Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Kesesuaian Lahan Bekas Tambang Kerikil Berpasir Alami (sirtu) di Desa Panggang, Kec. Kemalang, Kab. Klaten, Jawa Tengah Elga MBM da Costa; Herwin Lukito; Johan Danu Prasetya
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.443 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.9488

Abstract

Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah terletak pada kaki lereng Gunung Api Merapi sehingga membuat daerah ini memiliki kekayaan alam berupa pasir dan batu yang melimpah akibat sisa erupsi Gunung Api Merapi yang tertimbun. Potensi sumber daya alam yang melimpah ini menjadikan Desa Panggang menjadi salah satu desa dengan aktivitas penambangan yang tinggi. Kegiatan penambangan yang dilakukan pada lokasi penelitian berdampak pada perubahan kualitas lahan pasca proses penambangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan tanaman sengon berdasarkan evaluasi kesesuaian lahan. Metode yang digunakan adalah (1) survei dan pemetaan, (2) purposive sampling, (3) analisis laboratorium dan deskriptif, (4) weight factor matching. Parameter dalam evaluasi diantaranya temperatur (Tc), ketersediaan air (Wa), ketersediaan oksigen (Oa), media perakaran (Rc), retensi hara (Nr), hara tersedia (Na), bahaya erosi (Eh), bahaya banjir/genangan (Fh) dan penyiapan lahan (Lp). Hasil evaluasi kesesuaian lahan didapatkan 5 parameter yang sesuai yaitu temperatur, ketersediaan oksigen, retensi hara, hara tersedia serta bahaya banjir/genangan dan didapatkan 4 kelas kesesuaian lahan N atau tidak sesuai yaitu N(Wa), N(WaRc), N(WaRcLp) dan N(WaRcEh) dengan faktor pembatas ketersediaan air, media perakaran , penyiapan lahan dan bahaya erosi.Kata Kunci: Kesesuaian Lahan, Lahan, Pasca Tambang, Penambangan, Sengon
Pengembangan Model Desain Rumah Bantuan bagi Keluarga Terdampak Bencana Angin Siklon di Indonesia Dyah Nunki Yalesrie; Yohana Noradika Maharani; Johan Danu Prasetya; Tedy Agung Cahyadi
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.478 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8904

Abstract

Siklon tropis merupakan bencana yang belum dikenal dalam Database Informasi Bencana Indonesia (DIBI). Ketika siklon tropis Seroja menghantam wilayah Nusa Tenggara Timur 4 April 2021, secara tidak langsung telah menyebabkan ratusan korban meninggal dan puluhan ribu rumah serta bangunan lainnya rusak berat. Saat ini di Indonesia belum ada standar rumah dan bangunan yang tahan terhadap kecepatan angin siklon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan desain rumah yang dapat dijadikan model bagi aktor kebencanaan bidang perumahan dalam menyediakan hunian ramah angin di wilayah terdampak maupun rawan bencana angin siklon. Model desain dikembangkan berdasarkan panduan, rekomendasi, dan preseden dari negara lain yang kemudian disesuaikan dengan konteks Indonesia. Model “Rumah Inti” dirasa lebih sesuai dengan konteks Indonesia daripada model rumah semi permanen yang menggunakan dinding batu setengah tinggi dan papan kayu di bagian atasnya. Dengan model Rumah Inti, struktur bangunan ramah gempa dapat dipersiapkan terlebih dahulu. Hal ini juga berguna bagi keluarga penerima bantuan ketika akan merenovasi atau mengembangkan rumahnya di masa yang akan datang.Kata Kunci: Angin Siklon; Rumah Bantuan; Rumah Inti; Konstruksi; Model Desain
Evaluasi Kesesuaian Lahan Kawasan Pariwisata di Pantai Krakal, Kelurahan Ngestirejo, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, DIY Raiwa Mara Puspa; Johan Danu Prasetya; Muammar Gomareuzzaman
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 3, No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-III
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.315 KB) | DOI: 10.31315/psb.v3i1.6254

Abstract

Pantai di Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu destinasi wisata yang terkenal di Daerah IstimewaYogyakarta. Perkembangan wisata pantai di Gunungkidul yang semakin pesat, diikuti dengan pembangunanobjek wisata dan fasilitas pendukung kegiatan pariwisata. Kesesuaian lahan kawasan pariwisata sangat pentinguntuk mendukung pembangunan dan kegiatan pariwisata. Selain itu, kesesuaian lahan berfungsi untukmengetahui apakah lahan tersebut sudah sesuai pemanfaatanya dan untuk mengurangi resiko terjadinyapenurunan kelestarian lingkungan. Tujuan penelitian ini yaitu mengevaluasi tingkat kesesuaian lahan sebagaitempat wisata di Pantai Krakal. Evaluasi kesesuaian lahan dilakukan dengan metode survey dan pengukuran,serta metode skoring (pembobotan) yang terdiri dari enam parameter, yaitu material dasar perairan, lebar pantai(m), tipe pantai, kemiringan pantai, ketersediaan air tawar (jarak/km) dan penutupan lahan pantai. Berdasarkanevaluasi didapatkan hasil nilai kesesuaian lahan di Pantai Krakal sebesar 86,67 % yaitu ketogri S1 (sangatsesuai). Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan rekomendasi untuk mengembangkan dan mengelolakawasan pariwisata pantai kedepannya.Kata Kunci: Evaluasi; Kesesuaian Lahan; Pariwisata
Kajian Pengaruh Pemanfaatan Material Limbah Abu Batubara Dari PLTU Anka Indra Pangestu; Titi Tiara Anasstasia; Johan Danu Prasetya
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.806 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8877

Abstract

Pada kegiatan pertambangan batubara merupakan hal yang baik untuk mengurangi biaya dalam kegiatan pertambangan, perbaikan kualitas tanah, dan mengurangi dampak lingkungan. Namun pemanfaatan limbah batubara atau faba masih belum bisa dilakukan oleh masyarakat karena komposisi kandungan faba masih terdapat golongan yang masuk dalam kriteria limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun). Sehingga dalam pemanfaatan fly ash masih perlu dilakukan beberapa perlakuan untuk bisa dimanfaatkan langsung pada lingkungan seperti penambahan komposisi media tanaman, kontruksi sipil, dan perbaikan pH tanah dan unsur hara pada tanah. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan dari limbah abu batubara sebagai bahan yang dapat digunakan kembali. Pelaksanaan dalam penelitian dengan kualitatif menggunakan metode studi pustaka dan juga perlu dilakukan metode analisis deskriptif untuk mendapatkan gambaran hasil dari pemanfaatan limbah abu batubara. Hasil yang didapatkan parameter Cu dan Pb yang ada pada limbah abu batubara setelah dilakukan uji laboratorium didapatkan masih tergolong dalam limbah B3, yang mempunyai pengaruh toksik pada tanaman. Hasil penelitian yang telah dilakukan, pemanfaatan limbah abu batubara dapat digunakan sebagai bahan media tanam. Percobaan penggunaan limbah abu batubara sebagai media tanam selama 30 hari, didapatkan bahwa bibit tanaman masih belum memenuhi kriteria bibit siap tanam. Penggunaan limbah abu batubara tidak menimbulkan masalah pada pertumbuhan bibit tanaman selama 30 hari. Kondisi bibit tanaman tetap hidup tidak mengalami kematian atau mengalami kekeringan. Saran yang bisa dilakukan untuk pemanfaatan limbah abu batubara bisa dilakukan kembali dengan melakukan perawatan tanaman dengan rentan waktu lebih dari 30 hari, dengan memperhatikan perawatan tanaman dengan baik.Kata kunci: abu Batubara, Kualitas Tanah, Pertambangan Batubara, Reklamasi, fly ash
Evaluasi Kesesuaian Lahan Pariwisata Di Pantai Ngandong, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, D.I Yogyakarta Ira Andriani Ronting; Johan Danu Prasetya; Dian Hudawan Santoso
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 3, No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-III
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.96 KB) | DOI: 10.31315/psb.v3i1.6270

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai daya tarik wisatawan yang tinggi baik dari aspek budaya maupunpanorama alamnya, sehingga menjadi salah satu daerah yang banyak dikunjungi dengan tujuan rekreasi.Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2019 wisatawan Mancanegara yangberkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 551.547 orang, sedangkan wisatawan Nusantara sebanyak27.772.847 orang, sehingga totalnya mencapai 28.324.394 orang. Wisatawan yang datang ke KabupatenGunungkidul pada tahun 2019 mencapai 3.661.612 orang. Pantai Ngandong pada tanggal 25 Juli 2018mengalami gelombang tinggi akibat hujan lebat yang merusak ekosistem, pemukiman dan tempat rekreasi yangada di sekitar pantai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian lahan sebagaitempat rekreasi pantai. Evaluasi kesesuaian lahan di Pantai Ngandong diperhitungkan dengan menggunakansepuluh parameter sebagai tempat rekreasi pantai. Berdasarkan hasil pengukuran dan pengamatan di lapangan,Kesesuaian Lahan sebagai tempat rekreasi yang ada di Pantai Ngandong adalah 82,04 % Sangat Sesuai (S1)untuk dijadikan sebagai tempat rekreasi pantai dengan adanya faktor penghambat. Hasil penelitian ini dapatmenjadi saran bagi pemerintah dan masyarakat sekitar untuk pembangunan dan pengelolaan pesisir.Kata Kunci: Kawasan Wisata; Kesesuaian Lahan; Pantai Ngandong.
Analisis Peran dan Keterlibatan Penyandang Disabilitas dalam Pengurangan Risiko Bencana di Indonesia Monica Warih Widi Krisanti; Johan Danu Prasetya; Tedy Agung Cahyadi; Yohana Nodarika Maharani
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.451 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8890

Abstract

Penyandang disabilitas sering disebut juga sebagai orang yang memiliki kebutuhan khusus. Penyebutan ini tak jarang menimbulkan anggapan bahwa mereka adalah kaum lemah yang selalu membutuhkan pertolongan dan bantuan. Hal ini membuat penyandang disabilitas kurang diberi ruang dalam hal pengurangan risiko bencana baik pada masa pra bencana maupun saat masa pemulihan untuk membangun yang lebih baik. Kurangnya pemberian ruang membuat penyandang disabilitas tidak banyak memiliki pengetahuan dan informasi seputar kesiapsiagaan menghadapi bencana. Kondisi ini membuat mereka menjadi kelompok yang paling berisiko dalam bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran-peran para penyandang disabilitas dalam pengurangan risiko bencana dan memberikan sumbangsih pengetahuan dalam upaya pelibatan disabilitas di bidang kebencanaan secara optimal. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan melakukan analisis menggunakan sumber-sumber ilmiah seperti jurnal, penelitian terdahulu, buku-buku referensi, dan dokumen-dokumen pemerintahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase pra bencana, pelibatan penyandang disabilitas dapat dilakukan dengan diskusi bersama, identifikasi dan pemetaan ragam serta kebutuhan penyandang disabilitas secara bersama, serta pelatihan dan peningkatan kapasitas untuk kesiapsiagaan. Pada fase pasca bencana pelibatan penyandang disabilitas dilakukan dengan menilai dan mengevaluasi proses penanganan darurat secara bersama, diskusi terkait pembangunan infrastruktur yang sesuai dengan ragam disabilitas yang ada, serta pemberdayaan dan pelatihan keterampilan sesuai dengan minat masing-masing penyandang disabilitas. Pelibatan penyandang disabilitas dalam pengurangan risiko bencana diharapkan dapat meningkatkan kapasitas penyandang disabilitas dan mengurangi kerentanan yang dimiliki. Hal ini juga menjadi masukan bagi pemangku kepentingan, lembaga yang bergerak di bidang kebencanaan, dan juga bagi masyarakat luas untuk melibatkan penyandang disabilitas dalam setiap pengelolaan risiko bencana yang dilakukan.Kata Kunci: Disabilitas; Kebijakan Pemerintah; Keterlibatan; Pengurangan Risiko Bencana; Peran
Evaluasi Kesesuaian Lahan Kawasan Pariwisata di Pantai Kuwaru, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Shella G Kakisina; Johan Danu Prasetya; Wisnu Aji Dwi Kristanto
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.005 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8910

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki potensi sumber daya pesisir yang berlimpah. Perkembangan wisata mulai meningkat sekitar tahun 2015-2019. Pantai Kuwaru adalah pantai yang strategis sebagai kawasan untuk wisata keluarga dan Pendidikan yang berada di bagian pantai selatan wilayah Bantul.  Pada tanggal 5 Juni 2017 terjadi bencana abrasi yang mengakibatkan terjadinya kerusakan pada bangunan di Pantai Kuwaru. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengevaluasi kesesuaian lahan untuk wisata Pantai Kuwaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei dan pemetaan, metode skoring dan pembobotan, dengan melakukan pengukuran pada 6 parameter yaitu tipe pantai, lebar pantai, material daar Perairan, kemiringan pantai, tutupan lahan pantai, dan ketersediaan air tawar. Berdasarkan evaluasi didapatkan hasil nilai kesesuaian lahan di Pantai Kuwaru sebesar 44 % yaitu kategori S3 (sesuai bersyarat). Penelitian ini kiranya dapat dijadikan evaluasi atau rekomendasi untuk mengelola dan mengembangkan Pantai Kuwaru kedepannya. Kata Kunci : Evaluasi; Kesesuaian Lahan; Pantai; Pariwisata
Karakteristik dan Potensi Mata Air Panas Untuk Pengeringan Biji Kopi Di Candi Gedong Songo, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah Ichsan Azrian; Ayu Utami; Johan Danu Prasetya
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.297 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8907

Abstract

Daerah penelitian memiliki manifestasi panas bumi berupa mata air panas dengan sebagian besar penduduknya melakukan usaha pertanian, termasuk petani kopi. Biji kopi untuk dapat dikonsumsi memerlukan proses pengeringan. Pengeringan menggunakan mata air panas tidak akan menghasilkan emisi dan tidak mengkhawatirkan cuaca. Daerah penelitian memiliki curah hujan yang tinggi. Penelitian dilakukan di Candi Gedong Songo, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan potensi mata air untuk pengeringan biji kopi di Desa Candi. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu survei lapangan, uji laboratorium dan analisis kimia. Hasil penelitian menunjukkan suhu permukaan mata air panas 63 oC, pH 2.7 dan debit mata air 0.325 l/s. Daerah penelitian memiliki curah hujan yang tinggi. Tipe mata air panas berdasarkan analisis kimia yaitu air sulfat (SO4). Mata air panas berada pada zona immature water. Perkiraan suhu reservoir menggunakan metode geothermometer yaitu 354 oC masuk ke dalam entalpi tinggi. Mata air panas di daerah penelitian memiliki potensi yang baik untuk dimanfaatkan sebagai pengeringan biji kopi.Kata Kunci: Geothermometer, Manifestasi, Mata Air Panas, Pengeringan, Potensi, Biji kopi, Pengeringan
Kesesuaian Wisata di Pantai Pasir Panjang, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat Aisya Rahmanita; Muammar Gomareuzzaman; Johan Danu Prasetya
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8911

Abstract

Kota Singkawang adalah salah satu tujuan destinasi wisata yang ada di Kalimantan Barat. Kawasan pesisir Kota Singkawang dikembangkan sebagai objek wisata pantai. Pantai Pasir Panjang merupakan salah satu objek wisata pantai yang terkenal di Kota Singkawang. Pantai Pasir Panjang memiliki panorama berupa Laut Natuna dan pulau-pulau kecil yang ada di seberangnya. Aktivitas wisata di pantai harus mempertimbangkan faktor kenyamanan, keamanan, dan keselamatan pengunjung, sehingga perlu dilakukan evaluasi kesesuaian wisata pantai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian wisata di Pantai Pasir Panjang. Metode yang digunakan terdiri dari metode survei lapangan, metode wawancara, serta metode skoring dan pembobotan. Skoring dan pembobotan dilakukan dengan sepuluh parameter berupa tipe pantai, lebar pantai, material dasar perairan, kecepatan arus, kecerahan perairan, kemiringan pantai, tutupan lahan pantai, biota berbahaya, dan ketersediaan air tawar. Hasil kesesuaian wisata rekreasi pantai pada Pantai Pasir Panjang bernilai sebesar 77,78% yang termasuk kategori sesuai (S2). Upaya pengelolaan perlu dilakukan guna meningkatkan kesesuaian wisata di Pantai Pasir Panjang.Kata Kunci: Evaluasi; Kesesuaian Wisata; Pantai; Pesisir; Wisata
Daya Dukung Kawasan dan Daya Dukung Riil untuk Ekowisata Mangrove di Kalurahan Jangkaran, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta Nur Mucharomah; Johan Danu Prasetya; Muammar Gomareuzzaman; Agus Bambang Irawan
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 5, No 1 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-V
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v5i1.11666

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki potensi di bidang ekonomi, sosial, maupun lingkungan hidup. Pengembangan ekowisata mangrove merupakan salah satu cara dalam memanfaatkan potensi ekonominya. Salah satu tujuan ekowisata mangrove yaitu agar dapat menjadi konservasi bagi ekosistem mangrove agar tetap terjaga. Oleh karena itu, harus diketahui jumlah pengunjung maksimal yang dapat ditampung agar tidak menimbulkan kerusakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya dukung kawasan dan daya dukung riil di Hutan Mangrove Wanatirta, Hutan Mangrove Jembatan Api-Api, dan Hutan Mangrove Pasir Kadilangu agar kegiatan ekowisata dapat tetap berjalan tanpa merusak ekosistem mangrove. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, pemetaan dan wawancara. Analisis daya dukung ekowisata dihitung dengan persamaan Daya Dukung Kawasan dan daya dukung riil. Hasil dari penelitian ini yaitu Hutan Mangrove Wanatirta memiliki daya dukung kawasan sebanyak 144 orang/hari dan daya dukung riil sebesar 91 orang/hari. Hutan Mangrove Jembatan Api-Api memiliki daya dukung kawasan sebanyak 362 orang/hari dan daya dukung riil sebesar 228 orang/hari. Hutan Mangrove Pasir Kadilangu memiliki daya dukung kawasan sebanyak 374 orang/hari dan daya dukung riil sebesar 237 orang/hari.
Co-Authors Aditya Pandu Wicaksono Aditya Pandu Wicaksono Aditya Pandu Wicaksono Agung Yulianto Nugroho Agus Bambang Irawan Agus Bambang Irawan Ahmad Sobirin Aisya Rahmanita Algary, Tissia Ayu Andi Renata Ade Yudono Anka Indra Pangestu Annisa Dewi Masyithoh Arif Rianto Budi Nugroho Artha Putri, Awanda Dias Rizkia Arya Dipa Aristo Putra Awang Hendrianto Pratomo Ayu Utami Ayu Utami, Ayu Ayumadany, Maulidya Anggun Bambang Dwijo Pranowo Benny Antony Kaban Bramantio Dzaki Wirayuda Cahyadi, Teddy Agung Cahyadi, Tedy Agung Deni Rahman Saputra Dian Hudawan Dian Hudawan Santoso Dian Hudawan Santoso Dina Asrifah Dina Asrifah, Dina Dyah Nunki Yalesrie Effantra Effendi Eko Teguh Paripurno Elga MBM da Costa Elma, Irfan Dzaky Eni Muryani Fadhil, Achmad Restu Fairus Jelita Regita Putri Fandika Agustiyar Fara Disa Durry Ficky Adi Kurniawan Ficky Adi Kurniawan Fitriani Fitriani Foundry Giovani Galih Haryo Wisanggeni Gandar Mahojwala Gomareuzzaman, Muammar Hadi Purwanto Happitasyari, Stevanie Haryanto, Slamet Herwin Lukito Herwin Lukito Herwin Lukito Herwin Lukito, Herwin Ichsan Azrian Ika Wahyuning Widiarti Indah Nur Hidayah Inggit Fandayati Ira Andriani Ronting Irfan Dzaky Elma Istiana Rahatmawati, Istiana Kristanto, Wisnu Aji Dwi Kurniawan, Ficky Adi Listi, Listi Marzun, Muhammad Hakiim Maulidya Anggun Ayumadany Maulidya Anggun Ayumadany Misya, Meilyn Monica Warih Widi Krisanti Muammar Gomareuzzaman Muammar Gomareuzzaman Muammar Gomareuzzaman Mucharomah, Nur Mugi Rahayu Mussodaq, Mochamad Nabila Farhaini Nandra Eko Nugroho Novia Mawar Sari Nugrahajati, Susilastuti Dwi Nugroho , Arif Rianto Budi Nugroho, Arif Rianto Budi Nugroho, Nandra Eko Nur Mucharomah Prastistho, Bambang Priandeni, Fitriyan Nujud Priza Tiara Titisari PUJI LESTARI PUJI LESTARI Purbudi Wahyuni PURBUDI WAHYUNI, PURBUDI Purwanta, Jaka Purwanto, Hadi Puspitasari, Lisa Putri, Fairus Jelita Regita Raiwa Mara Puspa Rohman, Taufik Fatkur Rr. Dina Asrifah Sabrina Umi Khabibah Setiyo Hartato Setiyo Hartato M Shella G Kakisina Siregar, Imerilda Parlina Sobirin, Ahmad Stephanus Maria Eduat Suharwanto Suharwanto Suharwanto Suharwanto Sukma Sahadewa, Sukma Taufik Fatkur Rohman Tissia Ayu Algary Titi tiara Anasstasia Titisari, Priza Tiara Trie Adelia Ambarwathy Vikahadi, Nanda Wenny Kartika Widyawanto Prastistho Winata, Lionesya Sukma Windyantini, Hanna Wirayuda, Bramantio Dzaki Wisanggeni, Galih Haryo Wisnu Aji Dwi Kristanto Yohana Nodarika Maharani Yohana Noradika Yohana Noradika Maharani Yohanes Ary Prayoga Yulinda Vikaya Putri Ady Rukmana Zulfa, Qonitina