kudus district health office. Content analysis was appliedin the data analysis.Results of the study showed that in the high absorbing primaryhealthcare centers that succeeded in minimizing cases: understanding about healthoperational aid technical guideline was clear; implementation of activities was according tothe reports; executors were involved in a plan of action formulation; and there was anevaluation on the activity implementation. In addition, in the success primary healthcarecenters, it was found that executors of the activities arranged the completeness of supportingdata; therefore, report making was not done only by the management team of primaryhealthcare center’ health operational aid. To be successful in the health operational aidutilization for maternal and child health, application of a right management function in theprimary healthcare center is needed. This management function includes planning,implementation and evaluation
Co-Authors - Rudiansyah Ade Kurniasari Adi Nugroho Adi, Mateus S. Adilah, Annida Nur Aditya Kusumawati, Aditya Adriana Egam Adriana Palimbo afiyah hidayati Agushybana , Farid Ahmad Saroni Aina, Sitta Nur Ajeng Retno Yunita Albrina Roza Rezkillah Alifa Rizqia Rachmawati Alimah, Ulya Alvira Putri Calista Amalia Ninggar Amalia Shabrina Fitri Amini, Musdalifah Nor Ana Puji Astuti Ana Pujianti Harahap Ananda Suryo Adi Prayogo Anastasia Wulandari Andini Aridewi ANDRI PURNOMO Anggi Septia Irawan Anjelika, Ratna Anneke Suparwati Anneke Suparwati ANNISA RAHMAWATI Antonia Novika Siswati Antono Surjoputro Antono Suryoputro Antono Suryoputro Apoina Kartini Apriliana Susilowati, Apriliana Arie Sulistiyoningrum Arie Sulistiyoningrum Arina Noor Eka Rachmawati Arinta Riza Andriani Arista, Herlin Ika Yuni Arman Wokas Armunanto, Armunanto Arnia Dian Kusuma Devi Arsita, Alma Nofia Mega Arum Prihatiningsih Arum Rohana Aryani Pujiyanti Asfiya, Nissa Atul Asih Dwi Astuti Astuti, Eka Kristia Ayu Astutik, Risa Septi Atik Mawarni Atik Mawarni Aulia Nur Hidayati Bagoes Widjanarko Bahtiar Bahtiar Bina Kurniawan Bintang Agustina Pratiwi BUDIYONO Budiyono Budiyono Budiyono Budiyono Cahya Tri Purnami Cahya Tri Purnami Cahya Tri Purnami, Cahya Cahyaningsari, Brillian Ayu Camellia, Arta Celica Triulfah Maharani Chairunnisa Putri, Nabilla Cicilia Ninik S Desyana Indira Putri Deviana, Dika Deviani Saskia Putri Dewi Susilowati Dewi, Bella Rossana Dewi, Fitriana Tungga Dian Hasanah Ramli Diana Andriyani Pratamawati Dianti Oktadevi Dianti Oktadevi Didik Ariwibowo Djati, Isti Sulistyana Dwi Ayu Tirtaningrum Eka Kristia Ayu Astuti Eka Yunila Fatmasari Eka Yunila Fatmasari Eka Yunila Fatmasari, Eka Yunila Elisabeth Samaran Elzina De Fretes Emi Widiarti Cahyati Emy Shinta Dewi Erlin Friska Fachrudin, Nur Millati Hanifah Falentine Lidya Telussa Fara Aulia Oktaviani Farid Agushybana Farid Farid Agushybana Fatmasari, Yunila Fatwa Firdhaus, Oki Ino Feby Rahmawati, Feby Firdhaus, Oki Ino Fatwa Firdiah, Mutia Rizqa Firmansyah Kholiq Pradana PH Friska, Erlin Hamida H. Siregar Handayani, Novia Handayani, Novia Hapsari, Kanya Harahap, Ana P. Harahap, Ana Pujianti Hardi Warsono Hardiyanti, Tutut Okta Hartini Hartini Hartono Hartono Henry Setyawan Susanto Henry Setyawan Susanto Henry Setyawan Susanto Hermawati Hermawati Husnan Khair, Muhammad Dyas I Nyoman Agus Suarya Putra INDAH KURNIAWATI Indana Aziza Putri Inna Maulina Insani, Rachel Ivonieta Intan Rahayu Utami, Intan Rahayu Ira Yusnita Irana Eka Wardana Irmawati Irmawati Isti Sulistyana Djati Iwamizu, Yuko Iwan Yunianto Jauhanita, Denisa Jhovia Aloedya Pramana Joyo Minardo Juli Mrihardjono Karimah, Nadzar Akhlaqul Karyono Karyono Khalishah, Jihan Nurul Qamariah Khasna Fikriya Krisnamurti Krisnamurti Kunsianah Kunsianah Laily Maghfira Noor Ridarsyah Laksmono Widagdo Lathifah Safaatul Uzhma Lestari, Marselli Widya Lina Dwi Yoga Pramana Linda Ismawati Lolita Indah Pradini Lucia Ratna Kartika Wulan M. Abdurrahman Shidiq Mabrukah, Aina Manurung, Togar Hasudungan Margaretha Inadyas Verganza Margaretha Triana Martha Irene K Martha Irene Kartasurya MARTINI Martini Martini Mateus Sakundarno Adi, Mateus Sakundarno Maynisa Puspita Kusuma Wardani Mela Nofitri Melinda Novitasari Meytri Saraswati Miftahul Mualimah Mohamad Endy Y Yulianto Mohd Ridwan Muhammad Dyas Husnan Khair Mumpuni Sari Kusumastuti Muslimah Muslimah Mustofa, Syamsulhuda Budhi Mya Rosiana Naintina Lisnawati Nikie Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Yunita Dewanti Nila Nafisatul Izzah Ninik S, Cicilia Nirwesti, Wahyu NOVA LISTIANA Nur Khafidhoh, Nur Nur Laili Agustin Nur Setiawati Dewi Nurfrida Pratomo Putri Nurhasmadiar Nandini Nurhasmadiar Nandini Nuridzin, Dion Zein Nurjazuli Nurjazuli Nurrachma, Adennisa Yunitasari Okta Hardiyanti, Tutut Oktadevi, Dianti Pangestika, Windiana Wahyu Paramita, Nadinda Maretta Diah Petosutan, Kenny Pramono Apriawan Wijayanto Pramono Apriawan Wijayanto Pratiwi , Setyo Endah Pratiwi, Setyo Endah Prihatiningsih, Arum Prisma Armaya Puji Hastuti PUJI LESTARI Pujianti Harahap, Ana Purnami, Cahya T. Purwanto, Edy Dwi Putri Asmita Wigati Putri Asmita Wigati Putri, Nabilla Chairunnisa Rahfiluddin, Mohammad Zen Rani Tiyas Budiyanti Ratna Nur Pujiastuti Retno Hestiningsih Retno Mariani Reza Fadly, Teuku Rezkillah, Albrina Roza Rida Krita Imaroh Rika Rejeki Rini Oktaviani Handayani Risa Rahayu Risa Tri Anggraeni Riski Malimpa Rizani Shofi RIZCARACHMAKURNIA, NAFIZTA Rizka Laila Rachmawati Ronald Mahudin Rosalinda Trajuningtyas Rosmala Kurnia Dewi Rosmila Tuharea S.A. Nugraheni Sabrilla Putri Gotama Santosa, Damai Saputro, Wisnu Adhi Sari , Lisnia Sari Ningsih Sari Ningsih Sasi, Erlina Nawang Seno Darmanto Seno Darmanto Septo Pawelas Arso Setyaningrum, Dian Sinta Wati Siti Alfani Siti Alfani Sokhiyatun Sokhiyatun Sri Achadi Nugraheni SRI RAHAYU Sri Rulihari Sri Suwitri Sri Widuri Retnoningrum Utami Jatiputri Sri Winarni Sri Yuliawati Suhartono Suhartono Suhartono, Suhartono Sulastri Sulastri SULISTIYANI SULISTIYANI Sulistyana Djati, Isti Surjoputro, Antono Sutopo Patria Jati Syahidah, Putri Nadya Syamsulhuda BM Tianto, Albert Tio Dora Ultaria S. Tjahjono Kuntjoro Tjahjono Kuntjoro Togar H Manurung Togar Hasudungan Manurung Togar Hasudungan Manurung Trianita Eka Pamundhi Tungga Dewi, Christin Hiyana Tunggal, Indayah Dewi Unzila, Erliana Ustriyaningsih, Ustriyaningsih Viona Febya Pangestika Vivin Fitria Anggraeni WATI, DEWI KUSUMA Widyaputri, Anak Agung Ayu Wanda Wijayanto, Pramono Apriawan Wiranti Wiranti Wiwid Novitaria Wiwik Trapsilowati Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Yokbeth Kareth Youke A. Supit Yulfiana Yulfiana, Yulfiana Yuliati, Erni Yuniarto Yuniarto, Yuniarto Zahroh Shaluhiyah