Claim Missing Document
Check
Articles

Lafaz Muṭlaq dan Muqayyad dalam Perspektif Uṣūliyyah: Telaah Makna, Penerapan dalam Nas, dan Implikasi Hukum Akbar, Nico; F, Fatmawati; Amin, Abd. Rauf Muhammad
Media Hukum Indonesia (MHI) Vol 4, No 1 (2026): March
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18144689

Abstract

The Qur’an, as the primary source of Islamic law, employs a rich, diverse, and nuanced language. Among the forms of expression found within it are muṭlaq (unrestricted) and muqayyad (restricted) terms. A proper understanding of these concepts is essential, as legal rulings in the Qur’an and Hadith are often conveyed either in an unrestricted (muṭlaq) or a restricted (muqayyad) form. Classical scholars of uṣūl al-Fiqh have long examined the interaction between these two types of expressions, particularly when two legal texts address the same issue but differ in formulation one being muṭlaq and the other muqayyad. Scholarly debates also arise in cases where the legal ruling is the same but the underlying cause differs, or conversely, where the cause is the same but the ruling differs. This demonstrates the complexity of the methodology of Islamic legal derivation, which requires careful analysis of linguistic expressions, contextual considerations, and supporting evidences. Therefore, understanding muṭlaq and muqayyad is not only crucial in the theoretical domain of uṣūl al-Fiqh, but also carries practical implications in fiqh, particularly in the process of legal ijtihād that remains relevant to the evolving needs of the Muslim community.
INTEGRASI USHUL FIQH, HUKUM ADAT, DAN PRINSIP INTERNASIONAL DALAM HUKUM LINGKUNGAN BERKELANJUTAN Nasrah Hasmiati Attas; Muammar Bakry; Abd. Rauf Muhammad Amin
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 2 (2026): Januari
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i2.60028

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan pendekatan integratif antara Ushul Fiqh, hukum adat, dan prinsip hukum internasional lingkungan dalam upaya perlindungan ekologis yang berkelanjutan di Indonesia. Latar belakang penelitian ini adalah krisis lingkungan hidup yang kompleks dan multidimensi, yang memerlukan pendekatan hukum yang tidak hanya sektoral dan legal-formal, tetapi juga berbasis nilai dan partisipatif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan normatif dan konseptual, dengan teknik studi pustaka terhadap sumber hukum Islam, hukum adat, dan instrumen hukum internasional lingkungan seperti Paris Agreement dan Rio Declaration. Pembahasan difokuskan pada dua aspek utama: pertama, sinergi antara konsep maslahah dalam Ushul Fiqh dan nilai-nilai kearifan lokal dalam hukum adat yang terbukti efektif secara empiris dalam menjaga lingkungan; kedua, korespondensi antara prinsip-prinsip hukum internasional lingkungan dengan maqāṣid al-sharī‘ah dan norma hukum adat dalam mewujudkan keadilan ekologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga sistem hukum tersebut dapat saling menguatkan dalam membangun model hukum lingkungan yang partisipatif, etis, dan kontekstual. Sebagai saran, perlu adanya penguatan regulasi berbasis nilai lokal dan maqāṣid, forum dialog lintas sistem hukum, serta reformasi kurikulum pendidikan hukum yang mengintegrasikan nilai Islam, adat, dan prinsip global dalam perlindungan lingkungan. Kata Kunci: Ushul Fiqh, Hukum Adat, Hukum Internasional Lingkungan   Abstract This study aims to formulate an integrative approach between Ushul Fiqh, customary law, and international environmental legal principles in achieving sustainable ecological protection in Indonesia. The background of this research lies in the multidimensional environmental crisis, which demands a legal approach that goes beyond sectoral and formal structures, embracing value-based and participatory frameworks. This research employs a normative and conceptual method, using library research to examine sources of Islamic law, Indonesian customary norms, and international legal instruments such as the Paris Agreement and the Rio Declaration. The discussion focuses on two main aspects: first, the synergy between the concept of maslahah in Ushul Fiqh and the ecological values embedded in local customary practices, which have proven effective in environmental conservation; second, the alignment between international environmental law principles and maqāṣid al-sharī‘ah as well as customary norms in promoting ecological justice. The findings indicate that these three legal systems can mutually reinforce each other in constructing a participatory, ethical, and contextual environmental legal framework. The study recommends strengthening legal regulations rooted in local values and maqāṣid, facilitating cross-system dialogues, and reforming legal education curricula to integrate Islamic, customary, and global environmental perspectives. Keywords: Ushul Fiqh, Customary Law, International Environmental Law
Deteksi Simultan Kontaminasi DNA Babi dan Alkohol pada Produk Makanan Jepang menggunakan Spektroskopi FTIR, GC-MS dan Real Time-PCR Amin, Abdul Rauf Muhammad; Masriany, Masriany; Sukmawaty, Eka; Muthiadin, Cut; Masita, Masita; Kasfina, Ina; Sahin, Andini
Teknosains Vol 20 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v20i1.64648

Abstract

Makanan Jepang populer di Indonesia, memantik perhatian serius terkait isu kehalalan makanan terutama bagi konsumen muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi secara kualitatif kontaminasi senyawa alkohol dan DNA babi pada produk makanan Jepang yang dijual di beberapa resto Kota Makassar, menggunakan kombinasi metode Spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR) dan Real-Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Penelitian dilakukan pada bulan Januari-Agustus 2023. Sampel makanan (Spicy Ramen, Salmon Mentai Rice, dan Yakiniku Don) diambil dari Restoran X di Makassar yang belum tersertifikasi halal. Analisis FTIR mengindikasikan keberadaan senyawa alkoholik pada semua sampel. Puncak serapan spesifik gugus O-H sekitar 3400-3500 cm-1 dan C-O sekitar 1000-1200 cm-1 yang mengonfirmasi adanya senyawa alkoholik terdeteksi kuat pada Spicy Ramen, Salmon Mentai Rice, dan Yakiniku Don. Sebagai contoh, puncak kunci teramati pada 3450 cm-1 dan 1078-1154 cm-1, menunjukkan adanya campuran tipe alkohol primer, sekunder, dan tersier. Hasil GC-MS mengindikasikan adanya kandungan senyawa alkohol pada ketiga jenis makanan yang diuji. Sebaliknya, RT-PCR menunjukkan hasil negatif secara konsisten, mengonfirmasi tidak adanya DNA babi pada ketiga sampel. Meskipun hasil pengujian kontaminasi DNA babi menunjukkan negatif, terdeteksinya senyawa etanol melalui FTIR dan GC-MS menunjukkan adanya potensi kontaminasi non-halal yang bukan berasal dari babi. Penelitian ini menekankan urgensi penerapan verifikasi ganda, baik melalui analisis kimia maupun molekuler, dalam proses sertifikasi halal. Hasil kajian merekomendasikan agar praktisi kuliner secara konsisten mematuhi standar bahan baku guna meminimalkan potensi kontaminasi senyawa alkohol, sehingga dapat meningkatkan validitas jaminan kehalalan dan memperkuat kepercayaan konsumen Muslim.
Negotiating Worship Priorities: A Fiqh al-Awlawiyyat Analysis of Al-Azhar Fatwa on Qurban and Aqīqah within Contemporary Economic Contexts Athambawa, Mahroof; Amin, Abd. Rauf Muhammad
Parewa Saraq: Journal of Islamic Law and Fatwa Review Vol. 5 No. 1 (2026): Parewa Saraq: Journal of Islamic Law and Fatwa Review
Publisher : MUI Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64016/parewasaraq.v5i1.70

Abstract

Legal tensions between qurban and aqīqah under contemporary socio-economic constraints require a systematic reorientation of worship priorities that balances personal devotional obligations with collective social responsibility. Although classical fiqh literature has discussed the legal status of both rituals, scholarly attention to how authoritative fatwa institutions operationalize methodological tools to reconcile normative texts with modern economic realities remains limited. Therefore, this study aims to examine official fatwa issued by Al-Azhar, a leading reference institution in the Muslim world, focusing on how it formulates priority judgments when Muslims face financial limitations. Using a qualitative design, discursive content analysis was applied to selected Al-Azhar fatwa, which integrate the framework of Fiqh al-Awlawiyyat (jurisprudence of priorities) and the Maqāṣid al-Sharīʿah approach to identify the ratio legis (ʿillat al-ḥukm), supporting Al-Azhar prioritization logic. The results showed that Al-Azhar consistently prioritizes qurban over aqīqah. This is reflected through istislāḥī reasoning that emphasizes qurban as a muwaqqat (time-bound) ritual whose benefits extend beyond the individual to broader communal welfare. The prioritization is further reinforced by the ritual strong association with public distribution, poverty alleviation, and social solidarity, making it more consistent with maṣlaḥah ʿāmmah (public interest) in contexts of economic disparity. The results contribute to contemporary Islamic legal studies by clarifying how Al-Azhar negotiates worship conflicts through priority-based reasoning and proposing a practical normative model for lower-middle-class urban Muslim communities in managing competing devotional practices under financial pressure.
SERTIFIKASI HALAL JAJANAN KEMASAN KERUPUK SLONDOK : UPAYA PEREMPUAN DESA DALAM MENINGKATKAN EKONOMI KELUARGA (Studi Kasus UMKM Dieta-Wara Di Desa Pendawan Kecamatan Sambas) Ashari Ananda, Iva; Abd Rauf Muhammad Amin; Cut Muthiadin
Samawa (Sakinah, Mawaddah Warahmah) Vol. 9 No. 1 (2026): Samawa (Sakinah, Mawaddah Warahmah): Jurnal Kajian Keluarga, Gender dan Anak
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubi kayu merupakan komoditas pangan lokal yang memiliki potensi ekonomi tinggi apabila diolah menjadi produk bernilai tambah, salah satunya kerupuk slondok. Di Desa Pendawan Kecamatan Sambas, produk olahan ini dikembangkan oleh pelaku usaha perempuan melalui UMKM Dieta-Wara sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi keluarga berbasis pangan lokal. Meskipun produk slondok memiliki potensi pasar yang luas, tantangan utama yang dihadapi ialah belum optimalnya aspek legalitas dan sertifikasi halal yang dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan daya saing produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perempuan desa dalam mengembangkan usaha slondok serta urgensi sertifikasi halal dalam meningkatkan nilai ekonomi dan keberlanjutan usaha. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi lapangan (field research) melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi pada pelaku UMKM Dieta-Wara di Desa Pendawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas produksi dan penjualan kerupuk slondok dan puyur dengan kapasitas bahan mentah sekitar 7 kg per hari menghasilkan pendapatan rata-rata sebesar Rp535.000 per hari. Sertifikasi halal menjadi kebutuhan strategis yang belum sepenuhnya terealisasi, padahal sangat penting untuk memperluas jangkauan pasar dan menjamin kehalalan produk bagi konsumen Muslim. Keterlibatan perempuan dalam seluruh rantai produksi memperlihatkan kontribusi nyata terhadap peningkatan ekonomi keluarga sekaligus memperkuat posisi perempuan sebagai agen ekonomi produktif di pedesaan. Rekomendasi penelitian ini menekankan perlunya pendampingan sertifikasi halal, pelatihan manajemen usaha dan pemasaran digital, serta dukungan kebijakan pemerintah daerah untuk memperkuat daya saing UMKM perempuan di sektor pangan lokal. Melalui sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan komunitas UMKM, sertifikasi halal dapat menjadi instrumen penggerak ekonomi keluarga yang berkelanjutan dan berkeadilan gender.
Kajian Lafaz dalam Teks Hukum Islam: Analisis Dalālat Al-Manṭūq dan Implikasinya terhadap Istinbāṭ Al-Ḥukm Nurmilasari; Abd. Rauf Muhammad Amin; Fatmawati
Al Fuadiy Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 8 No. 1 (2026): January-June, Al Fuadiy : Journal of Islamic Family Law (in Press)
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/af.v8i1.1807

Abstract

The analysis of wording (lafaz) in Islamic legal texts occupies a central position in the methodology of Islamic jurisprudence, particularly in the process of legal derivation (istinbāṭ al-ḥukm). Explicit textual meaning (dalālat al-manṭūq) represents the most direct form of legal indication and functions as a primary reference before engaging implicit meanings or analogical reasoning. However, contemporary legal discussions often reveal inconsistencies in understanding the scope and authority of explicit meaning, leading to divergent legal conclusions. This article examines the forms and classifications of dalālat al-manṭūq and analyzes their implications for legal reasoning within the framework of uṣūl al-fiqh. Employing a qualitative descriptive-analytical approach, the discussion is grounded in a critical review of classical and contemporary uṣūl al-fiqh literature. The findings demonstrate that dalālat al-manṭūq al-ṣarīḥ holds strong legal authority due to its clarity and minimal interpretative ambiguity, while dalālat al-manṭūq ghayr al-ṣarīḥ, although still authoritative, requires careful contextual and linguistic analysis. The study highlights the continuing relevance of precise textual interpretation in responding to modern legal challenges and emphasizes that methodological rigor in understanding explicit meaning is essential to ensure legal rulings remain aligned with the objectives of Islamic law (maqāṣid al-sharīʿah).
Pertimbangan Hakim Pengadilan Agama Majene dalam Penetapan Dispensasi Kawin Perspektif Maslahah (Studi Kasus Tahun 2022-2024) Nurjannah; Abd. Rauf Muhammad Amin; Andi Muhammad Akmal; Lomba Sultan; Supardin
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 6 No 1 (2025): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v6i1.386

Abstract

Pertimbangan hakim Pengadilan Agama Majene dalam penetapan dispensasi kawin pada tahun 2022-2024 menjadi latar belakang penelitian ini. Beberapa submasalah dalam pokok masalah tersebut , yaitu: 1) Bagaimana realitas penetapan dispensasi kawin di Pengadilan Agama Majene pada tahun 2022-2024, 2) Bagaimana dasar pertimbangan hakim dalam penetapan dispensasi kawin di Pengadilan Agama Majene, dan 3) Bagaimana analisis pertimbangan hakim dalam penetapan dispensasi kawin di Pengadilan Agama Majene perspektif mas}lah}ah. Jenis penelitian ini tergolong field research kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah: teologis-normatif (syar’i), yuridis-normatif, dan yuridis Empiris (sosio­logis). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa realitas penetapan dispensasi kawin di Pengadilan Agama Majene pada tahun 2022-2024 adalah berjumlah 64 penetapan dispensasi kawin dengan rincian 54 perkara dikabulkan, 2 ditolak, 2 digugurkan, dan 5 dicabut . Kemudian dasar pertimbangan hakim dalam penetapan dispensasi kawin di Pengadilan Agama Majene adalah 1) Pertimbangan dalam hukum: al-Qur’an, Hadis, Kaidah Fikih, Putusan Hakim, dan Undang-Undang. 2) Pertimbangan hakim di luar hukum. Kemudian analisis pertimbangan hakim dalam penetapan dispensasi kawin di Pengadilan Agama Majene perspektif mas}lah}ah adalah Hakim dalam penetapan mengabulkan dispensasi kawin mempertimbangkan kepentingan anak terhadap perkawinan dan faktor-faktor resiko perkawinan di bawah umur, hal ini sesuai dengan kaidah fikih menolak mafsadat lebih utama daripada mendatangkan maslahat. Implikasi dari penelitian ini : 1) Diharapkan pemerintah Kab. Majene melakukan sosialisasi kepada masyarakat akan pencatatan perkawinan, pencegahan perkawinan di bawah umur dan pencegahan pergaulan bebas. 2) Diharapkan keluarga melakukan  pengawasan cermat, menanamkan nilai moral dan memberikan pendidikan agama. 3) Diharapkan kepada pemerintah memberikan sanksi administrasi bagi pelaku perzinahan.  
Co-Authors A, Abriansyah ABD. Karim Faiz Abd. Qadir Gassing HT Abdul Rahim, Abdul Rahim Abdul Wahid Haddade Abubakar, Achmad Achmad Musyahid Idrus Achruh, Andi Ahmad Arief Akbar, Nico Akmal, Andi Muhammad Alimuddin, Harwis Alwi, Mujahid Andi Achruh Andi Muhammad Akmal Andi Muhammad Akmal Andi Takdir Djufri Aristan Ashari Ananda, Iva Athambawa, Mahroof Bhatti, Muhammad Safdar Cut Muthiadin Darmawati H, Darmawati Darussalam Darussalam, Darussalam Dessy Artina Dwi Sumardianti Emilda Firdaus F, Faisal Fatmawati Fatmawati Fatmawati Firmansyah, Yuman Gagaring Pagalung Gazali, Muh. Rakasiwi A. H, Hardani Haeni Mukti Hamzah Hasan Hannani Ilham, Ade Ihwana Indradewa, Rhian Islamul Haq K., M. Yusuf Kasfina, Ina Kurniati Kurniati Kurniati Kurniawan, Muhammad Zuhud Lisa Anugrah Lomba Sultan Luthfi, Mukhtar Masita, Masita Masriany, Masriany Mayyadah, Mayyadah Mirna Yunita Muammar Bakry Muhammad Shuhufi Muhammad Suhufi, Muhammad Mujahid Alwi Mustafa, Zulhas’ari Musyfikah Ilyas Nasrah Hasmiati Attas Nisardi, Muhammad Fitrah Nita Zikriani Nur Taufiq Nurdalia Bate Nurhadi, Ativa Nurjannah Nurmilasari Nurmilasari R, Riska Rahim, Wahida Rahmawati, Rahmawati Rahul, Kaisar Ridwan, Mukminati Rusdin Rusdin Sahin, Andini Salman Fattah Salsabila, Shabrina Syifa Samsidar Jamaluddin Saputra, Ilham Shabrina Syifa Salsabila St Halimang Subli, Mohamad Sukmawaty, Eka Sulaiman Sulaiman Sultan, Nurul Lutfiah Sumardianti, Dwi Supardin Syamsuddin, Darussalam Syarif, Muhammad Fazlurrahman Syatar, Abdul Taqwim, Andi Ahsan Umar Laila Umar Sulaiman Zulfahmi Alwi