Claim Missing Document
Check
Articles

Preparation and Characterization of Ethanol Extract of Spons Xestospongia sp. Indalifiany, Astrid; Sahidin, Sahidin; Wahyuni, Wahyuni; Fristiohady, Adryan; Sadarun, Baru; Andriani, Rina; Aspadiah, Vica Aspadiah; Naimah, Naimah
FARMASIS: Jurnal Sains Farmasi Vol 2 No 1 (2021): Farmasis : Jurnal Sains Farmasi
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/farmasis.v2i1.3542

Abstract

Background: Xestospongia sp. is a species of the Demospongiae class that can be used as a medicinal substance. Xestospongia sp is known to have various activities such as anticancer, antibiotic, anti-fungal, cardiotonic, and antimalarial. One of the ways to make the formulation of natural ingredients is the phytosome vesicle technique. This method can be used to increase the penetration of compounds through cell membranes, increase their absorption and increase its bioavailability in the body. Objective: The aim of this study was to obtain the optimum phytosome composition in the ethanol extract of Xestospongia sp. and phosphatidylcholine with approprite vesicle characteristics. Methods: The preparation was carried out by varying the extract and phosphatidylcholine with a thin layer hydration method at a ratio of 1:1, 1:2, 2:1, and 2:2 and and phytosome characterization was carried out in each of these formulas to obtain the optimal formula. Results: In this study, the optimum phytosome formula has met the criteria based on morphological test parameters using an optical microscope obtained by spherical morphology, stability of physical appearance observations stored at 2oC-8oC ± 1oC temperature, pH measurement using a pH meter obtained a pH value of 4.20, and particle size determination using the Particle Size Analyzer (PSA) obtained a particle size of 180.6 nm and particle distribution value (IP) of 0.133. Conclusion: Composition of the optimum phytosome formula in the ratio of extract and phosphatidylcholine 1: 1 with the LUV phytosome category (Large Unilamellar Vesicle)
The Analysis of Chlorophyll-A Distribution And Sea Surface Temperature for Estimation of Skipjack Fishing Grounds (Katsuwonus Pelamis) Based on Different Seasons in South Buton Waters Nurmila, Wa Ode; Asmadin; Mustafa, Ahmad; Saenuddin; Sadarun, Baru; Indrayani; Ogbonna, David N.
Coastal and Marine Journal Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Serumpun Karang Konservasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61548/cmj.v1i2.17

Abstract

The success of fishing activities is certainly greatly influenced by the conditions of the Fishing Ground (FG). Therefore, information about potential fishing areas is needed by fishermen in fishing activities. Chlorophyll-a is the primary productivity in water. The development of aquatic chlorophyll is influenced by Sea Surface Temperature (SST). The purpose of this study was to analyze the distribution of chlorophyll-a and sea surface temperature (SST) for estimating fish fishing areas based on different seasons in South Buton Waters. This type of research is exploratory research. This study used remote sensing method. The direct interview method with respondents aims to validate data (fishermen) from remote sensing processing. The study used Aqua Modis satellite imagery data to derive parameter values of chlorophyll-a and sea surface temperature. The results of the analysis of the distribution of chlorophyll-a in South Buton waters are the highest with chlorophyll-a concentrations ranging from 0.3-3.0 mg / m³ spread in the waters of Sampolawa and Batauga Districts with surface temperatures ranging from 26 °C and 33 °C. Eastern and Transitional Season II have high levels of chlorophyll-a concentration. This season will be a potential skipjack fishing area in South Buton Waters.
HUBUNGAN KERAPATAN MANGROVE DENGAN KELIMPAHAN KEPITING DI DESA LANGKOMU KABUPATEN BUTON TENGAH Rusman, Rizal; Sadarun, Baru; Subhan, Subhan
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 2: Mei 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i2.47253

Abstract

Kepiting merupakan hewan yang termasuk dalam subfilum Crustacea ordo Decapoda (yang berarti “berkaki sepuluh” dan mengacu pada 10 alat gerak). Penelian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei 2022 di perairan Desa Langkomu, Kecamatan Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah. Pengambilan data mangrove dilakukan dengan menggunakan transek plot garis (line transect plot) di setiap stasiunnya. Pengambilan sampel kepiting dilakukan dengan tiga kali pengulangan dari masing-masing stasiun. Pengambilan dilakukan dengan menggunakan perangkap kepiting yang disebut bubu, dengan ukuran 28 cm x 30 cm x 44 cm dengan umpannya berupa daging ikan. Bubu disebar di setiap stasiun pengamatan sebanyak 11 buah. Hasil Penelitian ditemukan enam jenis kepiting uca dussumieri, uca lactea, uca coarctata, scylla paramanosain dan Scylla Serata dengan nilai komposisi jenis berkisar antara 2,56 - 58,23 %. Nilai kelimpahan kepiting berkisar antara 5.3 – 10.1 ind/m2. Jenis mangrove yang di temukan adalah jenis Rhizophora mucronata, Bruguiera. gymnorhiza dan Sonneratia Alba dengan nilai kerapatan berkisar antara 1000 – 5267 pohon/ha. Tingginya mangrove pada stasiun III mempengaruhi keberadaan kepiting di perairan tersebut. Kata kunci : Jenis Kepiting, Kelimpahan Kepiting, Mangrove dan Perairan Desa Langkomu.
ANALISIS KANDUNGAN UNSUR HARA NITRAT DAN FOSFAT DI PERAIRAN KOLESE KOTA BAUBAU Roraya, Irma; Sadarun, Baru; Emiyarti, Emiyarti
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 2: Mei 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i2.43191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan Unsur Hara Nitrat dan Fosfat di Perairan Kolese Kota Baubau. Penelitian ini dilaksanakan Bulan Oktober-November 2021. Lokasi Pengambilan sampel dibagi dalam III Stasiun selama dua kali pengambilan data. Stasiun I terletak dibagian Selatan, Stasiun II terletak dibagian Barat Daya dan Stasiun III terletak dibagian Barat Laut. Penentuan lokasi didasarkan pada Karakteristik Perairan Kolese Kota Baubau dengan menggunakan metode Purposive sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deksripsi dan membandingkan dengan baku mutu KEPMEN-LH Nomor 51 Tahun 2004. Hasil pengukuran Parameter utama yakni Nitrat berkisar antara 0,161 mg/L – 0,173 mg/L dan Fosfat berkisar antara 0,03 mg/L - 0,05 mg/L. Hasil pengukuran parameter penunjang, yakni pH, Suhu, Salinitas dan Kecerahan berkisar 7, 30 C - 31 C, 34-35 Ppt dan 70 % - 100 %. Kandungan Nitrat di Perairan Kolese Kota Baubau merupakan tingkat kesuburan perairan cukup (mesotrofik) dan Kandungan Fosfat merupakan tingkat kesuburan perairan baik (eutrofik) dan untuk kandungan Nitrat dan Fosfat di Perairan Kolese Kota Baubau menurut KEMPEN-LH 2004 untuk kehidupan biota laut melampaui ambang batas Baku Mutu yang telah ditetapkan. Kata Kunci :Kualitas Perairan, Analisis Kandungan Nitrat dan Fosfat, Perairan Kolese
BIODIVERSITAS KARANG LUNAK (SOFT CORAL) PADA DAERAH REEF FLAT DI PERAIRAN PULAU KAPOTA, TAMAN NASIONAL WAKATOBI Unhas, Fivianawati; Sadarun, Baru; Rahmadani, Rahmadani
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 4: November 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i4.47269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kepadatan karang lunak serta hubungannya dengan kondisi terumbu karang di perairan Pulau Kapota Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2023. Titik stasiun dipilih menggunakan metode purposive sampling untuk penetapan tiga stasiun pengambilan data. Kondisi tutupan terumbu karang pengambilan datanya menggunakan metode transek garis (Line Intercept Transek) dengan membentangkan meteran sepanjang 50 meter yang dipasang sejajar garis pantai. Pengambilan data keanekaragaman dan kepadatan karang lunak menggunakan metode transek kuadrat yang diletakkan sepanjang 50 meter sejajar garis pantai . Hasil penelitian persentase terumbu karang rata-rata dalam kategori sedang, keanekaragaman karang lunak ditemukan delapan jenis yaitu Litophyton, Sinularia, Nepthea, Lobophytum, Isis Hippuris, Capnella, Gorgonian, dan Sarcophyton. Kepadatan karang lunak tertinggi pada jenis Sinularia yaitu 0,34 individu/m2. Analisis hubungan kepadatan karang lunak dengan persentase tutupan karang hidup menggunakan rumus regresi linear sederhana yang menunjukkan hubungan kedua variabel tersebut sangat kuat dimana karang lunak lebih banyak hidup pada area dengan tutupan karang rendah. Kata kunci : Keanekaragaman, Kepadatan, Octocoralia, Pulau Kapota, Wakatobi.
STUDI KESESUAIAN BIOFISIK SEBAGAI KAWASAN WISATA BAHARI PANTAI MUTIARA KECAMATAN MAWASANGKA, KABUPATEN BUTON TENGAH Yursida, Yursida; Sadarun, Baru; Takwir, Amadhan; Asmadin, Asmadin
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 4: November 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i4.47263

Abstract

Pantai Mutiara termasuk salah satu destinasi objek wisata pantai di Kabupaten Buton Tengah yang diunggulkan dan memiliki potensi yang cukup besar sebagai salah satu kawasan wisata bahari. Wisata Pantai Mutiara ini masih terus dilakukan pengembangan setiap tahunnya oleh pemerintah daerah dalam meningkatkan daya tarik wisatawan yang berkunjung. Sehubungan dengan hal tersebut penting bagi pemerintah daerah melakukan pengelolaan wilayah untuk mendapatkan strategi pengelolaan dalam rangka menjaga kelestarian sumber daya alam yang mendukung pengelolaan yang berkelanjutan. Berdasarkan pemaparan di atas maka saya mengambil penelitian dengan judul “Studi Kesesuaian Biofisik Sebagai Kawasan Wisata Bahari Pantai Mutiara di Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesesuaian dan daya dukung Kawasan wisata bahari Pantai Mutiara. Penelitian ini menggunakan analisis kesesuaian wisata dan analisis daya dukung Kawasan. Hasil penelitian menunjukan bahwa analisis kesesuaian wisata bahari Pantai Mutiara sudah sangat sesuai (S1) untuk kegiatan wisata pantai kategori rekreasi dengan nilai 100%, untuk kegiatan wisata bahari kategori snorkeling termaksud dalam kategori sesuai (S2) dengan memperoleh nilai 73,61% dan untuk wisata bahari kategori selam termaksud dalam kategori sangat sesuai (S1) dengan memperoleh nilai 93.05%. Nilai maksimal daya dukung kawasan wisata untuk kegiatan rekreasi pantai sebesar 557 orang/hari, sedangkan untuk nilai maksimum daya dukung kawasan untuk kegiatan snorkeling dan selam sebesar 211 orang/hari dan 157 orang/hari. Kata Kunci : Wisata, Rekreasi, Snorkeling, Selam, Pantai Mutiara
STRUKTUR KOMUNITAS DAN POLA DISTRIBUSI BIVALVIA PADA KAWASAN LAMUN DI PERAIRAN PULAU BUNGKUTOKO Nirwamati, Nirwamati; Sadarun, Baru; Ira, Ira; Afu, La Ode Alirman
Jurnal Sapa Laut Vol 9, No 2: Mei 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v9i2.49042

Abstract

Bivalvia adalah salah satu kelas dari moluska yang berasosiasi dengan baik terhadap ekosistem lamun dan mempunyai peran penting di perairan, dan banyak ditemukan hidup di daerah intertidal. Bivalvia sering dikenal dengan nama kerang-kerangan yang dapat dijumpai pada daerah pesisir pantai dibagian substrat dasar perairan di ekosistem padang lamun. Ekosistem padang lamun salah satu ekosistem di wilayah pesisir yang mempunyai produktivitas primer yang relative tinggi dan mempunyai peranan yang penting untuk menjaga kelestarian dan keanekaragaman orgnisme laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas bivalvia, pola distribusi bivalvia, kondisi tutupan lamun pada perairan Bungkutoko dan hubungan kondisi tutupan lamun dengan keanekaragaman dan kepadatan bivalvia pada perairan Pulau Bungkutoko. Pebelitian ini dilakukan pada bulan Oktober-November 2023 diperairan Pulau Bungkutoko. Metode yang digunakan adalah metode transek kuadrat. Hasil Keanekaragaman jenis bivalvia ditemukan sebanyak 14 jenis bivalvia sedangkan kepadatan jenis bivalvia pada perairan Pulau Bungkutoko berkisar antara 5,59 ind/m² - 16,5 ind/m². Indeks keanekaragaman spesies bivalvia berkisar antara 1,52-1,92 yang masuk dalam kategori keanekaragaman sedang. Pola distribusi biuvalvia pada bersifat seragam dan mengelompok. Kondisi tutupan lamun pada perairan Bungkutoko yaitu berkisar 65,06-48,56% masuk dalam kategori padat dan sedang. Keanekaragaman dan kepadatan jenis bivalvia tertinggi ditemukan pada daerah padang lamun dengan tingkat persentase penutupan lamun yang tertinggi. Kata Kunci: Bivalvia, Stuktur Komunitas, Pola distribusi, dan Tutupan lamun
KEANEKARAGAMAN DAN STRUKTUR KOMUNITAS IKAN KARANG PADA DAERAH TRANSPLANTASI KARANG DI PERAIRAN DESA MEKAR KECAMATAN SOROPIA KABUPATEN KONAWE Junaidin, Junadin; Sadarun, Baru; Rahman, Arwan Arif
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 4: November 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i4.47270

Abstract

Transplantasi karang merupakan salah satu bentuk upaya untuk menangulangi dan rehabilitasi kerusakan yang terjadi pada terumbu karang alami. Pembuatan terumbu buatan merupakan suatu rekayasa struktur bangunan yang sengaja diturunkan kelaut menyerupai habitat ikan yang bertujuan mengubah perairan yang komunitas ikan sedikit menjadi banyak kembali. Tingginya keragaman ikan karang disebabkan oleh variasi habitat yang ada di terumbu karang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis dan struktur komunitas ikan karang pada daerah transplantasi karang di Perairan Desa Mekar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei – agustus 2023, bertempat di Perairan Desa Mekar, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Pengambilan data keanekaragaman ikan menggunakan metode jelajah. Hasil identifikasi komposisi jenis yang dilakukan pada perairan Desa Mekar Kecamatan Soropia ditemukan 137 total individu dalam 12 family dan Family Pomacentridae merupakan family yang paling banyak di teumukan pada lokasi penelitian yaitu 70 jumlah individu dengan persentase 51%. Ikan karang pada daerah transplantasi karang yang terdapat di perairan Desa Mekar menunjukan nilai keanekaragaman yang tinggi yaitu 3,1762 sedangkan nilai indeks keseragaman jenis menunjukan bahwa komunitas dalam keadaan stabil dengan nilai 0,8796 dan indeks Dominansinya rendah yang menunjukkan bahwa spesies yang ditemukan tersebar merata dan perairan lokasi transplantasi karang Desa Mekar masih memiliki lingkungan perairan yang baik dan masih stabil. Kata kunci : Transplantasi Karang, Ikan Karang, Kelimpahan, Struktur Komunitas, Perairan Desa Mekar.
KEPADATAN IKAN CAPUNGAN BANGGAI (Pterapogon kaudernii) PADA MIKROHABITAT BULU BABI DI DESA MEJAR JAYA, KECAMATAN SOROPIA, KABUPATEN KONAWE Faisal, Faisal; Sadarun, Baru; Subhan, Subhan
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 3: Agustus 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i3.47258

Abstract

Ikan capungan Banggai atau yang lebih dikenal sebagai Banggai Cardinalfish - BCF (Pterapogon kauderni) diketahui sebagai ikan endemik di perairan Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah, Indonesia. Ikan capungan Banggai merupakan spesies ikan yang menetap dan mendiami perairan dangkal, biasanya di padang lamun, terumbu karang, atau pada habitat bulu babi dengan berbagai substrat bentik hidup Desa Samajaya merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara. Pengukuran Kepadatan ikan capungan banggai pada mikrohabitat bulu babi yang ada di Desa Samajaya menggunakan Undewater Visual Survey dengan menerapkan metode Belt Transect sehingga mendapatkan hasil pengamatan terhadap kepadatan ikan P. kauderni di 3 stasiun pengamatan memperlihatkan nilai yang berbeda-beda. Kepadatan tertinggi berada pada stasiun 1 dengan nilai 38±4 ind./100m2, kemudian disusul stasiun 2 dengan nilai 28±3 ind./100m2 dan nilai terendah berada pada stasiun 3 dengan nilai 6±4 ind./100m2. Berdasarkan hasil analisis data, terlihat adanya korelasi yang kuat antara kepadatan bulu babi dengan kepadatan Ikan P.kauderni. Nilai koefisien korelasi (r) adalah 0,9703 yang berarti hubungan kedua variabel tersebut sangat kuat. Persamaan regresi dari hubungan kedua variabel adalah y = 1,3444x - 9,4234 dengan nilai koefisien determinasi atau tingkat keterandalan model regresi (R2) adalah 0,9414. Kata kunci : Desa Samajaya, Kepadatan ikan banggai cardinal fish, bulu babi.
KONSERVASI DAN PENGEMBANGAN HUTAN MANGROVE SEBAGAI TEMPAT EKOWISATA DI PESISIR DESA TANJUNG PINANG, KABUPATEN MUNA BARAT Iskandar, Muhammad; Ramli, Muhammad; Sadarun, Baru
Jurnal Sapa Laut Vol 7, No 4: November 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v7i4.29579

Abstract

Hutan mangrove didefinisikan sebagai suatu tipe hutan yang tumbuh di daerah pasang surut terutama di pantai yang terlindung, laguna, muara sungai yang tergenang pada saat pasang dan bebas dari genangan pada saat surut.Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui kondisi hutan mangrove di pesisir Desa Tanjung Pinang, Kabupaten Muna Barat, Untuk mengetahui Konservasi Hutan Mangrove di pesisir Desa Tanjung Pinang, Kabupaten Muna Barat, dan Untuk mengetahui Pengembagan ekowisata hutan mangrove di pesisir Desa Tanjung Pinang, Kabupaten Muna Barat. Penelitian ini telah di laksanakan pada bulan September  2022 di Desa Tanjung Pinang , Kabupaten Muna Barat. Metode yang digunakan untuk menentukan stasiun dalam penelitian ini adalah metode purposife sampling setiap stasiun ditentukan transek tegak lurus dari Laut ke darat hingga terdapat 3 sub stasiun. Masing-masing sub stasiun dibagi menjadi 5 plot. Menggunakan tali rafia yang telah ditentukan ukurannya (10m x 10m), tali rafia ukuran ini digunakan untuk menentukan luas area pengamatan. Dalam plot 10x10m2, diamati dan diidentifikasi jenis serta ukuran diameter batang kategori pohon, dimana ukuran vegetasi mangrove tersebut adalah tinggi >1,5m, diameter >10cm. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa kondisi hutan mangrove di Desa Tanjung Pinang dalam kriteria baku kerapatan mangrove dalam kategori padat. Indeks kesesuaian Wisata (IKW) pada kawasan konservasi mangrove di Desa Tanjung Pinang “ cukup sesuai” untuk kegiatan ekowisata. pengembangan kawasan ekowisata hutan mangrove di Desa Tanjung Pinang, sudah sesuai dengan presepsi masyarakat untuk memanfaatkan hutan mangrove sebagai kawasan wisata dan sebagai fungsi penyangga kestabilan hutan mangrove.Kata kunci : Kerapatan Mangrove, Konservasi dan indeks kesesuaian wisata.
Co-Authors . Yusnaini, . A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abu Bakar Sambah, Abu Bakar Adelia R, Nella Adryan Fristiohady Adryan Fristiohady Afizha, Ainun Ahmad Mustafa Akhmad Mansyur Akhmad Mansyur, Akhmad Aldiansyah Hari Friatno Alqadri, Muhammad Fadly Amadhan Takwir Ambarsari, Wa Ode Hariza Ambarsari, Wa Ode Hariza Amrullah, Baso Andi Irwan Nur, Andi Irwan Andini Sundowo Andini Sundowo Andriani, Rina Anggriyani, Wa Ode Anshari, La Ode Arami, Hasnia Arfan Arfan Ari Sandy Muchtar Artun, . Asmadin Asmadin, Asmadin Asnani Asnani Aspadiah, Vica Aspadiah Baharum, Syarul Nataqain Balubi, Abdul Muis BUDIYANTO Cahyono, Harry Daud, Nur Saadah Dayatriana Muthalib Deniro, . Dewiyanti Madu Dian Munasari Emil, Wildan Emiyarti Emiyarti, Emiyarti Esna Nirwana, Esna Fadhliyah Malik Faisal Faisal Firdayanti, Firdayanti Fitrawan, La Ode Muhammad Fitriani, Sri Nunung Fristiohady, Adryan Fusvita, Angriani Gafar, Asniwati Gafar, Asniwati Galih, Olga Gusti Ayu Kade Sutariati Haedar Haedar, Haedar Halik, Aridho Rahmat Akbar Harnita, Wa Ode Haruna, Lidya A. Hasan, Subaeda Haslianti Haslianti, Haslianti Hasma, Siti Hasni, . Hidayat, La Ode Alfitrah Husein, Muhammad Ahmi Husmayani, Wa Ode Idin Sahidin Idin Sahidin Idin, Sahidin Idrus, Loly Subhiaty Ihsas, Mijwadul Indalifiany, Astrid Indrayani Ira Ira, Ira Ira, . Iskandar, Ishak Iskandar, Muhammad Jali, Wa Jumadil Junaidin, Junadin Kardin, Laode Karmila, . Kurnianto, Harry Eko La Ode Alirman Afu, La Ode Alirman La Ode M. Yasir Haya, La Ode M. La Ode MJ Purnama Lestari, Firda Malaka, Muh. Hajrul Malaka, Muhammad Hajrul Mangurana, Wa Ode Intiyani Massar, Mundzir Mira, Tenri Muhammad Fadly Muhammad H Malaka Muhammad Idris Muhammad Ilyas Muhammad Ramli Muhammad Trial Fiar Erawan Munasari, Dian Musdalipah Musdalipah, Musdalipah Muskita, Wellem Hendrik Muslim Tadjuddah Naimah Naimah Nirwamati, Nirwamati Nugroho, Oktsyavitto Adithya Nur Syifa Rahmatika Nurgaya, Wa Nurman, Febry Hisbullah Nurmila, Wa Ode Ogbonna, David N. Pangerang, Utama K Permana, Nur Piliana, Wa Ode Pratikino, Asrin Ginong Purnama, La O. M. J. Purnama, La Ode Muhammad Julian Rafilu, Abdul Haris Rahmadani Rahmadani Rahmadani, . Rahman, Arwan Arif Rahman, Sitti Rahmawati Rahmatika, Nur S. Rakhmat Hidayat, Rakhmat Ratna Diyah Palupi Risfandi Roraya, Irma Roslindah Daeng Siang Rosmawati Rusman, Rizal Sabilu, Kadir Saenuddin Sahara, Wa Sahidin Sahidin . Sahidin, Idin Sahidin, S Sahputra, Adi Salwiyah, Salwiyah Saputra, Muh. Tino Saranani, Muhammad Aqsal Azriel Fajar Saripuddin Sawonua, Paiga Hanurin Subhan Subhan Subhan Subhan Subhan Subhan, . Syam, Sahril Syarul Nataqain Baharum Tien Tien Umbay, Virgo Lelono Unhas, Fivianawati Virginia, Chrisma W Wahyuni, W Wa Ode Anggriyani WAHYUNI Wahyuni Wahyuni wahyuni wahyuni Wanda, Erni Wardana, Muhammad Wahyu Wianti, Nur Isiyana Wijaya, Anung WINDA Wulandari, Asri Triyani Yodha, Agung W. M. Yodha, Agung Wibawa Mahatva Yursida Yursida, Yursida