Claim Missing Document
Check
Articles

Ecotourism Potential in Meratus Geopark, South Kalimantan Normelani, Ellyn; Riadi, Selamat; Noortyani, Rusma; Endarto, Endarto; Nayan, Nasir
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Graduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitode.2020.009.02.07

Abstract

Ecotourism development in Mt. Meratus, South Kalimantan, is crucial to support the future development and forest use in the South Kalimantan area. Ecotourism provides a mechanism to use forest resources sustainably while at the same time provides opportunities for local economic growth. This paper aims to describe the potential resources of Mt. Meratus to support the ecotourism program in South Kalimantan. The development of ecotourism in Mt. Meratus has been crucial since the area has a high level of geo-biodiversity and cultural resources, which are important for the future human being. Protecting and promoting indigenous knowledge of the community in the Mt. Meratus geo-site area are important to support sustainable development programs, including the development of ecotourism as one of the practices of responsible travels to the natural ecosystem.Keywords: biodiversity conservation, geotourism, Mt. Meratus Kalimantan.
PEMBERDAYAAN KOMUNITAS ADAT TERPENCIL DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI SEKOLAH DI DESA HULU SAMPANAHAN Riadi, Selamat; Nasruddin, Nasruddin; Mattiro, Syahlan; Amin, Faisal; Riduan, M.
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.65693

Abstract

Remote Indigenous Communities (KAT) in Hulu Sampanahan Village face serious barriers in accessing formal education due to geographic isolation, economic limitations, poor infrastructure, and strong local cultural values. This community service program aimed to increase educational awareness while identifying factors that hinder school participation among KAT in Hulu Sampanahan. The program was carried out through participatory educational outreach and socialization using a Participatory Action Research (PAR) approach, involving village officials, community leaders, and residents. The findings revealed that low school participation is mainly caused by the long distance to secondary schools (33–44 km), severely damaged road conditions, the absence of middle and high schools within the village, and low parental awareness (only about 30% encourage their children to continue to junior high school, and less than 10% aspire for higher education). In addition, more than 70% of children are involved in household and subsistence work. Through the educational sessions attended by 35 households, with 63% actively participating in discussions, the community gained new awareness regarding educational rights, the importance of secondary and higher education, as well as scholarship opportunities accessible to their children. As an impact, the program successfully built initial community awareness of the strategic value of education, while also identifying priority needs such as the establishment of satellite schools, the provision of school transportation, and sustained multi-stakeholder support. Thus, participatory and context-based educational empowerment has proven to be an effective initial step in fostering social transformation in remote Indigenous communities.Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Desa Hulu Sampanahan menghadapi hambatan serius dalam mengakses pendidikan formal akibat keterpencilan geografis, keterbatasan ekonomi, buruknya infrastruktur, dan nilai-nilai budaya lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pendidikan sekaligus mengidentifikasi faktor penghambat partisipasi sekolah pada Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Desa Hulu Sampanahan. Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi dan sosialisasi berbasis partisipatif dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR), melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rendahnya partisipasi sekolah disebabkan oleh jarak ke sekolah menengah yang sangat jauh (33–44 km), kondisi jalan rusak berat, ketiadaan layanan pendidikan menengah di desa, rendahnya kesadaran orang tua (hanya sekitar 30% mendorong anak hingga SMP, dan kurang dari 10% hingga perguruan tinggi), serta keterlibatan lebih dari 70% anak dalam pekerjaan rumah tangga dan aktivitas ekonomi keluarga. Melalui kegiatan edukasi yang diikuti oleh 35 kepala keluarga dengan tingkat partisipasi aktif 63%, masyarakat memperoleh pemahaman baru mengenai hak pendidikan, pentingnya pendidikan menengah dan tinggi, serta peluang beasiswa yang dapat diakses anak-anak mereka. Dampaknya, kegiatan ini berhasil membangun kesadaran awal masyarakat terhadap nilai strategis pendidikan, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan prioritas berupa sekolah filial, transportasi pendidikan, dan dukungan multi-stakeholder yang berkelanjutan. Dengan demikian, pemberdayaan pendidikan berbasis partisipasi terbukti menjadi langkah awal yang efektif dalam mendorong transformasi sosial di komunitas adat terpencil.
EFEKTIVITAS PROGRAM KELUARGA HARAPAN DI DESA MANDINGIN KECAMATAN BARABAI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Anjani, Febriani Dewi; Affrian, Reno; Riadi, Selamat
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1716

Abstract

Program Keluarga Harapan di Desa Mandingin Program Keluarga Harapan (PKH) sejak 2007 menyasar keluarga miskin melalui bantuan tunai bersyarat untuk pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan anak, guna memutus kemiskinan antargenerasi. Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, PKH diterapkan di Desa Mandingin dengan 82 KPM, dengan berbagai kendala ketidakmerataan penyaluran, ketergantungan, minim kemandirian, dan jadwal tak jelas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa efektivitas Program Keluarga Harapan di Desa Mandingin Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah cukup efektif hal ini terlihat dari 3 indikator efektif yaitu ketepatan tujuan, proses pelaksanaan yang benar dan kepuasan penerima manfaat. Kemudian 2 indikator tidak efektif yaitu ketepatan sasaran dan efisiensi sumber daya. Disamping itu faktor pendukung dan penghambat yang ditemukan menujukan bahwa efektivitas program sangat bergantung pada dua aspek utama yaitu aspek struktural yang meliputi kordinasi antar lembaga, ketersediaan sarana, validitas data dan kapasitas pendamping, kemudian aspek kultural meliputi pemahaman masyarakat, sikap terhadap bantuan dan komunikasi interpersonal. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa perlu adanya evaluasi dalam program Keluarga harapan di Desa Mandingin agar penerima manfaat merata di desa tersebut
Co-Authors Adzan Ansyari, Muhammad affrian, reno Agung Suharyanto Ahmad Alim Bachri Aisyi, Rehadatul Alfa Firdaus Amin, Faisal Andi Parulian Pasaribu Anjani, Febriani Dewi Anwar Anwar Arif Wahyudi Arles Febriman Telaumbanua Atep Afia Hidayat Aufa Azizah, Nor Beby Masitho Batubara Calvianus Gulo, Wirawan Dao, Ose Darus, Prabudi Dewi, Dyah Hartati Dian Pratiwi Dilopal Bangun, Bryan Eka Daryanto, Eka Ellyn Normelani Endarto, Endarto Erniwati Dakhi Eswanto, Eswanto FACHROZI. F Fadhillah, Intan Febryna Priti Sirait Firman Maulana, Firman Firmansyah Nasution, Taufik Gaurifa, Aforis Ginting, Maretta Giovan Panjaitan, Asido Gunawan, Safri Gustin, Nurita Hadi, Inu Kencana Halawa, Kaleb Riadin Halawa, Kerisman Halawa, Novika Efdimasari Handayani, Ramona Hapijah, Raina Harefa, Hilda Syaf’aini Harefa, Ulfa Rahmi Hariri Kurniawan Harita, Pretty Grace Hasrul Azwar Hasibuan HENRY ISKANDAR Hilda Syaf’aini Harefa Hutabarat, Maria H. Enjelina Hutagalung, Serli Martalina Indra Almahdy Iphan Fitrian Radam Jubaidah, Jubaidah Jufrizal Jufrizal Julian Giawa, Adserlina Sista Kaleb Riadin Halawa Laia, Bezatulo Listiyanto, Listiyanto Lisyanto . M. Rasyid Ridlo M. Yogi Riyantama Isjoni Mah Puja, Mampat Mahyuni Mahyuni Mariana Mariana Markus Setia Waoma Marwan Marwan Mattiro, Syahlan Mayasni, Yayuk Muhamad Asror Muhammad Kholil Muhtadin Muhtadin Munthe, Nico Arieswanto Muslim Muslim Mutia, Liza Nadra Ideyani Vita Nasruddin Nasruddin Nasrullah Hidayat, Nasrullah Nayan, Nasir Nina Angelia Nina Siti Salmaniah Siregar Nirmala Dinalias Tafonao Nitema Zebua, Tri Andika Nofika Efdimasi Halawa Nofita Sari, Shinta Nofita Sari, Shinta Nofita Sari Novi Kharisma Dharma Kasih Giawa Nur Basuki Nur Hidayah Orudugo Khariswam Putra Halawa Ose Dao Pasaribu, Andi Parulian Pratama, Nugra Agung Purnasari Gea, Afrida Putra Halawa, Orudugo Khariswan R. Nurfazriah, Latifah Rahmawati, Rahmawati Rahmiati Rahmiati Rajimah, Rajimah Ridlo, Muhammad Rasyid Riduan, M. Rosalina Ginting Rusma Noortyani Sahputra, Aldita Risky Sarah Imelda Putri Harefa Sari, Shinta Nofita Sari, Yulika Puspita Sembiring, Sarah Isari Br. Septerina Sitaroha Pasaribu Septiana, Rini Shinta Nofita Sari Siburian, Monagesty Sihura, Man Rulian Sijabat, Yesika Sirait, Febryna Priti Siti Raudah Sitorus, Nanda Trecya Sofia, Endang Sunyianto Sunyianto, Sunyianto Suparni Suparni Suprapto Suprapto Supriyanto, Dedi Surbakti, Karolina Br Susanto Susanto Syafrizaldi, Syafrizaldi Syafruddin Ritonga Tafonao, Nirmala Dinalias Taufik Wal Hidayat Telaumbanua, Arles Febriman Tino Hermanto Waoma, Markus Setia Wiwik Novianti Yasin, Muhamad Yopan Rahmad Aldori Zakiah, Diana Maulida Zebua, Waspada