Claim Missing Document
Check
Articles

Relationship Between Complementary Feeding Practices And Stunting Incidence Novianti, Eka; Sary, Lolita; Evrianasari, Nita; Rachmawati, Fijri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.11890

Abstract

Latar Belakang  : Data Survei Status Gizi Indonesi (SSGI) oleh Kementrian Kesehatan RI tahun 2022 menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia sebesar 21,6%, di Provinsi Lampung sebesar 15,2%, di Kabupaten Way Kanan sebesar 18,4%, di Kecamatan Negeri Agung sebesar 7,84% serta di wilayah kerja UPT Puskesmas Negeri Agung 8,25%. Survey pendahuluan yang peneliti lakukan pada bulan Februari 2023 belum semua ibu menerapkan praktik pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang sesuai dengan rekomendasi WHO yaitu tepat waktu dalam pemberian MP-ASI, kualitas makanan MP-ASI yang adekuat, keamanan dalam menyiapkan dan menyimpan MP-ASI, dan responsif feeding.  Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui hubungan praktik pemberian makanan pendamping ASI dengan kejadian stunting.Metode : Metode yang digunakan  adalah observasi analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan data primer. Sampel dalam penelitian ini 211 responden dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling, dimana pengumpulan data  menggunakan kuesioner kemudian dianalisa  dengan uji chi-square. Hasil : Dari hasil penelitian diperoleh terdapat hubungan yang signifikan ketepatan waktu dalam pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting (p value 0,000), terdapat hubungan makanan pendamping ASI yang adekuat dengan kejadian stunting (p value 0,000),  terdapat hubungan yang signifikan keamanan pemberian MPASI yang adekuat dengan kejadian stunting (p value 0,000), terdapat hubungan yang signifikan responsive feeding dengan kejadian stunting (p value 0,000), balita dengan stunting menunjukkan dampak buruk terhadap pertumbuhan, perkembangan dan kualitas sumber daya manusia. Dari sektor kesehatan perlu adanya peningkatan upaya preventif dan promotif mengenai praktik pemberian MP-ASI sesuai dengan standar agar dapat memperbaiki status gizi anak dan mencegah dampak dari stunting. Stunting bukan hanya masalah sektor kesehatan, intervensi yang tepat dengan penanganan dini dan bertanggung jawab melalui berbagai lintas sektor terkait.Kesimpulan : Terdapat hubungan praktik pemberian makanan pendamping ASI dengan kejadian stunting. Kata kunci : Stunting, Praktik Pemberian MP-ASI,tepat waktu, adekuat, aman,responsive feeding ABSTRACT Background: The Indonesian Nutritional Status Survey (Survei Status Gizi Indonesia) conducted by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2022 indicated a prevalence of stunting in Indonesia at 21.6%. In Lampung Province, it was 15.2%; in Way Kanan Regency, 18.4%; in Negeri Agung District, 7.84%; and in the working area of UPT (Technical Implementation Unit) Negeri Agung Public Health Center, 8.25%. A preliminary survey conducted by the researcher in February 2023 revealed that not all mothers were implementing appropriate complementary feeding practices in accordance with WHO recommendations. These recommendations include timely initiation of complementary feeding, adequate quality of complementary foods, safe preparation and storage of complementary foods, and responsive feeding. The aim of this research was to determine the relationship between complementary feeding practices and the incidence of stunting.Method: The method used was analytical observation with a cross-sectional approach using primary data. The sample in this research comprised 211 respondents selected through an accidental sampling technique. Data was collected using a questionnaire and subsequently analyzed using the chi-square test. Results: From the research results, it was found that there was a significant relationship between the timely initiation of complementary feeding and stunting incidence (p-value 0.000). There was a significant association between appropriate complementary feeding practices and stunting incidence (p-value 0.000). Moreover, a significant relationship was observed between the safe provision of adequate complementary foods and stunting incidence (p-value 0.000) and a significant correlation between responsive feeding and stunting incidence (p-value 0.000). Stunted toddlers demonstrated adverse effects on growth, development, and human resource quality. In the healthcare sector, there is a need for an increase in preventive and promotive efforts regarding appropriate complementary feeding practices in accordance with standards. This is essential for improving children's nutritional status and preventing stunting's impacts. Stunting is not merely a healthcare sector issue; it demands appropriate interventions through early and responsible management across various interconnected sectors.Conclusion: There is a correlation between the practice of providing complementary foods alongside breastfeeding and the occurrence of stunting. Keywords: Stunting, Complementary Feeding Practices timely, adequate, safe, responsive feeding
Factors That Cause Anemia In Adolescent Girls Pusparini, Tyas Septiana; Sunarsih, Sunarsih; Sary, Lolita; Rosmiyati, Rosmiyati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.16912

Abstract

Latar Belakang : Prevalensi anemia di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan data Riskesdas 2018, sekitar 23% remaja mengalami anemia yang berarti 3 sampai 4 dari setiap 10 remaja menderita kondisi ini. Sementara itu, prevalensi anemia pada remaja putri di Provinsi Lampung (24,8%) melebihi angka kejadian anemia pada remaja putri di seluruh Indonesia (23,9%). Keadaan ini menunjukkan bahwa anemia masih merupakan masalah kesehatan yang cukup besar dan perlu mendapat perhatian khusus, sehingga ada beberapa faktor penyebab anemia yang perlu dikaji.Tujuan : Untuk mengetahui faktor penyebab anemia pada remaja putri di SMPN 1 Merbau Mataran, Lampung Selatan tahun 2024. Metode : Desain penelitian survei analitik, dengan pendekatan cross sectional. Menggunakan data primer, penelitian dilakukan pada bulan Februari - Juli 2024 terhadap 145 responden, teknik pengumpulan data menggunakan data primer (kuesioner) dan data sekunder (laporan). Laboratorium Puskesmas Triwulan I). Variabel bebas status gizi, siklus menstruasi, lama menstruasi, dan pengetahuan tentang anemia. Variabel terikat. Anemia pada remaja Putri. Analisis univariat menggunakan uji distribusi frekuensi, analisis bivariat menggunakan uji chi squareHasil: Ditemukan distribusi frekuensi anemia yang tidak anemia sebesar 60,7%, status gizi normal sebesar 64,1%, siklus menstruasi normal sebesar 79,3%, lama menstruasi normal sebesar 53,2%, dan pengetahuan baik tentang anemia sebesar 69%. Ada hubungan antara status gizi (p-value 0,02; OR value = 2,268), siklus menstruasi (p-value 0,01; OR = 0,314), lama menstruasi (p-value 0,03; OR = 2,082), pengetahuan tentang anemia dengan (p-value 0,03; OR = 0,444). Kesimpulan: Ada hubungan antara status gizi, siklus menstruasi, lama menstruasi, pengetahuan tentang anemia dengan kejadian anemia. Saran: Bagi pihak sekolah untuk membentuk agen perubahan seperti mengangkat remaja putri menjadi pelopor, seperti membentuk kader pemuda di sekolah untuk membantu remaja putri lainnya untuk menambah pengetahuan tentang anemia yang selama ini masih dibantu oleh tenaga kesehatan. Kata kunci: Anemia, lama menstruasi, pengetahuan remaja, siklus menstruasi, status gizi. ABSTRACT Background : The prevalence of anemia in Indonesia is still quite high . Based on Riskesdas 2018 data, around 23% of adolescents experience anemia, which means that 3 to 4 out of every 10 adolescents suffer from this condition While the prevalence of anemia in adolescent girls in Lampung Province (24.8%) exceeds the incidence rate of anemia in adolescent girls throughout Indonesia (23.9%). This situation shows that anemia is still a significant health problems and needs special attention , so there are several factors that causes anemia that need to be researched .Objective : To find out the factors that causes of anemia in adolescents girls at SMPN 1 Merbau Mataran South Lampung in 2024.Methods : Design of analytical survey research , with a cross sectional approach . Using primary data, the study was conducted from February to July 2024 on 145 respondents , the data collection technique used primary data ( questionnaire ) and secondary data (Puskesmas Laboratory report in the first quarters ). Independent variables of nutritional status, menstrual cycle , menstruation duration , and knowledge about anemia. Dependent variables . Anemia in adolescents girls ... Univariate analysis using frequency distribution test , bivariate analysis using chi square testResults : It was found that the frequency distribution of anemia that was not anemia was 60.7%, normal nutritional status was 64.1%, normal menstruation cycle was 79.3%, normal menstruation duration was 53.2%, and good knowledge about anemia was 69%. There was a relationship between nutritional status ( p- value 0.02; OR value = 2.268), menstrual cycle ( p- value 0.01; OR=0.314), menstrual duration ( p- value 0.03; OR=2.082), knowledge of anemia with ( p- value 0.03; OR=0.444).Conclusion : There is a relationship between nutritional status, menstrual cycle , menstruation length , knowledge about anemia and the incidence of anemia.Suggestion : For schools to form agents of change such as appointing young women to be pioneer such as forming youth cadres in schools to help others young women to increase knowledge about anemia that is still assisted by health workers Keywords: Anemia, menstrual duration, adolescent knowledge, menstrual cycle, nutritional status .
Hubungan Kondisi Sanitasi Lingkungan Rumah Dengan Kejadian Penyakit Tuberkulosis Paru Di Kelurahan Pesawahan Kota Bandar Lampung masdiana, masdiana; Nuryani, Dina Dwi; Amirus, Khoidar; Sary, Lolita
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i2.16956

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Kuman tersebut menyebar dari penderita tbc melalui udara. Bakteri tuberkulosis ini biasanya menyerang organ paru bisa juga diluar paru (extra paru). Penelitian ini menggunakan penelitian jenis kuantitatif, penelitian ini dilaksanakan pada bulan juli 2024, lokasi penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja puskesmas pasar ambon kota bandar lampung, populasinya yaitu suspect tuberkulosis sebanyak 223 penderita penyakit tuberkulosis 32 kasus. Penentuan jumlah sampel penelitian dapat di hitung menggunakan rumus dengan penetapan p0 dan or. Berdasarkan hasil dari  rumus lameshow dan perhitungan menggunakan aplikasi sample size jumlah sampel yang diambil oleh peneliti yaitu sejumlah 114 responden. Hasil penelitian ini tidak ada hubungan luas ventilasi hasil p- value = 0,459. Ada hubungan kelembaban hasil p – value = 0,012. Ada hubungan suhu hasil p – value = 0,004. Tidak ada hubungan hasil p – value = 1.000. Disarankan petugas kesehatan khususnya program kesehatan lingkungan untuk lebih aktif dalam melakukan penilaian rumah sehat sehingga dapat mengetahui kondisi fisik rumah khususnya kelembaban dan suhu yang tidak memenuhi syarat untuk mewujudkan rumah sehat yang jauh dari penularan penyakit tuberkulosis paru.
Analisis Pemilihan Tempat Merokok Pada Usia 16 – 64 Tahun Di Wilayah Merbau Mataram Sintawati, Dewi; Sary, Lolita; Febrani, Christin Angelina; Aryawati, Wayan; Muhani, Nova
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i2.17602

Abstract

Berdasarkan data Global Adult Tobacco Survey  (GATS) tahun 2021 diketahui Sebanyak  44,8% orang dewasa terpapar asap tembakau di area tertutup di tempat kerja mereka. Sebanyak 59,3% orang terpapar asap tembakau di dalam rumah mereka. Tujuan penelitian diketahui analisis pemilihan tempat merokok pada 16 – 64 tahun di wilayah kerja Puskesmas Merbau Mataram. Jenis penelitian kuantitatif rancangan cross sectional. Populasi adalah masyarakat usia 15-64 tahun sebanyak 27.864 orang dengan sampel yang digunakan sebanyak 379 responden menggunakan teknik multistage random sampling. Penelitan telah dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Merbau Mataram pada bulan Juli 2024. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan cara angket dan dianalisis menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian diketahui ada hubungan pengetahuan (p-value = 0.0001), sikap (p-value = 0.0001), orang penting sebagai referensi (p-value = 0.0001), fasilitas merokok (p-value = 0.019) dengan pemilihan tempat merokok pada usia produktif sedangkan tidak ada hubungan pendapatan (p-value = 0.997) dengan pemilihan tempat merokok pada usia produktif di wilayah kerja Puskesmas Merbau Mataram tahun 2024. Variabel fasilitas merokok merupakan faktor dominan dengan nilai p-value = 0.038, OR = 3.753 terhadap pemilihan tempat merokok. Disarankan untuk edukasi mengenai Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan non KTR kepada masyarakat, agar menimbulkan kesadaran akan pemilihan tempat rokok.
Persepsi Terhadap Perilaku “PATUH” Pada Penderita Hipertensi Silaen, Rahel Gusnita; Sary, Lolita; Febriani, Christin Angelina; Aryawati, Wayan; Samino, Samino
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i2.17310

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik >140 mmHg dan/atau diastolik >90 mmHg (Kemenkes, 2021). Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya Persepsi terhadap perilaku “PATUH” pada penderita hipertensi di UPT Puskesmas Rawat Inap Katibung Kabupaten Lampung Selatan. Jenis penelitian ini kuantatif dengan rancangan potong lintang. Populasi penderita hipertensi Usia 15 tahun-59 tahun. Berdasarkan Tabel Kretjie sampel diperoleh sebesar  155 orang. Sampel diambil dengan metode purposive sampling. Alat ukur kuesioner dan data dianalisis menggunakan chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan persepsi kerentanan (p-value=0,031 OR=2,1), persepsi keparahan penyakit (p-value=0,001 OR=3), persepsi manfaat (p-value=0,000 OR=3,9) keyakinan diri (p-value=0,006 OR=2,9) dengan perilaku PATUH. Tidak ada hubungan persepsi hambatan (p-value=0,068) dengan perilaku PATUH. Faktor yang paling berhubungan dengan perilaku “PATUH” adalah persepsi manfaat p-value=0,028 OR=2,7. Hendaknya Puskesmas melakukan pemberian pesan terus menerus melalui media promosi audio, visual ataupun audio visual untuk meningkatkan persepsi manfaat perilaku PATUH, serta melakukan advokasi kepada pejabat formal non formal  berpengaruh.
Persepsi individu dengan Perilaku Merokok Remaja Usia SMA di Kabupaten (EX) Provinsi Lampung Zain, Bagus Perdana Kusuma; Sary, Lolita; Febriani, Christin Angelina; Sudjarwo, Sudjarwo; Yanti, Dhiny Easter
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i2.17311

Abstract

Terjadi peningkatan jumlah batang rokok yang dihisap per hari pada penduduk Indonesia usia 10-18 tahun dari semula 8,6 batang per hari menjadi 8,7 batang. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya persepsi individu dengan perilaku merokok remaja usia SMA di Kabupaten (EX) di Provinsi Lampung. Jenis penelitian kuantatif dengan rancangan potong lintang. Populasi remaja usia SMA di SMA (EX) Kabupaten (EX) provinsi Lampung kelas X-XI sebanyak  301 siswa. Sampel penelitian sebanyak 92 siswa Kelas X dan XI SMA (EX). Sampel diambil dengan metode purposive sampling dan perokok, alat ukur kuesioner dan data dianalisis menggunakan chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan persepsi hubungan persepsi kerentanan (p value=0,09 OR=0,84), keparahan penyakit (p value=0,019 OR=8,419), persepsi hambatan (p value=0,003 OR=14.059), persepsi keyakinan diri (p value=0,005 OR=5.825) dengan perilaku merokok. Tidak terdapat hubungan manfaat (p value=0.538). Hendaknya  Sekolah bersama dengan puskesmas melakukan skrining menggunakan CO detector. Meningkatkan Implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR), konseling upaya berhenti merokok kepada perokok aktif dan menambah kegiatan ekstrakulikuler siswa. Edukasi kepada Komite Sekolah agar orangtua siswa memberikan uang saku secukupnya sebagai penghambat perilaku merokok siswa.
Hubungan Perilaku “CERDIK” dengan Kadar Gula Darah pada Usia Produktif Risiko Tinggi Diabetes Melitus Tipe 2 Nurzana, Desi; Sary, Lolita; Febriani, Christin Angelina; Samino, Samino; Aryawati, Wayan
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i2.17226

Abstract

Masyarakat risiko tinggi menderita DM dan tidak melakukan pemeriksaan deteksi dini ternyata 175 (24,9%) orang diantaranya menderita DM. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya hubungan perilaku “CERDIK” dengan kadar gula darah usia produktif risiko tinggi DM Tipe 2  di wilayah kerja UPT Puskesmas Rawat Inap  Katibung Kabupaten Lampung Selatan tahun 2024. Jenis penelitian kuantatif dengan rancangan potong lintang, populasi semua usia produktif risiko tinggi (15-59 tahun) yang terdata sebagai sasaran posbindu wilayah kerja UPT Puskesmas Rawat Inap  Katibung sebanyak 231 orang dengan jumlah sampel  sebanyak 144 orang. Sampel diambil dengan metode purposive sampling. Alat ukur kuesioner dan data dianalisis menggunakan chi square. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan perilaku cek kesehatan secara berkala (p-value=0,00 OR=3,1), enyahkan asap rokok (p-value=0,00 OR=3,2), rajin beraktivitas fisik/olahraga (p-value=0,01 OR=2,4), diet sehat dan seimbang (p-value=0,00 OR=6,9), istirahat cukup (p-value=0,00 OR=3,0), kelola stress (p-value=0,00 OR=5,9) dengan kadar gula darah. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kadar gula darah adalah mampu mengelola stress p-value 0,00 dengan OR=3,6. Hendaknya kepada Puskesmas melakukan skrining Self-Reporting Questionnaire (SRQ-20) pada usia produktif risiko tinggi DM, serta melakukan inovasi seperti penyediaan layanan konseling jiwa bagi usia produktif risiko tinggi penyakit degeneratif DM.
Analisis Masalah Kesehatan Dusun Sukajaya Darat Desa Sukajaya Lempasing Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Sary, Lolita; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah; Arini, Mutiara; Faradisa, Ratih Mary; Fatmawati, Iin; Yustika, Reny; Firmansyah, Maulid Elang; Kaulani, Sirfia; Nugraha, Rezha Wahyu; Satria, Andhika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.21271

Abstract

ABSTRAK Menetapkan skala prioritas terhadap permasalahan kesehatan masyarakat serta menentukan prioritas dalam pelaksanaan program intervensi merupakan hal yang sangat penting dilakukan, mengingat keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masalah kesehatan masyarakat yang ada di Dusun Sukajaya Darat dan melakukan intervensi. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu Metode Focus Grup Discusion (FGD) bertujuan untuk mendapatkan masalah kesehatan yang harus segera di intervensi dan metode CARL untuk menentukan prioritas masalah. Masalah yang terdapat di desa Sukajaya darat yaitu Pasangan usia subur (PUS) yang tidak ber-KB, Merokok, MP-ASI sebelum 6 bulan, dan tempat sampah rumah tangga terbuka. Berdasarkan hasil analisis prioritas masalah diperoleh bahwa pasangan usia subur yang tidak ber-KB menjadi prioritas masalah. Dalam melakukan intervensi masalah tersebut, maka perlu dilakukan penyuluhan guna meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para ibu atau pasangan usia subur mengenai keluarga berencana (KB).  Kata Kunci: Masalah Kesehatan Masyarakat, Prioritas Masalah,KB  ABSTRACT Establishing priority scales for public health problems and determining priorities in the implementation of intervention programs is crucial, considering the limited availability of human resources and budget. This study aims to identify public health problems in Dusun Sukajaya Darat and carry out appropriate interventions. The research methods used include the Focus Group Discussion (FGD) method, which aims to identify health issues that require immediate intervention, and the CARL method to determine problem priorities. The health problems identified in Dusun Sukajaya Darat include couples of childbearing age (PUS) not using family planning (FP), smoking, early introduction of complementary feeding (MP-ASI) before 6 months of age, and open household garbage disposal. Based on the priority analysis, the main issue identified was couples of childbearing age who are not using family planning. To address this issue, it is necessary to conduct counseling sessions to improve the knowledge and understanding of mothers or couples of childbearing age about family planning. Keywords: Public Health Problems, Problem Prioritization, Family Planning
Kolaborasi FIK dan HPU dalam menumbuhkan kesadaran pemeriksaan kesehatan rutin sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular Nuryani, Dina Dwi; Listyaningsih, Erna; Sary, Lolita; Oktarina, Devi; Chrisanto, Eka Yudha; Muhani, Nova; Perdana, Agung Aji; Setiawati, Setiawati
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 6 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i6.1382

Abstract

Background: Maintaining health is a fundamental aspect in supporting quality of life, especially for vulnerable groups such as mothers and children. Prevention through early detection and health education is a key strategy in building public awareness. As a concrete manifestation of the university's role in improving public health, the Faculty of Health Sciences (FIK) of Malahayati University, in collaboration with Health Promoting University (HPU), conducted a community service activity. Purpose: To raise awareness and increase knowledge of mothers and children regarding the importance of regular health check-ups and adopting a healthy lifestyle as a preventative measure for non-communicable diseases (NCDs). Method: The activity was held on Sunday, May 24, 2025, involving 136 orphans and 120 mothers of orphans. The series of activities included a fun walk, health checks by FIK lecturers (measurement of blood pressure, blood sugar, uric acid, weight, and height), and distribution of iron tablets. Additionally, educational games were provided by the Psychology Study Program, reproductive health counseling by the Midwifery Study Program, and education on NCD prevention by the Public Health Study Program. Results: The number of participants in this activity was quite significant, demonstrating high public enthusiasm for the free health screening service. The majority of participants were housewives and school-aged children from communities with limited access to routine health services. The examination results indicated that some participants had test results that were outside the normal range, particularly for blood pressure and blood sugar levels. In children, several cases were found with a body mass index (BMI) below the standard. Conclusion: The basic health screening activity for mothers and orphans went smoothly and received high enthusiasm from participants. The basic health screening activity for mothers and orphans had a positive impact in raising awareness of the importance of early detection for preventing non-communicable diseases (NCDs). Suggestion: Participants are expected to undergo regular health checks, and relevant parties are also encouraged to facilitate access and improve health education in the community. Keywords: Community service; Early detection; Health education; Non-communicable diseases Pendahuluan: Menjaga kesehatan merupakan aspek fundamental dalam menunjang kualitas hidup, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu dan anak. Pencegahan melalui deteksi dini dan edukasi kesehatan menjadi strategi utama dalam membentuk kesadaran masyarakat. Sebagai wujud nyata peran perguruan tinggi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Malahayati bekerja sama dengan Health Promoting University (HPU) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat. Tujuan: Untuk menumbuhkan kesadaran serta meningkatkan pengetahuan ibu dan anak mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan penerapan gaya hidup sehat sebagai langkah pencegahan penyakit tidak menular (PTM). Metode: Kegiatan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 24 Mei 2025, dengan melibatkan 136 anak yatim dan 120 ibu dari anak-anak yatim. Rangkaian kegiatan meliputi jalan sehat, pemeriksaan kesehatan oleh dosen FIK (pengukuran tekanan darah, gula darah, asam urat, berat badan, dan tinggi badan), serta pemberian tablet Fe. Selain itu, terdapat permainan edukatif oleh Prodi Psikologi, penyuluhan kesehatan reproduksi oleh Prodi Kebidanan, serta edukasi pencegahan PTM oleh Prodi Kesehatan Masyarakat. Hasil: Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini cukup signifikan, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Mayoritas peserta merupakan ibu rumah tangga dan anak-anak usia sekolah dari kelompok masyarakat dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan rutin. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian peserta memiliki hasil pemeriksaan yang tidak berada dalam rentang normal, khususnya dalam hal tekanan darah dan kadar gula darah. Pada anak-anak, ditemukan beberapa kasus dengan indeks massa tubuh (IMT) yang berada di bawah standar. Simpulan: Kegiatan pemeriksaan kesehatan dasar bagi ibu-ibu dan anak-anak yatim berjalan dengan lancar, mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Kegiatan pemeriksaan kesehatan dasar bagi ibu-ibu dan anak-anak yatim berdampak positif dalam meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini untuk pencegahan terjadinya penyakit tidak menular (PTM). Saran: Diharapkan pada peserta untuk memeriksakan kesehatannya secara rutin dan pihak terkait juga diharapkan untuk memberikan kemudahan dalam peningkatan akses dan edukasi kesehatan di masyarakat.
PENGARUH MEDIA EDUKASI VIDEO ANTISIPASI STUNTING (VAS) TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAGELARAN TAHUN 2025 Yoanisa, Karunia Viandra Yoanisa; Yanti, Dhiny Easter; Sary, Lolita; Angelina F, Christin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48777

Abstract

Stunting adalah masalah gizi jangka panjang yang dialami anak-anak akibat kekurangan gizi dan perawatan yang tidak memadai, yang dapat menghambat pertumbuhan mereka. Timor Leste menduduki peringkat pertama dengan prevalensi 45,1% dan Filipina peringkat terakhir dengan prevalensi 28,8%, Indonesia memiliki prevalensi stunting tertinggi kedua di Asia Tenggara sebesar 31%.Kabupaten Pringsewu termasuk dalam tujuh besar dengan angka stunting 15. 8% pada tahun 2023, menurun sebesar 0. 4% dari angka tahun sebelumnya yang mencapai 16. 2%. Puskesmas Pagelaran adalah puskesmas dengan kasus terbanyak kedua di Kabupaten Pringsewu, mencatat 134 kasus. Untuk meningkatkan pemahaman ibu-ibu tentang pencegahan stunting di wilayah layanan Pusat Kesehatan Masyarakat Pagelaran pada tahun 2025, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dampak media VAS dan teknik ceramah. Studi ini menggunakan desain dua kelompok pra-tes dan pasca-tes, dan b bersifat kuantitatif quasi-eksperimental. Pengambilan sampel acak sederhana digunakan untuk memilih 70 responden (35 dari kelompok kuliah dan 35 dari kelompok media VAS). Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data, dan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney digunakan untuk analisis. Ada ketidaksamaan signifikan antara kelompok media VAS serta kelompok ceramah terhadap peningkatan pengetahuan mengenai pencegahan stunting (p < 0,05). Penggunaan media VAS lebih unggul (rata-rata peningkatan lebih besar) dibanding metode ceramah. Penerapan media edukasi VAS lebih effektif meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pencegahan stunting dibanding metode ceramah di Wilayah Kerja Puskesmas Pagelaran Tahun 2025.
Co-Authors Aan Oktavia yuman Abkonita, Ria Agung Aji Perdana Agus Kelana Benni Ahmad Ansori AHMAD ANSORI Ahmad Nur Fadhlurrahman Amartya, Salwa Anastasya Amperaningsih, Yuliati Ana Astuti andhika satria Andoko Andoko Angelina F, Christin Anggeriani, Jheni Anggi Dwi Saputri Annisa Mayang Soliha Aprina, Aprina Apriyadi Apriyadi Arif Rahman Hakim Arini, Mutiara Arizwansyah Arizwansyah Aryanti Wardiah Aryastuti, Nurul Aryawati, Wayan Aulyya Rahmah Bagus Perdana Kusuma Zain Billal Anugrah Putra Chrisanto, Eka Yudha Christin Angelina Christin Angelina Febriani Christin Angelina Febrianti Christina Kusuma Reni Delima Selviyani Putri Desi Mailan Sari Desi Nurzana Desiana Desiana, Desiana Desna Damayanti Dewi Sintwati Dina Dwi Nuryani Dina Dwi Nuryani Dwi Nuryani, Dina Dwiyana, M Rizal Easter Yanti, Dhiny Echa Rafika Eka Novianti, Eka Eka Yuliana Eko Purnanto Erna Listyaningsih Ervianasari, Nita Evrianasari, Nita Faradisa, Ratih Mary Farich, Achmad Farida Aryani Fatmawati, Iin Febrani, Christin Angelina Febrianti Febrianti Ferry Widiatmoko Fijri Rachmawati Firmansyah, Maulid Elang Fitri Eka Sari Fitri Eka Sari Siregar Fitri Ekasari Fitri Yanti Furqoni, Prima Dian Giri, Dewi Dwipayanti Gusnita Silaen, Rahel Hany Musliha Happy Aprilia Belkis Happy Aprilia Belkis Hardwiko Defityanto Hasbie, Neno Fitriyani Heni Lestari Henni Puji Lestari Rahayu Hermawan , Dessy Hermawan, Dessy Hertiana Dwi Lestari Iin Hermayani Irianto, Gunawan Jaya, Hernandi Ashari Johan Hadi Saputra Kaulani, Sirfia Kelana Benni, Agus Kharisma, Rr.Salwa Zasya Aura Khoidar Amirus Khoidar Amirus Khoirona Khoirona Kurnisari, Devi Lydia Sihotang Maharani Kartini Mardhatilah Hasdianasari Marisa Marisa Masdiana Masdiana Mayasari Mayasari Metalia Agnessia Mike Yulia Fandri Monica Kharisma Putri Muhammad Putra Pratama Muhani, Nova Nabila, Nia Neti Nurmala Sari Nilawati Jaya Niputu Sudiadnyani Nova Muhani Nova Muhani Nova Muhani Nova Muhani Novi Adnyani, Ni Komang Ayu Noviansyah Noviansyah Nugraha, Rezha Wahyu Nurhalina Sari Nurkhasanah Nurkhasanah Nurliani Nurliani Nurzana, Desi Oktarina, Devi Otta Nur Kirana Pangaribuan, Betseba Natalia Perdana Kusuma Zain, Bagus Prihantoro Prihantoro Puspa Sari Pusparini, Tyas Septiana Putri, Ratna Dewi Putu Oki Pezi Saputra Rachmawati, Fijri Rahel Gusnita Silaen Reni, Christina Kusuma Retnaningsih, Agustina Ria Abkonita Riantik, Sofia Rika Yulendasari Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Rizky Wulandari Rohman Taufik Romadon, Fiqri Ardiansyah Rosmayani, Rosmayani Rosmiyati Rosmiyati Rostina Rostina Saireda, Elistya Mercha Samino Samino Samino Samino Samino Samino Sari, Desi Mailan Sari, Fitri Eka Setiawati Setiawati Setiawati, Octa Reni Shaharuddin Shaharuddin Shariff, Fonda Octarianingsih Shinta Kartika Oktavia Shonhaji Shonhaji Sihotang, Lydia Silaen, Rahel Gusnita Silfy Adelia Silfy Adelia Sintawati, Dewi Sintwati, Dewi Siti Aminah Multazamiyah Siti Nurjanah Slamet Widodo Sofia Riantik Sri Wulandari Sri Wulandari Sri Yuliani Sudjarwo Sudjarwo Suharman Suharman Sunarsih Sunarsih Susilawati Susilawati Suti, Shalsabilla Syafik Arisandi Syafik Arisandi Syaripudin Basyar Teguh Pribadi trio pranoto Triyono Triyono Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy Usastiawaty Usastiawaty Utami, Vida Wira Virgin Novela Wahid Tri Wahyudi wardani, leni warda Wati, Putri Vega Wayan Aryawati Winahyu, Diah Astika Winarsih Winarsih Yanti, Dhini Easter Yanti, Dhiny Easter Yoanisa, Karunia Viandra Yoanisa Yuanita, Desy Yulyani, Vera Yuni Eka Lestari Yustika, Reny Zaidayati Zaidayati Zain, Bagus Perdana Kusuma Zelda Duwieka Restu