Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan antara overekspresi Vascular Endothelial Growth Factor dengan Er, Pr, Her-2, Ki67 pada subtipe molekular karsinoma payudara invasif tidak spesifik Ellyzar Ellyzar; Henny Sulastri; Krisna Murti; Theodorus Theodorus
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V4I1.6092

Abstract

Kanker payudara memiliki perilaku biologik yang sangat heterogen sehingga diperlukan banyak parameter untuk menentukan faktor prognosis, salah satunya adalah Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF). VEGF merupakan mitogen pada sel endotel. Overekspresi VEGF pada karsinoma payudara invasif tidak spesifik berhubungan dengan agresivitas sel tumor, metastasis, angka kekambuhan lebih besar serta rendahnya angka kelangsungan hidup secara keseluruhan. Overekspresi VEGF pada tumor payudara juga berkorelasi dengan ekspresi reseptor hormonal, status HER2 dan indeks Ki67. Tujuan penelitian ini mengetahui korelasi antara overekspresi VEGF dengan ER, PR, HER-2 dan Ki67 pada subtipe molekular karsinoma payudara invasif tidak spesifik.  Desain penelitian ini adalah serial kasus, menggunakan sampel 40 penderita karsinoma payudara invasif tidak spesifik, stadium I-IIB yang telah dilakukan pulasan imunohistokimia ER, PR, HER-2, Ki67 dan dikelompokkan berdasarkan subtipe molekular luminal A, B, HER-2 (+) dan basal-like (EGFR +) periode 2014-2015 di Sentra Diagnostik Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK UNSRI)/RSMH periode 1 januari 2014 hingga 31 desember 2015, kemudian dilakukan pulasan imunohistokimia dengan menggunakan antibodi anti VEGF-A. Pada hasil ekpresi VEGF ?10% terdapat pada kelompok reseptor estrogen, progesteron dan status Ki67 yang positif yaitu masing-masing sebesar 26%, 24% dan 52,5%, sedangkan pada status HER-2, overekspresi VEGF terdapat pada kelompok HER-2 yang negatif yaitu 62,5%. hasil yang berhubungan dengan overekspresi VEGF adalah reseptor progesteron pada subtipe lumial A (p = 0,035) serta Ki67 (p = 0,006) pada tipe basal-like.Ada kecenderungan perbedaan parameter prognosis karsinoma payudara invasif antara overekspresi VEGF dengan ekspresi ER,PR, HER-2 dan Ki67 pada masing-masing subtipe molekular karsinoma payudara invasif tidak spesifik.
Burkitt Lymphoma Krisna Murti
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Burkitt lymphoma merupakan keganasan limfosit B yang agresif. Diagnosa tepat BL memerlukan kelengkapan sarana laboratorium yang lengkap, karena morfologi BL dapat menyerupai limfoma afresif lainnya. Dijumpai tiga varian BL yang tersebar sesuai dengan kondisi geografi. Sel-sel BL membelah dengan cepat sehingga memerlukan pengobatan segera. Regimen intensif dapat membantu remisi pasien BL namun cara ini sering menimbulkan efek toksik yang sulit di toleransi oleh pasien
Hubungan Kadar CA-125 Dengan Subtipe Epitel Tumor Ganas Ovarium Pada Penderita Yang Dirawat Di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2013-2016 Rikka Wijaya; Krisna Murti; Zen Hafy
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 49, No 4 (2017): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v49i4.8526

Abstract

Karsinoma ovarium tipe epitel merupakan 75% dari semua kasus tumor ovarium. Di dunia kanker ovarium merupakan keganasan ginekologi peringkat ketiga dari keganasan saluran genital pada wanita. Tumor marker keganasan ovarium tipe epitel adalah CA-125 yang ditemukan meningkat pada hampir semua kasus tumor ovarium (80%). Diduga terdapat perbedaan peningkatan kadar CA-125 pada berbagai subtipe epitel tumor ganas ovarium yaitu serosum (37,5%), endometrioid (50%), musinosum (62,5%), undifferentiated (84,3%) dan clear cell (100%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kadar CA-125 dengan subtipe tumor ganas epitel ovarium pada penderita yang dirawat di RSUP Mohammad Hoesin Palembang. Penelitian ini menggunakan studi observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah semua penderita subtipe epitel tumor ganas ovarium yang melakukan pemeriksaan kadar CA-125 di Bagian Patologi Anatomi RSMH Palembang sejak Januari 2013 sampai September 2016. Dari 61 sampel berbagai subtipe epitel tumor ganas ovarium yang didominasi subtipe serosum (32,8%), diikuti subtipe musinosum (26,2%), disusul oleh subtipe endometrioid (19.7%), clear cell (14,8%), borderline musinosum (4,9%) dan subitpe brenner (1.6%). Kadar CA-125 meningkat dijumpai delapan kali lipat (88,5%) lebih banyak dibanding subjek dengan kadar normal (11,5%). Hasil uji one-way ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara kadar CA-125 dengan masing-masing subtipe epitel tumor ganas ovarium. Hasil uji statistik Chi-square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kadar CA-125 dengan subtipe tumor ganas epitel ovarium. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kadar CA-125 dengan subtipe tumor ganas epitel ovarium di RSMH  Palembang.
Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Pola Tidur Bayi Usia 1-3 Hari Di Ruang Neonatusrsia Kirana Sidoarjo Nuur Hayati Astrilya; Krisna Murti
EMBRIO Vol 3 (2013): EMBRIO (AGUSTUS 2013)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.275 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol3.no0.a1121

Abstract

Pada umumnya bayi mudah terserang penyakit karena bayi belum mampu/belum memiliki daya tahan tubuh yang baik/kuat, oleh sebab itu orang tua harus berpartisipasi dalam merawat bayi sebelum sakit dan ketika sakit. Adanya fenomena bahwa akan terdapat perbedaan antara pola tidur bayi yang tidak diberikan pemijatan secara lengkap dan yang diberikan pemijatan lengkap, gambaran perbedaan ini dapat dilihat dari pola tidur bayi, yang mendapat pemijatan lengkap akan lebih pulas tidurnya dibandingkan dengan yang tidak mendapatkan pemijatan secara lengkap, karena bayi akan sering mengalami frekuensi bangun setiap 6 jam tidur, bisa lebih 6 kali bangun. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui adanya pengaruh pijat bayi terhadap pola tidur bayi usia 1-3 hari di Ruang Neonatus RSIA Kirana Sidoarjo.Dalam penelitian digunakan metode analitik dengan desain penelitian Cross Sectional metode deskriptif yang pengambilan sampelnya dilakukan secara consecutif sampling. Populasi dalam penelitian adalah sebagian bayi usia 1-3 hari sejumlah 33 bayi. Instrumen dalam pengumpulan data menggunakan observasi. Analisis data dengan menggunakan uji statistik chi square. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa dari 30 bayi, 21 bayi (70%) pelaksanaan pijat bayi terbanyak diberikan pijat secara lengkap, 22 bayi (73,3%) pola tidur bayi setelah diberikan pijat bayi terbanyak dengan pola tidur tidak terganggu. Dari hasil pengujian dengan chi-square bahwa 2 hitung>2 tabel sehingga hasil analisis signifikan. Artinya ada pengaruh pijat bayi terhadap pola tidur bayi usia 1-3 hari di RSIA Kirana Sidoarjo. Disarankan agar orang tua mencari pengetahuan dan tata cara pemijatan yang baik dan benar terutama bagi orang tua yang mempunyai bayi usia 1-3 hari melalui berbagai informasi seperti penyuluhan, demonstrasi dan pemberian leaflet yang dapat dilakukan oleh petugas kesehatan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG ASI DENGAN MENYUSUI SECARA DINI DI RSIA PRIMA HUSADA SIDOARJO Krisna murti
EMBRIO Vol 4 (2014): EMBRIO (MARET 2014)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.08 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol4.no0.a1243

Abstract

Air susu ibu merupakan makanan paling baik untuk bayi, juga terbukti dapat mencegahpenyakit pada bayi dan memberi manfaat bagi ibu, keluarga dan masyarakat. Namun cakupanASI eksklusif di Indonesia masih rendah. Kurangnya pengetahuan ibu nifas tentang manfaatASI menyebabkan ibu mudah beralih kepada pemberian susu formula dengan berbagai alasanantara lain : produksi ASI kurang, ibu bekerja, ingin dianggap modern dan pengaruh orang lain.Tujuan dari penelitian ini : menganalisis hubungan pengetahuan ibu nifas tentang manfaat ASIdengan menyusui secara dini di RSIA Prima Husada SidoarjoMetode yang digunakan dalam penelitian ini : merupakan metode penelitian deskriptifobsevasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebesar 30 orang ibu nifas yang dirawat di RSIA Prima Husada Sidoarjo. Variabel bebas adalah pengetahuan ibu tentang manfaatASI dan karakteristik ibu nifas, sedangkan variabel terikatnya adalah pemberian ASI secaradini. Lembar kuisoner digunakan untuk mengumpulkan data yang sudah diukur validitas danreliabilitasnya dan selanjutnya data dianalisis dengan chi-ssquare test dengan bantuankomputer program SPSSHasil penelitian : Sebagian ibu nifas (63,3%) tingkat pengetahuannya tentang manfaat ASItermasuk katagori kurang, lebih dari separuh ibu nifas di RSIA Prima Husada (56,7%) tidakmemberikan ASI secara dini. Hasil analisis statisti menunjukkan bahwa tingkat penetahuan ibunifas tentang manfaat ASI berhubungan signifikan dengan menyusui secara dini (p<α 0,05)Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu nifas tentang manfaat ASIdengan menyusui secara dini. Hendaknya bagi tenaga kesehatan agar lebih meningkatkanpromosi ASI eksklusif dan tidak memperkenalkan atau menganjurkan pad ibu menyusui untukmembarikan susu formula sebagai pengganti ASI, dan hal ini dapat dimulai sejak ibu hamilmemeriksakan kehamilannya pada petugas kesehatan
PENGARUH PENYULUHAN KANKER PAYUDARA TERHADAP MINAT MELAKUKAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI ) PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) (STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK KIRANA SIDOARJO, 2014) krisna murti
EMBRIO Vol 6 (2015): EMBRIO (MARET 2015)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.816 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol6.no.a1319

Abstract

Insiden kanker payudara di Indonesia sebesar 26 per 100.000 orang perempuan. Kurangnya pengetahuan mengenai kanker payudara, mengakibatkan sekitar 70% kasus kanker di Indonesia datang dan menjalani pemeriksaan pada stadium lanjut. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dapat mendeteksi ca payudara. Tindakan ini sangat penting karena hampir 85% benjolan di payudara ditemukan oleh penderita sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kanker payudara terhadap minat melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada wanita usia subur (WUS) di RSIA Kirana Sidoarjo Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental jenis one group pre test-post test design dengan pengambilan sampel secara accidental, pada tanggal 9 s/d 15 Juni 2014 dan diperoleh sampel sebanyak 43 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pelaksanaan penyuluhan dengan Instrumen kuesioner dan materi penyuluhan. Analisis statistic dengan Wilcoxon Test dengan bantuan komputer Hasil penelitian diketahui rata-rata skor minat sebelum dilakukan penyuluhan masih rendah yaitu 51,8. Sedangkan berdasarkan kategori minat melakukan pemeriksaan payudara sendiri diketahui bahwa lebih dari separuh wanita usia subur mempunyai minat kategori cukup (31 orang atau 72,1%). Setelah diberikan penyuluhan tentang kanker payudara dan SADARI selama 1 jam, menunjukkan adanya peningkatan minat wanita usia subur untuk melakukan SADARI yaitu sebanyak 20 orang atau 46,5%. Hasil uji statistik diketahui bahwa pemberian penyuluhan kanker payudara mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap minat melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada WUS di RSIA Kirana Sidoarjo (p<α 0,05). Disarankan kepada para pihak rumah sakit agar memberikan informasi kepada setiap pengunjung rumah sakit terutama wanita usia subur tentang kanker payudara dan SADARI melalui leaflet, poster atau secara langsung melalui Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) secara rutin
KEADILAN RESTORATIF SEBAGAI WAHANA KEBIJAKAN NON-PIDANA DALAM SISTEM PERADILAN (Analisis Socio Legal Dalam Pengisian Kesenjangan Hukum Acara Di Indonesia Sebagai Upaya Untuk Memulihkan Kejahatan Anak) Yenny Febrianty; Krisna Murti
Pakuan Justice Journal of Law (PAJOUL) Vol 3, No 1 (2022): Volume 3, Nomor 1 Januari-Juni 2022
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/pajoul.v3i1.5857

Abstract

AbstrakTulisan ini ialah untuk membuktikan bahwa tujuan pemidanaan bukanlah untuk menghukum, tetapi untuk memperbaiki moral dan perilaku di kemudian hari serta untuk memberikan pendidikan agar tidak terjerumus ke dalam lingkungan yang salah. Apabila seorang anak yang dilakukan atau diduga melakukan kejahatan membutuhkan perlindungan hukum yang mendesak. Isu hukum perlindungan anak merupakan sarana untuk melindungi generasi penerus bangsa. Semua hukum yang berlaku berlaku untuk melindungi anak. Perlindungan ini sangat penting karena anak merupakan bagian dari masyarakat dengan disabilitas fisik dan mental. Oleh karena itu, anak membutuhkan perlindungan dan perhatian khusus. Berdasarkan Undang-Undang tentang Pengadilan Anak, yaitu Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997, proses peradilan bagi anak yang pelaku perbuatan melawan hukum juga diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002, yang juga memberikan hak perlindungan kepada anak.  Kata Kunci : Restoratif, Kebijakan Non Pidana, Kejahatan Anak, Socio Legal.  AbstractThis paper is to prove that the purpose of punishment is not to punish, but to improve morals and behavior in the future and to provide education so as not to fall into the wrong environment. If a child committed or suspected of committing a crime requires urgent legal protection. The issue of child protection law is a means to protect the nation's next generation. All applicable laws apply to protect children. This protection is very important because children are part of the community with physical and mental disabilities. Therefore, children need special protection and attention. Based on the Law on Juvenile Courts, namely Law Number 3 of 1997, the judicial process for children who are perpetrators of unlawful acts is also regulated in the Child Protection Law Number 23 of 2002, which also provides protection rights to children. Keywords: Restorative, Non-Criminal Policy, Child Crime, Socio Legal.
PENGARUH DIET KETOGENIK TERHADAP EKSPRESI Ki-67, CASPASE-3, DAN MDA PADA JARINGAN HATI Harahap, Huntari; Irfannuddin, Irfannuddin; Murti, Krisna
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 6 No. 2 (2018): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.339 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v6i2.5973

Abstract

Obesity is a problem of global epidemics and arise a health threat to people. The prevalence of obesity in the United States in 2016 was around 39.8% in adults aged 40-59 years and 18.5% in young adults aged 20-39 years. One of the dietary patterns used to overcome obesity is the ketogenic diet. The main metabolic reaction due to the ketogenic diet occurs in the liver which make lesion. The ketogenic diet is a high-fat diet, quite protein, low in carbohydrates (usually less than 50 g / day). The effect of the ketogenic diet on the liver is help maintain TCA cycle homeostasis, prevents the accumulation of intermediate fatty acids that are not oxidized, maintains the redox balance of the liver, and supplies energy to extrahepatic organs in the glucose deficiency stage. The ketogenic diet can reduce cell proliferation which is characterized by a decrease in the percentage of cells in ki-67 positive staining and increase cell apoptosis which is characterized by an increase in caspase-3 positive staining and reduce oxidative stress as assessed by MDA reduction. Key Words : Obesity, Ketogenic Diet, Ki-67, Liver, Caspase-3, MDA
POTENSI MIKROBIOTA USUS DALAM PENCEGAHAN DAN TATALAKSANA OBESITAS Putri, Sarahdeaz Siti Fazzaura; Irfanuddin, Irfanuddin; Murti, Krisna
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 9 No. 3 (2021): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.597 KB)

Abstract

Obesitas adalah epidemi yang berkembang di banyak negara, termasuk di negara-negara berkembang. Obesitas memiliki dampak kesehatan yang serius termasuk penyakit kardiovaskular, hipertensi pulmonal, gangguan muskuloskeletal, berbagai jenis kanker, bahkan kematian. Biaya sosial dan ekonomi dari obesitas dan komorbiditas terkaitnya sangat besar dan membebani sistem perawatan kesehatan. Proses fisiologis yang mengatur berat badan dan metabolisme menjadi penyebab perjalanan peyakit obesitas, termasuk sinyal lapar dan kenyang yang berasal dari perifer dan respon gastrointestinal terintegrasi yang dipengaruhi oleh mikrobiota usus. Mikrobiota berperan dalam perjalanan penyakt obesitas dengan mememngaruhi perolehan nutrisi, regulasi energi, dan memiliki peran penting dalam mengatur berat badan. Komposisi mikrobiota usus terbentuk dalam tahun pertama kehidupan dan terus mengalamin perubahan ke mikrobiota tipe dewasa yang diakibatkan oleh faktor inang dan faktor eksternal, termasuk efek dari mikrobiota itu sendiri, perubahan perkembangan di lingkungan usus, dan transisi ke diet orang dewasa. Triliunan bakteri yang berada di dalam saluran pencernaan manusia meningkatkan kemungkinan bahwa mikrobiota usus memiliki peran penting dalam mengatur berat badan dan mungkin ikut bertanggung jawab atas perkembangan obesitas pada beberapa orang. Artikel ini membahas peran memodifikasi mikrobiota usus dalam perjalanan penyakit dan perkembangan obesitas.
Pengembangan Komunikasi Pariwisata Lokal dalam Mendukung Branding Pariwisata Nasional "Sapta Pesona” Pangestu, Panji; Alfatih, Andy; Murti, Krisna; Effendi, Sofyan; Izzudin, Muhammad
geoedusains: Jurnal Pendidikan Geografi Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geoedusains.v4i1.1670

Abstract

This study aims to provide an overview of the Lahat District tourism office's communication strategy in socializing Sapta Pesona to the Tourism Awareness Group. The research was conducted using qualitative methods with a qualitative descriptive approach. Data collection was obtained through field observations, direct interview techniques with parties considered relevant to the research and using data from various authorship literature such as articles, journals and previous research which were then analyzed using analytical techniques from Hubermas and Saldana (2014) and Dimensional Theory. Recognizing Communication Goals from Onong Uchjana Effendy. The research findings show that there are four dimensions in identifying communication targets, namely: 1) Recognizing communication targets with several indicators of the accuracy of communication targets, communication skills in receiving messages. 2) Selection of media as easy access by considering the affordability of costs. 3). Assessment of the purpose of communication messages by understanding the clarity of the message, the ease of the message to be understood, the completeness of the message content and the accuracy of the delivery technique. 4) The role of a communicator who has appeal and credibility.
Co-Authors ,Aswatama, Ketut Adam, Ryan Adi Saputra Afladhanti, Putri Mahirah Aldes Lesbani Alexandra Octnick Andarinini, Rindang Senja Andrew Sakko Andrina, Hana Andriyani Liberty, Iche Andy Alfatih Anggraini, Bean Nur Aspitriani Astrilya, Nuur Hayati Bima Zulfikar, M. Carmela Ricciardelli Chodijah, Nyimas Citra Dewi Citra Dewi Dahlan, Kemas Desi Puspitasari Devi Dwiyanti Devi Eqtriana Setyaningsih Devi, SNA Ratna Sari Dian Fitriani Dwiryanti, Rizky Edi Poedjo Purnamawati, Ika Kartika Eka Putra Pratama Ella Amalia, Ella Ellyzar Ellyzar Elza Iskandar, Elza Erial Bahar Eriza, Eriza Erno Widayanto, Erno Farah Diba, Masayu Farodiyah, Nanda Narul Fauziah Kurniawaty, Nyiayu Haloho, Agustina Br. Handayati, Debby Heni Maulani, Heni Henny Sulastri Huntari Harahap Iche Andriyani Liberty, Iche Andriyani Ika Kartika Ika Kartika Indri Seta Septadina Irfannuddin Irfannuddin Irfanuddin Irfanuddin Irfanuddin Irsan Saleh Izzudin, Muhammad Jurgen Stahl Kamaluddin, Muhammad Totong Kartika Edi Poedjo Purnamawati, Ika Kesty, Cindy Khoiri Yahya Afifah Koibuchi, Noriyuki Kurniawaty, Nyiayu Fauziah Leovani, Ega Lisa M. Butler Mahdavikia, Reza Maria Ulfa Maria Ulfa, Maria Ulfa, Mariana Mariana Marta Hendry, Marta Maryano, Maryano Marylin, Dwi Tantri Maydila Putri Millenia Mega, Pratia Meilinda, Nurly Mgs. Irsan Saleh, Mgs. Irsan Miftha Pratiwi Muhammad Asprianto Muhammad Irsan Saleh Muhammad Yusuf Abror Muradi, Akhmadu Musdalifah, Farisha Sestri Muzakkie, Mufida Nadya Virana Putri Neti Neti, Neti Nora Ramkita Nugraha, Xavier Nuur Hayati Astrilya Nyiayu Fauziah Kurniawati Pangestu, Panji pariyana, Pariyana Peby Maulina Lestari, Peby Maulina Puspa Zuleika, Puspa Putra, Mohammad Tomita Maha Putri Erlyn Putri Mirani Putri Saraswati Putri, Sarahdeaz Siti Fazzaura Ramadhani, Solibah Ramzi Amin, Ramzi Rasyid, Riana Sari Puspita Riana Sari Puspita Rasyid Rifai Agung Prihananto Rikka Wijaya S. Nurul Amanah Ratna Sari Sandria Santoso Mulyadi Saputra Naibaho, Oldyo Sari Puspita Rasyid, Riana Sastradinata, Irawan Sherlin Tazkiya Nur Salsabila Shofia Shinta Adityaningrum Siti Nurmaini Soedjana, Hardi Siswo Sofyan Effendi Sri Santoso Sabrini Stevanny, Bella Suly Auline Rusminan Syifa Ayu Laluna Tatit Nurseta Theodorus Theodorus Tina B. Mitto Vera Novianti Wayne D. Tilley Wresnindyatsih Wresnindyatsih, Wresnindyatsih Yenny Febrianty Yudianita Kesuma, Yudianita Yusa, Muchammad Yustian Yusuf Hasibuan, Fauzie Yususf, Fahmi Jaka Zen Hafy