p-Index From 2021 - 2026
13.46
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Berkala Epidemiologi Equilibrium: Jurnal Pendidikan Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Manuju : Malahayati Nursing Journal JIK- JURNAL ILMU KESEHATAN Jurnal Riset Hesti Medan Akper Kesdam I/BB Medan Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF) Jurnal Bidan Cerdas Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang JURNAL PENELITIAN KESMASY MEDIC MEdical Dedication Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Kesmas Jambi Ar Rehla: Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) KESANS : International Journal of Health and Science Jurnal Inovasi Pembelajaran di Sekolah Journal of Applied Nursing and Health JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI KESEHATAN TERPADU Jurnal Salam Sehat Masyarakat (JSSM) Formosa Journal of Multidisciplinary Research (FJMR) Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) ASMAT: Jurnal Pengabmas International Journal of Health Science (IJHS) PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat International Journal of Medicine and Health Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) Electronic Journal Scientific of Environmental Health And Diseases Riset Informasi Kesehatan International Journal of Health, Engineering and Technology MEDALION JOURNAL: Medical Research, Nursing, Health and Midwife Participation Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Gema Kesehatan JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports JOURNAL OF Mental Health Concerns Journal of Health Sciences and Epidemiology MOTORIK Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Ar Rehla: Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy Biodik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Jurnal Bidan Cerdas Jurnal Binakes Environmental Research and Planetary Health (ERPH) Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat International Journal of Health Science Klinik: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Determinants of Pneumonia Symptoms in Toddlers in the Paal V Health Center Working Area of Jambi City Mellina mellina Manurung; Fitria Eka Putri; Adelina Fitri; Rumita Ena Sari; Andree Aulia Rahmat
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i9.15210

Abstract

ABSTRACT Pneumonia is a disease in children under five which causes the highest number of deaths at the global level. Pneumonia cases in toddlers continue to increase and Indonesia is ranked 8th in the world. The aim of this research is to determine the factors associated with pneumonia symptoms in toddlers in the working area of the Paal V Health Center, Jambi City. Cross sectional research design. The research was conducted in the Paal V Community Health Center Working Area, Jambi City. The total sample was 70 toddlers taken using Accidental Sampling. The independent variables are house temperature, house humidity, residential density, house ventilation, lighting, smoking habits, mother's knowledge and exclusive breastfeeding. Data were analyzed using the Chi Squar e or Fisher Exact test. Toddlers with Pneumonia Symptoms are 65.7%. Factors associated with pneumonia symptoms in toddlers are house humidity (PR=0.60; 95% CI=0.37-0.95), house lighting (PR=0.55; 95% CI=0.29-1, 04), smoking habits (PR=1.50; 95% CI=098-2.28) and maternal knowledge (PR=2.46; 95% CI=1.08-1.97). Meanwhile, those that are not related to pneumonia symptoms in toddlers are house temperature, house ventilation, residential density and exclusive breastfeeding. Risk factors for pneumonia symptoms in toddlers are house humidity that does not meet the requirements, house lighting that does not meet the requirements, the presence of smoking habits in the house, poor maternal knowledge. It is hoped that mothers who have toddlers will pay attention to the physical environment of the house and reduce smoking habits in the house Keywords: Pneumonia, Environment, Child, Mother
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Pre Hipertensi pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi Nadya Pramesti; Marta Butar Butar; Adelina Fitri; Rd. Halim
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.12689

Abstract

Prehypertension is a condition in which blood pressure is elevated but has not yet reached the threshold for hypertension, with systolic pressure of 120–139 mmHg and diastolic pressure of 80–89 mmHg. Based on data from the Jambi Provincial Health Office in 2024, hypertension ranked second among the top 10 diseases, accounting for 23.21% of cases in individuals aged over 15 years. A preliminary survey conducted among 20 students of the Faculty of Medicine and Health Sciences, Universitas Jambi, found that 8 students (40.0%) had prehypertension and 1 student (5.0%) had hypertension. This study employed a quantitative approach with an analytic observational method using a cross-sectional design. The population consisted of students from various study programs at the Faculty of Medicine and Health Sciences, Universitas Jambi, from the 2023, 2024, and 2025 cohorts. A total of 176 respondents were selected using stratified random sampling. Data were analyzed using the Chi-square test with a significance level of α = 0.05. The results of the study showed that there was a relationship between nutritional status (p=0.0001), sodium intake (p=0.0001), stress conditions (p=0.046), sleep apnea (p=0.0001), and gender (p=0.023) with the incidence of prehypertension. There are significant associations between nutritional status, sodium intake, stress condition, sleep apnea, and sex with the incidence of prehypertension.
Determinan Body Image pada Remaja di SMAN 5 Kota Jambi Tahun 2025 Ridhatul Fitri; Adelina Fitri; Hendra Dhermawan Sitanggang; Marta Butar Butar
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i2.4436

Abstract

Body image negatif pada remaja menjadi masalah kesehatan masyarakat yang semakin meningkat karena dapat memengaruhi kesehatan psikologis, perilaku makan, dan fungsi sosial remaja. Remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami ketidakpuasan tubuh akibat perubahan fisik yang cepat serta tekanan sosial budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan body image pada remaja di SMAN 5 Kota Jambi Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah siswa kelas X dan XI SMAN 5 Kota Jambi. Sampel berjumlah 117 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Analisis bivariat dan multivariat dilakukan menggunakan regresi Cox termodifikasi dengan waktu konstan untuk memperoleh adjusted prevalence ratio (aPR) dan 95% confidence interval (95%CI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 49,6% responden memiliki body image negatif. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin (p=0,002), status gizi obesitas dan overweight (p=0,0001), body shaming (p=0,0003), penggunaan media sosial yang tinggi (p=0,038), dan aktivitas fisik sedang (p=0,011). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa remaja perempuan berisiko 1,87 kali mengalami body image negatif dibandingkan laki-laki (aPR=1,87; 95%CI=1,21–2,91). Obesitas (aPR=1,81; 95%CI=1,32–2,45), body shaming berat (aPR=1,61; 95%CI=1,06–2,44), dan penggunaan media sosial tinggi (aPR=1,52; 95%CI=1,12–2,05) juga berhubungan signifikan dengan body image negatif. Jenis kelamin merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan body image. Sekolah disarankan memperkuat program promosi kesehatan mental remaja terkait persepsi tubuh positif dan literasi media sosial.
DETERMINAN KEMATIAN BAYI DI INDONESIA BERDASARKAN ANALISIS DATA SKI 2023: DETERMINANTS OF INFANT MORTALITY IN INDONESIA: AN ANALYSIS OF 2023 SKI DATA Ainna Rahmini; Adelina Fitri; Helmi Suryani Nasution; Muhammad Syukri; Ismi Nurwaqiah Ibnu
GEMA KESEHATAN Vol. 17 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v17i1.484

Abstract

Berdasarkan hasil Long Form SP2020 Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia mencapai 16,85 per 1000 kelahiran hidup dan angka tersebut masih belum mencapai target SDG’s di tahun 2030 yaitu 12 per 1000 kelahiran hidup. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kematian bayi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan sekunder berupa data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 yang kemudian dilakukan analisis lanjutan. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, serta multivariat. Hasil penelitian menujukkan bahwa proporsi kematian bayi mencapai 2,6%. Faktor yang berhubungan dengan kematian bayi di Indonesia yaitu status pekerjaan ibu (p-value = 0,000 POR = 2,64 95%CI : 1,72-4,06), usia ibu (p-value = 0,003 POR = 1,88 95%CI : 1.23 – 2.86), jarak kelahiran (p-value = 0,022 POR = 2,08 95%CI : 1.01 – 3.94), pendidikan ibu (p-value = 0,004 POR = 1,86 95%CI : 1,21-2,84), sosial ekonomi (p-value = 0,000 POR = 5,47 95%CI : 3,47 – 8,63), komplikasi kehamilan (p-value = 0,000 POR = 2,18 95%CI : 1,41-3,39), penolong persalinan (p-value = 0,000 POR = 3,37 95%CI : 1,71-6,62) dan kunjungan ANC (p-value = 0,015 POR = 1,69 95%CI : 1,10 – 2,60). Faktor yang tidak berhubungan dengan kematian bayi meliputi jaminan kesehatan dan tempat tinggal. Faktor dominan dengan kematian bayi yakni sosial ekonomi setelah dikontrol oleh variabel status pekerjaan, usia ibu, jarak kelahiran, pendidikan ibu, komplikasi kehamilan, penolong persalinan dan kunjungan ANC. Kata kunci: Angka Kematian Bayi (AKB), Determinan, Survei Kesehatan Indonesia (SKI)     Based on the results of the 2020 Long Form Population Census (SP2020), the Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia reached 16.85 per 1,000 live births—still above the Sustainable Development Goals (SDGs) target of 12 per 1,000 live births by 2030. This study uses secondary data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI), which was subjected to further analysis. Data analysis was carried out univariately, bivariately, and multivariately. The results showed that the proportion of infant mortality was 2.6%. Factors significantly associated with infant mortality included maternal employment status (p-value = 0.000 POR = 2.64 95%CI: 1.72-4.06), maternal age (p-value = 0.003 POR = 1.88 95%CI: 1.23 – 2.86), birth spacing (p-value = 0.022 POR = 2.08 95%CI: 1.01 - 3.94), maternal education (p-value = 0.004 POR = 1.86 95%CI: 1.21-2.84), socio-economic (p-value = 0.000 POR = 5.47 95%CI: 3.47 – 8.63), pregnancy complications (p-value = 0.000 POR = 2.18 95%CI: 1.41-3.39), birth attendant (p-value = 0.000 POR = 3.37 95%CI: 1.71-6.62) and ANC visits (p-value = 0.015 POR = 1.69 95%CI: 1.10 – 2.60). Factors not related to infant mortality include health insurance and residence. The dominant factor in infant mortality is socio-economic after being controlled by the variables of employment status, maternal age, birth spacing, maternal education, pregnancy complications, birth attendants, and ANC visits. Keywords: Infant Mortality Rate (IMR), Determinants, Indonesian Health Survey (IHS)
Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Higiene pada Penjamah Makanan di Sekolah Dasar Negeri Wilayah Kerja Puskesmas Talang Banjar Diani Salsadila; Adelina Fitri; Fajrina Hidayati; Oka Lesmana S.; Hendra Dhermawan Sitanggang; Nurmaya Sari; Yenni Herlina Marbun
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i4.1337

Abstract

Latar belakang: Makanan yang terkontaminasi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan penyakit bawaan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan perilaku higiene pada penjamah makanan di kantin Sekolah Dasar Negeri wilayah kerja Puskesmas Talang Banjar, mengingat masih banyak kantin Sekolah Dasar Negeri di Kota Jambi yang belum memenuhi standar kebersihan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross-Sectional. Sampel terdiri dari 37 penjamah makanan dengan menggunakan teknik Total Sampling dan data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan uji Fisher’s Exact Test. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar penjamah makanan memiliki perilaku higiene kurang baik (65%), dengan pengetahuan kurang baik (60%), sikap positif (51%), mendapatkan pengawasan internal dan eksternal (62%), dan sebagian besar belum pernah mengikuti pelatihan (89%). Uji bivariat menunjukkan ada hubungan pengetahuan (p=0.023) dan sikap (p=0.008) dengan perilaku higiene, sedangkan pengawasan (p=0.171) dan pelatihan (0.602) tidak ada hubungan dengan perilaku higiene pada penjamah makanan di kantin Sekolah Dasar Negeri wilayah kerja Puskesmas Talang Banjar. Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku higiene pada penjamah makanan, sedangkan pengawasan dan pelatihan tidak ada hubungan dengan perilaku higiene pada penjamah makanan di kantin Sekolah Dasar Negeri wilayah kerja Puskesmas Talang Banjar. Disarankan Puskesmas menginisiasi program pelatihan mengingat tingginya persentase penjamah yang belum terlatih.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ASMA DI WILAYAH PERKOTAAN DAN PEDESAAN INDONESIA: ANALISIS DATA SURVEI KESEHATAN INDONESIA (SKI) 2023 Monica Evi Fania Girsang; Muhammad Syukri; Rd Halim; Adelina Fitri; Herman Herman
Jurnal Penelitian Kesmasy Vol. 8 No. 2 (2026): JURNAL PENELITIAN KESMASY
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Deli Husada Delitua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpksy.v8i2.2925

Abstract

Asthma is a chronic respiratory disease characterized by shortness of breath due to inflammation and narrowing of the airways. Differences in prevalence between urban and rural areas indicate differences in risk factors influenced by geographic, environmental, and social contexts. This study aims to analyze factors associated with asthma incidence in the population aged ≥15 years in Indonesia based on differences in residential areas (urban and rural). This study is a secondary data analysis using the Indonesian Health Survey (SKI). The sample of this study was 638,178 respondents aged ≥15 years. Data analysis consisted of univariate descriptive statistics, bivariate and multivariate logistic regression to identify independent predictors. The prevalence of asthma was 1.8%, with a higher proportion in urban areas (2.1%) than in rural areas (1.5%). In multivariate analysis, Factors related to the occurrence of asthma in urban areas are age (POR=1,15; 95%CI: 1,05–1,26), gender (POR=1,36; 95% CI: 1,26-1,48), obesity (POR=1,27; 95%CI: 1,16–1,40), central obesity (POR=1,34; 95% CI: 1,23-1,45), ISPA (POR = 4,15; 95% CI: 3,48–4,94), TB (POR = 3,55; 95% CI: 2,35–5,35) And in rural areas is age (POR=1,42; 95%CI: 1,24–1,63), central obesity(POR=1,37; 95% CI: 1,23–1,53), physical activity (POR = 1,37; 95% CI: 1,23–1,53), ISPA (POR = 4,06; 95%CI: 3,17–5,20), TB (POR = 6,78; 95% CI: 4,62–9,97).The dominant factor in urban areas is a history of acute respiratory infections (ARI) (p-value= 0.000; AdjPOR=3.95; 95%CI 3.30-4.71), while in rural areas is a history of tuberculosis (TB) (p-value= AdjPOR=4.81; 95%CI 2.18-7.27). Conclusion: There are differences in the dominant determinants of asthma incidence between urban and rural areas in Indonesia. A history of ARI is the main factor in urban areas, while a history of tuberculosis is more influential in rural areas. These findings emphasize the importance of an asthma control policy approach that is based on geographic context and integrated with respiratory tract infection control programs.
Determinants of Diarrhea Incidence in Toddlers in the Work AreaPaal V Health Center 2024 Widya Dina Fitri; Adelina Fitri; Andree Aulia Rahmat; Helmi Suryani Nasution; Kasyani Kasyani
International Journal of Medicine and Health Vol. 4 No. 1 (2025): International Journal of Medicine and Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijmh.v4i1.5612

Abstract

Background: Diarrhea is a condition in which a person experiences bowel movements more than three times a day with liquid-textured feces, often accompanied by mucus or blood, and occurs more often than usual. The purpose of this study was to determine the determinants of diarrhea in toddlers in the work area of ​​the Paal V Health Center in 2024. This study is a quantitative study using a Cross Sectional approach method. The sample in this study was 167 mothers of toddlers with a purposive sampling technique. The study was conducted from August 2024 to January 2025. The research instrument used a questionnaire and observation sheet. The variables used were CTPS habits, exclusive breastfeeding, visits to integrated health posts, maternal employment status, clean water sources, healthy toilets. Cronbach's results Validity Test Diarrhea incidence (0.404), CTPS habits (0.632), exclusive breastfeeding (0.636), visits to integrated health posts (0.690). The results of the CTPS habit analysis obtained p-value (0.034), exclusive breastfeeding (0.016), visits to integrated health posts (0.107), maternal employment status (0.042), clean water sources (0.154), healthy toilets (1.000). There is a relationship between CTPS habits, exclusive breastfeeding, maternal employment with the incidence of diarrhea in toddlers. There is no relationship between visits to integrated health posts, clean water sources, healthy toilets with the incidence of diarrhea.
Exploring Adolescent Ideas for Designing Reproductive Health Interventions to Prevent Early Marriage and Adolescent Pregnancy Adelina Fitri; Vinna Rahayu Ningsih; Marta Butar Butar; Erny Kusdiah; Ashar Nuzulul Putra; La Ode Reskiaddin
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 8, No 2 (2026): Contagion
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v8i2.28699

Abstract

Adolescence is a transitional phase filled with challenges, characterized by social development, attraction to the opposite sex, and vulnerability to risky behaviors. Adolescent pregnancy and early marriage remain global issues, including in Indonesia. Contributing factors include poverty, low levels of education, and inherited cultural practices. These lead to serious consequences such as school dropout, limited educational opportunities, and reduced quality of life, hindering the achievement of Indonesia Emas 2045. This study aims to explore adolescents’ ideas and perspectives regarding existing policies and to design potential interventions. This research employed a qualitative, interpretative approach. The study involved 24 undergraduate students from the Public Health Study Program, Universitas Jambi. Data were collected through Focus Group Discussions (FGDs) and in-depth interviews, analyzed using data reduction, and conclusion drawing. The research findings identified a significant knowledge gap regarding the availability of adolescent-specific reproductive health services (RHS) at universities and health facilities. Although most informants had adequate knowledge about adolescent pregnancy, many were not sufficiently aware of reproductive health services or counseling specifically targeting them. Informants also reported relatively good communication with their parents, particularly with mothers, while community figures were identified as playing important roles. Young people expect the availability of adolescent-focused health services, more effective communication with parents, especially greater involvement of fathers, and forums bringing together community leaders and adolescents to strengthen preventive efforts.
Analisis Faktor Risiko Dan Upaya Pencegahan Tuberkulosis Pada Masyarakat Desa Sipin Teluk Duren Fahrul Rusdianto; Monica Evi Fania Girsang; Alyasha Shaghira; Serly Marisa Pataysia Sihotang; Katherin Salsabilah; Puti Zunina; Shirin Ebadi Rinaldi; Natasya Zalta Amany; Serly Ananda Saputri; Muhammad Rizky; Adelina Fitri; puspita sari
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v6i1.1200

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, termasuk Provinsi Jambi. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Jambi tahun 2023, kasus TB meningkat menjadi 2.356 di Kota Jambi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku terkait pencegahan TB pada warga Kelurahan Sipin Teluk Duren melalui kegiatan edukasi dan skrining. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara terhadap 197 responden, edukasi kesehatan, dan pemeriksaan dahak bagi individu berisiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden adalah dewasa (73,1%) dengan pendidikan rendah (61,4%) dan berpenghasilan rendah hingga menengah (96,4%). Meskipun 57,4% memiliki pengetahuan yang baik, 56,3% masih menunjukkan perilaku pencegahan yang buruk. Setelah intervensi edukasi, kesadaran masyarakat akan deteksi dini dan pencegahan TB meningkat. Kesimpulannya, intervensi edukasi berbasis masyarakat efektif meningkatkan pengetahuan dan perilaku terhadap pencegahan tuberkulosis.
Calon Ayah Berdaya dan Bahagia: Cegah Depresi, Kecemasan, dan Stres Dalam Kehidupan Berkeluarga Adelina Fitri; Ashar Nuzulul Putra; Marta Butar Butar; Beny Rahim; Luri Mekeama
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v6i1.1204

Abstract

Kesehatan mental ayah sering dianggap sebelah mata meskipun peran ayah sangat penting dalam keluarga dan tentunya juga memiliki risiko mengalami depresi, kecemasan, dan stres, terutama setelah kelahiran anak. Peran ayah lebih dari sekadar pencari nafkah. Kehadiran ayah dalam kehidupan keluarga mempengaruhi perkembangan anak dan keharmonisan keluarga. Pengabdian masyarakat ini berfokus pada mengedukasi mahasiswa laki-laki sebagai calon ayah untuk mempersiapkan menghadapi peran masa depan mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan calon ayah untuk mencegah depresi, kecemasan, dan stres dalam kehidupan keluarga. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk intervensi pendidikan yang diberikan kepada 21 mahasiswa laki-laki dari Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Jambi. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah dan diskusi, dengan desain pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor pengetahuan rata-rata peserta yang signifikan, yaitu dari 88,25 pada pre-test menjadi 94,29 pada post-test. Tes Wilcoxon mengkonfirmasi bahwa peningkatan ini signifikan secara statistik (p = 0,001), menunjukkan bahwa intervensi edukasi meningkatkan pengetahuan siswa laki-laki tentang peran ayah dalam keluarga. Pendidikan Calon Ayah Berdaya dan Bahagia secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan kesiapan calon ayah dalam menghadapi peran sebagai seorang ayah di kemudian hari.
Co-Authors . Asparian, . Abdul Haris Adelia Debora Siagian Adila Solida Affifah Khairani Afrilia, Lisa Agatha, Veronica Ahmad Hidayat Ainna Rahmini Aisya, Nakhlatul Ajeng Tri Yani Safitri Alfita Sari Alga, Nur’aini Alyasha Shaghira Amanta, Shakira Zahra Amany, Natasya Zalta Andika Rahmat Andika Rahmat Andree Aulia Rahmat Andree Aulia Rahmat Andy Amir Anggi Syahdia Damanik Aprilianti, Dewi Arnati Wulansari Arnild Augina Mekarisce Ashar Nuzulul Putra Asmaripa Ainy Asri C. Adisasmita ATTIYA ISTARINI Auffa Nabila Auliya Maharani Harahap Beny Rahim Br Barus, Erika Besty Budi Aswin Budi Aswin Sanrus Butar Butar, Marta Butar, Marta Butar Butar, Marta Butar Carey Louise Arroyo Cristine Sianturi Delta Intan Putri Desi Ramadani Diani Salsadila Dilma’aarij Agustia DinaMarthaFitri1 ErnyElviany2 Edo Riyandani Eka Andini Putri Eka Putri, Fitria Eksadela, Monika Elsa Putri Emilia Septina Erny Kusdiah Evy Wisudariani Evy Wisudariani Fahrul Rusdianto Fajrina Hidayati Fajrina Hidayati Fajrina Hidayati Fajrina Hidayati Fajrina Hidayati Fita, Alfita sari Fitriyani Fitriyani Freety Septika Rahayu Girsang, Monica Evi Fania Gultom, Mauliate DC Gusmawati, Putri Guspianto Guspianto Halim, Rd. Helmi Suryani Nasution Helmi Suryani Nasution Helmi Suryani Nasution Hendra Dhermawan Sitanggang Hendra Dhermawan Sitanggang Hendra Dhermawan Sitanggang Hendra Dhermawan Sitanggang Hendra Dhermawan Sitanggang Herman Herman Herman Herman Herwansyah Hubaybah Hubaybah Hubaybah, Hubaybah Ikhsan, Mulyadi Ima Maria Imelda Agustin Ingrid Arum Askary Irene Marcella Faomasi Nazara Ismi Nurwaqiah Ibnu Kasyani Kasyani Kasyani Kasyani, Kasyani Katherin Salsabilah La Ode Reskiaddin Leony Shadira Lesmana S, Oka Lista Oktarina Luri Mekeama M. Ridwan M. Ridwan Ridwan Marta Butar Butar Marta Butar Butar Mauliate DC Gultom Mawarti Perdana, Silvia Mellina mellina Manurung Mochammad Dzikri Andiatama Monica Evi Fania Girsang Monica Evi Fania Girsang Monika Eksadela Muhammad Agung Perdana Muhammad Agung Perdana Muhammad Alhada Fuadilah Habib Muhammad Dony Oktari Muhammad Rifqi Azhary Muhammad Rifqi Azhary Muhammad Rizky muhammad rizky, muhammad Muhammad Syukri Muhammad Syukri Muhammad Syukri Muhammad Syukri Nadya Pramesti Najhoa Sonia Putri Najmah Najmah Najmah, Najmah Nanda Agustian Simatupang Nasution, Helmi Suryani Natasya Zalta Amany Nindya Aryanty Ningsih , Vinna Rahayu Ningsih, Vina Rahayu Nour Abdeljawad novita, willia Nugroho, Purwo Setiyo Nurchafifah, Evi nurmaya sari Octaviana, Tarra Oka Lesmana Oka Lesmana S. Oka Lesmana, Oka Pagan, Putri Nurul Aqla Puspita Sari Puspita Sari Puspita Sari Puspita Sari Puti Zunina Putra, Rio Mapin Putri , Fitria Eka Putri Andini, Putri Putri Vira Nanda Putri, Fatma Az-zahrani Putri, Fitria Eka Rahim, Beny Rahma Anelia Pulungan Rahma Puja Afdilla Ramadani, Latifa Fitri Ramadani Ramadhani, Marina Ramadhani, Muhammad Ridho Rd Halim Rd. Halim Rd. Halim Rd. Halim Rd. Halim Renti Mahkota Ridhatul Fitri Rinaldi, Shirin Ebadi Rindu Desilva Nabila Rini, Willia Novita Eka Rusdianto, Fahrul S, Hendra Dhermawan S, Oka Lesmana Salsabilah, Katherin Saputri, Serly Ananda Sembiring, Santha Remicha Br Sembiring Serly Ananda Saputri Serly Marisa Pataysia Sihotang Shaghira, Alyasha Shirin Ebadi Rinaldi Siagian, Adelia Debora Sihotang, Serly Marisa Pataysia Silvia Mawarti Perdana Siti Nurizati N A Siti Nurizati N A Sri Rezeki Tarawifa, Susan Tarigan, ayu ipana Ummi Kalsum Ummi Kalsum Ummi Kalsum Usi Lanita Veronica Agatha Vinna Rahayu Ningsih Vinna Rahayu Ningsih Vinna Rahayu Ningsih, Vinna Rahayu Widya Dina Fitri Witri Zuama Qomarania Yenni Herlina Marbun Yesalia Septia Sari Yessa Praditha Putri Yuliana . Yuliana Yuliana Zidan Ar'razaaq Zunina, Puti