p-Index From 2021 - 2026
4.865
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MANAJEMEN HUTAN TROPIKA Journal of Tropical Forest Management Jurnal Silvikultur Tropika (JST) Forum Pasca Sarjana Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan (Journal of Soil Science and Environment) Indonesian Journal of Geography Bumi Lestari Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Jurnal Ilmu Lingkungan Jurnal Agrista Journal of Tropical Soils Jurnal Kawistara : Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam JURNAL ANALISIS KEBIJAKAN KEHUTANAN Jurnal Agro Ekonomi Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Jurnal Penelitian Tanaman Industri Wacana, Jurnal Sosial dan Humaniora Jurnal Ilmu Ternak Veteriner Journal of Degraded and Mining Lands Management AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Journal of Regional and City Planning Indonesian Journal of Geospatial Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Ecogreen Jurnal Zeolit Indonesia Jurnal Tataloka Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan INTENSIF: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Penerapan Teknologi Sistem Informasi JURNAL ILMIAH GEOMATIKA MAJALAH ILMIAH GLOBE Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Jurnal Segara International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES) Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Jurnal Penelitian Tanaman Industri (Littri) Jurnal Agro Ekonomi Jurnal Tanah dan Iklim Science and Environmental Journals for Postgraduate Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Amerta The International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES)
Claim Missing Document
Check
Articles

PEMODELAN PENETAPAN LAHAN SAWAH BERKELANJUTAN BERBASIS REGRESI LOGISTIK DAN EVALUASI LAHAN MULTIKRITERIA DI KABUPATEN SUKABUMI Santosa, Sigit; Rustiadi, Ernan; Mulyanto, Budi; Murtilaksono, K; Widiatmaka, Widiatmaka; Rachman, Noer F
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 16, No 2 (2014)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.783 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2014.16-2.65

Abstract

ABSTRAKAlih fungsi sawah terus terjadi di Pulau Jawa sehingga mengancam ketahanan pangan nasional. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan kebijakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) belum mampu mengendalikan alih fungsi sawah. Penelitian ini bertujuan untuk membangun model penetapan lahan sawah berkelanjutan menggunakan metode regresi logistik dan evaluasi lahan multikriteria. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Sukabumi yang merupakan wilayah perbukitan di bagian selatan Pulau Jawa dengan luas lahan sawah yang cukup besar dan mendukung ketersediaan pangan nasional. Pemodelan dibangun berdasarkan karakteristik alih fungsi lokal dengan mempertimbangkan konsep pembangunan berkelanjutan. Variabel-variabel penting yang mendukung terjadinya alih fungsi sawah yang dipertimbangkan adalah jarak sawah terhadap jalan, permukiman, dan industri. Hasil regresi logistik selanjutnya menjadi masukan bobot bagi evaluasi lahan multikriteria yang dapat menghasilkan tiga skenario kebijakan perlindungan sawah, yaitu standar, protektif, dan permisif guna kepentingan pembangunan. Melalui pemodelan ini diperoleh sawah-sawah prioritas lindung yang memudahkan pengelolaannya dan sekaligus menjadi penyangga bagi sawah-sawah di belakangnya.Kata Kunci: model perlindungan lahan sawah berkelanjutan, regresi logistik, evaluasi lahan multikriteriaABSTRACTConversion of paddy fields has continuously occurred in Java Islands, thus threatens a national food security. The Regional Spatial Planning and the Policy on Sustainable Food-crop Agricultural programs seem to unable to control paddy field conversion. This research was conducted to develop a sustainable paddy field zone delineation model using logistic regression and multicriteria land evaluation. The research location is in the Sukabumi Regency which is has various morphology and large paddy fields to support national food security. The model is developed by local conversion characteristics and considering the concept of sustainable development. Important variables that contribute to paddy fields conversion are the distance to road, settlements and industrial regions. Results of logistic regression then become the input for weighted criteria to develop three policy scenarios of paddy fields protection; standard, protective, and permissive in order to support regional development. Through this model, we obtain the priority paddy fields to be protected as well as become buffer zones for the surrounding paddy fields.Keywords: paddy fields protection model, logistic regression, multicriteria land evaluation
DISTRIBUSI SPASIAL BESARAN EROSI UNTUK PERENCANAAN PENGGUNAAN LAHAN LESTARI Widiatmaka, Widiatmaka; Soeka, Benar Darius Ginting
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 14, No 1 (2012)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.008 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2012.14-1.137

Abstract

Metode penghitungan erosi yang digunakan pada umumnya merupakan metode penghitungan statis, artinya penghitungan pada suatu tempat atau titik tertentu. Penghitungan spasial dapat dilakukan dengan mempertimbangkan faktor penyebab erosi setempat. Perhitungan spasial perlu dilakukan, agar upaya konservasi dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan lokal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung secara spasial besaran erosi wilayah, untuk kemudian digunakan sebagai input bagi pertimbangan konservasi. Penelitian ini dilakukan di UPT Rantau Pandan SP-1, Provinsi Jambi. Transmigran ditempatkan di UPT ini sejak tahun 2000/2001, dan merupakan transmigrasi pola lahan kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besaran erosi maksimal berkisar dari 2,32 ton/ha/tahun sampai 428,43 ton/ha/tahun. Nilai ini merupakan besaran erosi maksimal pada beberapa tipe penggunaan lahan. Lahan di Rantau Pandan SP-1 memiliki Tingkat Bahaya Erosi yang terklasifikasikan ringan sampai sangat berat. Erosi yang diperbolehkan (Edp) di UPT Rantau Pandan SP-1 berkisar antara 28,8 sampai 36 ton/ha/tahun, dengan mempertimbangkan faktor kelestarian tanah 300 tahun. Spasialisasi erosi dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa asumsi yang sesuai dengan pengamatan kondisi lapangan. Pada tiap-tiap poligon penggunaan lahan dapat dapat ditetapkan besarnya erosi maksimal, yang kemudian dapat digunakan untuk penentuan teknik konservasi tanahnya. Karena erosi yang dipertimbangkan adalah erosi maksimal, keamanan terhadap bahaya erosi dapat lebihdijamin.Kata Kunci: Erosi, Spasialisasi, Tingkat Bahaya Erosi, Erosi yang Diperbolehkan ABSTRACTMethod of erosion calculation used is basically a static calculation that is a calculation on a point. Spatialisation can be done by considering the local spatial factors determined erosion. Spatial of erosion calculation need to be done, so that conservation efforts can be carried out in accordance with local requirements. The purpose of this study was to quantify the spatial rate of erosion of the region, to be used as input for the conservation consideration. The research was conducted in transmigration site of Rantau Pandan SP-1, Jambi Province. Transmigrants in this site are placed in the year 2000/2001, considered as dry land farming transmigration. The results of the research showed that the magnitude of the maximum erosion in transmigration site of Rantau Pandan SP-1 ranged from 2,32 tonnes/ha/year to 428,43 tonnes/ha/year. The magnitude of this erosion is the maximum erosion in some land use types in the settlement and other part of land. Lands in Rantau Pandan SP-1 have an erosion hazard rate which was classified as mild to very severe. Tolerable erosion at Rantau Pandan SP-1 ranged from 28,8 to 36 tonnes/ha/year, taking into consideration the 300 years preservation of the land. Spatialization of erosion can be done using several assumptions in accordance with the observations of field conditions. In each land use polygon can be assigned a maximum amount of erosion, which can then be used for the determination of soil conservation techniques. As erosion considered is the maximum erosion, security against erosion can be guaranteed.Keywords: Erosion, Spatialization, Erosion Hazard Rate, Tolerable Erosion
KESESUAIAN LAHAN FISIK DAN EKONOMI UNTUK PADI SAWAH: STUDI KASUS WILAYAH PERENCANAAN KOTA TERPADU MANDIRI RAWAPITU, PROVINSI LAMPUNG Widiatmaka, Widiatmaka
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 15, No 1 (2013)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.831 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2013.15-1.76

Abstract

ABSTRAKPengembangan wilayah perlu didukung oleh majunya sistem pertanian dengan pola usaha pokok yang dapatberbeda untuk tiap-tiap wilayah, tergantung potensinya. Evaluasi kesesuaian lahan perlu dilakukan untuk menjaminpengusahaan pola budidaya yang paling sesuai, yang secara biofisik memberikan hasil tertinggi dan secara ekonomismenguntungkan. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi pengembangan Kota Terpadu Mandiri Rawapitu, Kab.Tulangbawang, Provinsi Lampung. Evaluasi kesesuaian lahan fisik dan ekonomi dilakukan menggunakan AutomatedLand Evaluation System (ALES). Analisis dilakukan untuk komoditas padi sawah, yang merupakan komoditas utamawilayah ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah penelitian Rawapitu memiliki kelas kesesuaian lahan fisikaktual untuk padi pada kelas S2 (cukup sesuai) dan S3 (sesuai marginal). Faktor pembatas utamanya adalah bahayabanjir, retensi hara, hara tersedia dan media perakaran. Beberapa karakteristik tanah yang menjadi pembatasdominan, antara lain adalah reaksi tanah yang masam, topografi wilayah yang landai pada ketinggian tempat yangrendah. Hasil analisis kesesuaian lahan ekonomi menunjukkan bahwa baik pada pada lahan kelas S2 maupun kelasS3, pengusahaan tanaman padi masih menguntungkan, ditunjukkan oleh nilai-nilai gross margin maupun rasio B/Cnya.Upaya pengelolaan spesifik lokasi diperlukan untuk meningkatkan kesesuaian fisik, sekaligus meningkatkankeuntungan dan pendapatan petani.Kata Kunci: Automated Land Evaluation System (ALES), Evaluasi Lahan, Karakteristik Lahan, Pohon Keputusan.ABSTRACTRegional development needs to be supported by an advanced agricultural system with its main principalcommodities, which varies among different regions, depending on the potencies. Evaluation of land suitability needs tobe done, to ensure the utilization of the most appropriate commodities which biophysically gave the highest yield andeconomically profitable. The research was conducted at the location of the development of Integrated DevelopmentCity Planning (“Kota Terpadu Mandiri”) of Rawapitu at Tulangbawang Regency, Lampung Province. Physical andeconomical land suitability analysis was done using Automated Land Evaluation System (ALES) for rice field, which isthe main commodity of the region. The result showed that the study area of Rawapitu had actual physical landsuitability classes for rice field in the S2 (suitable) class and S3 (marginally suitable) class. The main limiting factorswere the danger of flooding, nutrient retention, nutrient availability and rooting medium. Some land characteristics thatbecame the dominant limiting factors were soil reactions which are acidic soil and topographic sloping at a low altitude.Economic land suitability analysis results showed that both in the land suitability class of S2 and S3, rice cultivationwas still profitable, indicated by the values of gross margin and the ratio B/C. Site-specific management measures arerequired to improve the physical suitability and at the same time increasing profits and income of farmers.Keyword: Automated Land Evaluation System (ALES), Land Evaluation, Land Characteristics, Decision Tree.
PERENCANAAN SPASIAL PENINGKATAN PRODUKSI KEDELAI BERBASIS KESESUAIAN LAHAN DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Widiatmaka, Widiatmaka; Ambarwulan, Wiwin; Munajati, Sri Lestari; Munibah, Khursatul; Murtilaksono, Kukuh; Tambunan, Rudi P; Nugroho, Yusanto A; Santoso, Paulus B.K.; Suprajaka, Suprajaka; Nurwadjedi, Nurwadjedi
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 15, No 2 (2013)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.475 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2013.15-2.86

Abstract

Pemanfaatan data survei tanah dan evaluasi lahan dilakukan untuk perencanaan peningkatan produksi kedelai menjawab tantangan kelangkaan pasokan kedelai di Kab. Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Data yang digunakan adalah hasil survei oleh Pusat Pemetaan dan Integrasi Tematik, Badan Informasi Geospasial dilengkapi dengan analisis citra dan evaluasi lahan fisik dan ekonomi untuk kedelai. Analisis kesesuaian lahan fisik dan ekonomi untuk kedelai dilakukan menggunakan Automated Land Evaluation System (ALES). Penggunaan lahan diinterpretasi menggunakan citra SPOT-5, dipertajam dengan data lebih detil menggunakan citra IKONOS dari Kementerian Pertanian. Hasil-hasil analisis diinterpretasi dalam term potensi intensifikasi kedelai pada lahan sawah eksisting dan potensi perluasan tanaman kedelai pada lahan kering yang potensial. Hasil analisis menunjukkan bahwa di wilayah Kabupaten Lombok Timur masih dimungkinkan dilakukan intensifikasi dan ekstensifikasi untuk peningkatan produksi kedelai dalam rangka peningkatan ketahanan pangan regional. Persoalannya, keuntungan petani dalam budidaya kedelai pada berbagai kelas kesesuaian lahan jauh lebih kecil dibandingkan pengusahaan padi sawah. Perencanaan fisik berbasis kesesuaian lahan perlu diikuti dengan upaya menciptakan kondisi agar penanaman kedelai menarik bagi petani dari sisi ekonomi.Kata Kunci: Ketahanan Pangan, SPOT-5, Kesesuaian Lahan, Sistem Evaluasi Lahan Otomatis.ABSTRACTData from soil survey and land evaluation were used in planning for increasing  soybean production, answering the lack of soybean supply in East Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. The results of the survey of Center for Integrated Mapping, Geospatial Information Agency were used, combined with image analysis and physical and economical land suitability analysis for soybeans. Analysis of physical and economical land suitability for soybean was performed using Automated Land Evaluation System (ALES). Land use was interpreted using SPOT-5 imagery, completed by the data of IKONOS imagery from Ministry of Agriculture. The results of the analysis were interpreted in terms of the potential intensification of soybean on existing ricefield and the potential expansion of soybean crops ondry land. The analysis showed that in East Lombok Regency, there is still possible to do the intensification and extension of soybean in order to improve regional food security. The problem is, benefit of farmers in the cultivation of soybeans in various land suitability classes are much smaller than rice cultivation. Physical planning based on land suitability needs to be coupled with efforts to create an attractive situation to farmers for planting soybean.Keywords: Food Security, SPOT-5, Land Suitability, Automated Land Evaluation System.
PERUBAHAN CADANGAN KARBON ORGANIK TANAH DALAM KONTEKS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN SELAMA 2 DEKADE Widiatmaka, Widiatmaka; Ardiansyah, M; Ambarwulan, Wiwin
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 14, No 2 (2012)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.843 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2012.14-2.148

Abstract

Karbon organik tanah (KOT) memainkan peranan yang sangat penting dalam siklus karbon global, karena merupakan pole karbon permukaan bumi yang paling besar. Pole karbon tanah merupakan 4,2 kali dari seluruh pole karbon atmosferik dan 5,7 kali pole biotik. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung perubahan penggunaan dan tutupan lahan yang terjadi dalam kurun 2 dekade, antara 1989 dan 2006 dengan mengggunakan citra Landsat 5 TM dan Landsat 7 ETM+, dan mengkuantifikasikan besaran karbon organik di dalam tanah dan untuk memperkirakan keterkaitan antara perubahan karbon organik tanah dan perubahan penggunaan dan tutupan lahan di Kabupaten Bogor selama 2 dekade terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan total luas hutan dan sawah masingmasing 24.975 ha dan 54.406 ha di wilayah penelitian. Perubahan dalam penggunaan lahan telah menghasilkan kehilangan yang mengkhawatirkan terhadap ketersediaan karbon tanah pada wilayah penelitian. Secara rata-rata, konversi hutan dan sawah menjadi ladang dan lahan terbuka/permukiman di Kabupaten Bogor menurunkan total KOT 21,33 % dari 25,99 x 106 ton pada tahun 1989 menjadi 20,44 x 106 ton pada tahun 2006. Kata Kunci: Karbon Organik Tanah, Perubahan Penggunaan Lahan ABSTRACTSoil organic carbon plays an important role in the global carbon cycle, because it is a most amount carbon pole of the earth surface. Soil carbon pole is 4,2 times that of the entire atmospheric carbon pole and 5,7 times of the biotic pole. This study aimed to quantify changes in the land use and land cover occurred in the past two decades between the 1989 and 2006 by using Landsat 5 TM and Landsat 7 ETM+, to quantify the amount of organic carbon in the soil and to estimate the relationship between changes in soil organic carbon and changes in land use and land cover in Bogor during 2 decades. The results showed that the total area of forest and rice fields decline, up to 24.975 ha and 54.406 ha in the study area. Changes in land use have resulted in an alarming loss of soil carbon stocks in the research area. On average, the conversion of forests and rice fields in Bogor Regency decrease 21,33% of total soil organic carbon, from 25,99 x 106 tons in 1989 to 20,44 x 106 tons in 2006.Keywords: Soil Organic Carbon, Landuse Change
ARAHAN SPASIAL PENGEMBANGAN MINA PADI BERBASIS KESESUAIAN LAHAN DAN ANALISIS A’WOT DI KABUPATEN CIANJUR, JAWA BARAT Cahyaningrum, Wuri; Widiatmaka, Widiatmaka; Soewardi, Kadarwan
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 16, No 1 (2014)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.604 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2014.16-1.53

Abstract

ABSTRAKMina padi merupakan metode pemeliharaan ikan dan padi dalam satu hamparan sawah. Penerapan sistem mina padi dapat meningkatkan produktivitas lahan sawah karena selain padi, petani juga akan mendapatkan ikan. Budidaya ikan sistem mina padi di Kabupaten Cianjur umumnya dilakukan pada periode penyelang antar-pertanaman padi dan tumpang sari bersama padi. Dengan demikian, dalam sekali siklus budidaya sistem mina padi dapat dilakukan 2 kali pemanenan ikan dan 1 kali pemanenan padi. Informasi mengenai wilayah yang berpotensi untuk lokasi budidaya merupakan faktor penting dalam pengembangan perikanan. Informasi dan data potensi lahan akan memberikan panduan dalam memilih lokasi yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesesuaian lahan untuk mina padi serta merumuskan arahan pengembangan budidaya ikan air tawar di Kabupaten Cianjur. Kesesuaian lahan untuk mina padi pada penelitian ini dibangun berdasarkan kesesuaian lahan untuk padi sawah dan ketersediaan daerah irigasi. Data dan informasi wilayah yang potensial dihasilkan melalui analisis kesesuaian lahan dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Rumusan arahan pengembangan dilakukan dengan analisis (A’WOT), yaitu kombinasi analisis AHP (Analytical Hierarchy Process) dan analisis SWOT (Strength – Weakness – Opportunity – Threat). Hasil analisis kesesuaian lahan menunjukkan bahwa lahan yang sesuai untuk mina padi sebesar 13.004 hektar atau 3,59% dari total luas wilayah Kabupaten Cianjur. Diantara lahan yang sesuai tersebut, lahan yang sesuai dan tersedia sebesar 9.553 ha (2,64%) dan lahan yang sesuai tetapi tidak tersedia sebesar 3.451 ha (0,95%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perencanaan lebih lanjut untuk pengembangan perikanan di Kabupaten Cianjur.Kata kunci: mina padi, SIG, kesesuaian lahan, ketersediaan lahanABSTRACTMina padi is a method of fish and paddy farming in one site of paddy field. The use of mina padi system might increase land productivity of paddy field because farmers can harvest paddy as well as fish. Fish farming through mina padi system in Cianjur Regency is generally done in two periods, which is during the period of transition and intercropping with paddy. Thus, in one farming-cycle, mina padi system can give two times of fish harvests and one times of paddy harvest. Information about farming location is an important factor in fishing development. Information and data about land potency will provide guidance to a suitable location. This study aimed to identify suitable sites for mina padi and to formulate a direction for aquaculture development in Cianjur Regency, West Java Province. Land suitability for mina padi system in this research is built based on land suitability for paddy field and availability of irrigation. Data and information on potential region was resulted by land suitability analysis and Geographic Information System (GIS). The direction for aquaculture development was resulted by A’WOT analysis, a combination between AHP (Analytical Hierarchy Process) analysis and SWOT (Strength – Weakness – Opportunity – Threat) analysis. The analysis result shows that the suitable land for mina padi was 13,004 hectares or just around 3.59% of the total region. Of such suitable land, the suitable and available land was 9,553 ha (2.64%) and the suitable but not available land was 3,451 ha (0.95%). The results are expected to become a consideration for more detailed planning of fishery development in Cianjur Regency.Keywords: mina padi, SIG, land suitability, land availability
STRATEGI PENGEMBANGAN KOMODITAS PERKEBUNAN BERBASIS DAYA DUKUNG LAHAN DI KABUPATEN MAJENE Fatmawaty, Fatmawaty; Baskoro, Dwi Putro Tejo; Widiatmaka, Widiatmaka
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 17, No 1 (2015)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.614 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2015.17-1.215

Abstract

Kemampuan lahan merupakan potensi lahan untuk penggunaan berbagai sistem pertanian secara umum untuk penggunaan lahan berkelanjutan. Kemampuan lahan adalah salah satu metode untuk mengetahui daya dukung lahan. Kabupaten Majene merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat yang sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah sebagai petani. Komoditas pertanian seperti perkebunan dianggap sangat membantu perekonomian masyarakat, tetapi penurunan produktivitas perkebunan mengakibatkan dampak negatif bagi pendapatan masyarakat. Kegiatan pertanian selalu ditandai dengan pembukaan lahan baru. Oleh karena itu, jika aktivitas pertanian mengabaikan kemampuan lahan maka lahan akan menjadi rusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian penggunaan lahan dengan kemampuan lahan dan RTRW dan menyusun strategi pengembangan komoditas unggulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 kelas kemampuan lahan dan 12 sub-kelas kemampuan lahan dengan faktor pembatas dominan adalah lereng. Sebagian penggunaan lahan di beberapa area tidak cocok dengan kemampuan lahannya yaitu sebesar 28%, sedangkan ketidakcocokan penggunaan lahan dengan RTRW jauh lebih sedikit, yakni 14,8%. Strategi yang diharapkan dapat meningkatkan komoditas perkebunan adalah menjaga kesuburan tanah, pengendalian hama terpadu, penerapan pola tanam, meningkatkan kualitas sumber daya petani, meningkatkan peran penyuluh, pembangunan dan perbaikan infrastruktur serta manajemen panen/pasca panen.Kata kunci: Strategi pengembangan komoditas, kemampuan lahan, komoditas unggulanABSTRACTLand capability is potentials land for uses of various agricultural systems for general sustainable land uses. Land capability is one of methods to determine carrying capacity of land. Majene Regency is one of regencies in West Sulawesi Province with major of livelihoods is as farmers. Agricultural commodities especially plantation is very important for the people‟s welfare in this area, but the decrease in productivity have negative impacts to the farmers‟ income. Agricultural activities always be marked with opening new land. Therefore, if land capability ignored then the land will be degraded. This research aims to evaluate conformity of the existing land use and land capability with spatial planning (RTRW) and to arrange a leading community development strategy. The results showed that land has four capability classes and twelve capability sub-classes with slope concerns as the dominant limiting factor. The land uses in some areas do not match with their land capabilities accounted for 28%, while unconformity land uses to spatial planning (RTRW) is far less, accounted for 14,8%. The strategies to increase the plantation commodities are by maintaining soil fertility, integrated pest management, implementation of cropping patterns, development of farmer resource, development role of agricultural extension agents, development and improvement of infrastructure and management of harvest and postharvest.Keywords : commodity development strategy, land capability, leading commodity
EVALUASI MULTI-KRITERIA UNTUK KESESUAIAN LAHAN BUDIDAYA LEBAH MADU DI KABUPATEN CIANJUR Rachmawati, Nia; Munibah, Khursatul; Widiatmaka, Widiatmaka
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 16, No 1 (2014)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.75 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2014.16-1.54

Abstract

ABSTRAKKebijakan pembangunan kehutanan yang berbasis sumberdaya alam memberikan manfaat pada pengembangan hasil hutan bukan kayu melalui kegiatan usaha perhutanan rakyat, diantaranya pengembangan usaha perlebahan. Usaha ini cukup prospektif dari sisi pemenuhan kebutuhan dalam negeri, karena tingginya permintaan madu untuk berbagai kebutuhan seperti industri makanan dan farmasi. Salah satu wilayah yang berpotensi untuk pengembangan budidaya lebah madu adalah Kabupaten Cianjur. Di wilayah ini, budidaya lebah madu mulai diusahakan sejak tahun 2006. Jenis lebah madu yang dibudidayakan adalah Apis mellifera. Kendala utama yang dihadapi dalam budidaya tersebut adalah keterbatasan sumber pakan. Sifat migratory lebah Apis mellifera menyebabkan pada bulan-bulan tertentu harus digembalakan keluar Kabupaten Cianjur untuk meningkatkan produksi madu. Sebagai salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan menyusun Partisipatory Bisnis Plan (PBP) untuk membangun Taman Wisata Lebah. Konsep dasar dalam PBP adalah melaksanakan budidaya lebah madu secara terintegrasi. Atas dasar hal tersebut maka diperlukan penelitian untuk menentukan lokasi-lokasi yang paling berpotensi dan memungkinkan untuk dijadikan tempat budidaya lebah madu. Aspek biofisik maupun sosial merupakan faktor yang memberikan pengaruh terhadap keberlanjutan budidaya lebah madu. Pada penelitian ini, Sistem Informasi Geografis (SIG) digunakan untuk membangun kerangka model kesesuaian lahan untuk budidaya lebah madu melalui pendekatan evaluasi multi-kriteria dan proses hirarki analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa lokasi yang menjadi prioritas utama untuk pengembangan budidaya lebah madu,antara lain Kecamatan Cikalongkulon, Kecamatan Bojongpicung, Kecamatan Haurwangi, dan Kecamatan Sukaresmi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan arahan bagi pengembangan kegiatan budidaya lebah madu di Kabupaten Cianjur, termasuk prioritas wilayah untuk pengembangan budidaya lebah.Kata Kunci: Apis mellifera, budidaya lebah madu, analisis multi-kriteria, kesesuaianABSTRACTForestry development policy based on natural resources, providing the benefits to the development of non-timber forest products through social forestry operations, including beekeeping business. Beekeeping businesses is prospective in terms of domestic needs, because of the high demand for honey bee. This product is used for a variety of needs such as food and pharmacy industries. One of the potential areas for beekeeping development is Cianjur Regency, West Java. In this region, beekeeping was begun to be cultivated since 2006. The species of honey bee that is cultivated is Apis mellifera. The main problem encountered in the cultivation is limited forage resources. Apis mellifera is a migratory insect, causing the obligation of herded out Cianjur in certain months to increase honey production. As an effort to overcome this problem, Cianjur Government through the Agency of Forestry and Plantation has a Participatory Business Plan (PBP) to build a Tourist Park Bees. The basic concept of the PBP is to implement an integrated beekeeping culture. Based on such problem, studies are needed to determine spatially, the most potential location which allows serving as a beekeeping. The biophysical aspects as well as socio-economic aspects are factors that influence the continuity of beekeeping. In this study, the geographic information system (GIS) is used to construct a framework model for land suitability for beekeeping through a multi-criteria evaluation approach (MCE) and analytical hierarchy process (AHP). The result of the study showed that there are some priority areas for beekeeping development such as Cikalongkulon, Bojongpicung, Haurwangi, and Sukaresmi sub-districts. The results of this study are expected to provide direction for the beekeeping development in Cianjur Regency.Keywords: Apis mellifera, beekeeping, multi-criteria evaluation, suitability
ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHATANI HORTIKULTURA SAYURAN PADA LAHAN BERLERENG DI HULU DAS JENEBERANG, SULAWESI SELATAN Saida, Saida; Sabiham, S; Widiatmaka, Widiatmaka; Sutjahjo, S H
Jurnal Matematika Sains dan Teknologi Vol 12 No 2 (2011)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to analyse the sustainability of vegetables horticultural farming on sloping land in the upstream Jeneberang watershed based on the index evaluation and the status of sustainability by Rap-farm method using Multidimensional Scaling (MDS).Results of ordination technique analysis Rap-farm method of MDS showed that index of vegetables horticultural farming sustainability ranged from 32.19-62.53. Dimension of ecological, economical, institutional, and technological included into sustainable enough category, while social dimension, included into less sustainable category in vegetables horticultural farming systems.Results of leverage Rap-farm analysis showed that from 43 attributes that were analyzed, there were 23 sensitive attributes that affected into the sustainability of vegetables horticultural farming systems in the upstream of Jeneberang watershed.
PENGEMBANGAN PERAN KELEMBAGAAN PENGELOLAAN SITU MENGGUNAKAN INTERPRETATIVE STRUCTURAL MODELLING (ISM) STUDI KASUS SITU CIPONDOH KOTA TANGERANG Pancawati, Juwarin; Purwanto, M Yanuar J; Widiatmaka, Widiatmaka; Nurisjah, Siti; Pramudya, Bambang
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (938.642 KB)

Abstract

Situ di Jabodetabek telah ditetapkan sebagai kawasan lindung, namun kondisinya terus menyusut dan terancam hilang.  Keberhasilan pengelolaan situ antara lain ditentukan oleh faktor kelembagaan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan peran kelembagaan pengelolaan situ berdasarkan kebutuhan dan karakteristik situ.  Metode yang digunakakan adalah Interpretative Structural Modeling (ISM) yang diterapkan pada kasus Situ Cipondoh. Pengelolaan situ ditujukan untuk menjaga fungsi hirdrologi berupa fungsi pengendalian banjir dan cadangan air permukaan.  Persoalan-persoalan yang terkait dengan batas yuridis kawasan, koordinasi dan komunikasi antar pihak, serta aturan/kebijakan yang belum memadai menjadi kendala utama dalam pengelolaan situ.  Sehingga dalam pengelolaan situ, kegiatan identifikasi dan inventarisasi data situ, rekonsiliasi dan penetapan aset situ, serta upaya pengamanan situ dengan membangun batas situ dalam bentuk fisik perlu menjadi program yang diprioritaskan.  BBWS-CC dan Walikota memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan pengelolaan Situ Cipondoh.  Penanganan kegiatan pengelolaan sebuah situ membutuhkan koordinasi intensif dari banyak kegiatan dan banyak pihak dari berbagai level, sehingga dalam pelaksanaannya diperlukan sebuah unit pelaksana teknis yang secara khusus menangani situ.       
Co-Authors - Bondansari A M Fuah A. M. Fuah, A. M. A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aceng Hidayat Achmad Yamani Adil, Adityawarman Adrian Adrian Agus, Fahmuddin Akhmad Mediranto Alwan Rafiuddin Aminah, Mimin Anas Miftah Fauzi Andi Massoeang Abdillah Ardiansyah Muhamad Arief Samad Arifin, Hadi S Artikanur, Salis Deris Asdar Iswati Asep Anwar Nugraha Asep Sapei Asnath Maria Fuah, Asnath Maria Astiana Sastiono Atang Sutandi Auliya, Izhar B. Pramudya Baba Barus Bambang Hendro Trisasongko Bambang Pramudya Bambang Pramudya Bambang Setio Budianto Benar Darius Ginting Soeka, Benar Darius Ginting Benar Darius Ginting-Soeka Bintoro, Mochamad H Boedi Tjahjono Bondansari Bondansari, Bondansari Budi Hadi Narendra Budi Mulyanto Budi Susetyo Cece Sumantri Cecep Kusmana Chaida Chairunnisa Chandrasa E Sjamsudin Daniel Djokosetiyanto Dharma Agustinus Sirait Didik Suharjito Didit Okta Pribadi Dudung Darusman Dwi Putro Tejo Baskoro Dyah R Panuju Dyah Retno Panuju Dyah Retno Panuju Eka Intan Kumala Putri Eko Wahyudi Budhi Utomo ELLYA REVOLINA, ELLYA Ema Suhaema Endang Hilmi Endang Suhendang Ermawaty - Maradhy Ernan Rustiadi Erni Johan Fahri Setiawan Fahrizal Kreshna Yudichandra Fatmawaty Fatmawaty, Fatmawaty Firmansyah , Irman Firyadi Firyadi Fransiscus Xaferius Herwirawan Hans Moravia Hartono, Arif Hefni Effendi Hendri Purnama Hermanu Widjaja, Hermanu Hotland Sihotang I Made Geria I Made Geria, I Made I Wayan Rusastra I Wayan Rusastra I Wayan Rusastra Irman Firmansyah Irman Firmansyah Irman Firmansyah Irman Firmansyah Irman Hermadi Irmansyah, Firman Iskandar Lubis Iswandi Umar Janthy T Hidayat Juwarin Pancawati, Juwarin K MURTILAKSONO Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Katili, Hidayat Arismunandar Kholil Kholil Khursatul Munibah Koeswara, Dieta Arbaranny Komarsa Gandasasmita Kristini, Wanda Kukuh Murtilaksono Kukuh Murtilaksono Kukuh Nirmala Kurniawan, Rachman Kurniawan, Rachman Lailan Syaufina Leonarda Sofiani Rame LILIK BUDIPRASETYO Lina Karlinasari M Ardiansyah, M M Hendrisman, M M S Engel M Yanuar J. Purwanto M. Bagus Pangestu M. Fedi Alfiadi Sondita M. Yanuar J. Purwanto M. Yanuar J. Purwanto M. Yanuar J. Purwanto M. Yanuar J. Purwanto Machfud Machfud Machfud Machfud Machfud Machfud Machfud Machfud Machfud Marenda Ishak S Marianus Komanik Keratorop Marimin , Marimin Marimin Marwan Hendrisman Meika Syahbana Rusli Meyliana Mey Lisanti Miranti Anisa Tejaningrum Mochammad Farkan Muflih, Rizaldi Muhammad Amir Solihin Muhammad Amir Solihin Muhammad Ardiansyah Muhammad Firmawan Muji Esti Wahyudi Mukhammad Najib, Mukhammad Murod, Mamun Nandi Kusmaryandi Naoto Matsue Nata Suharta Nazam M. nFN Machfud Nia Rachmawati Nurhalis Soentpiet Nurhayati H.S. Arifin Nurlailita . Nurul Amaliyah Tanjung Nurul Khumaida Nurwadjedi Nurwadjedi Nurwadjedi Nurwadjedi, Nurwadjedi Omo Rusdiana Paulus B.K. Santoso Pramudya, Bambang Prima Jiwa Osly Purwanto, Moh Yanuar Jarwadi Purwanto, Muhammad Yanuar J. Purwanto, Yanuar Jarwadi R. Sjarief Widjaja R.P. Santun Sitorus Rachman kurniawan Rachman, Noer F Rakhman Adhiatma Ramadhan, Risky Ramdhani Retno Panuju, Dyah Ridwan Adi Surya Rizal Syarief Nazriel Rudi P Tambunan Rudi P Tambunan, Rudi P Rusli Anwar S H Sutjahjo S H Sutjahjo S Kahono S Sabiham S Sabiham S. Sabiham S.D. Tarigan S.P. Mulia, S.P. Sahara Saida Saida Saida, Saida Saksono Raharjo Salatnaya, H. Salis Deris Artikanur Sambas Basuni Santun R. P. Sitorus Santun R.P. Sitorus Santun R.P. Sitorus Santun Risma Pandepotan Sitorus Sarwono Hardjowigeno Setiardi P. Mulya Setyardi Pratika Mulya, Setyardi Pratika Setyono Hari Adi Sigit Santosa Siti Nurisjah Sri Lestari Munajati, Sri Lestari Sudarsono Sudarsono Sudarsono Sudirman Yahya Sumardjo Supiandi Supiham Suprajaka Suprajaka Suprajaka Suprajaka Suratman, Suratman Suria Darma Tarigan Surjono H. Sutjahjo Surjono H. Sutjahjo Surjono Hadi Sutjahjo Suwardi Suwardi Suwarli . Suwarno Suwarno Syaifuddin, Zubair Syaiful Anwar Syamsul Arifin Syarif Budhiman Syarif, Rizal Syartinilia . Taryono Taryono Teti Arabia Tivianton, Tommy Andryan Untung Sudadi Varian Triantomo Veybi Djoharam Veybi Djoharam Wening Sri Wulandari Widia Siska Winny Dian Wibawa Wiwik Yuniarti Wiwin Ambarwulan Wiwin Ambarwulan Wiwin Ambarwulan Wiwin Ambarwulan Wiwin Ambarwulan Wiwin Ambarwulan Wiwin Ambarwulan Wiwin Ambarwulan Ambarwulan Wuri Cahyaningrum Wuri Cahyaningrum, Wuri Yudi Setiawan Yudi Setiawan Yunandar Yunandar Yuniar, P. S. Yusanto A Nugroho Yusanto A Nugroho, Yusanto A Yuwono, Probo Zaenal Abidin