p-Index From 2021 - 2026
9.111
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Jurnal Ilmiah Farmasi Microbiology Indonesia ASPIRATOR Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Pharmaciana: Jurnal Kefarmasian Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Jurnal Kimia dan Kemasan Planta Tropika Lentera Pustaka MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Wiyata : Penelitian Sains dan Kesehatan Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Journal of Pharmacopolium Sains Natural: Journal of Biology and Chemistry Media Ilmu Kesehatan Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JURNAL PengaMAS Jurnal Kreativitas PKM FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat JURNAL FARMASI GALENIKA To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pharmacoscript ad-Dawaa : Journal of Pharmaceutical Sciences Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Community Empowerment Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Jurnal Kimia dan Kemasan J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Jurnal Farmasi Galenika Jurnal abimana (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nasional) Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi dan Kesehatan ASPIRATOR - Journal of Vector-Borne Diseases Studies Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)
Claim Missing Document
Check
Articles

PENYULUHAN PENCEGAHAN RESISTENSI ANTIBIOTIK PADA TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN Anna Yuliana; Resha Resmawati Shaleha; Anisa Pebiansyah; Resha Resmawati S; Ira Rahmiyani; Saeful Amin; Dichy Nuryadien Z; Taufik Hidayat; Ilham Alifiar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20841

Abstract

Abstrak: Tingginya angka resistensi antibiotik di Kota Tasikmalaya disebabkan kurangnya wawasan masyarakat. Tujuan penyuluhan ini adalah meningkatkan pemahaman para TTK (Tenaga Teknis Kefarmasian) di kota Tasikmalaya tentang bahaya resistensi antibiotik, pentingnya penggunaan antibiotik yang bijaksana, serta peran mereka dalam membantu mencegah resistensi antibiotik, sehinga nantinya mereka dapat memberikan informasi yang tepat kepada pasien atau masyarakat umum. TTK kota Tasikmalaya merupakan lulusan D3 dan S1 Farmasi yang bekerja di sarana kefarmasian seperti Rumah Sakit, Apotek dan Puskesmas yang melakukan pelayanan obat langsung kepada pasien. TTK yang mengikuti penyuluhan ini berjumlah 29 responden. Metode yang digunakan pada penyuluhan ini adalah ceramah, tanya jawab pendalaman studi kasus, serta evaluasi dengan mengadakan pre-test dan post-test sebanyak 10 pertanyaan untuk mengukur tingkat pengetahuan para TTK sebelum dan sesudah dilaksanakan penyuluhan. Berdasarkan hasil pengolahan data didapatkan peningkatan wawasan yang signifikan ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata pre-test dan post-test yaitu 48.9% menjadi 98.8%. Penyuluhan ini akan dilaksanakan secara regular dan terjadwal dengan melalui proses evaluasi dan monitoring, sehingga diharapkan angka kejadian resistensi antibiotik dapat diturunkan.Abstract: The high rate of antibiotic resistance in Tasikmalaya City is due to a lack of public insight. The aim of this outreach is to increase the understanding of TTK (Skilled Pharmaceutical Personnel) about the dangers of antibiotic resistance, the importance of judicious use of antibiotics, and their role in helping prevent antibiotic resistance, so that later they can provide appropriate information to patients or the general public. The methods used in this counseling were lectures, question and answer in depth case studies, and evaluation by conducting pre-tests and post-tests to measure the level of knowledge of the TTK before and after the counseling was carried out. Based on the results of data processing, a significant increase in insight was obtained, marked by an increase in the average pre-test and post-test scores, namely 48.9% to 98.8%. This education will be carried out on a regular and scheduled basis through an evaluation and monitoring process, so that it is hoped that the incidence of antibiotic resistance can be reduced.
PENYULUHAN PENCEGAHAN DBD DI PC PERSISTRI KOTA TASIKMALAYA Dichy Nuryadin Zain; Anisa Pebiansyah; Anna Yuliana; Saeful Amin; Ira Rahmiyani; Ilham Alifiar; Taufik Hidayat; Resha Resmawati Shaleha
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23025

Abstract

Abstrak: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang disebabkan oleh virus dengue dan ditandai dengan tingginya jumlah nyamuk Aedes aegypti, sehingga mempengaruhi lingkungan dan kemampuan masyarakat dalam mengendalikan penularan DBD di suatu wilayah. Tujuan penyuluhan ini adalah peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam mencegah penularan DBD. Proses penyuluhan mencakup persiapan, instruksi edukasi DBD, pengenalan aplikasi android RESIX, pemasangan paket tempat sampah, penyerahan alat kebersihan, diskusi dan evaluasi kegiatan melalui kuisioner pretest dan postest yang terdiri dari lima soal pada 110 ibu-ibu di PC Persistri Kota Tasikmalaya. Hasil evaluasi menunjukkan pengetahuan tentang DBD meningkat secara signifikan, dengan peningkatan skor sebesar 24.43%.Abstract: Blood dengue fever is a health problem in Indonesia that is part of a type of infectious disease caused by the dengue virus and is transmitted through aegypti mosquito bite characterized by high heat.Environmental factors as well as the role of society in the efforts to prevent the occurrence of DBD disease are closely related to the occurrence of DBD in a region.The purpose of this dissemination is to increase public knowledge and awareness in preventing the transmission of DBD.Preparation methods include preparation, DBD education, Introduction to Android Resix, Installation of garbage packages, submission of hygiene equipment as well as discussion and evaluation of activities through a pretest and postest query of up to 5 questions on 110 persistry PC mothers.The evaluation results showed a significant increase in knowledge of DBD with an increase in score by 24.43%.
PEMBENTUKAN ZAT WARNA Monascus purpureus DENGAN LIMBAH AMPAS KELAPA SEBAGAI SUBSTRAT DAN UJI AKTIVITASNYA TERHADAP Escherichia coli dan Candida albicans Elin Julianti; Anna Yuliana; Marlia Singgih
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 2, 2018
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pembentukan zat warna Monascus purpureus hasil fermentasi padat dengan dua variasi sampel limbah ampas kelapa sebagai substrat. Dilakukan pengukuran pembentukan zat warna dengan cara mengekstraksi sampel menggunakan etanol 95% pada fermentasi hari ke-7 dan ke-14 dilanjutkan dengan pengujian kromatografi lapis tipis menggunakan pengembang etanol:etilasetat (7:3). Serapan zat warna diukur dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 400, 406, 498, 500, 511 dan 512 nm. Hasil menunjukkan serapan zat warna mengalami peningkatan dengan rentang serapan antara 0,128–0,269 dan 0,212-1,019 dan Sampel A menunjukkan serapan lebih tinggi dibandingkan Sampel B. Pengujian aktivitas antimikroba ekstrak zat warna ke dua sampel dilakukan terhadap Escherichia coli dan Candida albicans menunjukkan adanya aktivitas antimikroba. Kesetaraan aktivitas berdasarkan kurva baku Tetrasiklin HCl terhadap Escherichia coli dan kurva baku Nistatin terhadap Candida albicans menunjukkan ekstrak zat warna Monascus purpureus dengan konsentrasi 100% pada Sampel A lebih besar dibandingkan Sampel B. Dengan dua variasi waktu yang berbeda hari ke-7 dan hari ke-14 Sampel A mempunyai aktivitas kesetaraan konsentrasi 1,41% dan 4,13% Tetrasiklin HCl serta 0,81% dan 1,38% Nistatin. Sampel B pada hari ke-7 dan hari ke-14 mempunyai aktivitas kesetaraan konsentrasi 1,02% dan 2,44% Tetrasiklin HCl serta 0,79% dan 1,20% Nistatin.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Dinatrium EDTA Terhadap Stabilitas Fisika dan pH Sediaan Salep Ekstrak Etanol Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Rizkuloh, Lina Rahmawati; Adlina, Salsabila; Yuliana, Anna
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 5 No. 1 (2023): JUNE
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/mpi.v5i1.5539

Abstract

Daun jambu biji (Psidium guajava L.) merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat, karena mengandung metabolit sekunder saponin, tanin, flavonoid, serta alkaloid. Senyawa-senyawa tersebut memiliki sifat antibakteri. Kandungan antibakteri pada daun jambu biji ini menjadi dasarpengembangan sediaan dalam bentuk salep yang berkhasiat sebagai antibakteri dengan memvariasikan salah satu bahan sebagai penstabil yaitu dinatrium EDTA. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi dinatrium EDTA tehadap stabilitas fisika sediaan salep ekstraketanol daun jambu biji (Psidium guajva L.). Dalam penelitian ini dibuat 3 formula dengan variasi konsentrasi dinatrium EDTA yaitu F1 (0,05%); F2 (0,08%) serta F3 (0,10%). Evaluasi stabilitas fisik sediaan salep dilakukan selama 12 hari (6 siklus), meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat, uji daya sebar dan uji stabilitas. Hasil pengamatan organoleptik selama cycling test menunjukan adanya perubahan warna pada sediaan yaitu pada siklus ke 5 dan 6. Selain itu, dengan bertambahnya konsentrasi dinatrium EDTA berpengaruh terhadap pH. Semakin tinggi konsentrasi dinatrium EDTA maka semakin kecil pH dan berpengaruh pada stabilitas fisika sediaan. Hasil menunjukan bahwa sediaan yang stabil dan memenuhi syarat yaitu formula 3 dengan konsentrasi dinatrium EDTA 0,10 %. Guava leaves (Psidium guajava L.) is one of the efficacious plants, because it contains secondary metabolites of saponins, tannins, flavonoids, and alkaloids; where these compounds have antibacterial properties. With the presence of antibacterial content in guava leaves, a preparation was made in the form of an antibacterial ointment by varying one of the ingredients as a stabilizer, namely disodium EDTA. The purpose of this study was to determine the effect of disodium EDTA concentration on the physical stability of the ethanol extract ointment of guava leaves (Psidium guajva L.). In this study, 3 formulas were prepared with variations in the concentration of disodium EDTA, namely F1 (0.05%); F2 (0.08%) and F3 (0.10%), respectively. Evaluation of the physical stability of the ointment was carried out for 12 days (6 cycles), including organoleptic tests, homogeneity tests, pH tests, adhesion tests, spreadability tests and stability tests. The results of organoleptic observations during the cycling test showed that there was a change in the color of the preparation in the 5th and 6th cycles. In addition, increasing the disodium EDTA concentration affected the pH, where the higher the disodium EDTA concentration, the lower the pH and affected the physical stability of the preparation. The results showed that the preparation that met the requirements for ointment stability was formula 3 with a concentration of 0.10% disodium EDTA.
Enhancing Menstrual and Reproductive Health Knowledge Among Non-Health Students Through Educational Interventions Saeful Amin; Anisa Pebiansyah; Ilham Alifiar; Anna Yuliana; Neng Widy Widiyawati; De Hiban Fauzan Mabruro; Febriana Nur Anggraeni
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v8i1.6182

Abstract

Menstruation refers to the shedding of the uterine lining in the absence of fertilization, which occurs monthly in the female reproductive system. However, knowledge regarding menstruation is often inadequate, particularly among non-health students. This community service activity aimed to improve understanding of reproductive health through education. The study employed a one-group pre-posttest design with total sampling, involving 29 non-health female students from a university in Tasikmalaya. The pretest results showed an average score of 47.31, which significantly increased to 93.59 in the posttest. Participants with good knowledge increased from 2 to 29, while those with poor and moderate knowledge levels dropped to zero. Statistical analysis indicated a significant improvement after the educational intervention (p = 0.000). These findings demonstrate that reproductive health education effectively increases knowledge, particularly among non-health students. This initiative supports developing similar educational programs to enhance awareness and hygiene in reproductive health, ultimately improving public health quality.
SERBUK EFFERVESCENT KOMBINASI EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber officinale var.rubrum) DAN MADU SEBAGAI PENGOBATAN RADANG TENGGOROKAN Anna Yuliana; Widia Ningsih; Hendy Suhendy
Pharmacoscript Vol. 7 No. 1 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i1.1381

Abstract

Faringitis atau radang tenggorokan merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus maupun jamur. Bakteri yang dapat menyebabkan faringitis atau radang tenggorokan yaitu bakteri Streptococcus β hemoliticus grup A atau Streptococcus pyogenes. Pengobatan penyakit infeksi biasanya menggunakan antibiotik, tetapi penggunaan antibiotik yang sering dapat menyebabkan resistensi.  Jahe merah merupakan tanaman yang mempunyai kandungan senyawa metabolit sekunder seperti  fenol, flavonoid, saponin dan minyak astiri yang memiliki aktivitas salah satunya yaitu sebagai antibakteri. Selain tanaman jahe, madu juga mempunyai kandungan vitamin C dan pinobankisne yang bermanfaat sebagai antibakteri dan berfungsi untuk menurunkan tingkat keparahan batuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antibakteri ekstrak jahe merah terhadap Streptococcus pyogenes secara invitro. Rimpang jahe merah di ekstraksi menggunakan etanol 96%. Untuk mengetahui apakah kombinasi ekstrak jahe merah dan madu dapat dijadikan sebagai sediaan serbuk effervescent serta untuk mengetahui apakah sediaan serbuk effervescent kombinasi ekstrak jahe merah dan madu tersebut masih memberikan aktivitas antibakteri Streptococcus pyogenes penyebab radang tenggorokan. Formulasi serbuk effervescent dibuat dengan konsentrasi 1%, 5% dan 10% ekstrak jahe merah dengan penambahan madu 5%. Uji karakteristik serbuk effervescent meliputi uji organoleptik, kelembaban, waktu alir, sudut istirahat, waktu larut, tinggi busa, pH serta uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang jahe merah dapat memberikan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus pyogenes penyebab radang tenggorokan dan formulasi serbuk effervescent telah memenuhi persyaratan uji karakterisktik fisik sediaan tetapi tidak memberikan aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus pyogenes.
POTENSI TUMBUHAN BERKHASIAT ANTIBAKTERI DALAM UPAYA SWAMEDIKASI PADA MASYARAKAT DESA BANGUNKARYA KECAMATAN LANGKAPLANCAR KABUPATEN PANGANDARAN Yuliana Anna; Rahmiyani Ira; Nuriman Muhamad Rifki
Pharmacoscript Vol. 7 No. 2 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i2.1738

Abstract

Swamedikasi adalah usaha pengobatan terhadap diri sendiri yang dilakukan oleh masyarakat sebagai upaya mengobati dirinya. Pengobatan sendiri biasanya dilakukan untuk mengobati penyakit umum dan ringan seperti demam, nyeri, batuk, flu, sakit maag, diare, dan penyakit kulit yang sebagian besar disebabkan oleh bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui swamedikasi pada masyarakat Desa Bangunkarya Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat terutama penggunaan tumbuhan yang berkhasiat sebagai antibakteri. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional yang bersifat deskriptif, yaitu berkaitan dengan penggunaan obat tradisional pada masyarakat dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kuisioner, dan dokumentasi tumbuhan. Tingkat kepercayaan data diuji menggunakan nilai frekuensi sitasi dan rumus freadman (Fidelity Level). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 55 jenis tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat, dan sebanyak 23 jenis diantaranya digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Nilai frekuensi sitasi penggunaan tumbuhan yaitu kunyit (81%), jenis penyakit yang sering diobati adalah batuk (71%), dan sumber perolehan tumbuhannya berasal dari pekarangan rumah (85%), cara pengolahan terbanyak yaitu dengan cara direbus (76%), dan cara penggunaan terbanyak yaitu dengan diminum (86%). Tumbuhan yang prospektif untuk dikembangkan lebih luas di desa Bangunkarya adalah kecombrang hutan (Etlingera hemisphaerica (Bl.) R.M.Smith).
FORMULASI DAN EVALUASI DARI EKSTRAK Monascus purpureus SEBAGAI PEWARNA ALAMI KOSMETIK DEKORATIF Shaleha Resha; Yuliana Anna; Nurdianti Lusi; Wahyudin Nabila Aini
Pharmacoscript Vol. 7 No. 2 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i2.1794

Abstract

Penggunaan kosmetik dekoratif saat ini semakin meningkat terutama pada kaum wanita yang selalu ingin terlihat cantik sehingga membuat penampilan terlihat lebih percaya diri dan dapat menutupi kekurangan pada area wajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pigmen kapang Monascus purpureus dapat digunakan sebagai pewarna alami pada sediaan kosmetik dekoratif.  Pigmen merupakan metabolit sekunder yang diproduksi melalui proses fermentasi Monascus purpureus pada beras sebagai substrat. Beras diekstrasi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Formula kosmetik yang dibuat adalah perona pipi, perona mata dan lipcream, dengan 4 formula untuk setiap sediaan (F0-F3). Evaluasi sediaan yang dilakukan meliputi uji organoleptik, uji daya oles, uji stabilitas, uji pH, uji iritasi, uji homogenitas, uji kesukaan, uji keretakan, dan uji daya sebar. Sediaan tersebut memiliki konsentrasi yang berbeda. Hasil analisis data metode friedmant menunjukkan bahwa F2 memiliki lipcream yang paling disukai, F3 memiliki perona pipi yang paling disukai, dan F2 memiliki perona mata yang paling disukai.
Pendampingan Akses Permodalan Usaha Melalui Lembaga Perbankan Bagi UMKMLPP PEKKA Yayasan Masjid Agung Palembang Gustriani; Asngari, Imam; Yuliana, Anna
Jurnal Abimana (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nasional) Vol 1 No 2 (2024): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/abimana.v1i2.3731

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dalam bentuk pendampingan akses pemodalan usaha melalui lembaga perbankan bagi UMKM binaan LPP PEKKA Yayasan Masjid Agung Palembang. Kegiatan berlangsung pada hari Sabtu, 14 Oktober 2023, dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota UMKM. Materi yang diberikan mencakup literasi lembaga keuangan, meliputi jenis-jenis lembaga keuangan, fungsi, serta produk dan jasa yang ditawarkan. Selain itu, peserta juga mendapatkan pendampingan dalam proses pengajuan kredit ke lembaga keuangan, baik bank maupun non-bank. Materi yang disampaikan termasuk persyaratan pengajuan kredit, pembuatan profil usaha, serta penyusunan proposal kredit.
Enhancing Menstrual and Reproductive Health Knowledge Among Non-Health Students Through Educational Interventions Amin, Saeful; Pebiansyah, Anisa; Alifiar, Ilham; Anna Yuliana; Neng Widy Widiyawati; De Hiban Fauzan Mabruro; Febriana Nur Anggraeni
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v8i1.6182

Abstract

Menstruation refers to the shedding of the uterine lining in the absence of fertilization, which occurs monthly in the female reproductive system. However, knowledge regarding menstruation is often inadequate, particularly among non-health students. This community service activity aimed to improve understanding of reproductive health through education. The study employed a one-group pre-posttest design with total sampling, involving 29 non-health female students from a university in Tasikmalaya. The pretest results showed an average score of 47.31, which significantly increased to 93.59 in the posttest. Participants with good knowledge increased from 2 to 29, while those with poor and moderate knowledge levels dropped to zero. Statistical analysis indicated a significant improvement after the educational intervention (p = 0.000). These findings demonstrate that reproductive health education effectively increases knowledge, particularly among non-health students. This initiative supports developing similar educational programs to enhance awareness and hygiene in reproductive health, ultimately improving public health quality.
Co-Authors Abdurrasyid Ade Yeni A Agustiani, Cica Ahmad Fauzi Aldiany, Elsa Alicia Nadira Andriyani, Yuni Aneu Nia Rolita Pasa Anindita Tri Kusuma Pratita Anindita Tri Kusuma Pratita Anindita Tri Kusuma Pratita Anindita Trikusuma Pratita Anis Khoirunisa Anis Khoirunisa, Anis Anisa Pebiansyah Anisa Pebiansyah Anisa Pebiansyah Anisa Pebiansyah Anisa Pebiansyah Annisa Nurfauziyah Annisa Pebiansyah Annisa Pebiansyah ANNISA SALSABILA Annysa Ellycornia Silvyana Aprila, Zessa Aprilita Rina Yanti Eff Ardianes Firmansya Arif Budiman Arif Budiman Atmodjo Reubun, Yonathan Tri Ayudia, Sukma Aziz, Haniifa Nur Benny Permana Brilyan Zulfikar Ar Rabbani Cindi Kartika Citra Dewi Salasanti De Hiban Fauzan Mabruro De Hiban Fauzan Mabruro Deliaz, Mochamad Fajar Dewi Rostina Dewi, Nida Puspa Dewi, Rika Zahara Dhea Sinta Nurjanah Diana Sri Zustika Dichy Nuryadien Z Dichy Nuryadin Zain Dikri Fadhlurrohman Dwi Lista Ligarsari Eden, Yonatan Elin Julianti Fajar Setiawan Fajar Setiawan Fajar Setiawan FAJAR SETIAWAN Fanisa Riadhiani Farid Maulana Farid, Rifa Agnia Fathurohman, Mochamad Fathurohman, Mochamad Fauziah, Mina Fawwaz Hanifa Febriana Nur Anggraeni Febriana Nur Anggraeni Firman Gustaman Firman Gustaman Firmansya, Ardianes Fitriani Fitriani Fitriani, Windi Fujiyanti, Melia Gina Maya Lestari Gustaman, Firman Gustriani Hendy Suhendy Hendy Suhendy Heni Pujiastuti Herdiana, Yana Hidayah, Nauval Aqil Hilman Fitriaji S P Ilham Alifiar Ilham Alifiar Ilham Alifiar Ilham Alifiar Ilham Alifiar Ilham Alifiar Ilham Alifiar, Ilham Imam Asngari indra indra Ira Rahmiayani Ira Rahmiyani Ira Rahmiyani Ira Rahmiyani Ira Rahmiyani Ira Rahmiyani Ira Rahmiyani Ira Rahmiyani Iskandar, Choirunnisa Iskandar, Natasya Tastaftiani Julianti, Elin Jutti Levita Khayla, Rahmalia Putri Khofi Siti Mukhaufillah Kiki Vidia Amelia Kristiana, Wiwin Lestari, Gina Maya Lilis Tuslinah Lilis Tuslinah, Lilis Lina Rahmawati Lina Rahmawati R Lina Rahmawati R Lina Rahmawati Rizkuloh Linda Rindjani Linda Rindjani, Linda Lusi Nurdianti Lusi Nurdianti, Lusi M. Faturohman Maria, Hana Diana Marlia Singgih Marlia Singgih Marlia Singgih Melia Fujiyanti Melina Faulina Melina Faulina, Melina Mina Fauziah Mitha Anggitha Mochamad Fajar Deliaz Mochamad Fathurahman Mochamad Fathurohman Muhamad Rifki Nuriman Muhammad Fauzan Maulana Zidane Muharam Priatna Muharam Priatna Nadira, Alicia Neng Widy Widiyawati Neng Widy Widiyawati Nida Nursyifa Nida Puspa Dewi Nunik Sri Mareta Nunung Nurhayati Nur Laili Dwi Hidayati Nur Rahayuningsih Nur Rahayuningsih, Nur Nurdianti Lusi Nurfauziyah, Annisa Nuridanti, Lusi Nuriman Muhamad Rifki Nurjahan Nurjahan Nurul Kamilah Nurul Kamilah Oktaviani Ayu Saputri Oktaviani Ayu Saputri Oktaviani, Widya Paras Layna Safa Pebiansyah, Anisa Pratita, Anindita Tri kusuma Putri Nita Raden Anisa Maharani Rahmawati R, Lina Rahmiyani Ira Ramdhanti, Febby Nuzuliyah Raras, Euis Resha Resmawati S Resha Resmawati Shaleha Resha Resmawati Shaleha Resha Resmawati Shaleha Rhesa Resmawati Shaleha Riadhiani, Fanisa Rida Nurihayati Rika Zahara Dewi Rinaldi, Rusdi Aris Rofi, Uyep Muhamad Rostina, Dewi Roswandi, Wemfi Riska Rukmana, Dea Helyani Rusdi Aris Rinaldi Ruswanto, Ruswanto Saeful Amin Saeful Amin Saeful Amin Saeful Amin Saeful Amin Saeful Amin Saeful Amin, Saeful Safa, Paras Layna Saka Bekti Subagja Salsabila Adlina Saputri, Oktaviani Ayu Selvira Anandia Intan Maulidya Setiawan, Fajar Setiawati, Wina Aprilia Shaleha Resha Shaleha, Resha Resmawati Sinta Amelia Tri Utami Soesilo, Deffa Ambarwati Sri Adi Sumiwi Subarna, Sony Sandria Sudianto Sudianto Sudianto Sudianto Suhendy, Hendy Suhendy, Hendy Sukma Ayudia Suripah Suripah Tary Novitri Taufik Hidayat Taufik Hidayat Taufik Hidayat Taufik Hidayat Tisnawati, Eva Tita Nofianti Tita Nofianti Tita Nofianti Tita Novianti Tresna Lestari, Tresna Tuslinah, Lilis Vera Nurviana Wahyudin Nabila Aini Wahyuni, Alia Wahyuni, Wini Warti, Lia Wemfi Riska Roswandi Widia Ningsih Widia Ningsih, Widia Widya Oktaviani Wina Aprilia Setiawati Winda Trisna Wulandari, Winda Trisna Windi Susi Indryani Wini Wahyuni Wiwin Kristiana Yana Herdiana Zahra, Aliyah Zain, Dichy Nuryadin Zaitun, Sherin Theresina Zalfa Zahira Fauziah Zaniera, Zaniera