Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Perilaku “CERDIK” dengan Kadar Gula Darah pada Usia Produktif Risiko Tinggi Diabetes Melitus Tipe 2 Nurzana, Desi; Sary, Lolita; Febriani, Christin Angelina; Samino, Samino; Aryawati, Wayan
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i2.17226

Abstract

Masyarakat risiko tinggi menderita DM dan tidak melakukan pemeriksaan deteksi dini ternyata 175 (24,9%) orang diantaranya menderita DM. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya hubungan perilaku “CERDIK” dengan kadar gula darah usia produktif risiko tinggi DM Tipe 2  di wilayah kerja UPT Puskesmas Rawat Inap  Katibung Kabupaten Lampung Selatan tahun 2024. Jenis penelitian kuantatif dengan rancangan potong lintang, populasi semua usia produktif risiko tinggi (15-59 tahun) yang terdata sebagai sasaran posbindu wilayah kerja UPT Puskesmas Rawat Inap  Katibung sebanyak 231 orang dengan jumlah sampel  sebanyak 144 orang. Sampel diambil dengan metode purposive sampling. Alat ukur kuesioner dan data dianalisis menggunakan chi square. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan perilaku cek kesehatan secara berkala (p-value=0,00 OR=3,1), enyahkan asap rokok (p-value=0,00 OR=3,2), rajin beraktivitas fisik/olahraga (p-value=0,01 OR=2,4), diet sehat dan seimbang (p-value=0,00 OR=6,9), istirahat cukup (p-value=0,00 OR=3,0), kelola stress (p-value=0,00 OR=5,9) dengan kadar gula darah. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kadar gula darah adalah mampu mengelola stress p-value 0,00 dengan OR=3,6. Hendaknya kepada Puskesmas melakukan skrining Self-Reporting Questionnaire (SRQ-20) pada usia produktif risiko tinggi DM, serta melakukan inovasi seperti penyediaan layanan konseling jiwa bagi usia produktif risiko tinggi penyakit degeneratif DM.
Analisis Masalah Kesehatan Dusun Sukajaya Darat Desa Sukajaya Lempasing Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Sary, Lolita; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah; Arini, Mutiara; Faradisa, Ratih Mary; Fatmawati, Iin; Yustika, Reny; Firmansyah, Maulid Elang; Kaulani, Sirfia; Nugraha, Rezha Wahyu; Satria, Andhika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.21271

Abstract

ABSTRAK Menetapkan skala prioritas terhadap permasalahan kesehatan masyarakat serta menentukan prioritas dalam pelaksanaan program intervensi merupakan hal yang sangat penting dilakukan, mengingat keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masalah kesehatan masyarakat yang ada di Dusun Sukajaya Darat dan melakukan intervensi. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu Metode Focus Grup Discusion (FGD) bertujuan untuk mendapatkan masalah kesehatan yang harus segera di intervensi dan metode CARL untuk menentukan prioritas masalah. Masalah yang terdapat di desa Sukajaya darat yaitu Pasangan usia subur (PUS) yang tidak ber-KB, Merokok, MP-ASI sebelum 6 bulan, dan tempat sampah rumah tangga terbuka. Berdasarkan hasil analisis prioritas masalah diperoleh bahwa pasangan usia subur yang tidak ber-KB menjadi prioritas masalah. Dalam melakukan intervensi masalah tersebut, maka perlu dilakukan penyuluhan guna meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para ibu atau pasangan usia subur mengenai keluarga berencana (KB).  Kata Kunci: Masalah Kesehatan Masyarakat, Prioritas Masalah,KB  ABSTRACT Establishing priority scales for public health problems and determining priorities in the implementation of intervention programs is crucial, considering the limited availability of human resources and budget. This study aims to identify public health problems in Dusun Sukajaya Darat and carry out appropriate interventions. The research methods used include the Focus Group Discussion (FGD) method, which aims to identify health issues that require immediate intervention, and the CARL method to determine problem priorities. The health problems identified in Dusun Sukajaya Darat include couples of childbearing age (PUS) not using family planning (FP), smoking, early introduction of complementary feeding (MP-ASI) before 6 months of age, and open household garbage disposal. Based on the priority analysis, the main issue identified was couples of childbearing age who are not using family planning. To address this issue, it is necessary to conduct counseling sessions to improve the knowledge and understanding of mothers or couples of childbearing age about family planning. Keywords: Public Health Problems, Problem Prioritization, Family Planning
Kolaborasi FIK dan HPU dalam menumbuhkan kesadaran pemeriksaan kesehatan rutin sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular Nuryani, Dina Dwi; Listyaningsih, Erna; Sary, Lolita; Oktarina, Devi; Chrisanto, Eka Yudha; Muhani, Nova; Perdana, Agung Aji; Setiawati, Setiawati
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 6 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i6.1382

Abstract

Background: Maintaining health is a fundamental aspect in supporting quality of life, especially for vulnerable groups such as mothers and children. Prevention through early detection and health education is a key strategy in building public awareness. As a concrete manifestation of the university's role in improving public health, the Faculty of Health Sciences (FIK) of Malahayati University, in collaboration with Health Promoting University (HPU), conducted a community service activity. Purpose: To raise awareness and increase knowledge of mothers and children regarding the importance of regular health check-ups and adopting a healthy lifestyle as a preventative measure for non-communicable diseases (NCDs). Method: The activity was held on Sunday, May 24, 2025, involving 136 orphans and 120 mothers of orphans. The series of activities included a fun walk, health checks by FIK lecturers (measurement of blood pressure, blood sugar, uric acid, weight, and height), and distribution of iron tablets. Additionally, educational games were provided by the Psychology Study Program, reproductive health counseling by the Midwifery Study Program, and education on NCD prevention by the Public Health Study Program. Results: The number of participants in this activity was quite significant, demonstrating high public enthusiasm for the free health screening service. The majority of participants were housewives and school-aged children from communities with limited access to routine health services. The examination results indicated that some participants had test results that were outside the normal range, particularly for blood pressure and blood sugar levels. In children, several cases were found with a body mass index (BMI) below the standard. Conclusion: The basic health screening activity for mothers and orphans went smoothly and received high enthusiasm from participants. The basic health screening activity for mothers and orphans had a positive impact in raising awareness of the importance of early detection for preventing non-communicable diseases (NCDs). Suggestion: Participants are expected to undergo regular health checks, and relevant parties are also encouraged to facilitate access and improve health education in the community. Keywords: Community service; Early detection; Health education; Non-communicable diseases Pendahuluan: Menjaga kesehatan merupakan aspek fundamental dalam menunjang kualitas hidup, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu dan anak. Pencegahan melalui deteksi dini dan edukasi kesehatan menjadi strategi utama dalam membentuk kesadaran masyarakat. Sebagai wujud nyata peran perguruan tinggi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Malahayati bekerja sama dengan Health Promoting University (HPU) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat. Tujuan: Untuk menumbuhkan kesadaran serta meningkatkan pengetahuan ibu dan anak mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan penerapan gaya hidup sehat sebagai langkah pencegahan penyakit tidak menular (PTM). Metode: Kegiatan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 24 Mei 2025, dengan melibatkan 136 anak yatim dan 120 ibu dari anak-anak yatim. Rangkaian kegiatan meliputi jalan sehat, pemeriksaan kesehatan oleh dosen FIK (pengukuran tekanan darah, gula darah, asam urat, berat badan, dan tinggi badan), serta pemberian tablet Fe. Selain itu, terdapat permainan edukatif oleh Prodi Psikologi, penyuluhan kesehatan reproduksi oleh Prodi Kebidanan, serta edukasi pencegahan PTM oleh Prodi Kesehatan Masyarakat. Hasil: Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini cukup signifikan, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Mayoritas peserta merupakan ibu rumah tangga dan anak-anak usia sekolah dari kelompok masyarakat dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan rutin. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian peserta memiliki hasil pemeriksaan yang tidak berada dalam rentang normal, khususnya dalam hal tekanan darah dan kadar gula darah. Pada anak-anak, ditemukan beberapa kasus dengan indeks massa tubuh (IMT) yang berada di bawah standar. Simpulan: Kegiatan pemeriksaan kesehatan dasar bagi ibu-ibu dan anak-anak yatim berjalan dengan lancar, mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Kegiatan pemeriksaan kesehatan dasar bagi ibu-ibu dan anak-anak yatim berdampak positif dalam meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini untuk pencegahan terjadinya penyakit tidak menular (PTM). Saran: Diharapkan pada peserta untuk memeriksakan kesehatannya secara rutin dan pihak terkait juga diharapkan untuk memberikan kemudahan dalam peningkatan akses dan edukasi kesehatan di masyarakat.
PENGARUH MEDIA EDUKASI VIDEO ANTISIPASI STUNTING (VAS) TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAGELARAN TAHUN 2025 Yoanisa, Karunia Viandra Yoanisa; Yanti, Dhiny Easter; Sary, Lolita; Angelina F, Christin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48777

Abstract

Stunting adalah masalah gizi jangka panjang yang dialami anak-anak akibat kekurangan gizi dan perawatan yang tidak memadai, yang dapat menghambat pertumbuhan mereka. Timor Leste menduduki peringkat pertama dengan prevalensi 45,1% dan Filipina peringkat terakhir dengan prevalensi 28,8%, Indonesia memiliki prevalensi stunting tertinggi kedua di Asia Tenggara sebesar 31%.Kabupaten Pringsewu termasuk dalam tujuh besar dengan angka stunting 15. 8% pada tahun 2023, menurun sebesar 0. 4% dari angka tahun sebelumnya yang mencapai 16. 2%. Puskesmas Pagelaran adalah puskesmas dengan kasus terbanyak kedua di Kabupaten Pringsewu, mencatat 134 kasus. Untuk meningkatkan pemahaman ibu-ibu tentang pencegahan stunting di wilayah layanan Pusat Kesehatan Masyarakat Pagelaran pada tahun 2025, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dampak media VAS dan teknik ceramah. Studi ini menggunakan desain dua kelompok pra-tes dan pasca-tes, dan b bersifat kuantitatif quasi-eksperimental. Pengambilan sampel acak sederhana digunakan untuk memilih 70 responden (35 dari kelompok kuliah dan 35 dari kelompok media VAS). Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data, dan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney digunakan untuk analisis. Ada ketidaksamaan signifikan antara kelompok media VAS serta kelompok ceramah terhadap peningkatan pengetahuan mengenai pencegahan stunting (p < 0,05). Penggunaan media VAS lebih unggul (rata-rata peningkatan lebih besar) dibanding metode ceramah. Penerapan media edukasi VAS lebih effektif meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pencegahan stunting dibanding metode ceramah di Wilayah Kerja Puskesmas Pagelaran Tahun 2025.
Konsumsi Zat Besi yang Adekuat selama Hamil untuk Cegah Bayi Lahir dengan Stunting: Adequate Iron Consumption during Pregnancy to Prevent Babies Born with Stunting Hermawan, Dessy; Listyaningsih, Erna; Irianto, Gunawan; Sary, Lolita; Shariff, Fonda Octarianingsih; Kurnisari, Devi; Reni, Christina Kusuma
Amerta Nutrition Vol. 9 No. 3 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v9i3.2025.479-485

Abstract

Background: The incidence of stunting remained high until 2024, namely 21.6%, making it a national problem. Stunting can be predicted early by using the length of the birth body. However, many people do not care about the length of the baby's body at birth. Many factors affect the length of the baby's body at birth, including genetic and external factors. Anemia in pregnant women is one of the determining factors for stunting, so giving iron tablets is very important to prevent stunting. Objectives: The purpose of this study was to analyze the relationship between iron tablet consumption and the baby's length at birth. Methods: This study was an analytical survey that examines the characteristics of mothers who have live-born babies with mature in 2019 to 2023 in Tugurejo Village. Data were collected from records in the Mother and Child Health/MCH book and direct interviews with research subjects. The number of samples was 108 babies and their mothers. The collected data were analyzed using chi square & logistic regression tests. Results: There was a significant relationship between taboo from consuming one source of protein (p-value=0.034), consumption of iron tablets during pregnancy (p-value=0.043), maternal age during pregnancy (p-value=0.001), and exposure to cigarette smoke during pregnancy (p-value=0.050) with baby's birth length. Meanwhile, the mother's height and the habit of drinking milk during pregnancy were not significantly related to the baby's birth length. Conclusions: The dominant variables related to the length of the baby's birth are the completeness of iron tablet consumption and the mother's age during pregnancy.
Companion Strategy for Acceptance of HIV/AIDS Status in Women Sary, Lolita; Basyar, Syaripudin; Shonhaji, Shonhaji; Yanti, Fitri
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 17 No.2 Agustus 2022
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpki.17.2.91-100

Abstract

Background: Women infected with HIV/AIDS had a double burden, including health, economic, mental, and social problems, and access to health services. Self-acceptance of HIV/AIDS status has always been a problem when women are diagnosed with HIV/AIDS, and companions are often needed to solve it. This study aimed to know the success of self-acceptance and companion strategies for women's acceptance of HIV/AIDS status. Method: The research is mixed-method with a sequential exploratory. Informants are companion’s HIV/AIDS in Bandar Lampung City. The qualitative phase of data collection with in-depth interviews with nine informants from 3 HIV/AIDS communities/networks was selected by purposive sampling. The quantitative phase used an online questionnaire to women living with HIV/AIDS who live in Bandar Lampung City and are a support group from 3 HIV/AIDS communities/networks, obtaining 27 people during two weeks of data collection. Qualitative analysis with content analysis and quantitative analysis with univariate analysis. This research was conducted for eight months (January – September 2021). Results: The results of the study where the success of acceptance of HIV/AIDS status in women in the excellent category was 25 (92.6%) where the companion used an empowerment strategy through the stages of collaboration, case finding, self-introduction, exploring problems, and self-potential, implementation of accompaniment and monitoring and evaluation by utilizing the media whats app group and methods of personal approach and peer support groups. Suggestions, so that the length of time for acceptance of HIV/AIDS status is faster, the companion needs to get self-acceptance therapy training for women living with HIV/AIDS to empower women.
The Influence Of Giving Ginger Water On The Pain Of Dysmenorroa In Adolescent Women Desiana, Desiana; Utami, Vida Wira; Nurliani, Nurliani; Sary, Lolita
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i5.11847

Abstract

Background: Dysmenorrhea is a symptom of pain or discomfort in the lower abdomen during menstruation so that it can interfere with daily activities, which is most often found in young and reproductive women. In Indonesia, dysmenorrhea is also a complaint that is often found in young women. In Indonesia, the incidence of menstrual pain in 2018 was 107,673 people (64.24%), consisting of 59,671 people (54.89%) experiencing primary menstrual pain and 9,496 people (9.36%) experiencing secondary menstrual pain. Research objective: To know the effect of giving ginger water on dysmenorrheal pain in young women at Tri Bhakti Vocational School, Abung Tengah District, North Lampung Regency in 2023Research Methods: The type of research used was pre-experimental with a one-group pre-test and post- test design approach. Research population The population in this study were all young women at Tri Bhakti Vocational School who experienced dysmenorrhea as many as 53 people. The sample in this study amounted to 23 people. Sampling technique purposive sampling Analysis using the Wilcoxon test.The results of the study: The average level of dysmenorrhea before administration of ginger decoction (zingibers officinale) in female adolescents was 4.43 with a standard deviation of 0.662. A minimum of 3 and a maximum of 5. The average rate of dysmenorrhea after administration of ginger decoction (zingibers officinale) in young women is 2.39 with a standard deviation of 0.789. Conclusion Minimum 1 and maximum 3 There is a significant difference between giving ginger concoction to the level of dysmenorrhea pain in young women at Tri Bhakti Vocational School, Abung Tengah District, North Lampung Regency, p value 0.000. Suggestion  that the findings of this study can be a solution in overcoming dysmenorrhea by using a type of non-pharmacological therapy, namely giving red ginger water. Keywords : dysmenorrhea, ginger, young women ABSTRAK : PENGARUH PEMBERIAN AIR JAHE TERHADAP NYERI DISMENORROA PADA REMAJA WANITA Latar Belakang: Dismenore merupakan gejala nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut bagian bawah saat menstruasi sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, yang paling sering dijumpai pada wanita usia muda dan reproduktif. Di Indonesia, dismenore juga menjadi keluhan yang sering dijumpai pada remaja putri. Di Indonesia, angka kejadian nyeri haid pada tahun 2018 sebanyak 107.673 orang (64,24%), terdiri dari 59.671 orang (54,89%) mengalami nyeri haid primer dan 9.496 orang (9,36%) mengalami nyeri haid sekunder. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh pemberian air jahe terhadap nyeri dismenore pada remaja putri di SMK Tri Bhakti Kecamatan Abung Tengah Kabupaten Lampung Utara Tahun 2023Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test design. Populasi Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri SMK Tri Bhakti yang mengalami dismenore sebanyak 53 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 23 orang. Teknik pengambilan sampel purposive sampling Analisis menggunakan uji Wilcoxon.Hasil penelitian: Rata-rata tingkat kejadian dismenore sebelum pemberian rebusan jahe (zingibers officinale) pada remaja putri adalah 4,43 dengan standar deviasi 0,662. Minimal 3 dan maksimal 5. Rata-rata kejadian dismenore setelah pemberian rebusan jahe (zingibers officinale) pada remaja putri adalah 2,39 dengan standar deviasi 0,789.Kesimpulan Minimal 1 dan Maksimal 3 Terdapat perbedaan yang signifikan pemberian ramuan jahe terhadap tingkat nyeri dismenore pada remaja putri di SMK Tri Bhakti Kecamatan Abung Tengah Kabupaten Lampung Utara p value 0,000. Saran hasil penelitian ini dapat menjadi solusi dalam mengatasi dismenore dengan menggunakan jenis terapi non farmakologi yaitu pemberian air jahe merah. Kata Kunci : dismenore, jahe, remaja putri  
Manajemen Pelayanan Pasien COVID-19 di Ruang Isolasi Puskesmas Rawat Inap Kabupaten Tanggamus Tahun 2023 Ferry Widiatmoko; Lolita Sary; Nurul Aryastuti
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1.643

Abstract

Abstrak Pandemi COVID-19 menunjukkan kasus peningkatan dan menuntut respon layanan kesehatan. Puskesmas Air Naningan merupakan Puskesmas rawat inap terbanyak merawat pasien COVID-19 yaitu 6 orang dan Puskesmas Margoyoso merawat 3 orang pasien. Pelaksana pelayanan masih terhambat masalah tenaga medis, keterbatasan peralatan dan vaksin serta kapasitas ruangan. Penelitian bertujuan mendeskripsikan manajemen pelayanan pasien COVID-19 di ruang isolasi yang difokuskan pada unsur man, money, material, method dan machine. Jenis penelitian adalah kualitatif. Tehnik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Teknik sampling menggunakan purpossive yang terdiri dari 1 orang informan kunci yaitu Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, 2 orang informan utama yaitu Kepala UPTD Puskesmas Margoyoso dan Air Naningan serta 2 orang informan pendukung yaitu penanggung jawab ruang isolasi di kedua Puskesmas tersebut. Analisis isi menggunakan koding, kategori dan tema. Hasil penelitian menunjukkan gambaran pelayanan pasien COVID-19 di ruang isolasi pada aspek man dibutuhkan tambahan SDM untuk mengurangi beban kerja. Pada aspek money sudah tersedia pembiayaan berasal dari bantuan alat dan barang dari Dinas Kesehatan Kabupaten dan dana operasional Puskesmas (BOK dan JKN) dan dana insentif. Pada aspek material sarana sudah tersedia dan pedoman Kementerian Kesehatan sudah menjadi acuan pelayanan. Pada aspek method telah ditetapkan Standard Operational Procedure dan ketersediaan alat dan bahan melindungi tenaga kesehatan. Pada aspek machine logistik mampu memaksimalkan tata laksana kasus COVID-19 yang dirawat ruang isolasi. Pemerintah perlu membuat kebijakan untuk pelatihan khusus bagi tenaga kesehatan yang melayani pasien COVID-19 di ruang isolasi Kata kunci: Covid-19, Manajemen, Pelayanan Kesehatan
Analisa Kinerja Petugas Kesehatan Terkait Program Stunting di Puskesmas Kalirejo Tahun 2022 wardani, leni warda; Sary, Lolita; Sari, Fitri Eka
Jurnal Dunia Kesmas Vol 12, No 3 (2023): Volume 12 Nomor 3
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v12i3.9507

Abstract

Indonesia pada tahun 2021 kasus stunting mencapai angka sebesar 24,4%. Meskipun di beberapa daerah capaian prevelensi sudah dibawah 20% namun, hal  tersebut masih belum memenuhi target dari RPJMN tahun 2024 sebesar 14%. Target selanjutnya agar Indonesia mencapai angka stunting sampai kategori rendah atau dibawah 2,5%. Kasus stunting di Kabupeten Pesawaran tahun 2021 sebanyak 3.15%  di Puskesmas Kalirejo pada bulan Agustus tahun 2021 sebanyak 2.99%. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kinerja petugas kesehatan terkait program stunting  tahun 2022. Berdasarkan aspek sumber daya, kepemimpinan, imbalan, struktur, dan desain pekerjaan. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian berjumlah 6 orang. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam. Teknik analisis data menggunakan Analisis isi (Content Analysis). Hasil penelitian diketahui, kinerja petugas program stunting berdasarkan aspek sumber daya dilihat dari segi kualitas sudah pernah dilakukan pelatihan khusus stunting, sedangkan dari segi kuantitas jumlah dari petugas stunting sudah memadai. Berdasarkan aspek kepemimpinan bahwa ahli gizi memimpin pengendalian stunting yang dikoordinator langsung oleh kepala puskesmas. Berdasarkan aspek imbalan bahwa pihak puskesmas tidak memberikan reward kepada petugas. Berdasarkan aspek struktur petugas sudah menjalankan tugas seperti  berkoordinasi dengan kepala puskesmas. Berdasarkan aspek desain pekerjaan bahwa petugas stunting sudah melakukan tugasnya seperti sosialisasi dan pemberian mpasi dan pengukuran balita. Saran dalam penelitian ini diharapkan agar pihak puskesmas rutin melakukan pelatihan, mempertahankan konsistensi tugas, memberikan  reward kepada petugas, membuat SK terkait struktur dan mempertahankan konsistensi pelayanan. 
DETERMINAN PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT MALARIA PADA MASYARAKAT DI DESA SANGGI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PADANG CERMIN Wulandari, Sri; Samino, Samino; Sary, Lolita
Jurnal Dunia Kesmas Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v12i2.11330

Abstract

Malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia yang ditularkan oleh nyamuk malaria (Anopheles) betina. Kementrian Kesehatan mencatat bahwa total kasus malaria di Indonesia tahun 2020 sebanyak 254.055, angka kejadian malaria di Provinsi Lampung pada tahun 2021 yaitu sebesar 769 kasus dengan jumlah kematian penyebab malaria sebesar 10,3%. Sedangkan pada tahun 2022 di Provinsi Lampung jumlah penyakit malaria dari Januari hingga Oktober 2022 tercatat 655 kasus. Kasus malaria banyak terjadi di Pesawaran dengan 411 kasus malaria. Tujuan penelitian diketahui hubungan pengetahuan, sikap, dan sumber informasi dengan perilaku pencegahan malaria di Desa Sanggi wilayah kerja Puskesmas Padang Cermin 2023. Jenis penelitian kuantitatif desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu 918 KK di Desa Sanggi dengan sampel sebanyak 162 KK. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisoner. Analisis data menggunakan univariat (distribusi Frekuensi) dan bivariat (chi square). Hasil penelitian diketahui bahwa ada hubungan pengetahuan (p-value = 0,001), sikap (p-value = 0,001), dan sumber informasi (p-value = 0,005) dengan perilaku pencegahan malaria. Kesimpulan ada hubungan antara pengetahuan, sikap, dan sumber informasi dengan perilaku pencegahan malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Cermin. Saran diharapkan petugas kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan melalui edukasi kesehatan dan seleksi sumber intervensi untuk masyarakat yang benar agar perilaku pencegahan malaria dapat diterapkan di desa yang dilakukan 1x sebulan.Kata Kunci : perilaku pencegahan malaria, pengetahuan, sikap, dan sumber informasi
Co-Authors Aan Oktavia yuman Abkonita, Ria Agung Aji Perdana Agung Aji Perdana Agus Kelana Benni AHMAD ANSORI Amperaningsih, Yuliati Ana Astuti andhika satria Andoko Andoko Angelina F, Christin Anggi Dwi Saputri Aprina, Aprina Apriyadi Apriyadi Arif Rahman Hakim Arini, Mutiara Arizwansyah Arizwansyah Aryanti Wardiah Aryastuti, Nurul Aryawati, Wayan Aulyya Rahmah Bagus Perdana Kusuma Zain Basyar, Syaripudin Billal Anugrah Putra Chrisanto, Eka Yudha Christin Angelina Christin Angelina Febriani Christin Angelina Febrianti Daka, Rohman Delima Selviyani Putri Desi Nurzana Desiana Desiana, Desiana Desna Damayanti Dewi Sintwati Dina Dwi Nuryani Dina Dwi Nuryani Dina Dwi Nuryani Dina Dwi Nuryani Dwiyana, M Rizal Easter Yanti, Dhiny Echa Rafika Eka Novianti, Eka Eka Yuliana Eka Yuliana Ekasari, Fitri Eko Purnanto Erna Listyaningsih Ervianasari, Nita Evrianasari, Nita Faradisa, Ratih Mary Farich, Achmad Farida Aryani Fatmawati, Iin Febrani, Christin Angelina Febrianti Febrianti Febrianti Febrianti Ferry Widiatmoko Fijri Rachmawati Firmansyah, Maulid Elang Fitri Eka Sari Fitri Eka Sari Fitri Ekasari Fitri Yanti Furqoni, Prima Dian Giri, Dewi Dwipayanti Gusnita Silaen, Rahel Hany Musliha Hardwiko Defityanto Hasbie, Neno Fitriyani Heni Lestari Henni Puji Lestari Rahayu Hermawan, Dessy Hertiana Dwi Lestari Iin Hermayani Irianto, Gunawan Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Jaya, Hernandi Ashari Johan Hadi Saputra Kaulani, Sirfia Kelana Benni, Agus Kharisma, Rr.Salwa Zasya Aura Khoidar Amirus Khoirona Khoirona Kurnisari, Devi Lydia Sihotang Mardhatilah Hasdianasari Marisa Marisa Marisa Marisa Masdiana Masdiana Mayasari Mayasari Metalia Agnessia Mike Yulia Fandri Monica Kharisma Putri Muhani, Nova Multazamiyah, Siti Aminah Nabila, Nia Neti Nurmala Sari Nilawati Jaya Niputu Sudiadnyani Nova Muhani Nova Muhani Novi Adnyani, Ni Komang Ayu Nugraha, Rezha Wahyu Nurhalina Sari Nurkhasanah Nurkhasanah Nurliani Nurliani Nurzana, Desi Oktarina, Devi Otta Nur Kirana Pangaribuan, Betseba Natalia Perdana Kusuma Zain, Bagus Prihantoro Prihantoro Puspa Sari Pusparini, Tyas Septiana Putri, Ratna Dewi Rachmawati, Fijri Rafika, Echa Rahel Gusnita Silaen Rahmah, Aulyya Reni, Christina Kusuma Retnaningsih, Agustina Ria Abkonita Riantik, Sofia Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Rizky Wulandari Rohman Taufik Romadon, Fiqri Ardiansyah Rosmayani, Rosmayani Rosmiyati Rosmiyati Rostina Rostina Saireda, Elistya Mercha Samino Samino Samino Samino Samino Samino Sari, Desi Mailan Sari, Fitri Eka Selviyani Putri, Delima Setiawati Setiawati Setiawati, Octa Reni Shaharuddin Shaharuddin Shariff, Fonda Octarianingsih Shonhaji Shonhaji, Shonhaji Sihotang, Lydia Silaen, Rahel Gusnita Silfy Adelia Silfy Adelia Sintawati, Dewi Sintwati, Dewi Siti Nurjanah Slamet Widodo Sofia Riantik Sri Wulandari Sri Wulandari Sudjarwo Sudjarwo Suharman Suharman Sunarsih Sunarsih Susilawati Susilawati Suti, Shalsabilla Taufik, Rohman Teguh Pribadi trio pranoto Utami, Vida Wira wardani, leni warda Wati, Putri Vega Wayan Aryawati Winarsih Winarsih Yanti, Dhiny Easter Yoanisa, Karunia Viandra Yoanisa Yuanita, Desy Yulyani, Vera Yuni Eka Lestari Yustika, Reny Zaidayati Zaidayati Zain, Bagus Perdana Kusuma Zelda Duwieka Restu