p-Index From 2021 - 2026
7.319
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Lingkungan Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan LaGeografiA Jurnal Ad'ministrare: Jurnal Pemikiran Ilmiah dan Pendidikan Administrasi Perkantoran Jurnal Wilayah dan Lingkungan Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktik dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual Al Ishlah Jurnal Pendidikan Phinisi Integration Review Jurnal Geografi Jurnal PIPSI: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia JURNAL SWARNABHUMI Jambura Journal of Educational Management Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Jurnal Ilmiah Poli Bisnis GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial PINISI Discretion Review Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas Indonesian Journal of Social and Environmental Issues (IJSEI) Jurnal Abdimas Pariwisata Jambura Geo Education Journal Palmyra Fiber as Additional Materials on Solid Concrete Brick of Aggregate EduLine: Journal of Education and Learning Innovation International Journal of Qualitative Research LETS: Journal of Linguistics and English Teaching Studies Pusaka : Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Business Event Journal of Business on Hospitality and Tourism Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas dan Perjalanan Tourism Economics, Hospitality, and Business Management Journal Geosfera Indonesia ITINERARY: Journal of Travel Operation and Travel Business
Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Konsep Marketable dan Sustainable Cultural Tour Package pada Wisata Budaya dan Prasejarah Leang-Leang  Nafisah Nur Athifah Alwi; St Nur Indah Ayu Rahmatika Abdullah; Atriana Djabbar; Masri Ridwan
ITINERARY: Journal of Travel Operation and Travel Business Vol. 2 No. 1 (2026): ITINERARY: Journal of Travel Operation and Travel Business
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/itinerary.v2i1.1271

Abstract

Taman Prasejarah Leang-Leang di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan merupakan destinasi wisata budaya dan prasejarah yang memiliki potensi besar melalui keberadaan lukisan telapak tangan purba, gua prasejarah, serta kawasan karst yang bernilai sejarah tinggi. Namun, pengembangan wisata berbasis budaya dan keberlanjutan di kawasan ini masih belum optimal, khususnya dalam aspek promosi, fasilitas wisata, dan pengemasan paket wisata yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi wisatawan terhadap potensi wisata budaya dan prasejarah Leang-Leang serta merumuskan konsep marketable and sustainable cultural tour package. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei melalui penyebaran kuesioner Google Form kepada 64 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menilai Leang-Leang memiliki nilai budaya dan prasejarah yang tinggi serta berpotensi menjadi ikon wisata budaya di Kabupaten Maros. Daya tarik utama destinasi meliputi lukisan telapak tangan purba, kawasan karst, dan wisata edukasi sejarah. Selain itu, media sosial seperti Instagram dan TikTok dinilai efektif dalam memperkenalkan destinasi kepada generasi muda. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan paket wisata budaya berbasis edukasi, pengalaman budaya lokal, pemasaran digital, dan prinsip keberlanjutan guna meningkatkan daya saing destinasi sekaligus mendukung pelestarian budaya dan lingkungan.  
Paket Wisata Budaya Lemo dan Sangalla yang Berdaya Jual sebagai Upaya Pengembangan Pariwisata Budaya Berkelanjutan Anggun Pratidina; Anang Maruf; Hardianti; Masri Ridwan
ITINERARY: Journal of Travel Operation and Travel Business Vol. 2 No. 1 (2026): ITINERARY: Journal of Travel Operation and Travel Business
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/itinerary.v2i1.1360

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi preferensi wisatawan terhadap pengembangan paket wisata budaya yang layak jual di Lemo dan Sangalla, Tana Toraja. Dengan menerapkan pendekatan deskriptif kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang disebarkan kepada 50 responden selama periode Februari–Mei 2026 menggunakan teknik purposive sampling. Temuan utama memperlihatkan bahwa 78% responden menetapkan situs pemakaman tebing batu beserta patung Tau-tau di Lemo sebagai daya tarik budaya paling distingtif. Aktivitas cultural walking tour bersama pemandu lokal menjadi pilihan dominan (46%), diikuti penyaksian pemahatan Tau-tau oleh pengrajin setempat (34%). Wisatawan mancanegara berminat khusus budaya dan antropologi diidentifikasi sebagai target pasar utama (50%). Durasi perjalanan paling disukai adalah 3 hari/2 malam (46%) dengan kisaran harga paket Rp1.500.000–Rp2.500.000 (58%). Fasilitas yang paling diharapkan adalah pemandu wisata lokal bersertifikat dengan kompetensi interpretasi budaya mendalam (48%). Secara keseluruhan, hasil survei mengkonfirmasi keberadaan permintaan yang kuat terhadap paket wisata budaya berbasis pengalaman autentik di kawasan tersebut, dan merekomendasikan pengembangan paket yang mengintegrasikan layanan pemanduan profesional, akomodasi berbasis budaya lokal, serta pilihan kuliner inklusif sebagai strategi penguatan pariwisata berkelanjutan di Tana Toraja.  
Transformasi Warisan Arkeologi Menjadi Wisata Edukasi Berbasis Pengalaman yang Berkelanjutan: Studi pada Taman Arkeologi Leang-Leang Sadina Az Zahra; Margaretha Wadid Rante; Masri Ridwan; Andi Sri Zulhajri Tenriulang
ITINERARY: Journal of Travel Operation and Travel Business Vol. 2 No. 1 (2026): ITINERARY: Journal of Travel Operation and Travel Business
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/itinerary.v1i1.1361

Abstract

Taman Arkeologi Leang-Leang di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, merupakan salah satu situs prasejarah penting dunia yang menyimpan lukisan gua berusia lebih dari 45.000 tahun. Meskipun memiliki nilai warisan budaya yang tinggi, destinasi ini belum dikelola secara optimal sebagai wisata edukasi berkelanjutan yang mampu menarik wisatawan Gen-Z dan milenial. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi wisatawan dan masyarakat terhadap potensi transformasi Taman Arkeologi Leang-Leang berbasis experience design sebagai destinasi edukasi berkelanjutan dalam konteks smart tourism. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert 1–4 yang disebarkan secara daring kepada 51 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi penilaian berada pada kategori tinggi dengan rata-rata keseluruhan 3,66. Nilai tertinggi diperoleh pada dimensi keindahan alam kawasan karst (3,82) dan minat terhadap wisata berbasis pengalaman terpadu (3,78), sedangkan fasilitas wisata memperoleh nilai terendah (3,40). Sebanyak 88% responden pernah mengunjungi Leang-Leang, 90% merupakan pelajar/mahasiswa, dan 86% berusia 18–22 tahun. Mayoritas responden mendukung inovasi pengemasan wisata, peningkatan promosi digital, dan pengembangan paket wisata edukasi interaktif. Penelitian ini merekomendasikan penerapan teknologi AR/VR, storytelling prasejarah interaktif, pengembangan paket wisata terpadu, serta peningkatan keterlibatan masyarakat lokal untuk mendukung transformasi Leang-Leang sebagai destinasi edukasi berkelanjutan yang cerdas dan inklusif.
Pengembangan Paket Wisata Budaya yang Marketable di Kete Kesu, Kabupaten Toraja Utara, sebagai Upaya Mendukung Layanan Pariwisata Berkelanjutan Mutiara Nur Awalia; Jane Emanuel Hatu; Vinny Corylitha Sarapang; Masri Ridwan
ITINERARY: Journal of Travel Operation and Travel Business Vol. 2 No. 1 (2026): ITINERARY: Journal of Travel Operation and Travel Business
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/itinerary.v2i1.1375

Abstract

Kete Kesu merupakan salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Kabupaten Toraja Utara yang memiliki daya tarik berupa kompleks rumah adat Tongkonan, tradisi pemakaman adat Toraja, tau-tau (patung kayu leluhur), serta nilai sejarah dan budaya yang masih terjaga keasliannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner Google Form kepada 59 responden. Variabel penelitian meliputi daya tarik budaya, fasilitas wisata, aksesibilitas, kepuasan wisatawan, potensi ekonomi lokal, dan segmentasi wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memberikan penilaian positif terhadap keunikan budaya Kete Kesu dengan rata-rata skor dimensi daya tarik budaya sebesar 4,61, dimensi fasilitas dan aksesibilitas sebesar 4,37, serta dimensi kepuasan wisatawan sebesar 4,57 dari skala 5. Indikator dengan nilai rata-rata tertinggi adalah tradisi pemakaman adat Toraja sebagai daya tarik utama (mean = 4,75), sementara ketersediaan fasilitas umum memperoleh nilai rata-rata terendah (mean = 4,12). Sebagian besar responden (79,66%) pernah mengunjungi Kete Kesu dan menyatakan tertarik merekomendasikan destinasi kepada wisatawan lain. Segmen wisatawan yang paling dominan adalah mahasiswa dan pelajar (81,36%), yang menilai destinasi ini memiliki nilai edukatif dan historis yang tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kete Kesu memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai paket wisata budaya yang marketable, edukatif, berkelanjutan, dan mampu mendukung peningkatan ekonomi masyarakat lokal.  
Potensi Pantai Panrangluhung di Bira Kabupaten Bulukumba sebagai Destinasi Wisata Muhammad Musawantoro; Masri Ridwan
Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas dan Perjalanan Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Research and Community Service Center, Politeknik Pariwisata NHI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34013/jk.v3i1.27

Abstract

This study aims to identify the characteristics of tourism in Panrangluhung Beach, Bira Village, Bontobahari District, Bulukumba Regency, South Sulawesi Province, Indonesia. Data collection techniques by survey, documentation and observation. This study employs spatial analysis and snowball sampling to analyze and collect data on the distribution of accommodation, attractions and tourist attractions at the study site. As for data visualization, geographic information system analysis is then performed with the existing data overlay method. The results show that the Panrangluhung beach area as a typology of marine tourism attraction with a coastline of 1,650 meters and cultural tourism at the center of phinisi shipbuilding. Recommendations from this study are to revitalize the 45-meter long coastal area in the southern part of the study site, including: the installation of a sign system and directing beach cleanliness.
Co-Authors A Bakty, Andi Fatimah Maoudy AB, Ahmad Abdi Abdi, Abdi Ach. Fatchan Ade Zulkifli Adi Hendraningrum Adita Taufik Widianto, Adita Taufik AGUS Agus Agus Agus Agus AGUS AGUS Agus Sugiarto Agus Zainuddin Ahmad Tarmizi Abdul Karim Ahmad Tarmizi Abdul Karim Akbar Akbar Alfianingsih Ali Muhtasom Amirullah -, Amirullah Amirullah Amirullah Anang Maruf Anastasia Novianti Andi Sri Zulhajri Tenriulang Andri Estining Sejati Anggun Pratidina Anneke W, Jeanny Pricilia Apriyanto, Bejo Aris Baharuddin Aris Baharuddin Aris Baharuddin Aris Burhanuddin Arnie Arief Atriana Djabbar Ayu Gardenia Lantang Christina Indriani Sianipar Darmayasa Darmayasa Darmayasa Darwin P. Lubis, Darwin Darwin Parlaungan Lubis Darwis darwis darwis, darwis Dede Kuswandi Dhea Ananda Eko Harianto Eko Harianto Eppang, Buntu Marannu Ery, Anda Prasetyo Fahrudi Ahwan Ikhsan Fajriaty Muchlis, Nur Farah Feri Fadlin Firdhanur Hedar Fitra Ananta Sujawoto Fuad Guntara, Fuad Gumilar, Gugung HANDOKO HANDOKO Hardianti Herry Rachmat Widjaja Herry Rachmat Widjaja I Komang Astina I Nyoman Siryayasa I Nyoman Siryayasa Isra Djabbar Jane Emanuel Hatu Jasman Jasman Jasman Jasman Kamarudin, Moh Khairul Amri Kurnia Maulidi Noviantoro Kurnia Maulidi Noviantoro, Kurnia Maulidi La Harudu La Ode Muhammad Ruspan Takasi La Ode Muhammad Ruspan Takasi La Ode Nursalam La Ode Nursalam La Ode Nursalam, La Ode Liyushiana, Liyushiana Machmury, Andri Margaretha Wadid Rante Margaretha Wadid Rante Matius Tinna Sarira Matius Tinna Sarira Moh Khairul Amri Kamarudin Muchammad Makkah Arief Muchlis, Farah Fajriaty Muchlis, Nur Farah Fajriaty Muh Kasim Muh Kasim Muh Kasim Muh Yahya Muh. Kasim Muh. Taufik Muhadjir Suni Muhadjir Suni Muhammad Arfin Muhammad Salim Muhammad Arifin Muhammad Rusdi Mukarramah Machmud Musawantoro, Muhammad Mutiara Nur Awalia Nafisah Nur Athifah Alwi Nur Salam Nur, Hasruddin Nurjannah Nurjannah Nurlansi Nurlansi Oktawirani, Panca Pastini, Ni Wayan Putra Wijaya, Bayu Indra Putri Tipa Anasi Rahayu, Mia Rahmawati Madjid Rahmayanti, Firda Renold Renold Renold Rinjani Chersamanuru ruth rinda Sadina Az Zahra Sianipar, Christina Indriani Siryayasa, I Nyoman Siska Mandalia Siska Mandalia St Nur Indah Ayu Rahmatika Abdullah Suarta, I Putu Sudarmi Sudarmi Sudarmi Sudarmi Suma Thesa Suni, Muh Taufik Suni, Muhadjir Vinny Corylitha Sarapang Vinny Corylitha Sarapang Wayan Suardana Wayan Suardana Wayan Suardana, Wayan Wim Johannes Winowatan Winowatan, Wim J. Winowatan, Wim Johannes Yahya, Muh Yenni Susanto Zulkifli, Ade