Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Kepatuhan Pembatasan Cairan dan Lama Hemodialisis dengan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Kronik Fatimah, Laila Fajar; Utomo, Endrat Kartiko; Sani, Fakhrudin Nasrul
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.3912

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan gangguan fungsi ginjal yang bersifat progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh tidak dapat mempertahankan metabolisme dan keseimbangan elektrolit. Salah satu perawatan untuk menyelamatkan nyawa pasien dengan penyakit ginjal kronik adalah terapi hemodialisis, disertai dengan pembatasan cairan. Kondisi ini akan memberikan stres fisiologis dan psikologis pasien yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Menganalisa adakah hubungan antara pembatasan cairan dan lama hemodialisis dengan kualitas hidup pada pasien penyakit ginjal kronik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dengan sampel 48 responden yang dipilih dengan tekhnik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan observasi. Data dianalisis menggunakan rumus korelasi Spearman Rank. Mayoritas responden berusia 56-65 tahun yaitu sebanyak 16 responden (33,3%), sebanyak 25 responden (52,1%) berjenis kelamin laki-laki, sebanyak 15 responden (31,3%) pendidikan terakhir SD, sebanyak 32 responden (66,7%) tidak bekerja, berdasarkan lama diagnosa yaitu nilai mean 31.04 dan nilai standar deviasi 25.034 dengan nilai minimum 6 dan nilai maksimum 144 sebanyak 48 pasien (100%) sudah memahami pengetahuan tentang penyakit ginjal kronik. Namun, diketahui bahwa sebanyak 40 responden (80,3%) yang diperhatikan atau diingatkan oleh keluarga selama pasien melakukan kepatuhan pembatasan cairan, dan sebagian besar yaitu 26 responden (54,2%) memiliki penyakit penyerta hipertensi. Uji analisis menunjukkan hasil bahwa nilai p value 0,000 dan 0,041<0,05. Ada Hubungan kepatuhan pembatasan cairan dan lama hemodialisis denan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik di RSUD Pandan Arang Boyolali dengan p value 0,041<0,05.
PENGARUH MENGKONSUMSI MINUMAN REBUSAN JAHE, KAYU MANIS, SERAI DAN MADU TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Qasanah, Septina Nur; Mustain, Mustain; Sani, Fakhrudin Nasrul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30757

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak di jumpai di masyarakat. Hipertensi dapat diartikan sebagai tekanan persisten dimana tekanan darah sistolik >140 mmHg dan tekanan diastolic >90 mmHg. Seiring bertambahnya usia seseorang juga mengalami perubahan fisiologis, seperti penurunan elastisistas arteri dan kekakuan pembuluh darah, yang menjadi faktor mengindikasikan seseorang menderita tekanan darah tinggi. Hipertensi dapat dikendalikan dengan pengobatan farmakologis dan non farmakologis. Salah satu pengobatan non farmakologis yaitu dengan mengkonsumsi minuman herbal, seperti rebusan jahe, kayu manis, serai, dan madu. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh mengkonsumsi minuman rebusan jahe, kayu manis, serai, dan madu terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental. Desain penelitian menggunakan control group pre test- post tets design. Populasi pada penelitian ini adalah lansia sebanyak 175 yang menderita hipertensi di Desa Ngrombo, Baki, Sukoharjo. Sampel pada penelitian ini sebanyak 64 responden, pengambilan sampel teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon, karena data tidak berdistribusi normal. Didapatkan rata-rata tekanan darah sebelum dan sesudah di berikan minuman rebusan jahe, kayu manis, serai dan madu yaitu tekanan darah sistole sebelum 161,06 mmHg, sesudah diberikan 122,34 mmHg, dan tekanan darah diastole sebelum 93,81 mmHg, sesudah diberikan 81,56 mmHg. Hasil penelitian ini adalah ada pengaruh mengkonsumsi minuman rebusan jahe, kayu manis, serai, dan madu terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi dengan nilai signifikasi diperoleh 0,000.
HUBUNGAN SELF CARE DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELLITUS Pereira, Dolia Paulina de Jesus; Sani, Fakhrudin Nasrul; Witriyani, Witriyani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31173

Abstract

Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit yang ditandai dengan hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang berhubungan dengan kurangnya kerja atau sekresi insulin secara absolut atau relatif. Kualitas hidup adalah suatu konsep yang berhubungan dengan kesejahteraan penderita baik secara fisik, psikologi, sosial maupun lingkungan. Self care merupakan suatu perilaku yang dilakukan setiap orang untuk menjaga kesehatan, perkembangan dan kehidupan di sekitarnnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan self care dengan kualitas hidup penderita diabetes mellitus. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara dua variabel yaitu variabel independent (bebas) dan variabel dependen (terikat). Populasi dalam penelitian ini adalah penderita diabetes mellitus yang terdata di Puskesmas Grogol Kabupaten Sukoharjo sebanyak 830 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah penderita diabetes mellitus yang berkunjung ke Prolanis sebanyak 37 orang.Penelitian ini menggunakan alat ukur kuesioner the summary of Diabetes Self Care Activities (SDSCA) dan kuesioner DQOL (Diabetes Quality of Life). Hasil uji statistic Chi square diperoleh nilai signifikasi yang diperoleh sebesar 0,001 (p>0,05). Hasil Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan self care dengan kualitas hidup penderita diabetes mellitus.
The Relationship Between Knowledge And Drug Compliance In Hypertension Patients Kartiko Utomo, Endrat; Widiastuti, Agung; Nasrul Sani, Fakhrudin; Rahma Soleman, Sitti; Risky Ain, Risky; Che Azmi, Norhaida; Syafiq Darul Redzuan, Ilyas
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2024: Proceeding of the 5th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/icohetech.v5i1.4233

Abstract

Hypertension is one of the most common causes of untimely death worldwide and can result in an increased risk of mortality if left untreated. The treatment of hypertension requires the implementation of long-term therapy, so that in an effort to manage its therapy requires adherence and compliance in carrying out treatment. Knowledge about hypertension is also very important to shape one's awareness and behavior. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and compliance with taking medication in hypertensive patients. Observational research method with cross-sectional design using non-probability sampling technique with purposive sampling approach. The research instrument used the Hypertension Knowledge Level Scale (HK-LS) questionnaire and the Probabilistic Medication Adherence Scale (ProMAS). Data analysis using Pearson correlation test. The results showed that there was a significant relationship between knowledge and medication adherence (p=0.003; r=0.320). Knowledge and compliance are very important in the treatment of hypertension to produce long-term blood pressure control effects and prevention of various complications that can be caused.
The Gender Role Stereotypes, Patriarchal Beliefs, and Spirituality As Predictors of Male Nursing Students’ Major Satisfaction: A Cross-Sectional Study Rias, Yohanes Andy; Hasanah, Riski Nuril; Areta, Azarine Carissa Chavvah; Wulandari, Sindi; Novaisniati, Levina; Firdaus, Mohammad Rafi; Shih, Ya Wen; Sani, Fakhrudin Nasrul
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 20 No 3 (2025): Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS)
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2025.20.3.14813

Abstract

Evaluating a male nursing student's satisfaction with their educational major is an effective preventive measure to prevent them from dropping out or transferring to another major. However, there is limited research that focuses on identifying major satisfaction risks among male nursing students. This study aims to investigate the major satisfaction of male nursing students, specifically focusing on gender role stereotypes, patriarchal beliefs, and spirituality. A cross-sectional study was conducted with male nursing students (n = 113). The researchers used the Gender Role Stereotypes Inventory, the Patriarchal Belief Scale, the Brief RCOPE, and the Academic Major Satisfaction Scale. The adjusted coefficients beta (coef. β) and 95% confidence interval (CI) were estimated using multiple linear regression, Pearson correlation and independent t-test were performed. This study demonstrated that gender role stereotypes (β = -0.05; -0.08 to -0.02), patriarchal beliefs (β = -0.05; -0.08 to -0.01), and spirituality (β = 0.11; 0.06 to 0.15) significantly correlated with major satisfaction. Spirituality was found to increase major satisfaction. Meanwhile, gender role stereotypes and patriarchal beliefs reduced the participants’ major satisfaction. Future interventions should incorporate strategies to modify detrimental gender norms and patriarchal beliefs and enhance the spiritual resources of male nursing students to improve major satisfaction.
Implementasi Teknik Active Cycle Of Breathing (ACBT) Sebagai Asesmen Terhadap Dispnea pada Pasien Gagal Jantung Candie Asteria, Bella; Nasrul Sani, Fakhrudin; Rosita, Ani; Dwi Kurniawan, Yanti
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakakeperawatan.v4i1.1513

Abstract

Heart failure is a chronic and progressive condition in which the heart is unable to pump blood effectively, leading to clinical symptoms such as dyspnea, fatigue, pulmonary congestion, and reduced functional capacity. Dyspnea is one of the most prominent symptoms affecting patients’ quality of life and requires appropriate management. The Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) is a non-pharmacological intervention designed to improve airway clearance, enhance lung expansion, and reduce breathing discomfort through structured breathing control, thoracic expansion exercises, and forced expiration techniques. This study aims to evaluate the implementation of ACBT as an assessment and therapeutic approach to reduce dyspnea in heart failure patients at RSUD dr. Darsono Pacitan. This case study used a descriptive pre–post test design involving two patients with heart failure experiencing dyspnea. ACBT was administered for three consecutive days, 1–2 sessions per day, with a duration of 10–15 minutes per session. Respiratory rate was measured before and after each intervention session. The findings show a decrease in respiratory rate in both patients, indicating reduced dyspnea after ACBT application. These results suggest that ACBT may serve as an effective non-pharmacological therapy to support respiratory function and reduce symptoms of dyspnea in heart failure patients.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Latihan Isometrik Sebagai Upaya Menurunkan Nyeri Pada Penderita Osteoartritis Fakhrudin Nasrul Sani; Agung Widiastuti; Ady Irawan AM
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/38dsv531

Abstract

Osteoartritis (OA) merupakan penyakit muskuloskeletal yang sering dijumpai, pada kelompok usia lanjut. Nyeri merupakan keluhan utama yang sering dirasakan akibat kerusakan pada tulang rawan sendi, sehingga mempengaruhi kualitas hidup penderitanya. Penatalaksanaan OA seringkali bersifat farmakologi yaitu penggunaan obat pereda nyeri,  yang menimbulkan ketergantungan terhadap obat. Oleh karena itu, dibutuhkan intervensi yang bersifat non-farmakologi untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi sendi salah satunya dengan pemberian latihan isometrik. Latihan ini melibatkan kontraksi otot tanpa mengubah panjang otot atau menggerakkan sendi, sehingga aman dilakukan oleh lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat latihan isometrik ini dirancang secara sederhana, mudah diikuti, dan disesuaikan dengan kondisi fisik peserta. Peserta kegiatan ini adalah lansia dengan OA di Posyandu Aster I Munyung, Kwarasan, Grogol Sukoharjo yang diikuti 27 lansia. Pengabdian kepada Masyarakat menggunakan metode penyuluhan, diskusi dan demonstrasi latihan isometrik. Hasil pengabdian kepada Masyarakat terbukti efektif dimana terdapat peningkatan pengetahuan peserta dari yang sebelumnya mayoritas dalam kategori kurang sebanyak peserta 18 dan setelah diberikan edukasi, mayoritas tingkat pengetahuan dalam kategori sedang sebanyak peserta 19. Nyeri yang dirasakan juga menurun setelah pemberian latihan isometrik, dari nyeri dalam kategori sedang 18 peserta, menurun menjadi mayoritas nyeri yang dirasakan dalam kategori ringan 17 peserta.
Edukasi Pemanfaatan Daun Kelor menjadi Produk Olahan Puding sebagai Makanan Tambahan (PMT) Balita di Desa Luwang, Gatak, Sukoharjo Agung Widiastuti; Endrat Kartiko Utomo; Fakhrudin Nasrul Sani
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/pr3fa935

Abstract

Secara ilmiah daun kelor (Morinaga oleifera) memiliki kandungan gizi tinggi, sehingga berpotensi membantu mengatasi masalah kekurangan gizi, kelaparan, serta berperan dalam pencegahan dan penanganan berbagai penyakit salah satunya penurunan angka stunting. Namun, konsumsi daun kelor di masyarakat Indonesia masih relatif rendah karena aroma khasnya kurang disukai. Tujuan PKM ini untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan puding dun kelor kepada ibu Balita stunting di Desa Luwang, Gatak,  Sukoharjo. Metode yang digunakan meliputi tiga tahapan: (1) Persiapan, termasuk koordinasi dan perencanaan; (2) Implementasi, yang mencakup sosialisasi, penyuluhan, demonstrasi pembuatan PMT; dan (3) Evaluasi, yang dilakukan melalui umpan balik dan evaluasi pengetahuan lansia menggunakan pretest dan posttest. Hasil kegiatan terjadi perubahan tingkat pengetahuan yang awalnya kurang sebesar 20 responden (54%), setelah dilakukan edukasi meningkat menjadi pengetahuna baik sebesar 22 peserta (59%). Selain itu, keterampilan peserta juga meningkat kategori baik sebanyak 17 responden (48%) kemudian setelah dilakukan demostrasi terjadi peningkatan keterampilan peserta sebesar 27 peserta (73%). Kesimpulan Dengan demikian, edukasi mengenai pemanfaatan daun kelor sebagai produk olahan puding PMT balita memberikan dampak positif bagi masyarakat terkait pemanfaatan daun kelor sebagai sumber PMT bagi balita.
Relationship between Education Level, Employment, Socio-Economic Conditions and Stunting Incidents (Case Study in Karanganyar Regency) Musta'in Musta'in; Marni Marni; Fakhrudin Nasrul Sani; Ailza Ramdhani
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 2 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i2.5522

Abstract

The problem of stunting is a priority for the government to resolve. Stunting is closely related to nutritional problems experienced by toddlers so that the appearance of length and height does not match their age development. Several factors are suspected of influencing the incidence of stunting such as education level, type of work and socio-economic conditions. Central Java Province has several areas that are recorded as having a fairly high incidence of stunting, one of which is in Karanganyar Regency. This study aims to determine the relationship between education level, work, socio-economic conditions and the incidence of stunting in Karanganyar Regency. This study uses primary data obtained by directly interviewing 30 respondents in the research area randomly. The data analysis method used is Pearson correlation. Based on the results of the study, the p-value for the indicator variables of education level and socio-economic conditions is less than the alpha value of 5% so that both have an effect on the incidence of stunting, while the p-value for the type of work is more than the alpha value of 5% so that it does not affect the incidence of stunting.
The Effect of Progressive Muscle Relaxation on Blood Sugar Levels in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus Fakhrudin Nasrul Sani; Fitrian Rayasari; Dewi Anggraini; Rizki Nugraha Agung; Retno Dyah Wahyuningsih
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 5 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i5.6969

Abstract

One of the most complex chronic diseases is diabetes, which requires ongoing medical care aimed at reducing multifactorial risks beyond glycaemic control. Diabetes and stress are interrelated, where stress results in increased cortisol production, cortisol itself inhibits the work of insulin, this triggers an increase in blood sugar levels. One of the ways to control blood sugar levels by providing non-pharmacological therapy is to provide music therapy, relaxation and guided imagery. Progressive Muscle Relaxation (PMR) is one of the relaxations that can be applied to patients with diabetes mellitus. This relaxation technique can speed up the body's metabolism by physiologically increasing blood flow. This study aims to determine the effect of progressive muscle relaxation on blood sugar levels in patients with type 2 diabetes mellitus. This research is a quasi-experimental. The research design used is nonrandomised pretest - posttest with control group design. The research sample was divided into two groups, the intervention group and the control group. Blood sugar level measurements were carried out in the intervention group twice, namely before (pretest) and after (posttest) being given progressive relaxation therapy, while the control group did not receive any actions. The population in this study were patients with type 2 diabetes mellitus at Dr Moewardi Surakarta Hospital. Data analysis using the parametric paired t-test because the data is normally distributed. The blood sugar level in the control group before the relaxation intervention was an average of 237.90 mg/dl and after the relaxation intervention was an average of 218.57 mg/dl. The average blood sugar level in the control group before relaxation was 238.10 mg/dl and after relaxation was 231.43 mg/dl. The p-value for the intervention group based on the paired sample t-test statistic is 0.000 (p < 0.05) with an average decrease in blood sugar level of 19.33 mg/dl. These results indicate that progressive muscle relaxation exercises have an effect on changes in blood sugar levels in patients with type 2 diabetes mellitus. Based on the above description, it can be concluded that progressive muscle relaxation has an effect on changes in blood sugar levels in patients with type 2 diabetes mellitus.
Co-Authors Adilah, Balqis Nur Ady Irawan AM Ady Irawan AM Afni, Anissa Cindy Nurul Agostinha Morais Assis Belo Agung Widiastuti Agung Widiastuti Agung Widiastuti Agung Widiastuti Agung Widyastuti Ailza Ramdhani AM, Ady Irawan AM, Ady Irawan. Anam, Muchamad Syaichul Anggie Pradana Putri Anisa Yuli Kartikasari Anissa Cindy Nurul Afni Anissa Cindy Nurul Afni Annisa Cindy Nurul Afni Annisa Cindy Nurul Afni Annisa Yuli Kartikasari Antonia Soares Areta, Azarine Carissa Chavvah Arifah, Charulia Nur Azzahra, Fatihah Balqis Buyu prakoso, Adi Candie Asteria, Bella Charulia Nur Arifah Che Azmi, Norhaida Dewi Anggraini Dini Tri Wahyuni Diva Agustinaningrum Diva Agustinaningrum Dwi Kurniawan, Yanti Dwi Lestari Mukti Palupi Dyan Kurniasari Endrat Kartiko Utomo Erlin Ika Pradina Ermawati, Muzaroah Fatihah Balqis Azzahra Fatihah Balqis Azzahra Fatimah, Laila Fajar Fina Putri Ansari Firdaus, Mohammad Rafi Hasanah, Riski Nuril Heni Nur Kusumawati Hidayat, Tsuluts Taufiq Ikrima Rahmasari Indriati Oktaviano Rahayuningrum Irawan, Ady Kartiko Utomo, Endrat Kasanah, Nia Nur Kresna Agung Yudhianto Maria Julieta Esperanca Naibili Marni Marni Marni Marni, Marni Mellia Silvy Irdianty Mufarrohah, Mufarrohah Mursudarinah Musta'in Musta'in Musta’in Musta’in Mustain Mustain Mustain Musta’in Musta’in, Musta’in Muttaqin Nur FahleviFahlevi, Wildan MUZAROAH ERMAWATI Muzaroah Ermawati Ulkhasanah Noor Fitriyani Noor Sari Aditiya Novaisniati, Levina Nur Azma Amin Nur Kasanah, Nia Nurmawati, Niya Nurul Devi Ardiani Nurul Devi Ardiani, Nurul Devi Panji Azali Pereira, Dolia Paulina de Jesus Prakoso, Adi Buyu Pujianto, Sri Joko Puput Mulyono Putri Alya Rifqi Qasanah, Septina Nur Rahayuningrum, Indriati Oktaviano Rahmasari, Ikrima Ramdhani, Ailza Rani Risma Krisnandari Rayasari, Fitrian Retno Astuti, Sulistyaningsih Retno Dyah Wahyuningsih Riko Bayu Satria Putra Riska Putri Sejati Risky Ain Nur Rohmah Risky Ain, Risky Rista, Rista Ristanto, Saskia Sefiana Rizki Nugraha Agung Rosita, Ani Rovica Probowati Safitri, Niken Ayu Salomo, Antonius Saputro, Sutiyo Dani Shih, Ya Wen Siti Nur Indah Sitti Rahma Soleman Sunarya, Nana Alfina Suripto, Hendiawan Susi Lastianingsih Susi Rahmawati Syafiq Darul Redzuan, Ilyas Threesilia, Egidia Angel Titisari, Rosida Ajeng Totok Wahyudi Tri Yuniarti, Tri Utomo, Endrat Kartiko Widiastuti, Agung Witriyani, Witriyani Wiwi Kustio Priliana Wulandari, Sindi Yohanes Andy Rias Yulia Susanti Yunia Renny Andhikatias