p-Index From 2021 - 2026
5.412
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 41 Documents
Search
Journal : Jurnal EMPATI

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI KETERLIBATAN AYAH DALAM PENGASUHAN DENGAN KECENDERUNGAN AGRESIVITAS PADA SISWA PUTRA DI SMA NEGERI 6 JAKARTA Ayu Putri, Nathia Wisnu; Siswati, Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.402 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.19766

Abstract

Penelitianinibertujuanuntukmengetahuihubunganantarapersepsiketerlibatan ayah dalam pengasuhandengankecenderungan agresivitas pada siswa di SMA Negeri 6 Jakarta. Populasi penelitian adalah siswa putra di SMA Negeri 6 Jakarta berjumlah 329 siswa. Sampel penelitian berjumlah 65 siswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Alat ukur menggunakan Skala Kecenderungan Agresivitas(34aitem; α= 0,909) danSkala PersepsiKeterlibatan Ayah dalam Pengasuhan(29aitem; α= 0,924). Teknik analisa data dalam penelitian ini adalah analisis regresi sederhana. Penelitian ini menunjukkan rxy= -0,440;p= 0,000 (p< 0,001). Hasil analisis data menunjukkan ada hubungan negatif dan signifikan antara persepsi keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan kecenderungan agresivitas. Semakin positif persepsi keterlibatan ayah dalam pengasuhan maka semakin rendah kecenderungan agresivitas. Sebaliknya, semakin negatif persepsi keterlibatan ayah dalam pengasuhan maka semakin tinggi kecenderungan agresivitas. Sumbangan efektif persepi keterlibatan ayah dalam pengasuhan terhadap kecenderungan agresivitas sebesar 19,4%, dan sebesar 80,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.  
HUBUNGAN ANTARA PSYCHOLOGICAL WELL BEING DENGAN EFIKASI DIRI PADA GURU BERSERTIFIKASI DI SMA NEGERI KABUPATEN PATI Sinidikoro, Hita; Siswati, Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.282 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.19739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara psychological well being dengan efikasi diri pada guru bersertifikasi. Populasi dalam penelitian ini adalah guru bersertifikasi di SMA Negeri Kabupaten Pati sebanyak 320 orang. Sampel penelitian sebanyak 167 guru berasal dari SMA N 1 Pati, SMA N 3 Pati, SMA N 1 Tayu dan SMA N 1 Kayen yang didapatkan dengan teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala efikasi diri sebanyak 25 aitem (α = 0,898) dan skala psychological well being sebanyak 36 aitem (α = 0,922). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan rxy = 0,777dengan p = 0,000 (p<0,05) sehingga disimpulkan ada hubungan positif antara psychological well being dengan efikasi diri. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi psychological well being, maka semakin tinggi efikasi diri guru bersertifikasi. Sebaliknya, semakin rendah psychological well being, maka semakin rendah efikasi diri guru bersertifikasi. Psychological well being memberikan sumbangan efektif sebesar 60,4% pada efikasi diri. 
Hubungan antara Self Esteem dengan Workplace Bullying Izzatinisa, Izzatinisa; Siswati, Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.836 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.19728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self esteem dengan workplace bullying. Populasi pada penelitian ini adalah karyawan PPPPTK (Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan) Bahasa yang berjumlah 140 orang. Sampel penelitian berjumlah 60 orang yang didapatkan dengan teknik simple random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Workplace Bullying dengan jumlah aitem 23 dengan koefisien reliabilitas 0,909 yang disusun berdasarkan dimensi workplace bullying yaitu personal bullying, work-related bullying, dan intimidasi dan Skala Self Esteem yang berjumlah 35 aitem dengan koefisien reliabilitas 0,937 yang disusun berdasarkan aspek-aspek self esteem yaitu power (kekuasaan), significance (keberartian), virtue (kebaikan), dan competence (kemampuan). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan  rxy= -0,749 dengan p = 0,000 (p < 0,05), maka ada hubungan negatif antara self esteem dengan workplace bullying. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self esteem, maka semakin rendah workplace bullying.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN SOSIAL DENGAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA PERAWAT WANITA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PANDAN ARANG BOYOLALI Meina, Shearly Eka; Siswati, Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.221 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.23430

Abstract

Kepuasan pernikahan adalah evaluasi atas pemenuhan harapan dalam pernikahan dan salah satu hal yang diterima sebagai kriteria untuk sukses dalam pernikahan. Kecerdasan sosial adalah kemampuan individu untuk memahami orang lain dan reaksi individu atas pemahaman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara kecerdasan sosial dengan kepuasan pernikahan pada perawat wanita di RSUD Pandan Arang Boyolali. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat wanita di RSUD Pandan Arang Boyolali yang telah menikah. Sampel penelitian sebanyak 85 perawat dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua skala sebagai alat ukur yaitu skala kepuasan pernikahan (27 aitem dengan α = 0, 893) dan skala kecerdasan sosial (30 aitem dengan α = 918). Berdasarkan analisis regresi sederhana diperoleh hasil bahwa hipotesis yang diajukan peneliti diterima, yaitu terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan sosial dengan kepuasan pernikahan (rxy = 0,673 dengan p = 0,000). Semakin tinggi kecerdasan sosial maka akan semakin tinggi kepuasan pernikahan. Sebaliknya, semakin rendah kecerdasan sosial maka semakin rendah pula kepuasan pernikahan. Kecerdasan sosial memberikan sumbangan efektif terhadap kepuasan pernikahan sebesar 45,3%.
HUBUNGAN ANTARA EMOTIONAL LABOR DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA PERAWAT RSJD DR. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG Puspita, Diraveica Widya; Siswati, Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.239 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21738

Abstract

Psychological well-being merupakan penilaian individu terhadap dirinya sendiri yang memiliki fungsi psikologi positif ditandai dengan penerimaan diri, relasi sosial yang positif, mempunyai tujuan hidup, pengembangan diri, penguasaan lingkungan dan otonomi. Emotional labor merupakan kemampuan individu dalam mengelola emosi dengan menampilkannya sesuai tuntutan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara emotional labor dengan psychological well-being pada perawat RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang. Sampel penelitian sebanyak 100 perawat dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua skala sebagai alat ukur, yaitu skala psychological well-being (32 aitem dengan α=0.933) dan skala emotional labor (29 aitem dengan α=0,937). Berdasarkan analisis regresi sederhana didapatkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti terbukti, yaitu terdapat hubungan positif yang signifikan antara emotional labor dengan psychological well-being (rxy = 0,356 dengan p = 0,000). Semakin tinggi emotional labor maka akan semakin tinggi psychological well-being. Sebaliknya, semakin rendah emotional labor maka semakin rendah pula psychological well-being. Sumbangan efektif yang diberikan dalam penelitian ini sebesar 12,7% dan 87,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian. Kata kunci: emotional labor, psychological well-being, perawat, RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang
HUBUNGAN ANTARA HAPPINESS DENGAN ASERTIVITAS MAHASISWA YANG SEDANG MENGERJAKAN SKRIPSI DI FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS DIPONEGORO Aritonang, M. Yohanes Christian; Siswati, Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2020.29254

Abstract

 Skripsi adalah suatu syarat yang harus diselesaikan untuk meraih gelar sarjana yang ditempuh oleh mahasiswa tingkat akhir dengan keterbukaan dalam berkomunikasi mengenai hal-hal yang diinginkan dan dipikirkan dalam mengerjakan skripsi. Asertivitas diartikan sebagai kemampuan individu dalam berkomunikasi yang jelas dan terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara happiness dengan asertivitas mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Populasi pada penelitian ini terdiri dari mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi angkatan 2015 di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 208 mahasiswa yang diperoleh dengan menggunakan teknik convenience sampling. Alat ukur menggunakan Skala happiness (24 aitem, α = 0,896) dan Skala Asertivitas (30 aitem, α = 0,915). Analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi sederhana, hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi sebesar rxy = 0,550 dengan tingkat signifikansi p=0,000 (p<0,05), artinya terdapat hubungan positif yang signifikanantara happiness dengan asertivitas mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Sumbangan efektif happiness terhadap asertivitas sebesar 30,3%, sedangkan sisanya merupakan faktor lain yang tidak diungkap pada penelitian ini. 
HUBUNGAN ANTARA SCHOOL WELL-BEING DENGAN INTENSI DELINKUENSI PADA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 5 SEMARANG Afif Suryana Effendi; Siswati Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.565 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.14996

Abstract

Pada masa remaja, individu lebih sering menghabiskan waktu bersama dengan teman-teman sebaya daripada dengan orang tua, sehingga teman sebaya dapat mempengaruhi sikap, minat, penampilan dan perilaku remaja. Teman sebaya merupakan salah satu faktor munculnya kenakalan pada remaja karena interaksi dengan keluarga mulai berkurang secara perlahan dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara school well-being dengan intensi delinkuensi pada siswa kelas XI SMK Negeri 5 Semarang. School well-being adalah tingkat kepuasan siswa terhadap sekolahnya yang meliputi kondisi sekolah, hubungan sosial, pemenuhan diri, dan status kesehatan sehingga kebutuhan-kebutuhan dasar disekolah dapat terpenuhi. Intensi delinkuensi adalah niat atau keinginan individu untuk berperilaku menyimpang terhadap hukum, agama dan norma di masyarakat yang menyebabkan kerugian pada diri sendiri, orang lain, dan ketentraman umum, selain itu individu tersebut telah mengetahui sanksi yang akan didapatkan atas perilaku yang dilakukan. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMK Negeri 5 Semarang sebanyak 286 siswa. Subjek uji berjumlah 158 siswa dan subjek penelitian berjumlah 128 siswa. Sampel dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Intensi Delinkuensi (22 aitem, α = 0,83) dan Skala School Well-Being (33 aitem, α = 0,85). Hasil penelitian menunjukkan hubungan negatif antara school well-being dengan intensi delinkuensi pada siswa kelas XI SMK Negeri 5 Semarang dengan rxy = -0,482 dan p=0,000 (p<0,001). School well-being memberikan sumbangan efektif sebesar 23,3% pada intensi delinkuensi.
HUBUNGAN ANTARA KETERTARIKAN INTERPERSONAL DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA REMAJA SMA ISLAM HIDAYATULLAH SEMARANG Inggit Kartika Sari; Siswati Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.162 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ketertarikan interpersonal dengan perilaku prososial pada remaja. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI SMA Islam Hidayatullah Semarang berjumlah 233 siswa. Sampel penelitian berjumlah 142 siswa berasal dari kelas X-1, X-3, XI IPA 2, XI IPS 1, dan XI IPS 2 yang didapatkan dengan teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Perilaku Prososial berjumlah 30 aitem (α = 0,898) yang disusun berdasarkan aspek-aspek perilaku prososial yaitu sharing, cooperative, donating, helping, honesty, generosity, serta mempertimbangkan kesejahteraan individu lain dan Skala Ketertarikan Interpersonal berjumlah 27 aitem (α = 0,865) yang disusun berdasarkan aspek-aspek ketertarikan interpersonal yaitu kesukaan atau hubungan sosial, tugas dan rasa hormat, serta fisik atau penampilan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan rxy=0,623 dengan p=0,000 (p<0,001) maka ada hubungan positif dan signifikan antara ketertarikan interpersonal dengan perilaku prososial. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi ketertarikan interpersonal, maka semakin tinggi perilaku prososial remaja. Sebaliknya, semakin rendah ketertarikan interpersonal, maka semakin rendah perilaku prososial remaja. Ketertarikan interpersonal memberikan sumbangan efektif sebesar 38,8% pada perilaku prososial.
GAMBARAN CAREGIVER TERHADAP INTERAKSI TEMAN SEBAYA PADA ANAK PENYANDANG AUTIS Fajar Nugroho; Siswati Siswati; Tri Puji Astuti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.845 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7403

Abstract

Autism has significance influence to communication, social interaction, imagination, and attitude. One of development task for children is to learn having peer friends and when school age peer have more influence than teacher or parents. Interaction between child and his peer is a dynamis relationship between two or more people and one attitude can influence or change others. Purpose of this study is to understand interaction between autism children with their friends in the view of caregiver.This research is held with qualitative method and used descriptive approach. Subject in this research are autistic child with his care giver as informan. Researcher used interview as primary method to get the data with observation and field record to get secondary data.Based from the data we can conclude interaction between autistic child and his friend is influence by his language ability. Researcher suggest to held language training so that children with autistic could had good interaction with their friends.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP IKLIM SEKOLAH DENGAN INTENSI BULLYING PADA SISWA SD ISLAM X Pristi Mutia Hanitis; Siswati Siswati; Imam Setyawan
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.463 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.13130

Abstract

Sekolah bukan sekadar tempat mengasah intelektualitas, tetapi juga sebagai tempat pembentukan sikap dan kebiasaan yang wajar, perangsang potensi, pengembang kecakapan umum, memperoleh pengajaran, belajar bekerja sama, belajar menahan diri demi kepentingan orang lain serta pengembangan konsep diri siswa, untuk itu sekolah harus mampu menciptakan iklim sekolah yang menunjang sehingga membentuk lingkungan belajar yang sehat. Ketidakmampuan sekolah dalam menciptakan iklim sekolah yang sehat dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap iklim sekolah oleh siswa. Iklim sekolah yang dipersepsikan negatif dapat menimbulkan intensi perilaku maladjustment, misalnya bullying. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap iklim sekolah dan intensi bullying pada siswa sekolah dasar. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 4 dan 5 SD Islam X sebanyak 256 siswa. Sampel penelitian berjumlah 97 siswa. Sampel diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah Skala Psikologi yaitu skala Skala Intensi Bullying (19 aitem valid, α = 0,845) dan Skala Persepsi terhadap Iklim Sekolah (20 aitem valid, α = 0,724). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif antara persepsi terhadap iklim sekolah dan intensi bullying pada siswa sekolah dasar (rs = -0,175; p < 0,05).
Co-Authors Abdul Muntholib Adam, M. Adriyati, Nur Azmi Afif Suryana Effendi Afifi Fauzi Abbas Afifi, Abdullah A Aini, Baiq Olatul Ainun Wulandari Akhatik, Nurul Alfarizi, Aulia Fahmi Ali Masduqi AMANDA ESTI SETIANIK Amelia, Nisa Andi Mi&#039;rajusysyakur Muchlis Andini, Issri Mila Nova Andrea, Kanesya Putri Anis Muatsiroh ANNISA PUTRI PERMATASARI Aprilia, Nur Panca Arif, Taufan Aritonang, M. Yohanes Christian Asri Hana Savitri Ayu Putri, Nathia Wisnu Ayu, Khaerunnisa Cantika Berkah Pamuji, Siti Erniyati Bernadeta Anggi Desiavi H. Cahyo Budi Utomo Costrie Ganes Widayanti Dewi Sawitri Dian Oktianti Diana Rusmawati Dianita, Eka Mei Diannisa Wahyu Putri Chinanti Dina Sonia Eliza, Mona Elmira Yulian Yori Erliana Nur Azizah, Erliana Nur Erwi Putri Setyaningsih Fahmi, Agus Fajar Nugroho Farida Hidayati Fatihatun Nuroniyah Karimah Fatkhiuah, Natiqotul Fattah, Muhammad Awalu Febriani, Amelia Fitria Susanti Habibi, Yumarsanni Hadiningsih, Tri Agustina Hadiyati, Frieda Nuzulia Ratna Hasanah, Kurniatul Herdini , Herdini Hidayati, Frieda N. R. Hilda Amanda Idrus, Andi Ika Maruya Kusuma INDAH AYU MUFIDA Indawati, Laela Indra Dwi Wirandika Inggit Kartika Sari Izzatinisa, Izzatinisa Jaya, Rendy Indra Jerry, Jerry Jurniati, Jurniati Kinari Arya Apsari Kurnia, Hanum Milla Kurniasih Ayu Archentari Kusuma, Ika Maruya Lelahester Rina Lili Musnelina Listiyo Rini M. Yohanes Christian Aritonang Mabruroh, Ulum Maemunah Maemunah Maria Catherina Palar Marran, Riska Martaria Rizky Rinaldi Maryati, Heni Masturoh, Masturoh Mawadati, Vida Mei Linda Wati Meina, Shearly Eka Mohamad Reza Hilmy Monika Aprilia Dwi Astuti Muchlis, Andi Mi'rajusysyakur MULYONO, NININ KHLOLIDA Munawarohthus Sholikha Munir, Abd. Nadia Sintia Naharani, Adrestia Rifki Nan Tiara Cahyani Natiqotul Fatkhiyah Nidya Agesthi Ningsi, Iin Widya Novita Novita Nurul Fajri NURUL HIDAYAH Oktavia, Yelsi Paramita Estikasari Patahiruddin, Patahiruddin Pontoan, Jenny Pramudhita, Fitrotunnisa Mulyo Prasetyo Budi Widodo Pristi Mutia Hanitis Puspita, Diraveica Widya Putri Marita Abdurachman Putri, Elvina Triana Rachmatiah, Tiah Raharja Rahma Faradisa, Ahda Fina Ramadani, Nurmagfira Retno Adriyani Risnanto, Risnanto Rizal Ramadhan Rosta Rosalina Rudi Hamarno Sabrina Sella Devi Saepudin, Asep Salva Salsa Billa, Adinda Dwi Santosa Nugroho, Aji Saputra, Aryanto Mandala Sari, Fatma Setyatama, Ike Putri Sheila Amalia Hanum Silmi Kafah Sinidikoro, Hita Soehartati, Tri Solikhah, Fitriana Kurniasari Subaryanti, Subaryanti Suharjono Supriliyah Praningsih Susanti Susanti Syafriana, Vilya Teodhora, Teodhora Terendienta Pinem Teti Indrawati Tri Nugroho Budi Santoso Tri Puji Astuti Ulumuddin, Abdillah Umi Mawardah Veryanti, Putu Rika Vina Novia Widyapratiwi, Ritha Wiritanaya, Bunga Wiwid Novita Wulan Dwi Rahayu Yulia, Noor Zainal Abidin