Claim Missing Document
Check
Articles

Motivasi Siswa dalam Mengikuti Program Platinum Camp di LBB Sang Juara School Surabaya sebagai Persiapan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes Nabila Indira; Heryanto Susilo
J+PLUS UNESA Vol. 14 No. 2 (2025): J+PLUS, Desember 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis motivasi siswa dalam memilih Program Platinum Camp di Sang Juara School Surabaya sebagai persiapan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Program ini menawarkan pembelajaran terstruktur dan intensif melalui model karantina yang bebas gangguan eksternal. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta analisis data melalui pengumpulan, reduksi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi akademik, terutama keinginan diterima di fakultas kedokteran universitas negeri, menjadi faktor utama pemilihan program. Dukungan orang tua, lingkungan belajar disiplin, serta pendekatan pembelajaran intensif turut meningkatkan rasa percaya diri dan kesiapan siswa. Evaluasi selama satu bulan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman materi dan kemampuan mengerjakan soal melalui latihan harian dan try-out CBT mingguan. Kegiatan non-akademik juga memperkuat solidaritas antar peserta. Secara keseluruhan, Platinum Camp berdampak positif terhadap kesiapan akademik dan mental siswa dalam menghadapi UTBK.
Implementasi Pola Asuh Strict Parent dalam Membentuk Karakter Mandiri Anak Usia 12-17 Tahun di Kelurahan Babat Kabupaten Lamongan Nur Laila Maulidia Maulidia; Heryanto Susilo
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemandirian merupakan aspek penting dalam proses perkembangan anak, khususnya pada remaja usia 12-17 tahun, sebagai persiapan dalam tahap menuju kedewasaan. Dalam konteks ini, praktek pola asuh memiliki peran yang penting dalam membentuk karakter mandiri anak. Di Kelurahan Babat, pengasuhan yang ketat masih banyak diterapkan oleh orang tua, karena dianggap efektif dalam menanamkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab. Namun, gaya pengasuhan ini juga menghadirkan tantangan, karena dapat mendukung sekaligus menghambat perkembangan kemandirian anak, terutama ketika anak tidak diberi kesempatan untuk berpendapat dan berpartisipasi dalam proses mengambil keputusan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Dengan partisipan yang terdiri dari orang tua dan anak berusia 12-17 tahun, bersama dengan informan tambahan dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Data penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Proses analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan validitas data dipastikan melalui adanya triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola pengasuhan strict parent, diterapkan melalui penetapan aturan yang tegas, pengawasan intensif, dan penerapan sanksi sebagai bentuk penegakan nilai disiplin. Gaya pengasuhan ini efektif dalam menumbuhkan sikap disiplin dan tanggung jawab anak. Namun, hal itu tidak sepenuhnya mendukung pertumbuhan kemandirian anak, khususnya aspek pengambilan keputusan. Faktor yang mendukung penerapan pola pengasuhan ini meliputi konsistensi orang tua, lingkungan sosial, dan nilai budaya, sedangkan faktor yang menghambat meliputi terbatasnya komunikasi dua arah, kontrol orang tua yang tinggi, serta pengaruh lingkungan dan teknologi. Oleh karena itu, keseimbangan antara disiplin dan komunikasi yang efektif diperlukan untuk mendukung perkembangan kemandirian anak secara optimal.
Strategi Ibu Pekerja dalam Mendukung Kemandirian Anak Usia Dini di Surabaya Aisyah Syifa Ulhaq; Heryanto Susilo
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi ibu pekerja dalam mendukung kemandirian anak usia dini, bentuk kemandirian anak, serta tantangan yang dihadapi dalam proses pengasuhan di Manukan Krajan, Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari ibu pekerja sebagai informan utama dan nenek sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengasuhan yang dilakukan meliputi pembiasaan, keteladanan, pemberian tanggung jawab, pendampingan, serta kerja sama keluarga. Kemandirian anak terlihat pada kemampuan self-help, pengambilan keputusan sederhana, tanggung jawab, dan kepercayaan diri. Adapun tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, kelelahan fisik dan emosional, serta konsistensi pola asuh. Meskipun demikian, kemandirian anak tetap berkembang melalui pengasuhan yang adaptif dan dukungan lingkungan keluarga.
Pengaruh Prinsip Andragogi dan Self Regulated Learning Terhadap Kesiapan Karier Peserta Didik di LKP Lussy Surabaya Clarita Angelia Landay; Heryanto Susilo
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi kesiapan karir yang merupakan aspek penting untuk dimiliki peserta didik dalam menghadapi dinamika dunia kerja, terutama pada jalur pendidikan non formal. Pendekatan andragogi dan self regulated learning (SRL) menjadi krusial untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP). Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh prinsip andragogi (X1) dan SRL (X2) terhadap kesiapan karir (Y) peserta didik LKP Lussy Surabaya. Kebaruan terletak pada pengujian sinergi kedua variabel dalam konteks vokasional nonformal. Penelitian ini menggunakan Metode kuantitatif korelasional digunakan dengan 65 responden peserta aktif, dipilih via probability sampling. Data dikumpul melalui kuesioner Likert 4 poin, kemudian diuji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, hingga uji hipotesis untuk mengetahui pengaruh antar variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip andragogi dan self regulated learning berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan karier peserta didik. Secara parsial, prinsip andragogi memiliki nilai t hitung 5,241 dengan signifikansi 0,000, sedangkan self regulated learning memiliki nilai t hitung 10,839 dengan signifikansi 0,000, yang menunjukkan pengaruh yang lebih dominan. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap kesiapan karier dengan nilai F hitung 72,294 dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi R sebesar 0,707 menunjukkan bahwa 70,7% kesiapan karier dipengaruhi oleh prinsip andragogi dan self regulated learning, sedangkan 29,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Hal tersebut menunjukkan bahwa ketika peserta didik terbiasa belajar secara mandiri, mengelola proses belajarnya, serta memperoleh pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dan pengalaman mereka, maka kesiapan dalam menghadapi dunia kerja juga akan semakin berkembang. Temuan ini menegaskan bahwa kedua faktor tersebut memiliki peran penting dalam membentuk kesiapan karier peserta didik LKP Lussy Surabaya, baik jika dilihat secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama.
Pengaruh Kompetensi Fasilitator Terhadap Partisipasi Masyarakat Program Sekolah Orang Tua Hebat di Kota Surabaya Clara Aritonang; Heryanto Susilo
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community participation is a key determinant of the success of non-formal education programs, including the Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) program designed to enhance parents' capacity in child-rearing. Variations in community participation levels were found in Lidah Wetan Village, Surabaya, presumably related to differences in facilitator competence. This study aimed to determine the effect of facilitator competence on community participation in the SOTH program. A quantitative approach with simple linear regression analysis was used, involving all 58 active participants as the total sample. Data were collected using a closed questionnaire with a four-point Likert scale, tested for validity using Pearson Product Moment correlation and reliability using Cronbach's Alpha. The results showed that facilitator competence has a positive and significant effect on community participation, with a t-value of 2.036 > t-table 2.003 and significance value of 0.046 < 0.05. The regression equation is Y = 17.295 + 0.230X, with R² = 0.069, meaning facilitator competence contributes 6.9% to community participation. It is recommended that program organizers conduct continuous training and supervision on andragogy facilitation, participatory communication, and professional development to increase active community participation.
Peran Kader Surabaya Hebat (KSH) dalam Menumbuhkan Kualitas Kesehatan Keluarga di Kelurahan Wiyung Kota Surabaya Dinda Harsanica; Heryanto Susilo
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kesehatan keluarga sebagai dasar kesejahteraan masyarakat, serta masih adanya keterbatasan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup sehat. Kondisi tersebut mendorong perlunya peran pihak yang mampu melakukan pendampingan secara langsung, salah satunya Kader Surabaya Hebat (KSH). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran KSH dalam menumbuhkan kualitas kesehatan keluarga di Kelurahan Wiyung Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian terdiri dari KSH, petugas puskesmas, perangkat kelurahan, dan masyarakat yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KSH berperan sebagai pendamping, edukator, fasilitator, dan penghubung antara masyarakat dengan layanan kesehatan. Bentuk pendampingan meliputi kunjungan rumah, edukasi kesehatan, pendataan, dan pemantauan kondisi keluarga yang dilakukan secara berkelanjutan. Peran tersebut memberikan manfaat berupa peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku hidup sehat keluarga. Meskipun terdapat hambatan seperti keterbatasan waktu dan partisipasi masyarakat, dukungan pemerintah dan kedekatan kader dengan masyarakat menjadi faktor pendukung utama. Dengan demikian, KSH berkontribusi dalam menumbuhkan kualitas kesehatan keluarga secara bertahap.
Pendampingan Orang Tua dalam Menciptakan Lingkungan Belajar Kaya Numerasi di Desa Grogol Kecamatan Giri Kabupaten Banyuwangi Ali Yusuf; Rivo Nugroho; Heryanto Susilo; Shobri Firman Susanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i1.4176

Abstract

Perkembangan kemampuan numerasi menjadi salah satu indikator penting dalam kualitas pendidikan anak, karena numerasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berhitung, tetapi juga mencakup kecakapan berpikir logis, analitis, dan kemampuan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Pendampingan Orang Tua dalam Menciptakan Lingkungan Belajar Kaya Numerasi di Desa Grogol bertujuan memperkuat kapasitas keluarga dalam mendukung perkembangan numerasi anak. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk kesadaran kolektif bahwa lingkungan rumah memiliki potensi besar sebagai ruang belajar yang efektif dan berkelanjutan, sehingga kemampuan numerasi anak dapat berkembang secara optimal sejak dini. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah (1) metode identifikasi kebutuhan dan kondisi sasaran, (2) metode focus group discussion (fgd), (3) metode praktik, (4) evaluasi dan refleksi. Target mengenai kegiatan ini adalah diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran orang tua tentang pentingnya mengintegrasikan numerasi dalam aktivitas harian, seperti berbelanja, memasak, dan mengelola keuangan sederhana. Pendampingan ini diharapkan mampu membangun budaya belajar yang positif dan berkelanjutan di lingkungan keluarga sehingga perkembangan numerasi anak dapat berkembang secara optimal.
KELOMPOK WANITA TANI DAN UPAYA MEMBANGUN RUANG EKONOMI DI DESA NGANCAR KECAMATAN PLAOSAN KABUPATEN MAGETAN Heryanto Susilo; Dany Nasrullah; Dina Rahmawati
LENTERA: JOURNAL OF GENDER AND CHILDREN STUDIES Vol 3 No 2 (2023): Lentera: Journal of Gender and Children Studies ( Desember 2023 )
Publisher : LPPM Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/lentera.v3i2.28377

Abstract

This research aims to determine the implementation of empowerment of the Seruni Women Farmers Group (KWT) in Ngancar Village, Plaosan District, Magetan Regency as an effort to improve the local community's economy. This research uses a descriptive qualitative approach. This research was located in Ngancar Village, RT/RW 13/02, Plaosan District, Magetan Regency. Data collection was carried out using observation techniques, questionnaires to 67 respondents, and documentation. The techniques used in data analysis are data reduction, data display, and drawing conclusions. The results of the research show that the implementation of empowerment for KWT Seruni was carried out through several stages, starting from providing material on how to make noodles from those equipped with facilities in the form of the necessary tools to providing material on packing by conducting a comparative study with MSMEs in Malang. This empowerment program can help Geyong Hamlet female farmers increase their income through the production of vegetable-based food. Keywords: Empowerment, Farmer Women’s Group, Economic Improvement
Construction of the Entrepreneurial Spirit of Package C at PKBM Al-Kayyis Indonesia Gresik Widodo Widodo; Gunarti Dwi Lestari; Heryanto Susilo; Widya Nusantara; Tri Qodriyati; Arif Firmansyah
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 4 (2026): August
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i4.2009

Abstract

Entrepreneurship education is increasingly important for Package C students, an equivalency program at the senior high school level, as graduates may face limited employment opportunities and need the capacity to create independent livelihoods. However, how an entrepreneurial spirit is developed among Package C students through non-formal education remains insufficiently understood. This study aims to explore the process through which entrepreneurial spirit is constructed among Package C students and how it encourages them to establish independent businesses. Using a qualitative phenomenological approach, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis involving the head of a Community Learning Center (CLC), four tutors, and 12 Package C students at PKBM Alkayyis Indonesia. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that entrepreneurial spirit is constructed through structured learning and guided practice in five interrelated stages: (1) developing self-awareness of socio-economic conditions and values rooted in culture, ethics, and religious morality; (2) building an understanding of entrepreneurship as a problem-solving activity aligned with personal interests; (3) strengthening entrepreneurial behavior through training and guided agribusiness practice; (4) habituating entrepreneurial activities through regular and independent hands-on practice; and (5) internalizing entrepreneurial qualities, including courage to experiment, initiative, innovation, creativity, self-confidence, and perseverance. These findings indicate that entrepreneurial spirit develops through a gradual process combining awareness, knowledge, reinforcement, and repeated practice. The study highlights the potential of structured, practice-oriented entrepreneurship learning in non-formal education to foster students’ independence and entrepreneurial action.
Capacity Building for Tourism Awareness Groups throughCompetency-Based Learning Shobri Firman Susanto; Sjafiatul Mardliyah; Heryanto Susilo; Widodo Widodo; Monica Widyaswari
Journal of Nonformal Education Vol. 12 No. 2 (2026): Community Education, Adult Education and Community Empowerment
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jone.v12i2.58778

Abstract

Background – The need for reproductive health education among adolescents and young adults is influenced by social conditions, parenting styles and family communication, perceptions of reproductive health, peer relationships, as well as social and information environments. Research Urgency – Reproductive health education needs to be grounded in actual requirements to ensure that developed programs align with the characteristics and life contexts of the target group. Research Objectives – This study aims to analyze the reproductive health education needs of adolescents and young adults to serve as a basis for program development. Research Method – The study employed a quantitative approach using a descriptive survey design oriented towards a needs assessment. It was conducted in Babakan Sari Urban Village, Bandung City, involving 35 respondents aged 11–22 years selected through purposive sampling. Data were collected using a 20-item structured questionnaire with response formats tailored to the nature of the questions. Data were analyzed using frequencies, percentages, and a synthesis across components. Research Findings – The study produced a needs map covering social conditions, parenting styles and family communication, perceptions of reproductive health, peer relationships, and social and information environments. This synthesis was formulated into the Adolescent Reproductive Health Education Needs Framework (ARHENF), serving as an initial conceptual synthesis based on survey findings rather than an empirically validated framework. Research Conclusion – The needs analysis provides an empirical basis for understanding reproductive health education needs in alignment with the characteristics and life contexts of adolescents and young adults. Research Novelty/Contribution – The study's contribution lies in the integrated mapping of needs and their synthesis into the ARHENF, serving as a conceptual foundation for the development of reproductive health education programs.
Co-Authors ., Supriyani Abdul Hafidz Achmad Rasyad Adelia Rahmawati Adhiansyah, Doni Ado, Yahya Raja Afandi, Faris Afifah Ariani Agastya Pawestri agustina, amelia fitri Ahsanun Nihayah Ainiyah, Ulfatin Aisyah Aprillia Rahmawati Aisyah Syifa Ulhaq Akmalia Putri, Fina Alhidayat, Maslakhatun Nisak Ali Yusuf Ali Yusuf Anandita, Nafisha Andhini, Revalina Nurasita Angellia Okvita Ningtyas Anil K, Ajlisa Selly Anisa Ika Febriyanti Annisa, Fahira Nur Aprilia, Stevi Aqila Rona Al Rifai Ardhana Reswari Ardhana Reswari Arientha Libby Purnama Arif Firmansyah Arini Dwi Cahyani Aripin, Jainul Rahmat Asih Setyani Asyari, Muhammad Dwiky Hasyim Atmaja Johny Artha, I Ketut Auliya Rahmah, Qorina Awalia Saputri Ayat Akhras Tamam Azahra, Nadine Naura Rizqina Azzahra, Salma Azzahra, Syafira Putri Bambang Dibyo Wiryono Bambang Wiryono Carissa Fidela Putri Clara Aritonang Clarita Angelia Landay Dany Nasrullah Dayati , Umi Desika Putri Mardiani Desika Putri Mardiani devi ghina Dewa Cakra, Dhimas Rangga Dian Fitriani Dina Rahmawati Dinar Putri Laksanti Dinda Harsanica Dwi.A, Imelda Edwin Jaimes Villaflor Eka Fajariyah, Helenda Eka Nur Kumalasari, Amelia Enik Amalia Erny Roesminingsih Evania, Alma faizol, hanif Fajriatus, Tisya Faliha Riasah Faradila, Aisya Nor Ferdiansyah, M. Arif Fina Akmalia Putri fitria ningsih Fitriyah Najwa Garini Hadina Gatot Bayu Wibowo Gumpanat Boriboon Gunarti Dwi Lestari Gunarti Dwi Lestari Gunarti Dwi Lestari Hajar Safira Nahdliya Hanif Faizol Akbar Hanifah Sari Sofyan Hanissyah, Dhina Aura Putri Hardika Hardika Herdiyanti, Farah Ayu Herlina Herlina Mukti Hestyan, Alvian Pramadani I Ketut Atmaja Jhony Artha I Ketut Atmaja Johny Artha, I Ilfi Nur Diana Intan Fitriani Ishaq , M Ishvi Oktavenia Eriyanti I’anatul Fauriyah Jannah, Nadia Hidayahtul Khamila, Armeita Cahya Kharisma, Alia Fadhila Khoirun Nisa Kholisussa'di, Kholisussa'di Kiki Irafa Candra Kirphoko, Alexa Putri Libby Purnama, Arientha Lopa, Eliviana Berlian M Fahmi Zakariyah M. Daffa Aramzi Maesa Yunanda Tri Wijayanti MARDIANI, DESIKA PUTRI Mardliyah , Sjafiatul MARIA VERONIKA ROESMININGSIH Marsetiani, Alya Yuniar Masniyah, Hannik Maulana Rinaldi Maulidia, Vina Melasari, Yeti Diah Mohamed, Suziyani Muhammad Muzaki Dwiyatmono Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Muzaroh Artikasari Nabila Indira Nadia Hidayahtul Jannah Nafa Oktanisfia Naila, Ika Derin Najwa Azzahra Syahyudi Najwa Naishila Pertiwi Nasrullah, Dany Nilasari, Putri Novita Salsabila Azzahra Nur Laila Maulidia Maulidia Nur Laili Fitriyah Nuraini, Febritesna Nuratmila Rosada Janah Nusantara , Widya Nusantara, Widya Patrama, Muhammad Yayang Putra Prastyo, Danang Puput Nabilakhul Natalia Purnama, Aldi Jaya Putri Dewi, Ratu Ghaniyyah Athallah Putri Puspita sari Putri, Berliana Fairelia Putri, Dian Rachmawati Putri, Fina Akmalia Qodriyanti, Tri Ulya Qodriyati, Tri Ulya Qorina Auliya Rahmah Rahmawati, Lina Aulia Rahmawati, Rosyidah Ratu Keylla, Citra Puspita Raya Sulistyowati Regita Ayu Ambar wati Revalina Nurasita Andhini Revalinda Ike’istamaroh, Crisca Rivo Nugroho Robiatul Adawiyah ROFIK JALAL ROSYANAFI Romadoni, Fitri Rusdiyanto Salim, Tisya Fajriatus Salwa Airinnisa Saputri, Awalia Sausan, Nabila Azhara Selfi Lailiyatul Iftitah Septi Putri, Adinda Balqis Serli Della Puspita Sheilla Aprisa Hazrahmana Shobri Firman Susanto Shobri Firman Susanto Shobri Firman Susanto SJAFIATUL MARDLIYAH Sonnia Maharani Sri Dewi Intansari Supriyono Supriyono SURYANTI Susanti, Veronicaintan Syafiul Anam Syahfrilina, Venny Zahra Syahfrillina, Venny Zahra Syifa Amalia Putri Taufiq Harris Titah Lestari Widya Arifin Tri Qodriyati Tri Qulya’ Qordriyanti Tri Ulya Qodriyati Tri Widia Lestari Triyanti, Ainurrochma Tri‘Ulya Qodriyati Tungga, Raphsodyan Sekar Ummah, Alfi Mashlahatil Utami, Faza Maulidia Veronica Intan Susanti Vika Amalina virdaus, varia virdania Vivi Oktaviani WIDCHICA INDRIANI Widodo Widodo Widodo Widodo Widodo Widya Nusantara Widyaswari, Monica windasari windasari Wiwin Yulianingsih Wiwin Yulianingsih WIWIN YULIANINGSIH Yatim Riyanto YATIM RIYANTO Yatim Riyanto Yulianto, Ibnu Eko Yuni Puspitasari, Yuni Yusvano, Denta Gara Zacky Raffi Al Faridzi Zahra, Arifah Az Zakariyah, M Fahmi Zuana, Megantara Zudin, Indah Nabila Zulkarnain Zulkarnain