p-Index From 2021 - 2026
8.007
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JPMS (Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains) Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Indonesian Journal of Biotechnology and Biodiversity JURNAL EKSAKTA PENDIDIKAN (JEP) BIOEDUSAINS: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Jurnal Biosilampari: Jurnal Biologi Surya Abdimas JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) JURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKAN Pelita Eksakta Journal of Elementary School (JOES) Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Jurnal Abdidas BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia Berdaya Jurnal Pengabdian Nasional Multicience Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara Hasana Journal Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Jurnal Ilmiah MADIYA: Masyarakat Mandiri Berkarya Mamangan Social Science Journal JAMU : Jurnal Abdi Masyarakat UMUS Islamic Journal of Integrated Science Education PRIMARY EDUCATION JOURNAL SILAMPARI RENATA Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua Setawar Abdimas Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Sains (JRIPS) Baktimu : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Solusi Bersama : Jurnal Pengabdian Dan Kesejahteraan Masyarakat Taawun: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Biosilampari: Jurnal Biologi Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technolog
Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Etnobotani Tumbuhan Bahan Kosmetik Tradisional Pada Suku Melayu Rawas Di Kelurahan Muara Kulam Kecamatan Ulu Rawas Diah Maretta Putri; Fitria Lestari
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etnobotani merupakan ilmu yang mempelajari hubungan masyarakat denganpemanfaatan tumbuhan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk sebagai kosmetik tradisional. Kosmetik tradisional merupakan bahan alami yang digunakan untuk perawatan kulit, rambut, dan tubuh bagian luar yang diperoleh dari tumbuhan serta diolah secara sederhana dengan pengetahuan budaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat tersebut. Namun, penggunaan tumbuhan sebagai kosmetik tradisional saat ini mulai berkurang seiring berkembangnya produk kosmetik modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan yang berpotensi bahan kosmetik tradisional serta manfaatnya pada masyarakat suku Melayu Rawas di kelurahan Muara Kulam, kecamatan Ulu Rawas, kabupaten Musi Rawas Utara. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Data diperoleh melalui pengamatan langsung di lapangan, wawancara dengan beberapa warga di kelurahan Muara Kulam, serta referensi dari jurnal dan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 22 jenis tumbuhan dari berbagai famili yang dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik tradisional. Famili tumbuhan yang paling banyak ditemukan yaitu Arecaceae, Zingiberaceae, dan Poaceae dengan masing-masing terdiri dari atas dua spesies. Tumbuhan tersebut digunakan untuk perawatan kulit, rambut, kuku, serta penghilang bau badan. Pemanfaatan tumbuhan sebagai kosmetik tradisional perlu didokumentasikan agar pengetahuan tersebut tidak semakin berkurang di masyarakat.
Identifikasi Tumbuhan Berpotensi Pangan Pada Suku Musi Di Desa E Wonokerto Della Tri Utami; Dinda Dwi Putri Dinanti; Fitria Lestari
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan yang berpotensi sebagai bahan pangan adalah segala jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan manusia sebagai sumber makanan. Namun, pemanfaatan tumbuhan pangan di Desa E Wonokerto masih belum optimal karena masyarakat cenderung memanfaatkan bagian tertentu seperti buah, daun, dan biji sementara bagian lain yang juga berpotensi sebagai sumber pangan masih kurang dimanfaatkan. Selain itu, pengetahuan mengenai tumbuhan pangan lokal juga mulai berkurang seiring dengan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan pangan yang dimanfaatkan masyarakat serta bagian tumbuhan yang paling sering digunakan di Desa E Wonokerto. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasi langsung, dokumentasi, dan wawancara dengan masyarakat setempat. Data dianalisis secara kualitatif berdasarkan jenis tumbuhan pangan, bagian tumbuhan yang dimanfaatkan, serta pemanfaatannya dalam kehidupan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 20 jenis tumbuhan dari berbagai famili yang dimanfaatkan sebagai pangan. Pada Desa E Wonokerto mayoritas masyarakat membudidayakan tumbuhan dari famili Poaceae seperti padi dan jagung. Padi (Oryza sativa) merupakan komoditas utama yang paling banyak dibudidayakan oleh masyarakat sebagai makanan pokok dan sumber mata pencaharian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan pangan lokal memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan masyarakat dan masih perlu ditingkatkan lagi agar potensi setiap bagian tumbuhan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal dalam kehidupan masyarakat.
Identifikasi Manfaat Tumbuhan Berpotensi Upacara Adat Atau Ritual Pada Suku Jawa Di Desa E Wonokerto Kecamatan Tugumulyo Rines Ariska; Fitria Lestari
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian etnobotani merupakan ilmu yang mempelajari tentang hubungan tumbuhan dengan masyarakat. Upacara adat adalah segala kegiatan yang dilaksanakan secara bersama-sama oleh masyarakat dalam suatu komunitas yang dianggap sebagai bentuk kebangkitan dalam diri masyarakat. Penelitian ini dilakukan pada salah satu suku yaitu suku jawa, yang masih menjaga dan melaksanakan upacara adat salah satunya adalah temu manten yang dilakukan saat melangsungkan pernikahan. Daerah yang diteliti dan masih menggunakan tradisi temu manten yaitu desa E Wonokerto kecamatan tugumulyo. Penelitian ini menggunakan metode wawancara, dokumentasi dan eksplorasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis tumbuhan apa saja yang digunakan untuk upacara adat dan manfaatnya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan 20 jenis tumbuhan yang dapat digunakan sebagai bahan upacara adat khususnya upacara adat temu manten, dan berdasasarkan hasil yang telah dikaji bahwa bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah bunga sebanyak 30%, dan bagian lainnya yang digunakan untuk upacara adat (daun 25%, biji 25%, buah 10%, rimpang 5%, dan batang 5%). Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan para pembaca agar mengetahui berbagai jenis tumbuhan yang dijadikan sebagai bahan upacara adat terutama pada upacara adat temu manten di suku jawa kecamatan tugumulyo.
Identifikasi Cara Pengolahan Tumbuhan yang Dimanfaatkan oleh Suku Jawa Sebagai Obat Tradisional Pada Masyarakat Desa Sukajaya Linda Nur Ulfa; Fitria Lestari
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat tradisional merupakan warisan turun-termurun dari generasi ke generasi berikutnya dan harus tetap dikembangkan agar tidak hilang. Selain mudah didapatkan, mudah diolah dan murah, tumbuhan tradisional menjadi alternatif pengobatan alami, khususnya di Desa Sukajaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan etnobotani melalui observasi dan wawancara serta dokumentasi langsung bersama masyarakat yang menggetahui penggunaan tanaman obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat Desa Sukajaya pada suku Jawa, dan manfaat apa yang terkandunng dalam tumbuhan tradisional, bagaimana cara penggolahannya, dan bagian apa saja yang digunakan. Data hasil observasi wawancara secara langsung meliputi jenis tumbuhan, bagian tumbuhan cara pengolahan dan pemanfaatan. Masyarakat Desa Sukajaya, menggunakan bagian bunga, biji, buah, batang, rimpang dan juga akar untuk pengobatan diolah dengan cara direbus, ditumbuk, diremas, ditempelkan dan dikonsumsi langsung. Tumbuhan ini dimanfaatkan untuk obat batuk, demam, luka ringan, sakit perut dan sebagainya.
Mengkaji Manfaat Tumbuhan Obat sebagai Antifertilitas Alami Pada Suku Lembak Melayu di Desa Guru Agung Kecamatan Padang Ulak Tanding Desi Tri Lestari; Selvi Andini; Fitria Lestari
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan tentang tanaman herbal telah diturunkan secara turun-temurun sehingga menjadi budaya pengobatan di Indonesia. Pada sebagian besar tumbuhan di Indonesia mengandung senyawa aktif dengan potensi besar sebagai agen antifertilitas untuk mencegah implantasi sehingga kehamilan tidak terjadi, serta dapat mengurangi kesuburan sistem reproduksi wanita. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji berbagai manfaat tumbuhan, serta jenis-jenis tumbuhan obat sebagai antifertilitas alami. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksplorasi dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan juga dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 20 jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai antifertilitas alami. Data yang telah diperoleh bagian yang paling banyak digunakan sebagai antifertilitas alami oleh masyarakat Desa Guru Agung yaitu daun(60,87%), sedangkan bagian lain yang digunakan adalah rimpang(17,39%), buah(8,70%), bunga(4,35%), batang(4,35%), dan akar(4,35%). Selain itu, hasil dari penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat tumbuhan herbal dalam kesehatan reproduksi, sehingga dapat meningkatkan penggunaan tumbuhan herbal sebagai alternatif.
Eksplorasi Pemanfaatan Tumbuhan Beracun Di Suku Melayu Riri Afrilia; Fitria Lestari
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etnobotani merupakan ilmu yang mempelajari tumbuhan dan interaksi antara manusia dan sumber daya tumbuhan yang bisa digunakan oleh manusia. Masyarakat di Kabupaten Musi Rawas Utara (MURATARA) tepatnya di Desa Muara Batang Empu adalah suku Melayu yang memanfaatkan tumbuhan beracun sebagai obat tradisional, dan ada juga yang memanfaatkan tumbuhan beracun sebagai bahan pangan setelah melalui proses pengolahan khusus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tanaman beracun yang digunakan sebagai obat dan bahan pangan. Pengambilan data dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan dan wawancara dengan masyarakat. Hasil dari penelitian ditemukan sebanyak 20 spesies tumbuhan beracun, yaitu: jarak pagar, kecubung, gadung, bintaro, upas, mengkudu hutan, tuba, saga rambat, oleander, keladi, kecubung gunung, singkong pasti, jarak kepyar, tembel ikan, bidari, pakis haji, andong merah, pong-pong, mahkota dewa, dan talas liar. Bagian-bagian tumbuhan yang digunakan sebagai racun yaitu berupa kulit batang, daun, biji, getah, buah, dan umbi yang diolah secara tradisional dengan cara ditumbuk, dikeringkan, direbus, diiris tipis, atau langsung pada bagian yang masih segar dipakai untuk berburu dan membunuh serangga dan ikan.
Co-Authors Abdul Basith Ade Fitriani, Ade Afthalia Oktavisha Agus Andriansah Andriana Sofiarini Andriani, Silva Anisa Aprila Apriliani, Berliana Ariandini, Shanti Asep Sukenda Egok Asmiati Asmiati Atika Widya Ningrum Bambang Hariyadi Cahyani, Jeshinta Dwi Dea Najla Afifah Deca Anggraini Dedy Firduansyah Della Tri Utami Deni Efendi Desi Tri Lestari Desmayanasari, Dwi Desmi Viana Putri Devi Anggraeni Cleo Devi Chantika Diah Maretta Putri Dinda Dwi Putri Dinanti Dinissjah, Yupita Anjelica Endang Suswati Endang Widi Winarni Euis Nur Af'idah Farid, Fajri Febrianti, Yuli Fraydha D, Rifa Fredi Ganda Putra Frengky Alexander Pratama Gusti Aldo Wijaya Harmoko Harmoko Haryanto Haryanto Herlyana, Azahra Indah Meilanda Indah Meilanda Ivoni Susanti Ivoni Susanti Ivoni Susanti Ivoni Susanti Ivoni Susanti Ivoni Susanti ivoni susanti Julia Nur Fadilah Julia Nur Fadilah Juwati Juwati Kalyca, Argya Kesi Anggraini Kholisoh, Siti Nurul Kusmiati, Iis Leni Marlina Linda Nur Ulfa Lisa Fatma Sari Mareta Widiya Maulidi, Ikhsan Meida Angelina Aulia Fitri Merti Triyanti Muhamad Syazali Muhammad Kristiawan Muhammad Luthfi Nadhita Denia Putri Nadia Sah Putri Nazwa D, Shiva Nindia Saputri Nopa Nopiyanti Noprisa, Noprisa Nopriyeni Nopriyeni Novianti Mandasari Nur Nisai Muslihah Ovilia Putri Utami Gumay Parida, Epa Puja Ayu Intan Asmara putri, amanda Rahmawati, Laily Isnaini Rambat Nur Sasongko Rayandra Asyhar Reni Betharia Reny Dwi Riastuti Rezeki, Desi Tri Ria Dwi Jayanti Ria Dwi Jayati Rines Ariska RiniNurfauziah Riri Afrilia Samitra, Dian Sandy Aulia Saputra, Rama Selvi Andini Sepriyaningsih Sepriyaningsih Shinta Purnamasuti Sindi Purnama Sari Sinta Bella Lestari Siti Fauziatu Sri Hastuti Noer Suci Ramadhan, Bulan Suryatul Aini Asyhara Susanti, Ivoni Tenny Raisa Ramadhani Tiara Jesika Ulandari, Sefti Vina Apriliani Wardianti, Yunita Wibowo, Deni Sapto Winanti Putri Aprilia Wiyono, Joko Yuli Febrianti Yunita Yunita Yusfan Imansyah Yusfan Imansyah Zurweni Zurweni