Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Kesetaraan Gender Dan Kekerasn Berbasis Gender Di SMP Provinsi Lampung Muhani, Nova; Aryastuti, Nurul; Sary, Lolita; Dwiyana, M Rizal; Daka, Rohman
Jurnal Dunia Kesmas Vol 13, No 3 (2024): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v13i3.20262

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap perilaku seksual berisiko dan kekerasan berbasis gender, terutama di tengah dinamika perubahan sosial dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi kesetaraan gender serta pengalaman kekerasan berbasis gender pada siswa SMP di Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 171 responden yang dipilih secara purposive. Hasil menunjukkan bahwa norma sosial, budaya, dan agama memengaruhi persepsi peran gender (71,9%), dan mayoritas siswa menyatakan memahami isu kekerasan berbasis gender (73,7%). Namun, masih ditemukan kasus perundungan (25,7%), pelecehan seksual (12,3%), dan pemerkosaan (1,8%). Sebanyak 38% responden juga menyatakan bahwa wilayah tempat tinggal mereka memiliki kasus kekerasan berbasis gender. Pihak sekolah diharapkan dapat mengintegrasikan pendidikan kesetaraan gender dan kesehatan reproduksi ke dalam kurikulum serta membentuk unit khusus penanganan kekerasan.
Hubungan Tempat Tinggal (Urban dan Rural) Dan Penggunaan Media Sosial dengan perilaku berisiko seksual Remaja awal di provinsi Lampung Muhani, Nova; Aryastuti, Nurul; Sary, Lolita; Dwiyana, M Rizal; Daka, Rohman
Jurnal Dunia Kesmas Vol 13, No 4 (2024): Volume 13 Nomor 4
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v13i4.20263

Abstract

Masa remaja merupakan fase perkembangan yang kompleks dan rentan terhadap pengaruh lingkungan, termasuk dalam hal perilaku seksual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tempat tinggal (urban dan rural) serta penggunaan media sosial dengan perilaku seksual berisiko pada remaja awal di Provinsi Lampung. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 171 siswa SMP diperoleh melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan uji bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tempat tinggal dengan perilaku seksual berisiko (p-value = 0,12). Sementara itu, terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial yang mengandung konten pornografi dengan perilaku seksual berisiko (p-value = 0,01; OR = 3,6). Disarankan agar sekolah, orang tua, dan pemangku kebijakan lebih aktif dalam memberikan edukasi dan pengawasan terhadap penggunaan media sosial dan akses informasi remaja. Pendidikan kesehatan reproduksi berbasis teknologi dan keluarga merupakan langkah strategis dalam upaya pencegahan perilaku seksual berisiko di kalangan remaja.
Determinan Perilaku Pencegahan Penyakit Malaria Pada Masyarakat Di Desa Sanggi Wilayah Kerja Puskesmas Padang Cermin Wulandari, Sri; Samino, Samino; Sary, Lolita
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v7i2.2936

Abstract

Malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia yang ditularkan oleh nyamuk malaria (Anopheles) betina. Kementrian Kesehatan mencatat bahwa total kasus malaria di Indonesia tahun 2020 sebanyak 254.055, angka kejadian malaria di Provinsi Lampung pada tahun 2021 yaitu sebesar 769 kasus dengan jumlah kematian penyebab malaria sebesar 10,3%. Sedangkan pada tahun 2022 di Provinsi Lampung jumlah penyakit malaria dari Januari hingga Oktober 2022 tercatat 655 kasus. Kasus malaria banyak terjadi di Pesawaran dengan 411 kasus malaria. Tujuan penelitian diketahui hubungan pengetahuan, sikap, dan sumber informasi dengan perilaku pencegahan malaria di Desa Sanggi wilayah kerja Puskesmas Padang Cermin 2023. Jenis penelitian kuantitatif desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu 918 KK di Desa Sanggi dengan sampel sebanyak 162 KK. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisoner. Analisis data menggunakan univariat (distribusi Frekuensi) dan bivariat (chi square). Hasil penelitian diketahui bahwa ada hubungan pengetahuan (p-value = 0,001), sikap (p-value = 0,001), dan sumber informasi (p-value = 0,005) dengan perilaku pencegahan malaria. Kesimpulan ada hubungan antara pengetahuan, sikap, dan sumber informasi dengan perilaku pencegahan malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Cermin. Saran diharapkan petugas kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan melalui edukasi kesehatan dan seleksi sumber intervensi untuk masyarakat yang benar agar perilaku pencegahan malaria dapat diterapkan di desa yang dilakukan 1x sebulan.
Relationship Between Complementary Feeding Practices And Stunting Incidence Novianti, Eka; Sary, Lolita; Evrianasari, Nita; Rachmawati, Fijri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.11890

Abstract

Latar Belakang  : Data Survei Status Gizi Indonesi (SSGI) oleh Kementrian Kesehatan RI tahun 2022 menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia sebesar 21,6%, di Provinsi Lampung sebesar 15,2%, di Kabupaten Way Kanan sebesar 18,4%, di Kecamatan Negeri Agung sebesar 7,84% serta di wilayah kerja UPT Puskesmas Negeri Agung 8,25%. Survey pendahuluan yang peneliti lakukan pada bulan Februari 2023 belum semua ibu menerapkan praktik pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang sesuai dengan rekomendasi WHO yaitu tepat waktu dalam pemberian MP-ASI, kualitas makanan MP-ASI yang adekuat, keamanan dalam menyiapkan dan menyimpan MP-ASI, dan responsif feeding.  Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui hubungan praktik pemberian makanan pendamping ASI dengan kejadian stunting.Metode : Metode yang digunakan  adalah observasi analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan data primer. Sampel dalam penelitian ini 211 responden dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling, dimana pengumpulan data  menggunakan kuesioner kemudian dianalisa  dengan uji chi-square. Hasil : Dari hasil penelitian diperoleh terdapat hubungan yang signifikan ketepatan waktu dalam pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting (p value 0,000), terdapat hubungan makanan pendamping ASI yang adekuat dengan kejadian stunting (p value 0,000),  terdapat hubungan yang signifikan keamanan pemberian MPASI yang adekuat dengan kejadian stunting (p value 0,000), terdapat hubungan yang signifikan responsive feeding dengan kejadian stunting (p value 0,000), balita dengan stunting menunjukkan dampak buruk terhadap pertumbuhan, perkembangan dan kualitas sumber daya manusia. Dari sektor kesehatan perlu adanya peningkatan upaya preventif dan promotif mengenai praktik pemberian MP-ASI sesuai dengan standar agar dapat memperbaiki status gizi anak dan mencegah dampak dari stunting. Stunting bukan hanya masalah sektor kesehatan, intervensi yang tepat dengan penanganan dini dan bertanggung jawab melalui berbagai lintas sektor terkait.Kesimpulan : Terdapat hubungan praktik pemberian makanan pendamping ASI dengan kejadian stunting. Kata kunci : Stunting, Praktik Pemberian MP-ASI,tepat waktu, adekuat, aman,responsive feeding ABSTRACT Background: The Indonesian Nutritional Status Survey (Survei Status Gizi Indonesia) conducted by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2022 indicated a prevalence of stunting in Indonesia at 21.6%. In Lampung Province, it was 15.2%; in Way Kanan Regency, 18.4%; in Negeri Agung District, 7.84%; and in the working area of UPT (Technical Implementation Unit) Negeri Agung Public Health Center, 8.25%. A preliminary survey conducted by the researcher in February 2023 revealed that not all mothers were implementing appropriate complementary feeding practices in accordance with WHO recommendations. These recommendations include timely initiation of complementary feeding, adequate quality of complementary foods, safe preparation and storage of complementary foods, and responsive feeding. The aim of this research was to determine the relationship between complementary feeding practices and the incidence of stunting.Method: The method used was analytical observation with a cross-sectional approach using primary data. The sample in this research comprised 211 respondents selected through an accidental sampling technique. Data was collected using a questionnaire and subsequently analyzed using the chi-square test. Results: From the research results, it was found that there was a significant relationship between the timely initiation of complementary feeding and stunting incidence (p-value 0.000). There was a significant association between appropriate complementary feeding practices and stunting incidence (p-value 0.000). Moreover, a significant relationship was observed between the safe provision of adequate complementary foods and stunting incidence (p-value 0.000) and a significant correlation between responsive feeding and stunting incidence (p-value 0.000). Stunted toddlers demonstrated adverse effects on growth, development, and human resource quality. In the healthcare sector, there is a need for an increase in preventive and promotive efforts regarding appropriate complementary feeding practices in accordance with standards. This is essential for improving children's nutritional status and preventing stunting's impacts. Stunting is not merely a healthcare sector issue; it demands appropriate interventions through early and responsible management across various interconnected sectors.Conclusion: There is a correlation between the practice of providing complementary foods alongside breastfeeding and the occurrence of stunting. Keywords: Stunting, Complementary Feeding Practices timely, adequate, safe, responsive feeding
Factors That Cause Anemia In Adolescent Girls Pusparini, Tyas Septiana; Sunarsih, Sunarsih; Sary, Lolita; Rosmiyati, Rosmiyati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.16912

Abstract

Latar Belakang : Prevalensi anemia di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan data Riskesdas 2018, sekitar 23% remaja mengalami anemia yang berarti 3 sampai 4 dari setiap 10 remaja menderita kondisi ini. Sementara itu, prevalensi anemia pada remaja putri di Provinsi Lampung (24,8%) melebihi angka kejadian anemia pada remaja putri di seluruh Indonesia (23,9%). Keadaan ini menunjukkan bahwa anemia masih merupakan masalah kesehatan yang cukup besar dan perlu mendapat perhatian khusus, sehingga ada beberapa faktor penyebab anemia yang perlu dikaji.Tujuan : Untuk mengetahui faktor penyebab anemia pada remaja putri di SMPN 1 Merbau Mataran, Lampung Selatan tahun 2024. Metode : Desain penelitian survei analitik, dengan pendekatan cross sectional. Menggunakan data primer, penelitian dilakukan pada bulan Februari - Juli 2024 terhadap 145 responden, teknik pengumpulan data menggunakan data primer (kuesioner) dan data sekunder (laporan). Laboratorium Puskesmas Triwulan I). Variabel bebas status gizi, siklus menstruasi, lama menstruasi, dan pengetahuan tentang anemia. Variabel terikat. Anemia pada remaja Putri. Analisis univariat menggunakan uji distribusi frekuensi, analisis bivariat menggunakan uji chi squareHasil: Ditemukan distribusi frekuensi anemia yang tidak anemia sebesar 60,7%, status gizi normal sebesar 64,1%, siklus menstruasi normal sebesar 79,3%, lama menstruasi normal sebesar 53,2%, dan pengetahuan baik tentang anemia sebesar 69%. Ada hubungan antara status gizi (p-value 0,02; OR value = 2,268), siklus menstruasi (p-value 0,01; OR = 0,314), lama menstruasi (p-value 0,03; OR = 2,082), pengetahuan tentang anemia dengan (p-value 0,03; OR = 0,444). Kesimpulan: Ada hubungan antara status gizi, siklus menstruasi, lama menstruasi, pengetahuan tentang anemia dengan kejadian anemia. Saran: Bagi pihak sekolah untuk membentuk agen perubahan seperti mengangkat remaja putri menjadi pelopor, seperti membentuk kader pemuda di sekolah untuk membantu remaja putri lainnya untuk menambah pengetahuan tentang anemia yang selama ini masih dibantu oleh tenaga kesehatan. Kata kunci: Anemia, lama menstruasi, pengetahuan remaja, siklus menstruasi, status gizi. ABSTRACT Background : The prevalence of anemia in Indonesia is still quite high . Based on Riskesdas 2018 data, around 23% of adolescents experience anemia, which means that 3 to 4 out of every 10 adolescents suffer from this condition While the prevalence of anemia in adolescent girls in Lampung Province (24.8%) exceeds the incidence rate of anemia in adolescent girls throughout Indonesia (23.9%). This situation shows that anemia is still a significant health problems and needs special attention , so there are several factors that causes anemia that need to be researched .Objective : To find out the factors that causes of anemia in adolescents girls at SMPN 1 Merbau Mataran South Lampung in 2024.Methods : Design of analytical survey research , with a cross sectional approach . Using primary data, the study was conducted from February to July 2024 on 145 respondents , the data collection technique used primary data ( questionnaire ) and secondary data (Puskesmas Laboratory report in the first quarters ). Independent variables of nutritional status, menstrual cycle , menstruation duration , and knowledge about anemia. Dependent variables . Anemia in adolescents girls ... Univariate analysis using frequency distribution test , bivariate analysis using chi square testResults : It was found that the frequency distribution of anemia that was not anemia was 60.7%, normal nutritional status was 64.1%, normal menstruation cycle was 79.3%, normal menstruation duration was 53.2%, and good knowledge about anemia was 69%. There was a relationship between nutritional status ( p- value 0.02; OR value = 2.268), menstrual cycle ( p- value 0.01; OR=0.314), menstrual duration ( p- value 0.03; OR=2.082), knowledge of anemia with ( p- value 0.03; OR=0.444).Conclusion : There is a relationship between nutritional status, menstrual cycle , menstruation length , knowledge about anemia and the incidence of anemia.Suggestion : For schools to form agents of change such as appointing young women to be pioneer such as forming youth cadres in schools to help others young women to increase knowledge about anemia that is still assisted by health workers Keywords: Anemia, menstrual duration, adolescent knowledge, menstrual cycle, nutritional status .
Hubungan Kondisi Sanitasi Lingkungan Rumah Dengan Kejadian Penyakit Tuberkulosis Paru Di Kelurahan Pesawahan Kota Bandar Lampung masdiana, masdiana; Nuryani, Dina Dwi; Amirus, Khoidar; Sary, Lolita
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i2.16956

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Kuman tersebut menyebar dari penderita tbc melalui udara. Bakteri tuberkulosis ini biasanya menyerang organ paru bisa juga diluar paru (extra paru). Penelitian ini menggunakan penelitian jenis kuantitatif, penelitian ini dilaksanakan pada bulan juli 2024, lokasi penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja puskesmas pasar ambon kota bandar lampung, populasinya yaitu suspect tuberkulosis sebanyak 223 penderita penyakit tuberkulosis 32 kasus. Penentuan jumlah sampel penelitian dapat di hitung menggunakan rumus dengan penetapan p0 dan or. Berdasarkan hasil dari  rumus lameshow dan perhitungan menggunakan aplikasi sample size jumlah sampel yang diambil oleh peneliti yaitu sejumlah 114 responden. Hasil penelitian ini tidak ada hubungan luas ventilasi hasil p- value = 0,459. Ada hubungan kelembaban hasil p – value = 0,012. Ada hubungan suhu hasil p – value = 0,004. Tidak ada hubungan hasil p – value = 1.000. Disarankan petugas kesehatan khususnya program kesehatan lingkungan untuk lebih aktif dalam melakukan penilaian rumah sehat sehingga dapat mengetahui kondisi fisik rumah khususnya kelembaban dan suhu yang tidak memenuhi syarat untuk mewujudkan rumah sehat yang jauh dari penularan penyakit tuberkulosis paru.
Analisis Pemilihan Tempat Merokok Pada Usia 16 – 64 Tahun Di Wilayah Merbau Mataram Sintawati, Dewi; Sary, Lolita; Febrani, Christin Angelina; Aryawati, Wayan; Muhani, Nova
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i2.17602

Abstract

Berdasarkan data Global Adult Tobacco Survey  (GATS) tahun 2021 diketahui Sebanyak  44,8% orang dewasa terpapar asap tembakau di area tertutup di tempat kerja mereka. Sebanyak 59,3% orang terpapar asap tembakau di dalam rumah mereka. Tujuan penelitian diketahui analisis pemilihan tempat merokok pada 16 – 64 tahun di wilayah kerja Puskesmas Merbau Mataram. Jenis penelitian kuantitatif rancangan cross sectional. Populasi adalah masyarakat usia 15-64 tahun sebanyak 27.864 orang dengan sampel yang digunakan sebanyak 379 responden menggunakan teknik multistage random sampling. Penelitan telah dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Merbau Mataram pada bulan Juli 2024. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan cara angket dan dianalisis menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian diketahui ada hubungan pengetahuan (p-value = 0.0001), sikap (p-value = 0.0001), orang penting sebagai referensi (p-value = 0.0001), fasilitas merokok (p-value = 0.019) dengan pemilihan tempat merokok pada usia produktif sedangkan tidak ada hubungan pendapatan (p-value = 0.997) dengan pemilihan tempat merokok pada usia produktif di wilayah kerja Puskesmas Merbau Mataram tahun 2024. Variabel fasilitas merokok merupakan faktor dominan dengan nilai p-value = 0.038, OR = 3.753 terhadap pemilihan tempat merokok. Disarankan untuk edukasi mengenai Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan non KTR kepada masyarakat, agar menimbulkan kesadaran akan pemilihan tempat rokok.
Persepsi Terhadap Perilaku “PATUH” Pada Penderita Hipertensi Silaen, Rahel Gusnita; Sary, Lolita; Febriani, Christin Angelina; Aryawati, Wayan; Samino, Samino
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i2.17310

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik >140 mmHg dan/atau diastolik >90 mmHg (Kemenkes, 2021). Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya Persepsi terhadap perilaku “PATUH” pada penderita hipertensi di UPT Puskesmas Rawat Inap Katibung Kabupaten Lampung Selatan. Jenis penelitian ini kuantatif dengan rancangan potong lintang. Populasi penderita hipertensi Usia 15 tahun-59 tahun. Berdasarkan Tabel Kretjie sampel diperoleh sebesar  155 orang. Sampel diambil dengan metode purposive sampling. Alat ukur kuesioner dan data dianalisis menggunakan chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan persepsi kerentanan (p-value=0,031 OR=2,1), persepsi keparahan penyakit (p-value=0,001 OR=3), persepsi manfaat (p-value=0,000 OR=3,9) keyakinan diri (p-value=0,006 OR=2,9) dengan perilaku PATUH. Tidak ada hubungan persepsi hambatan (p-value=0,068) dengan perilaku PATUH. Faktor yang paling berhubungan dengan perilaku “PATUH” adalah persepsi manfaat p-value=0,028 OR=2,7. Hendaknya Puskesmas melakukan pemberian pesan terus menerus melalui media promosi audio, visual ataupun audio visual untuk meningkatkan persepsi manfaat perilaku PATUH, serta melakukan advokasi kepada pejabat formal non formal  berpengaruh.
Analisis Survival Waktu Sembuh Pasien COVID-19 di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung Multazamiyah, Siti Aminah; Sary, Lolita; Aryastuti, Nurul
JOURNAL OF Medical Surgical Concerns Vol. 3 No. 2 (2023): December Edition 2023
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/msc.v3i2.126

Abstract

Pendahuluan: Peningkatan jumlah kasus COVID-19 terjadi cukup cepat dan sudah mengalami penyebaran antar negara. Lama pasien dirawat ditemukan bervariasi berdasarkan periode waktu, wilayah, dan outcome penyakit (sembuh atau meninggal). COVID-19 menimpa masyarakat tanpa mengenal batasan gender ataupun umur. Tujuan: Mengetahui estimasi fungsi survival lama waktu sembuh pasien COVID-19 di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung.Metode: Merupakan jenis penelitian kuantitatif komparatif dengan rancangan survey cohort. Menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien COVID-19 di RSPBA dengan waktu penelitian dilakukan pada bulan AprilAgustus 2021. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Populasi penelitian ini seluruh pasien COVID-19 di RSPBA. Analisis data yang digunakan hingga multivariat. Didapatkan 124 sampel, 90 yang mengalami event dan 34 yang mengalami sensor.Hasil: Lama waktu yang dibutuhkan seseorang dengan COVID-19 untuk mencapai event atau sensor yaitu minmax 3-40 hari, mean 14,22 hari, median 15 hari, dengan probabilitas ketahanan hidup memiliki median survival timesebesar 17,30 hari. Hasil analisis bivariat terhadap semua variabel diperoleh P-Value >α (0,05) dan kurva KaplanMeier menunjukan tidak memenuhi asumsi proporsional hazard.Simpulan: Analisis multivariat menunjukan hasil bahwa tidak terdapat variabel yang berhubungan dengan kesembuhan pasien.
Persepsi individu dengan Perilaku Merokok Remaja Usia SMA di Kabupaten (EX) Provinsi Lampung Zain, Bagus Perdana Kusuma; Sary, Lolita; Febriani, Christin Angelina; Sudjarwo, Sudjarwo; Yanti, Dhiny Easter
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i2.17311

Abstract

Terjadi peningkatan jumlah batang rokok yang dihisap per hari pada penduduk Indonesia usia 10-18 tahun dari semula 8,6 batang per hari menjadi 8,7 batang. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya persepsi individu dengan perilaku merokok remaja usia SMA di Kabupaten (EX) di Provinsi Lampung. Jenis penelitian kuantatif dengan rancangan potong lintang. Populasi remaja usia SMA di SMA (EX) Kabupaten (EX) provinsi Lampung kelas X-XI sebanyak  301 siswa. Sampel penelitian sebanyak 92 siswa Kelas X dan XI SMA (EX). Sampel diambil dengan metode purposive sampling dan perokok, alat ukur kuesioner dan data dianalisis menggunakan chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan persepsi hubungan persepsi kerentanan (p value=0,09 OR=0,84), keparahan penyakit (p value=0,019 OR=8,419), persepsi hambatan (p value=0,003 OR=14.059), persepsi keyakinan diri (p value=0,005 OR=5.825) dengan perilaku merokok. Tidak terdapat hubungan manfaat (p value=0.538). Hendaknya  Sekolah bersama dengan puskesmas melakukan skrining menggunakan CO detector. Meningkatkan Implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR), konseling upaya berhenti merokok kepada perokok aktif dan menambah kegiatan ekstrakulikuler siswa. Edukasi kepada Komite Sekolah agar orangtua siswa memberikan uang saku secukupnya sebagai penghambat perilaku merokok siswa.
Co-Authors Aan Oktavia yuman Abkonita, Ria Agung Aji Perdana Agung Aji Perdana Agus Kelana Benni AHMAD ANSORI Amperaningsih, Yuliati Ana Astuti andhika satria Andoko Andoko Angelina F, Christin Anggi Dwi Saputri Aprina, Aprina Apriyadi Apriyadi Arif Rahman Hakim Arini, Mutiara Arizwansyah Arizwansyah Aryanti Wardiah Aryastuti, Nurul Aryawati, Wayan Aulyya Rahmah Bagus Perdana Kusuma Zain Basyar, Syaripudin Billal Anugrah Putra Chrisanto, Eka Yudha Christin Angelina Christin Angelina Febriani Christin Angelina Febrianti Daka, Rohman Delima Selviyani Putri Desi Nurzana Desiana Desiana, Desiana Desna Damayanti Dewi Sintwati Dina Dwi Nuryani Dina Dwi Nuryani Dina Dwi Nuryani Dina Dwi Nuryani Dwiyana, M Rizal Easter Yanti, Dhiny Echa Rafika Eka Novianti, Eka Eka Yuliana Eka Yuliana Ekasari, Fitri Eko Purnanto Erna Listyaningsih Ervianasari, Nita Evrianasari, Nita Faradisa, Ratih Mary Farich, Achmad Farida Aryani Fatmawati, Iin Febrani, Christin Angelina Febrianti Febrianti Febrianti Febrianti Ferry Widiatmoko Fijri Rachmawati Firmansyah, Maulid Elang Fitri Eka Sari Fitri Eka Sari Fitri Ekasari Fitri Yanti Furqoni, Prima Dian Giri, Dewi Dwipayanti Gusnita Silaen, Rahel Hany Musliha Hardwiko Defityanto Hasbie, Neno Fitriyani Heni Lestari Henni Puji Lestari Rahayu Hermawan, Dessy Hertiana Dwi Lestari Iin Hermayani Irianto, Gunawan Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Jaya, Hernandi Ashari Johan Hadi Saputra Kaulani, Sirfia Kelana Benni, Agus Kharisma, Rr.Salwa Zasya Aura Khoidar Amirus Khoirona Khoirona Kurnisari, Devi Lydia Sihotang Mardhatilah Hasdianasari Marisa Marisa Marisa Marisa Masdiana Masdiana Mayasari Mayasari Metalia Agnessia Mike Yulia Fandri Monica Kharisma Putri Muhani, Nova Multazamiyah, Siti Aminah Nabila, Nia Neti Nurmala Sari Nilawati Jaya Niputu Sudiadnyani Nova Muhani Nova Muhani Novi Adnyani, Ni Komang Ayu Nugraha, Rezha Wahyu Nurhalina Sari Nurkhasanah Nurkhasanah Nurliani Nurliani Nurzana, Desi Oktarina, Devi Otta Nur Kirana Pangaribuan, Betseba Natalia Perdana Kusuma Zain, Bagus Prihantoro Prihantoro Puspa Sari Pusparini, Tyas Septiana Putri, Ratna Dewi Rachmawati, Fijri Rafika, Echa Rahel Gusnita Silaen Rahmah, Aulyya Reni, Christina Kusuma Retnaningsih, Agustina Ria Abkonita Riantik, Sofia Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Rizky Wulandari Rohman Taufik Romadon, Fiqri Ardiansyah Rosmayani, Rosmayani Rosmiyati Rosmiyati Rostina Rostina Saireda, Elistya Mercha Samino Samino Samino Samino Samino Samino Sari, Desi Mailan Sari, Fitri Eka Selviyani Putri, Delima Setiawati Setiawati Setiawati, Octa Reni Shaharuddin Shaharuddin Shariff, Fonda Octarianingsih Shonhaji Shonhaji, Shonhaji Sihotang, Lydia Silaen, Rahel Gusnita Silfy Adelia Silfy Adelia Sintawati, Dewi Sintwati, Dewi Siti Nurjanah Slamet Widodo Sofia Riantik Sri Wulandari Sri Wulandari Sudjarwo Sudjarwo Suharman Suharman Sunarsih Sunarsih Susilawati Susilawati Suti, Shalsabilla Taufik, Rohman Teguh Pribadi trio pranoto Utami, Vida Wira wardani, leni warda Wati, Putri Vega Wayan Aryawati Winarsih Winarsih Yanti, Dhiny Easter Yoanisa, Karunia Viandra Yoanisa Yuanita, Desy Yulyani, Vera Yuni Eka Lestari Yustika, Reny Zaidayati Zaidayati Zain, Bagus Perdana Kusuma Zelda Duwieka Restu