p-Index From 2021 - 2026
13.975
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Jurnal Kesehatan Humano: Research Journal Jurnal Riset Kesehatan Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA JAWI : Journal of Southeast Asia Islamic Contemporary Issues Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education The Indonesian Journal of Public Health The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Journal of Health (JoH) Jurnal Ilmiah Peuradeun Promotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan JPKMI (Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia) Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo AcTion: Aceh Nutrition Journal Jurnal Analisa Sosiologi Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Window of Health : Jurnal Kesehatan Jurnal Kesehatan Bina Generasi Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Jurnal Kesehatan Manarang Journal of Health Policy and Management Journal of Health Promotion and Behavior Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Etika Demokrasi JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Hearty : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ilmiah Kesehatan Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Indonesian Journal for Health Sciences (IJHS) Ensiklopedia of Journal Journal of Health Sciences 2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Jurnal Sehat Mandiri Jurnal Administrasi dan Manajemen Jurnal Kesehatan Celebes Health Journal Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia / Indonesian Health Scientific Journal Value: Jurnal Manajemen dan Akuntansi JAZ: Jurnal Akuntansi Unihaz Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Science Midwifery Jurnal Promotif Preventif Jurnal Kesehatan Tambusai Devotion: Journal of Research and Community Service Community Research Of Epidemiology (CORE) Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Journal Peqguruang: Conference Series Shihatuna : Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Homes Journal: Hospital Management Studies Journal Jurnal Kolaboratif Sains Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Jurnal Berita Kesehatan Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) Mando Care Jurnal Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Jurnal Pengabdian Mandiri Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran (JURRIKE) JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Mitrasehat Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Seminar Nasional Hasil Penelitian LP2M UNM Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Journal of Innovative and Creativity Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan Dan Kedokteran Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Obat: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Advances in Healthcare Research JER Jurnal Kesehatan Marendeng Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran Holistik Jurnal Kesehatan Joong-Ki Journal of Global Research in Public Health Mega Buana Journal of Public Health International Journal of Health Science Borneo Nursing Journal Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Makna Sosial Budaya dalam Persepsi Masyarakat terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan Fricilia Magda Winosoi Kandou; Arlin Adam; Andi Alim
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 1 (2025): Vol. 10 No. 1 Juni 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i1.2125

Abstract

Pelayanan kesehatan tidak hanya dipahami sebagai tindakan medis, tetapi juga sebagai bentuk interaksi sosial yang dipengaruhi oleh nilai dan norma budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna sosial budaya dalam persepsi pasien rawat inap terhadap kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Mitra Sehat Kabupaten Minahasa Tenggara. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, penelitian ini melibatkan pasien rawat inap sebagai informan utama yang telah menjalani perawatan minimal tiga hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya lokal, seperti sopan santun, penghormatan terhadap orang tua, keramahan, dan kesetaraan perlakuan. Pengalaman pelayanan yang dianggap berkualitas tidak hanya mencakup kompetensi teknis tenaga kesehatan, tetapi juga aspek relasional seperti komunikasi yang empatik, sikap hormat, serta kepekaan terhadap bahasa dan kebiasaan lokal. Interaksi sosial yang positif dan penghormatan terhadap identitas budaya pasien memperkuat rasa dihargai dan meningkatkan kepercayaan terhadap institusi rumah sakit. Temuan ini menegaskan pentingnya pelayanan kesehatan yang sensitif budaya untuk menciptakan sistem layanan yang inklusif, manusiawi, dan bermakna bagi masyarakat setempat.
Cultural Lag in the Digital Transformation of Health Services: An Observational Study at Nunukan Timur Public Health Center Ana Welellu; Arlin Adam; Andi Alim
Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Vol. 3 No. 3 (2025): September : Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebid
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/corona.v3i3.1544

Abstract

Digital transformation in health services faces significant challenges, particularly the gap between rapid technological advancements and the readiness of institutional work culture. This study investigates the cultural lag experienced during the implementation of digital systems at the East Nunukan Health Center. Using an observational qualitative approach, it examines health workers' responses to digital applications such as e-Puskesmas and various Health Information Systems. The findings reveal substantial resistance to change, attributed to factors like limited digital literacy, inadequate infrastructure, and the persistence of traditional work patterns. Despite the introduction of digital systems, healthcare practices remain largely dependent on manual methods, highlighting the disconnect between technological progress and the socio-cultural preparedness of healthcare organizations. The study concludes that this cultural lag within healthcare institutions can significantly impede the effectiveness of digital transformation efforts. To address these issues, the research advocates for ongoing training, improvement of supporting facilities, and the adoption of strategies that align with local work culture. This research provides valuable insights into the socio-cultural dynamics affecting the digitization of public services, especially in border regions with limited technological access.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Balita di Kota Tomohon Malingkas, Hany C; Alim, Andi; Zamly, Zamly; Yusuf, Ekafadly
Jurnal Sehat Mandiri Vol 20 No 1 (2025): Jurnal Sehat Mandiri, Volume 20 Nomor 1 Juni 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jsm.v20i1.1543

Abstract

The prevalence of diarrhea remains high in countries with limited access to clean water, sanitation, and personal hygiene. To reduce diarrhea cases, Indonesia has implemented the Community-Based Total Sanitation (STBM) program, with a key indicator being the reduction of open defecation behavior. This study aims to identify the factors associated with the incidence of diarrhea among children under five in Tomohon City. This is an analytical study with a quantitative approach and a cross-sectional design. The population includes 840 children under five in the Lansot Health Center area, with a sample size of 271 children. Data were collected through questionnaires given to the children's parents. Independent variables include the role of sanitation officers, latrine ownership, access to latrine use, and the practice of stopping open defecation (stop BABS). Data were analyzed using univariate, bivariate (Chi-square test), and multivariate (logistic regression) analyses. The results showed significant associations between all independent variables and the incidence of diarrhea. The dominant factors were access to latrines (p = 0.001; OR = 3.838) and stop BABS behavior (p = 0.002; OR = 5.148). It is concluded that improved access and sanitation behaviors significantly reduce diarrhea incidence in children. It is recommended that the community maintain existing sanitation facilities and continue promoting clean and healthy living behaviors to prevent diarrhea in children.
Studi Kualitatif Pengalaman Remaja Putri yang Mengalami Gangguan Menstruasi di SMP Negeri 2 Bunta Kabupaten Banggai Propinsi Sulawesi Tengah Mariyati Mariyati; Arlin Adam; Andi Alim
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2025): July: OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v3i4.1537

Abstract

Adolescence is a critical phase in individual development, especially for adolescent girls who begin to experience menstruation as a sign of reproductive maturity. However, not all adolescents experience menstruation normally; some experience disorders such as menstrual pain, irregular cycles, and prolonged bleeding. This study aims to explore in depth the subjective experiences of adolescent girls with menstrual disorders at SMP Negeri 2 Bunta, Banggai Regency, focusing on the nature of the disorders experienced, their interpretation of these experiences, coping strategies, and the social support received. This study employs a qualitative approach with a phenomenological design. The primary informants were female adolescents in grades VII–IX who had experienced menstrual disorders in the past six months, selected purposively until data saturation was achieved. Data collection techniques included in-depth interviews, non-participatory observation, and document analysis. Data were analyzed using the Miles and Huberman model through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that menstrual disorders are viewed as normal by most informants, despite causing physical discomfort and psychological anxiety. Adolescents' responses to these disorders vary, ranging from the use of warm compresses and medication to no intervention at all. The primary sources of information are mothers and social media, while the roles of teachers and schools remain limited. Social support is most commonly provided by family, although some adolescents also feel supported by peers and teachers. This study emphasizes the importance of systematic reproductive health education, school involvement in supporting adolescents, and the creation of safe and stigma-free discussion spaces regarding menstruation-related issues.
The Reciprocal Acculturation of Islamic Culture and Local Culture in the Nusantara: A Historical Review Abdullah, Anzar; Muhammad Asdam; Alimbagu, Andi
JURNAL JAWI Vol 8 No 1 (2025): Nusantara's Networks and Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/00202582704000

Abstract

This article investigates the process of acculturation between Islam and local cultures in the Indonesian archipelago (Nusantara) from the 13th to the 17th century. Employing historical and cultural approaches, the study is grounded in the theories of cultural acculturation, diffusion, Islamic indigenization, and symbolic interactionism. The objective is to demonstrate that Islam did not arrive as a hegemonic or coercive force, but rather integrated harmoniously with existing cultural traditions. By examining the roles of trade, art, governance, and religious rituals, the article highlights how Islam engaged in constructive and adaptive dialogue with indigenous practices. The findings suggest that the emergence of Islam in Indonesia was marked by a creative and dynamic process of cultural negotiation, ultimately contributing to the development of a moderate and tolerant Islamic identity.  
Persepsi Tenaga Kesehatan terhadap Dampak Perubahan Sosial Budaya atas Pelayanan Kesehatan: Studi Kualitatif di Puskesmas Kabupaten Minahasa Tenggara Saputri Stiawati; Arlin Adam; Andi Alim
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 1 (2025): Vol. 10 No. 1 Juni 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengungkap persepsi tenaga kesehatan terhadap dampak perubahan sosial budaya terhadap praktik pelayanan kesehatan di Puskesmas Kabupaten Minahasa Tenggara. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya pengaruh transformasi sosial dan budaya digital terhadap perilaku masyarakat, kepercayaan, serta pola komunikasi dalam konteks pelayanan kesehatan. Tujuan utama penelitian adalah untuk menggambarkan pengalaman tenaga kesehatan dalam merespons dan beradaptasi terhadap perubahan sosial budaya tersebut sembari tetap menjaga mutu pelayanan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dengan tiga informan yaitu seorang perawat, dokter, dan bidan yang telah bekerja lebih dari sepuluh tahun. Hasil analisis tematik menunjukkan lima temuan utama: (1) Terdapat perubahan signifikan dalam sikap masyarakat seperti meningkatnya sikap kritis, ketergantungan pada informasi daring, dan menurunnya kepercayaan terhadap nasihat medis; (2) Perubahan ini memengaruhi cara tenaga kesehatan berkomunikasi, menyuluh, dan menjalin relasi dengan pasien; (3) Strategi adaptasi dilakukan melalui komunikasi empatik, pendekatan berbasis budaya lokal, dan pemanfaatan media digital; (4) Tantangan yang dihadapi mencakup miskomunikasi, resistensi budaya, dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam program preventif; (5) Upaya menjaga kualitas pelayanan dilakukan melalui relasi interpersonal, kolaborasi internal, dan pendekatan berbasis komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tenaga kesehatan di wilayah tidak hanya berperan sebagai pemberi layanan medis, tetapi juga sebagai mediator budaya yang harus mampu menghadapi dinamika sosial yang terus berkembang.
Makna Budaya dan Spiritualitas dalam Praktik Resusitasi Neonatus: Studi Fenomenologis pada Perawat Instalasi Gawat Darurat Jelni M. Oruh; Arlin Adam; Andi Alim
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 1 (2025): Vol. 10 No. 1 Juni 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resusitasi neonatus merupakan tindakan medis kritis yang tidak hanya menuntut keterampilan teknis dan pengambilan keputusan cepat, tetapi juga melibatkan dimensi emosional, budaya, dan spiritual para perawat yang terlibat. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna budaya dan spiritualitas dalam praktik resusitasi neonatus sebagaimana dialami oleh perawat Instalasi Gawat Darurat (IGD). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi deskriptif, penelitian ini melibatkan dua informan yang dipilih secara purposive berdasarkan pengalaman langsung dalam tindakan resusitasi neonatus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya seperti gotong royong, rasa hormat, dan sikap penuh ketulusan menjadi bagian tak terpisahkan dari tindakan resusitasi. Sementara itu, spiritualitas diekspresikan melalui doa, keyakinan akan kehendak Tuhan, serta pemaknaan terhadap keberhasilan dan kegagalan sebagai bagian dari takdir Ilahi. Perawat memaknai profesi mereka sebagai bentuk pengabdian yang menyatukan keterampilan klinis, kekuatan mental, serta kedekatan spiritual. Praktik resusitasi tidak hanya dipahami sebagai prosedur penyelamatan, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan kemanusiaan yang sarat makna transendental. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi antara kompetensi teknis, kepekaan budaya, dan kekuatan spiritual dalam pendidikan serta praktik keperawatan, khususnya dalam situasi kegawatdaruratan. Oleh karena itu, pengembangan kebijakan dan pelatihan perawat hendaknya mencakup penguatan dimensi holistik demi pelayanan yang profesional, etis, dan bermartabat.
Transformasi Budaya dalam Pelayanan Kesehatan: Studi Kualitatif atas Penerimaan Masyarakat terhadap Sistem Rujukan Online (SISRUTE) di Kabupaten Luwu Timur Ema Arisandi; Arlin Adam; Andi Alim
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v7i1.475

Abstract

Transformasi digital dalam pelayanan kesehatan membawa dampak besar terhadap sistem rujukan pasien, termasuk melalui penerapan Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (SISRUTE). Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana masyarakat Kabupaten Luwu Timur menerima, memaknai, dan menyesuaikan diri dengan SISRUTE dalam konteks sosial budaya lokal. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, penelitian ini menggali pengalaman, persepsi, dan makna budaya dari masyarakat pengguna layanan, tenaga kesehatan, serta pemangku kepentingan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan masyarakat terhadap SISRUTE bersifat pasif dan pragmatis, dengan tingkat keterlibatan yang rendah dalam pengoperasian sistem. Interaksi tatap muka dengan tenaga kesehatan tetap menjadi pilihan utama karena dianggap lebih dapat dipercaya. Nilai-nilai budaya lokal, seperti musyawarah keluarga dan kepercayaan pada otoritas medis, masih sangat memengaruhi keputusan dalam layanan kesehatan. Kendala utama adaptasi terhadap SISRUTE terletak pada gangguan jaringan internet dan lambatnya respon dari rumah sakit tujuan. Meskipun sebagian masyarakat mulai terbiasa dengan penggunaan aplikasi digital untuk layanan kesehatan, budaya digital belum sepenuhnya terinternalisasi dalam praktik keseharian. Penelitian ini merekomendasikan penguatan literasi digital berbasis budaya lokal, peningkatan infrastruktur teknis, dan pelibatan masyarakat secara partisipatif agar transformasi digital dalam sistem kesehatan benar-benar sejalan dengan nilai-nilai sosial masyarakat.
Transformasi Budaya Organisasi dalam Pengelolaan Logistik Non Medis di Institusi Kesehatan: Studi Kualitatif pada Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur Nurhasibah; Arlin Adam; Andi Alim
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v7i1.476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dinamika transformasi budaya organisasi dalam pengelolaan logistik non medis di Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur. Transformasi budaya organisasi dipahami sebagai perubahan nilai, norma, dan praktik kerja yang memengaruhi efektivitas sistem logistik dalam institusi kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus, melibatkan informan kunci seperti pejabat pengadaan, bendahara, perencana, dan staf logistik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, lalu dianalisis secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi budaya organisasi ditandai oleh pergeseran dari sistem birokratis yang kaku menuju budaya kerja yang lebih kolaboratif, transparan, dan terintegrasi secara digital. Faktor-faktor pendorong meliputi kebijakan nasional dan daerah, perkembangan teknologi, serta kepemimpinan yang visioner. Meskipun perubahan membawa dampak positif terhadap efisiensi, akurasi, dan akuntabilitas sistem logistik non medis, tantangan tetap muncul, terutama resistensi dari sebagian pegawai dan keterbatasan dalam literasi digital. Proses transformasi ini juga dimaknai oleh informan sebagai pembaruan nilai kerja, pembentukan identitas profesional, dan peningkatan koordinasi antarunit. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sosialisasi budaya organisasi, peningkatan kapasitas SDM, dan dukungan kepemimpinan yang transformatif sebagai upaya untuk membangun sistem logistik yang responsif dan berkelanjutan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi institusi kesehatan lain dalam membangun tata kelola logistik non medis berbasis nilai budaya kerja yang adaptif dan profesional.
Application of Multicultural Education in Strengthening Community Solidarity in Indonesia Abdullah, Anzar; Alim, Andi; Andriyadi, Fauza; Burga, Muhammad Alqadri
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol. 11 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/peuradeun.v11i3.965

Abstract

This study aims to describe the models, methods and approaches used in multicultural education in Indonesia. The research method used is systematic literature-based qualitative research, namely an approach that manages data by reducing data, presenting, and verifying, as well as concluding data, not using mathematical calculations and statistics. The results of the research found that, first, multicultural education is very important to be implemented in Indonesia, because the community is multi-ethnic and consists of various ethnicities, religions, cultures and regional languages. Second, the models, methods and approaches that are suitable for implementing multicultural education in Indonesia are inclusive education models through cooperative learning and role-playing methods and approaches. The study concludes that multicultural education in Indonesia is very important to be implemented through the integration of inclusivism values ​​to students through classroom interaction using cooperative learning and role-playing.
Co-Authors A, Adhyatma Abdul Gafur Abdul Gafur Achmad Achmad Achmad R. Muttaqien Al-Maidin Achmad R. Muttaqien Al-Maidin Adam Badwi Adam Badwi Adam Badwi, Adam Adhyatma A Adhyatma A, Adhyatma A Adhyatma. A Adnan, Yudhi Adryani Sirandan Agus, Rezki Aprianti Agustang Agustang Agustang, Andi Alam, Muhammad Ichwan Iskandar Alamsyah Alamsyah Albertus Ata Maran Ali Imran Ali Imran Ali Imran Alimin Alwi Amalia Amalia Ambali, Defyanti Dwi Amiruddin Ana Welellu Andi Asrina Andi Irfan Andi Irfan Andi Irwan Andi Irwan Andi Irwan Kasim Andi Nuryadin Angraeni, Sinta Anna Handayani Anzar Abdullah Arfianty Zubair Aripa, Lusyana Arlin Adam Arlin Adam Arlin Adam Arlin Adam Arlin Adam Arlin Adam Arlin Adam Arlin Adam, Arlin Arman Arman Arni Arni Arwan, Yayudia Setriawati M. Ashriady, Ashriady Asnidar Asnidar Aspiati Haji Ali Asri Asri Asriani Minarti S Astri Jayanti Aswar Aswar Azhar Jamil, Azhar Jamil Benyamin Dimi Bidasari Jamil Bidasari Jamil Birana, Amelia Indriani Bora, Noviana Darmayadi Danduru Dedeng Nurkholik Sidik Permana Dedeng Nurkholik Sidik Permana Dedi Maulana Desiderius H. J. Goo Deslince Solombuku Diane Rineke Kaunang Doken, Stefanus Ama Dwi Jusrini Palungan Eka Dharmawati Lewa Ekafadly Jusuf Ekafadly Yusuf ekawati, ris Ema Arisandi Erni Kadir Erniati Erniati Ersian Rani Gratia Wongkar Esa Risqianti Fachrudin Suryadi Harun Fachry Abda El Rahman Fauza Andriyadi Febrianti Dharma Birana Febrianti, Nur Firdawati, Yuyun Firman Alamsyah R Florensia Anjela Ina Fricilia Magda Winosoi Kandou Hairuddin K Hajrah . Hamdan Nur Hamdana Hariati Hariati Hariati, Hariati Harlina Harpandi Rahim Hasma Hasma Haswindah Hesti Hesti Hidayat Hidayat Hidayat, Arham Hitler Benny Hendrik Purba Husni Thamrin Iin Fatimah Hanis Iin Fatimah Hanis Iskandar, Ishaq Islah, Dafirah Jamaluddin Jamaluddin Jelni M. Oruh Jesica Chriscalty Kasi Ketut Yudi Arparitna Ketut Yudi Arparitna, Ketut Yudi Kowaas, Intan Novita Krisdayanti Latif, Sarifudin Andi Lisdayanti, Lisdayanti Lisna Lodewyk NN Poluan Lujnah Lujnah Maliang, Muhammad Iqbal Malingkas, Hany C mariyati mariyati Marlina Alia Marsumiyanto, Marsumiyanto Masdarwati, Masdarwati MAURITZ PANDAPOTAN MARPAUNG Mien Asrha Suhardin Minarti, Asriani Minggu, Irvan Susyanto Muhammad Alqadri Burga Muhammad Asdam Muhammad Azwar Muhammad Syafri Munadhir Munadhir Musakkar, Mustika Eka Pratama Musdalifah Musdalifah Muslimin B Musriadi, Musriadi Nabila Nur Azisah Natsir, Nursanita Nilawati Uly Nilawaty Uly Nilawaty Uly Nilce Astin Novi Purnama Sari Nufninu, Robert Nur Annisa Nur Inah Nurhasibah Nurhaslia . Nurlina Subair Nurrahmat Nurrahmat Nurul Kamaliah Umasangaji Obert, Hendra August Oruh, Shermina Pahmi Pahmi Pahmi Pannyiwi, Rahmat Pasapan, Yasri Pattiwael, Rahmawaty Rahman Prihatini, Surya Purnama Purnama Putri Dwi Sundari Putri, Tharia Nurizky Rachmadana, Satria Lintang RACHMAT RAMLI Radillah Radillah, Radillah Rahim, Harpandi Rahmat, Rezqiqah Aulia Rahmawaty Rahman Pattiwael Rambu, Sitti Herliyanti Rangan, Natalia Rani Wijayanti Raya Senolinggi, Theresia Rina Syarifuddin Rindi Andika Yanti Pasambo Risma Tamrin Riswan Marsal Rosita Rosita Rosniati Rotasouw, Aswad Rusnita Rusnita, Rusnita Salma Bahsoan Samila, Samila Samrain, Samrain Samsi, La Unga Santi Santi Santriani Samman Saputri Stiawati Selprianti Dalima Serli Serli Setriawati, Yayudia Shermina Oruh Silvester Matrutty Sinna Idris Sombolinggi, Yeltiani Sri Ayu Lestari Sri Yuniarsih Stefanus Ama Doken Suhardin, Mien Asrha Suhenrik P Sukmawati Sukmawati Sundari Sundari Supardi, Firdaus Alfa Rezha Suriani, Andi Surniah Suwandi N Tangdilambi, Novagita Tange, Warni Tasrim, Tasrim Thamrin, Ali Imran Tri Sukma, Novian Uly, Nilawati Umasangaji, Nurul Kamaliah Uswantun Hasanah Veithzal Rivai Zainal Verawati Wahdani Puspawanti Walewangko, Alfriando Wijayanti, Lumastari Ajeng Wiwin Imelda Opod Yenni Yenni Yenni Yeuis Diah Sri Lestari Yuliana Baharuddin Yulis, Dian Meiliani Yundari, Yundari Yusuf, Ekafadly Zaenal, Isradi Zainuddin Zainuddin Zamli Zamly, Zamly