Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Beberapa Tolok Ukur Vigor untuk Pendugaan Perpanjangan Masa Edar Benih Padi (Oryza sativa L.) Lilis Yati Febriani; Eny Widajati
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 3 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.008 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i3.15805

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh beberapa tolok ukur vigor benih yang paling efektif untuk pendugaan perpanjangan masa edar benih padi. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Institut Pertanian Bogor dan Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan Hortikultura, Cimanggis, Depok dari bulan Juli 2011 sampai Oktober 2011. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan acak lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama adalah lot  benih dan faktor kedua adalah periode simpan. Faktor lot benih terdiri atas var. Ciherang dengan tanggal kadaluarsa 15 Juni 2011 (Lot A), var. Inpari 10 Laeya dengan tanggal kadaluarsa 10 Juli 2011 (Lot B), var. Situ Bagendit dengan tanggal kadaluarsa 21 Juli 2011 (Lot C). Faktor kedua adalah periode simpan terdiri atas 0, 2, 4, 6, 8, 10 dan 12 minggu. Variabel yang efektif untuk menduga masa simpan benih padi adalah nilai delta. Penelitian ini menunjukkan Lot A mencapai akhir Periode II dan memasuki Periode III dari enam minggu periode penyimpanan. Lot B dan Lot C mencapai titik anomali, dengan nilai delta maksimum pada dua minggu setelah periode penyimpanan. Lot B dan Lot C pada penelitian ini hanya bisa dilakukan perpanjangan masa edar sampai periode simpan 2 minggu.
Aplikasi Bakteri dalam Perlakuan Seed Coating untuk Mempertahankan Viabilitas dari Benih Cabai (Capsicum annuum L.) yang Sehat Herliyana Indahwardani; Eny Widajati; . Giyanto
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 1 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.984 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i1.15883

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perlakuan pelapisan benih menggunakan bakteri Bacillus subtilis, Pseudomonas keompok. fluorescens dan Serratia marcescens terhadap viabilitas benih cabai (Capsicum annuum L.) selama di penyimpanan. Penelitian ini mengunakan rancangan petak tersarang dengan tiga ulangan. Petak utama adalah periode simpan (0, 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21 dan 24 minggu) dan anak petak adalah perlakuan coating dengan bakteri tertentu (Bacillus subtilis, Pseduomonas kelompok fluorescens, Serratia marcescen dan kontrol). Benih cabai IPB C5 masih memiliki viabilitas yang cukup baik  hingga akhir penyimpanan, ditunjukkan dengan nilai daya berkecambah sebesar 77.33%. Perlakuan kontrol dan coating menggunakan bakteri menunjukkan nilai daya berkecambah, indeks vigor, kecepatan tumbuh dan bobot kering kecambah normal yang tidak berbeda nyata. Ketiga bakteri yang digunakan sebagai pelapis masih dapat hidup sampai periode simpan 24 minggu dengan populasi 5.89 x 104 cfu g-1 untuk Pseudomonas kelompok fluorescens, 4.79 x 104 cfu g-1 untuk Bacillus subtilis dan 1.70 x 104 cfu g-1 untuk Serratia marcescens.
Aplikasi Enzim Ligninase dan Selulase untuk Meningkatkan Perkecambahan Benih Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Pematang Siantar, Sumatera Utara Putra K Hadi; Eny Widajati; Selly Salma
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 1 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.273 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i1.15894

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Pematang Siantar, Sumatera Utara, mulai dari 1 Maret hingga 24 Juli 2010. Fokus kegiatan ada pada  divisi pematahan dormansi dan perkecambahan benih di PPKS. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah: 1) Dua varietas benih kelapa sawit diuji responnya terhadap perbedaan perlakuan yang dilakukan .; 2) Benih varietas Yangambi, ada tiga teknik aplikasi enzim ligninase dan selulase yang memberikan hasil efektif dengan peningkatan nyata dari kekuatan tumbuh, potensi tumbuh maksimum, dan kecepatan tumbuh benih serta menurunkan indeks dormansi benih. Ketiga tekni tersebut adalah P1 dengan pemanasan selama 40 hari, perendaman air (3 hari), perendaman enzim ligninase (1 hari) dan perendaman enzim selulase (2 hari); P2 dengan pemanasan selama 40 hari, perendaman enzim ligninase (1 hari), perendaman enzim selulase (2 hari) dan perendaman air (3 hari), dan P3 dengan pemanasan selama 40 hari, perendaman campuran enzim ligninase dan selulase (3 hari) dan perendaman air (3 hari).; 3) Pada varietas Langkat, ligninase dan selulase tidak memberikan peningkatan signifikan pada kekuatan tumbuh benih, potensi tumbuh maksimum, dan menurunkan indeks dormansi benih. Pada kecepatan tumbuh benih, aplikasi enzim hanya efektif di P2.; 4) Aplikasi dari ligninase dan selulase enzim dalam varietas Langkat dan Yangambi terbukti dapat mengurangi panjang pemanasan biji di ruang pemanas selama 10 hari di P4 dan selama 20 hari perlakuan di P1, P2 dan P3.; 5) Aplikasi enzim lignoselulase pada bibit kelapa sawit tidak menyebabkan gejala kelainan pada bibit.
Penggunaaan Zeolit untuk Mempertahankan Viabilitas Benih Pala (Myristica fragrans Houtt) Selama di Penyimpanan Maisaroh Tanjung; Eny Widajati; Faiza C. Suwarno
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 2 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.453 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i2.16788

Abstract

Benih pala termasuk kelompok benih rekalsitran yang membutuhkan kondisi lembab selama penyimpanan. Zeolit adalah endapan vulkanik yang dimanfaatkan sebagai bahan pelembab. Kondisi lingkungan periode penyimpanan merupakan faktor penting yang mempengaruhi viabilitas benih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kondisi penyimpanan dengan penambahan zeolit dan periode simpan terhadap viabilitas benih pala. Percobaan disusun dalam Split Plot dengan Rancangan Acak Lengkap menggunakan tiga ulangan. Petak utama adalah kondisi simpan yaitu H0= kondisi kering (tanpa zeolit) dan H1= kondisi lembab (dengan zeolit). Anak petak adalah periode simpan (P) terdiri dari enam taraf : P0= tanpa penyimpanan (0 hari), P1  = penyimpanan 3 hari, P2  = penyimpanan 6 hari, P3  = penyimpanan 9 hari, P4  = penyimpanan 12 hari,  P5 = penyimpanan 15 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi simpan dengan zeolit lebih baik dibandingkan dengan kondisi simpan tanpa zeolit dalam mempertahankan viabilitas benih pala. Kondisi simpan dan periode simpan terbukti berpengaruh nyata terhadap parameter viabilitas potensial dengan tolok ukur daya berkecambah, viabilitas total dengan tolok ukur potensi tumbuh maksimum, serta vigor benih dengan tolok ukur kecepatan tumbuh dan indeks vigor. Penyimpanan dengan zeolit meningkatkan kadar air benih dari 34.61% menjadi 39.69%, sedangkan penyimpanan tanpa zeolit mempertahankan kadar air benih dari 27.83% menjadi 22.86%. Kondisi kadar air yang tinggi dapat mempertahankan viabilitas tetap tinggi yang ditunjukkan pada viabilitas benih tetap tinggi hingga periode simpan hari-15.
Pemanfaatan Bakteri Pseudomonas Flourescens Rh4003 dan Asam Askorbat untuk Mempertahankan Viabilitas Benih Padi Hibrida A. A. Keswari Krisnandika; Eny Widajati; Abdjad Asih Nawangsih
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 2 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.619 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i2.16800

Abstract

Padi hibrida memiliki glume terbuka yang berperan penting pada laju perlambatan viabilitas benih selama penyimpanan. Serta untuk mencapai hasil panen padi hibrida yang optimal membutuhkan asupan nutrisi yang berkualitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh formula lapisan benih dengan penambahan bakteri Pseudomonas fluorescens RH4003 sebagai Pertumbuhan Tanaman Memnghasilkan Rhizobakteri dan asam askorbat sebagai antioksidan, menghambat viabilitas benih padi hibrida dalam penyimpanan. Penelitian ini terdiri dari tiga seri percobaan, yaitu menggunakan 3 varietas padi hibrida (DG-1, Intani dan SL-8), Rancangan percobaan yang digunakan yaitu petak bersarang dengan enam kali periode penyimpanan sebagai petak utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lapisan yang menggunakan asam askorbat merupakan perlakuan terbaik dari semua variabel viabilitas hampir pada semua varietas. Perlakuan dengan menggunakan bakteri memiliki hasil yang signifikan (p < 0.01) meningkatkan laju pertumbuhan dan indeks vigor pada minggu keenam penyimpanan sebesar 22.48% per etmal dan 83.33% untuk varietas benih padi SL-8. Lapisan DG-1 yang menggunakan asam askorbat pada minggu keenam mengakibatkan indeks vigor tertinggi (90 %) yang signifikan (p<0.5) dan peningkatan yang sangat signifikan pada perkecambahan benih dan indeks vigor minggu kesembilan penyimpanan untuk varietas SL-8 SHS (92.67% dan 73.33%).
Perlakuan Benih diantara Periode Penyimpanan untuk Meningkatkan Daya Simpan Benih Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) Shinta Nugraheni Kusumastuti; Eny Widajati
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 2 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.602 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i2.16805

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan perlakuan benih diantara periode penyimpanan  untuk meningkatkan daya simpan benih kedelai. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakutas Pertanian, Institut Pertanian Bogor pada bulan Desember 2013 hingga April 2014. Perlakuan benih  yaitu  (1) pencucian dengan air hangat , (2) pencucian dengan air dingin, (3) pencucian dengan fungisida mankozeb, (4) penjemuran di bawah matahari. Benih yang telah diberi perlakuan (1), (2) dan (3) dikeringkan hingga mencapai kadar air 8 - 9% dengan cara dijemur di bawah matahari. Benih   disimpan di ruang suhu rendah (± 5 °C) dan di ruang kamar (26-30 °C) menggunakan plastik polipropilen (0.08 mm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa benih yang tidak diberi perlakuan hanya mampu mempertahankan daya berkecambah 80% hingga 6 minggu. Perlakuan pencucian benih dengan fungisida mankozeb, pencucian dengan air dingin dan penjemuran benih tanpa dicuci terlebih dahulu dapat meningkatkan viabilitas benih serta dapat mempertahankan daya berkecambah >80%  hingga akhir penyimpanan, 16 minggu setelah perlakuan baik pada penyimpanan suhu rendah maupun suhu kamar. Perlakuan penjemuran di bawah sinar matahari dapat menjadi pilihan terbaik sebagai perlakuan invigorasi benih diantara periode penyimpanan karena murah dan mudah dilakukan serta memberikan hasil yang baik.
Studi Perkecambahan Benih Ciplukan (Physalis peruviana L.) Pada Beberapa Tingkat Masak Buah Norul Dewi Susanti; Eny Widajati; Dwi Guntoro
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 3 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.249 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v7i3.30173

Abstract

Ciplukan merupakan tanaman dengan banyak manfaat. Permintaan buah ciplukan yang meningkat menjadi peluang yang baik bagi petani. Masalah yang dihadapi petani adalah belum tersedianya benih bermutu. Informasi mengenai perkecambahan benih ciplukan masih sangat sedikit, sehingga perlu dilakukan pengembangan terhadap studi perkecambahan benih ciplukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan metode pengujian daya berkecambah dan mengetahui pengaruh tingkat masak dan perlakuan benih sebelum pengecambahan pada perkecambahan benih ciplukan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih IPB pada bulan Februari sampai dengan April 2019. Penelitian menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dua faktor. Faktor pertama yaitu tingkat masak benih yang diindikasikan oleh warna kelopak buah yaitu hijau kekuningan, kuning dan coklat. Faktor kedua adalah perlakuan sebelum pengecambahan yaitu tanpa perlakuan, perendaman benih dengan aquades dan perendaman dengan KNO3 0.2% selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengamatan daya berkecambah hitungan pertama adalah pada 14 HSP dan hitungan kedua pada 28 HSP. Berdasarkan pengamatan indeks vigor dan kecepatan tumbuh, panen benih terbaik dapat dilakukan ketika kelopak buah berwarna kuning hingga coklat. Perlakuan benih sebelum pengecambahan dengan KNO3 nyata meningkatkan daya berkecambah pada tingkat masak kuning.
Penyimpanan Mahkota Nanas dan Zat Pengatur Tumbuh pada Pertumbuhan Setek Basal Daun Asal Mahkota Putri Mian Hairani; Mohamad Rahmad Suhartanto; Eny Widajati
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 25 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.483 KB) | DOI: 10.18343/jipi.25.2.278

Abstract

The availability of pineapple seedlings in the field is a problem in the development of Smooth cayenne pineapple because of limited sources of planting material compared to the other types. Effort that can be done to solve the problem is to use the method of crown leaf-bud cutting. Propagation of pineapple (Ananas comosus L) with the method of crown leaf-bud cutting is not optimum so it can be optimized; one of them is by giving the duration of storage treatment and application of plant-growth regulators. The experiment was aimed to study the effect of crown storage duration and plant growth regulators on the growth of pineapple seedlings. The experiment was arranged in a nested plot design. Duration of crown storage for 2 (control), 10, and 20 days in room conditions at a temperature of 29-35°C and humidity of 46-70% as the main plot. The subplot was combination of indole-3-butyric acid (IBA) and 6-benzylaminopurine (BAP) with the concentrations: IBA 300 ppm and BAP 400 ppm, IBA 300 ppm and BAP 600 ppm, IBA 400 ppm and BAP 400 ppm, as well as IBA 400 ppm and BAP 600 ppm. The results of the experiment showed that the leaf-bud cuttings which stored for 10 days 57.34% were survived, 57.15% were sprouted, and 51.62% were rooted, while the control that survived, sprouted, and rooted did not reach more than 30%. The content of endogenous ABA in the crown leaf-bud shoots decreased significantly after being stored for 10 and 20 days, while the contents of endogenous auxins and cytokines were not different from the controls. Application of IBA 400 ppm combined with BAP 400 and 600 ppm increased the percentages of survived and sprouted cutting 1.5-1.7 times compared to control. Keywords: auxin, cytokines, exogenous hormone, endogenous hormone, vegetative propagation
Pelet Bakteri Probiotik untuk Biokontrol Xanthomonas oryzae pv. oryzae dan Viabilitas Benih Padi Anak Agung Keswari Krisnandika; Eny Widajati; Wawan Hermawan; Giyanto Giyanto
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 12 No 1 (2016)
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.369 KB) | DOI: 10.14692/jfi.12.1.27

Abstract

Probiotic bacteria collection from the rice plant tissue (i.e. endophytic 467 and endophytic 748 isolates), the rhizosphere (Ralstonia pickettii TT47) and that from the ground (actinomycetes 6) has been reported as biocontrol agents. The effect of pellet containing probiotic bacteria to suppress Xanthomonas oryzae pv. oryzae pathogen in rice seed has not been known thoroughly. This research was carried out to evaluate the effect of pellet containing probiotic bacteria in maintaining viability of rice seeds infected by X. oryzaepv. oryzae. A dual culture method was used to test the antagonistic activities between probiotic bacteria and X. oryzaepv. oryzae. Isolates R. pickettii TT47, endophytic 467 and actinomycetes 6 showed antagonistic activities against X. oryzae pv. oryzae. Among them, only endophytic 467 and actinomycetes 6 that showed compatibility. Pellet formulation (talc + CMC 1.5% + glycerol 1%) contain actinomycetes 6 singly or combination with endophytic 467 in infected Ciherang rice seed was able to suppress population X. oryzaepv. oryzae as long as 6 weeks storage. While, the highest percentage of seed germination and seedling growth rate during 6 weeks storage was obtained on pellet formulation with R. pickettii TT47, i.e. 86.67% and 17.17% etmal-1 respectively and significantly different with infected nonpelleted rice seed (62.67% and 11.02% etmal-1). In conclusion, the application of probiotic bacteria R. pickettii TT47, endophytic 467 and actinomycetes 6 in pellet formulation was effective to decrease X. oryzaepv. oryzae and maintain viability of infected rice seed in 6 weeks storage.
Pengendalian Burkholderia glumae pada Benih Padi dengan Perlakuan Panas Kering dan Minyak Cengkeh Kresnamurti Kurniasih; Giyanto Giyanto; Meity Suradji Sinaga; Kikin Hamzah Mutaqin; Eny Widajati
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol. 16 No. 3 (2020)
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.16.3.123-134

Abstract

Control of Burkholderia glumae in Rice Seed by Dry Heat and Clove Oil Treatments Burkholderia glumae is a seed-borne pathogen that causes bacterial grain rot (BGR) ​disease in rice. This study aims to obtain ​disease in rice. This study aims to obtain B. glumae control techniques in rice seeds using a combination of dry heat and clove oil treatment without reducing the quality of rice seeds. This research consisted of several stages, namely: 1) preparation of healthy and infected seeds of B. glumae, 2) determination of the temperature and duration range of treatment that effectively reduced of the B. glumae population without reducing the viability of healthy seeds, 3) the effect of dry heat treatment on population B. glumae and seed viability of infected seed, 4) determination concentration of clove oil that decreases B. glumae population without decreasing seed viability of healthy seed, 5) the effect of clove oil treatment on B. glumae population and seed viability of infected seed and 6) combination of dry heat and clove oil treatment to control B. glumae in infected seed. The study showed that B. glumae population in rice seeds reduced as much as 97.68%, 98.00% dan 99.38% by dry heat treatment at 55 °C for 3, 4, and 5 hours without decreasing seed germination (seeds germination respectively 92%, 94% dan 93%). Application of clove oil 0.5% and 0.75% were able to reduce the bacterial population of 86.61% and 98.26% with the seed germination of 90.25% and 90.00%. The combination of 0.75% clove oil treatment followed by dry heat treatment at 55 °C for 5 hours eliminated all B. glumae in rice seeds without reducing the seed germination
Co-Authors , Dina , Ramlafatma ,, Saipulloh . Giyanto Abdjad Asih Nawangsih Abdul Qadir Achmad Achmad Anak Agung Keswari Krisnandika Anggraini, Dwi Vista Annisa Nursoleha Ansella, Yohanda Anugrah, Mertya Arif, Mohamad Awang Maharijaya Bambang Sapta Purwoko Baran Wirawan Blair Moses Kamanga Cici Tresniawati Dahlan, Ade Muhamad Daniel Happy Putra Danu Kuncoro Devi Liana DEVI RUSMIN DEVI RUSMIN Devi Rusmin Diaguna, Ridwan Didy Sopandie Dirgahani Putri Dwi Gery Febriyan Dwi Guntoro Dyah - Manohara DYAH MANOHARA Dyah Manohara Edi Santosa Edi Santosa Edi Santosa Edy Suprianto Efendi, Darda Endah Retno Palupi Endah Retno Palupi ENDANG MURNIATI Esti Rahayu Esty Puri UTAMI Esty Putri Utami Esty Putri Utami Fahmi, Mochammad Faiza C. Suwarno Faiza C. Suwarno Faiza Chairani Suwarno Faqih Udin Febriani, Lilis Yati Febriyan, Dwi Gery Gani Jawak Giyanto Giyanto Giyanto Giyanto Giyanto, dan Gundala, Belangie Tuahte Hadi, Putra K Haura Fikriyah Hakimah Herliyana Indahwardani Imroatus Sa’adah Indahwardani, Herliyana Irfan Firmansyah, Irfan Iswari Saraswati Dewi Juliana Maia Kamanga, Blair Moses Kikin H Mutaqin Kresnamurti Kurniasih Krisnandika, A. A. Keswari Kusumastuti, Hamiddah Intan Kusumastuti, Shinta Nugraheni Lilis Yati Febriani M.R. SUHARTANTO M.R. SUHARTANTO, M.R. Maisaroh Tanjung MANOHARA, DYAH Manohara, Dyah - Maryati Sari Masitadewi, Ervin Mathius, dan Nurita Toruan Meity Suradji Sinaga Memen Surahman Mia Kosmiatin Mohamad Arif Mohamad Arif Mohamad Rahmad Suhartanto Mubarak, Farahdina Muhamad Rezki Mauladi Muhamad Syukur Muhammad Afif Muhammad Machmud Nadiya Iftiwata Rahmah Nelly Fridayanti Ni Made Armini Wiendi Nizaruddin . Norul Dewi Susanti Nur Syam Ismaniza A., Siti Nur Syam Ismaniza A. Nurita TORUAN-MATHIUS Nutrita Toruan Mathius Otih Rostiana Peni Handayani Permatasari, Okti Syah Isyani Pitri Ratna Asih Pradana, Adhitya Vishnu Pramudita, Listya Purwoko, Bambang Sapta Purwoko Putra K Hadi Putri Mian Hairani Putro, Trisno Yuwono Qadir , Abdul Qadir, Abdul Qudus Sabha Adhinugraha R Pelealu, Rian Virvian Hidayat R. Palupi, Endah Rafi Fauzan Raga, Yuan Rahmah, Nadiya Iftiwa Riski Meliya Ningsih RUSMIN, DEVI RUSMIN, DEVI Sabar Pramono Sani, Mutiyara Sarah Desmia Muchtar Sarah Desmia Muchtar Satrias Ilyas Satriyas Ilyas SATRIYAS ILYAS Selly Salma Selly Salma Shinta Nugraheni Kusumastuti Siti Fadhilah, Siti Sobir Sobir Sri Suharyati Vityaningsih Sri Wilarso Budi SUHARTANTO, M.R. Suhartanto, Muhammad Rahmad Sukartini Supijatno Surya Kurnia Putra, Dicky Suwarno, Faiza C. Syah Isyani Permatasari, Okti Tanjung, Maisaroh Tantri Palupi Tati Budiarti Tefa, Anna Tri Astuti Trikoesoemaningtyas Trisno Yuwono Putro Wawan Hermawan Willy Bayuardi Suwarno Yuyuk Agung Lastiandika Yuyuk Agung Lastiandika