p-Index From 2021 - 2026
13.286
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Humanis : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ilmu Administrasi Publik Indonesian Journal of Educational Studies SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan Equilibrium: Jurnal Pendidikan Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Phinisi Integration Review Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Etika Demokrasi Indonesian Journal of Educational Science (IJES) Jurnal Sains dan Teknologi Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Palmyra Fiber as Additional Materials on Solid Concrete Brick of Aggregate Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia EduLine: Journal of Education and Learning Innovation Journal Peqguruang: Conference Series Global Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Society: Jurnal Pengabdian Masyarakat Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi International Journal of Humanities Education and Social Sciences Social Landscape Journal Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Social Science, Humanitis and Humaniora Adpertisi JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education Journal of Scientific Research, Education, and Technology Ceddi Journal of Education Panrita Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat International Journal of Education and Humanities Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan (JIAN) Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Jurnal Ekonomi dan Riset Pembangunan Celebes Journal Of Elementary Education Pinisi Journal of Social Science Jurnal Aktor PREDESTINATION : Journal of Society and Culture TEBAR SCIENCE (Jurnal Kajian Sosial dan Budaya) ALLIRI: Journal of Anthropology Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan (JIAN) Jurnal Sipakatau
Claim Missing Document
Check
Articles

Sistem Pembagian Warisan pada Anak Angkat di Sungguminasa Kecamatan Sombaopu Kabupaten Gowa Rezky Azhari; Darman Manda
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 6 No 3 (2022): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL & BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v6i3.132

Abstract

The research aims to find out; 1). How Fair is the Distribution of Inheritance of Adopted Children in the Sungguminasa Village, Somba Opu District, Gowa Regency. 2). To find out the Inheritance Sharing System for Adopted Children in Sungguminasa Village, Somba Opu District, Gowa Regency. In this study used a type of qualitative research and written descriptively. Data collection techniques were carried out using observation and documentation methods involving individuals from several informants. The results and conclusions of this study indicate that adopted children can inherit property from their adoptive parents. Because the adoptive parents have considered the adopted child the same as biological children. So that the adoptive parents give their wealth to the adopted child, then the adopted child is obliged to take care of his adoptive parents like biological parents.
Peran Komunitas Pencinta Alam Dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan Di Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan Mr. Aswandi; Darman Manda
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 7 No 2 (2023): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL & BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v7i2.159

Abstract

The purpose of this study was to find out: (1) The role of the nature lover community in Pangkajene and Archipelago districts in preserving the environment amid rampant environmental damage. (2) the impact of the role of the nature lover community in Pangkajene and Islands districts in preserving the environment amid rampant environmental damage. To achieve this goal, the researchers used data collection techniques through observation, interviews and documentation. The data obtained from the research results were processed using qualitative descriptive analysis in a phenomenological paradigm on the role of the nature-loving community in Pangkajene and Islands Regency in preserving the environment in the midst of widespread environmental damage. Based on the results of this study indicate that; (1) There are four roles of the nature lover community in Pangkajene and Kepulauan Regency in preserving the environment amid rampant environmental damage, namely public education, clean action, saving energy, and planting trees. (2) the impact of the role of the nature lover community in Pangkajene and Islands Regencies in preserving the environment in the midst of widespread environmental damage can have a good impact, namely increasing concern for caring for and protecting nature, avoiding global warming, protecting ecosystems.
Tradisi Mappadekko dalam Mempertahankan Solidaritas Para Petani di Desa Kalebarembeng Kabupaten Gowa Nur Hafsah Nasir; Darman Manda
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 7 No 1 (2023): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL & BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v7i1.145

Abstract

The research aims to find out; 1). The Process of the Mappadekko Tradition in Kalebaremeng Village, Gowa Regency. 2). The Function of Tradition in the Daily Life of the Farming Community in Kalebarembeng Village, Gowa Regency. 3). Values ​​contained in the Mappadekko Tradition in Kalebaremeng Village, Gowa Regency. Based on the research results show that; 1). What is the Process of the Mappadekko Tradition in Kalebaremeng Village, Gowa Regency. 2). What is the Function of the Mappadekko Tradition in the Daily Life of the Farming Community in Kalebarembeng Village, Gowa Regency. 3). What values ​​are contained in the Mappadekko Tradition in Kalebaremeng Village, Gowa Regency. The research used is a descriptive type using qualitative data. The validity test was carried out by triangulation technique. Techniques of data analysis and examination of conclusions. The informants of this research are people who are ready to answer the researcher's questions, namely the farming community who still carry out the mappadekko tradition. Primary data was obtained through observation and interviews with informants. While secondary data obtained through literature study in the form of books, journals and so on related to the problem under study. This study uses the theory of community solidarity.
PERANAN PERADAH GANESA SATYA BAKTI DALAM PEMBINAAN ETIKA DAN MORAL GENERASI MUDA HINDU DI DESA SUKADAMAI KECAMATAN SUKAMAJU KABUPATEN LUWU UTARA I Made Panggih; Darman Manda ,; Dimas Ario Sumilih
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 3, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui:1). Untuk mengetahui Peranan Peradah Ganesa Bhakti Dalam Pembinaan Etika dan Moral Pada Generasi Muda Hindu di Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan. 2) Untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi Peradah Ganesa Satya Bhakti Dalam Pembinaan Etika dan Moral Pada Generasi Muda Hindu di Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan .Adapunjumblah informan dalam penelitian sebanyak 11 orang. Jenis penelitian adalah kulitatif yang bersifat deskriptif, yaitu penelitian yang mengambarkan situasi tertentu berdasarkan data yang di peroleh secara terperinci melalui observasi, wawancara dengan informan yang akan memberikan informasi tentang pradah dan dokumentasi untuk memperkuat wawancara yang di lakukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Peranan Peradah Ganesa Satya Bhakti dalam Pembinaan etika dan moral generasi muda hindu di desa sukadamai dengan melibatkan langsung remaja hindu dalam aktivitas-aktivitas atau kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh Peradah Ganesa Satya Bhakti. Adapun kegiatan-kegiatannya yaitu: kegiatan ngayah di pura, persembahyangan bersama, Dharma Wacana, Senidan Budaya, dan perlombaan-perlombaan seperti lomba Dharma Wacana, lomba Tari, Cerdas Cermat, dan Utsawa Dharma Gita. Kendala yang dihadapi dalam meningkatkan etika dan moral remaja hindu di Desa Sukadamai yaitu dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor Internal (Dalam), dan faktor Eksternal (Luar). Upaya yang dilakukan dalam menanggulangi kendala Pembinaan etika dan moral remaja Hindu di Desa Sukadamai adalah : meningkatkan peranan orang tua dalam membina etika dan moral generasi muda Hindu, meningkatkan peranan tokoh agama dalam membina etika dan moral generasi muda Hindu, ikut pasukadukaan, kerjasama dan sharing. 
TRANSFORMASI PELAKSANAAN MAPPETTUADA PADA MASYARAKAT DESA MAJENNANG KECAMATAN SUPPA KABUPATEN PINRANG Alwi Usra Usman; Darman Manda .; andi ima kesuma
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 No.1 Juni 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine: (1) the forms of transformation that occur during the implementation of mappettuada in the people of Majennang Village, Suppa District, Pinrang Regency in the modernization era. (2) the impact of the transformation of the implementation of mappettuada on the people of Majennang Village, Suppa District, Pinrang Regency in the modernization era. To achieve these objectives, the researchers used data collection techniques through observation, interviews and documentation. The data obtained from the research results were processed using qualitative analysis with a descriptive-analytical approach to the transformation of the implementation of mappettuada in the people of Majennang Village, Suppa District, Pinrang Regency. Based on the results of this study, it shows that, (1) There are four forms of transformation that occur during the implementation of mappettuada, namely the exchange of rings, the presence of the prospective bride in the middle of the two family clumps, the use of master of ceremonies and communication (2) the exchange of rings at the time of implementation. mappettuada on the people of Majennang Village, Suppa Subdistrict, Pinrang Regency gave a physical and mental impact to the two prospective brides that they will not turn away from the decisions that have been taken and are ready to bear all forms of risk going forward. The impact of the presence of the prospective bride in the middle of the two family families is that the prospective bride can see the family of the prospective groom who comes to his house during the implementation of the mappettuada. The impact given from the use of the master of ceremony is that the woman must pay for the services of the master of ceremony as a guide for the implementation of the mappettuada. But on the other hand, it also has another impact, namely being able to liven up the atmosphere a little so that both families also know what the arrangement of events is during the implementation of mappettuada. The communication between the prospective groom's family and the bride's family prior to the implementation of the mappettuada had an impact where there was no longer such a thing as a rejected request or no more conflict with one of these transformations. 
PENATAAN DAN PENGELOLAAN KEPENDUDUKAN PADA MASA ORDE BARU (POTRET PELAKSANAAN TRANSMIGRASI DI INDONESIA) Darman Manda .
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 No.2 Desember 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTransmigrasi merupakan aktivitas memindahkan penduduk dari daerah padat ke daerah yang jarang penduduknya.  Di Indonesia program Transmigrasi sudah dilakukan sejak zaman penjajahan Belanda, saat itu fokus wilayah transmigrasi adalah Lampung, yang sangat dekat dengan pulau Jawa.   Pada zaman Pemerintah Orde Baru, progra transmigrasi mendapat perhatian besar dari Presiden Suharto, pertama dari cita-cita pemerintah saat itu berencana memindahkan 500.000 KK dalam waktu lima tahun, saat itu sebuah rencana besar, melibatkan beberapa departemen atau sekarang disebut kementerian seperti Depnakertrans, Pertanian, Pekerjaan Umum, Dalam Negeri -termasuk di dalamnya Ditjen Agraria. Perhatian pemerintah boleh disebut makin besar ketika pada tahun 1983 membentuk Departemen Transmigrasi, yang salah satu menterinya Ir Siswono Yudohusodo. 
PRAKTIK PELAKSANAAN DAKWAH ISLAM DI KOMUNITAS HIJRAH YUK NGAJI MAKASSAR Rabiah Adawiyah ,; Darman Manda ,; St. Junaeda ,
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 3, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menjawab: 1) Mendeskripsikan identitas dari komunitas hijrah Yuk Ngaji Makassar; 2)  Menelaah motif dan bentuk pelaksanaan aktivitas sosial dan dakwah Islam di komunitas hijrah Yuk Ngaji Makassar; 3) Mendeskripsikan dampak pelaksanaan aktivitas sosial dan dakwah Islam yang dilaksanakan di komunitas hijrah Yuk Ngaji Makassar. Penelitian yang dilakukan kali ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Adapun subjek penelitian/informan ialah anggota di komunitas hijrah Yuk Ngaji Makassar. Kemudian, dalam poses pengumpulan data dilakukan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Identitas komunitas hijrah Yuk Ngaji Makassar dapat dilihat dari atribut yang melekat pada komunitas tersebut yaitu: a) Nama komunitas; b) Logo; c) Slogan; d) Aksesoris/merchandise. Komunitas hijrah Yuk Ngaji Makassar juga memiliki sifat atau karakteristik khas yang menjadikannya berbeda dari komunitas hijrah lain. Hal ini terlihat melalui model belajar Islam dan aktivitas dakwah yang dilaksanakan di mana dakwah dan kajian Islam dikemas lebih fresh, santai dan asyik mengikuti kegemaran anak muda, lebih sering diadakan di ruang terbuka atau kafe-kafe daripada di masjid-masjid serta melalui dunia maya memanfaatkan fasilitas media sosial; 2) Berdasarkan teori tindakan sosial Max Weber, motif pelaksanaan aktivitas sosial dan dakwah Islam di Komunitas hijrah Yuk Ngaji Makassar dapat digolongkan ke dalam tipe tindakan afektif dan tindakan rasional berorientasi nilai. Adapun bentuk aktivitas sosial dan dakwah Islam yang dilaksanakan oleh komunitas hijrah Yuk Ngaji Makassar meliputi: a) kegiatan donasi; b) ngabuburead; c) kegiatan informal/santai; d) kajian pekanan; e) kajian bulanan; f) kajian tahunan; g) program KISI (Kelas Intensif Studi Islam), Nge-Slow dan Nge-fast; h) rihlah/perjalanan; dan i) Mabit (Malam Bina Iman dan Takwa); 3) Dampak aktivitas sosial dan kegiatan dakwah Islam komunitas hijrah Yuk Ngaji Makassar adalah: 1) besarnya kesadaran pemuda muslim Kota Makassar dalam mengkaji ilmu Islam dan melakukan perubahan sikap beragama; 2) terbentuknya hubungan yang cair dan tidak terkotak-kotakkan antar sesama pelaku hijrah di Kota Makassar; dan 3) terbangunnya kepedulian sosial sebagai salah satu nilai kebaikan dan kemanusiaan yang relevan dengan ajaran Islam. 
Sosialisasi Etika Bermedia Sosial Pada Siswa SMP Negeri 33 Makassar Rahman, Abdul; Darmayanti, Dyan Paramitha; Manda, Darman; Johansyah, Oky Nur Pratiwi; Rukmana, Novayanti Sopia
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan sosialisasi etika bermedia sosial di SMP Negeri 33 Makassar bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan kesadaran siswa mengenai pentingnya etika dalam menggunakan media sosial. Program ini dirancang untuk mengatasi tantangan yang dihadapi remaja, seperti Cyberbullying, penyebaran informasi palsu, dan tekanan sosial yang berdampak negatif pada perkembangan mental dan emosional siswa. Melalui metode pelatihan yang mencakup ceramah, diskusi interaktif, praktik, dan evaluasi, siswa dilatih untuk memverifikasi informasi, berinteraksi secara sopan, dan menghindari konten negatif di media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai etika bermedia sosial dan keterampilan literasi digital mereka. Antusiasme siswa dan dukungan penuh dari pihak sekolah berkontribusi pada kelancaran pelaksanaan program. Meskipun demikian, potensi hambatan seperti kurangnya kesadaran awal siswa dan keterbatasan sumber daya perlu diperhatikan dalam pengembangan program di sekolah lain. Oleh karena itu, saran untuk penguatan literasi digital, perluasan program ke sekolah lain, pendekatan multidisipliner, dukungan psikologis, pelatihan untuk orang tua, dan kolaborasi dengan pihak eksternal sangat penting untuk memastikan keberlanjutan dan dampak positif yang lebih luas dari program ini. Dengan demikian, diharapkan program sosialisasi etika bermedia sosial dapat memberikan kontribusi nyata dalam membentuk generasi muda yang bijak dan bertanggung jawab dalam penggunaan media sosial.
Teacher's Strategy in Fostering Students Empathy through Thematic Learning Approach in Elementary School Manda, Darman; Arifin, Iqbal
Celebes Journal of Elementary Education Vol 2 No 2 (2024): Celebes Journal of Elementary Education : Desember (2024)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/cjee.v2i2.4483

Abstract

Empathy is an essential social skill in child development, especially in primary school. Developing empathy in children helps them manage better social relationships and builds a caring character towards others. While the main focus in primary education often lies on academic achievement, social-emotional development, including empathy, should receive more attention. Thematic learning integrates various subjects in one theme relevant to students' real lives and offers an effective approach to fostering empathy. This article uses the literature review to analyze relevant sources on strategies to develop empathy through thematic learning in primary schools. The researcher reviewed scientific articles, books, and journals that discuss the implementation of thematic learning, character development, and empathy in primary education. Based on this literature review, thematic learning can create space for students to understand and feel the feelings of others through collaboration, social interaction, and character values-based learning. This research also shows the importance of the teacher's role in designing and implementing thematic learning that involves social values, including empathy. Thus, thematic learning can improve students' academic achievement and develop the social-emotional skills needed to form a more harmonious and tolerant society.
PERGESERAN NILAI DAN BUDAYA DALAM PENGGUNAAN GELAR KARAENG DI KABUPATEN JENEPONTO ., Alfianti Aslam; Manda, Darman
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 No.2 Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bagaimana pandangan masyarakat akan pergeseran yang terjadi dalam penggunaan gelar Karaeng (2) Bagaiamana pergeseran nilai dan budaya dalam penggunaan gelar Karaeng di Kabupaten Jeneponto (3) Bagaimana Upaya Masyarakat untuk memperbaiki nilai dan budaya gelar Karaeng dalam pergeseran yang terjadi di Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Tekhnik pengumpulan data diperoleh dari tahapan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi yang melibatkan 7 informan sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Penggunaan pada gelar "Karaeng" dalam masyarakat di Kabupaten Jeneponto, memiliki makna yang terkait dengan status sosial, warisan budaya, sejarah, dan norma-norma adat. (2) Pandangan gelar "Karaeng" di kalangan masyarakat sebagai gelar yang harus diberikan kepada keturunan bangsawan atau pemimpin adat, yang lain mungkin melihatnya sebagai sebutan untuk individu yang dianggap memiliki strata sosial tinggi bukan hanya terkait dengan keturunan. (3) Pergeseran dalam penggunaan gelar “ Karaeng”juga mencerminkan perubahan dalam nilai – nilai sosial, norma kepemimpinan, dan struktur masyarakat.  
Co-Authors ., Alfianti Aslam ., Multazamsyah ., Salwahana Sajidah A Kamaruddin, Syamsu A Sakka, Abdul Rahman A. Octamaya Tenri Awaru Abdul Muin Abdul Rahman Abdul Rahman Abdul Rahman Abdul Rahman Sakka Abidin, Abdi Dermawan Achmad, Sitti Fatimah Adi Sumandiyar Agung Muliaman Anas Agustang, Andi Ahmad, Wahyuni Nur Ahmadin Ahmadin ahmadin umar Aina , Asri Nur Aina, Asri Nur Alwi Usra Usman Amiruddin, Nur Aidhilah Ma’rufi Amirullah -, Amirullah Anas, Agung Muliaman Andi Anggun Dwiutari Andi Ima Kesuma Andi Sadriani Andi Sadriani Anismawardani Bakri Anjasmira, Evi Irdawanti Anwar Ramli Arda Arda Ardeni Asmira Dewi Asmunandar Asmunandar Assafari, Amir Faqihuddin Bahri bahri Basri Bado Basri Bado, Basri Bosra, Mustari Candra Guna Laksana Dimas Ario Sumilih Dody, Herman Dyan Darmayanti Darmayanti Ernawati S. K Erwin Sahabuddin Fachry Abda El Rahman Fadhilah, Arwina Fadila, Nabilatul Fakhri Kahar Firdaus W Suhaeb Fitri, Anisa H. Sangkala Ibsik Halim, Didin Hamka Hamka, Hamka Hariandini . Hasruddin HERI TAHIR Herlina Sakawati Herman Dody Hermiati, Novi Hernawanti, Hernawanti I Made Panggih Ibrahim Arifin Idrus, Idham Irwansyah Ihsan, Andi Imam Suyitno Indriani Indriani Iqbal Arifin Jumadi Jumadi Kamaruddin, Syamsu Kamaruddin, Syamsu A. Kasim, Eman Wahyudi Kasnawi, Tahir Kurnia Ali Syarif Laiuluy, Elisa Lema, Sudarto Lukman Malik, Sahruddin Manan S, Ustafid MARIA BINTANG Marsya, Riska Mauliadi Ramli Maya Kasmita Meily Repture Mentari, Refi Mr. Aswandi Muhammad Agus Muljanto MUHAMMAD AKBAL, MUHAMMAD Muhammad Azis Muhammad Azis Muhammad Azis Muhammad Hidayatullah Muhammad Sabri Muhammad Syukur Muhammad Syukur Muhammad Syukur Muharram Muharram Murni Murni Mustari Mustari Najamuddin Najamuddin Najamuddin Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Najamuddin Nasuhan, Najamuddin Novayanti Sopia Rukmana Novayanti Sopia Rukmana, Novayanti Sopia Nur Hafsah Nasir Nur, Hasruddin Nurhikma Ramadhana Nurkasri Wulan Nurlela Nurlela Nurliana Nurliana Nurmayanti Nurmayanti Nurmillah Nurmillah Nurul Afiah Oky Nur Pratiwi Johansyah Omedetho Jermias, Emanuel Paramitha, Dyan Patahuddin Patahuddin Patahuddin Rabiah Adawiyah , Rahmat Zulfikar Hamid Ramlan, Herdianty Rasyid Ridha Resty Rahayu Darmayanti Rezky Azhari Rifal, Rifal Rifdan Risma Ardianti Risnawati Risnawati Ros, Rosmiati Anas Rosdiana Hafid Rosleny Babo Sadriani, Andi Salwia, Salwia Sastia, Thesa Nur Saul Saul Seppa, Yusi Irensi Shermina Oruh Sopia Rukmana, Novayanti Sri Utami Wulansari St. Junaeda St. Junaeda , Suardi Suardi suardi suardi SULFIANA, SULFIANA Sulmiah Sulmiah, Sulmiah Sulmiah, Sulmiah Supriadi Torro Supriadi Torro Syahrir Kila Syam, Febrianto Syarif, Kurnia Ali Takdir Takdir Takdir Torro, Supriadi Umar, Nur Fadhilah Utami Wulansari, Sri Wahyudi Gani, Andika Yusi Irensi Seppa Yustina Yustina Zarni Aida Purna