Claim Missing Document
Check
Articles

Kisaran Inang Cowpea mild mottle virus dan Respons Varietas Kedelai Mimi Sutrawati; Sri Hendrastuti Hidayat; Bonny Purnomo Wahyu Soekarno; Ali Nurmansyah; Gede Suastika
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol. 13 No. 6 (2017)
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.923 KB) | DOI: 10.14692/jfi.13.6.229

Abstract

Cowpea mild mottle virus (CPMMV) is one of important virus which infects soybean and become an endemic disease since the first time reported in Java and Sumatra. Research was conducted to study the host range of CPMMV and to evaluate response of new type soybean varieties to CPMMV specific isolate.  Host range study of CPMMV CR16 isolate was conducted by sap transmission method to 11 species of indicator plants, whereas evaluation of soybean response involved 10 varieties.  The resistance response of soybean variety was based on incubation period, and of either  the disease incidence or severity. Virus infection on test plants were confirmed by dot immunobinding assay (DIBA) using specific CPMMV antisera. The CPMMV CR16 isolate was able to infect systemically 8 plant species belongs to Leguminoceae, and Solancaeae; while the virus caused local infection on Amaranthaceae. All plant species infected systemically proved to become sources of inoculum for CPMMV when they used in back inoculation to soybean.  Response of soybean varieties to CPMMV CR16 isolate can be categorized into susceptible (Detam 1, Detam 2, Detam 3, Anjasmoro, Wilis), moderated (Detam 4, Malika, Dena 1) and resistant (Argomulyo and Grobogan).
Karakterisasi Molekuler Papaya ringspot virus tipe P pada Tanaman Mentimun di Jawa Listihani Listihani; Tri Asmira Damayanti; Sri Hendrastuti Hidayat; Suryo Wiyono
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol. 14 No. 3 (2018)
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.327 KB) | DOI: 10.14692/jfi.14.3.75

Abstract

Moleculer Characterization of Papaya ringspot virus type P on Cucumber in JavaInfection of Papaya ringspot virus (PRSV) on cucumber plants showing mosaic symptom was detected using specific antibody.  Further investigation was conducted to determine molecular characters and status of PRSV infecting cucumber in Java.  Infection of PRSV was detected from leaf samples collected from the field using dot immunobinding assay (DIBA).  Disease frequency caused by PRSV infection reached 81.11%, 95.86%, 91.66%, and 92.3% in East Java, Central Java, Yogyakarta, and West Java, respectively.  Characterization of PRSV isolates was conducted by reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR) using specific primers for PRSV-P and PRSV-W, followed by cloning, and DNA sequencing.  DNA fragment of 470 bp was successfully amplified using specific primers for PRSV-P from several samples from Nganjuk, Brebes, Kulon Progo, and Subang; but no amplification was achieved using specific primers for PRSV-W.  Nucleotide and amino acid analysis showed high homology among PRSV-P isolates from Nganjuk, Brebes, Kulon Progo, and Subang, i.e. 98.6%-99.7% and 99.3%-100%, respectively.  This is an indication of a low genetic variation among PRSV-P from Java. Further phylogenetic analysis indicated that PRSV-P isolate cucumber is in the same cluster with PRSV-P isolate papaya from Bali, Indonesia.  This is the first report of PRSV-P infecting cucumber in Indonesia.
Insidensi Virus dan Cendawan pada Biji dan Umbi Bawang Merah Ana Septiana Saputri; Efi Toding Tondok; Sri Hendrastuti Hidayat
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 14 No 6 (2018)
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.799 KB) | DOI: 10.14692/jfi.14.6.222

Abstract

Incidence of Viruses and Fungi on True Shallot Seed and Shallot Bulb Shallot is an important vegetable in Indonesia. Shallot farmers generally use bulbs as planting material even though there is an option to use true shallot seed (TSS). One important criteria for a good seed quality as planting material is pathogen free. Research was conducted to detect and identify viruses and fungi from TSS and shallot seed bulbs cultivars Bima, Bauji, Thailand, and Tuk-Tuk. Virus detection was carried out by DIBA (dot immunobinding assay) method using specific antiserum to OYDV, SLV, SYSV, and GCLV. Detection and identification of fungi was carried out by blotter test method and polymerase chain reaction. Infection of OYDV, GCLV, SYSV, and SLV were only detected in shallot bulbs with infection rates ranging from 66% to 100%. Four species of fungi were detected in TSS and bulbs, i.e. Aspergillus niger, A.flavus, F. solani, and Rhizopus sp; whereas F.oxysporum was only found in bulbs. All isolates of F. oxysporum was pathogenic and cause disease incidence up to 55%. Pathogenic isolate of F. oxysporum had 100% homology to those isolate from China and USA on the spesies level and 91.2% to those isolate from India and USA to the forma spesies level.
Yellow mosaic Disease on Soybean Mimi Sutrawati; Sri Hendrastuti Hidayat; Bonny Purnomo Wahyu Soekarno; Ali Nurmansyah
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 16 No 1 (2020)
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.929 KB) | DOI: 10.14692/jfi.16.1.30-36

Abstract

Ledakan penyakit mosaik kuning yang disebabkan oleh Mungbean yellow mosaic India Begomovirus (MYMIV) terjadi pada tanaman kacang panjang (Vigna unguiculata subsp. sesquipedalis) di Jawa pada 2008. Namun penyakit ini belum dilaporkan di daerah lainnya di Indonesia. Tanaman kedelai di Cirebon, Jawa Barat, Bantul, DI Yogyakarta, dan Musi Banyuasin Sumatera Selatan menunjukkan gejala sistemik berupa mosaik kuning pada daun dengan tulang daun lebih gelap (vein banding) dan diduga terinfeksi MYMIV. Deteksi dan identifikasi virus dilakukan dengan metode polimerase chain reaction (PCR) dengan menggunakan primer spesifik MYMIV. Hasil amplifikasi menghasilkan pita DNA berukuran 1000 pb. Hasil ini menunjukkan bahwa tanaman kedelai yang bergejala mosaik kuning dari Cirebon, Bantul, Musi Banyuasin, dan positif terinfeksi MYMIV. Hasil analisis homologi sikuen nukleotida tanaman kedelai yang terinfeksi MYMIV asal Cirebon mempunyai homologi yang tinggi (98.6-99.2 %) dengan MYMIV dari Tegal, Subang, Klaten, Magelang, Brebes, dan Bogor yang menginfeksi tanaman kacang panjang. Analisis filogenetik menunjukkan bahwa isolat MYMIV Cirebon berada satu kelompok dengan semua sikuen MYMIV di Indonesia dan Oman, namun terpisah dengan kelompok MYMIV dari Bangladesh, Nepal, Pakistan dan India. Sikuen isolat MYMIV Cirebon telah didaftarkan ke GenBank dengan nomor aksesi LC481009. Sebelumnya MYMIV dilaporkan pada kedelai di Jawa tahun 2013. Temuan ini merupakan laporan pertama infeksi MYMIV pada kedelai di luar Jawa (Musi Banyuasin, Sumatera Selatan).
Pathogenicity of Endophytic Fusarium oxysporum Isolated from Weeds in Banana Plantations against Bananas Seedlings var. Raja Bulu Vinsen Willi Wardhana; Suryo Wiyono; Sri Hendrastuti Hidayat; Widodo Widodo
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 17 No 1 (2021)
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.17.1.1-8

Abstract

Fusarium oxysporum merupakan penyebab penyakit layu dan banyak mematikan tanaman pisang. Cendawan ini diketahui mampu hidup dan bertahan sebagai endofit pada gulma dan menjadi sumber inokulum yang nantinya menyebabkan penyakit pada tanaman pisang. Penelitian ini dilakukan untuk mengisolasi F. oxysporum dari akar gulma yang tumbuh di sekitar pertanaman pisang di Bogor, Jawa Barat, kemudian menguji sifat patogenisitasnya. Identifikasi morfologi dilakukan dengan mengamati koloni, konidium, dan klamidosporanya. Uji patogenisitas isolat endofit dilakukan di laboratorium menggunakan bibit pisang var. Raja Bulu. Sebanyak 9 isolat F. oxysporum berhasil diisolasi dari gulma yang tumbuh di sekitar pertanaman pisang. Semua isolat menunjukkan ciri morfologi sebagai F. oxysporum, yaitu koloni berwarna ungu, makrokonidium berbentuk kano dengan tiga sekat false head pendek, mikrokonidium berbentuk silindris atau ginjal, dan klamidospora umumnya tersusun tunggal. Semua isolat menyebabkan insidensi penyakit sebesar 100% pada bibit pisang var. Raja Bulu dengan keparahan gejala layu pada daun antara 58.33% sampai 77.78% dan nekrosis pada bonggolnya antara 50.00% sampai 69.44%.
Metode Single Image-NDVI untuk Deteksi Dini Gejala Mosaik pada Capsicum annuum Asmar Hasan; Widodo; Kikin Hamzah Mutaqin; Muhammad Taufik; Sri Hendrastuti Hidayat
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 17 No 1 (2021)
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.17.1.9-18

Abstract

Mosaik adalah gejala penyakit yang sering ditemukan pada tanaman cabai merah (Capsicum annuum) dan umumnya disebabkan oleh infeksi virus seperti Tobacco mosaic virus. Infeksi yang berat bahkan dapat mengakibatkan tanaman menjadi kerdil dan mengalami kehilangan hasil yang nyata. Metode serologi dan molekuler sudah banyak digunakan untuk mendeteksi virus tetapi pengerjaannya cukup menyita waktu, relatif kurang efisien untuk sampel yang banyak, dan bersifat destruktif pada tanaman. Di sisi lain, pengamatan gejala secara langsung terkendala oleh kemampuan visual manusia dan gejala laten pada tahap awal infeksi. Oleh karena itu, metode deteksi berdasarkan kemampuan tanaman menyerap dan merefleksikan berbagai spektrum cahaya matahari, seperti normalized difference vegetation index (NDVI) berpotensi untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi single image-NDVI sebagai varian NDVI untuk pengembangan deteksi dini gejala mosaik pada cabai merah. Tahapan utama penelitian ialah perekaman citra tanaman cabai merah yang tidak diinokulasi virus (V0), diinokulasi (V1), dan minim hara (M) menggunakan kamera RGB tanpa modifikasi dan filter lensa untuk menangkap reflektansi cahaya biru dan Near-Infrared. Selanjutnya dilakukan pengolahan citra menggunakan plugin Photo Monitoring pada aplikasi Fiji-ImageJ. Perekaman dilakukan mulai 1 hari setelah inokulasi (HSI) sampai gejala terlihat kasat mata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi tendensi peningkatan nilai NDVI terintegrasi pada semua perlakuan. Namun, tendensi peningkatan pada V1 tidak nyata dibandingkan dengan V0 dan M. Selisih rata-rata nilai NDVI terintegrasi antara V1 terlihat sangat nyata dibandingkan dengan V0 (pada 5 HSI) dan M (pada 1 HSI). Tingkat sensitivitas, spesifisitas, dan akurasi metode ini berkisar antara 80–90 % pada 5 HSI.
Potensi Pengusulan Jenis Baru Peronosclerospora sorghi Asal Nusa Tenggara Timur Ummu Salamah Rustiani; Meity Suradji Sinaga; Sri Hendrastuti Hidayat; Suryo Wiyono; Darni Rambu D. Siala
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 17 No 1 (2021)
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.17.1.35-40

Abstract

Potential Proposal for A New Type of Peronosclerospora Sorghi from East Nusa Tenggara Downy mildew of corn caused by Peronosclerospra can cause real economic damage. In Indonesia, it is known that there are three species of Peronosclerospora, namely P. maydis, P. phillippinenis, and P. sorghi. Peronosclerospora maydis is the dominant species found in Indonesia. The three species can be identified from their morphological and molecular characters. However, the results of monitoring by the Kupang Agricultural Quarantine Station during 2016-2019 showed that the morphological characteristics of P. sorghi from NTT are different from the morphology from Java and Sulawesi in terms of the number of sterigmata formed from conidiophores. The number of P. sorghi sterigmata from NTT is less than in other locations. This will lead to a smaller number of conidia produced by P. sorghi from NTT. Based on the molecular analysis, the character of P. sorghi isolate from NTT is in a separated family tree from Java and Sulawesi isolates but is included in one group with P. sorghi isolates from USA. The results of morphological and molecular studies showed further study on host ranges, genetic diversity of the fungal isolates as well as shorgum should be considered in the future. Sorghum as the primary host of P. sorghi has been gathered for the genetic data of sorghum originating from NTT and then comparing to the data from Texas, USA. That information will be contributing to determine the identity of P. sorghi from NTT.
Pengaruh Kombinasi Perlakuan Air Panas dan Kultur Jaringan terhadap Infeksi Virus pada Bawang Merah Astri Windia Wulandari Wulandari; Sobir Sobir; Sri Hendrastuti Hidayat
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.17.2.49-57

Abstract

Sebagian besar petani bawang merah di Indonesia menggunakan umbi sebagai bahan perbanyakan meskipun banyak penyakit diketahui ditularkan melalui umbi. Perlakuan air atau udara panas pada organ aktif seperti biji atau umbi adalah metode yang umum digunakan untuk menghasilkan tanaman bebas virus. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan umbi bawang merah bebas virus melalui perlakuan air panas dikombinasikan dengan kultur jaringan. Deteksi virus sebelum perlakuan menggunakan Dot immuno binding assay (DIBA) untuk memastikan infeksi genus Potyvirus (Onion yellow dwarf virus/OYDV), Carlavirus (Shallot latent virus/SLV dan Garlic common latent virus/GCLV) dari umbi. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga faktor, yaitu kultivar (Sumenep dan Bima Curut), suhu (45 °C, 50 °C, dan suhu kamar), dan waktu pemanasan (15 dan 30 menit). Secara umum, perlakuan air panas yang dikombinasikan dengan kultur jaringan tidak memengaruhi kemampuan tumbuh dan jumlah daun planlet. Berdasarkan deteksi virus menggunakan RT-PCR, suhu 45 °C selama 15 menit mampu mengeliminasi 100% Potyvirus dan Carlavirus pada bawang merah ‘Bima Curut’; sedangkan pada bawang merah ‘Sumenep’ perlakuan air panas pada suhu 50 °C selama 15 menit mampu mengeliminasi 100% Potyvirus dan 33.33% Carlavirus.
Cover Jurnal Fitopatologi Vol. 17 No. 2, Maret 2021 Sri Hendrastuti Hidayat
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.17.2.i

Abstract

This editorial contains the front cover, editorial page and back cover of the Indonesian Journal of Phytopathology, Volume 17, No. 2, March 2021.
Cover Jurnal Fitopatologi Vol. 17 No. 1, Januari 2021 Sri Hendrastuti Hidayat
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 17 No 1 (2021)
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.17.1.i

Abstract

This editorial contains the front cover, editorial page and back cover of the Indonesian Journal of Phytopathology, Volume 17, No. 1, January 2021.
Co-Authors . SUDARSONO Abdul Muin Adnan ABDUL MUNIF ALI NURMANSYAH Amelia Feryna Bulan Dini Ana Septiana Saputri Anas Dinurrohman Susila Aqlima , Aqlima, nFN Arifin Tasrif Asmar Hasan Asniwita Asniwita Astri Windia Wulandari Wulandari ATI SRI DURIAT Awang Maharijaya Ayu Kartini Parawansa Bambang S. Purwoko Bambang Sapta Purwoko Bonny Poernomo Wahyu Soekarno Bonny Poernomo Wahyu Soekarno Bonny Purnomo Wahyu Soekarno Bonny Purnomo Wahyu Soekarno Budi Tjahjono Darni Rambu D. Siala Dewa Gede Wiryangga Selangga Dewa Gede Wiryangga Selangga Diny Dinarti Dono Wahyuno Dono Wahyuno Dwi Astuti DWI SUBEKTI Dwi Subekti Dwi Wiyati Nurul Septariani Dwiwiyati Nurul Septariani Efendi, Darda Efi Toding Tondok Eliza Suryati Rusli Endang Nurhayati Endang Nurhayati Evan P. Ramdan Farida, Naimatul Fitrianingrum Kurniawati, Fitrianingrum Gede Suastika Gede Suastika GEDE SUASTIKA GEDE SUASTIKA Gede Suastika Gede Suastika Giyanto Giyanto Giyanto Hamdayanty Hamdayanty Hanif, Andini Hari Priwiratama Harwan Susetio Heriyanto Syafutra I Wayan Winasa Ifa Manzila Ifa Manzila Ika Mariska Ika Mariska Irsan Nuhantoro Ishak Manti ISHAK MANTI Isti Wulandari Jamsari Jamsari Jati Adiputra John Thomas, John Joni Hidayat, Joni Jumanto Harjosudarmo Jumanto Harjosudarmo JUMANTO HARJOSUDARMO Jumsu Trisno Kadwati Kadwati Kikin H Mutaqin KIKIN HAMZAH MUTAQIN Ladja, Fausiah T. Laksono Trisnantoro Listihani, Listihani Mawarni, Sofi Meity S Sinaga Meity S. Sinaga MEITY S. SINAGA, MEITY S. Meity Suradji Sinaga Meity Suradji Sinaga Meity Suradji Sinaga Meity Suradji Sinaga Melinda . Meliyana Memen Surahman Miftakhurohmah Miftakhurohmah Miftakhurohmah Mimi Sutrawati Muh. Taufik Muhamad Syukur Muhammad Herman Muhammad Taufik MUHAMMAD TAUFIK Muhammad Taufik Nada, Azmi Khoirin Neni Gunaeni Niken Nur Kasim, Niken Nur Nissa Fawwaz Adilah NOOR AIDAWATI ORAWAN CHATCHAWANKAN PANICH Prabawati Hyunita Putri Puji Lestari PURNAMA HIDAYAT Purwoko, Bambang Sapto Purwono Purwono Rahayuwati, Sat RAHMI YUNIANTI Ramdan, Evan Purnama RAUF, AUNU Redy Gaswanto Redy Gaswanto, Redy Refa Yulianingsih Reymas M.R. Ruimassa Rina Rachmawati Rita Noveriza Rita Noveriza Rita Noveriza RITA NOVERIZA Rizqiyah, Sakinah Inayatur Rokhana Faizah Roy Ibrahim RR. Ella Evrita Hestiandari Rusmilah Suseno RUSMILAH SUSENO Rustiani, Ummu S. Saiful Akhyar Lubis Sari Nurulita Sari Nurulita Sari, Rahmah Dian Sarsidi S astrosumarjo Sarsidi Sastrosumarjo Satya Nugroho Sayekti, Tri Wahono Dyah Ayu Sherli Anggraini Sientje Mandang Sumaraw Siregar, Ivan Arif Rachman Martua Siti Hafsah Siti Shofiya Nasution Slamet Susanto Sobir Sobir Soemartono Sosromarsono Soemartono Sosromarsono Sri Hartati Sri Hartati Sri Hartati Sri Sulandari Sri Sulandari Sri Sulandari SRIANI SUJIPRIHATI Sriani Sujiprihati Sriani Sujiprihati Sriani Sujiprihati Sugeng Santoso Supramana Suryo Wiyono Susanti Mugi Lestari Tega Kintasari Titiek YULIANTI TRI ASMIRA DAMAYANTI TRI JOKO SANTOSO Trikoesoemaningtyas Trimuri Habazar TRIMURTI HABAZAR Triyani Dumaria Tutik Harmiyati, Tutik Ummu S. Rustiani Ummu Salamah Rustiani Utomo Kartosuwondo UTOMO KARTOSUWONDO Utomo Kartosuwondo UTOMO KARTOSUWONDO UTOMO KARTOSUWONDO Vinsen Willi Wardhana Widodo Widodo Widodo Widodo Widodo Widodo Widodo Widodo Widodo Widodo Widodo Widodo Willing Bagariang Zahratul Millah