p-Index From 2021 - 2026
8.007
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JPMS (Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains) Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Indonesian Journal of Biotechnology and Biodiversity JURNAL EKSAKTA PENDIDIKAN (JEP) BIOEDUSAINS: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Jurnal Biosilampari: Jurnal Biologi Surya Abdimas JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) JURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKAN Pelita Eksakta Journal of Elementary School (JOES) Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Jurnal Abdidas BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia Berdaya Jurnal Pengabdian Nasional Multicience Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara Hasana Journal Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Jurnal Ilmiah MADIYA: Masyarakat Mandiri Berkarya Mamangan Social Science Journal JAMU : Jurnal Abdi Masyarakat UMUS Islamic Journal of Integrated Science Education PRIMARY EDUCATION JOURNAL SILAMPARI RENATA Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua Setawar Abdimas Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Sains (JRIPS) Baktimu : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Solusi Bersama : Jurnal Pengabdian Dan Kesejahteraan Masyarakat Taawun: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Biosilampari: Jurnal Biologi Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technolog
Claim Missing Document
Check
Articles

Mobile Based Learning to Enhance Attitudes and Knowledge About Herpetofauna in Prospective Biology Teachers Dian Samitra; Endang Widi Winarni; Fitria Lestari
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 6 (2024): June
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i6.7268

Abstract

Students and the public have a negative perception or dislike of herpetofauna. The solution to this problem is to introduce herpetofauna through mobile learning. The research aimed to determine the effect of mobile based learning towards attitudes and knowledge about herpetofauna in prospective biology teachers. The research method used Pre-experimental Design with the form of research one-group Pretest Posttest Design. Attitude data was collected using questionnaires and knowledge using tests. The data obtained were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The research results obtained asymp. Sig 0.00 < 0.05. There are differences in attitudes between men and women. It can be concluded that mobile based learning to enhance attitudes and knowledge about herpetofauna in prospective biology teachers.
Pentingnya Imunisasi Sejak Dini, Wujud Cinta Kepada Anak di RW 04 Kelurahan Kertamaya Kota Bogor Tahun 2026 Fitria Lestari; Shanti Ariandini; Shinta Purnamasuti; Afthalia Oktavisha; Siti Fauziatu; RiniNurfauziah; Nadhita Denia Putri
Solusi Bersama : Jurnal Pengabdian dan Kesejahteraan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Mei : Solusi Bersama : Jurnal Pengabdian dan Kesejahteraan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/solusibersama.v3i2.3255

Abstract

World Health Organization (WHO) reports that immunization is able to prevent approximately 3–5 million deaths each year; however, a number of children still do not receive optimal immunization coverage due to insufficient parental knowledge. This study aimed to analyze the effect of health education on improving mothers’ knowledge regarding early childhood immunization in RW 04, Kertamaya Subdistrict, Bogor City, in 2026. This study employed a pre- experimental design with a one-group pretest–posttest approach involving 30 respondents. Knowledge levels were measured using a questionnaire before and after the health education intervention and analyzed using the Paired Sample T-Test. The results indicated a statistically significant difference in mothers’knowledge levels before and after the health education intervention (p = 0.029). In addition, the proportion of respondents with good knowledge increased from 76.7% in the pre-test to 93.3% in the post-test. These findings demonstrate that health education has a significant effect on improving mothers’ knowledge and can serve as an effective promotive intervention to support the success of community-level immunization programs.
Pemanfaatan Sari Pati Umbi Gadung (Dioscorea hispida Dennst) Untuk Koagulasi Lateks Karet Alam (Hevea brasiliensis) Lestari, Fitria; Febrianti, Yuli; Wiyono, Joko
Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Sci and Tech, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/bio.v6i1.4181

Abstract

This research aims to know the utilization of gadung (Dioscorea hispida Dennst) tuber concentrate on natural latex (Hevea brasiliensis) rubber coagulation. The design used in this study was completely randomized design (RAL) with 6 treatments and 4 replications consisting of control and treatment group with concentration of 20 ml, 40 ml, 60 ml, 80 ml and 100 ml. The parameters observed were latex coagulation by administering some concentrations of gadung tuber. One way Anava test with 0.05% significance level showed significant result that is Fcount = 53 and Ftable = 2,77. This shows that gadung tuber concentrate gives a very real effect on latex coagulation. Thus it can be concluded that there is the effect of gadung tuber concentrate to natural rubber latex coagulation.
Inventarisasi Tumbuhan Liana Di Kawasan Air Terjun Satan Desa Muara Beliti Baru Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas Atika Widya Ningrum; Fitria Lestari; Sepriyaningsih Sepriyaningsih
Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Vol. 8 No. 1 (2026): April
Publisher : Department of Biology Education, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/a4s96h30

Abstract

Tumbuhan rambat atau Liana adalah salah satu jenis tumbuhan yang menjadi ciri khas dari ekosistem hutan hujan tropis dan keberadaannya menambah keanekaragaman jenis tumbuhan di ekosistem hutan ini. Jenis penelitian ini menggunakan metode jelajah Deskriptif Kualitatif. Hasil penelitian yang telah dilakukan di kawasan air terjun satan Desa Muara Beliti baru Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas terdapat 5 famili yaitu Asteraceae, Dioscoreaceae, Convolvulaceae, Piperaceae, dan Apiaceae, terdiri dri 5 Genus yaitu Mikania, Dioscorea, Merremia, Piper, dan  Centella, dan terdiri dari 6 spesies yaitu Mikania micrantha, Dioscorea alata, Merremia peltata, Piper betle L, dan Centella asiatica. Faktor lingkungan abiotik yang baik untuk tumbuhan liana secara umum seperti pH tanah 7-7,3, kelembaban 76%-82,6%, dan suhu udara 29,3°C-31,3°C yang mempengaruhi jenis tumbuhan liana yang berada di Kawasan Air Terjun Satan Desa Muara Beliti Baru Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas.
Eksplorasi Tumbuhan Obat Suku Sunda di Desa Mulyoharjo: Spesies dan Cara Pengolahan Devi Anggraeni Cleo; Fitria Lestari
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa Masyarakat Suku Sunda di Desa Mulyoharjo masih memanfaatkan tumbuhan obat sebagai alternatif pengobatan tradisional selain menggunakan pengobatan modern. Hal ini juga didorong dengan keterbatasan ekonomi serta kemudahan dalam membudidaya tumbuhan obat diperkarangan rumah, kondisi ini menjadikan pengetahuan etnobotani lokal tetap hidup dan relavan namun masih belum terdokumentasi secara ilmiah sehingga berpotensi hilang seiring perubahan generasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mendokumentasikan dan menganalisis pemanfaatan tumbuhan obat oleh Suku Sunda di Desa Mulyoharjo. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-etnobotani melalui wawancara dengan Masyarakat sekitar, observasi lapangan, dokumentasi morfologi, dan identifikasi taksonomi tumbuhan. Hasil penelitian menemukan 26 spesies tumbuhan obat dari 18 famili, dengan famili Zingiberaceae dan Lamiaceae paling banyak dimanfaatkan. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah daun dan rimpang, dengan teknik pengolahan utama yaitu perebusan. Seluruh spesies mengandung senyawa bioaktif seperi flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid yang terbukti secara ilmiah berkhasiat sebagai antihipertensi, antidiabetes, antiinflamasi, dan antioksidan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kearifan lokal Suku Sunda di Desa Mulyoharjo memiliki nilai ilmiah yang kuat dan berpotensi menjadi solusi kesehatan yang terjangkau secara ekonomi dan dan mudah dibudidayakan.
Eksplorasi Tumbuhan Berpotensi Sebagai Etnoveteriner Di Suku Sunda Devi Chantika; Tiara Jesika; Fitria Lestari
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada masyarakat Desa Belumai I di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, khususnya kelompok etnis Sunda, di mana teknik pengobatan tradisional masih banyak digunakan karena faktor ekonomi; pengobatan ini terjangkau dan tanaman bahannya mudah dibudidayakan. Tanaman memiliki beragam manfaat, termasuk untuk pencegahan penyakit pada ternak. Metode penelitian eksploratif digunakan dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini mengidentifikasi 20 spesies tanaman dari berbagai famili yang memiliki potensi untuk aplikasi etnoveteriner. Famili yang paling banyak ditemukan adalah Zingiberaceae. Bagian tanaman yang paling umum digunakan untuk tujuan etnoveteriner adalah daun (50%). Metode pengolahan yang dilakukan meliputi perebusan, pengeringan, penumbukan, dan pengirisan. Temuan ini menunjukkan bahwa tanaman obat memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam inisiatif pendidikan masyarakat, khususnya untuk penanganan penyakit ternak.
Eksplorasi Etnobotani Tumbuhan Berpotensi Sebagai Bahan Kerajinan di Desa Kayu Ara Dea Najla Afifah; Fitria Lestari
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Desa Kayu Ara memanfaatkan tumbuhan sebagai bahan kerajinan. Masyarakat Desa Kayu Ara menggunakan tumbuhan untuk membuat sesuatu yang lebih bermanfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan, organ tumbuhan yang dimanfaatkan, serta proses pengolahannya sebagai bahan kerajinan, untuk mengeksplorasi pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan tumbuhan sebagai bahan kerajinan. Penelitian dilaksanakan pada 11 Mei 2026 menggunakan Metode penelitian survei dengan wawancara langsung, observasi langsung di lapangan dengan pendekatan PEA (Participatory Ethnobotanical Appraisal), pencatatan data wawancara dengan masyarakat di Desa Kayu Ara, dan identifikasi tumbuhan sebagai bagian dari proses pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 20 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan. Jenis yang paling dominan digunakan adalah pisang, bambu, rotan, eceng gondok, dan kelapa. Organ tumbuhan yang dimanfaatkan meliputi batang, daun, buah, serat, dan rimpang, dengan batang sebagai bagian yang paling banyak digunakan (90%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Kayu Ara memiliki pengetahuan yang baik dalam memanfaatkan tumbuhan sebagai bahan kerajinan, sehingga berpotensi mendukung pelestarian dan peningkatan nilai ekonomi masyarakat.
Eksplorasi Tumbuhan Obat Pada Suku Bali Desa Campur Sari Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas Winanti Putri Aprilia; Deca Anggraini; Fitria Lestari
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan tumbuhan obat sebagai salah satu tradisi masyarakat Suku Bali, Desa Campur Sari, Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan etnobotani. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode yang terdiri dari tiga tahap, yaitu reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 21 spesies dari berbagai famili. Famili Zingiberaceae merupakan kelompok yang paling banyak ditemukan, yaitu temu tis, kunyit, kencur, lengkuas, dan jahe. Pemanfaatan tumbuhan obat ini merupakan tradisi turun-temurun oleh orang tua terdahulu. Berbagai jenis tumbuhan tidak hanya digunakan sebagai sarana pengobatan tradisional, tetapi juga memiliki peran krusial dalam upacara adat dan keagamaan. Disimpulkan bahwa pemanfaatan tumbuhan diharapkan dapat menjadi upaya pelestarian keanekaragaman hayati dan mendokumentasikan pengetahuan tradisional di Suku Bali.
Bagian Tumbuhan Yang Dimanfaatkan Sebagai Bahan Pewarna Alami Pada Suku Jawa Di Desa Sukakarya Meida Angelina Aulia Fitri; Fitria Lestari
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan pewarna merupakan tumbuhan yang dapat menghasilkan warna karena pigmen yang terkandung di dalam sel tumbuhan. Pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan pewarna alami menjadi salah satu upaya dalam mengurangi penggunaan pewarna sintetis yang dapat menimbulkan dampak buruk bagi Kesehatan dan juga lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagian tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami pada masyarkat suku Jawa di desa Sukakarya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi, eksplorasi, wawancara, dokumentasi, dan  studi literatur. Data di analisis secara deskriptif berdasarkan bagian tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa diperoleh 20 jenis tumbuhan di desa Sukakarya yang dapat di manfaatkan sebagai bahan pewarna alami dan bagian yang paling sering digunakan adalah daun, bunga, buah, dan rimpang. Sebagian besar tumbuhan pewarna alami yang ditemukan bersal dari famili Fabaceae sebesar 15%, sedangkan famili lainnya tersebar dengan presentase masing-masing 5% kunyit Curcuma longa menjadi salah satu tumbuhan yang paling sering dimanfaatkan oleh suku Jawa di desa Sukakarya. Pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan pewarna alami selain mudah untuk ditemukan pewarna alami juga dinilai lebih aman dan ramah lingkungan di bandingkan pewarna sintetis.
Identifikasi Tumbuhan Obat Tradisional Pada Suku Melayu Lembak Tenny Raisa Ramadhani; Anisa Aprila; Fitria Lestari
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan, bagian tumbuhan yang dimanfaatkan serta cara pemanfaatannya sebagai obat tradisional oleh masyarakat kelurahan kayu ara, kota lubuklinggau. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan april 2026. Pemilihan responden dilakukan menggunakan teknik purporsive sampling. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 23 jenis tumbuhan obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat kelurahan kayu ara, diantaranya ada Jahe (Zingiber officinale), Kunyit (Curcuma longa), dan daun sirih (Piper betle). Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan untuk diolah menjadi obat adalah daun, rimpang, buah, dan batang. Menurut responden, manfaat dari tumbuhan obat yaitu dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti menurunkan tekanan darah, mengatasi batuk, demam, menjaga kesehatan pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, melancarkan produk ASI, serta sebagai antibakteri alami. Kesimpulan penelitian ini adalah masyarakat kelurahan kayu ara masih memanfaatkan tumbuhan herbal sebagai obat tradisional untuk menjaga kesehatan.
Co-Authors Abdul Basith Ade Fitriani, Ade Afthalia Oktavisha Agus Andriansah Andriana Sofiarini Andriani, Silva Anisa Aprila Apriliani, Berliana Ariandini, Shanti Asep Sukenda Egok Asmiati Asmiati Atika Widya Ningrum Bambang Hariyadi Cahyani, Jeshinta Dwi Dea Najla Afifah Deca Anggraini Dedy Firduansyah Della Tri Utami Deni Efendi Desi Tri Lestari Desmayanasari, Dwi Desmi Viana Putri Devi Anggraeni Cleo Devi Chantika Diah Maretta Putri Dinda Dwi Putri Dinanti Dinissjah, Yupita Anjelica Endang Suswati Endang Widi Winarni Euis Nur Af'idah Farid, Fajri Febrianti, Yuli Fraydha D, Rifa Fredi Ganda Putra Frengky Alexander Pratama Gusti Aldo Wijaya Harmoko Harmoko Haryanto Haryanto Herlyana, Azahra Indah Meilanda Indah Meilanda Ivoni Susanti Ivoni Susanti Ivoni Susanti Ivoni Susanti Ivoni Susanti Ivoni Susanti ivoni susanti Julia Nur Fadilah Julia Nur Fadilah Juwati Juwati Kalyca, Argya Kesi Anggraini Kholisoh, Siti Nurul Kusmiati, Iis Leni Marlina Linda Nur Ulfa Lisa Fatma Sari Mareta Widiya Maulidi, Ikhsan Meida Angelina Aulia Fitri Merti Triyanti Muhamad Syazali Muhammad Kristiawan Muhammad Luthfi Nadhita Denia Putri Nadia Sah Putri Nazwa D, Shiva Nindia Saputri Nopa Nopiyanti Noprisa, Noprisa Nopriyeni Nopriyeni Novianti Mandasari Nur Nisai Muslihah Ovilia Putri Utami Gumay Parida, Epa Puja Ayu Intan Asmara putri, amanda Rahmawati, Laily Isnaini Rambat Nur Sasongko Rayandra Asyhar Reni Betharia Reny Dwi Riastuti Rezeki, Desi Tri Ria Dwi Jayanti Ria Dwi Jayati Rines Ariska RiniNurfauziah Riri Afrilia Samitra, Dian Sandy Aulia Saputra, Rama Selvi Andini Sepriyaningsih Sepriyaningsih Shinta Purnamasuti Sindi Purnama Sari Sinta Bella Lestari Siti Fauziatu Sri Hastuti Noer Suci Ramadhan, Bulan Suryatul Aini Asyhara Susanti, Ivoni Tenny Raisa Ramadhani Tiara Jesika Ulandari, Sefti Vina Apriliani Wardianti, Yunita Wibowo, Deni Sapto Winanti Putri Aprilia Wiyono, Joko Yuli Febrianti Yunita Yunita Yusfan Imansyah Yusfan Imansyah Zurweni Zurweni