Claim Missing Document
Check
Articles

PENTINGNYA POLA MAKAN BERAGAM, BERGIZI, SEIMBANG, DAN AMAN DALAM UPAYA PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMLILI KECAMATAN KUPANG BARAT KABUPATEN KUPANG Intje Picauly; Deviarbi Sakke Tira; Marthen R Pellokila
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Edisi April 2023
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v4i1.235

Abstract

Kebutuhan tubuh setiap individu akan komponen gizi berbeda, oleh karena itu dengan memberikan makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman dapat memenuhi semua kebutuhan. Pemerintah mengeluarkan program B2SA dengan tujuan utama gerakan konsumsi pangan beragam bergizi seimbang aman dalam meningkatkan kesadaran dan membudayakan pola konsumsi pangan masyarakat yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman untuk hidup sehat, aktif, dan produktif. Sekaligus program ini mendukung aksi konvergensi intervensi sensitive dalam percepatan penurunan stunting. Kegiatan Pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memampukan ibu-ibu balita dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mereka tentang pentingnya mengkonsumsi makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman serta memampukan mereka dalam mengukur dan menentukan status gizi dan mengambil tindakan preventive yang baik dalam hal menyiapkan makanan bagi konsumsi keluarga. Pelaksanaan pengabdian ini menggunakan metode “Pendidikan dan Pelatihan kepada Masyarakat”. Dimana, para peserta penyuluhan (semua ibu balita) akan diberikan pengajaran dan praktek dengan tujuan agar mereka mampu memilih atau menentukan sendiri jenis mekanan yang sehat, beragam, dan aman serta mampu untuk melakukan penilaian atau pengukuran status gizi mereka. Metode ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dengan kombinasi “Simulasi”. Selanjutnya, akan dilakukan evaluasi pre dan post test untuk mengukur perubahan sikap ibu balita tentang materi penyuluhan. Adapun jumlah sampel adalah 30 orang ibu balita. Kegiatan penyuluhan ini menemukan hasil bahwa dari 30 ibu balita terdapat 94% tidak memahami dan melakukan pola B2SA untuk konsumsi keluarga. Setelah dikonfirmasi, diketahui bahwa 94% ibu balita tersebut selama ini hanya menyiapkan menu makanan dan pengolahan makanan tersebut sesuai kebiasaan makan mereka secara turun-temurun. Setelah melakukan penyuluhan ditemukan bahwa semua ibu balita mempunyai peningkatan ketrampilan dalam memilih jenis pangan, menentukan menu dan menilai status gizi.
Overview of Acute Respiratory Infection Services during the COVID-19 Pandemic at Kupang Kota Health Center Cathlyn Ivanna Salmon; Deviarbi Sakke Tira; Helga J. N. Ndun
Lontar : Journal of Community Health Vol 5 No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/ljch.v5i2.6244

Abstract

The COVID-19 pandemic has an impact on sectors of life, particularly at the Public Health Center's health services. During the pandemic the COVID-19 pandemic, the health services at the Public Health Center experienced a transformation, with the flow of Acute Respiratory Infection (ARI) disease services being carried out by the necessary health standards. The goal of the study was to learn more about ARI disease services at the Kupang Kota Health Center before and during the COVID-19. This study used a qualitative research method, namely in-depth interviews with 15 informants. Data analysis used an interactive model, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that there were differences in ARI disease services before the COVID-19 pandemic and during the COVID-19 pandemic, both in terms of changing service flow because before carrying out services, patients had to do an antigen swab first, then if the results were negative, they would be served by officers Public Health Center, besides that there are several programs that have been postponed, such as integrated health care center, home visits. Counseling activities are carryout with a mobile health center using ambulances. The COVID-19 pandemic has caused a double workload for health workers at the Public Health Center, causing overlapping work. The solution is to have good communication and find a solution with the director of a Public Health Center. The conclusion of health services carryout before and during the COVID-19 pandemic has been running according to the applicable SOP.
PENERAPAN POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DALAM RANGKA MENGANTISIPASI DAMPAK COVID-19 LINGKUP ANAK JEMAAT MARTURIA OESAPA SELATAN, KOTA KUPANG Deviarbi Sakke Tira; Agus Setyobudi; Enos Kabu
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Edisi Oktober 2023
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v4i2.248

Abstract

Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) is a disease outbreak that spreads widely throughout the world, caused by the Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARSCoV-2) virus infection. In dealing with this Covid-19 outbreak, it is necessary to change the attitude of everyone in terms of maintaining their body health. Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is highly recommended to be implemented because maintaining body immunity is very important so that the body remains healthy and avoids disease; however, there are still very many citizens who do not understand the importance of PHBS, especially among young people (children and adolescents) in Kupang City). This service activity aims to provide a thorough understanding of PHBS to young people so that it can be applied in their daily lives. The method of implementing this community service activity begins with data collection using an exploratory approach with a combination of observation and crosscectional study designs, namely all data collected in one period of time accompanied by field observations and recording. Furthermore, counseling is carried out which is accompanied by a form of pre and post test evaluation to measure changes in participants' attitudes about the counseling material, namely the implementation of the PHBS program. Overall, the activities were carried out well, participants knew well about Covid-19 disease and how to prevent it, healthy food, using masks and how to wash hands properly. However, in terms of their knowledge of Covid-19 disease, most participants only mentioned what Covid-19 disease stands for, how to wash their hands and how to use masks. The participants could only mention the reason for practicing handwashing, namely "to be healthy and clean" but could not give a precise explanation why they should practice good and proper handwashing.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Pada Wanita Usia Subur Haseli, Katharina; Apris A. Adu; Deviarbi S. Tirra
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v12i2.131

Abstract

Jumlah PUS bulan Januari 2020 di Kota Kupang adalah 47.044. Jumlah peserta MKJP di kota Kupang sebanyak 13.847 (42,54) dari total jumlah peserta KB aktif sebanyak 32.559. Angka ini menunjukkan bahwa penggunaan non-MJKP dan PUS yang tidak menggunakan alat kontrasepsi lebih besar dari pengguna MKJP (BKKBN Kota Kupang, 2020). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pendidikan, pengetahuan, jumlah anak, dukungan suami, dukungan teman sebaya, dan informasi petugas layanan KB terhadap metode kontrasepsi jangka panjang pada wanita usia subur di wilayah kerja puskesmas Oebobo tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah study survey analitik dengan rancangan Cross-sectional study. Sampel terdiri dari 325 orang wanita usia subur dan dilakukan secara accidental sampling dengan tingkat kepercayaan α=0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan yang berhubungan dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang adalah pendidikan (p-value = 0,021), pengetahuan (p-value = 0,023), dukungan suami (p-value = 0,000) dan dukungan teman sebaya (p-value = 0,031). Sedangkan yang tidak berhubungan dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang adalah jumlah anak (p-value = 0,717) dan informasi petugas layanan KB (p-value = 0,484). Diharapkan wanita usia subur lebih berpartisipatif dalam mengikuti program KB.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Insomnia Pada Mahasiswa FKM Undana Angkatan 2020 Dan 2021 Fitria Ningsi Banni Tudu; Deviarbi S. Tira; Soleman Landi
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v12i1.226

Abstract

Insomnia merupakan suatu gangguan tidur yang di alami oleh penderita dengan gejala-gejala selalu merasa letih dan lelah sepanjang hari, serta secara terus-menerus mengalami kesulitan tidur atau terbangun pada tengah malam dan tidak bisa kembali tidur. Faktor penyebabnya yaitu faktor psikologis, faktor fisik, faktor lingkungan dan gaya hidup. Insomnia pada mahasiswa disebabkan oleh gaya hidup yaitu penggunaan gadget dan konsumsi kafein. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian insomnia pada mahasiswa angkatan 2020 dan 2021. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan desain penelitian cross-sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa angkatan 2020 dan 2021 yang berjumlah 438 orang dengan jumlah sampel 155 orang dengan menggunakan simple random sampling. Instumen penelitian menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh, dianalisis menggunakan chi square dengan tingkat kepercayaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan gadget sehari (p=0,002), ada hubungan yang signifikan antara aktivitas penggunaan gadget sebelum tidur (p=0,000) dan tidak ada hubungan yang signifikan antara konsumsi kafein (p=0,336) dengan kejadian insomnia pada Mahasiswa FKM UNDANA Angkatan 2020 dan 2021. Diharapakan agar mahasiswa dapat meminimalisir kejadian insomnia dengan memanejemen waktu dengan baik dalam menggunakan gadget sehari dan sebelum tidur serta pola konsumsi kafein.
Health education about hypertension to increase knowledge for senior citizens Andi Suyatni Musyrah; Deviarbi Sakke Tira; Nordianiwati Nordianiwati; Lumastari Ajeng Wijayanti; Marisca Jenice Sanaky; Muhammad Dawam Jamil
Journal Pengabdian Masyarakat Politeknik Sandi Karsa Vol 3 No 1 (2024): Abdimas Polsaka: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat,Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/abdimaspolsaka.v3i1.61

Abstract

Hypertension is a health problem that often occurs in senior citizens and can increase the risk of heart disease, stroke, and other health complications. Health education about hypertension among senior citizens has become very important to improve their understanding of this condition. The purpose of this activity is to implement health promotion and preventive efforts based on collaboration between professions in providing hypertension health education to the elderly. The method used is material presentation, discussion, and evaluation of activities. The result of the implementation of this activity is an increase in elderly knowledge about hypertension from poor to good. It was concluded that there was a need for periodic socialisation involving many communities and cadres. Families are expected to apply at home and disseminate information related to hypertension. Through this increased knowledge, it is hoped that senior citizens can take preventive and proactive steps in managing their blood pressure, promoting heart health, and improving their overall quality of life. This holistic approach involves collaborating with health workers, drawing on local resources, and ensuring social support is in place to support efforts to prevent and manage hypertension among senior citizens
Optimizing the health of the elderly through screening and health education Yoga Tri Wijayanti; Deviarbi Sakke Tira; Anita Lontaan; Suprapto Suprapto; Agnes Montolalu
Journal Pengabdian Masyarakat Politeknik Sandi Karsa Vol 3 No 2 (2024): Abdimas Polsaka: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat,Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/abdimaspolsaka.v3i2.75

Abstract

The increasing number of older adults in Indonesia demands more attention to efforts to optimize their health. The elderly are susceptible to various chronic and degenerative diseases that can reduce the quality of life. Therefore, a comprehensive approach through screening and health education is urgently needed to improve the health status of older adults. This community service aims to conduct health screenings and provide health education to older adults in certain areas. The methods used include basic health checks such as blood pressure, blood sugar, and body mass index (BMI), as well as counseling on healthy lifestyles, nutrition, and the importance of physical activity. The results of this activity show that many older adults are not aware of their actual health conditions. Through screening, several cases of hypertension, diabetes, and obesity were found that required further treatment. In addition, the health education provided is able to increase the knowledge and awareness of older adults regarding the importance of maintaining a healthy lifestyle. This community service concludes that the combination of screening and health education is effective in detecting health problems and increasing the awareness of the elderly about the importance of prevention and early treatment. Recommendations for similar programs in the future are to expand the reach of activities, strengthen collaboration with local health facilities, and develop more comprehensive educational materials
Potential Use of Papaya Flower Extract (Carica papaya Linn) for Aedes Aegypti Larvicide Pakan, Sikhry Christian Max; Riwu, Yuliana Radja; Landi, Soleman; Tira, Deviarbi Sakke
Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Vol 6, No 3 (2023): Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jphtcr.v6i3.20143

Abstract

Introduction: Temefos as a larvicide to prevent dengue hemorrhagic fever is known to be resistant to Aedes aegypti larvae in several regions in Indonesia. Therefore, alternative larvicides are needed. Papaya plants are one of the alternative solutions as papaya flowers contain secondary metabolite compounds that can kill Aedes aegypti larvae. This study aimed to determine the potential of papaya flower extract to be an Aedes aegypti larvicide.Methods : This study was a true experimental study with a posttest-only control group design, with 6 treatment groups namely 1%, 5%, 10%, 15%, and 20% extract concentrations (Experimental Group) and distilled water (Control Group). The experiment was repeated 4 times with a testing time of 24 hours. A total 600 Aedes aegypti instar larvae III/IV were used. Larvae toxicity was analyzed using Probit Analysis to determine the value of Lethal Concentration (LC) and Lethal Time (LT) and the Kruskall-Wallis test to determine the differences of larval deaths in each experimental group. Results: Results showed that the highest and the lowest average larval mortality was at 20% concentration (25 larvae) and 1% concentration (14.75 larvae), respectively.  and values were 4.84% and 10.39%, while values of five concentrations were 115.74, 24.24, 23.41, 25.24, and 16.55 hours and values of five concentrations were 241.95, 29.42, 26.20, 32.24, and 24.48 hours. There was a difference in the number of larval deaths after 24 hours of treatment in the experimental group (p-value = 0.011).Conclusion: Papaya flower extract has the potential to be an Aedes aegypti larvicide with 20% concentration as the optimum dose. However, phytochemical screening needs to be done to determine the dominant papaya flower compounds act as Aedes aegypti larvicides. 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STROKE Yuliany Rahmawati, Endah; Masdah, Siti; Sakke Tira, Deviarbi; Awal, Muhammad; Arpandjam'an, Arpandjam'an
Ensiklopedia of Journal Vol 6, No 4 (2024): Vol. 6 No. 4 Edisi 3 Juli 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v6i4.2494

Abstract

Stroke is one of the neurological disorders that is also an acute vascular injury to the brain. Based on observations on October 1, 2022, of 7 stroke patients in the inpatient room of Awal Bros Panam Hospital (RSAB Panam), 5 patients (71%) had a history of hypertension and 2 patients (29%) had a history of diabetes mellitus. 4 patients (57%) were male and 3 patients (43%) were female. 5 patients (71%) had an age of >40 years while 2 patients (29%) were at the age of 25-40 years. 4 patients (57%) had a history of smoking and 3 patients (43%) did not have a history of smoking but were exposed to smokers (passive smokers). 3 patients (43%) were in the obese weight category, 3 patients (43%) were in the normal weight category and 1 patient (14%) was in the underweight category. The purpose of the study was to determine the factors associated with the incidence of stroke. This type of research uses quantitative research with a cross sectional design. The sample amounted to 30 people with sampling techniques using accidental sampling. The results showed there was a relationship between age (p value: 0.001), history of hypertension (p value: 0.027). It is recommended that health workers conduct counseling or provide information to the public about secondary prevention efforts (healthy lifestyle, risk factor control) can be done directly in the form of counseling or indirectly in the form of media such as advertisements, posters / brochures. Keywords: Hypertension, Gender, Stroke
HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI DESA KALENA WANNO WILAYAH KERJA PUSKESMAS WATU KAWULA KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA Dondo, Lusia; Ndoen, Honey I.; Sakke, Deviarbi
Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/ejpazih.v12i2.249

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan suatu penyakit saluran pernapasan yang disebabkan faktor lingkungan dan faktor manusia yang dipengaruhi adanya virus dan bakteri. Penyakit tersebut menyebabkan kematian paling banyak pada anak di negara berkembang dan negara maju. Pada tahun 2020 ISPA menempati urutan pertama di Puskesmas Watu Kawula dengan jumlah 1.203 kasus ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi fisik rumah dan kebiasaan merokok dengan kejadian ISPA pada balita di Desa Kalena Wanno wilayah kerja Puskesmas Watu Kawula Kabupaten Sumba Barat Daya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah balita yang berada di wilayah kerja Puskesmas Watu Kawula pada tahun 2022 yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 103 orang yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis bivariat dengan metode uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0.05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis lantai (p= 0,016), jenis dinding (p= 0,027), luas ventilasi (p= 0,015), kepadatan hunian (p= 0,025), dan kebiasaan merokok (p= 0,040) ada hubungan dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Watu Kawula Kabupaten Sumba Barat Daya.
Co-Authors Adang, Dionisia Cacalia Adu, Apris A. Agnes Montolalu Agun, Archangela Rom Ose Agus Setyobudi Agus Setyobudi Agus Setyobudi Agus Setyobudi Alang, Gregorius Rinto Amas, Arias Umbu Amelia B Sir Amelya Betsalonia Sir Amul, Bergita G. J. Andi Suyatni Musyrah Anding, Derse Ndula Andri Y. Hilli Angela Albertin Siki Anita Lontaan Anna Henny Talahatu Antonia Hari Anu, Lusia Faustina arpandjam'an, arpandjam'an Asiyah, Raudhatul Astriani, Astriani Awal, Muhammad Bahar, Astrid Fitria Mulyani Bakri, Burhanuddin Banoet, Malestriani J. Barbier, Tammy Andrea Bata, Sesilia Alfonsa Bebhe, Maria Windriani Bena, Paula Theresia Benu, Novianti Serni M. Bernadina Tena Bili, Adelia F. D. Bonavantura Taco Bria, Febriana Abuk Bungsu, Marwa Ledita Carolin, Afriani Magreth Cathlyn Ivanna Salmon Clareta Monica Oktaviane Teja Dade, Veronika Daniela Boeky Daniela L. A Boeky Dea Putrisna Djawa Gigy Dea Putrisna Djawa Gigy Dealdo, Kresecia Aprillia Putri Diana Apipideli Dodo, Dominirsep Ovidius Doki, Gloria Evaristi Dondo, Lusia Engelina Nabuasa Engglika S Enggllika Remijawa Enos Kabu Ermenilda Poseng Febiola, Febiola Fitria Ningsi Banni Tudu Fransisca Camellia Bunga Wago Fransiskus G. Made Fransiskus G. Mado Gracia, Febrianti Gulo, Stefani Dua Haba, Febrian Trisan Hantip, Paskalis Charvalo Putra Haseli, Katharina Helga Jilvera Nathalia Ndun Hero, Damianus Harlando Hinga, Indriati A. Tedju Honey I. Ndoen Honey I. Ndoen Icha, Florentina Rosina Iksan Kaleb Adu Imelda F. E. Manurung Imelda Februati Ester Manurung Indriati A. Tedju Hinga Indriati Andolita Tedju Hinga Irna Kause Jellabing, Agitha Reymusyani Cr Jenau, Priska Lidia Kase, Cindy Kerans, Maria Merai K. Khalid Fredy Saputra, M Kiik, Alexandrina T.A. Koa, Theresna Kurnia Sari Hayon Kusumawardani, Emi Laba, Elfrida Febriyanti Lado, Ervan Dima Lauw, Stenly Yunior Ledoh, Kristiana Lengari, Trinita Y.N Lewi Jutomo Limbu, Ribka Linda Aryanti Mahoklory Logo, Juniadi A. Pe Lorna Lolo, Lestari M. Ihsan Dacholfany Manose, Menti Y. Manurung, Imelda Februati Ester Maria Flaviana Tefa Maria M. Dwi Wahyuni Maria Margarini Leki Maria Marselina Meo Maria Yosefa Ivony Jepapu Marisca Jenice Sanaky Marni Marni Marthen Robinson Pellokila Masae, Viviencia M.A. Masrida Sinaga Mataufina, Maria C. C. Mathilde, Mauricia Keyra Mbate, Welsirefika Merdiana Ones Mesang, Gabriela J. N. Mesang, Gabriela. J. N. Mue, Elvina Muhammad Dawam Jamil Muskananfola, Catherine Elisabeth Mustakim Sahdan Namah, Nikita Martha Dewi Nautu, Ceresentia Apriani Ndoen, Honey I. Ndoen, Honey Ivon Ndolu, Yurihany S. J. Ndun, Elistho Adrianus Neno, Tiara Margareth Nenotek, Kezia Indriani Nordianiwati Novita Scolastica Amsikan Novitasari Novitasari Nufeto, Virliando Nur, Marselinus Laga Pakae, Santaliana A. Pakan, Sikhry Christian Max Pandie, Iquinta I. Pandie, Marshanda Ananda Pati, Riana B.Belinda Umbu Pau, Defristin Pehan, Melania Alpiani Derang Pellondou, Deflin Petrus Gawe Nusa Uran Picauly, Intje Pingak, Meksy S. Pullu, Robertilde Kristy R. B. Pupella, Jeysel D. Purimahua, Shinta L. Purnawan, Sigit Purnawirawan, Sigit Radja Riwu, Yuliana Rahayu Chandranita Rini Rahayu, Elisabeth Tri Rahmi, Hanifatul Rambadeta, Rina Djawa Rebo, Martina Lulu Reke, Sarlintje Rinawati Sirait Rini Aryanti Riwu, Yuliana Radja Robertha Kartini Ronny Syamuel J. P. Ratukore Sabuna, Dwirana Safriza, Hamditya Aulia Sarci M. Toy Sari, Iffah Atiqah Sartono S. Rika Seo, Johandri Leonaldi Silfiana, Andi Siti Masdah Soleman Landi Sumiati Sumiati SUMIYATI SUMIYATI Suprapto Suprapto Susanto, Angelina Kathlen Syamruth, Yendris K. Tadeus A.L. Regaletha Takesan, Wilyam J. Taopan, Qntan Q.P Tedju Hinga, Indriati A. Tedjuhinga, Indriati A. Tino, Pretty Angel Tri Wijayanti, Yoga Tuan, James Tukan, Helena Antonia Ema Viviencia M. A. Masae Wahyuni, Maria M. D. Weraman, Pius Weto, Yohana Karmilan Wijayanti, Lumastari Ajeng Wonlele, Graciella P. I. Yermi A. Suek Yoga Tri Wijayanti Yuliana Timu Yuliany Rahmawati, Endah Yuliawati, Dwi Yunus, Muh Yusak, Cindy Putri Yusuf, Nazwa Nabila