Claim Missing Document
Check
Articles

SWEDIA MASSAGE SEBAGAIN UPAYA MENURUNKAN NYERI PADA LANSIA DENGAN RHEUMATOID ARTHRITIS Ulkhasanah, Muzaroah Ermawati; Sani, Fakhrudin Nasrul; Titisari, Rosida Ajeng; Safitri, Niken Ayu
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2023 : SIKesNas 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2879

Abstract

Proses alami yang ditandai dengan adanya penurunan fisik pada lansia dengan timbulnya gejala nyeri akibat reumathoid arthritis. Swedia massage menjadi salah satu teknik massage yang dapat memanipulasi otot dan sendi Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui pengaruh massage swedia terhadap nyeri penderita reumathoid arthritis. Penelitian ini menggunakan metode one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah sampel 28 orang. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan pengukuran tingkat nyeri dengan sebelum dan sesudah dilakukan massage. Massage dilakukan dalam waktu 4 minggu, dalam seminggu 2 kali tindakan dengan total frekuensi 8 tindakan dengan durasi 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan 28 responden mengalami penurunan tingkat nyeri yang dibuktikan uji statistic dengan hasil p 0.001. Sehingga dapat disimpulkan bahwa massage swedia mempengaruhi penurunana nyeri penderita reumathoid arthritis pada kelompok lansia posyandu binaan kelurahan Serengan Surakarta.
POLA MAKAN TIDAK TERKONTROL SEBAGAI SALAH SATU PEMICU PENYAKIT DEGENERATIF DI INDONESIA Musta’in, Musta’in; Yuniarti, Tri; Sani, Fakhrudin Nasrul; Threesilia, Egidia Angel
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3936

Abstract

Penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus, hipertensi, dan penyakit jantung koroner meningkat di Indonesia. Peningkatan ini sering dikaitkan dengan pola makan tidak terkontrol, termasuk konsumsi tinggi lemak, gula, dan garam serta rendahnya asupan serat dan nutrisi penting. Penelitian ini bertujuan meninjau dan menganalisis literatur terbaru tentang pola makan tidak terkontrol sebagai pemicu penyakit degeneratif di Indonesia. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dari duapuluh jurnal terbaru. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa pola makan tidak terkontrol, seperti konsumsi makanan olahan, lemak jenuh, dan gula tinggi, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan prevalensi penyakit degeneratif. Gaya hidup yang berubah dan urbanisasi memperburuk situasi ini. Simpulan penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi kesehatan publik dan edukasi nutrisi untuk mengurangi risiko penyakit degeneratif melalui pola makan sehat. Upaya kolaboratif antara pemerintah, penyedia layanan kesehatan, dan masyarakat diperlukan untuk mengatasi masalah ini..
PENGARUH RANGE OF MOTION EKSTERMITAS BAWAH TERHADAP PENCEGAHAN NEUROPATI SENSORIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS Sani, Fakhrudin Nasrul; Utomo, Endrat Kartiko; Arifah, Charulia Nur
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3938

Abstract

Neuropati perifer pada penderita diabetes melitus yang dapat menimbulkan gejala khas yaitu parastesia distal, kaki terasa dingin, nyeri seperti terbakar atau seperti tertusuk-tusuk. Salah satu dampaknya adalah penurunan sensasi sensori dan berpeluang mengalami luka di daerah kaki. Salah satu pengukuran untuk menilai gangguan sirkulasi darah keperifer adalah dilakukannya pengukuran Ankle Brachial Index (ABI). Salah satu latihan yang efektif dan dianjurkan bagi penderita DM adalah latihan range of motion (ROM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ROM terhadap pencegahan neuropati sensorik. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif desain quasi eksperiment pre post test design with control groups. Sampel penelitian adalah pasien Diabetes Melitus yang diambil secara purposive sampling, jumlah sampel yang digunakan adalah 18 responden dalam kelompok intervensi (diberikan ROM) dan 18 responden dalam kelompok kontrol (diberikan booklet tetapi tidak diberikan ROM. Pengukuran ABI dan sensitivitas kaki pemberian intervensi, kemudian diukur kembali setelah intervensi dilakukan 3 kali seminggu selama 2 minggu. Penelitian ini menggunakan uji analisis uji T dan wilcoxon test yang sebelumnya dilakukan uji normalitas dengan uji shapiro wilk. Rata – rata nilai ABI pada kelompok intervensi sebelum dilakukan intervensi ROM adalah 0,82 dengan standar deviasi 0,11, dan rata – rata nilai ABI setelah dilakukan intervensi ROM adalah 0,915 dengan standar deviasi 0,14. Rata – rata nilai sensitivitas kaki pada kelompok intervensi sebelum dilakukan intervensi ROM adalah 8,00 dengan standar deviasi 2,14, dan rata – rata nilai sensitivitas kaki setelah dilakukan intervensi ROM adalah 10,33 dengan standar deviasi 1,75. Kesimpulan terdapat pengaruh ROM terhadap pencegahan sensitivitas sensorik.
Hubungan Lima Pilar Pengelolaan Diabetes Melitus dengan Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus Azzahra, Fatihah Balqis; Sani, Fakhrudin Nasrul; Utomo, Endrat Kartiko
Jurnal Keperawatan Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan September 2025
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v23i2.1517

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar glukosa darah didalam tubuh. Kasus diabetes melitus terus meningkat di semua sektor masyarakat sehingga diperlukan upaya pengendalian agar tidak terjadi peningkatan setiap tahunnya. Pengelolaan diabetes melitus dikelompokkan dalam lima pilar yaitu edukasi, aktifitas fisik, pola makan, kontrol gula darah secara mandiri, dan kepatuhan minum obat antidiabetik. Kelima pilar ini memiliki tujuan agar penderita dapat mengontrol glukosa darah sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan lima pilar pengelolaan diabetes melitus dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus. Metode penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional sampel sebanyak 72 responden menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data variabel independen diukur menggunakan kuesioner lima pilar pengelolaan diabetes sedangkan variabel dependen diukur menggunakan kuesioner Diabetes Quality Of Life (DQOL). Data dianalisis menggunakan uji Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengelolaan lima pilar yang baik dengan kualitas hidup yang baik sebanyak 42 orang (58,3%), hasil uji yang diperoleh p-value = 0,000 dan nilai r = 0,761 yang artinya ada hubungan kuat antara lima pilar pengelolaan dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus.
Pengaruh Senam Yoga terhadap Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus rista, rista; Sani, Fakhrudin Nasrul; Probowati, Rovica
Jurnal Keperawatan Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan September 2025
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v23i2.1518

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah dalam tubuh dan menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Pengelolaan diabetes tidak hanya menggunakan terapi farmakologis, tetapi juga memerlukan intervensi non-farmakologis seperti aktivitas fisik salah satunya adalah senam yoga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam yoga terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di Prolanis Puskesmas Grogol, Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan rancangan quasy experimental design dan pendekatan pretest-posttest one group design pada 30 responden dengan usia 35 tahun keatas yang dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi dan juga kriteria eksklusi. Intervensi yang diberikan berupa senam yoga dan dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 30-60 menit pada setiap sesi. Hasil kadar gula darah diukur sebelum dan sesudah senam yoga menggunakan alat glucometer. Hasil analisis Uji Wilcoxon menunjukkan adanya penurunan yang signifikan antara kadar gula darah sebelum dan sesudah senam yoga dengan hasil P-Value 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh senam yoga terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa senam yoga berpengaruh signifikan dalam menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. Senam yoga dapat direkomendasikan sebagai salah satu intervensi non-farmakologis untuk membantu pengelolaan diabetes melitus di komunitas khususnya untuk menurunkan kadar gula darah.
Efektivitas Senam Jantung Sehat Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Suripto, Hendiawan; Nasrul Sani, Fakhrudin; Buyu Prakoso, Adi
Jurnal Keperawatan Duta Medika Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Keperawatan Duta Medika
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/dutamedika.v5i1.4837

Abstract

Introduction: High blood pressure significantly raises the likelihood of premature death, particularly when systolic and diastolic pressure levels continue to escalate. If left uncontrolled over time, this condition can cause damage to blood vessels supplying essential organs, including the heart, kidneys, brain, and eyes. Hypertension is a major health issue as it often remains undetected for an extended period. Objective: This research aims to evaluate the effectiveness of healthy heart exercises in reducing blood pressure among elderly individuals. Methods: A Quasi-Experimental research design was utilized, specifically applying a one-group pre-test and post-test method.Results: Data analysis using the Wilcoxon test produced a P-Value of 0.000 (p<0.05), indicating a statistically significant outcome. Conclusion: The findings confirm that engaging in healthy heart exercises effectively lowers blood pressure, as evidenced by the notable differences in pre- and post-intervention measurements. Keywords: Heart Health Exercises, Elderly, Hypertension Pendahuluan: Tekanan darah tinggi secara signifikan meningkatkan kemungkinan kematian dini, terutama jika kadar tekanan sistolik dan diastolik terus meningkat. Jika tidak dikontrol dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah yang menyuplai organ vital seperti jantung, ginjal, otak, dan mata. Hipertensi menjadi masalah kesehatan yang serius karena sering kali tidak terdeteksi dalam waktu yang lama. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas senam jantung sehat dalam menurunkan tekanan darah pada lansia. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi-Experimental dengan pendekatan one-group pre-test dan post-test.Hasil: Analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan P-Value sebesar 0,000 (p<0,05), yang mengindikasikan hasil yang signifikan secara statistik. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, senam jantung sehat terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah, sebagaimana terlihat dari perbedaan signifikan antara pengukuran sebelum dan sesudah intervensi.Kata Kunci: Senam Jantung Sehat, Lansia, Hipertensi
The Effect Of Yoga On Pressure Blood In Hypertension Patients Sani, Fakhrudin Nasrul; Widiastuti, Agung; Irawan, Ady; Rista, Rista
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2025: Proceeding of the 6th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/c7dn2p93

Abstract

Hypertension is a chronic disease with a high prevalence in Southeast Asia and Indonesia. Yoga as a non- pharmacological therapy has the potential to effectively lower blood pressure. This study used a quantitative method with a quasi-experimental one-group pretest-posttest design, involving 30 hypertension patients participating in a chronic disease service program at the Grogol Community Health Center. Yoga exercises were carried out for three consecutive days with a duration of 30-60 minutes per session. Data were collected using a general data sheet and a blood pressure monitor. The results of the Wilcoxon test showed a significant decrease in systolic and diastolic blood pressure after the yoga intervention (p = 0.000). Yoga exercises play a role in improving heart function, reducing sympathetic nerve activity, and causing vasodilation, resulting in lower blood pressure. This study concluded that yoga exercises are effective as a non-pharmacological intervention that can improve the quality of life of hypertension patients and is recommended for routine implementation in the community.
The Effects of Progressive Muscle Relaxation in Reducing Neuropathic Pain in Type 2 Diabetes Patients Fakhrudin Nasrul Sani; Musta’in; Sutiyo Dani Saputro
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 3 No. 1 (2023): June-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v3i1.622

Abstract

Neuropathic pain in DM sufferers can be reduced by providing non-pharmacological therapy by providing relaxation or by providing education such as providing music therapy, relaxation and guided imagery. Physical exercise with relaxation that can be applied to DM patients includes Progressive Muscle Relaxation. The movements in PMR exercises aim to tighten and relax the muscles in one part of the body at a time to provide a feeling of physical relaxation. Relaxation can calm the nervous system so that the sufferer's body relaxes. This study aims to determine the effect of PMR in reducing neuropathic pain in patients with type 2 diabetes mellitus. The research design used the Quasy Experiment One Group Pretest – Posttest Control Group Design. The population in this study were all type 2 DM patients who experienced neuropathic pain. The sampling technique used was purposive sampling. Progressive Muscle Relaxation was given once a day for 7 days, and the pain scale was measured using the Visual Analog Scale (VAS) before and after administering PMR. The results of the study showed that the average pain level in the pre-test control group was 6 and post-test 5, while in the intervention group the average pre-test was 6 and post-test 4.81. The results of the Wilcoxon test in the control group showed a p value of 0.187 so there was no change in pain levels in the control group, while the intervention group showed a p value of 0.0001. The conclusion of this study is that there is a change in pain levels before and after PMR, so PMR can reduce neuropathic pain in patients with type 2 diabetes mellitus.
Relationship between Education Level, Employment, Socio-Economic Conditions and Stunting Incidents (Case Study in Karanganyar Regency) Musta'in, Musta'in; Marni, Marni; Sani, Fakhrudin Nasrul; Ramdhani, Ailza
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 2 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i2.5522

Abstract

The problem of stunting is a priority for the government to resolve. Stunting is closely related to nutritional problems experienced by toddlers so that the appearance of length and height does not match their age development. Several factors are suspected of influencing the incidence of stunting such as education level, type of work and socio-economic conditions. Central Java Province has several areas that are recorded as having a fairly high incidence of stunting, one of which is in Karanganyar Regency. This study aims to determine the relationship between education level, work, socio-economic conditions and the incidence of stunting in Karanganyar Regency. This study uses primary data obtained by directly interviewing 30 respondents in the research area randomly. The data analysis method used is Pearson correlation. Based on the results of the study, the p-value for the indicator variables of education level and socio-economic conditions is less than the alpha value of 5% so that both have an effect on the incidence of stunting, while the p-value for the type of work is more than the alpha value of 5% so that it does not affect the incidence of stunting.
Pengaruh Kombinasi Relaksasi Otot Progresif dan Rendam Kaki terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Kasanah, Nia Nur; Prakoso, Adi Buyu; Sani, Fakhrudin Nasrul
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.3751

Abstract

Hipertensi merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan tekanan darah tinggi (>140/90 mmHg), dapat menyebabkan kerusakan pada organ vital jika tidak diidentifikasi dan diobati dengan tepat. Upaya penanganan hipertensi dapat dilakukan secara nonfarmakologi yaitu dengan kombinasi relaksasi otot progresif dan rendam kaki air hangat campur garam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi kombinasi relaksasi otot progresif dan rendam kaki air hangat campur garam terhadap penurunan tekanan darah. Metode penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan pretest-postest with control group design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 44 terbagi menjadi 2 kelompok yaitu sebanyak 22 kelompok intervensi dan 22 kelompok kontrol. Analisa data menggunanakan uji Wilcoxon dan uji mann whitney test. Berdasarkan hasil uji statistic wilcoxon pada kelompok intervensi p=0,000 pada variabel tekanan darah sistolik dan variabel tekanan darah diastole p=0,000. Hasil statistik pada kelompok kontrol p=0,014 pada variabel tekanan darah sistolik dan variabel tekanan darah diastolik 0,004. Terdapat perubahan tekanan darah lebih signifikan pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hasil uji mann whitney test di peroleh perbedaan pada nilai selisih tekanan darah antara pre-test dan post-test pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai sistolik p=0,000 dan diastolik p =0,000. Kombinasi relaksasi otot progresif dan rendam kaki air hangat campur garam efektif dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.
Co-Authors Adilah, Balqis Nur Ady Irawan AM Ady Irawan AM Afni, Anissa Cindy Nurul Agostinha Morais Assis Belo Agung Widiastuti Agung Widiastuti Agung Widiastuti Agung Widiastuti Agung Widyastuti Agung, Rizki Nugraha AM, Ady Irawan AM, Ady Irawan. Anam, Muchamad Syaichul Anggie Pradana Putri Anisa Yuli Kartikasari Anissa Cindy Nurul Afni Anissa Cindy Nurul Afni Annisa Cindy Nurul Afni Annisa Cindy Nurul Afni Annisa Yuli Kartikasari Areta, Azarine Carissa Chavvah Arifah, Charulia Nur Azzahra, Fatihah Balqis Buyu prakoso, Adi Candie Asteria, Bella Charulia Nur Arifah Che Azmi, Norhaida Dewi Anggraini Dini Tri Wahyuni Diva Agustinaningrum Diva Agustinaningrum Dwi Kurniawan, Yanti Dwi Lestari Mukti Palupi Dyan Kurniasari Endrat Kartiko Utomo Ermawati, Muzaroah Fatimah, Laila Fajar Fina Putri Ansari Firdaus, Mohammad Rafi Hasanah, Riski Nuril Heni Nur Kusumawati Hidayat, Tsuluts Taufiq Ikrima Rahmasari Irawan, Ady Kartiko Utomo, Endrat Kasanah, Nia Nur Kresna Agung Yudhianto Maria Julieta Esperanca Naibili Marni Marni, Marni Mellia Silvy Irdianty Mellia Silvy Irdianty Mellia Silvy Irdianty, Mellia Silvy Mufarrohah, Mufarrohah Mursudarinah Musta'in, Musta'in Musta’in Musta’in Mustain Mustain Mustain Musta’in Musta’in, Musta’in MUZAROAH ERMAWATI Muzaroah Ermawati Ulkhasanah Noor Fitriyani Noor Sari Aditiya Novaisniati, Levina Nur Azma Amin Nur Kasanah, Nia Nurmawati, Niya Nurul Devi Ardiani Nurul Devi Ardiani, Nurul Devi Panji Azali Pereira, Dolia Paulina de Jesus Pradina, Erlin Ika Prakoso, Adi Buyu Pujianto, Sri Joko Puput Mulyono Putri Alya Rifqi Qasanah, Septina Nur Rahayuningrum, Indriati Oktaviano Rahmasari, Ikrima Ramdhani, Ailza Rani Risma Krisnandari Rayasari, Fitrian Retno Astuti, Sulistyaningsih Riko Bayu Satria Putra Riska Putri Sejati Risky Ain Nur Rohmah Risky Ain, Risky Rista, Rista Ristanto, Saskia Sefiana Rosita, Ani Rovica Probowati Safitri, Niken Ayu Salomo, Antonius Saputro, Sutiyo Dani Shih, Ya Wen Siti Nur Indah Sitti Rahma Soleman Sunarya, Nana Alfina Suripto, Hendiawan Susi Lastianingsih Susi Rahmawati Syafiq Darul Redzuan, Ilyas Threesilia, Egidia Angel Titisari, Rosida Ajeng Tito Angelito Correia Totok Wahyudi Tri Yuniarti, Tri Utomo, Endrat Kartiko Wahyuningsih, Retno Dyah Widiastuti, Agung Witriyani, Witriyani Wiwi Kustio Priliana Wulandari, Sindi Yohanes Andy Rias Yulia Susanti Yunia Renny Andhikatias