Articles
Evaluasi Lingkungan dan Situasi Ritel Modern dengan ImportancePerformance Analysis untuk Meningkatkan Niat Pembelian Ulang
Hanum Rachmawati Nur;
Megawati Simanjuntak;
Bagus Sartono
Matrik : Jurnal Manajemen, Strategi Bisnis dan Kewirausahaan Volume 14 Nomor 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (180.009 KB)
|
DOI: 10.24843/MATRIK:JMBK.2020.v14.i01.p05
The focus of this study is to analyze the performance of modern retail toward the importance of modern retail based on the perspective of modern retail consumers. The use of the Importance-Performance Analysis (IPA) method is to measure the importance of modern retail attributes according to the perceptions of modern retail consumers. These researches were involved 244 respondents, randomly selected through online surveys. The results showed that there were no differences in consumer perceptions between the types of modern retail hypermarkets and supermarkets in general. The indicators that are the main priority for improvement sequentially are the unfavorable activities, price fairness with quality, the gentleness of employees, and quality assurance of the product. The indicators such as good quality of products, product variations, ease of product information search, spacious rooms, easy accessibility, availability of domestic products, affordable prices, and ease of obtaining low-priced products, have met customer expectations so the development in these aspects should be used for developing high importance attributes.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALIRAN PERDAGANGAN PAKAIAN JADI INDONESIA DENGAN RENTANG WAKTU PENELITIAN TAHUN 2001 - 2016
Muhammad Hendria;
Rina Oktaviani;
Bagus Sartono
Arena Tekstil Vol 32, No 2 (2017)
Publisher : Balai Besar Tekstil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (388.374 KB)
|
DOI: 10.31266/at.v32i2.3518
Industri pakaian jadi Indonesia adalah industri padat karya dan juga sebagai penyumbang devisa ekspor non migas, dan memenuhi kebutuhan sandang dalam negeri. Namun, perkembangan ekspor industri pakaian jadi Indonesia belakangan ini staganan, dan berkurangnya kontribusi terhadap PDB. Stagnasi ekspor industri pakaian jadi Indonesia ini tidak mengimbangi kenaikan konsumsi pakaian jadi di dunia. Kebijakan yang telah dilakukan adalah dengan melakukan resrukturisasi mesin/peralatan salah satunya adalah industri pakaian jadi, pemberian insentif berupa pegurangan besarnya PPh pasal 35 dan penundaan PPh pasal 29, kerjasama perdagangan dengan Asean, China, Japan dan Korea tidak serta merta meningkatkan kinerja ekspor. Untuk itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi aliran perdagangan industri pakaian jadi Indonesia dengan menggunakan metode regresi data panel. Hasil analisa yang didapatkan adalah faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap aliran perdagangan adalah GDP riil per kapita negara tujuan ekspor, nilai tukar rupiah terhadap negara tujuan ekspor, harga ekspor pakaian jadi ke negara tujuan ekspor, perjanjian perdagangan bebas dengan negara tujuan ekspor tujuan ekspor dan ekspor pakaian jadi yang dilakukan sebelumnya. Sedangkan untuk jarak ekonomi Indonesia dengan negara tujuan ekspor tidak terjadi pengaruh secara signifikan disebabkan seiring kemajuan teknologi dan transportasi maka jarak ekonomi akan memiliki nilai signifikan yang makin rendah. Faktor utama yang mempengaruhi aliran perdagangan pakaian jadi Indonesia adalah ekspor yang dilakukan sebelumnya dengan tingkat probalitas 0,000 dan koefisien 0,845. Faktor lain yang akan meningkatkan aliran perdagangan pakain jadi Indonesia adalah perjanjian kerjasama dengan negara tujuan ekspor utama seperti Amerika Serikat dan negara-negara yang tergabung dalam EU28.
PEMILIHAN STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING INDUSTRI TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL DENGAN PENDEKATAN ANP-BOCR
Andi Susanto;
Arief Daryanto;
Bagus Sartono
Arena Tekstil Vol 32, No 1 (2017)
Publisher : Balai Besar Tekstil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (350.067 KB)
|
DOI: 10.31266/at.v32i1.3134
Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) adalah industri yang penting dalam perekonomian nasional sebagai penyumbang devisa ekspor non migas, penyerapan tenaga kerja dan pemenuhan kebutuhan sandang dalam negeri. Namun dalam beberapa tahun terakhir industri TPT mengalami penurunan daya saing dan beberapa kalangan yang mengkategorikan industri ini sebagai sunset industry. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan negatif, nilai ekspor yang menurun dan jumlah tenaga kerja yang berkurang. Perkembangan industri TPT tidak sejalan dengan konsumsi domestik maupun dunia yang justru terus naik. Oleh sebab itu, stigma negatif sebagai sunset industry harus dihilangkan karena sektor ini menjadi salah satu solusi sebagai penyerap tenaga kerja di Indonesia serta menjadi sumber devisa sebagai modal pembangunan. Untuk menghadapi berbagai permasalahan dan hambatan yang menurunkan daya saing industri TPT, maka diperlukan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing industri ini. Pendekatan pemilihan alternatif strategi dilakukan dengan Analytic Network Process (ANP) dengan kontrol kriteria benefits, opportunities, cost dan risks (BOCR). Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi prioritas peningkatan daya saing industri TPT adalah perbaikan iklim usaha dan pemberian insentif dalam rangka investasi bahan baku, bahan penolong, aksesoris dan mesin/peralatan untuk skenario standar, optimistis dan pesimistis serta peningkatan ekspor dan perluasan pasar melalui kebijakan perdagangan dan kerjasama luar negeri untuk skenario realistis. Alternatif strategi yang paling rendah prioritasnya untuk semua skenario adalah peningkatan inovasi dan litbang serta kolaborasi lembaga penelitian, pemerintah, industri dan universitas serta peningkatan akses sumber modal dan penguatan dukungan pasar dan institusi keuangan.
EFISIENSI PERUSAHAAN KONSTRUKSI DI INDONESIA
Beny Mulyana Sukandar;
Noer Azam Achsani;
Roy Sembel;
Bagus Sartono
MIX: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN Vol 8, No 3 (2018): MIX: Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (572.793 KB)
|
DOI: 10.22441/mix.2018.v8i3.011
Along with the increase in government programs to accelerate infrastructure development, the construction industry in Indonesia has faced intense competition which has forced construction companies in Indonesia to be efficient in order to remain profitable. This study is aimed to measure the efficiency of construction companies in Indonesia. Data Envelopment Analysis (DEA)is used for the research method and data is obtained from the companies’ yearly report in the period 2010-2016 listed in the Indonesia Stock Exchange. The results of the study show that state-owned enterprises (BUMN) are more efficient than private companies. This is due to the large number and value of the project from the government in the field of infrastructure. The study has important implications for the the government to warn state owned companies to stay efficient yet profitable when facing foreign competitions. Since the study showed that companies with large revenue (sales) and low cost are efficient. The private companies ought to seek bigger sales from government projects
OPTIMUM DESIGN PADA PERANCANGAN PERCOBAAN MIXTURE
Bagus Sartono;
Aunuddin Aunuddin;
Budi Susetyo
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 3, No 1 (2003)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/jstat.v3i1.519
Salah satu hal penting pada perancangan percobaan adalah melakukan perancangan level secara optimum terhadapkomponen penyusun perlakuan sehingga ragam penduga akan minimum. Penduga yang dimaksud adalah penduga koefisienmodel dan penduga respon. Semakin banyak kendala-kendala pada besarnya komponan campuran dipercobaan mixturemenyebabkan titik rancangan optimum yang harus dicoba juga sebaik banyak. Algoritma XVERTI merupakan algoritma untukmenemukan titik-titik tersebut. Namun, ketersediaan bahan dan biaya percobaan menjadi kendala sendiri. Untuk itulah perludipilih sebagian titik saja, sehingga target biaya bisa dipenuhi namun tidak paling optimum dalam hal ragam penduga. Kekurangsepakatan antar kriteria adalah permasalahan tersendiri pada proses pemilihan titik. Pada makalah ini dibahas beberapa hasilsimulasi algoritma pemilihan titik antara lain greedy search algorithm (dengan kriteria D-optimality, dan A-optimality), Naesalgorithm, dan uniform mapping algorithm
Klasifikasi Status Bekerja Individu di Provinsi Banten Tahun 2020 dengan Menggunakan Metode LASSO dan Adaptive LASSO
Pardomuan Robinson Sihombing;
Khairil Anwar Notodiputro;
Bagus Sartono
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 21, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/jstat.v21i1.7810
Penelitian ini bertujuan membandingkan metode LASSO dan Adaptive LASSO dengan penggunaan imbalanced data pada regresi binary logistik. Studi kasus yang digunakan adalah pemodelan klasifikasi status bekerja individu di Provinsi Banten tahun 2020. Hasil yang didapat performa LASSO maupun Adaptive LASSO memberikan hasil yang sama baiknya. Dengan mempertimbangkan berbagai kriteria performa dalam accuracy, sensitivity dan specificity, maka model terbaik adalah model LASSO dengan simulasi data balanced 60 persen dan 40 persen dengan nilai masing-masing sebesar 79,16 persen; 80.29 persen dan 68,75 persen. Terdapat beberapa paradoks/anomali dalam hasil penelitian di antaranya peluang status tidak bekerja seseorang menurut lokasi tempat tinggal, gender dan pendidikan. Status disabilitas masih menjadi masalah dalam mencari pekerjaan. Semakin banyak anggota rumah tangga maka akan semakin tinggi peluangnya berstatus tidak bekerja. Semakin tinggi usia seseorang maka akan semakin kecil peluangnya berstatus tidak bekerja. Peluang status tidak bekerja seseorang yang menikah lebih kecil daripada yang belum/tidak kawin
ANALISIS TINGKAT KEMISKINAN DI PROVINSI SUMATERA BARAT MELALUI PENDEKATAN REGRESI TERKENDALA (RIDGE REGRESSION, LASSO, DAN ELASTIC NET)
Fitri Mudia Sari;
Khairil Anwar Notodiputro;
Bagus Sartono
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 21, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/jstat.v21i1.7836
Pandemi Covid-19 yang mulai menyerang Indonesia semenjak Maret 2020 menyebabkan krisis ekonomi dan sosial di Indonesia, termasuk Sumatera Barat. Data BPS Sumatera Barat menyebutkan bahwa jumlah penduduk miskin bertambah sebanyak 20.056, dari 344.023 orang pada Maret 2020, menjadi 364.079 pada September 2020. Masalah kemiskinan merujuk pada konsep high dimensional data yang melibatkan banyak peubah sehingga digunakan Regresi Ridge, LASSO, dan Elastic Net yang dapat mengatasi masalah multikolinieritas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peubah yang memiliki pengaruh yang penting terhadap tingkat kemiskinan di Sumatera Barat menggunakan model terbaik yang terpilih dari Regresi Ridge, LASSO, dan Elastic Net. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat buta huruf merupakan peubah penting yang mempengaruhi tingkat kemiskinan di Sumatera Barat dengan model terbaik yaitu Regresi Ridge.
Identifikasi kecakapan inovasi lembaga riset di Indonesia berbasis dokumen
Aris Yaman;
Bagus Sartono;
Agus M. Sholeh
Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 16 No 2 (2020): December
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/bip.v16i2.424
Introduction. Duplication in inventions produced by research institutions in Indonesia becomes an issue. It is important to map the specialization of the invention in research institutions. This study examines the mapping of the innovation in research institutions in Indonesia. Data Collection Method. This study uses a patent-based technology document analysis method to map the potential of technology. The data used is patent data registered in the Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) database. Data Analysis. Metadata analysis was conducted by using the K-Means Klastering method with R software. Results and Discussions. The findings in the pre-analysis show that when the independent variable involved in the model are very large, the Localized feature selection method can effectively select variables without losing much information. There are 5 dominant technology groups that can be produced by research institutions in Indonesia, namely 1) Technology related to the development of measurement and testing instrument technology; 2) Technologies related to food and food ingredients; and 3) microstructural test equipment / detectors; 4) radar technology; 5) Technology in agriculture. Conclusion. The findings show that there are still overlapping inventions by several research institutions in the same technology cluster. K-means clustering with LFSBSS pre analysis has a clear performance in the technology cluster space.
Pemodelan topik pada dokumen paten terkait pupuk di Indonesia berbasis Latent Dirichlet Allocation
Aris Yaman;
Bagus Sartono;
Agus M. Soleh
Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 17 No 2 (2021): December
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/bip.v17i2.2147
Introduction. Fertilizer is one of the most important production factors in the world of agriculture. It is crucial to increase the capacity of technology related to fertilizers. Analysis of patent documents can be one way to analyze technological developments, especially fertilizers. Data Collection Methods. The data used in this research are metadata, especially the title and abstract of a patent document in Indonesia. With the keyword "fertilizer," Patent metadata was processed in the 1945-2017 period. Data Analysis. The LDA model can provide a reasonable interpretation regarding topic modeling based on text data. Results and Discussion. The results find that degree of the patent title is better than the abstract of the patent. The LDA approach can adequately separate the topics of fertilizer patent technology so that it does not have multiple interpretations. Conclusion. Based on the findings, there are nine essential topics in the development of fertilizer technology. There is a phenomenon of the lack of technology collaboration between IPC technology sections.
Image Classification of Beef and Pork Using Convolutional Neural Network in Keras Framework
salsa bila;
Anwar Fitrianto;
Bagus Sartono
International Journal of Science, Engineering, and Information Technology Vol 5, No 02 (2021): IJSEIT Volume. 05 Issue 02. JULY 2021
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/ijseit.v5i02.9864
Beef is a food ingredient that has a high selling value. Such high prices make some people manipulate sales in markets or other shopping venues, such as mixing beef and pork. The difference between pork and beef is actually from the color and texture of the meat. However, many people do not understand these differences yet. In addition to socialization related to understanding the differences between the two types of meat, another solution is to create a technology that can recognize and differentiate pork and beef. That is what underlies this research to build a system that can classify the two types of meat. Convolutional Neural Network (CNN) is one of the Deep Learning methods and the development of Artificial Intelligence science that can be applied to classify images. Several regularization techniques include Dropout, L2, and Max-Norm were applied to the model and compared to obtain the best classification results and may predict new data accurately. It has known that the highest accuracy of 97.56% obtained from the CNN model by applying the Dropout technique using 0.7 supported by hyperparameters such as Adam's optimizer, 128 neurons in the fully connected layer, ReLu activation function, and 3 fully connected layers. The reason that also underlies the selection of the model is the low error rate of the model, which is only 0.111.Keywords: Beef and Pork, Model, Classification, CNN