p-Index From 2021 - 2026
7.353
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Katalogis JURNAL HUTAN LESTARI Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) AUSTENIT Jurnal Kreatif Tadulako Online Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Phi : Jurnal Pendidikan Fisika dan Terapan Jurnal Populasi Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Dinamika Teknik Mesin : Jurnal Keilmuan dan Terapan Teknik Mesin APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Taman Cendekia : Jurnal Pendidikan Ke-SD-an Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Basicedu Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Wahana Sekolah Dasar Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI Lensa : Jurnal Kependidikan Fisika JURNAL ILMU PENDIDIKAN AHLUSSUNNAH Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Kalatanda : Jurnal Desain Grafis dan Media Kreatif Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ekonomi Efektif SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Dharmas Education Journal (DE_Journal) Empiricism Journal El-Jughrafiyah : Jurnal Geografi dan Terapannya Jurnal Patria Bahari Jurnal Ekonomi Review Gajah Putih (GPJER) Jurnal Ilmiah Ilmu Manajemen (JUIIM) Profisiensi : Jurnal Program Studi Teknik Industri CLAPEYRON: Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Jurnal Basicedu Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia Jurnal el-Huda: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Keagamaan JOURNAL OF Mental Health Concerns Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Journal of Community Empowerment AKSIOMA : Jurnal Sains Ekonomi dan Edukasi Masyarakat: Jurnal Pengabdian PESHUM ILJ: Islamic Learning Journal Risalah Iqtisadiyah: Journal of Sharia Economics Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam IJoCE: Indonesian Journal of Counseling and Education Socious Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Layanan Konseling Individu oleh Guru Akidah Akhlak dalam Penanaman Akhlak Siswa di Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Sejangkung Zainudin, Zainudin; Suriadi, Suriadi; Tehedi, Tehedi
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol 28 No 02 (2021): Oktober 2021
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/tasyri.v28i02.848

Abstract

Penelitian ini berangkat dari fenomena akhlak siswa yang kurang baik di madrasah. Peran layanan konseling di madrasah perlu dilakukan agar perilaku menyimpang dapat di minimalisir atau dicegah.Fokus penelitian ini adalah: 1) Bagaimana Layanan Konseling Individu yang dilakukan guru akidah akhlak dalam penanaman akhlak Siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Sejangkung; 2) Bagaimana Peran Guru Akidah Akhlak dalam penanaman akhlak Siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Sejangkung; 3) Bagaimana Implementasi Penanaman akhlak Siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Sejangkung.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian Fenomenologi. Subyek penelitian guru akidah akhlak Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Sejangkung. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Layanan Konseling Individu yang dilakukan guru akidah akhlak dalam penanaman akhlak Siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Sejangkung terdiri atas beberapa langkah, yakni: (a) guru sebagai demonstrator; (b) guru sebagai Motivator; (c) guru sebagai mediator atau fasilitator; dan (d) guru sebagai evaluator ; 2) Peran Guru Akidah Akhlak dalam penanaman akhlak Siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Sejangkung yakni: (a) Berperan aktif terhadap informasi permasalahan; (b) Memberikan perhatian kepada siswa; (c) Memberikan bimbingan kepada siswa; dan (d) Memberikan teladan; 3) Implikasi Penanaman akhlak Siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Sejangkung yakni: (a) keteladan; (b) pembiasaan diri; (c) peraturan dan tata tertib ; (d) memberikan perhatian.
RANAH KOGNITIF, AFEKTIF DAN PSIKOMOTORIK SEBAGAI OBJEK EVALUASI HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Zainudin, Zainudin; Ubabuddin, Ubabuddin
ILJ: Islamic Learning Journal Vol. 1 No. 3 (2023): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT al Urwatul Wutsqo Bulurejo Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The cognitive, affective and psychomotor domains as objects of evaluating student learning outcomes are very important. This study is a literature study with documentary data collection methods and analysis using content analysis. The results of the study stated: Evaluation is an assessment of student learning completeness. Student learning outcomes can be measured using 3 domains namely cognitive, affective and psychomotor aspects. Where the three domains are included in the scope of learning evaluation in the perspective of the learning outcomes domain. In addition to the domain of learning outcomes, there are two perspectives used in the assessment, namely the learning system perspective and the class-based assessment perspective. In the learning system perspective, it consists of; Learning program (objectives, materials, methods, media, and so on), Implementation of learning (activities, teachers, and students), Learning outcomes (short term, medium and long term). while the perspective of class-based assessment is an assessment carried out by the teacher in the context of the learning process. Instruments commonly used are performance appraisal, attitude, written, product project, portfolio, and self-introduction.
Utilization of the Physics Laboratory to Increase Student Motivation and Learning Outcomes Ayu, Ayu; Zainudin, Zainudin; Halmuniati, Halmuniati
Jurnal Phi: Kurnal Pendidikan Fisika & Terapan Vol 11 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/p-jpft.v11i1.28379

Abstract

The minimal use of laboratory facilities by teachers means that physics learning is only carried out in the classroom. This research aims to (1) determine the use of laboratories, motivation and learning outcomes of students at SMA Negeri 6 Wangi-Wangi, (2) determine the effect of use of laboratories on learning motivation, and (3) determine the effect of use of laboratories on learning outcomes. This research was carried out using an experimental research design. This research data was taken using multiple choice questions which were then given to class XI students. The results of the research show that (1) the use of laboratories at SMA Negeri 6 Wangi-Wangi is not optimal, students have never studied in a laboratory, so their motivation and learning outcomes in physics have not reached the KKM, (2) after learning in the laboratory, the average learning motivation increased from 68.72 to 81.3, and (3) there was no difference in learning outcomes before learning in the laboratory (tcount = 2.34 < ttable = 1.72), but learning outcomes increased significantly after treatment (tcount = -35.70 < ttable = 1.72). Based on this, it can be concluded that learning in the laboratory increases students' motivation and physics learning outcomes.
PENGUKURAN BEBAN KERJA MENTAL DENGAN METODE NASA-TLX PADA PEKERJA DEPARTEMEN MEKANIK DI PT. XYZ Purbasari, Annisa; zainudin, Zainudin
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 13, No 1 (2025): PROFISIENSI JUNI 2025
Publisher : University of Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/profis.v13i1.7266

Abstract

Dalam setiap kegiatan di industri mengandung unsur beban kerja mental yang selalu melibatkan aktivitas manusia. Segala kegiatan di Departemen Mekanik PT. XYZ melibatkan beban kerja mental yang menggunakan sumber daya manusia (pekerja) dalam menjalankan beban kerja (tugas). 22 pekerja di Departemen Mekanik melakukan proses perbaikan mesin pembangkit listrik yang membutuhkan tenaga, kosentrasi dan ketelitian yang tinggi, mengalami tuntutan kerja dalam menyelesaikan tugasnya, sehingga pekerja sering mengalami penurunan konsentrasi, kelelahan, stres kerja, terlupa, tertekan dan kelalaian dalam proses pemasangan komponen. Studi ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar beban kerja mental yang dialami pekerja di Departemen Mekanik PT XYZ menggunakan metode NASA-TLX. Hasil studi ini menunjukkan perhitungan skor NASA TLX yang mempengaruhi beban kerja mental pekerja yaitu indikator effort (EF)/tingkat usaha (TU) = 255,32 (21,23%), indikator mental demand (MD)/kebutuhan mental (KM) = 244,27 (20,31%), indikator physical demand (PD)/kebutuhan fisik (KF) = 212,27 (17,66%), indikator temporal demand (TD)/kebutuhan waktu (KW) = 207,36 (17,25%), indikator performance (PO)/performansi (P) = 158,73 (13,20%) dan indikator frustration level (FR)/tingkat frustasi (TF) = 124,27 (10,34%). Sedangkan hasil pengukuran beban kerja mental terdiri dari kategori beban kerja mental berat yang dialami 16 pekerja = 56% dan kategori beban kerja mental sedang yang dialami 6 pekerja = 44%.
Konsep Pemikiran Tentang Pendidikan Islam dalam Keluarga Zainudin, Zainudin
Jurnal el-Huda Vol 13 No 01 (2022): Jurnal el-Huda
Publisher : LP2M, Institut Agama Islam Qamarul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59702/elhuda.v13i01.32

Abstract

Pendidikan keluarga merupakan pendidikan yang pertama dan uatama serta merupakan peletak fondasi dari watak dan pendidikan setelahnya. Dengan demikian orang tua mempunyai peranan penting dalam proses pendidikan anak dalam keluarga. Menurut konsep pendidikan Islam pendidikan agama dan keluarga harus melalui tiga tahap yaitu prakonsepsi, pranatal, dan postnatal. Pendidikan Islam adalah pendidikan untuk pertumbuhan total seorang manusia melalui penanaman nilai-nilai kegamaan. Nilai-nilai keagamaan amat penting pada diri anak untuk ditanamkan dalam pendidikan Islam oleh orang tua. Pendidikan Islam berkisar antara dua dimensi hidup, yakni: penanaman rasa taqwa kepada Allah SWT. dan pengembangan rasa kemanusiaan kepada sesama.
Kurikulum Merdeka Belajar: Tantangan dan Prospek dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI Zainudin, Zainudin
Jurnal el-Huda Vol 15 No 01 (2024): Jurnal el-Huda
Publisher : LP2M, Institut Agama Islam Qamarul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59702/el-huda.v15i01.83

Abstract

Tantangan dan prospek dalam meningkatkan kualtas pembelajaran adalah sesuatu yang harus diselesaikan dan ditangani secara serius. Dalam hal ini, pendidikan agama Islam memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan karakter siswa dan mencapai tujuan Islam. Berbagai kebijakan pendidikan agama Islam di Indonesia telah diterbitkan untuk peningkatan kualitas, aksebilitas, sarana pendukung, dan pelayanan pendidikan, serta memperkuat pengembangan pendidikan karakter. Namun masih terdapat tantangan dalam implementasi kebijakan tersebut. Oleh karena itu, analisis kebijakan pendidikan agama Islam menjadi penting untuk mengidentifikasi tantangan dan prospek dalam meningkatkan kulaitas pembelajaran pendidikan agama Islam serta kontribusinya terhadap pencapaian tujuan Islam. Dengan demikian, artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang peran dan dampak kebijakan pendidikan agama Islam dalam konteks pengembangan kuaitas pembelajaran pendidikan agama Islam.
Merdeka Belajar dan Pendidikan Islam dalam Membangun Generasi Cerdas dan Berkarakter di Era Digital Zainudin, Zainudin
Jurnal el-Huda Vol 15 No 02 (2024): Jurnal el-Huda
Publisher : LP2M, Institut Agama Islam Qamarul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59702/el-huda.v15i02.176

Abstract

Independent learning is an education policy that aims to provide students with the freedom to choose learning methods and methods that suit their interests and needs. This policy aims to create an education system that is more flexible, creative, and relevant to the challenges of the times. From the perspective of Islamic education, Independent learning does not only focus on academic achievement, but also on developing a strong character, which is in accordance with Islamic values. Islamic education emphasizes the importance of a balance between knowledge (useful knowledge) and morals (noble character), so that students are not only intelligent, but also have noble character. In the rapidly developing digital era, young generations face major challenges, both in terms of very broad access to information and the negative impacts of technology. Therefore, Islamic education has an important role in guiding students to become wise and responsible users of technology. With the Independent learning approach, it is hoped that a generation can be created that is intelligent, has character, and is able to face global challenges by prioritizing moral and spiritual values.
Pelaksanaan Pembelajaran Geografi Berdasarkan Standar Proses Pendidikan Nasional Pada Kurikulum Merdeka Di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Pekanbaru Akmal, Akmal; Ismail, Ismail; Fatmawati, Fatmawati; zainudin, zainudin; Zaswita, Hermi
EL-JUGHRAFIYAH Vol 5, No 2 (2025): El-Jughrafiyah : August, 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jej.v5i2.35794

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pelaksanaan pembelajaran Geografi berbasis standar proses pendidikan nasional dalam Kurikulum Merdeka di MAN 1 Pekanbaru. Fokus penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru dalam implementasi kurikulum tersebut.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan utama meliputi guru Geografi. Analisis data dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, triangulasi, dan penarikan kesimpulan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran telah mengacu pada Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), namun guru menghadapi kesulitan dalam menyusun modul ajar berbasis proyek. Pelaksanaan pembelajaran mengintegrasikan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila, meskipun pendekatan berbasis eksplorasi mandiri siswa belum optimal. Penilaian autentik mulai diterapkan, namun penilaian berbasis proyek belum sepenuhnya efektif. Kendala utama meliputi keterbatasan sarana pembelajaran, waktu, dan kurangnya pelatihan intensif bagi guru. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan guru, penguatan sarana pembelajaran, dan kebijakan yang mendukung fleksibilitas dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Kata kunci: Pembelajaran Geografi, Standar Proses, Kurikulum Merdeka
Kritik Nalar Ushuli Perspektif Maqashid dalam Hukum Jinayah Pencurian Zainudin, Zainudin; Mutawali, Mutawali
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 58 No 2 (2024)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajish.v58i2.1521

Abstract

The development of the era demands adaptability and flexibility in Islamic legal responses. Unfortunately, the old paradigm of “ushul fiqh,” which is very literal, has not been able to resolve these various problems. Furthermore, this old approach often leads to debates due to differences in the methods and theories of ushul fiqh used. Therefore, criticism of the old methods and approaches is necessary, particularly through the maqashid asy-syariah approach based on maslahat. This article will elaborate on the criticism of ushul fiqh reasoning using maqashidi reasoning. This article is a literature review, with data sourced from literature and analyzed using inductive, deductive, and comparative methods. Based on Muqsith's theory of naskh al-nushush bi al-mashlahat, this article argues that the maqashid approach based on maslahah can change the law, even those already stated in the text. This article finds that the classical Islamic legal reasoning method, ushul fiqh, needs to be critiqued using the maqashid approach through contextualization, decontextualization, and recontextualization. As a result, the resulting laws will yield broader benefits. This article contributes to contemporary Islamic legal thought through the maqashid approach. Perkembangan zaman menuntut adanya adaptabilitas dan fleksibilitas respon hukum islam. Sayangnya, pendekatan paradigma lama “ushul fiqh” yang sangat literal belum mampu menyelesaikan berbagai problem tersebut. Lebih jauh, pendekatan lama tersebut kerap menimbulkan perdebatan karena perbedaan metode dan teori ushul fiqh yang digunakan. Oleh sebab itu, kritik atas metode dan pendekatan lama perlu dilakukan, khususnya dengan pendekatan maqashid asy-syariah yang berbasis maslahat. Artikel ini akan mengelaborasi kritik nalar ushul fiqh dengan menggunakan nalar maqashidi. Artikel ini merupakan penelitian pustaka, yang datanya bersumber dari literatur, dan dianalisis dengan metode induktif, deduktif, serta komparatif. Berdasarkan teori naskh al-nushush bi al-mashlahat yang diusung Muqsith, artikel ini berargumentasi bahwa pendekatan maqashid yang berbasis maslahah dapat mengubah hukum, bahkan yang sudah tertera dalam teks. Artikel ini menemukan bahwa metode istinbat hukum islam klasik, ushul fiqh, perlu dikritik menggunakan pendekatan maqashid dengan cara kontekstualisasi, diskontekstualisasi, dan rekontekstualisasi. Dengan begitu, hukum yang dihasilkan akan lebih menimbulkan manfaat yang lebih luas. Artikel ini berkontribusi pada pemikiran hukum islam kontemporer dengan pendekatan maqashid.
Pendidikan Akhlak Generasi Muda Zainudin, Zainudin
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2013.1.1.85-97

Abstract

The teaching of morality to the youth is directed to make them acquire good behavior and live happily ever after. It is undisputable that the youths are responsible to succeed leading the country. It means that they need to be empowered and given sufficient chance to develop themselves and empower their potential. In the education context, morality must be inserted in the teaching of any subject matters.
Co-Authors Abdul Latief Abadi Agus Joko Pitoyo Ahadiah Ahmad Afandi Aisyaroh, Elga Akmal Akmal Aldila Septiana Annisa Purbasari, Annisa Aspa, Agus Prima ASRIL ASRIL Ayu, Ayu Baehaqi Baidawi, Abdul Hafiz Buyung Pambudi, Buyung Dewi, Hefi Rusnita Dewobroto, BT. Dina Oktariana Djuita Hidayati Emi Roslinda Fajar Budiman Fatmawati, Fatmawati Gaus, Abdul Gunarianto Gunarianto H, Claudy H.R.,, Sahrul, Riza Halmuniati Halmuniati, Halmuniati Handayani, Eli Dwi Haryanto Haryanto Hasan Basri Hasan, Arfan Hasan Hutabarat, Rendra H. I Made Adi Sayoga, I Made Ihwanudin, Idris Irfan Fatoni Ismail Ismail Iswan Dewantara Jaya, Ahmad Juli Yani K, Ivan K.Y Margiati Khairil Anwar Khojanah Hasan, Khojanah Kinanti, Kanaya Putri Kristanti, Vina Larasati, Hananing Sumaningdiah Leni Susanti Luqman Qurata Aini M. Sahid Made Nuarsa, Made Mahaganti, Fergie S. Masluha, Masluha Mayasari, Dian Eka Misnawi Misnawi, Misnawi Muani, Muani Mubin, Ilmiawan Muhtamin, Muhtamin Mulyaningrum, Fita Muslim, Mazhabul Khalid Musnar Indra Daulay Mustaqim Mustaqim, Mustaqim Mutawali, Mutawali nana ristiana, nana Nariswari, Pavita Nasution, Buyung Nikmatussiama, Silvia Laila Nova, Reka Nova, Setevani Octaviana Arisinta Oktovianus Cristian Karubaba Panjaitan, Ajhari pashur, Pashurrahman Pawestri, Hartini Prasetyaning pengelola, pengelola Pradana, Fadly Eka Pramasanti, An Nisa Putra, Mochamad Andika Putri Maya Masyitah Qusyairi, Lalu A Hery Rahayu, Yusri Ramadi Ramadi, Ramadi Ramdhani Sucilestari Rauf, Ichsan RICA WIJAYANTI Rifky Maulana Yusron rosada rosada, rosada Safei Safei Saputra, Rezi Saragih, Tarimantan S. Septiani, Risma Siregar, Denny Siti Halidjah Siti Ruqoiyyah Sodik, H. M. Sodik, M. Sri Lestari Prasilowati Sri Purwatiningsih Sukamdi Sumarta, Ryan Puby Supriadi, Arif Dahyan Suriadi Suriadi Suryo Ediyono Syamsul Arifin Tehedi, Tehedi Tugiman Tugiman Ubabuddin, Ubabuddin Ubaidillah, Muhammad Farah Ucu Rahayu Ulya, Zihniatul Untung Untung, Untung Wahyuni, Ema Wahyuni, Eni Widagdo, Tri Wijayanti, R. A. Rica Yulita, Ona Zaswita, Hermi Zulkarnain Zulkarnain