p-Index From 2021 - 2026
13.79
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Menggunakan Pendekatan Contextual Teaching Learning di Sekolah Dasar Nurmaniah Nurmaniah; Astuti Astuti; Nurhaswinda Nurhaswinda; Fadhilaturrahmi Fadhilaturrahmi; Rusdial Marta
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4429

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Matematika di kelas IV UPT SD Negeri 013 Kumantan menjadi permasalahan yang perlu segera diatasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menerapkan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) agar siswa lebih aktif dan mampu mengaitkan materi dengan konteks kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Matematika melalui penerapan pendekatan CTL. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas dua pertemuan dengan empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2025 dengan subjek penelitian sebanyak 11 siswa kelas IV yang terdiri atas 3 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan CTL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini ditunjukkan oleh persentase berpikir kritis siswa sebelum tindakan sebesar 27,27%, meningkat pada siklus I menjadi 72,72%, dan kembali meningkat pada siklus II menjadi 90,90%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan CTL efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Matematika di UPT SD Negeri 013 Kumantan.
Penerapan Model Open Ended untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Matematis Siswa Sekolah Dasar Elviana Lestari; Rusdial Marta; Lusi Marleni; Fadhilaturrahmi Fadhilaturrahmi; Yanti Yandri Kusuma
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4437

Abstract

Rendahnya kemampuan komunikasi matematis siswa pada mata pelajaran Matematika di kelas IV UPT SD Negeri 013 Muara Jalai menjadi permasalahan yang perlu segera diatasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan tersebut adalah menerapkan model pembelajaran Open Ended. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan komunikasi matematis siswa melalui penerapan model Open Ended di kelas IV UPT SD Negeri 013 Muara Jalai. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas dua pertemuan dengan empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan pada akhir bulan Oktober hingga awal November 2025. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV yang berjumlah 15 orang, terdiri atas 7 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi dengan instrumen berupa lembar observasi, lembar tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa, yaitu pada pratindakan sebesar 20%, meningkat pada siklus I pertemuan I menjadi 33%, dan pada siklus I pertemuan II menjadi 53%. Selanjutnya pada siklus II pertemuan I meningkat menjadi 67%, dan pada siklus II pertemuan II mencapai 80%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Open Ended dapat meningkatkan keterampilan komunikasi matematis siswa pada mata pelajaran Matematika di kelas IV UPT SD Negeri 013 Muara Jalai.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Wahyuni Wahyuni; Fadhilaturrahmi Fadhilaturrahmi; Iis Aprinawati; Rusdial Marta; Sumianto Sumianto
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4439

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas II UPT SDN 008 Langgini pada materi pecahan masih tergolong rendah. Hal ini terlihat dari siswa yang belum mampu memahami masalah dengan baik, kesulitan menyusun rencana penyelesaian dalam bentuk model matematika, serta belum dapat melaksanakan rencana penyelesaian secara benar, lengkap, dan rinci. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri atas dua pertemuan. Subjek penelitian adalah 1 orang guru dan 15 orang siswa kelas II UPT SDN 008 Langgini. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Pada pratindakan, rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa hanya mencapai 35% (kategori kurang). Setelah tindakan pada siklus I meningkat menjadi 53,33% (kategori kurang), dan pada siklus II meningkat menjadi 79,99% (kategori baik) serta telah mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada materi pecahan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas II UPT SDN 008 Langgini.
Penerapan Metode Guided Writing untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Karangan Eksposisi pada Siswa Sekolah Dasar Puja Zikra Nabila Dirma; Iis Aprinawati; Rizki Ananda; Putri Hana Pebriana; Rusdial Marta
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4444

Abstract

Rendahnya keterampilan menulis karangan eksposisi siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas V UPT SDN 013 Muara Jalai menjadi permasalahan yang perlu segera diatasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menerapkan metode pembelajaran guided writing untuk membantu siswa menulis secara terarah melalui bimbingan guru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan eksposisi siswa melalui penerapan metode guided writing di kelas V UPT SDN 013 Muara Jalai. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri atas dua pertemuan dengan empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan pada akhir bulan September hingga awal bulan Oktober 2025. Subjek penelitian adalah 15 siswa kelas V yang terdiri atas 8 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi dengan instrumen berupa lembar observasi aktivitas guru dan siswa serta tes menulis karangan eksposisi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menulis karangan eksposisi siswa. Pada pratindakan keterampilan menulis siswa mencapai 33%, pada siklus I pertemuan I tetap 33%, kemudian meningkat menjadi 53% pada siklus I pertemuan II. Selanjutnya pada siklus II pertemuan I meningkat menjadi 73% dan meningkat kembali pada siklus II pertemuan II menjadi 86%. Dengan demikian, penerapan metode guided writing terbukti dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan eksposisi siswa kelas V UPT SDN 013 Muara Jalai.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN POE (PREDICT- OBSERVE- EXPLAIN) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR Irfan Ramadhani; Rusdial Marta; Mufarizuddin; Fadhilaturrahmi; Nurhaswinda
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47986

Abstract

This research is motivated by the lack of mathematical reasoning ability in mathematics in grade IV of SDN 007 Bangkinang. One solution to overcome this problem is to apply the POE (Predict Observe-Explain) learning model. The purpose of this research is to improve reasoning ability in mathematics. This research method is Classroom Action Research (CAR) which is carried out in two cycles. Each cycle consists of two meetings and four stages, namely planning, implementation, observation, and reflection. The research time was carried out in April-May 2024. The subjects of this research were 23 grade IV students. Data collection techniques were in the form of tests, observation and documentation. The results of the study showed that through the POE (Predict ObserveExplain) learning model, reasoning ability in mathematics was improved. This was shown before conducting the research, students' reasoning ability was 20%, then in cycle I meeting I increased to 55%, cycle I meeting II to 60%, then in cycle II meeting I to 77%, and cycle II meeting II increased to 84%. Thus, it can be concluded that using the POE (Predict Observe-Explain) learning model can improve the mathematical reasoning abilities of students in class IV of SDN 007 Bangkinang.
Peningkatan Literasi Membaca dan Menulis Anak Melalui Program Rumah Baca di Desa Ridan Kabupaten Kampar Dwi Viora; Rusdial Marta; Iis Aprinawati; Citra Ayu
Jurnal Pesona Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): Vo.1 No.1 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/peson.v1i1.3

Abstract

Program Rumah Baca Ramah Anak di Desa Ridan, Kabupaten Kampar, dirancang untuk mengatasi rendahnya tingkat literasi di wilayah terpencil. Program ini memanfaatkan pendekatan berbasis komunitas dengan melibatkan masyarakat lokal, sukarelawan, dan mitra eksternal dalam mendirikan dan mengelola Rumah Baca sebagai pusat literasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak program terhadap peningkatan kemampuan membaca dan menulis anak-anak, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, dan memberikan rekomendasi untuk keberlanjutan program. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 75% peserta mengalami peningkatan signifikan dalam kemampuan literasi, sementara kegiatan literasi di Rumah Baca menjadi ruang belajar yang inklusif dan menarik. Kendala utama yang dihadapi mencakup keterbatasan sumber daya, waktu fasilitator, dan keberlanjutan pendanaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan literasi dan membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan. Untuk keberlanjutan program, diperlukan strategi penguatan kapasitas lokal, integrasi dengan pendidikan formal, dan dukungan jangka panjang dari pemerintah serta mitra eksternal.
Pelatihan Guru SD dalam Menerapkan Pembelajaran Deep Learning untuk Mendukung Kesehatan Mental dan Mengurangi Kecemasan Belajar Anak Bagi Kelompok Kerja Guru Gugus Seroja Koto Kampar Hulu Rusdial Marta; Fadhilaturrahmi Fadhilaturrahmi; Molly Wahyuni; Syafriani Syafriani
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/t7x6s747

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melatih guru sekolah dasar dalam menerapkan pembelajaran deep learning sebagai strategi pedagogis untuk mendukung kesehatan mental dan mengurangi kecemasan belajar anak. Program ini dilaksanakan pada Kelompok Kerja Guru Gugus Seroja Koto Kampar Hulu dengan pendekatan partisipatif melalui workshop, pendampingan implementasi di kelas, serta refleksi kolektif dalam forum komunitas profesional guru. Pelatihan difokuskan pada penguatan pemahaman guru mengenai kecemasan belajar sebagai emosi akademik yang dapat menghambat keterlibatan dan perkembangan siswa, serta penerapan strategi deep learning seperti pembelajaran berbasis inquiry, kolaborasi, refleksi, dan evaluasi formatif yang tidak menekan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kompetensi pedagogis guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan suportif, serta dampak awal berupa meningkatnya kepercayaan diri dan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar. Selain itu, Kelompok Kerja Guru berperan penting sebagai komunitas profesional yang memperkuat keberlanjutan inovasi pedagogis. Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan waktu dan sumber daya pembelajaran, program ini memberikan kontribusi nyata dalam membangun ekosistem pendidikan dasar yang lebih humanistik dan ramah kesehatan mental. Dengan demikian, pelatihan deep learning bagi guru SD dapat menjadi model intervensi pedagogis untuk mengurangi kecemasan belajar anak dan meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa di sekolah dasar.
Pelatihan Media Multisensori untuk Membantu Siswa Berkebutuhan Khusus Memahami Konsep Bilangan di Sekolah Dasar: Pengabdian Rusdial Marta; Molli Wahyuni; Fadhilaturrahmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7324

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru sekolah dasar dalam merancang dan menggunakan media multisensori untuk membantu siswa berkebutuhan khusus memahami konsep bilangan. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah keterbatasan media pembelajaran adaptif serta masih dominannya penggunaan metode verbal dan latihan tertulis dalam pembelajaran matematika. Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu observasi kebutuhan mitra, penyampaian materi, praktik pembuatan media, simulasi penggunaan media, pendampingan implementasi, serta evaluasi dan refleksi. Peserta kegiatan adalah 30 guru sekolah dasar yang terlibat dalam pembelajaran siswa berkebutuhan khusus. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru mampu memahami pentingnya media multisensori dalam pembelajaran matematika inklusif, membuat media sederhana seperti kartu angka bertekstur, papan bilangan, stik hitung, dan kartu mencocokkan angka dengan jumlah benda, serta mensimulasikan penggunaannya dalam pembelajaran konsep bilangan. Penggunaan media multisensori juga memberikan respons positif karena siswa lebih tertarik, aktif, dan terlibat dalam aktivitas melihat, menyentuh, menghitung, menyusun, mencocokkan, dan menyebutkan bilangan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan media multisensori dapat menjadi alternatif strategi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika yang konkret, adaptif, dan inklusif bagi siswa berkebutuhan khusus di sekolah dasar
PENGGUNAAN MEDIA MULTISENSORI DALAM PEMBELAJARAN KONSEP BILANGAN BAGI SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS PADA JENJANG SDLB: ANALISIS DENGAN PENDEKATAN GIOIA Rusdial Marta; Fadhilaturrahmi Fadhilaturrahmi; Molli Wahyuni; Zulfah Zulfah
Jurnal Riset Pendidikan Dasar Dan Karakter Vol 8 No 2 (2026): JURNAL RISET PENDIDIKAN DASAR DAN KARAKTER
Publisher : LP2M Universitas Adzkia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59701/pdk.v8i2.595

Abstract

Penelitian ini menganalisis penggunaan media multisensori dalam pembelajaran konsep bilangan bagi siswa dengan hambatan intelektual di SLB Negeri Bangkinang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus eksploratif. Partisipan terdiri atas dua guru dan enam siswa kelas II–V SDLB berusia 8–12 tahun dengan hambatan intelektual ringan dan sedang. Data dikumpulkan melalui empat kali observasi nonpartisipatif selama 70 menit, wawancara semi-terstruktur dengan guru selama 35–50 menit, serta dokumentasi pembelajaran, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi pembelajaran, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan Gioia melalui first-order concepts, second-order themes, dan aggregate dimensions. Hasil penelitian menunjukkan empat dimensi utama: konkretisasi konsep bilangan, adaptasi strategi guru, respons siswa, dan tantangan implementasi. Kartu angka bertekstur, stik hitung, papan bilangan, serta benda konkret membantu siswa menghubungkan lambang bilangan dengan kuantitas melalui pengalaman visual, auditori, taktil, dan kinestetik. Sebagian siswa mampu mencocokkan lambang dengan jumlah benda setelah diberikan contoh, sedangkan lainnya memerlukan pengulangan dan pendampingan individual. Temuan menegaskan pentingnya pemodelan, instruksi bertahap, diferensiasi media, dan penyesuaian tingkat kesulitan.
Integrasi Computational Thinking dalam Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar: Studi Kuasi-Eksperimental tentang Transfer Pemecahan Masalah dan Fidelity Implementasi: Penelitian Rusdial Marta; Fadhilaturrahmi; Molly Wahyuni
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5461

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh integrasi Computational Thinking (CT) dalam pembelajaran matematika sekolah dasar terhadap kemampuan transfer pemecahan masalah, serta menelaah fidelity implementasi sebagai faktor moderator. Desain yang digunakan adalah kuasi-eksperimental tipe nonequivalent groups pretest–posttest dengan melibatkan 120 siswa kelas V dari empat kelas paralel pada dua sekolah dasar negeri, yaitu SDN 006 Langgini dan SDN 004 Langgini. Dua kelas ditetapkan sebagai kelompok intervensi yang mengikuti pembelajaran matematika terintegrasi CT selama delapan minggu, dengan penekanan pada dekomposisi masalah, pengenalan pola, abstraksi, penalaran algoritmik, dan debugging pada soal cerita multilangkah (misalnya pecahan dan perbandingan), sedangkan dua kelas lainnya menjadi kelompok pembanding yang mengikuti pembelajaran reguler. Kemampuan transfer pemecahan masalah diukur menggunakan rubrik analitik yang membedakan transfer dekat dan transfer jauh. Fidelity implementasi diukur melalui observasi kelas terstruktur yang mencakup kepatuhan terhadap rancangan, kualitas pelaksanaan, dan paparan waktu pembelajaran. Hasil ANCOVA (dengan mengontrol skor pretest) menunjukkan bahwa kelompok intervensi memperoleh skor posttest transfer yang lebih tinggi dibanding kelompok pembanding, F(1,117)=29,84, p<0,001, dengan ukuran efek bermakna (ηp²=0,203; Hedges’ g=0,89). Analisis multilevel mengonfirmasi ketahanan temuan dengan mempertimbangkan pengelompokan data pada level kelas (ICC=0,11) dan menunjukkan efek kelompok yang signifikan (β=7,42, SE=1,36, p<0,001). Uji moderasi menunjukkan interaksi signifikan antara kelompok dan fidelity, F(1,114)=6,92, p=0,010, yang mengindikasikan bahwa peningkatan transfer lebih kuat pada kelas dengan fidelity tinggi. Analisis komponen menunjukkan efek lebih besar pada transfer jauh (ηp²=0,213) dibanding transfer dekat (ηp²=0,136). Temuan ini menegaskan bahwa integrasi CT berpotensi meningkatkan transfer pemecahan masalah matematika secara substansial pada siswa SD, terutama bila kualitas implementasi terjaga
Co-Authors -, Zulhendri Adi Atmoko Adityawarman Hidayat Agus Supriadi Agus Supriadi Alfarisi, Hafis alsabila, Khairunnisa Andini Andini Annisa Auliyah Ar Ridha, Ar Ridha Aria Heldayani Aria Heldayani Arman Maulana Astuti Astuti - Auliyah, Annisa Azlin Resiana bayu saputra Besty Adella Cahya Putriani Citra , Mulya Citra Ayu Citra Ayu, Citra Citra Maesari Citra Maesari Della Afriana Tasya Delvi Zul Hidayat Dini Xena Dista Dinita, Sonia Dirma, Puja Zikra Nabila Dwi Viora Dwi Viora Dwi Viora Efendi, Nofriza Elviana Lestari Eni Heldayani Erniza, Erniza Fadhilaturrahmi Fadhilaturrahmi Fadhilaturrahmi Falya Nasta'in Firdayani Firdayani Firdayani, Firdayani Fitra Surya, Yenni Fitri Lestari Hana Pebriana, Putri Haniva, Putri Has Ramadhan, Rohanda Heldo Pratama Helpiana, Mira Hidayat, Delvi Zul Iis Aprinawati Iis Aprinawati Iis Aprinawati Iis Aprinawati, Iis Indah Gilang Gumilar Irfan Ramadhani Irhas Syafni Joni Joni Juma Atmasari Atmasari Junia Dinda Putri Kusuma, Yanti Yandri Kusumaningrum , Shirly Rizki Lestari, Elviana Lulu Kamila Zahra Lusi Marleni, Lusi M. Alpian M. Syahrul Rizal M. Syahrul Rizal Maharani, Anggun Marina Sasmita Melvi Lesmana Alim Miqkial Wirna Mira Helpiana Mohammad Fauziddin Mohd Khairul Aswadi Molli Wahyuni Molly Wahyuni Mufarizuddin Mulya Musnar Indra Daulay Mutaqin, Alim Naila Anjani Najwa Atsila Meilani Nelsya Putri Zalianti Novi Rahmadani Novi Rahmadani Nurhalisa, Siti Nurhaswinda Nurhaswinda Nurmalina Nurmalina Nurmalina Nurmalina, Nurmalina Nurmaniah Nurmaniah Nurmaniah, Nurmaniah Nurul Fadhilah Nurul Murtadho Nurul Wulandari Pracilia, Azirah Puja Zikra Nabila Dirma Puspita, Sri Devi Putri Eliza Putri Hana Pebriana Putri, Sri Mulyani Sundari Qamariah, Elfita Rafinur Fauzan Asbar Rahma, Fadila Rahmayani, Putri Ramdhan Witarsa Rani, Afriza Rahma Rauza, M. Yahdi Riski Amelia, Riski Rizal, M. Syahrul Rizal, Muhammad Syahrul Rizki Ananda Rosanti Safrianis, Serly Sagita, Helvina Sapitri, Indri Sari, Wilfi Siti Nurjanah Slamet Arifin Sri Rahayuningsih Sri Sanita Sri Wahyuni Subariah Sumianto Sumianto Sumianto Syafriani SYAHRIAL SYAHRIAL Syalsa Riski Maulina Toto Nusantara Ulpi Aprilia Vigi Indah Viora, Dwi wahyuni wahyuni Wahyuni Wahyuni Wahyuningsi, Endang Wirna, Miqkial Wulan Dari, Yanti Yandri Kusuma Yenni Fitra Surya Yolanda Pahrul Yona Febrianti Yuni Fitriani Yunizal, Hayatul Fitri Yusnira Yusuf Hanafi Zenita Zahro Zul Apriyanti ZULFAH Zulfah Zulfah Zulfah Zulfah Zulhendri Zulhendri Zulhendri Zulhendri