Claim Missing Document
Check
Articles

Developing a Social Entrepreneurship-Based Nonformal Education Curriculum for the Socioeconomic Reintegration of Divorced Former Migrant Women in Indonesia Rofik Rosyanafi; Gunarti Dwi Lestari; Wiwin Yulianingsih; Rivo Nugroho
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 3 (2026): June
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i3.1526

Abstract

This study aimed to develop and validate a nonformal education curriculum for socioeconomic reintegration of divorced former migrant women in Ponorogo, Indonesia. A Design and Development Research approach was applied through three phases: needs analysis (n = 20), curriculum design and development, and expert validation, followed by a limited try-out (n = 12). Data were collected through interviews, focus group discussions, document analysis, competency gap assessment, expert judgment, and field observation. Expert validation showed high feasibility with mean scores for content relevance (M = 4.60), learning outcomes (M = 4.50), gender responsiveness (M = 4.40), and feasibility (M = 4.20). The try-out demonstrated strong implementation outcomes, including participant comprehension (M = 4.25), participation consistency (M = 4.30), and satisfaction (M = 4.35). Findings indicate that economic reintegration and social entrepreneurship competencies are the primary learning needs, with psychosocial strengthening and digital literacy as supporting areas. The study concludes that the developed curriculum is valid, feasible, and practical, and suggests that nonformal education policy should adopt integrated reintegration-oriented curriculum models for vulnerable adult groups.
Metode Penyuluhan Pranikah sebagai Upaya Preventif Kasus Perceraian di KUA Kecamatan Sidoarjo Syailatur Rahmah; Rofik Jalal Rosyanafi
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya angka perceraian menunjukkan bahwa masih banyak calon pengantin yang belum memiliki kesiapan yang memadai dalam menghadapi kehidupan rumah tangga. Bimbingan pranikah dipandang sebagai salah satu upaya preventif untuk membangun kesiapan mental, emosional, dan sosial sebelum memasuki pernikahan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemahaman calon pengantin mengenai hakikat pernikahan setelah mengikuti Bimbingan Perkawinan (BIMWIN) serta menganalisis metode penyuluhan pranikah yang diterapkan di KUA Kecamatan Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan pihak KUA, fasilitator BIMWIN, dan calon pengantin. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah mengikuti BIMWIN, calon pengantin tidak lagi memandang pernikahan hanya sebagai ikatan formal, tetapi juga sebagai ibadah untuk membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah. Peserta juga memahami pentingnya komunikasi, kesiapan emosional, kerja sama, dan pengelolaan konflik dalam rumah tangga. Metode penyuluhan yang digunakan dalam BIMWIN meliputi ceramah, diskusi, tanya jawab, ice breaking, dan pemberian contoh kasus dengan pendekatan pembelajaran klasikal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa BIMWIN memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan keluarga dan membangun kesiapan calon pengantin sebagai upaya preventif perceraian.
The Role of a Gadget-Free Community Program in Improving Elementary School Children’s Social Skills Gunarti Dwi Lestari; Desika Putri Mardiani; Nunuk Hariyati; Rofik Jalal Rosyanafi; Rivo Nugroho; Danang Prastyo; Fonny Dameaty Hutagalung
International Journal of Learning Reformation in Elementary Education Vol. 5 No. 01 (2026): International Journal of Learning Reformation in Elementary Education
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/IISTR.ijlree.001545

Abstract

The increased use of digital devices among elementary school children often results in decreased direct interaction, collaborative skills, and emotional regulation abilities. Kampung Lali Gadget (KLG or a Gadget-Free Community), a community-based community in Sidoarjo, presents a form of non-formal education through traditional game activities integrated with the values of collaboration, empathy, and social communication. This study aims to understand in depth the role of the KLG community in shaping and strengthening the social skills of elementary school-aged children. The method used is qualitative research with a case study approach. Data were collected through participant observation during traditional game sessions, in-depth interviews with children, parents, facilitators, and community leaders, and documentation of activities. Data analysis was conducted using thematic techniques through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing, as well as triangulation of sources and methods to maintain validity. The results of the study indicate that children's involvement in KLG activities facilitates meaningful social learning processes: children become more skilled at communicating, showing empathy, collaborating, following rules, and managing emotions in group interactions. The role of community facilitators using a reflective and collaborative approach proved crucial in creating a safe, inclusive, and enjoyable learning environment. Furthermore, parental participation and local community support contributed to the program's sustainability. This study concludes that KLG functions as a culturally based communal learning space that is effective in improving the social skills of elementary school children.
Peran Komunitas Membaca Soerabaca Bookclub dalam Menumbuhkan Literasi Digital Masyarakat di Kota Surabaya Calista Sabina; Rofik Jalal Rosyanafi
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi digital menjadi salah satu kompetensi esensial yang perlu dimiliki masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Meskipun demikian, kemampuan literasi digital masyarakat Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, khususnya dalam aspek berpikir kritis, kemampuan memverifikasi informasi, serta pemanfaatan teknologi digital secara produktif dan bertanggung jawab. Komunitas membaca memiliki potensi untuk berfungsi sebagai ruang pendidikan nonformal yang dapat mendukung penguatan literasi digital melalui proses pembelajaran yang berlangsung secara berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Komunitas Soerabaca Bookclub dalam menumbuhkan literasi digital masyarakat di Kota Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Lokasi penelitian berada di Komunitas Soerabaca Bookclub Surabaya, dengan informan yang terdiri atas pengelola dan anggota komunitas yang dipilih secara purposive. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan validitas data diperkuat melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunitas Soerabaca Bookclub memiliki karakteristik sebagai ruang pendidikan sepanjang hayat yang terbuka, inklusif, dan berkelanjutan. Praktik literasi digital dalam komunitas tercermin melalui aktivitas pencarian, pemanfaatan, evaluasi, serta penyebaran informasi dengan memanfaatkan berbagai media dan platform digital. Proses pengembangan literasi digital berlangsung melalui pembiasaan, interaksi sosial, budaya diskusi, dan penggunaan media digital dalam aktivitas komunitas. Keterlibatan anggota dalam komunitas turut mendorong terjadinya perubahan pola pikir yang ditunjukkan melalui meningkatnya kemampuan berpikir kritis, kesadaran dalam melakukan verifikasi informasi, serta sikap yang lebih terbuka terhadap beragam sudut pandang. Dengan demikian, Komunitas Soerabaca Bookclub berperan sebagai ruang pendidikan nonformal yang mendukung penguatan literasi digital masyarakat melalui penerapan prinsip-prinsip pendidikan sepanjang hayat.
Gerimis: Model Literasi Berbasis Kebiasaan untuk Meningkatkan Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini di Daycare Nungky Kusuma Putri; I Ketut Atmaja Johny Artha; Rofik Jalal Rosyanafi
Journal of Education Research Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i2.3529

Abstract

Perkembangan bahasa anak usia dini memerlukan stimulasi literasi konsisten melalui interaksi komunikatif yang bermakna. Penelitian terdahulu, literasi masih berfokus pada intervensi jangka pendek di pendidikan formal, sementara kajian model literasi berbasis kebiasaan di lingkungan pendidikan non-formal seperti daycare masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model literasi berbasis kebiasaan GERIMIS (Gerakan Literasi Hari Kamis) dalam mendukung perkembangan bahasa anak usia dini. Pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek anak usia 4 tahun, pendidik, dan orang tua di Nungky Daycare Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan GERIMIS melalui kegiatan membaca nyaring, dialog interaktif, dan mendongeng mampu meningkatkan kemampuan menyimak, berbicara, menceritakan kembali, dan meningkatkan keterlibatan verbal dan kepercayaan diri anak serta mengurangi indikasi keterlambatan bicara. GERIMIS berpotensi menjadi model literasi berbasis kebiasaan yang efektif dalam mendukung perkembangan bahasa anak usia dini di lingkungan pendidikan non-formal.
Peran Orang Tua dalam Mendukung Tahfidz Al-Qur'an dengan Metode Tabarak di Rumah Tahfidz Athfaaluna Cabang 2 Surabaya Alfira Rizky Rahmadina; Rofik Jalal Rosyanafi
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 1 (2026): J+PLUS, Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran orang tua dalam mendukung tahfidz Al-Qur'an melalui Metode Tabarak di Rumah Tahfidz Athfaaluna Cabang 2 Surabaya. Metode Tabarak menekankan pengulangan mendengarkan murattal, bimbingan talaqqi oleh ustadzah, serta muraja'ah lanjutan di rumah dengan pendampingan orang tua. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan subjek 4 ustadzah dan 4 siswa, serta informan 8 orang tua siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua berperan aktif dalam mendampingi muraja'ah anak, memberikan motivasi dan apresiasi, serta menjalin komunikasi dengan ustadzah melalui forum orang tua yang diselenggarakan secara berkala. Keterlibatan orang tua tidak lepas dari tantangan, seperti keterbatasan waktu akibat pekerjaan, minimnya pemahaman tentang metode hafalan, serta kesulitan menjaga konsistensi anak. Keterlibatan aktif orang tua terbukti meningkatkan kelancaran, ketepatan tajwid, dan ketahanan hafalan anak, sekaligus memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan Metode Tabarak tidak hanya bergantung pada strategi ustadzah, tetapi juga pada partisipasi aktif orang tua dalam mendukung proses hafalan di rumah.
Eksplorasi Media Interaktif Wordwall Topik Lingkunganku dalam Mengembangkan Kemampuan Bahasa Anak di TK PKK Jalmak Pamekasan Danang Prastyo; Rofik Jalal Rosyanafi; Selfi Lailiyatul Iftitah; Ardhana Reswari; Denok Dwi Anggraini; Wahyuni Wahyuni
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2024: SPECIAL EDITION: LALONGET V
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.17246

Abstract

The goal of early childhood education (PAUD) is to provide the best possible education and stimulation for children from birth to age six. Language development is one area that needs improvement. This study looks into how Wordwall games might help PKK Jalmak Kindergarten's young students' language development. Qualitative descriptive method was used in this study and involved 19 children from group A of TK PKK Jalmak, aged between 4 and 5 years old, consisting of 8 girls and 11 boys. Observation, interview, and documentation were the methods used to collect data. The results showed that the Wordwall game requires various steps, such as planning and preparation, implementation, and evaluation. All of these steps are characterized by improvements in letter recognition, repeating new vocabulary, the ability to understand two simple instructions, and the ability to identify words according to pictures.
Peran Pendidik dalam Menumbuhkan Motivasi Belajar Santri melalui Aplikasi Quizizz di TPQ Darussalam Dayu Kabupaten Sidoarjo Nesya Dwi Ardha Dirgahayu; Rofik Rosyanafi
J+PLUS UNESA Vol. 14 No. 2 (2025): J+PLUS, Desember 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran pendidik sangat penting dalam dunia pendidikan, tidak hanya untuk menyediakan bahan pengajaran, tetapi juga untuk merancang kegiatan belajar, menentukan strategi dan model pembelajaran, dan untuk membuat diri mereka terlalu nyaman untuk mendukung siswa.tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan peran pendidik dalam meningkatkan motivasi belajar siswa melalui aplikasi Quizizz di TPQ Darussalam Dayu Kabupaten Sidoarjo. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Untuk mengumpulkan data, teknik yang digunakan mencakup wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Dalam menganalisis data, langkah-langkah yang diambil meliputi pengumpulan data, pengurangan data, serta verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Quizizz, yang didukung oleh peran aktif pendidik mampu menumbuhkan minat dan motivasi santri untuk belajar secara lebih antusias, namun terdapat beberapa hambatan, seperti keterbatasan perangkat dan kendala jaringan internet. Pendidik mengatasi hambatan tersebut dengan peminjaman perangkat, penggunaan kuis secara bergantian, dan pemberian bimbingan bagi santri yang mengalami kesulitan. Secara keseluruhan, penerapan aplikasi Quizizz mampu meningkatkan motivasi belajar santri, terutama karena pendekatan pembelajaran berbasis permainan (game-based learning) yang interaktif dan menyenangkan. Penelitian ini direkomendasikan agar pendidik lebih memaksimalkan penggunaan Quizizz serta mengintegrasikan fitur evaluasi dengan pembelajaran tatap muka guna meningkatkan kualitas pembelajaran yang holistik.  
Kolaborasi Antara Pimpinan dan Komite dalam Program Parenting di PKBM Kuttab Al-Fatih Gresik Sarah Arifah Safitri; Rofik Rosyanafi
J+PLUS UNESA Vol. 14 No. 2 (2025): J+PLUS, Desember 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program parenting dalam lembaga pendidikan nonformal Islam memiliki peran strategis dalam memperkuat keterlibatan orang tua dalam pendidikan karakter anak. Di PKBM Kuttab Al-Fatih Gresik, program ini menjadi wujud konkret kolaborasi antara pimpinan dan komite, yang melibatkan ayah secara aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan. Pendekatan ini menjadi unik karena bertumpu pada nilai-nilai Islam serta prinsip Tri Pusat Pendidikan, yakni sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kolaborasi antara pimpinan dan komite dalam pelaksanaan program parenting di PKBM Kuttab Al-Fatih Gresik. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan dalam penelitian ini, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa kolaborasi terjalin melalui pembagian peran yang jelas, komunikasi intensif, serta kesamaan visi pendidikan. Faktor pendukungnya meliputi kepemimpinan partisipatif, struktur organisasi komite yang fungsional, dan keterlibatan aktif orang tua. Sedangkan hambatan utamanya adalah keterbatasan waktu orang tua serta minimnya pelatihan bagi pengurus komite. Penelitian ini merekomendasikan penguatan struktur kolaborasi, penggunaan pendekatan andragogis dalam parenting, serta evaluasi kolaboratif untuk meningkatkan efektivitas program.
Pengaruh Pelatihan Tata Rias terhadap Proses Internalisasi Keterampilan Peserta Didik di Beauty for a Better Life (BFBL) Surabaya Della Aldea Hunafa; Rofik Jalal Rosyanafi
J+PLUS UNESA Vol. 14 No. 2 (2025): J+PLUS, Desember 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan tata rias merupakan salah satu bentuk pendidikan nonformal yang memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang profesional di bidang kecantikan. Keterampilan tata rias tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menuntut proses internalisasi agar peserta dapat menguasai keahlian secara mendalam dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan tata rias terhadap proses internalisasi keterampilan peserta didik di Beauty for a Better Life (BFBL) Surabaya, sebuah program pelatihan yang digagas oleh L'Oréal Indonesia sebagai bentuk pemberdayaan perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Sebanyak 25 responden yang mengikuti program pelatihan dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan tata rias memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap internalisasi keterampilan, dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,68. Hal ini berarti 68% variasi internalisasi keterampilan peserta dijelaskan oleh kualitas pelatihan yang mereka ikuti. Temuan ini mempertegas pentingnya pelatihan vokasional dalam mengembangkan keterampilan sekaligus membangun kepercayaan diri dan kesiapan peserta untuk bekerja di industri kecantikan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa lembaga pelatihan nonformal perlu terus mengembangkan kurikulum berbasis praktik langsung agar proses internalisasi dapat terjadi secara optimal. Selain itu, penelitian ini memberikan masukan kepada pemerintah dan lembaga terkait untuk memperluas program serupa sehingga dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya perempuan, guna meningkatkan keterampilan hidup dan kemandirian ekonomi.
Co-Authors Achmad Irfandi Aghata, Marsyivania Ziven Agung Sihono Agus Sukoco Akmalia Putri, Fina Al dhita Ika Putri Irianti Alfa Izza Ramadhani Alfina Nelish Zharfana Alfira Rizky Rahmadina Ali Yusuf Alvian Pramadani Hestyan Anisa Yunita Ardhana Reswari Ardhana Reswari Arief, Hanif Aripin, Jainul Rahmat Bagus Cahyanto Budi Purwoko Budi Purwoko Calista Sabina Catharine Laboure Nimas Ayu Anindita Chelonia, Zioravinky Clara Hetty Primasari Danang Prastyo Danang Prastyo Danang Prastyo Delia Indrawati Della Aldea Hunafa Denok Dwi Anggraini Desika Putri Mardiani Desika Putri Mardiani Dewangga, Teguh Dwijayanto, Aditya Jati Edwin Jaimes Villaflor Edwin Jaimes Villaflor Ekki Erlangga Febritesna Nuraini Fitri Rofiyarti Fonny Dameaty Hutagalung Gunarti Dwi Lestari Gunarti Lestari Hamidah Binti Mohamad Herlina HERU SISWANTO Heryanto Susilo Hidayat, Wahyu Pratama Nasrul I Ketut Atmaja Johny Artha, I I Putu Artaya Ida Ayu Puspita Sari Ida Ayu Puspita Sari Ima Widiyanah Junaedi, Lukman Kharizha Krishnandya Kholisussa'di LAKSANA, ILHAM Lestari , Gunarti Dwi Lestari, GD Mallevi Agustin Ningrum, Mallevi Agustin Mardiani, Desika MARDIANI, DESIKA PUTRI MARIA VERONIKA ROESMININGSIH Meita Santi Budiani Mesakh Yunanto Muchamad Arif Mufarrihul Hazin Muhammad Ikhsan Setiawan Muhammad Turhan Yani Mustakim Mustakim Nesya Dwi Ardha Dirgahayu Nugroho, R Nungky Kusuma Putri Nunuk Hariyati Nuraini, Febritesna Nusantara, Widya Purwanto Purwanto Putri Intan Permatasari Putri, Fina Akmalia Qodriyati, Tri Ulya Raya Sulistyowati Reivera, Kevin Rivo Nugroho Rizal Bahaswan Roesminingsih, MV Salma Adhwa Hanifah Sarah Arifah Safitri Selfi Lailiyatul Iftitah Shobri Firman Susanto SJAFIATUL MARDLIYAH Sri Wiwoho Mudjanarko, Sri Wiwoho Suharyani Supriyanto Supriyanto Susanto , Shobri Firman Sutanto, Wahyuning Budiwati Syailatur Rahmah Taufiq Harris Titis Angga Rini Tri 'Ulya Qodriyati Varia Virdania Virdaus virdaus, varia virdania Wafiq Afidah Wahyuni Wahyuni Wasil, Mohammad Widodo Widodo Widodo Widodo Widyaswari, Monica WIWIN YULIANINGSIH Wiwin Yulianingsih Wiwin Yulianingsih Yatim Riyanto Yayuk Setyawati Yulianti, E Yulianti, Endah Yusuf, A Zakariyah, M Fahmi