p-Index From 2021 - 2026
7.486
P-Index
This Author published in this journals
All Journal VALENSI Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan JURNAL HUTAN LESTARI AL KAUNIYAH Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Biota JURNAL ISTEK Elkawnie Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) BIOMA BAGIMU NEGERI : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi Jurnal Biologi Tropis Jurnal Nusa Sylva Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Indonesia Journal of Halal Pharmed: Journal of Pharmaceutical Science and Medical Research Jurnal Surya Masyarakat TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Bioma : Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan JPM PAMBUDI EKOLOGIA : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Jurnal Kajian Peradaban Islam Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia Scripta Biologica Literasi : Jurnal Ilmu Pendidikan BIOSFER : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Indonesian Journal of Halal Research Bio-Inoved : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Journal of Tropical Ethnobiology Edunesia : jurnal Ilmiah Pendidikan Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Jurnal Surya Masyarakat Didaktika: Jurnal Kependidikan Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi JIPB (Jurnal Inovasi Pembelajaran Biologi) Jurnal Kajian Peradaban Islam Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan (JPSP) Jurnal Pijar MIPA Journal of Educational Sciences Journal of Halal Science and Research UNESA Journal of Chemical Education Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi Jurnal Akuntan Publik Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia JPM Pambudi Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi ISTEK
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : JURNAL ISTEK

PENGARUH PEMBERIAN FERMENTASI KOTORAN AYAM TERHADAP POPULASI DAN BIOMASSA CACING (Tubifex tubifex) Astuti Kusumorini; Tri Cahyanto; Lutfhi Dewi Utami
JURNAL ISTEK Vol 10, No 1 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cacing sutra adalah salah satu jenis pakan hidup yang disenangi karena mempunyai kandungan nutrisi yang baik untuk pertumbuhan larva ikan. Media hidup cacing sutera terdiri dari lumpur dan bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan media kultur dengan fermentasi kotoran ayam terhadap biomassa dan populasi cacing sutera. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei bertempat di kebun Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Cacing digunakan adalah cacing sutera berukuran 1,4-2,3 cm. Jumlah cacing yang ditebar 10 gram untuk luasan 0,091 m2 dan debit air 0,35 l/menit. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 5 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan P0 (tanpa pemupukan), P1 (Fermentasi kotoran ayam 75g/ 20 hari), P2 (150g/20 hari), P3 (225g/ 20 hari) dan P4 (300g/ 20 hari). Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan pupuk fermentasi kotoran ayam memberikan pengaruh nyata (p
PERBEDAAN KEANEKARAGAMAN DAN KOMPOSISI DARI SERANGGA PERMUKAAN TANAH PADA BEBERAPA ZONASI DI HUTAN GUNUNG GEULIS SUMEDANG Ida Kinasih; Tri Cahyanto; Zhia Rizki Ardian
JURNAL ISTEK Vol 10, No 2 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keanekaragaman merupakan salah satu indikator kestabilan suatu komunitas. Salah satu sumber daya yang berperan dalam komunitas adalah serangga permukaan tanah. Serangga sebagai salah satu komponen keanekaragaman hayati memiliki peranan penting dalam jaring makanan yaitu, sebagai herbivor, karnivor, dan detrivor. Hutan Gunung Geulis yang sebagian dikelola masyarakat berpengaruh pada kelimpahan, distribusi dan keanekaragaman jenis biota penghuni Hutan termasuk serangga permukaan tanah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keanekaragaman, kelimpahan dan distribusi serangga permukaan tanah pada dua zonasi di Hutan Gunung Geulis yang berbatasan dengan desa Jatiroke. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari hingga Februari 2014 dengan menggunakan metode survei yaitu pengambilan sampel serangga secara langsung dengan menggunakan pitfall trap. Setiap zonasi dipasang 30 pitfall trap. Jebakan dipasang selama 24 jam dan dilakukan sampling setiap satu minggu sekali selama 5 minggu. Selain itu juga mencatat faktor lingkungan seperti kelembaban tanah, pH tanah, dan ketebalan seresah. Hasil penelitian didapat pada zona 2 (600 mdpl) terdapat jumlah individu serangga yang relatif lebih banyak dibandingkan dengan zona 1 (400 mdpl), dengan komposisi serangga 7 ordo dengan 14 famili dari (1001 individu) pada zona 1, sedangkan pada zona 2 didapatkan 6 ordo dengan 13 famili dari (1077 individu). Adanya perbedaan pH tanah, ketebalan serasah, serta vegetasi pada kedua zona tersebut memungkinkan adanya perbedaan keanekaragaman dan komposisi serangga tanah.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN INFUSUM CACING TANAH (LUMBRICUS RUBELLUS) DENGAN TAMBAHAN KITOSAN UDANG PADA SALMONELLA THYPI Yani Suryani; Listia Wati Sophia; Tri Cahyanto; Ida Kinasih
JURNAL ISTEK Vol 9, No 2 (2015): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan senyawa lumbricin dan bioaktif lainnya dari cacing tanah (Lumbricus rubellus) untuk obat tradisional, memiliki keterbatasan yaitu mudah mengalami kerusakan yang disebabkan oleh pemanasan, pengolahan dan pada saat penyimpanan. Untuk itu diperlukan bahan pendukung agar senyawa bioaktif (lumbricin) yang terkandung dalam cacing tanah (L. rubellus) yaitu dengan menggunakan kitosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tambahan kitosan terhadap aktivitas antibakteri ekstrak cacing tanah pada S. thypi dengan melakukan pengujian antibakteri dilakukan dengan metode sumur (difusi agar), serta juga dilakukan uji antioksidan dengan metode DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil). Hasil penelitian ini yaitu konsentrasi optimum pemberian kitosan pada infusum cacing tanah dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. thypi adalah 1% dengan diameter zona hambat sebesar 1,09 mm. perlakuan kombinasi kitosan dengan infusum cacing tanah memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 antara 31,51 – 93,44 ppm.
INOVASI PRODUK OLAHAN PANGAN MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK AMPAS KELAPA UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT KABUPATEN BANDUNG JAWA BARAT Aep Saepulah; Ucu Julita; Teddy Yusuf; Tri Cahyanto
JURNAL ISTEK Vol 10, No 2 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah organik ampas kelapa memiliki kandungan serat yang tinggi yang dapat bermanfaat bagi tubuh apabila dikonsumsi. Selama ini, pemanfaatannya masih sebatas dijadikan pakan ternak. Dengan jumlah serat yang tinggi dan potensi protein dan lemak, memberi peluang untuk dikembangkan menjadi produk olahan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan mendiseminasikan pemanfaatan limbah organik ampas kelapa melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa efektif pelaksanaan pengabdian masyarakat melalui pemanfaatan limbah organik ampas kelapa. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Cibiru Kota Bandung. Untuk memperoleh data penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat menunjukan bahwa peserta yang terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema pemanfaatan limbah organik ampas kelapa diikuti oleh 50 peserta, sebagian besar peserta menilai kegiatan tergolong baik. Kehadiran peserta saat monitoring pasca pelatihan mengalami penuruan dengan presentase pada tahap 1 76%, tahap 2 64% dan tahap 3 46%. Adanya penilaian kurang dari peserta untuk beberapa parameter, diduga karena perbedaan usia para peserta dengan rentang yang sangat berbeda jauh memberikan dampak terhadap respon kegiatan. Selain dari itu, kurang optimalnya penyelenggara kegiatan pengabdian masyarakat juga diduga menjadi faktor penyebab kurang optimalnya kegiatan pengabdian masyarakat.
STRUKTUR VEGETASI MANGROVE DI PANTAI MUARA MARUNDA KOTA ADMINISTRASI JAKARTA UTARA PROVONSI DKI JAKARTA Tri Cahyanto; Rosmayanti Kuraesin
JURNAL ISTEK Vol 7, No 2 (2013): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vegetasi mangrove merupakan tipe vegetasi khas yang terdapat di daerah pantai tropis, tumbuh di sepanjang pantai atau muara sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan struktur vegetasi mangrove di Pantai Muara Marunda Kota Administrasi Jakarta Utara Provinsi DKI Jakarta. Parameter yang diukur berupa 3 strata pertumbuhan (pohon, pancang, semai) dan parameter lingkungan disetiap stasiun yang diamati. Hasil penelitian menemukan struktur vegetasi mangrove di Pantai Muara Marunda terdiri dari 3 jenis mangrove yaitu Avicennia alba, Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata. Di kawasan pemukiman yang mendominasi adalah Avicennia alba ditingkat strata pohon. Untuk tingkat pancang yang mendominasi adalah Rhizophora mucronata. Untuk tingkat semai didominasi oleh Avicennia alba. Di lokasi II yaitu diwilayah tambak didominasi oleh Avicennia alba ditingkat pohon. Jenis vegetasi untuk tingkat pertumbuhan pancang didominasi oleh jenis Rhizophora mucronata. Untuk tingkat pertumbuhan semai yang paling mendominasi adalah Rhizophora mucronata. Indeks kenakeragaman jenis vegetasi mangrove berdasarkan shanon-wiener di Pantai Muara Marunda berkisar 0 – 0,43 termasuk ke dalam kategori rendah. Suhu udara di kawasan Pantai Muara Marunda berkisar 27 – 29ºC, kadar salinitas berkisar antara 29 – 300/00. Tingkat kelembaban antara 72 – 75ºC. Kecepatan angin berkisar antara 20,6 – 28,8 km/h dan memiliki keadaan substrat berlumpur. Secara keseluruhan yang mendominasi di kawasan Muara marunda tersebut adalah Avicennia alba dan Rhizophora mucronata.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN BELUNTAS ( Pluchea indica (L.) LESS. ) TERHADAP Propionibacterium acnes PENYEBAB JERAWAT Anggita Rahmi Hafsari; Tri Cahyanto; Toni Sujarwo; Rahayu Indri Lestari
JURNAL ISTEK Vol 9, No 1 (2015): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman beluntas (Pluchea indica (L.) Less.) merupakan salah satu tanaman yang terdapat di Indonesia yang pemanfaatannya belum digali secara maksimal. Daun beluntas diketahui dapat digunakan sebagai obat berbagai penyakit karena senyawa fitokimia yang ada di dalamnya. Jerawat merupakan penyakit permukaan kulit yang muncul pada saat kelenjar minyak kulit terlalu aktif sehingga pori-pori kulit akan tersumbat oleh timbunan lemak yang berlebihan sehingga bakteri penyebab jerawat tumbuh didalamnya dan memacu inflamasi. Bakteri tersebut adalah Propionibacterium acnes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak daun beluntas dapat menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes serta pada konsentrasi berapakah yang lebih efisien dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan berbagai macam konsentrasi dari 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5%, serta digunakan tetrasiklin sebagai pembanding dan aquadest sebagai kontrol. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstrak daun beluntas yang dimaserasi dengan pelarut etanol 96% dihasilkan ekstrak kental yang kemudian dilakukan uji aktivitas antibakteri pada bakteri Propionibacterium acnes. Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Analisis data menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). Hasilnya diketahui bahwa ekstrak daun beluntas memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes terlihat dengan adanya zona hambat yang dibentuk. Diameter zona hambat pada konsentrasi 1% sebesar 9 mm, konsentrasi 2% sebesar 7,67 mm, konsentrasi 3% sebesar 8,67 mm, konsentrasi 4% sebesar 8,83 mm, dan konsentrasi 5% sebesar 9 mm.
ANALISIS VEGETASI POHON HUTAN ALAM GUNUNG MANGLAYANG KABUPATEN BANDUNG Tri Cahyanto; Destiana Chairunnisa; Tony Sudjarwo
JURNAL ISTEK Vol 8, No 2 (2014): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Forest is one of the natural resources on which there is vegetation community dominated by trees and has a very close relationship with the natural world. The purpose of this examination was to examine the composition and structure of natural forest vegetation, including species, stratification and patterns of distribution of natural forest vegetation of Mount Manglayang. In addition to known picture of the distribution of species populations and the influence of environmental factors. The examination was conducted using the method of least squares with purposive sampling, which is done by determining the plot is based on the height above sea level (asl) by 4 plot. Then each plot measuring 10 × 10 m 2 (≥ 10 cm diameter) and subplot size of 5 × 5 m2 (2 ─ rod diameter 9.9 cm). The data obtained for the calculation of the density analysis (K) and relative density (KR), frequency (F) and relative frequency (FR), dominance (D) and relative dominance (DR) and Important Value Index (IVI), in addition to the also calculated species diversity and uniformity. The results indicate there are 11 types of saplings and trees were found. Vegetation sapling that has a value (IVI) a maximum of 70.11% is kind Pinanga coronata. Amounted to 56.21% while the tree is Ficus procera. To dominate the diameter distribution diameter about 2 ─ 60 cm. While the height of the trees that dominate the distribution is in stratum C (4 ─ 20 m). Distribution patterns and tree saplings are regular. Calculation of diversity indices for saplings obtained a value of 1.64 (medium category) and uniformity index value of 0.48 obtained (lower category) and for tree diversity index obtained values of 2.00 (medium category) and obtained a value of the uniformity index 0.53 (lower category).
Co-Authors Adam Malik Adawiyah, Ayuni Ade Yeti Nuryantini Adiba, Farah Aini Adisty Virakawugi Darniwa Aep Saepulah Aep Saepuloh Afriansyah Fadillah Agustina, Tri Wahyu Ahmad Sopian, Ahmad Akbar, Ivan Maulana Akbar, Rahmat Taufiq Mustahiq Al Zahro, Rd Indah Rofi'ah Ali, Sri Herawati Aliyah, Syifa Ripatul Amalia, Risqi Ana Widiana Ana Widiana Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Anggita Rahmi Hafsari, Anggita Rahmi Anisa Fadhila Anwar, Dede Miftahul Apriani Krisdianti Ardianti, Tiara Arumsari, Arumsari Asep Supriadin, Asep Ateng Supriatna Ateng Supriatna Ateng Supriatna Ateng Supriyatna Ateng Supriyatna Ateng Supriyatna, Ateng Aulia, Sekar Rahma Ayuni Adawiah Balqis Tri Oktaria Billy Nabil Yuni Cahyani, Hilda Wulan Cecep Hidayat Cucu Zenab Subarkah Cut Muthiadin Darniwa, Adisty Virakawugi Deasy Rahmawati Dede Fajar Destiana Chairunnisa Dhyni Arigustin Dian Muhamad Ramdan Dian Muhamad Ramdan Diana Vici Panjaitan, Diana Vici Dicky Dicky Elazmanawati Lembong Epa Paujiah Epa Paujiah, Epa Fadhila, Anisa Fadillah, Afriansyah Fadlila, Shafira Nur Fajar, Dede Fitriyyah, Ita Hadiansah, Hadiansah Haryono Haryono Hendriawan, Priyatna Hilda Ayu Emalia Ida Farida Ida Kinasih Ida Yayu Nurul Hizqiyah Ikeu Winda Larasati Iman Aulia Rahman Indah Rofi'ah Al Zahro Ira Rahayu Jalaludin Juniawati, Mutmainah Komaruddin Kulsum, Yuni Kulsum, Yuni Kurahman, Opik Taupik Kurahman, Opik Taupik Kurniawan, Isma Dwi Kurrahman, Opik Taufik Lianah Lianah, Lianah Lina Yulianti Listia Wati Sophia Lusi Haerunnisa Lutfhi Dewi Utami M. Agus Salim Madani, Pameila Qaulan Tsaqila Maratus Solikha Mar’atus Shalikha Mashuri Masri Mashuri Masri Masita Masita Mas’ud, Asrianty Meldania, Rindi Miladanta, Algi Nurahman Mohamad Agus Salim Mohamad Agus Salim Mohamad Jaenudin, Mohamad Muhammad - Efendi Muhammad Efendi Muhammad Efendi Muhammad Efendi Muhammad Efendi Muhammad Efendi, Muhammad Mulyawan, Rafmanuha Putri Musa'adah Musa'adah Musa’adah Musa’adah Musa’adah, Musa’adah Nandi Sukri Navilah, Nahla Nida Hidayaturrohmah Nisrina Khairun Nisa Nisrina Khairun Nisa Nurani, Shifa Nurdin, Muhamad Ali Nurmina Arofah Nursyifa Tiara Dwiputri Nurunnajib, Ahfazh Fauzy pramadi, ading Prilia, Sintia R. Ajeng Syahar Syahar Rachmat, Musabbih Najil Hakim Rahayu Indri Lestari Rahayu, Bintang Puja Rahayu, Savira Ngesti Rahmat Taufik MA Rahmat Taufiq Mustahiq Akbar Ramdhanawati, Vania Ulfa Rasyid, Sayyidah Restu Anugrah Restu Anugrah Rida Widayanti Risda Arba Ulfa Risda Arba Ulfa Risda Arba Ulfa Rizal Maulana Hasby, Rizal Maulana Rizna Akmaliyah Rochman, Chaerul Rofi'ah Al-Zahro, Rd Indah Rohanda Rohanda Rosmayanti Kuraesin Rusny Rusny Sa'diah, Fitri Yati Salma Salsabila Salsabila Qonita Kamelia Sebrina, Cut Nadia Shinta Putri Larasati Sholikha, Mar’atus Siti Fatiah, Tifani Siti Nurbaeni Siti Nurhalimah Souvia Rahimah Sumiati, Iis Susi Nurul Fadillah Syahbudin Syahril Jamil, Syahril Teddy Yusuf, Teddy Tedi Priatna Tisnawati, Sophia Eka Toni Sudjarwo, Toni Toni Sujarwo Tony Sudjarwo Tony Sudjarwo Tony Sudjarwo Sudjarwo Tridesianti, Siska Triska Rosma Triska Rosma Ucu Julita, Ucu Ulfa, Risda Arba Vina Yuliandiana Wardah Wardah Wildan Arsyad Fadly Wilma Mulyana, Fani Windayani, Neneng Yana Maolana Syah Yani Suryani Yani Suryani Yaya Rukayadi Yulia Sukmawardani, Yulia Yuliawati, Astri Yuliawati, Astri Yuna Islamiati Yuna Islamiati Yuni Kulsum Yuni Kulsum Yuni Kulsum Yuni Setiyowati Zamani, Fadli Emsa Zashika Meidita Eka Putri Zhia Rizki Ardian Zulfahmi Alwi