Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas II UPT SDN 008 Langgini pada materi pecahan masih tergolong rendah. Hal ini terlihat dari siswa yang belum mampu memahami masalah dengan baik, kesulitan menyusun rencana penyelesaian dalam bentuk model matematika, serta belum dapat melaksanakan rencana penyelesaian secara benar, lengkap, dan rinci. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri atas dua pertemuan. Subjek penelitian adalah 1 orang guru dan 15 orang siswa kelas II UPT SDN 008 Langgini. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Pada pratindakan, rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa hanya mencapai 35% (kategori kurang). Setelah tindakan pada siklus I meningkat menjadi 53,33% (kategori kurang), dan pada siklus II meningkat menjadi 79,99% (kategori baik) serta telah mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada materi pecahan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas II UPT SDN 008 Langgini.