Claim Missing Document
Check
Articles

KEANEKARAGAMAN DAN KEPADATAN JENIS KIMA DI PERAIRAN PULAU WAWOSUNGGU KABUPATEN KONAWE SELATAN Hasni, .; Sadarun, Baru; Ira, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 2, No 4: November 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v2i4.3819

Abstract

Kima merupakan salah satu organisme yang hidup pada daerah terumbu karang dan ditemukan dalam jumlah besar pada perairan dangkal. Kima (Tridacnidae) hidup bersimbiosis dengan ganggang dinoflagellata (Symbiodinium) yang tumbuh di jaringan mantel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kepadatan jenis kima (Tridacnidae), serta mengetahui parameter lingkungan yang mempengaruhi kehidupan kima di Perairan Pulau Wawosunggu Kecamatan Moramo. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Desember 2016 sampai April 2017. Penelitian ini menggunakan metode transek sabuk (belt transect) dengan ukuran 70mx10m. Pengamatan dilakukan pada tiga stasiun berdasarkan keberadaan kima. Hasil penelitian menunjukan bahwa  keanekaragaman kima tergolong rendah dengan nilai 0,28-0,47 dan hanya ditemukan tiga jenis kima, yaitu Tridacna  maxima, T. crocea, dan T. squomosa. Kepadatan jenis kima di Perairan Pulau Wawosunggu yaitu pada stasiun I   (bagian timur) 0,06 ind/m², stasiun II (bagian utara) 0,03 ind/m², dan stasiun III (bagian barat) 0,02 ind/m².Kata Kunci : Keanekaragaman, Kepadatan, Kima, Pulau Wawosunggu
KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN KARANG JENIS FAMILI FUNGIIDAE DI PERAIRAN DESA ATOWATU KABUPATEN KONAWE Syam, Sahril; Sadarun, Baru; Palupi, Ratna Diyah
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 4, No 3: Agustus 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v4i3.8777

Abstract

Karang famili Fungiidae merupakan karang yang masuk ordo Scleractinia yang hidup soliter dan bebas tidak melekat pada substrat dasar perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan jenis karang famili Fungiidae di perairan Desa Atowatu. Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada bulan    Januari 2019. Stasiun pengambilan data terdiri dari 3 stasiun penelitian. Penentuan stasiun menggunakan metode purposive sampling yaitu dengan memilih stasiun berdasarkan keberadaan karang famili Fungiidae di daerah reef flat dan reef slope. Pengambilan data kelimpahan karang Fungiidae menggunakan metode Belt transect, dengan panjang transect 70 x 2 m. Hasil penelitian keanekaragaman famili Fungiidae di perairan Desa Atowatu terdiri dari 8 genus, 22 spesies, dan 1300 individu dengan genus fungia yang medominasi hasil penelitian. Kelimpahan yang didapatkan pada daerah reef flat tertinggi pada stasiun I (2.39 individu/m2) kemudian disusul stasiun III (2.25 individu/m2) dan yang terendah stasiun II  (1.83 individu/m2). Daerah reef slope tertinggi didapatkan pada stasiun II (1.70 individu/m2) kemudian disusul stasiun I (1.67 individu/m2) dan terendah stasiun III (1.00 individu/m2). Rata-rata kelimpahan famili Fungiidae sebesar 2,16 individu/m2 pada daerah reef flat dan reef slope sebesar 1,45 individu/m2. Keanekaragaman dan kelimpahan famili Fungiidae dominan di zona reef flat dibandingkan reef slope.Kata kunci : Keanekaragaman, Kelimpahan, Karang Fungiidae, Reef flat, Reef slope
HUBUNGAN KELIMPAHAN RELATIF KARANG HIDUP DENGAN KEPADATAN MEGABENTOS DI PERAIRAN WAWORAHA SULAWESI TENGGARA Wulandari, Asri Triyani; Sadarun, Baru; Palupi, Ratna Diyah
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 5, No 2: Mei 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i2.12167

Abstract

Terumbu karang merupakan ekosistem yang subur dan kaya akan makanan. Megabentos merupakan salah satu komunitas hewan bentik yang berasosiasi dengan terumbu karang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kepadatan megabentos (bulu babi, bintang laut, teripang, lola, kima, lobster, siput drupella, dan bintang laut berduri), mengetahui kelimpahan relatif karang hidup serta hubungan kelimpahan relatif karang hidup dengan kepadatan megabentos di Perairan Waworaha Provinsi Sulawesi Tenggara. Pengambilan data kondisi karang dan fauna megabentos dilakukan dengan menggunakan metode  Belt Transect yang ditarik sejajar garis pantai dengan luasan 350 m².  Hasil penelitian yang didapatkan pada tiap stasiun adalah persentase kelimpahan relatif karang hidup di perairan waworaha termasuk tinggi dengan rata-rata persentase kelimpahan relatif karang hidup sebesar 70,28%. Nilai rata-rata kepadatan megabentos adalah 0,070 ind/m² dengan kepadatan tertinggi terdapat pada stasiun 3 yaitu 0,096 ind/m², dan kepadatan megabentos terendah terdapat pada stasiun 1 yaitu 0,030 ind/m². Perhitungan nilai hubungan kelimpahan relatif karang hidup dengan kepadatan megabentos didapatkan nilai r sebesar 0.929 bernilai positif yang artinya kelimpahan relatif karang hidup dan kepadatan megabentos memiliki hubungan yang sangat kuat.Kata kunci: Karang, Kepadatan, Megabentos, Waworaha
KEPADATAN DAN KEANEKARAGAMAN FAMILI FUNGIDAE DI PERAIRAN DESA BUTON, KABUPATEN MOROWALI Mira, Tenri; Sadarun, Baru; Rahmadani, .
Jurnal Sapa Laut Vol 5, No 4: November 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i4.15491

Abstract

Famili fungidae merupakan salah satu jenis karang yang hidup soliter atau membentuk koloni dan mampu hidup di berbagai macam substrat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menghitung kepadatan dan keanekaragaman famili fungidae di Perairan Desa Buton, Kabupaten Morowali. Pengambilan data penelitian  dilaksanakan pada bulan Maret 2019. Stasiun pengambilan data terdiri dari 3 stasiun penelitian. Penentuan stasiun menggunakan metode purposive sampling yaitu dengan memilih stasiun berdasarkan keberadaan famili fungidae di daerah reef flat dan reef slope. Pengambilan data kepadatan famili fungidae menggunakan metode transek sabuk dengan panjang transek 30 x 2 m. Kepadatan famili fungidae setiap stasiun berkisar antara 0,442-2,183 individu/m2 dengan rata-rata kepadatan yaitu pada daerah reef flat sebesar 1,719 individu/m2 dan pada daerah reef slope sebesar 0,997 individu/m2. Keanekaragaman famili fungidae yang ditemukan adalah 9 spesies dari 5 genera. Spesies dari famili fungudae yang ditemukan diantaranya Ctenactis echinata, Fungia concinna, Fungia fungites, Fungia horrida, Fungia paumotensis, Herpolitha limax, Herpolitha weberi, Podabacia crustacea dan Polyphyllia talpina. Kepadatan famili Fungidae lebih tinggi  di zona reef flat dibandingkan reef slope.Kata kunci: Famili Fungidae, Kepadatan, Keanekaragaman, Zona Terumbu Karang
TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP KARANG Acropora formosa HASIL TRANSPLANTASI DI PERAIRAN SAWAPUDO KECAMATAN SOROPIA Nurman, Febry Hisbullah; Sadarun, Baru; Palupi, Ratna Diyah
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 2, No 4: November 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v2i4.3820

Abstract

Pengambilan dalam penelitian ini pada bulan September sampai Oktober 2013 di Perairan Sawapudo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kelangsungan hidup karang hasil transplantasi mengetahui dan faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kelangsungan hidup karang. Metode penentuan titik stasiun penelitian secara purposif yaitu dibagi dalam 2 stasiun (kedalaman 3 dan 7 m). Hasil dari penelitian ini persentase tingkat kelangsungan hidup karang A. formosa yang ditransplantasi di kedalaman 3 dan 7 m tidak menunjukkan adanya perbedaan yaitu sebesar 70,83%. Sedangkan persentase tingkat kelangsungan hidup karang transplan pada meja kontrol menunjukkan hasil sedikit lebih rendah (66,67%). Faktor yang dominan memengaruhi tingkat kelangsungan hidup karang yang ditransplantasi adalah penutupan algae, sedimentasi, dan ukuran fragmen karang dengan cabang yang berbeda. Kedalaman 7 m merupakan kedalaman yang baik bagi karang transplan untuk melakukan adaptasi fragmen karang terhadap lingkungan.Kata kunci : Acropora Formosa, Perairan Sawapudo, Tingkat Kelangsungan Hidup,  Transplantasi Karang
HUBUNGAN ANTARA KONDISI TUTUPAN KARANG HIDUP DENGAN KELIMPAHAN IKAN CHAETODONTIDAE DI PERAIRAN LALANU, KECAMATAN SOROPIA, KABUPATEN KONAWE Saputra, Muh. Tino; Sadarun, Baru; Rahmadani, .; Subhan, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 4, No 2: Mei 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v4i2.8323

Abstract

Secara ekologis terumbu karang berfungsi sebagai penyangga bagi kehidupan biota pesisir dan lautan seperti ikan dan invertebrate. Salah satu ikan karang yang hidup di terumbu karang adalah ikan Chaetodontidae yang merupakan jenis pemangsa karang yang memiliki hubungan positif dengan persentase karang hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi terumbu karang, mengetahui kelimpahan Ikan Chaetodontidae, serta untuk mengetahui hubungan antara persentase tutupan karang hidup dengan kelimpahan ikan Chaetodontidae di Perairan Lalanu. Pengambilan data dilakukan pada bulan Agustus 2018 di tiga stasiun penelitian. Pengambilan data karang dilakukan dengan menggunakan metode Line Intercept Transect (LIT) dan metode pencacahan visual bawah air (Underwater Visual Sensus) untuk pengambilan data ikan Chaetodontidae dengan panjang garis transek 70 m dengan luas area pengamatan seluas 350m2, sebanyak dua kali pengulangan pada setiap stasiun pengamatan. Hasil penelitian ditemukan sebanyak dua genus dan terdiri dari delapan spesies ikan famili Chaetodontidae, yaitu Chaetodon kleinii, C. vegabundus,  C. trifasciatus, C. lunulatus, C. auriga, C. melannotus, Heniochus acuminatus, dan H. varius, dengan total 160 individu. Kelimpahan jenis tertinggi ditemukan pada staiun tiga (0.0457 Ind/m2) dan terendah pada Stasiun satu (0.0329 Ind/m2). Persentase kategori Life Coral tertinggi terdapat pada Stasiun tiga (37,55%) dan terendah terdapat pada Stasiun satu (29,62%). Kelimpahan dan keragaman jenis ikan Chaetodontidae memiliki hubungan yang kuat terhadap persentase tutupan karang hidup pada stasiun penelitian di perairan Lalanu dengan nilai  (R²) sebesar 0,9171 dengan determinan sebesar r = 0.9576.Kata kunci:  Kelimpahan Jenis, Chaetodontidae, Karang, Perairan Lalanu.
KELIMPAHAN DAN PREVALENSI PENYAKIT KARANG DI PERAIRAN LANGARA, KONAWA KEPULAUAN, SULAWESI TENGGARA Hasma, Siti; Sadarun, Baru; Palupi, Ratna Diyah
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 4, No 2: Mei 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v4i2.8328

Abstract

Penyakit karang adalah gangguan terhadap kesehatan karang yang menyebabkan hilang atau rusaknya jaringan karang. Biota karang yang terinfeksi penyakit telah diidentifikasikan sebagai salah satu faktor utama yang memperburuk tutupan terumbu karang secara global. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kelimpahan dan prevalensi penyakit karang di Perairan Langara, Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara. Pengambilan data dilakukan di bulan April 2018 pada tiga stasiun penelitian. Metode pengambilan data kelimpahan dan prevalensi penyakit karang menggunakan metode belt transect (transek sabuk) dengan luas area transek 350 m2, yang ditarik sejajar garis pantai. Hasil penelitian menyebutkan bahwa penyakit karang yang ditemukan di lokasi penelitian sebanyak 8 jenis [Black Band Disease (BBD), Dark Spots Disease (DSD), Ulcerative White Spots (UWS), White Band Disease (WBD), Explained Growth Anomalies (EGA), White Syndrom (WS), Bleacing (BL) dan Yellow Band Disease (YBD)]. Kelimpahan dan prevalensi penyakit karang yang tertinggi terdapat di stasiun II, dimana nilai kelimpahan yaitu 0.063 koloni/m2 dan nilai prevalensi yaitu 92.187%. Jenis penyakit karang yang mendominasi di lokasi penelitian secara berturut-turut adalah UWS, BBD dan WS.Kata Kunci: Kelimpahan; Penyakit Karang; Perairan Langara; Prevalensi
HUBUNGAN KONDISI TUTUPAN KARANG HIDUP DENGAN KEBERADAAN IKAN FAMILI CHAETODONTIDAE DI PERAIRAN ATOWATU Anshari, La Ode; Sadarun, Baru; Rahmadani, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 5, No 2: Mei 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i2.12163

Abstract

Ikan famili Chaetodontidae merupakan salah satu komunitas pada ekosistem terumbu karang yang berperan penting dalam aliran energi dan menjaga kestabilan ekosistem. Sebaran ikan famili Chaetodontidae sangat ditentukan oleh kondisi dan variasi habitat terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi tutupan karang hidup dengan keberadaan ikan famili Chaetodontidae di perairan Atowatu. Pengambilan data kondisi terumbu karang digunakan metode transek garis atau Line Intercept Transect (LIT), sedangkan pengambilan data ikan Chaetodontidae digunakan metode belltransek yang dilakukan secara visual sensus (sensus langsung), sepanjang 70 meter dengan luas pengamatan 2 x 2,5 meter yang dilakukan 2 kali ulangan yang mewakili zona reef flat dan reef slope pada tiap stasiun. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa ko ndisi terumbu karang di Perairan Atowatu dalam kondisi sedang. Stasiun 3 merupakan stasiun dengan presentase tutupan karang hidup tertinggi sebesar 38,93% (kategori sedang). Kelimpahan jenis ikan Chaetodontidae tertinggi sebesar 0,06 ind/m2 terdapat pada stasiun 3. Hubungan antara persentase tutupan karang hidup dengan kelimpahan ikanChaetodontidae menggunakan analisis regresi linear sebesar 0.9576, artinya adanya hubungan yang kuat antara tutupan karang hidup dengan kelimpahan ikan Chaetodontidae.Kata kunci : Chaetodontidae, kelimpahan, keragaman jenis, Perairan Atowatu, tutupan karang,
PENGARUH PERBEDAAN UKURAN FRAGMEN TERHADAP PERTUMBUHAN KARANG ANACROPORA PUERTOGALERAE DI PERAIRAN DESA LALANO, KECAMATAN SOROPIA Alqadri, Muhammad Fadly; Sadarun, Baru; Rahmadani, .
Jurnal Sapa Laut Vol 6, No 4: November 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i4.21855

Abstract

Anacropora puertogalerae tergolong karang yang rentan berdasarkan status IUCN.  Akibat tekanan yang berasal dari aktivitas masyarakat dikhawatirkan dapat menyebabkan penurunan populasi karang ini dialam. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat tingkat kelangsungan hidup, laju pertumbuhan mutlak, dan pertambahan tunas pada karang Anacropora puertogalerae yang ditarnsplantasi dengan ukuran fragmen 3 cm, 5 cm dan 7 cm di perairan Lalanu Kecamatan Soropia. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari – Mei 2020. Penelitian ini menggunakan metode transplantasi fragmen karang di rak transplantasi.   Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kelangsungan hidup fragmen 3, 5 dan 7 berkisar 35% - 92,50%, dimana kelangsungan hidup tertinggi pada fragmen 7 cm.  Laju pertumbuhan mutlak berkisar antara 6,502 - 16,098 cm dengan laju pertumbuhan mutlak tertinggi pada fragmen 7 cm.  Pertambahan tunas pada fragmen karang transplan berkisar 20 – 35 tunas, dimana pertambahan tunas terbanyak ditemukan pada fragmen 7 cm dengan rata2 pertumbuhan tunas sebesar 28 tunas. Laju pertumbuhan transplant pada fragmen 3 cm berbeda nyata jika dibandingkan dengan fragmen 5cm dan 7 cm.Kata Kunci: Anacropora  puertogalerae, kelangsungan hidup, laju pertumbuhan, pertambahan tunas, perairan Lalanu
IDENTIFIKASI SPONS BERDASARKAN TUTUPAN KARANG DI PERAIRAN SOMBU TAMAN NASIONAL WAKATOBI Husmayani, Wa Ode; Sadarun, Baru; Palupi, Ratna Diyah
Jurnal Sapa Laut Vol 6, No 4: November 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i4.21856

Abstract

Spons merupakan hewan multiseluler paling primitif yang hidup diberbagai tipe perairan mulai dari tawar, payau, dan laut. Biota ini hidup di dasar perairan dan biasanya menempel pada substrat keras seperti batu atau karang dan berkompetisi dengan organisme penempel lainnya untuk memperoleh ruang dan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kepadatan spons berdasarkan tutupan karang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2020 – Juli 2021, di Perairan Sombu Taman Nasional Wakatobi. Pengambilan data spons dilakukan dengan menggunakan metode belt transect dengan panjang line transect 50 m dengan lebar 4 m pada kedalaman 3 m (reef flat) dan 7 m (reef slope) pada masing-masing stasiun. Data diambil bersama dengan tutupan karang menggunakan metode line intercept transect (LIT) dengan panjang line transect 50 m pada kedalaman yang sama dengan data spons. Hasil penelitian didapatkan bahwa keanekagaraman hayati spons yang ditemukan dilokasi penelitian yaitu sebanyak 2 kelas, 19 famili dan 23 genus. Yakni  keanekaragaman jenis spons tertinggi yaitu pada stasiun I sebesar 20 genus, serta kepadatan spons tertinggi sebesar 0,18 individu/m2 terdapat pada genus   Spheciospongia sp., kepadatan spons tertinggi berdasarkan stasiun terdapat pada stasiun I zona reef slope yaitu dengan nilai 0,32 individu/m². Persentase tutupan karang pada stasiun I dan II masuk dalam kondisi baik, sedangkan pada stasiun III masuk dalam kondisi sedang. Keanekaragaman dan kepadatan spons dipengaruhi adanya keberadaan terumbu karang, sehingga keberadaan tutupan karang yang tinggi menyebabkan melimpahnya pertumbuhan spons.Kata Kunci : Keanekaragaman, Kepadatan, Spons, Terumbu Karang 
Co-Authors . Yusnaini, . A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abu Bakar Sambah, Abu Bakar Adelia R, Nella Adryan Fristiohady Adryan Fristiohady Afizha, Ainun Ahmad Mustafa Akhmad Mansyur Akhmad Mansyur, Akhmad Aldiansyah Hari Friatno Alqadri, Muhammad Fadly Amadhan Takwir Ambarsari, Wa Ode Hariza Ambarsari, Wa Ode Hariza Amrullah, Baso Andi Irwan Nur, Andi Irwan Andini Sundowo Andini Sundowo Andriani, Rina Anggriyani, Wa Ode Anshari, La Ode Arami, Hasnia Arfan Arfan Ari Sandy Muchtar Artun, . Asmadin Asmadin, Asmadin Asnani Asnani Aspadiah, Vica Aspadiah Baharum, Syarul Nataqain Balubi, Abdul Muis BUDIYANTO Cahyono, Harry Daud, Nur Saadah Dayatriana Muthalib Deniro, . Dewiyanti Madu Dian Munasari Emil, Wildan Emiyarti Emiyarti, Emiyarti Esna Nirwana, Esna Fadhliyah Malik Faisal Faisal Firdayanti, Firdayanti Fitrawan, La Ode Muhammad Fitriani, Sri Nunung Fristiohady, Adryan Fusvita, Angriani Gafar, Asniwati Gafar, Asniwati Galih, Olga Gusti Ayu Kade Sutariati Haedar Haedar, Haedar Halik, Aridho Rahmat Akbar Harnita, Wa Ode Haruna, Lidya A. Hasan, Subaeda Haslianti Haslianti, Haslianti Hasma, Siti Hasni, . Hidayat, La Ode Alfitrah Husein, Muhammad Ahmi Husmayani, Wa Ode Idin Sahidin Idin Sahidin Idin, Sahidin Idrus, Loly Subhiaty Ihsas, Mijwadul Indalifiany, Astrid Indrayani Ira Ira, Ira Ira, . Iskandar, Ishak Iskandar, Muhammad Jali, Wa Jumadil Junaidin, Junadin Kardin, Laode Karmila, . Kurnianto, Harry Eko La Ode Alirman Afu, La Ode Alirman La Ode M. Yasir Haya, La Ode M. La Ode MJ Purnama Lestari, Firda Malaka, Muh. Hajrul Malaka, Muhammad Hajrul Mangurana, Wa Ode Intiyani Massar, Mundzir Mira, Tenri Muhammad Fadly Muhammad H Malaka Muhammad Idris Muhammad Ilyas Muhammad Ramli Muhammad Trial Fiar Erawan Munasari, Dian Musdalipah Musdalipah, Musdalipah Muskita, Wellem Hendrik Muslim Tadjuddah Naimah Naimah Nirwamati, Nirwamati Nugroho, Oktsyavitto Adithya Nur Syifa Rahmatika Nurgaya, Wa Nurman, Febry Hisbullah Nurmila, Wa Ode Ogbonna, David N. Pangerang, Utama K Permana, Nur Piliana, Wa Ode Pratikino, Asrin Ginong Purnama, La O. M. J. Purnama, La Ode Muhammad Julian Rafilu, Abdul Haris Rahmadani Rahmadani Rahmadani, . Rahman, Arwan Arif Rahman, Sitti Rahmawati Rahmatika, Nur S. Rakhmat Hidayat, Rakhmat Ratna Diyah Palupi Risfandi Roraya, Irma Roslindah Daeng Siang Rosmawati Rusman, Rizal Sabilu, Kadir Saenuddin Sahara, Wa Sahidin Sahidin . Sahidin, Idin Sahidin, S Sahputra, Adi Salwiyah, Salwiyah Saputra, Muh. Tino Saranani, Muhammad Aqsal Azriel Fajar Saripuddin Sawonua, Paiga Hanurin Subhan Subhan Subhan Subhan Subhan Subhan, . Syam, Sahril Syarul Nataqain Baharum Tien Tien Umbay, Virgo Lelono Unhas, Fivianawati Virginia, Chrisma W Wahyuni, W Wa Ode Anggriyani WAHYUNI Wahyuni Wahyuni wahyuni wahyuni Wanda, Erni Wardana, Muhammad Wahyu Wianti, Nur Isiyana Wijaya, Anung WINDA Wulandari, Asri Triyani Yodha, Agung W. M. Yodha, Agung Wibawa Mahatva Yursida Yursida, Yursida