Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK BERBASIS LIMBAH TERNAK KAMBING UNTUK PRODUKSI SAYUR ORGANIK DI KECAMATAN KONDA KABUPATEN KONAWE SELATAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA natsir sandiah; Hamdan Has; Widhi Kurniawan; Astriana Napirah; Syamsuddin Syamsuddin; Firman Nasiu
JURNAL PengaMAS Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan merupakan lumbung pangan bagi provinsi Sulawesi Tenggara. Produk utama daerah ini adalah sayuran, buah-buahan, dan ternak kambing. Kerja sama antara peternak dan petani dalam bentuk “simbiosis mutualisme” bersama sama menyelesaikan permasalahan yang dimiliki untuk memperoleh manfaat bersama. Limbah pertanian dapat digunakan sebagai pakan dan limbah peternakan digunakan sebagai pupuk. Apabila potensi limbah peternakan kambing dan pertanian yang ada di lokasi mitra dapat dioptimalkan maka peternak dan petani dapat memperoleh penghasilan tambahan dalam rangka peningkatan ekonomi rumah tangga peternak/petani. Oleh karena itu perlu dilakukan penguatan pengetahuan dan inovasi teknologi, solusi yang dapat ditawarkan dalam pengabdian ini adalah peningkatan presepsi dan pengetahuan peternak/petani tentang potensi limbah usaha, manajemen ternak kambing, manajemen kesehatan, manajemen pakan, selain itu perlu peningkatan skill atau kemampuan peternak dalam membuat/mengolah limbah pertanian menjadi pakan ternak kambing, mengolah limbah ternak kambing menjadi pupuk organik untuk tanaman.Target dan luaran yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan pendapatan peternak dan petani efisiensi usaha (pemanfaatan limbah) serta diversiffikasi produk (pupuk organik). peningkatan motivasi dan pengetahuan serta keterampilan peternak tentang teknologi pengolahan pakan, awetan pakan, manajemen pemeliharaan kambing, kesehatan ternak, cara pembuatan pupuk organik berbasis limbah ternak, peningkatan ketentraman masyarakat, serta luaran fisik dalam bentuk kebun sayur organik, pupuk organik yang dihasilkan dari limbah ternak kambing. Pelaksanaan program Pengabdian ini diterapkan dalam 2 bentuk kegiatan, yaitu: (1) Kegiatan non fisik meliputi penyuluhan, bimbingan teknis, dan pendampingan sebagai media transfer informasi pengetahuan dan teknologi (2) Kegiatan fisik berupa model atau demonstrasi plot (demplot) sebagai sarana pelatihan dan percontohan tempat belajar peternak.
PROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN (PPK) BERBASIS USAHA BUDIDAYA DAN TEKNOLOGI HASIL PETERNAKAN DI FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS HALU OLEO Ali Bain; La Ode Arsad Sani; La Ode Syukur; Rusli Badaruddin; La Ode Muh. Safaat; I Putu Nara Prasanjaya
JURNAL PengaMAS Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v3i1.1457

Abstract

Lulusan perguruan tinggi memiliki potensi yang besar untuk dipersiapkan menjadi wirausahawan yang unggul, yang tidak hanya akan memandirikan dirinya secara ekonomi kelak, tetapi juga akan turut mengembangkan potensi ekonomi daerah yang pada gilirannya akan berdampak positif bagi perekonomian negara. Program-program pengembangan kewirausahaan bagi mahasiswa dicanangkan oleh pemerintah, sehingga banyak mahasiswa memulai aktivitas usaha sejak masa perkuliahan. Hal ini juga terjadi bagi mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo, yang banyak berusaha dibidang peternakan. Beberapa jenis usaha mahasiswa Fakultas Peternakan antara lain: usaha budidaya ternak terutama ternak unggas, usaha produksi hasil peternakan, dan usaha pengolahan limbah sisa hasil peternakan. Dalam menjalankan usaha, mahasiswa peeternakan banyak menghadapi kendala diantaranya adalah sebagai berikut: kurangnya keterampilan manajemen usaha dan manajemen keuangan, Kurangnya pengetahuan tentang strategi pemasaran yang baik, kurangnya pengetahuan dalam pemanfaatan teknologi informasi, tidak adanya jejaring usaha dan kurangnya permodalan. Dalam kegiatan program pengembangan kewirausahaan (PPK) ini, mahasiswa diberikan pelatihan dan bimbingan wirausaha sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam berusaha. Program pengembangan kewirausahaan ini dilaksanakan selama 3 tahun. Pada tahun pertama kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam PPK ini adalah sebagai beriku: (a) pelatihan kewirausahaan dengan manteri diantaranya menitik beratkan pada  manajemen produksi; (b) magang kewirausahaan di perusahaan yang sesuai dengan jenis usaha masing-masing; (c) busisness opportunity dengan perusahaan mitra; dan (d) pemberian bantuan dana bergulir. Tahun kedua kegiatan yang dilakukan sama dengan tahun pertama, namun dalam pelatihan kewirausahaan selain aspek produksi, juga lebih banyak pembahasan aspek pemasaran produk, aspek pembiayaan usaha, dan manajemen pembukuan usaha. Tahun ketiga, selain kegiatan yang dilaksanakan pada tahun pertama dan kedua, pada tahun ini juga kegiatan pelatihan dan pembimbingan diarahkan pada proses legalitas usaha dan upaya perluasan usaha. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat tercipta minimal 5 wirausahaan baru setiap tahun, yang mampu menghasilkan produk secara mandiri. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menghasilkan: (a) jurnal nasional terakreditasi pada Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis (JITRO) setiap tahun; (b) artikel media cetak lokal pada Koran Kendari Pos dan publikasi media online pada OKESULTRA.COM setiap tahun; (c) artikel prosiding seminar nasional pada tahun kedua dan ketiga; (d) paten sederhana pada tahun ketuga; (e) Usulan merk dagang produk yang dijual pada tahun ke 3 kegiatan; (f) desain produk industri pada tahun ke dua; (g)  Draf buku ber ISBN pada tahun ke 3 kegiatan.
ANALISIS PENDAPATAN PETERNAK DARI KOMBINASI USAHA TERNAK SAPI BALI DAN PERKEBUNAN DI KABUPATEN BUTON UTARA La Ode Arsad Sani; Natsir Sandiah; Laode Muh Munadi; Darmin Darmin
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 9, No 2 (2021): AGRILAN : JURNAL AGRIBISNIS KEPULAUAN
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/agrilan.v9i2.1176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pemeliharaan dan pendapatan usaha ternak sapi yang dikombinasikan dengan usahatani yakni, perkebunan kelapa dan jambu mete di Kabupaten Buton Utara. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kambowa, Kulisusu Barat, dan Wakorumba Kabupaten Buton Utara Provinsi Sulawesi Tenggara. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive sampling), didasarkan atas pertimbangan bahwa ketiga kecamatan tersebut mempunyai populasi ternak sapi tertinggi dibandingkan kecamatan lainnya. Selanjutnya untuk menunjukkan keterwakilan wilayah Utara, Barat dan Selatan Kabupaten Buton Utara dan Lokasi penelitian terdapat peternak sapi yang dikombinasikan dengan usahatani perkebunan. Responden diambil secara proporsional, yaitu sebanyak 15 orang di Kecamatan Kambowa, 25 orang di Kecamatan Kulisusu Barat dan 20 orang di Kecamatan Wakorumba sehingga total responden adalah sebanyak  60 orang. Selanjutnya data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan sistem pemeliharaan sapi Bali di lokasi penelitian masih didominasi oleh sistem pemeliharan ekstensif dan pengelolaan usahatani masih didominasi oleh usahatani tanaman perkebunan kelapa dan jambu mete. Rata-rata pendapatan usaha ternak sapi bali sebesar Rp. 434.333 per bulan dan usaha tani sebesar Rp. 1.197.287 per bulan. Kemudian rata-rata pendapatan usaha ternak sapi Bali yang dikombinasikan dengan usaha tani perkebunan sebesar Rp. 1.631.621 per bulan.
POTENSI INTEGRASI TERNAK RUMINANSIA DAN TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN KOLAKA TIMUR Muhammad Amrullah Pagala; Laode Muh Munadi; Natsir Sandiah; Deki Zulkarnain
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v5i2.2567

Abstract

Penelitian bertujuan menganalisis potensi pengembangan integrasi ternak ruminansia dan tanaman pangan di Kabupaten Kolaka timur dilaksanakan Oktober 2020 menggunakan data sekunder yang berasal dari berbagai sumber. Analisis dalam penelitian menggunakan analisis LQ (Location Quotient) dan daya tampung ternak. Hasil penelitian menunjukkan daerah basis pengembangan ternak dengan menggunakan analisis LQ (Location Quotient) terdapat pada Kecamatan Lambandia, Kecamatan Lalolae, Kecamatan Mowewe, Kecamatan Tinondo, dan Kecamatan Ueesi serta analisis daya tampung tenak untuk ternak sapi potong sebanyak 21.046,54 ekor satuan ternak dan ternak kambing sebanyak 308,651,34 ekor satuan ternak. Kesimpulannya bahwa Kabupaten Kolaka timur berpotensi sebagai kawasan pengembangan ternak ruminansia, khususnya sapi potong dan kambing.
POTENSI PENGEMBANGAN TERNAK SAPI POTONG DAN KAMBING KACANG DI KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN Natsir Sandiah; Muhammad Amrullah Pagala; Deki Zulkarnain; Laode Muh Munadi
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v5i2.4237

Abstract

Pengembangan ternak sapi potong dan kambing merupakan komoditas strategis dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus penyedia kebutuhan protein asal ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pengembangan ternak sapi potong dan kambing kacang di Kabupaten Konawe Kepulauan dengan menggunakan analisis LQ (Location Quotient) dan analisis kapasitas tampung ternak sedangkan data yang digunakan bersumber dari data sekunder yang dikumpulkan dari berbagai sumber untuk mendukung penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  terdapat tiga (3) kecamatan yang merupakan basis pengembangan ternak sapi potong yaitu Kecamatan Wawonii Selatan, Kecamatan Wawonii Tengah, dan Kecamatan Wawonii Timur. Sedangkan, untuk pengembangan ternak kambing kacang terdapat tiga (3) kecamatan yaitu Kecamatan Wawonii Tenggara, Wawonii Utara, dan Kecamatan Wawonii Timur Laut dengan total kapasitas tampung ternak sapi potong 942 dan kambing kacang 13.814 satuan ternak (ST).
Optimalisasi Usaha Peternakan Kambing Melalui Teknologi Pengolahan Limbah Peternakan untuk Meningkatkan Pendapatan Peternak Kambing di Kota Kendari Ali Bain; Widhi Kurniawan; Hamdan Has; La Malesi; Syamsuddin Syamsuddin; Rahim Aka; Purnaning Dhian Isnaeni; Nurhayu Nurhayu; Denvy Meidian Daoed
Media Kontak Tani Ternak Vol 3, No 1 (2021): Februari
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mktt.v3i2.32096

Abstract

Peternakan kambing merupakan salah satu usaha yang cukup banyak dijalankan oleh masyarakat Kota Kendari, terutama yang bertempat tinggal di daerah pinggiran kota. Akan tetapi, dengan semakin padatnya pemukiman penduduk, usaha peternakan kambing mendapatkan tantangan terutama mengenai limbah yang dihasilkan. Limbah hasil peternakan kambing yang berupa feses, urin, dan sisa pakan jika tidak diolah akan menjadi sumber pencemaran lingkungan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuuan dan keterampilan peternak dalam mengolah limbah peternakan kambing  menjadi pupuk organik yang memiliki nilai ekonomi serta pencegahan penyakit untuk mendukung produktivitas ternak. Metode yang digunakan adalah metode kegiatan non fisik meliputi penyuluhan, demonstrasi parsitipatif, dan pendampingan, serta metode kegiatan fisik berupa demonstrasi plot (demplot). Hasil program menunjukkan bahwa peternak memiliki keinginan yang kuat untuk meneruskan pengolahan limbah menjadi barang bernilai ekonomi.
Bimbingan Teknis Pembuatan Pakan Ternak Fermentasi Dan Pupuk Organik Cair Berbasis Bahan Baku Lokal Di Desa Alebo Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan Natsir Sandiah; La Ode Arsad Sani; Andi Murlina; Fuji Astuty Auza; Syamsuddin Syamsuddin; Rusli Badaruddin; Takdir Saili; La Ode Nafiu; Wa Laili Salido
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpmit.v4i1.26566

Abstract

Pengembangan sistem pakan berbasis sumberdaya lokal menjadi pilar yang mendukung perkembangan produksi peternakan di Indonesia yang berkelanjutan, efisien dan kompetitif. Hasil sisa, hasil samping dan limbah berbagai jenis tanaman merupakan sumber bahan baku pakan alternatif yang potensial. Limbah pertanian seperti jerami banyak digunakan sebagai pakan ternak tetapi belum melalui teknologi pengolahan pakan, sedangkan limbah ternak berupa feses digunakan sebagai pupuk tanpa proses pengolahan serta urin hanya dibuang. Dengan demikian diperlukan konsep integrasi pertanian dan peternakan dalam rangka pelaksanaan zero waste farming. Program bina desa ini bertujuan untuk mendampingi masyarakat tani-ternak dalam pembuatan pakan ternak dan pupuk organik cair biokultur dan biourin menggunakan feses dan urin sapi dalam mewujudkan zero waste farming sistem. Penggunaan bahan baku limbah dan bahan baku lokal yang telah diolah terlebih dahulu menggunakan teknik pengolahan memadai serta analisis kandungan nutrien pakan, diharapkan dapat meningkatkan utilitas dari limbah itu sendiri dan dapat menjadi solusi program pemanfaatan limbah dan pengembangan pakan. K
INTENSIFIKASI KUALITAS PEMOTONGAN AYAM KAMPUNG SUPER DAN DIVERSIFIKASI PRODUK AYAM KAMPUNG DI DESA ALEBO UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETERNAK Widhi Kurniawan; Ali Bain; La Malesi; Asma Bio Kimestri; Purnaning Dhian Isnaeni
Jurnal Pengabdian NUSANTARA Vol 2, No 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.052 KB) | DOI: 10.33772/jpnus.v2i1.24420

Abstract

Desa Alebo di Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan merupakan salah satu desa dengan populasi ayam kampung yang tinggi. Daging ayam kampung super sangat diminati dan memiliki daya tarik komsumsi daging di masyarakat. Program bina desa ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam manajemen pemotongan ayam sehingga karkas yang dihasilkan memiliki kualitas yang lebih baik; serta meningkatkan pendapatan masyarakat melalui diversifikasi produk olahan ayam kampung yang diproduksi oleh peternak. Program bina desa dilakukan dengan dua metode kegiatan, yaitu metode kegiatan fisik dan non fisik yang dilaksanakan secara terstruktur. Metode kegiatan non fisik meliputi ceramah dan diskusi terbuka, sedangkan metode kegiatan fisik meliputi pelatihan dan pendampingan mitra secara langsung. Hasil kegiatan ini menunjukkan masyarakat mampu mengambil manfaat dan mampu meningkatkan kualitas manajemen pemotongan ayam kampung di Desa Alebo Kecamatan Konda, Konawe Selatan sehingga kualitas karkas ayam kampung yang dihasilkan mitra juga meningkat. Masyarakat juga mulai melakukan diversifikasi produk hasil pemotongan ayam kampung dengan mengolahnya menjadi produk ayam olahan yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
INTRODUKSI HIJAUAN UNGGUL RUMPUT ODOT (Pennisetum purpureum cv. Mott) SEBAGAI SUMBER PAKAN UNTUK PETERNAK SAPI DESA SIDANGKASIH Widhi Kurniawan; Ali Bain; La Ode Nafiu; Nur Santy Asminaya; Hamdan Has; Asma Bio Kimestri
Jurnal Pengabdian NUSANTARA Vol 1, No 2 (2021): Juli - Desember
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.597 KB) | DOI: 10.33772/jpnus.v1i2.21286

Abstract

Farmers in rural areas generally take advantage of the available feed sources around them. Their feed is fulfilled by utilizing agricultural by-products and natural forage available. Sindangkasih Village is well known as a transmigrant community from Java and Bali. Most of the people of Sindangkasih work as farmers and ranchers who are not familiar with high quality forages and how to cultivate them for animal feed. This program is to introduce the community in Sindangkasih Village to the potential of odot grass that can be cultivated as animal feed. So, the location is expected to be an area that has a variety of high-quality forage feeds for livestock, one of which is odot grass. The introduction of odot grass as a high-quality forage program is carried out as one of the leading service programs integrated with KKN thematic Program in 2021. The method used in implementing this program is to carry out counselling, direct practice and assistance in making odot grass nursery garden demo plots. The participants understanding the principles of odot grass cultivation easily and are able to adopt good cultivation techniques.
PENGOLAHAN DAN STRATEGI PEMASARAN PRODUK OLAHAN BURUNG PUYUH SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN INCOME SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 DI KOTA KENDARI Rusli Badaruddin; La Ode Arsad Sani; Natsir Sandiah; Syamsuddin Syamsuddin; Rahim Aka; Hairil A. Hadini; Fuji Astuty Auza; Amiluddin Indi
Jurnal Pengabdian NUSANTARA Vol 1, No 2 (2021): Juli - Desember
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.215 KB) | DOI: 10.33772/jpnus.v1i2.21412

Abstract

Kendari City as the provincial capital has the highest incidence of positive covid-19 cases compared to other districts / cities in Southeast Sulawesi, Until April 23, 2020 there were 17 positive patients with Covid-19 who were undergoing treatment. This has implications for decreasing consumption and people's income because they cannot carry out normal activities. The steps taken by the central and local governments to combat the Covid-19 pandemic are by carrying out social distancing or social restrictions by limiting distances between individuals and avoiding crowds. Another government policy is the implementation of work from home (WFH) or activities from home for some employees and school children. This condition adversely affects the economy of Kendari city. One of the solutions offered is raising quail by utilizing the house yard. Quail maintenance is quite easy, does not require a large area and the maintenance system can be completed in a minimalist manner. Quail products consist of eggs and meat. Quail meat is processed into rica-rica quail meat and eggs are processed into quail egg nest tofu. KKN-THEMATIC aims to provide insights and knowledge about processing and marketing of processed quail products to the public. The method used is a persuasive participatory method with direct extension activities and practices. The results that have been achieved in this KKN-TEMATIK activity are an increase in the knowledge and understanding of breeders and the community in developing their business sustainability by making processed quail products, aswell as marketing management of processed quail products.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Rizal, Abdul Ade Rahmaniar Adrian Tawai Afa, Musadia Agung Gema Ramadhan Alfiansyah Alfiansyah Amaliah, Happy Rizqa Amiluddin Indi Amiluddin Indi Amiludin Indi Amiludin Indi Andi Khaeruni Andi Murlina Andi Murlina Tasse Anggeraini, Firdha Anwar Anwar Ardiansyah Ardiansyah AS Aku, AS asaf, Rahmawati Asis Surajat Asis Surajat Asis Surajat Asiz N. Asma Bio Kimestri Asriati Asriati Astriana Napirah Audza, Fuji Astuti Azulyatno Hadini, Hairil Ba’a, La Ode Bahtiar Bahtiar Bahtiar, . Bubut Kurniawan Budiman Budiman Budiman Budiman Bulawan, Juniaty Arruan Chairrusyuhur Arman Darmin Darmin Deki Zulkarnain DEWI APRI ASTUTI Dewi Mustiqa Umstitian Dian Agustina Dian Agustina Erfin Erfin Ernawati Ernawati Febri Nur Pramudya, Febri Nur Firman Nasiu Firman Nasiu Fitrah Adelina Fitri Fitri Fitrianingsih Fitrianingsih Fuji Astuti Auza Fuji Astuty Auza Hairil Adzulyatno Hadini Hajar Hajar Hakim, Muh. Haidir Hamdan Has Harapin Hafid H. Hardiana, Hardiana Harni Harni Hasbiadi Hasbiadi Hasmadiana Hasmadiana Hasrifa Helmina Helmina I Putu Nara Prasanjaya Ibrahim, Anita Mustika Ilahude, Meygi Caesarika Putri Indi, Amiludin Irine Ike Praptiwi, Irine Ike Irwahyumin Gunawas Isra Djabbar Julianto, Muhammad Andri Riswa Khoirul Mualimin Komang G. Wiryawan Komang Redi Yoga Tama La Aba La Jia La Malesi La Mpia La Ode Arsad Sani La Ode Ba'a La Ode Muh. Safaat La Ode Muhamad Munadi La Ode Muhsafaat La Ode Nafiu La Ode Sahaba LA ODE SYUKUR, LA ODE LM Nazar Safie Mahafardi, La Ode Mani Yusuf Maya La Jamhidin Muh. Faisal Andis Muh. Rusdin Muhammad Amrullah Pagala Muhammad Naza Munadi Munadi Musdalifa Musdalifa Musram Abadi Musria Musria Nina Ayu Lestari Nur Arafah Nur Asmiati Nur Santy Asminaya Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nurfauzia Nurfauzia Nurhayu - Nurhayu Nurhayu Nurhayu Nurhayu Prihantini, Campina Illa Purnaning Dhian Isnaeni Purnaning Dhian Isnaeni Purnaning Dhian Isnaeni Putra, Agus Kurniawan Putri, Anindyaningrum Zainal Putu Nara Kusuma Prasanjaya Reni, Wa Rilus Kinseng Rina Astarika, Rina Rusli Badaruddin Ryan Rinaldi SAHTA GINTING Samsi, Kartini Heriyani Sandi Trio Ramadhan Sarno Sarno Sen Muliana sri - wahyuni Suardin Suardin Suharti, Sri Surahmanto Suriani, Wa Ode Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin TAKDIR SAILI Trisnah Ayuni Ridwan W. Kurniawan Wa Laili Salid Wa Laili Salido Wa Ode Nurmala Yunita Wa Ode Rosmiati Widiastuti, Maria MD Widya Komalasari Yaddi, Yafsin Yuni Lestari Yuni Lestari Yunita Ramdhani Tahir