Articles
Pengaruh Peran Guru PPKn Terhadap Sikap Nasionalisme Siswa di SMP Negeri 3 Rangsang Kepulauan Meranti Riau (Studi Kasus Pulau Terluar Indonesia)
Siti Nurlela;
Jumili Arianto;
Supentri Supentri
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11547
Penelitian ini dilatarbelakangi fenomena sikap nasionalisme siswa di SMP Negeri 3 Rangsang. Bahwa daerah ini berada di perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Sehingga muncul indikasi rasa nasionalisme yang rendah. Terlihat bahwa siswa jarang mau bermain dengan teman yang berbeda suku, selalu menggunakan produk luar negeri dari Malaysia, jarang menggunakan bahasa Indonesia di lingkungan sekolah dan tidak serius mengikuti upacara. Rumusan masalah penelitian adalah apakah ada pengaruh peran guru PPKn terhadap sikap nasionalisme siswa di SMP Negeri 3 Rangsang. Tujuan Penelitian guna mengetahui apakah ada pengaruh peran guru PPKn terhadap sikap nasionalisme siswa. Populasi penelitian yakni siswa SMP Negeri 3 Rangsang berjumlah 144 siswa. Sampel penelitian berjumlah 36 siswa dan 3 guru PPKn. Teknik pengambilan sampel menggunakan proporsional sampling yakni mengambil 25% dari jumlah keseluruhan populasi. Metode penelitian ialah deskriptif kuantitatif, instrumen pengumpulan data yakni observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian bahwa hasil uji t diperoleh t hitung sebesar 2,076 dan t tabel sebesar 2,03. Artinya t hitung > t tabel. maka hipotesis penelitian ini di terima bahwa ada pengaruh peran guru PPKn terhadap sikap nasionalisme siswa di SMP Negeri 3 Rangsang dan dari hasil perhitungan koefisien determinasi diperoleh bahwa pengaruh peran guru PPKn terhadap sikap nasionalisme siswa sebesar 11,2%.
Studi Perbandingan Motivasi Belajar Mahasiswa Yang Menerima dan Tidak Menerima Beasiswa Di Prodi PPKn Universitas Riau
Lasmita Siregar Mita;
Supentri Supentri;
Indra Primahardani
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.12284
Penelitian ini dilatar belakangi dengan peneliti mendapatkan pernyataan mahasiswa menerima beasiswa motivasi belajar yang mereka miliki ingin lulus diwaktu yang tepat karena jangka beasiswa yang mereka miliki hanya membiayai perkuliahan selama semester delapan untuk program S1, sehingga mereka tidak ingin melewatkan atau menunda satu semester saja untuk kelulusannya dengan semangat untuk menyelesaikan perkulihan tepat waktu. Dari sini terlihat motivasi mahasiswa terbentuk dengan baik untuk segera menyelesaikan S1 nya. Sedangkan mahasiswa yang tidak menerima beasiswa peneliti mendapatkan pernyataan bahwa motivasi belajar yang mereka miliki terdapat dari keluarga terutama orang tua, dimana mahasiswa tidak menerima beasiswa memiliki motivasi belajar untuk cepat lulus agar meminimalisir biaya yang di keluarkan oleh orang tuanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada perbandingan motivasi belajar mahasiswa yang menerima dan tidak menerima beasiswa di prodi PPKn FKIP Universitas Riau. Teknik analisis yang digunakan dengan metode kuantitatif yaitu komparatif. Analisis data yang digunakan adalah uji independent t-tes dengan menggunakan bantuk program SPSS versi 23. Berdasarkan hasil pengolahan data yang dilakukan diperoleh nilai sig. (2-Tailed) 959. Karena signifikasi > 0.05 maka dapat di simpulkan bahwa H0 diterima. Artinya “tidak ada perbandingan motivasi belajar mahasisw yang menerima dan tidak menerima beasiswa di prodi PPKn FKIP Universitas Riau”.
The Influence of Association on Changes in Student Learning Behavior at SMA Negeri 6 Pekanbaru
Vonny Claudia;
Gimin Gimin;
Supentri Supentri
JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 2, No 2 (2023): September 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/jetish.v2i2.685
This research was written against the backdrop of the existence of a phenomenon of changes in student learning behavior caused by the association of students at SMA Negeri 6 Pekanbaru. Changes in learning behavior such as students skipping study, unplugging, smoking, not paying attention to the teacher while studying and others. Based on this phenomenon, the authors are interested in conducting research with the aim of finding out whether there is social influence on changes in student learning behavior at SMA Negeri 6 Pekanbaru. The location of this research was conducted at SMA Negeri 6 Pekanbaru. The research method used is quantitative with data collection techniques, namely questionnaires (questionnaire), observation, interviews and documentation. Based on the results of statistical calculations, Tcount (12.782) Ttable (2.012) means that Ha is accepted. Based on the results of the linear regression equation, the equation is Y = -3.895 + 1.138X, meaning that if association (X) increases by 1, then changes in learning behavior (Y) increase by 1.138. So it can be concluded from the results of the T test that there is an influence of variable X on variable Y, meaning that Ha is accepted, namely: there is an influence on changes in student learning behavior at SMA Negeri 6 Pekanbaru.
Analysis of Student Interest to Continue School to Higher Education at State High School 1 Bintan Pesisir
Nauli Agustin;
Haryono Haryono;
Supentri Supentri
JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 2, No 2 (2023): September 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/jetish.v2i2.684
This research is motivated by the interest of students to continue their studies to tertiary institutions at SMA Negeri 1 Bintan Pesisir. The formulation of the problem in this study is how high is the interest of students to continue their studies to higher education at SMA Negeri 1 Bintan Pesisir. The purpose of this study was to determine the level of students' interest in continuing their studies to higher education at SMA Negeri 1 Bintan Pesisir. This study uses a type of quantitative research. The research method used by the author is a descriptive survey method. The data collection instrument used in this study was a questionnaire consisting of 20 statements distributed to 26 respondents. Based on the results of the research regarding the Analysis of Student Interests to Continue to Higher Education at SMA Negeri 1 Bintan Pesisir, it can be concluded that the high interest of students to continue studying at SMA Negeri 1 Bintan Pesisir, this can be proven by the results of the respondents' answers, namely Strongly Agree (SS) plus Agree (S), then the results obtained from the recapitulation above are 70.93%. Thus it can be concluded that the analysis of student interest in continuing school to university at SMA Negeri 1 Bintan Pesisir is at a very good level.
Learning Analysis of Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) of Pancasila and Civic Education Teachers of State Vocational High Schools in Pekanbaru
Nurma Yunita;
Supentri Supentri;
Mirza Hardian
JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 2, No 2 (2023): September 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/jetish.v2i2.705
The background of this research is the teachers who have not fully implemented TPACK. During the implementation of TPACK in schools by teachers, many teachers are not familiar with the term TPACK, but on average they have implemented some of the indicators in TPACK. Therefore it is very necessary to examine how the teacher teaches, the use of technology when learning and others. The formulation of the problem in this study is How is Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) PPKn Teachers of SMK Negeri Se-Pekanbaru. This study aims to determine the Learning Analysis of Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) for PPKn Teachers at State Vocational Schools in Pekanbaru. This research is included in the quantitative research with a descriptive survey method. The population in this study were all PPKn teachers in Pekanbaru State Vocational Schools, totaling 32 people with a sample of 17 people. Based on the research results, it was found that the results of the Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) Learning Analysis of PPKn Teachers at Sepekanbaru State Vocational Schools were in the "Medium" category. This can be seen from the results of the average alternative percentage value of 28.27% + 36.29% = 38.52% with an existence in the range of 33.34% - 66.67%. With these results, it can be concluded that the TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) of PPKn Teachers in Pekanbaru State Vocational Schools is at the "Medium" level.
PROBLEMATIKA DAN IMPLEMENTASI PENGGUNAAN TEKNOLOGI PADA PROSES PEMBELAJARAN
supentri
JURNAL RANDAI Vol. 3 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31258/randai.3.2.p.16-24
Artikel ini mempertimbangkan bagaimana problematika dan implementasi penggunaan tekonlogi dalam proses pembelajaran di SMA di. Penelitian ini deskriptif kualitatif yang menggambarkan problematika dan implementasi penggunaan teknologi disekolah, sampel diambil secara acak yang berjumlah 22 sekolah menengah atas. Hasil penelitian dari 22 sekolah yang diteliti, ada 1 sekolah yang belum menggunakan teknologi dalam pembelajaran, 2 sekolah yang sudah menggunakan teknologi secara lengkap dan terdapat 19 sekolah sudah memiliki teknologi namun belum memadai. Permasalahan yang didapat bahwa secara umum ada 2 faktor yang menyebabkan pembelajaran belum menggunakan teknologi; pertama fasilitas sehingga guru untuk menggunakan teknologi harus bergantian karena terbatas jumlahnya, kedua sumber daya manusia yaitu dari guru itu sendiri yang tidak mau menggunakan/memanfaatkan teknologi karena terbiasa dengan cara konvensional
Pengaruh Media Vidio Pembelajaran Terhadap Motivasi Belajar Siswa Di SMP Negeri 5 Dumai
Yadi Tristan;
Ahmad Eddison;
Supentri Supentri
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59086/jkip.v1i1.53
In this study, the media used by students for learning was video media. The question posed in this research is whether the learning video media at SMP Negeri 5 Dumai has an effect on students' learning motivation. This study uses statistical methods. The data collection instrument in this study used a questionnaire consisting of 15 questions. The sample in this study was 217 students who took part in learning using video media at SMP Negeri 5 Dumai. The learning rate of video media at SMP Negeri 5 Dumai is very good. This is because the instructional video media variable comes from the average percentage of respondents who answer very often is 41.95%, plus the average percentage of respondents who answer often is 54.3% which is the sum of 96.25%, where the range is 75.01%-100%. The students of SMP Negeri 5 Dumai are very motivated. This is because the influence of the instructional video media variable from the average percentage of respondents who answered very often was 44% plus the average percentage of respondents who answered often was 49.16%, so that it was added up with 93.16% results where the range was 75.01 %.-100%. The hypothesis is used to see the effect of the dependent variable, where the independent variable in this study is video media and the dependent variable is student learning motivation. Based on SPSS simple linear regression analysis, it can be seen that simple linear regression Y = 21.578+0.375 X. The results of the above formula can be changed to a constant 21578, namely the consistency value of the video media variable is 21578, and the regression coefficient X is 0.375 which indicates that the increase in the value of video media by 1% will increase learning motivation by 0.375. The positive coefficient indicates that the video media (X) has a positive effect on learning motivation (Y)
ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM GENERASI BERENCANA (GenRe) SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN SMART AND GOOD CITIZENSHIP SISWA
Siti Aisah;
Supentri ,;
Mirza Hardian
JURNAL PENELITIAN BIDANG PENDIDIKAN Vol 30, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jpbp.v30i1.56617
Salah satu upaya meningkatkan kualitas remaja melalui program Generasi Berencana (GenRe) yang berlandaskan Undang-Undang No. 52 tahun 2009 ayat 1 (b) tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga. Hal ini tentu berkorelasi dengan kehadirannya duta Generasi Berencana (GenRe) dan Pengembangan PIK- R (Pusat Informasi Konseling Remaja). Tujuan penelitian ini guna mengetahui dan mendeskripsikan Bagaimanakah Pelaksanaan Program Generasi Berencana (GenRe) Sebagai Upaya Mewujudkan Smart and Good Citizenship Siswa SMA Negeri 1 Tembilahan Hulu. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini yakni informan utama ketua PIK-R dan wakil PIK-R beserta pengurus inti dan anggotanya.Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Temuan penelitian ini menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan program Generasi Berencana (GenRe) sebagai upaya mewujudkan Smart and Good Citizenship Siswa SMA Negeri 1 Tembilahan Hulu terlaksana secara efektif dan aktif senantiasa mengkampanyekan materi Generasi Berencana (GenRe) melalui pertemuan rutin PIK-R 2 kali dalam smeinggu dan acap kali melaksanakan kegiatan sosialisasi dan seminar mengenai program Generasi Berencana (GenRe) di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
PENERAPAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DI TINGKAT SMP
Putri Geovani Mayori;
Gimin .;
Supentri .
JURNAL PENELITIAN BIDANG PENDIDIKAN Vol 30, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jpbp.v30i1.56758
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemandirian belajar siswa. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantarannya yaitu penerapan metode pembelajaran yang masih bersifat konvensional yaitu menggunakan metode ceramah yang berupa penyampaian materi dengan siswa hanya sebagai penerima informasi saja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap kemandirian belajar siswa pada mata pelajaran PPKn kelas VIII di SMP Negeri 1 Logas Tanah Darat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Logas Tanah Darat. Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi dan angket. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi, angket dan dokumentasi. Dalam hasil perhitungan uji t menggunakan rumus uji independent samples t-test pada taraf Signifikan 5% atau 0,05 diperoleh nilai Sig. (2-tailed) = 0,000. Jadi 0,000 ≤ 0,05, berarti terdapat pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap kemandirian belajar siswa pada mata pelajaran PPKn kelas VIII di SMP Negeri 1 Logas Tanah Darat. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran discovery learning pada kelas eksperimen lebih efektif untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa dibandingkan dengan penggunaan metode ceramah pada kelas kontrol.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA
Dwi Septi Andini;
Supentri ,;
Jumili Arianto
JURNAL PENELITIAN BIDANG PENDIDIKAN Vol 30, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jpbp.v30i1.56599
Penelitian ini Mengacu pada hasil pra-riset dan wawancara dengan guru Pendidikan Pancasila di SMA Negeri 1 Sentajo Raya, siswa kelas XI sebenarnya aktif dalam pembelajaran, namun kendalanya siswa masih kurang mampu untuk berpikir secara kritis dalam menganalisis dan mengemukakan pendapat dengan bahasa sendiri dari hasil analisisnya. Banyak keadaan yang memicu rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa, salah satunya ialah kurang cocoknya model pembelajaran yang diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan dalam penelitian ini yaitu apakah ada pengaruh model Problem Based Learning terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Instrument pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu lembar observasi siswa, lembar observasi guru, Pretest dan posttest, serta teknik dokumentasi. Pengolahan data menggunakan IBM SPSS Version 25. Analisis penelitian ini menggunakan uji prasyarat normalitas, uji homogenitas, uji T, dan uji N-Gain. Hasil olah data didapat thitung = 2.497, pada taraf signifikasi 5% diperoleh ttabel = 1,671. Maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah Problem Based Learning (PBL) berpengaruh tehadap keterampilan berpikir kritis siswa. Hasil uji N-Gain kelas eksperimen dalam klasifikasi sedang dengan skor 0,4129 dan kelas kontrol memperoleh skor 0.2694 dengan kategori rendah. Berdasarkan hasil N-Gain tersebut dapat dilihat bahwa model Problem Based Learning (PBL) lebih efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dari pada menggunakan model konvensional atau ceramah.