p-Index From 2021 - 2026
7.319
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Lingkungan Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan LaGeografiA Jurnal Ad'ministrare: Jurnal Pemikiran Ilmiah dan Pendidikan Administrasi Perkantoran Jurnal Wilayah dan Lingkungan Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktik dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual Al Ishlah Jurnal Pendidikan Phinisi Integration Review Jurnal Geografi Jurnal PIPSI: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia JURNAL SWARNABHUMI Jambura Journal of Educational Management Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Jurnal Ilmiah Poli Bisnis GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial PINISI Discretion Review Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas Indonesian Journal of Social and Environmental Issues (IJSEI) Jurnal Abdimas Pariwisata Jambura Geo Education Journal Palmyra Fiber as Additional Materials on Solid Concrete Brick of Aggregate EduLine: Journal of Education and Learning Innovation International Journal of Qualitative Research LETS: Journal of Linguistics and English Teaching Studies Pusaka : Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Business Event Journal of Business on Hospitality and Tourism Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas dan Perjalanan Tourism Economics, Hospitality, and Business Management Journal Geosfera Indonesia ITINERARY: Journal of Travel Operation and Travel Business
Claim Missing Document
Check
Articles

INTERPRETASI KAWASAN ADAT KARAMPUANG KABUPATEN SINJAI SEBAGAI SUPLEMEN AJAR MATA KULIAH RAGAM BUDAYA LOKAL Amirullah, Amirullah; Ridwan, Masri
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trend Pariwisata saat ini adalah eksplorasi potensi lokal yang unik. Jenis dan model diarahkan berupa pengalaman otentik dengan pembelajaran partisifatif melalui budaya, seni dan kuliner. “Karampuang” sebagai cerminan sosial dari budaya masyarakat Kabupaten Sinjai memadukan pengaruh agama Islam yang khas serata selaras dengan lingkungan. Orang Bugis adalah suku yang tergolong ke dalam suku-suku Melayu Deutero. Selain itu, menerapkan sistem proto-demokrasi sejak pra-Hindu dengan kepadatan adat untuk menentukan hal-hal penting dan legal. Kawasan adat Karampuang melalui penelitian ini digunakan sebagai daya tarik wisata sehingga dapat mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan. Strategi yang dilakukan adalah dengan internalisasi nilai-nilai “Karampuang”melalui mata kuliah Ragam Budaya Lokal di Politeknik Pariwisata Makassar. Metode yang digunakan kualitatif deskriptif, dengan melakukan survei dan Focused Group Diskusi (FGD) untuk mendokumentasikan, merekam, memvisualisasikan dan menyebar untuk mengungkap sebagai keunikan. Diharapkan penelitian ini berkontribusi mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan, kearifan lokal “karampuang”diterjemahkan ke dalam suplemen sebagai bahan ajar sehingga menjadi preseden untuk mendukung pariwisata berkelanjutan yang mengusung kearifan lokal.
PENERAPAN KONSEP ESENSIAL GEOGRAFI PARIWISATA PADA DESTINASI RAJA AMPAT Ridwan, Masri; Musawantoro, Muhammad; Eppang, Buntu Marannu; Sujawoto, Fitra Ananta; Kasim, Muh; Amirullah, Amirullah; Sianipar, Christina Indriani
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IMPLEMENTATION OF ESSENTIAL CONCEPT OF GEOGRAPHY TOURISMIN RAJA AMPAT, INDONESIA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan konsep esensial sebagai bahan materimata kuliah Geografi Pariwisata melalui pemanfataan Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Dayasebagai daerah tujuan wisata. Penelitian ini dioperasikan dengan pendekatan kualitatif, denganwawancara kepada pemandu wisata setempat, survei, dan observasi lokasi geosite serta kajianpustaka. Hasil penelitian diantaranya: 1) konsep lokasi (absolute dan relatif), jarak, pola,keterjangkauan, morfologi, dan keterkaitan ruang, 2) data spasial dengan atribut 29 lokasi geositeserta tiga model pergerakan wisatawan di destinasi Raja Ampat; 3) ketersediaan materi sesuaidengan kebutuhan capaian akhir mahasiswa Jurusan Perjalanan dan Jurusan DestinasiPariwisata di Politeknik Pariwisata Negeri Makassar. Pengembangan buku ajar kontekstualtentang Geografi Pariwisata Raja Ampat direkomensadikan sebagai suplemen buku referensi. This study aims to analyze the availability of essential concepts as materials for TourismGeography courses through the use of Raja Ampat, Southwest Papua Province as a touristdestination. This research was operated with a qualitative approach, with interviews with localtour guides, surveys, and observations of geosite locations and literature review. The results ofthe research include: 1) the concept of location (absolute and relative), distance, pattern,affordability, morphology, and spatial relationships, 2) obtained spatial data with attributes of 29geosite locations and three models of tourist movement in Raja Ampat destinations; 3) availabilityof materials in accordance with the final achievement needs of students of the Department ofTravel and Department of Tourism Destinations at Makassar State Tourism Polytechnic.Developing a contextual textbook on Raja Ampat tourism geography is recommended as areference book supplement.
From a Hinterland to an Alternative Borobudur Destination (Experiential Landscape Evaluation of Karangrejo Tourism Village, Magelang) A Bakty, Andi Fatimah Maoudy; Muchlis, Nur Farah Fajriaty; Lantang, Ayu Gardenia; Rahayu, Mia; Ridwan, Masri
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.92252

Abstract

Tinjauan ini menyelidiki pengembangan pariwisata berbasis lanskap eksperiensial di lingkungan desa, dengan menekankan bentuk lanskap budaya dan alam dalam menciptakan pengalaman pariwisata yang otentik. Meskipun memiliki potensi, konsep Lanskap Eksperiensial masih kurang dimanfaatkan di Indonesia. Penelitian ini berfokus di Desa Wisata Karangrejo Magelang, Jawa Tengah, sebuah inisiatif pariwisata alternatif di dekat Borobudur Super Destinasi Prioritas. Dengan menggunakan kerangka kerja kualitatif wawancara dan observasi. Survei lapangan dilakukan untuk mendokumentasikan lanskap fisik desa. Delapan pertanyaan dengan enam informan kunci  sebagai data lapangan dianalisis melalui lensa teori Lanskap Pengalaman. Penelitian ini mengidentifikasi tiga tema utama: (1) Keaslian desa secara keseluruhan, (2) Fasilitas layanan desa, dan (3) Ketersediaan panorama dan pemandangan. Tema ini memberikan wawasan yang komprehensif tentang karakteristik lanskap Desa Karangrejo dan perannya dalam pariwisata alternatif. Temuan-temuan tersebut berkontribusi pada perencanaan pariwisata pedesaan dan menekankan pentingnya mempertahankan keaslian dalam inisiatif pariwisata berbasis desa.
"Bosara": Preserving Sustainable Tourism Based on Local Wisdom (A Case Study of the Makassar Hospitality Industry) Winowatan, Wim J.; Suarta, I Putu; Sudarmi, Sudarmi; Abdi, Abdi; Suni, Muhadjir; Ridwan, Masri
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 2 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i2.84590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan industri perhotelan dan mengeksplorasi peran Bosara dalam mencapai pariwisata berkelanjutan untuk industri perhotelan. Tren pariwisata saat ini adalah mengeksplorasi potensi lokal yang unik. Alam dan keanekaragaman diarahkan pada pengalaman budaya, seni, dan kuliner yang otentik. Bosara adalah tradisi pelayanan makanan khas Bugis-Makassar. Metode pengumpulan data melalui wawancara dan observasi untuk mendokumentasikan, merekam, memvisualisasikan, dan mengungkap makna Bosara. Temuan penelitian adalah 1) Perlunya pelayanan prima melalui keramahan kepada tamu, berorientasi pada pelanggan, dan hotel harus ramah lingkungan 2) Informan meyakini bahwa Bosara merupakan perwujudan dari pesan kebaikan dari leluhur Bugis-Makassar untuk menghargai tamu 3). Bosara memiliki bahan baku yang ramah lingkungan yaitu bambu dan rotan untuk mengimplementasikan hotel go-green. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan melalui hidangan di hotel yang mengadopsi Bosara. Diperlukan inovasi bentuk dan desain, tanpa mengurangi makna, sehingga relevan dengan perkembangan dan kebutuhan estetika industri perhotelan.
Maritime Tourism Package Design for Education and Conservation Masri Ridwan; Amirullah Amirullah; Akbar Akbar; Agus Agus; Muh. Yahya; Herry Rachmat Widjaja
Jambura Journal of Educational Management Volume 5 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jjem.v5i1.2988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan sebuah desain paket wisata bahari berbasis edukasi dan konservasi di Pulau Badi yang bertujuan memberikan pengalaman bermakna bagi wisatawan dan melibatkan mereka dalam upaya pelestarian lingkungan. Pengumpulan data dari penelitian ini diambil dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi serta analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Research and Development (R&D). Hasil penelitian ini berupa desain produk paket wisata One Day Tour yang disusun berdasarkan hasil observasi dan wawancara. Penelitian ini memiliki implikasi positif dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan, dimana aspek edukasi dan konservasi menjadi fokus utama. Desain produk paket wisata ini, dapat menjadi acuan atau referensi untuk para pelaku usaha dibidang bisnis perjalanan wisata dalam pembuatan paket wisata khususnya berbasis edukasi dan konservasi sehingga diharapkan dapat tercipta pengalaman berwisata yang berkesan, sambil tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan kehidupan laut di Pulau Badi, Sulawesi Selatan. Diperlukan pendalaman khasanah tentang lokalitas lingkungan dan penduduk setempat melalui pendalaman fenomena.
Evaluating Destination Management Performance in Emerging Coastal Tourism: A Case Study of Al Fath Stira Paradise Beach, Indonesia Darwis; Firdhanur Hedar; Sudarmi; I Nyoman Siryayasa; Masri Ridwan
Journal of Business on Hospitality and Tourism Vol. 12 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jbhost.v12i1.596

Abstract

This study aims to evaluate destination management practices at Al Fath Stira Paradise Beach, an emerging coastal tourism destination in Pinrang Regency, Indonesia. A descriptive quantitative approach was employed, involving 105 respondents consisting of visitors, tourism business actors, and destination managers. Data were collected through structured questionnaires, field observations, and supporting documents, and analyzed using descriptive statistical techniques. The findings reveal that overall destination management performance is categorized as good, particularly in promotion (85.7%), cleanliness (up to 83.8%), and service quality, including staff friendliness (82.9%) and professionalism (81.0%). However, several key weaknesses remain, particularly in attraction innovation (62.9%), stakeholder communication (65.7%), and consistency of facility maintenance. The planning dimension demonstrates a relatively strong foundation, especially in data-based decision-making (83.8%), but lacks optimal stakeholder involvement. In addition, the results indicate that while social media promotion is effective, collaboration with external partners is still limited. This study contributes both theoretically and practically by providing empirical evidence on the implementation of destination management in a local coastal context. The findings highlight the need for more structured planning, stronger stakeholder coordination, continuous attraction development, and integrated promotion strategies to enhance destination competitiveness and sustainability. The study offers practical recommendations for policymakers and destination managers to improve tourism management in emerging coastal destinations
Use of Local Culinary to Support Marine Tourism on Mampie Beach Polewali Mandar, Indonesia Wim Johannes Winowatan; Herry Rachmat Widjaja; Eko Harianto; La Ode Nursalam; Siska Mandalia; Isra Djabbar; Masri Ridwan
JAMBURA GEO EDUCATION JOURNAL Volume 5, Issue 1 (2024): Jambura Geo Education Journal (JGEJ)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jgej.v5i1.24415

Abstract

Maritime tourism is synonymous with natural beauty, but its culinary riches are often overlooked, even though local cuisine can be a significant tourist attraction, such as at Mampie Beach, whose potential is hidden and neglected amidst the post-COVID-19 crisis. The research method used is a qualitative approach with data collection techniques using interviews, documentation and observation, then analyzed using qualitative descriptive analysis techniques. The research results show much culinary potential, mainly traditional foods such as Baye/Golla Kambu, Kasippi, Coklat Macoa, and Co'ri. as products that can be marketed or sold in the Mampie Beach marine tourism area. However, the lack of awareness and initiative of the community, tourism managers, and local government means that the culinary potential of these traditional foods cannot support the marine tourism of Mampie Beach, so it cannot impact tourism recovery after the COVID-19 pandemic. Therefore, several strategies need to be implemented involving the community, tourism managers and local government to optimize the existing culinary potential: First, holding regular thematic culinary events, where local traders can promote and sell their traditional dishes; Second, establishing partnerships with local businesses such as restaurants, food stalls and local food producers to introduce and serve regional specialties at tourist attractions, and Third, carry out culinary tours and cooking courses, where tourists can learn about local culinary culture while enjoying authentic dishes served by local people
INOVASI PAKET WISATA BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus: CV Holiday Indonesia, Kabupaten Balukumba) Suma Thesa; Matius Tinna Sarira; Masri Ridwan; Rahmawati Madjid; Agus Sugiarto; Christina Indriani Sianipar; La Ode Muhammad Ruspan Takasi; Andri Estining Sejati
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v12i1.20836

Abstract

Abstrak: Turunnya pandemi Covid-19 memberikan tantangan dalam inovasi paket wisata yang aman dan berkualitas. Tujuan penelitian ini untuk mengusulkan  inovasi dalam pembuatan paket wisata di CV. Holiday Indonesia. Penelitian berjenis kualitatif dengan deskriptif. Pengumpulan data dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik deskriptif dan langkah kualitatif reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Sistem Informasi Geografis Pariwisata Kabupaten Bulukumba bermanfaat untuk mengetahui letak lokasi atraksi wisata, akomodasi dan aksesibilitas. Sistem Informasi Geografis Pariwisata CV. Holiday Indonesia. bermanfaat untuk memasarkan produk wisata yang dikelolah oleh perusahaan, Produk Paket Wisata yang dapat di pasarkan melalui website berbasis sistem infomasi geografi menggunakan model stopover yang terdiri dari Pantai Apparalang, Pantai Tanjung Bira, Pulau Liukang dan Pusat Pembuatan Kapal Phinisi di Tana Beru’dengan rute selama 2 Hari 1 Malam.  Penelitian ini merekomendasikan kepada CV. Holiday Indonesia untuk menyusun model website pemasaran pariwisata berbasis sistem informasi geografi. Serta diperlukan uji coba produk sebelum dikembangkan.Abstract:  The decline of the Covid-19 pandemic presents a challenge in innovating safe and quality tour packages. The purpose of this study is to advocate innovation in making tour packages at CV. Indonesian Holidays. This type of research is qualitative with descriptive. Collecting data with interview and documentation techniques. Data analysis used descriptive analysis techniques and qualitative data reduction steps, data presentation, and conclusions. The research results show that the use of the Bulukumba Regency Tourism Geographic Information System is useful for finding out the location of tourist attractions, accommodation and accessibility, CV Tourism Geographic Information System. Indonesian Holidays. useful for marketing tourism products managed by the company, Tour Package Products which can be marketed through websites based on geographic information systems using a stopover model consisting of Apparalang Beach, Tanjung Bira Beach, Liukang Island and the Phinisi Shipbuilding Center in Tana Beru' with a route of 2 Day 1 Evening. This research recommends to CV. Holiday Indonesia to develop a tourism marketing website model based on geographic information systems. As well as required product trials before being developed.
Pengemasan Paket Wisata Budaya Berbasis Pengalaman di Kampung Adat Ammatoa Kajang Rinjani Chersamanuru; Dhea Ananda; Margaretha Wadid Rante; Masri Ridwan
ITINERARY: Journal of Travel Operation and Travel Business Vol. 2 No. 1 (2026): ITINERARY: Journal of Travel Operation and Travel Business
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/itinerary.v1i1.1253

Abstract

Kampung Adat Ammatoa Kajang di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, merupakan salah satu destinasi wisata budaya yang memiliki potensi besar namun belum dikelola secara optimal dalam bentuk paket wisata yang terstruktur dan marketable. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi pengembangan paket wisata budaya yang bernilai jual tinggi (marketable cultural tour package) di Kampung Adat Ammatoa Kajang berdasarkan persepsi dan minat wisatawan, serta merumuskan konsep paket wisata yang berorientasi pasar sekaligus berbasis komunitas dan berkelanjutan. Metode survei deskriptif kuantitatif digunakan dengan kuesioner Google Form yang disebarkan kepada 94 informan, dengan 86 responden yang mengenal destinasi dan 43 responden yang telah berkunjung memberikan penilaian mendalam. Hasil menunjukkan seluruh indikator daya tarik wisata budaya mendapat respons sangat positif: keunikan budaya (100%), potensi edukasi (100%), kelayakan wisata keluarga (97,6%), dan kelayakan promosi internasional (100%). Aktivitas paling diminati adalah pengamatan Tenun Kajang (79,1%), trekking hutan adat (62,8%), dan diskusi hukum adat Pasang ri Kajang (48,8%). Durasi ideal adalah 1 hari penuh (53,5%) dengan budget Rp100.000–Rp300.000 (55,8%). Media sosial (Instagram dan TikTok) menjadi sumber informasi utama (76,7%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kampung Adat Ammatoa Kajang sangat layak dikembangkan menjadi paket wisata budaya edukasi yang marketable, berkelanjutan, dan berdampak positif secara ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Persepsi Pengunjung Tentang Praktik  Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Masyarakat di Rammang-Rammang Anastasia Novianti; Alfianingsih; Masri Ridwan; Hardianti
ITINERARY: Journal of Travel Operation and Travel Business Vol. 2 No. 1 (2026): ITINERARY: Journal of Travel Operation and Travel Business
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/itinerary.v1i1.1268

Abstract

Rammang-Rammang merupakan salah satu destinasi wisata alam unggulan di Kabupaten Maros yang memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi wisatawan terhadap daya tarik wisata, kondisi lingkungan, keterlibatan masyarakat lokal, fasilitas wisata, serta pengalaman wisata di kawasan Rammang-Rammang. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner Google Form kepada 73 responden yang pernah berkunjung ke Rammang-Rammang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menilai Rammang-Rammang memiliki daya tarik wisata yang unik, lingkungan alam yang masih alami, masyarakat lokal yang ramah, serta memberikan pengalaman wisata yang nyaman dan menarik. Aktivitas yang paling diminati wisatawan adalah menikmati pemandangan karst, fotografi, dan menyusuri sungai. Selain itu, wisatawan juga menilai pengelolaan lingkungan dan kebersihan kawasan wisata sudah cukup baik. Namun, beberapa fasilitas seperti toilet, area istirahat, dan spot pendukung wisata masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan hasil penelitian, model pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat di Rammang-Rammang dapat dikembangkan melalui pelibatan aktif masyarakat lokal dalam pengelolaan wisata, peningkatan fasilitas pendukung, konservasi lingkungan, serta penguatan promosi wisata berbasis digital. Model ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan sehingga keberlanjutan destinasi wisata dapat terjaga.
Co-Authors A Bakty, Andi Fatimah Maoudy AB, Ahmad Abdi Abdi, Abdi Ach. Fatchan Ade Zulkifli Adi Hendraningrum Adita Taufik Widianto, Adita Taufik AGUS AGUS AGUS Agus Agus Agus Agus Agus Sugiarto Agus Zainuddin Ahmad Tarmizi Abdul Karim Ahmad Tarmizi Abdul Karim Akbar Akbar Alfianingsih Ali Muhtasom Amirullah -, Amirullah Amirullah Amirullah Anang Maruf Anastasia Novianti Andi Sri Zulhajri Tenriulang Andri Estining Sejati Anggun Pratidina Anneke W, Jeanny Pricilia Apriyanto, Bejo Aris Baharuddin Aris Baharuddin Aris Baharuddin Aris Burhanuddin Arnie Arief Atriana Djabbar Ayu Gardenia Lantang Christina Indriani Sianipar Darmayasa Darmayasa Darmayasa Darwin P. Lubis, Darwin Darwin Parlaungan Lubis Darwis darwis darwis, darwis Dede Kuswandi Dhea Ananda Eko Harianto Eko Harianto Eppang, Buntu Marannu Ery, Anda Prasetyo Fahrudi Ahwan Ikhsan Fajriaty Muchlis, Nur Farah Feri Fadlin Firdhanur Hedar Fitra Ananta Sujawoto Fuad Guntara, Fuad Gumilar, Gugung HANDOKO HANDOKO Hardianti Herry Rachmat Widjaja Herry Rachmat Widjaja I Komang Astina I Nyoman Siryayasa I Nyoman Siryayasa Isra Djabbar Jane Emanuel Hatu Jasman Jasman Jasman Jasman Kamarudin, Moh Khairul Amri Kurnia Maulidi Noviantoro Kurnia Maulidi Noviantoro, Kurnia Maulidi La Harudu La Ode Muhammad Ruspan Takasi La Ode Muhammad Ruspan Takasi La Ode Nursalam La Ode Nursalam La Ode Nursalam, La Ode Liyushiana, Liyushiana Machmury, Andri Margaretha Wadid Rante Margaretha Wadid Rante Matius Tinna Sarira Matius Tinna Sarira Moh Khairul Amri Kamarudin Muchammad Makkah Arief Muchlis, Farah Fajriaty Muchlis, Nur Farah Fajriaty Muh Kasim Muh Kasim Muh Kasim Muh Yahya Muh. Kasim Muh. Taufik Muhadjir Suni Muhadjir Suni Muhammad Arfin Muhammad Salim Muhammad Arifin Muhammad Rusdi Mukarramah Machmud Musawantoro, Muhammad Mutiara Nur Awalia Nafisah Nur Athifah Alwi Nur Salam Nur, Hasruddin Nurjannah Nurjannah Nurlansi Nurlansi Oktawirani, Panca Pastini, Ni Wayan Putra Wijaya, Bayu Indra Putri Tipa Anasi Rahayu, Mia Rahmawati Madjid Rahmayanti, Firda Renold Renold Renold Rinjani Chersamanuru ruth rinda Sadina Az Zahra Sianipar, Christina Indriani Siryayasa, I Nyoman Siska Mandalia Siska Mandalia St Nur Indah Ayu Rahmatika Abdullah Suarta, I Putu Sudarmi Sudarmi Sudarmi Sudarmi Suma Thesa Suni, Muh Taufik Suni, Muhadjir Vinny Corylitha Sarapang Vinny Corylitha Sarapang Wayan Suardana Wayan Suardana Wayan Suardana, Wayan Wim Johannes Winowatan Winowatan, Wim J. Winowatan, Wim Johannes Yahya, Muh Yenni Susanto Zulkifli, Ade