p-Index From 2021 - 2026
6.566
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Humanika : Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum CHEMISTRY PROGRESS Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha BASASTRA Jurnal Sekolah Dasar BAHASA DAN SASTRA KEMBARA Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual Panggung Mimbar Ilmu Jurnal KATA : Penelitian tentang Ilmu Bahasa dan Sastra Jurnal Riset Agribisnis dan Peternakan Humaniora GERAM (GERAKAN AKTIF MENULIS) ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan Teacher in Educational Research Jurnal Ekonomi Pembangunan Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Jurnal Perpustakaan dan Informasi (JAPRI) BAHASTRA Indonesian Journal of Learning and Educational Studies Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah Economic Education Analysis Journal Humanities Horizon Journal Proceeding International Conference on Education WIDYANTARA Journal of Community Empowerment Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Palawa Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Polyglot: Journal of Linguistics, Literature, and Language Education Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Karakter Perempuan Jawa dalam Perspektif Feminisme dan Nilai Kearifan Lokal pada Novel Singkar Karya Siti Aminah Serta Relevansinya sebagai Materi Pembelajaran Apresiasi Sastra di Sekolah Menengah Atas Febrimaharani, Arraya Saffitri; Suryanto, Edy; Rahadini, Astiana Ajeng
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 5, No 1 (2021): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v5i1.65140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) struktural novel Singkar karya Siti Aminah; (2) karakter perempuan Jawa dalam perspektif feminisme pada novel Singkar karya Siti Aminah; (3) nilai kearifan lokal yang terkandung dalam novel Singkar karya Siti Aminah; dan (4) relevansi hasil kajian novel Singkar karya Siti Aminah sebagai materi pembelajaran apresiasi sastra di Sekolah Menengah Atas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa teknik wawancara mendalam dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data model analisis mengalir dan model analisis interaktif. Hasil penelitian ini adalah: (1) struktur novel Singkar karya Siti Aminah terdiri dari unsur intrinsik yang meliputi tema, amanat, tokoh dan penokohan, alur cerita (plot), latar (setting), sudut pandang, dan gaya bahasa serta unsur ekstrinsik yang meliputi latar belakang pengarang, kondisi sosial budaya, dan tempat atau kondisi alam; (2) bentuk-bentuk karakter perempuan Jawa pada novel Singkarmeliputi karakter tegas, sopan, visioner, nrima, penyayang, nekat, keras kepala, rajin dan terampil, berbakti, bertanggung jawab, ramah, humoris, bijaksana, iri, suka menuduh, suka mengeluh, dermawan, dan rendah hati. Di antara karakter-karakter perempuan Jawa tersebut terdapat karakter-karakter yang mendukung atau sesuai dengan perspektif feminisme dan ada pula karakter-karakter yang tidak sesuai dengan perspektif feminisme ataupun kurang berpengaruh terhadap feminisme; (3) nilai kearifan lokal yang terdapat pada novel Singkar karya Siti Aminah meliputi nilai praktis, nilai estetis, nilai keharmonisan, nilai kebersamaan, nilai religi/kereligiusan, nilai kesederhanaan, dan nilai ekonomis; dan (4) hasil kajian novel Singkar karya Siti Aminah relevan dan sesuai untuk dijadikan sebagai alternatif materi pembelajaran apresiasi sastra di SMA karena memiliki karakteristik yang memenuhi kriteria- kriteria untuk dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif materi pembelajaran yang baik.
Ritual di Astana Srandil Ponorogo Berdasarkan Analisis Kearifan Lokal dan Nilai Pendidikan Karakter serta Relevansinya sebagai Materi Ajar Folklor di Kelas VII SMP Lailiyah, Ria Nafiatul; Suryanto, Edy; Rahadini, Astiana Ajeng
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 8, No 1 (2024): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v8i1.64575

Abstract

Ritual keagamaan terdapat nilai-nilai positif yang bisa dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari, akan tetapi jarang disampaikan dalam pembelajaran. Penyampaian materi folklor hanya terpaku pada materi yang sudah ada di dalam buku ajar, tanpa ada reverensi yang lain. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu menganalisis nilai kearifan lokal dan nilai pendidikan karakter dalam ritual di Astana Srandil Ponorogo serta relevansinya sebagai materi ajar di SMP.  Data dalam penelitian ini berupa hasil wawancara dan dokumentasi peristiwa. Sumber data dalam penelitian ini berupa informan, tempat penelitian, peristiwa, dan dokumen. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Teknik uji validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi metode. Analisis data menggunakan analisis interaktif.  Hasil penelitian ini dapat disimpulkan: (1) Astana Srandil Ponorogo dibangun pada tahun 1776 dari keinginan RM. Tumenggung Sumonegoro, permintaan tersebut disetujui oleh Residen di Madiun dan Kraton Solo Hadiningrat, setelah tahun tersebut baru adanya ritual dari keluarga serta masyarakat dan menjadi wisata ziarah oleh masyarakat desa Srandil serta santri dari salah satu pondok pesantren di Ponorogo pada tahun 2005; (2) Alur dari prosesi ritual di Astana Srandil Ponorogo ada tiga, yaitu izin juru kunci, bersuci, dan berdoa; (3) Kearifan lokal abstrak yang terdapat dalam ritual di Astana Srandil Ponorogo yaitu sikap dan perilaku manusia dengan Tuhan, pengendalian diri dengan orang lain, cara bergaul dan berkomunikasi dengan masyarakar, dan sikap dan perilaku terhadap lingkungan, sedangkan kearifan lokal konkret yaitu ubarampe; (4) Nilai pendidikan karakter dalam ritual di Astana Srandil Ponorogo yaitu  nilai religius, nilai jujur, nilai toleransi, dan nilai cinta tanah air. Dari keempat nilai pendidikan karakter tersebut yang lebih dominan adalah nilai religius; dan (5) Ritual di Astana Srandil Ponorogo relevan dengan pembelajaran bahasa Jawa di SMP karena sesuai dengan silabus, serta cerita ritual tersebut dapat menambah wawasan tentang keanekaragaman budaya Jawa dan nilai-nilai yang terkandung dapat dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
ANALISIS KESANTUNAN CERITA RAKYAT ANDHE-ANDHE LUMUT KARYA SUNJAYA DAN KAITANNYA DENGAN PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA JAWA Wardani, Herlina Kusuma; Suhita, Raheni; Suryanto, Edy
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 3, No 1 (2019): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v3i1.48399

Abstract

This research aims to describe and explain: (1) the form of politeness in speech act within Andhe-Andhe Lumut Folklore by Sunjaya: and (2) relevance of Andhe-Andhe Lumut Folklore by Sunjaya as a teaching material for 7th Grade Junior High Student s in order to understand a folklore itself. The writer uses documents and some informants as the research’s data sources. Purposive sampling is usedto determine the sample used in this research, while data collection is done by using interview and documents analysis techniques. In this research, the writer uses data source triangulation and politeness theory to test the validity of collected data. In analysis part, the writer uses interactive data analysis which consists of data collection, data reduction, data presenting and concluding remark stages. As for the results of this study, the writer find that: (1) In the folklore story book of ‘Andhe-Andhe Lumut written by Sunjaya, it is found that politeness takes form in both assertive, directive and expressive speech acts, with directive speech acts being the most common one. The directive speech act is regularly used in the folklore, because most of the utterances (statements) found in the story are asking for a response. (2) It can be concluded that Andhe-Andhe Lumut Folklore by Sunjaya is a relevant teaching material to understand a folklore story for 7th grade Junior High School students based on the folklore’s curriculum, languages, psychological and cultural aspect. First, according to the Junior High School Curriculums of 2013, it is stated that understanding folklore is one of the basic competences that should have been mastered in the first semester of 7th grade students. Secondly, Andhe-Andhe Lumut by Sunjaya uses a polite language that can be a good example for the students to learn to use a polite and proper Javanese Language in their daily lives. Thirdly, in terms of psychological aspects, the story is suitable with the mental development of 7th grader students. And finally, the story shared a similar cultural background with its readers who areJavanese, so it is highly relevant and related with the readers’ values.
Analisis Pembentukan Kata dan Makna Leksikal Penaman Umbul Di Kabupaten Klaten Serta Relevansinya Sebagai Materi Ajar Teks Deskriptif Peristiwa Budaya di Sekolah Menengah Pertama Rahmmawati, Rofika Ayu; Suryanto, Edy; Rahadini, Astiana Ajeng
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 7, No 1 (2023): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v7i1.63052

Abstract

This research is based on language learning in understanding a discourse. Morphological analysis and lexical meaning can help students and educators more easily understand discourse, especially descriptive texts of cultural events. Learning descriptive text of cultural events is contained in Basic Competencies, in Grade VII, Junior High School in 2013 curriculum, Central Java Province. In addition, it can enrich new vocabulary, especially in Javanese. Researchers have brought up the naming of umbul  in Klaten Regency with the aim of introducing potential to the younger generation by learning the Javanese language in particular. The name of the umbul  or feather is also suitable as a research object with a study of morphology and lexical meaning. The morphological processes found include: zero derivation, application, abbreviation, composition. The lexical meanings found are described according to the origin of the name umbul  or feathers, which are divided into the following categories: tree names, animal names, leaf names, figures/figures, object names, genus, hamlet name, village name, building, geographical situation, character based on of location near another building, verb, form. The object retrieval technique is targeted sampling and snowball sampling. Data collection techniques using face-to-face or fishing techniques, recording techniques, note-taking techniques. The validity test used theoretical triangulation and data source triangulation from both informants and external supporting data. Data analysis procedures using fixed methods of comparison include: data reduction. Categorization, synthesis, formulation of working hypotheses. The results of the study are relevant for learning descriptive texts of cultural events KD 3.1 understands the content of descriptive texts about cultural events and KD 4.1 Responds to the content of descriptive texts about cultural events, in addition, it can promote the character of students responsible for the environment.
NASKAH DRAMA “JENGGIT CEMBENG” KARYA TRISNO SANTOSO SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR TELAAH NASKAH SANDIWARA PADA SISWA SMP (ANALISIS STRUKTURAL DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER) Setyawan, Bagus Wahyu; Suryanto, Edy; Kurwidaria, Favorita
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 1, No 1 (2017): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v1i1.47207

Abstract

This research have purposes for describe (1) drama text structure of “Jenggit Cembeng” creation of Trisno Santoso, (2) character education values on “Jenggit Cembeng” creation of Trisno Santoso, and (3) compatibility drama text “Jenggit Cembeng” creation of Trisno Santoso as alternative learning material on drama text study on Lower Secondary School students. Method of this research is descriptive qualitative research. Data resource on this research is document and informan. Content analysis and interview technical is using for collected data. Furthermore, data is ben analysis and then checked using resource and theory triangulation. Result of this research is: (1) structural result analysis is theme on this text is about human capability to manage egoistic. Theme of the text is related with chracters, that is the main or protagonist characters (Pak Wida and Bima) which have function to bring theme of story. Except protagonist characters, there are antagonist characters (Bu Mahanani and Panjang), tritagonist characters (Senen, Arum, Si Mul, and Palupi), and accomplice characters (Polisi, Tiar, and his friends). This text is using progressive plot and settle, based from time setting. Dialogue is using Javanese language register. Dialog have function to explain conflict, is talk about family and teenager conflict. Technical direction is written using capital letter and put on brackets sign. Furthermore, command from this text is context with theme of this text, that is importance to manage egoistic on our self so that can live in harmonious; (2) There are character education values including on this text. The most dominant is value about responsibility and hardworking based from the main characters; (3) Furthermore, this text will gived for teacher to conclude as alternative learning material on drama text study on SMP students, because have completed learning material criteria based from language, story, and character education values in this text.
Analisis Motivasi terhadap Hasil Belajar Bahasa Jawa Secara Daring Siswa Kelas VIII PertiwI, Niki Sukma; Suryanto, Edy; Wijayanti, Kenfitria Diah
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 6, No 2 (2022): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v6i2.65619

Abstract

Tujuan dari diadakannya penelitian ini yakni memberikan deskripsi beserta penjelasan mengenai motivasi terhadap hasil belajar Bahasa Jawa pada kegiatan belajar dengan cara daring dan juga solusinya. Penelitian deskriptif kualitatif ialah jenis penelitian yang dijalankan dalam penelitian ini. Informan dan dokumen menjadi sumber datanya. Kemudian purposive sampling merupakan teknik pengambilan subjek yang digunakan dalam penelitian ini. Wawancara, angket, dan dokumen merupakan cara-cara pengumpulan data. Teknik member check yakni teknik yang dipilih untuk uji validitas dalam penelitian ini. Tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan termasuk ke dalam model mengalir dan kemudian diterapkan untuk analisis data pada penelitian ini. Dari hasil analisis data ditarik simpulan yakni motivasi siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Mojosongo Boyolali terhadap hasil belajar Bahasa Jawa secara daring berbeda-beda meliputi bermotivasi belajar tinggi 28 siswa (87,5%), sedang sebanyak 2 siswa (6,3%), dan rendah sebanyak 2 siswa (6,3%). Motivasi belajar tinggi dominan pengaruhnya terhadap hasil belajar karena dibuktikan keinginan untuk berhasil dalam belajar Mata Pelajaran Bahasa Jawa, sesuatu yang menarik siswa dalam belajar Mata Pelajaran Bahasa Jawa, dan penghargaan untuk siswa. Solusi yang dilakukan antara lain: (1) pemberian nilai tambahan dalam hasil belajar Bahasa Jawa siswa; (2) hadiah; (3) siswa mengetahui hasil belajar Bahasa Jawa; dan (4) memberikan pujian kepada siswa. Solusi yang sering digunakan oleh guru yaitu pemberian nilai tambahan karena pada proses kenaikan kelas setiap akhir tahun pelajaran, nilai yang diperoleh siswa harus mencapai batas minimal KKM 65.
Analisis Kesantunan Berbahasa dalam Pementasan Wayang Climen Lakon Semar Kelangan Wadhag dan Relevasinya sebagai Materi Ajar Memahami Isi Teks Cerita Mahabharata di SMA Nugroho, Benny Setyo Adi; Wijayanti, Kenfitria Diah; Suryanto, Edy
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 6, No 1 (2022): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v6i1.65216

Abstract

This research aims to disseminate. (1) Principle of language politeness on the staging of puppet climen play Semar Kelangan Wadhag, (2) a form of violation of the principle of language politeness in the staging of puppet climen play Semar Kelangan Wadhag and (3) Relevance of the results of analysis of puppet performance climen play Semar Kelangan Wadhag as an alternative teaching material understanding the contents of the mahabharata story text class X even semester. This type of research is a descriptive analysis. The method used in collecting this research data is to check and do the transcript process on the staging of puppets of semar Kelangan Wadhag to produce manuscripts (texts). The next process is data identification, and finally data reduction is carried out. The validity of data is derived from the process of triangulation of data sources, observations, and theories. The results : (1) a form of the principle of language manners in the performance of puppet climen play Semar Kelangan Wadhag in accordance with Geoffrey Leech's principle of (a) maksim wisdom, (b) maximal mercy, (c) maximality, (d) maximal acceptance, (e) maksim humility, and (f) maximal fit. The principle of the dominant language manners in this story is the maxim, because in this story the puppeteer emphasizes to always be wise in overcoming all problems. (2) The form of violation of the principle of politeness in this story is dominant in the maxim of acceptance or appreciation of a number of 5 (five) data, because in this story there are many conflicts that demean the opposing figure. (3) Relevance of the results of the analysis of puppet performance climen play Semar Kelangan Wadhag as an alternative teaching material to understand the contents of the mahabharata story text class X even semester. After analysis and interviews in this study can be used as teaching material to understand the contents of the mahabharata story text of class X even semester. With the puppet climate, it provides a new color for learning material with a short duration but still contains the moral values contained in the puppet performances that are played, because this play contains moral values and character and is by today's conditions.
Co-Authors - Kardoyo Akbar Iskandar Alfatah , Khoirunnisa Alfi, Ahmad Alfien, Moh. Fajrul Ali Djamhuri Alkarima, Oryza Amin Pujiati Angga Pandu Wijaya, Angga Pandu Anita, Hertati Tiawan Ardiansyah, Effendi Arifah , Aprilia Rizki Astiana Ajeng Rahadini Atikah Anindyarini Audy Denny Wuntu Ayu Dewi Suryani, Ayu Dewi A’yun, Efrida Qurotul Bagus Wahyu Setyawan Baseran Nor Baswara, Satsya Yoga Budhi Setiawan Chafit Ulya Chriszia, Deyana Dewantoro, Noverell Bagas Diah Wijayanti, Kenfitria Djoko Widodo Dwi Ratnasari Dwi Ratnasari Eko Nurdiyanti Eko Setyawan Farida Yufarlina Rosita Febrimaharani, Arraya Saffitri Fitta Ummaya Santi Habibulloh, Muhammad Ihsan Hadiyah Hadiyah, Hadiyah Herlina Kusuma Wardani Hidayah, Laila Fitri Nur Hudaa, Syihaabul Husna, Annisa Naila Indriastuti Riza Fauzi, Heny Ismiyati, Ismiyati Jarot Tri Bowo Santoso Junear, Klara Alma Grace Kenfitria Diah Wijayanti Kundharu Saddhono Kurniawan, Agus Nur Ikhsan Kurniawati, Paulina Dian Laila Fitri Nur Hidayah Lailiyah, Ria Nafiatul Lestari, Wahyu Fajar Lies Mira Yusiati Maaliki. H, Maulana Danar Maharani, Radinta Maringga, Murthofiah Dewi Maulida, Syakila Maulidina, Bunga Hening Menjamin, Sumaiyah mudawaroh, roisu Muftihah, Nani Muhammad Rohmadi Mukhibun , Akhmad Mukhibun, Akhmad Mulyani, Rahmatika Murtadlo, Muhammad Nukha Nina Oktarina Novena, Yuvensia Kharisma Novitasari , Afiyah Dian Nugraheni Eko Wardani Nugraheni Eko Wardhani, Nugraheni Eko Nugroho, Benny Setyo Adi Nur Chayati Nur'aini , Dhiva Maulida Rizqi Nur'aini, Dhiva Maulida Rizqi Pamungkas, Mohammad Rizki Ridho Pangestu, Dwi Cahyo PAWESTRI, KENES RATU PertiwI, Niki Sukma Prihapsari, Ira Puspita, Amanda Dewi Putri, Fransiska Heavany Devina Kusuma Qayimah, Nur Rachmadi, Moch. Faizal Raheni Suhit, Raheni Raheni Suhita Rahma, Yadia Rahmadewi , Maretha Nery Rahmattullah, Muhammad Rahmawati, Anggita Rahmawati, Halimah Nina Rahmmawati, Rofika Ayu Ridho W. S, Dimas Rohmadi , Muhammad Rohmadi, Muh. Rohmah, Ronaa Dzakiyyah Sakinah, Arifatunnisa Sampurno, Nailil Haliza Sari Purnavita Sari, Essa Rohimah Sari, Rizky Wulan Sarwiji Suwandi Setiyono Setiyono Sholikah, Mar'atus Slamet . Slamet Mulyono Somalinggi, Venesa Sri Sutanti Sumarwati Sumarwati Suyitno Suyitno Tuan, Nguyen Thanh Tusyanah Tusyanah Untari, Tunjung Dwi Utama, Arip Wira Wardani, Rr Elisabeth Nugraheni Eko Wijayanti , Apriliya Yant Mujiyanto Yesi Tri Wulandari, Yesi Tri Yikwa, Piter Ying, Luo Yundari, Yundari