Claim Missing Document
Check
Articles

Money Politics and Electoral Integrity in Local Democracy: A Case Study of Legislative Elections in Wajo Regency, South Sulawesi (2019–2024) Jumardin Jumardin; Sunardi Purwanda; Elvi Susanti Syam; Bakhtiar Tijjang; Kairuddin
DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum Vol. 24 No. 1 (2026): DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum (Inpress)
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/diktum.v24i2.16227

Abstract

Background: Money politics remains one of the most persistent challenges undermining democratic consolidation in Indonesia, particularly at the local level where patron–client relationships and economic vulnerability converge. Despite the introduction of electoral reforms and stricter legal frameworks, vote buying continues to shape the outcomes of legislative elections across many regions . Purpose: This study investigates the dynamics of money politics in the legislative elections of Wajo Regency, South Sulawesi, focusing on the continuity and transformation of practices between the 2019 and 2024 electoral cycles. Employing a qualitative case study design, the research explores the socio-economic, cultural, and institutional factors that sustain transactional politics in local elections . Methods: Data were collected through in-depth interviews, participant observation, focus group discussions, and document analysis involving candidates, campaign teams, voters, government officials, and election observers. The analysis is guided by the theoretical frameworks of patron–client relations, rational choice theory, and system theory to explain how individual behavior, institutional weaknesses, and socio-cultural norms interact to normalize money politics . Originality: By situating Wajo as a microcosm of Indonesia’s broader electoral challenges, this study contributes to the understanding of how informal political economies persist within formal democratic institutions and provides insights for developing culturally grounded strategies to strengthen electoral integrity in local governance for the customary law. Even though the legal plurality of Indonesian society is directly protected by the constitution.
Legal and Political Dynamics in the Village Head Election Dispute: A Socio-Legal Study of Parigi Village, Wajo Regency, Indonesia Aminah Aminah; Muhammad Sabir; Aksah; Sunardi Purwanda; Kairuddin
DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum Vol. 24 No. 2 (2026): DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/diktum.v24i2.16231

Abstract

Background: Village head elections (Pilkades) represent the most direct form of local democracy in Indonesia, where legal frameworks and political practices intersect to shape leadership legitimacy. Purpose: This study examines the legal and political dynamics underlying the Pilkades dispute in Parigi Village, Takkalala District, Wajo Regency, South Sulawesi, focusing on how legal mechanisms interact with local political power. Methods: Employing a qualitative socio-legal case study approach, data were collected from February to July 2024 through interviews, participatory observation, and document analysis involving election officials, candidates, legal practitioners, and community figures. Originality: This research contributes to the understanding of how law and politics are interwoven in decentralized democracies, emphasizing the need for impartial legal mechanisms and stronger community-based oversight to safeguard substantive village democracy .
Implementasi Diversi dalam Penanganan Tindak Pidana Lalu Lintas oleh Anak di Satlantas Polres Parepare Syukri Masse; Muhammad Sabir Rahman; Sunardi Purwanda; Rafika Nur; Elvi Susanti Syam
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 4 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i4.3569

Abstract

Tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak menimbulkan persoalan hukum mengenai penyelesaian perkara yang mampu memberikan perlindungan terhadap hak anak tanpa mengabaikan kepentingan korban. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak mengatur diversi sebagai mekanisme penyelesaian perkara melalui pendekatan restorative justice, namun implementasinya masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan diversi terhadap anak pelaku tindak pidana lalu lintas di Satlantas Polres Parepare serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan metode hukum normatif-empiris dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan diversi telah dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, dan Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2015 melalui tahapan penyidikan, penelitian kemasyarakatan, musyawarah diversi, dan penetapan hasil kesepakatan yang mengedepankan prinsip restorative justice. Penelitian ini juga menemukan bahwa efektivitas penerapan diversi masih dipengaruhi oleh keterbatasan jumlah personel penyidik, sarana dan prasarana yang belum optimal, serta rendahnya penerimaan masyarakat dan korban terhadap penyelesaian perkara melalui diversi. Temuan tersebut menunjukkan perlunya penguatan kapasitas aparat penegak hukum, penyediaan fasilitas yang ramah anak, serta peningkatan kesadaran hukum masyarakat untuk mengoptimalkan pelaksanaan diversi dan mewujudkan perlindungan anak yang berkeadilan.
Perbandingan Kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Indonesia dan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) Singapura dalam Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Zulfiani Syamsul; Sunardi Purwanda; Elvi Susanti Syam; Muhammad Sabir; Lia Trizza F.A
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 4 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i4.3577

Abstract

Perbandingan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Biro Penyidikan Praktik Korupsi (CPIB) Singapura menjadi semakin relevan dalam mengevaluasi efektivitas lembaga antikorupsi. Meskipun kedua lembaga tersebut didirikan sebagai lembaga antikorupsi khusus, perbedaan dalam desain kelembagaan, wewenang, dan independensi telah menghasilkan berbagai tingkat efektivitas dalam memerangi korupsi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kewenangan kelembagaan dan independensi KPK dan CPIB serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitasnya dalam memerangi korupsi. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif menggunakan pendekatan statutori, konseptual, dan komparatif. Temuan tersebut menunjukkan bahwa efektivitas lembaga antikorupsi tidak hanya ditentukan oleh ruang lingkup kewenangannya tetapi juga oleh perlindungan konstitusional, konsistensi regulasi, independensi kelembagaan, mekanisme pengawasan, dan komitmen politik. Studi ini juga menemukan bahwa KPK memiliki kekuasaan pencegahan dan penegakan hukum yang lebih luas, sedangkan CPIB menunjukkan efektivitas kelembagaan yang lebih besar karena otoritas investigasinya yang terfokus, perlindungan konstitusional yang lebih kuat, dan penegakan hukum yang konsisten. Temuan ini menyoroti pentingnya penguatan independensi kelembagaan, harmonisasi regulasi antikorupsi, dan peningkatan desain kelembagaan untuk meningkatkan kepastian hukum dan efektivitas pemberantasan korupsi di Indonesia.
Co-Authors A, Andi Fadli. Ahmad, Agil Akmal, Fikri Aulia Aksah Aksah Aksah Aksah Kasim Aksah Kasim Aksah Kasim Aksah Kasim Aksah Kasim Alvin Alvin Aminah Aminah Anatolijs Krivins Andi Harahap Andi Herman Yusuf Andi Muh. Fadli A Andi Muhammad Zulkifli Walinono Andi Musran Andi Musran Andi Sri Rezky Wulandari Andi Sri Rezky Wulandari Anisah Daeng Tarring Anugra Soraya Ardiyanti Aris Ardiyanti Aris Ardiyanti Aris Aris, Ardiyanti Arkam Musa Arni Asfendi Wijaya Abubakar Ashari, Rosa Ayu Asriadi Zainuddin Asriel Bigtan Asriyadi Latif Auliah Ambarwati Ayu, Ikra Azis, Muh Alfikram Bakhtiar Tijjang Bakhtiar Tijjang Bakhtiar Tijjang Bakhtiar Tijjang Bakhtiar Tijjang Bakhtiar Tijjang Baktiar Tijjang Betaubun, Restu Monika Nia Binti Abdul Jabar, Nurul Asyikeen Bustamin Daeng Kunu Delvi Paluaran Dermawan Tamir Diana Sri Susanti Dwi Indrawan Mustapa Eka Novianty Wahyuni Elvi Susanti Syam Elvi Susanti Syam Elvi Susanti Syam Elvi Susanti Syam Elvi Susanti Syam Fadlan Fatimah, Dian Giannini Oktobellini Henrik Haeria Hamid, Abd. Haris Hamidah T Hamidah T Handar Subhandi Bakhtiar Hartawati, Andi Hasdar Herman B Herman Balla Herman, Andi Herul Herul Johamran Pransisto Jumadi Jumadi Jumardin Jumardin Jumardin Jumardin Jumardin Jumardin Kairuddin Kairuddin Kairuddin . Kairuddin Kairuddin Kairuddin Karim Kairuddin Karim Kairuddin Karim Kamaruddin Kamaruddin Khaerul Mannan Khaerul Mannan Lia Trizza F.A Lilis Suryani Lilis Suryani Lis Setiawati Manga Patila Mannan, Khaerul Mira Nila Kusuma Dewi Mira Nila Kusuma Dewi Mokhammad Syahruddin Syamzah Muh. Akbar Fhad Syahril Muh. Darwis Muhammad Darwis Muhammad Darwis Muhammad Natsir Muhammad Natsir Muhammad Natsir Muhammad Natsir Muhammad Natsir Muhammad Rusdi Muhammad Sabir Muhammad Sabir Muhammad Sabir Muhammad Sabir Muhammad Sabir Muhammad Sabir Muhammad Sabir Rahman Muhammad Sabir Rahman Muhammad Sabir Rahman Muhammad Sabir Rahman Muhammad Sabir Rahman Muhammad Taufik Musran, Andi Mustawa, Mustawa Mutmainna Mutmainna Nafilah Amalia Nur Qalbi Putri Ramadhani Ahmad Nurhayati Mardin Nurul Asyikeen Binti Abdul Jabar Nurul Miqat Nurul Sapitri Sakir Pasande, Jhon Franklin Phirer Phireri Phireri Phireri Phireri Phireri Phireri Phireri, Phireri Pransisto, Johamran Prasisto, Johamran Prayudi Prayudi Prayudi Putri Ajeng Burhan Rafika Nur Rafika Nur Rafika Nur Rakhmat Alfian Abdillah Rezky Wulandari, Andi Sri Rudini Hasyim Rado Saharuddin Sahlan Sakir, Nurul Sapitri Saputra, Iswandy Rani suardi suardi Sukamto, Ika Sumiyarsi Syafrizal Syafrizal Syamsul Bahri Syukri Masse Tijjang, Bakhtiar Tri Astuti Ttriawan, Agung Wiwin Wiwin Wiwin Wiwin Wiwin Wiwin Wiwin Wiwin Wiwin Wiwin, Wiwin Yunus, Asrial Yunus, Muhammad Kemal Yuspita Syawaliah Zulfiani Syamsul