Claim Missing Document
Check
Articles

Perencanaan Normalisasi Drainase Dijalan Pancur Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu YULIANTINI EKA PUTRI; ALEKSANDER PURBA; TRISYA SEPTIANA
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 2 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.2 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang pemilihan lokasi Jalan Pancur yang merupakan jalan akses yang menghubungkan jalan utama kota Baturaja dengan jalan Lintas Sumatra yang panjangnya 1,2 KM dengan lebar 4 meter. Dengan pertumbuhan penduduk yang ada dikota Baturaja, dan pesatnya pembangunan perumahan disepanjang jalan pancur. Dengan kondisi tersebut ditambah lagi curah hujan yang meningkat maka jalan pancur dicekungan jalannya banjir. Tujuan penelitian ini adalah merencanakan normalisasi drainase di sepanjang Jalan Pancur Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu. Metode yang digunakan adalah survey langsung data saluran drainase dan ketinggin daerah aliran sert data curah hujan dan debit air. Dengan data-data tersebut dapat dipakai untuk menghitung penampang drainase dan kapasitas saluran menggunakan rumus. Aliran air saat ini di Jalan Pancur ST 0+500 harus dinormalisasi dengan saluran drainase trapesium dan penggalian tanah untuk memperluas dan memperdalam aliran drainase dan mengurangi faktor banjir, menurut studi tersebut. Perkiraan harga layout ini adalah Rp 779.879.264,25 dan dimensinya 375m x 2m x 1,5m.
ANALISIS WAKTU PENYELESAIAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN RSUD IBNU SOETOWO BATURAJA TAHAP I DALAM PENERAPAN MANAJEMEN PROYEK Subhan Haris Affandy; MARDIANA MARDIANA; ALEKSANDER PURBA
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 2 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.2 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i2.492

Abstract

Manajemen proyek dapat didefinisikan sebagai suatu proses dari perencanaan, pengaturan, kepemimpinan, dan pengendalian dari suatu proyek dengan memanfaatkan sumber daya seoptimal mungkin untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan. Manajemen waktu dalam manajemen proyek (Project Management) sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dan kegagalan suatu proyek. Tolak ukur keberhasilan proyek biasanya dilihat dari waktu penyelesaian pekerjaan yang singkat dengan biaya yang minimal tanpa meninggalkan mutu hasil pekerjaan. Pengelolaan proyek secara sistematis diperlukan untuk memastikan waktu pelaksanaan proyek sesuai dengan kontrak atau bahkan bila diperlukan lebih cepat dari waktu kontrak. Beberapa metode yang telah ditemukan oleh para ahli yaitu Bar Chart atau dikenal dengan Gantt Chart yang pertama kali digunakan oleh Hendri L. Gantt dan Analisis Jaringan Kerja atau Network Analysis, selain itu juga ada beberapa metode yang telah digunakan dalam perencanaan penjadwalan proyek yaitu Critical Path Method (CPM), Kurva S atau yang dikenal dengan Hannum Curve yang pertama kali digunakan oleh Warren T. Hannum seorang perwira Zeni Angkatan Darat Amerika Serikat. Lingkup kerja sebuah proyek pada umumnya sangat besar, tentunya tidak akan rampung dalam sehari. Besarnya ruang lingkup tersebut tentunya. Dari hasil analisa Network tersebut didapat bahwa terjadinya lintasan kritis (Critical Path Method) pada kegiatan : C – D – F – H – J – L dengan waktu 28 minggu bila dilihat dari hasil network dan lintasan kritis (Critical Path Method) tersebut didapat bahwa waktu terpanjang pekerjaan adalah pekerjaan struktur. Dari hasil analisis dapat disimpulkan semua metode dapat dipakai dalam Pelaksanaan Proyek Pembangunan Gedung RSUD Ibnu Soetowo Baturaja Tahap I, namun yang paling sering digunakan pada proyek – proyek konstruksi di Indonesia adalah metode Bar Chart dan S. Curve. Untuk metode lainnya hanya sebagai pembanding untuk membantu penjadwalan, bukan untuk pengambilan keputusan. Dikarenakan kelebihan dari S Curve dapat digabungkan dengan bar chart sehingga pengendalian proyek dapat dikontrol melalui S Curve.
Evaluasi Perwujudan Program Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tangerang Selatan Yulia Rahmawati; Dikpride Despa; Aleksander Purba
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 2 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.2 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i2.493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai perwujudan atau kondisi aktual dari rencana tata ruang (struktur dan pola ruang) yang sudah ditetapkan dalam Perda Kota Tangerang Selatan Nomor 9 tahun 2019 tentang Perubahan atas Perda Kota Tangerang Selatan Nomor 15 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tangerang Selatan 2011 – 2032 serta mengidentifikasi penyebab belum terwujud dan/atau ketidaksesuaian perwujudannya. Metode penelitian yang digunakan adalah: 1) Metode analisis data spasial (overlay) dimana analisis ini menggunakan data spasial yang disuperimpose (overlay) antara peta penggunaan lahan tahun terbaru/terkini (hasil citra satelit terkini) dengan peta rencana pola ruang RTRW. Hasil analisis spasial ini selanjutnya akan ditransfer menjadi tabel luasan dari masing-masing peta penggunaan lahan yang diolah dan 2) Metode Analisis Komparatif (Persandingan) yaitu analisis yang membandingkan keadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda, atau dua waktu yang berbeda. Adapun penerapan analisis komparatif ini digunakan untuk mengetahui perwujudan program Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tangerang Selatan dengan menyandingkan antara rencana (struktur dan pola ruang) dengan kondisi aktual guna lahan. Dari kedua analisis tadi ditemukan bahwa secara keseluruhan hasil evaluasi (penilaian) perwujudan program rencana tata ruang Kota Tangerang Selatan adalah belum terwujud dengan rata-rata nilai perwujudan 68,51%. Dimana nilai perwujudan paling tinggi yaitu 100% untuk rencana sistem pusat kegiatan dan yang sangat rendah yaitu 37,95% untuk rencana pola ruang kawasan lindung dan 48% untuk rencana infrastruktur kota. Berdasarkan kondisi tersebut dirumuskan alternatif kebijakan berupa Peningkatan keterlibatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya dalam penyusunan indikasi program Kota Tangerang Selatan melalui Forum Penataan Ruang Daerah, Peningkatan anggaran untuk kegiatan perencanaan yang dapat dilakukan dengan memperkuat hubungan koordinasi kerjasama dengan pemerintah kota/kabupaten yang berbatasan, dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, serta memperkuat fungsi pengendalian dan pengawasan dalam pemanfaatan ruang sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembangunan kota.
Pemanfaatan Teknologi drone Guna Pemetaan Kesesuaian Ruang Untuk Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan Ecca Urbita Kanedi Saihu; Aleksander Purba; Muh. Sarkowi
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 2 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.2 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i2.500

Abstract

Teknologi drone saat ini berkembang dengan pesat dan telah banyak dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan dan berbagai bidang keilmuan. Di bidang perencanaan lingkungan, drone telah digunakan untuk identifikasi maupun pemetaan, seperti klasifikasi tutupan lahan, kelas lereng maupun keterlanjuran dan kesesuaian ruang. Dalam penelitian ini teknologi drone dimanfaatkan dengan tujuan untuk menghasilkan citra resolusi spasial yang sangat tinggi dengan teknik fotogrametri, serta memetakan tutupan lahan dan kesesuaian ruang dengan skala yang lebih detail. Penelitian ini bertempat di Perum Korpri Baturaja. Kabupaten Ogan Komering Ulu. Akuisisi foto udara dilakukan pada tanggal 4 September 2020 menggunakan drone DJI Mavic Pro Platinum dengan bantuan aplikasi Pix4dcapture. Akuisisi dilaksanakan pada pagi hari (pukul 09.00-10.00 WIB) dengan ketinggian terbang 120 m, overlap (frontlap dan sidelap) 85 %, kecepatan maksimal 15 m/s, dan posisi kamera tegak lurus terhadap objek. Foto udara hasil akuisisi, selanjutnya digabungkan (orthomosaic) untuk menghasilkan citra drone (orthophoto). Selanjutnya citra drone diklasifikasikan menggunakan SNI 7645-2010 Tentang Klasifikasi penutup Lahan, SK MENTAN No. 837-1980 yang mengatur tentang klasifikasi kelas lereng dan SNI 03-1733-2004 tentang tata cara perencanaan perumahan di perkotaan. Hasil orthomosaic dari 180 foto udara menghasilkan citra drone dengan resolusi spasial yang sangat tinggi yaitu 3,86 cm/piksel. Hasil orthomosaic dan klasifikasi menunjukan pemanfaatan teknologi drone mampu menghasilkan citra dengan resolusi spasial yang sangat tinggi, serta mampu memetakan kesesuaian ruang untuk perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan secara sangat jelas dan detail guna.
ANALISIS KEBUTUHAN BUS RAPID TRANSIT RUAS MALL BOEMI KEDATON – INSITUT TEKNOLOGI SUMATERA BERDASARKAN BRT STANDARD Hadyan Arifin Bustam; Aleksander Purba; Ferdy Zulian Arsy
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 2 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.2 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i2.501

Abstract

Mall Boemi Kedaton menuju kampus Institut Teknologi Sumatera menjadi salah satu ruas yang tidak memiliki angkutan umum yang terintegrasi dengan pemerintah daerah langsung. Oleh karena itu, hal tersebut menjadi permasahalan yang akan peneliti analisis. Penelitian analisis kebutuhan angkutan umum bus untuk ruas Mall Boemi Kedaton - Institut Teknologi Sumatera dibutuhkan guna mengetahui potensi, karakteristik, besarnya permintaan dan bangkitan pengguna angkutan BRT, sistem operasionaI BRT dan BRT Rankings berdasarkan BRT Standards yang didapat dalam menganalisis kebutuhan BRT yang dapat diimplementasikan di ruas tersebut, sehingga dapat mengurangi masalah-masalah transportasi dan ketergantungan pada kendaraan pribadi. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis potensi penumpang ruas MBK – ITERA, menganalisis kebutuhan armada bus yang dibutuhkan, dan merencanakan fasilitas pendukung untuk BRT berdasarkan BRT Standard. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan yaitu potensi penumpang didapatkan sebanyak 5.476 orang dengan menggunakan metode Departemen Perhubungan (2002) dan juga penyebaran kuisioner. Armada yang dibutuhkan untuk trayek BRT ini setelah dihitung dengan metode Departemen Perhubungan (2002) yaitu sebanyak 18 bus dengan waktu antara 8 menit dan 15 trip setiap armada. Halte yang dibutuhkan dalam perencanaan BRT ini yaitu sebanyak 11 halte dengan jarak 0,6 – 1,1 km. Perencanaan fasilitas pendukung sesuai dengan BRT Standard yang disesuaikan dengan keadaan trayek didapatkan sebanyak 68 poin dengan sebanyak 18 elemen dari 30 elemen yang terdapat pada BRT Standard.
EVALUASI SALURAN IRIGASI TERSIER PADA PROGRAM PERCEPATAN PENINGKATAN TATA GUNA AIR IRIGASI (P3-TGAI) DAERAH IRIGASI KOMERING Iskandar Pani; ALEKSANDER PURBA; RATNA WIDYAWATI
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 2 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.2 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka mendukung program swasembada pangan dan upaya peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan partisipatif, pemerintah Indonesia menggulirkan Program Percepatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI), secara terencana dan sistematis(PUPR, 2017). Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan kinerja pengelolaan jaringan irigasi pada program (P3-TGAI) dengan menganalisis peningkatan debit air berdasarkan luas areal yang teraliri dengan meningkatnya kecepatan aliran pada peningkatan kualitas saluran tanah dan saluran pasangan, ditinjau dari sisi pemenuhan layanan distribusi air dan kualitas saluran, serta peningkatan ekonomi petani. Hasil penelitian menunjukkan; Peningkatan debit dari 19,25 ltr/det menjadi 39,25 ltr/det, dan meningkatnya luas lahan teraliri sebesar 24 Ha pada konstruksi saluran batu bata dengan peningkatan kapasitas saluran sepanjang 507 meter dari sebelumnya sepanjang 446,2 meter; Sementara pada konstruksi saluran dengan beton, diperoleh peningkatan debit dari 17,25 liter/det menjadi 41 liter/detik dengan peningkatan luas areal teraliri sebesar 28,5 Ha dan peningkatan kapasitas panjang saluran meningkat sepanjang 1.220 meter dari sebelumnya sepanjang 944,9 meter. Dengan B/C sebesar 16,34 > 0 pada pasangan lining beton dibandingkan sebesar B/C 13,87 > 0, untuk pasangan batu bata, maka kegiatan penerapan pasangan linning beton dianggap lebih layak.
ANALISIS KINERJA RUAS JALAN DAN PUTARAN BALIK ARAH (U-TURN) DI RE. MARTADINATA PALEMBANG Ardinal Saputra; Aleksander Purba; Dikpride Despa
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 2 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.2 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i2.509

Abstract

Salah satu permasalahan yang turut membentuk kondisi lalu lintas adalah manuver kendaraan berbalik arah pada ruas jalan yang padat arus lalu lintasnya. Hal ini menyebabkan terjadinya perubahan kondisi lalu lintas dari arus bebas (uninterrupted flow) menjadi perubahan (interrupted flow), sehingga terjadi hambatan pada ruas jalan. Analisa ini bertujuan mengevaluasi arus lalu lintas akibat U-turn dan antrian yang terjadi akibat kendaraan yang bermanuver. Lokasi analisa dilakukan pasa ruas jalan RE. Martadinata Kota Palembang. Penilitian menggunakan empat variabel data, dua yang pertama sebagai data untuk tingkat pelayanan ruas jalan RE. Martadinata (Geometrik Jalan dan Volume) dan dua variabel yang kedua ialah (Headway dan Waktu manuver kendaraan) merupakan variabel untuk analisa model teori antrian. Pengumpulan data dilakukan secara bertahap, tahap pertama ialah survey volume lalu lintas yang dilakukan selama satu minggu dan dimulai pukul 06:00 s/d 18:00 WIB. Pencatatan volume kendaraan mengunakan alat yang bernama Counter serta dicatat pada form yang telah disiapkan dengan interval waktu per 15 menit. Tahap berikutnya adalah survey geometrik jalan dan tahap yang terakhir ialah survey headway dan waktu maneuver kendaraan yang dilakukan dengan mengunakan kamera video. Didalam menentukan tingkat pelayanan fasilitas U-turn digunakan metode model antrian Fifo. Hasil analisa data perhitungan menghasilkan tingkat pelayanan Jalan RE. Martadinata yaitu 0,56 termasuk dalam kelas C yang berarti stabil, sedangkan tingkat pelayanan untuk fasilitas U-turn yaitu ρ<1,0 yang berarti tidak terjadi antrian.
KAJIAN PENGARUH LALU LINTAS ANGKUTAN SAWIT TERHADAP PEMELIHARAAN JALAN PADA RUAS LUBUK BATANG – SUKA PINDAH Abdul Kadir Fajarudin; Herry Wardono; Aleksander Purba
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 2 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.2 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beban lalu lintas merupakan faktor utama pada kerusakan perkerasan. Setiap pengulangan beban lalu lintas yang lewat pada permukaan jalan akan menimbulkan pengaruh terhadap penurunan kondisi struktur perkerasan dan umur rencana perkerasan jalan. Pada ahirnya akan mempengaruhi biaya pemeliharaan jalan. Penelitian ini mencoba mengkaji pengaruh lalu lintas angkutan sawit terhadap pemeliharaan jalan pada ruas Lubuk Batang-Suka Pindah. Langkah-langkah penelitian secara garis besarnya terbagi atas : pengumpulan data lalu lintas, data perkerasan dan analisis. Pengumpulan data lalu lintas mencakup komposisi kendaraan, koefisien beban sumbu kendaraan, dan volume lalu lintas harian. Untuk data perkerasan yang diukur adalah tebal masing-masing lapisan, komposisi campuran, dan juga modulus elastisitas untuk masing-masing lapisan. Perhitungan struktur perkerasan dan perencanaan lapis tambah (overlay) dengan menggunakan metode AASHTO (1993). Analisis dilakukan untuk menghitung tebal lapis tambah pada jalan Lubuk Batang – Suka Pindah agar mampu melayani beban lalu lintas kendaraan yang melewatinya selama periode analisis. Tebal lapis tambah pada jalan Lubuk Batang – Suka Pindah hasil perhitungan akibat beban angkutan sawit adalah 6 cm, jalan yang di overlay sepanjang 30 km, lebar 4,5 m dengan biaya total Rp. 10.889.428.850. Pembebanan biaya pemeliharaan ditanggung oleh instansi yang mendapat manfaat lebih dari jalan tersebut, yaitu perusahaan perkebunan sawit sebagai akibat dari kontribusi beban lalu lintas kendaraan sawit.
Studi kelayakan rencana gedung parkir Islamic center kota Tangerang Selatan Achmad Nasuhi; Aleksander Purba; Trisya Septiana
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 2 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.2 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic Center adalah wadah tempat berkumpulnya kaum muslim untuk melakukan aktivitas beribadah, belajar, berdagang, serta bermusyawarah, dimana dalam setiap aktivitas yang menimbulkan banyaknya orang yang berdatangan ke tempat ini keluhan yang utama adalah tempat parkir. Ditambah lagi dalam Kawasan ini juga terdapat bangunan-bangunan yang beraktivitas tinggi yaitu bangunan pasar modern BSD, terminal type C, kantor Pertanahan Tangerang Selatan serta kantor Ketahanan Pangan Tangerang Selatan. Berdasarkan permasalahan tersebut perlu dibangunnya gedung parkir sebagai solusi dari tidak tertampungnya kendaraan yang ingin beraktivitas di Islamic center. Sebelum melangkah ke proses perencanaan sampai dengan pembangunan harus dilakukan pengkajian terhadap bangunan parkir tersebut dalam bentuk kajian kelayakan (Feasibilty Study). Analisis yang dilakukan dalam artikel ini adalah analisis kelayakan secara regulasi, analisis lokasi dan lingkungan, analisis pendekatan dan konsep perancangan. Analisis terhadap aturan tentang tata ruang dan peraturan daerah tentang gedung sangatlah mungkin untuk dibangun gedung parkir ditambah dari analisis lokasi dan lingkungan adalah lokasi milik pemerintah kota Tangerang selatan yang terletak sangat strategis berada dalam Kawasan perekonomian, perdagangan dan perkantoran, pencapaian akses ke rencana gedung sangat mudah dan secara analisis tapak sangat leluasa untuk mengolah rencana bangunan parkir secara optimal.
IDENTIFIKASI KETIDAKSESUAIAN PENGGUNAAN LAHAN PADA KAWASAN SEMPADAN SITU TERHADAP RENCANA TATA RUANG Nova Choiriyyah; Aleksander Purba; Ratna Widyawati
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 2 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.2 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i2.527

Abstract

Situ Ciledug merupakan salah satu dari 7 Situ yang ada di Kota Tangerang Selatan. Situ yang berlokasi di Jalan Siliwangi, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang. Pada awalnya memiliki luas 32 Ha, namun kini luas Situ hanya 20,52 Ha dengan luas sempadan 31,84 Ha. Hal itu terjadi karena banyaknya alih fungsi lahan yang dipergunakan untuk daerah permukiman, bisnis dan industri. Dengan adanya permasalahan tersebut, maka dilakukan Identifikasi Ketidaksesuaian Penggunaan Lahan Pada Kawasan Sempadan Situ Ciledug Terhadap Rencana Tata Ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian penggunaan lahan di Kota Tangerang Selatan terhadap rencana tata ruang khususnya pada lokasi Situ Ciledug sebagai bahan evaluasi dan bahan pengambilan kebijakan lebih lanjut. Metode analisis yang digunakan adalah analisis survei, analisis kesesuaian kebijakan pemanfaatan ruang dengan penggunaan lahan pada sempadan situ, analisis ketidaksesuaian penggunaan lahan sempadan situ berdasarkan kriteria pemanfaatan ruang. Berdasarkan analisa permasalahan didapatkan beberapa kesimpulan yaitu Penggunaan lahan yang ada di Sempadan Situ Ciledug terbagi atas 12 (dua belas) klasifikasi, dengan sebagian besar yaitu penggunaan lahan perumahan seluas 3,93 ha. Pola ruang sempadan Situ Ciledug yaitu sebagai Kawasan Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) memiliki luas 0,92 ha. Sementara untuk kawasan sempadan danau atau waduk memiliki luas 7,7 ha. Jumlah bangunan di Sempadan Situ Ciledug memiliki jumlah 450 unit bangunan. Fungsi bangunan yang dilakukan analisis terbagi atas 77 (tujuh puluh tujuh) klasifikasi. Bangunan yang memiliki kesesuaian fungsi lahan yaitu berjumlah 22 (dua puluh dua) unit bangunan, dan tidak sesuai berjumlah 494 (empat ratus sembilan puluh empat) unit bangunan
Co-Authors - - Alfiansyah Abdilah, Muhammad Mashardi Abdul Kadir Fajarudin Achmad Nasuhi Adhi, Santoso Waskito Adi Pratomo Adi Pratomo Agung Notonegoro Agung, Damar Agus Karsa Yudha Agus Salim Agus Setiawan Ahmad Samti Anom Alfiansyah, - - Amril Ma&#039;ruf Siregar amril maruf siregar Andera, Frengky Andi Hermawan Andika Wiwaha Andre Jonathan Siagian Andrew Suryadi Andrian Setiawan Andriati, Lika Anggraeni, Imelda Delima Annisa, Mufidah Aulia Anton, Sari ARAINA DWI RUSTIANI Ardinal Saputra Arief, Eldowan Armijon . Armijon Armijon ARMY JOHN Atreyu Alfarido August Riko Suryahana Adipati Azis Juandi Bambang Utoyo banu palaka Batara, M Bima Depati Pratama Canggah Abiyyu Ali'in Saputri Caroline Fadhillah Agnestina Hartono Choiriyyah, Nova Chuing, Andrew Suryadi Desrio Aref Yuga Saputra Desy Mei Dina Dharma , Arie Satria Dian Novita Sari, Dian Novita Diana Nur Afni Didik Santoso DIKPRIDE DESPA Dikpride Despa Dikpride Despa Dikpride Despa Dikpride Despa Dikpride Despa Dikpride, Dikpride Divia Indira Arifin DODDY MEIDIANSYAH Dody Fasola Dwi Herianto Dwi Herianto DWSBU, Chatarina Niken Ecca Urbita Kanedi Saihu Eddy Ristanto ELZA NOVILYANSA Even Ahmad Fauzi Farid, Sulton Farli Aldian Hasanuddin Fauzan Murdapa fazlina amalia sunes Ferdy Zulian Arsy Fernando, Alfred Ferry Desromi Fica Pinggungan Firmansyah Firmansyah Novandaya Fita Efriana Fitra, Rifandy Galih Kusuma Adi Galih Rio Prayogi Gigih Forda Nama Habibi , Budi Muhammad Hadyan Arifin Bustam Hamonangan, Indra Hariadi Tri Pambudi Havis, Muhammad Al Herlambang, Firman HERMAWITA Herri Wardono Herry Wardono I Wayan Diana Ihwan Ika Kustiani Iqbal Attaqi Abel Irawan, Ali Irfian, M Irza Sukmana Irza Sukmana, Irza Isharyanto Iskandar Pani Ismail Ismail Ismail Iwan Julisman Jaya, Eka Putra Jesicha Nainggolan Julisman, Iwan Kadek Edi Artana karami, muhammad Karmolo, Irwan Kasri Patakom Kholbuniah, Megalensi Kumar, Hetzy Mericuri Kurniawan, M. Tito Kusnadi Kusnadi Kustiani , Ika Lidya Theonthein Marcelina Sinaga LIKA ANDRIATI Liza Rosalita LOPULALAN, MARCELLO Lusmeilia Afriani Lusmeilia Afriani Lutfi , Ahmad Rizal M Saba Yunizar Mardalenna IF MARDIANA Mardiana Mardiana Marianza, Yuda Mebro, Helson Megalensi Kholbuniah Meutia Nadia Karunia Michael Mohammad Leksi Budianto Muh Sarkowi Muhammad Al Havis Muhammad Irvan Muhammad Irvan Muhammad Karami muhammad karami Muhammad Ridho Utomo Mulawarman Murdapa, Fauzan Murni Mustaqima, Tazkia Mustika Rahmadini Mutia Septriandini Naibaho, Theresia Monika naufal habibi Niken, Chatarina Notonegoro, Agung NOVA CHOIRIYYAH Novalia, Astri Noviansah, Try Oki Endrata Wijaya Oldebes Temy Giantara Oman Jaya Patakom, Kasri Poppy Nitiranda Faizah Praja, Rozak Pratama, Bima Depati Prigato, Teja Primo, Sulthan Aditia Purba, Daniel Bungaran Putra, M Darmawan Radiansyah, Rizki Rahayu Sulistiyorini Rahayu Sulistyorini Rahayu Sulistyorini Rahayu Sulistyorini Rahayu, Nadya Priartanti Rahmad Syah Putra Rahmadini, Mustika Ratna Widyawati Ratna Widyawati Rinanda Putri Widyasti Rio Trianto Rio, Roma Riri Arinda Adama Risuli Utama Rizal Ardiana Rozak Indra Praja Saihu, Ecca Urbita Kanedi Sasana Putra Sasana Putra Sasana Putra Sasana Putra, Sasana Sentanu, Wayan Yogie Septriandini, Mutia Setiawan, Andrian Shahnaz Nabila Fuady Shahnaz Nabila Fuady Silvia Ruhma Dewi, Niky Siregar, Amril Ma'ruf Siti mutmainnah Siti N Sopilawati, Rahma Sri Waluyo Sri Waluyo Subhan Haris Affandy Sudirmansyah Sudirmansyah Suharno Suharno Suharno Suharno Suharno Sukamto Sultan , Masri Nur Susanto, Darmawan Adi SUSI YANTI Suyatno Suyatno Suyatno Suyatno Syamsul Arifin Tasan Junaedi Tazkia Mustaqima Tedy Murtedjo theresia monika naibaho Toni Hidayat Toni Prasetiawan Trisko Defriyansa Trisya Septiana Tungkup, Doharman Lumban Utami, Chatarina Niken Dwi Wahyuni Setyo Budi Utomo, Muhammad Ridho Utoyo , Bambang Wahyudi, Ahmat Wayan Yogie Sentanu Widyawati , Ratna wisnu andika jaya Yogi Alexander YULIA RAHMAWATI Yuliantini Eka Putri Yunita , Diana