Claim Missing Document
Check
Articles

Social Welfare Analysis: An Economic Study Of Human Development Index, Income Inequality And Poverty In The Provinces Of Aceh And North Sumatera Fadiya, Feny; Manurung, Mahlina Putri; Saajidah, Annisah; Nasution, Armin Rahmansyah; Pratiwi, Audina; Silaban, Krisnawati; Sirait, Melani Manginar
Jurnal Ekonomi Balance Vol. 20 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Perpustakaan dan Penerbitan Unismuh Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jeb.v20i1.13093

Abstract

This study was conducted with the aim of knowing how much social inequality occurs between Aceh province and North Sumatra province. The method in collecting and processing data uses descriptive qualitative, where the data obtained is described through graphs as a measure of inequality. The samples in this study are; Human Development Index, Net Income and poverty. The results of this study are 1) The Human Development Index is at an unequal point where North Sumatra province is below Aceh province. 2) Through the net income graph, North Sumatra province is dominantly higher than Aceh province. 3) The poverty index of Aceh province is greater than that of North Sumatra province. 4) Through the processed data, North Sumatra province has superior inequality than Aceh province with two samples that are larger. Based on this research, the author makes a suggestion for the government to increase the policy of increasing employment for regions that do not have large revenues, and pay more attention to the efficiency of fiscal policies that have a direct impact on poverty.
Analysis of Labour Market Inequality and Income Welfare: An Economic Comparative Study Graph between North Sumatra and West Sumatra Provinces Noer, Muhammad Raihan; Febrianti, Gita; Sinaga, Era Widia Br; Nafisha, Nadya; Hutabalian, Relli Anisma; Nasution, Putri Andini; Nasution, Armin Rahmansyah
Jurnal Ekonomi Balance Vol. 20 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Perpustakaan dan Penerbitan Unismuh Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jeb.v20i1.15026

Abstract

The analysis of inequality in labour and income welfare aims to determine how much inequality occurs in the labour market and income between North Sumatra Province and West Sumatra Province. The method in data collection uses secondary method by obtaining data through the Central Bureau of Statistics (BPS). Data analysis is explained through descriptions measured through 1) Expert labour index. 2) Skilled labour index. 3) Human development index. 4) Productive age worker index. 5) Net income index. This research results in inequality that. 1) West Sumatra Province has higher inequality than North Sumatra Province in Expert Labour. 2) West Sumatra Province has more skilled labour than North Sumatra Province. 3) West Sumatera Province dominates the Human Development Index more than North Sumatera Province. 4) The Productive Age Worker Index is more in North Sumatra Province than West Sumatra Province with the inequality value dominating superior.5) The Net Income Index in North Sumatra Province is superior to West Sumatra Province. Researchers suggest the government to be more responsive related to inequality and community welfare, especially in direct policies.
The Influence of Per Capita Income, Human Development Index, and Unemployment Rate on Poverty Levels in North Sumatra Nasution, Kautsar Fatin Dharmawan; Hasibuan, Andriansyah; Ananda, Bunga; Sitohang, Cindy Eleonora; Fayza, Salsabila; Nasution, Armin Rahmansyah
Jurnal Ekonomi Balance Vol. 20 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Perpustakaan dan Penerbitan Unismuh Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jeb.v20i1.15325

Abstract

North Sumatra, a province abundant in economic potential and natural resources, still grapples with severe poverty. This phenomenon of poverty is not influenced by a single factor but by a multitude of interrelated economic variables. In this study, data collection is carried out secondarily, utilizing up-to-date data from the Central Bureau of Statistics. The research method employed is descriptive quantitative. From the analysis, it is evident that the R Square value stands at 0.991. This indicates that the variables of Income per Capita (X1), Human Development Index (X2), and Unemployment Rate (X3) collectively influence the Poverty Level (Y) by 99.1%. The decision-making process can be informed by the time span of the data or the specific areas from which the data is derived. Despite North Sumatra’s rich resources, poverty remains a significant issue, underlining the complexity and interplay of various economic factors. The high R Square value suggests a strong correlation between income, human development, and employment levels in determining poverty. This comprehensive understanding emphasizes the necessity for targeted policies that address these interlinked factors to effectively combat poverty in the region. By analyzing secondary data from credible sources, the study highlights the importance of a multifaceted approach in addressing poverty. The insights derived from the data can guide policymakers in formulating strategies that not only boost economic growth but also ensure equitable development, thereby reducing poverty levels. The findings underscore the critical need for continuous monitoring and analysis of these economic variables to foster sustainable development in North Sumatra.
Ekonomi Politik BUMN: Reformasi, Kepemimpinan Negara, dan Peran BUMN dalam Agenda Pembangunan Nasional Febrianti, Gita; Silaban, Krisnawati; Sitanggang, Novita Hotma Uli; Nasution, Armin Rahmansyah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3683

Abstract

Peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di negara-negara berkembang seperti Indonesia kini tengah mengalami penguatan kembali, meskipun tren global seringkali lebih menyukai privatisasi akibat wacana neoliberal. Kebangkitan BUMN ini menandai fungsinya sebagai instrumen strategis pemerintah. BUMN secara historis memang bertindak sebagai "tangan yang terlihat" (visible hand) negara, yang menempatkan mereka pada posisi unik. Mereka tidak hanya dituntut untuk beroperasi secara komersial, tetapi juga dibebani tanggung jawab politik untuk mewujudkan sasaran pembangunan, sehingga BUMN harus menavigasi persimpangan kompleks antara logika pasar dan kepentingan publik. Inisiatif reformasi BUMN yang saat ini bergulir tidak dapat dipandang hanya sebagai perbaikan administratif atau tata kelola untuk mengatasi masalah klasik seperti inefisiensi atau korupsi. Reformasi ini pada dasarnya adalah sebuah gerakan ekonomi politik yang terencana. Faktor kunci proses ini adalah kepemimpinan negara (state leadership), di mana visi dan otoritas politik eksekutif menjadi pendorong utama. Kepemimpinan inilah yang mengorkestrasi seluruh proses transformasi, mulai dari konsolidasi hingga penanaman budaya kerja baru, dengan sasaran akhir untuk menjadikan BUMN sebagai alat yang lebih patuh dan efektif dalam menjalankan visi pemerintah. Atas dasar itu, studi ini akan memusatkan perhatian pada bagaimana BUMN yang telah bertransformasi tersebut digunakan sebagai instrumen utama dalam melaksanakan agenda pembangunan nasional. Penelitian ini akan meneliti keterlibatan BUMN dalam proyek-proyek prioritas, seperti infrastruktur skala besar, program hilirisasi, atau transisi energi. Dengan menerapkan analisis ekonomi politik, studi ini bertujuan untuk mengungkap relasi kekuasaan yang membentuk transformasi tersebut, serta mengidentifikasi konflik inheren yang muncul saat BUMN harus menyeimbangkan perannya sebagai agen pembangunan dan sebagai badan usaha yang ditargetkan untuk profit.
Kekuatan Politik, Modal Manusia, dan Transformasi Digital dalam Membangun Kemandirian Ekonomi: Perspektif Ekonomi Politik Kontemporer Salsabila, Salsabila; Nafisha, Nadya; Nasution, Putri Andini; Nasution, Armin Rahmansyah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3664

Abstract

Penelitian ini menganalisis hubungan antara kekuatan politik, modal manusia, dan transformasi digital sebagai tiga pilar utama dalam membangun kemandirian ekonomi Indonesia melalui pendekatan kualitatif studi literatur yang mencakup buku teori ekonomi politik, jurnal nasional dan internasional, serta laporan lembaga global seperti World Bank, OECD, UNCTAD, dan ILO. Kajian ini menunjukkan bahwa kekuatan politik memegang peran sentral dalam menentukan arah kebijakan ekonomi, menjaga stabilitas regulasi, serta melindungi sektor strategis dari tekanan eksternal, sehingga menjadi landasan penting bagi terbentuknya struktur ekonomi yang mandiri. Di sisi lain, modal manusia menjadi faktor kunci yang menentukan produktivitas, inovasi, dan kemampuan negara dalam mengadopsi maupun mengembangkan teknologi baru, sehingga meningkatkan daya saing nasional di tengah dinamika global. Transformasi digital juga terbukti menjadi pendorong utama perubahan struktur ekonomi melalui otomatisasi, efisiensi produksi, perluasan sektor berbasis teknologi, peningkatan kualitas tata kelola publik, serta penguatan kapasitas industri domestik. Temuan penelitian menegaskan bahwa kemandirian ekonomi nasional tidak dapat dicapai hanya melalui salah satu elemen, melainkan melalui sinergi antara kebijakan politik yang adaptif, pembangunan modal manusia yang berkelanjutan, dan digitalisasi yang inklusif. Ketiga elemen tersebut membentuk kerangka strategis yang memungkinkan Indonesia memperkuat ketahanan ekonomi, mengurangi ketergantungan eksternal, dan meningkatkan daya saing global, sekaligus memberikan kontribusi konseptual bagi perumusan strategi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Analisis Kualitatif: Peran Stabilitas Politik, Investasi Asing Langsung, dan Kualitas Regulasi Dalam Pembentukan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2014-2023 Saajidah, annisah; Sirait, Melani Manginar; Manurung, Mahlina Putri; Nasution, Armin Rahmansyah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3706

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi keterkaitan antara stabilitas politik, arus investasi asing langsung (FDI), dan kualitas regulasi dalam membentuk dinamika pertumbuhan ekonomi Indonesia selama periode 2014–2023. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis analisis tren makroekonomi, dengan memanfaatkan data PDB riil, indeks stabilitas politik, nilai FDI, serta skor kualitas regulasi yang dihimpun dari Worldwide Governance Indicators (WGI). Analisis menunjukkan bahwa stabilitas politik berfungsi sebagai landasan utama yang memengaruhi persepsi risiko dan keyakinan investor. Kondisi politik yang relatif stabil pada sebagian besar periode penelitian mendorong arus FDI masuk ke sektor-sektor produktif, terutama manufaktur, energi, dan ekonomi digital. Stabilitas ini tercermin dari transisi kepemimpinan yang berjalan konstitusional, minimnya gejolak sosial berskala besar, serta konsistensi arah kebijakan ekonomi yang pro-pertumbuhan. Kualitas regulasi terbukti memainkan peran krusial sebagai penggerak pendukung yang memastikan FDI dapat memberikan dampak ekonomi optimal. Kepastian hukum, efektivitas birokrasi, transparansi kebijakan, dan perlindungan hak investasi memperkuat kepercayaan investor sekaligus meminimalkan biaya transaksi. Reformasi seperti sistem Online Single Submission (OSS) dan Undang-Undang Cipta Kerja telah mempercepat proses investasi. Temuan penelitian mengonfirmasi adanya interaksi simultan antara stabilitas politik, kualitas regulasi, dan FDI yang secara kolektif mempercepat pertumbuhan ekonomi, khususnya pada fase pemulihan pascapandemi. Hasil studi menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya digerakkan oleh dinamika pasar, tetapi juga dipengaruhi secara signifikan oleh fondasi politik yang stabil dan tata kelola regulatif yang efektif untuk keberlanjutan jangka panjang.
Ekonomi Politik Anggaran dan Penyaluran Bantuan Sosial di Indonesia: Analisis Kepentingan Politik dan Dampaknya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Damara, M. Deni; Nasution, Kautsar Fatin Dharmawan; Ananda, Bunga; Armin Rahmansyah nasution
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3835

Abstract

Penelitian ini membahas dinamika ekonomi politik dalam penganggaran dan penyaluran bantuan sosial (bansos) di Indonesia selama periode 2014–2024 dengan menekankan bagaimana kepentingan politik memengaruhi kebijakan fiskal dan implementasi program sosial. Dalam rentang waktu tersebut, anggaran bansos mengalami peningkatan yang sangat signifikan, terutama pada masa pandemi COVID-19 serta menjelang Pemilu 2024, sehingga menimbulkan dugaan adanya political budget cycle ketika pemerintah meningkatkan belanja sosial untuk memperoleh dukungan elektoral. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis kajian literatur, penelitian ini membahas bagaimana penyusunan anggaran dan mekanisme penyaluran bansos sering kali tidak sepenuhnya didasarkan pada kebutuhan masyarakat rentan, melainkan dipengaruhi oleh agenda politik jangka pendek yang berpotensi menggeser orientasi kebijakan sosial. Temuan penelitian menunjukkan bahwa intervensi politik tidak hanya memicu lonjakan anggaran pada tahun politik, tetapi juga menyebabkan berbagai distorsi seperti ketidaktepatan sasaran, pendataan yang tidak akurat, personalisasi bantuan, serta munculnya relasi patronase antara pemerintah dan penerima manfaat. Kondisi tersebut memberikan dampak negatif terhadap efektivitas program perlindungan sosial karena distribusi bantuan tidak lagi sepenuhnya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat rentan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan perlunya penguatan tata kelola bansos melalui transparansi anggaran, perbaikan basis data, peningkatan kapasitas pengawasan, serta keterlibatan publik agar penyaluran bansos kembali berfungsi optimal dan bebas dari kepentingan elektoral yang dapat merugikan masyarakat.
Pengaruh Korupsi dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Kemiskinan di Indonesia Tahun 2001-2024 Saragih, Elisa Clara; Br Sinaga, Era Widia; Hutabalian, Relli Anisma; Nasution, Armin Rahmansyah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3986

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak korupsi dan pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia selama tahun 2001 hingga 2024. Kemiskinan terus menjadi isu mendasar yang menghalangi kemajuan pembangunan nasional, sehingga diperlukan pemahaman yang lebih dalam mengenai elemen-elemen yang mempengaruhinya. Pendekatan penelitian yang diterapkan adalah kuantitatif, memanfaatkan data deret waktu yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan Transparency International. Metode analisis yang diterapkan adalah regresi linear berganda setelah melakukan pengujian asumsi klasik. Variabel yang dianalisis terdiri dari tingkat kemiskinan sebagai variabel terikat, sementara Indeks Persepsi Korupsi (CPI) dan pertumbuhan ekonomi berfungsi sebagai variabel bebas. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa korupsi memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap kemiskinan, dengan koefisien sebesar -0.443004 dan probabilitas 0.0000. Ini menunjukkan bahwa pengurangan tingkat korupsi dapat secara signifikan menurunkan tingkat kemiskinan. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi menunjukkan koefisien negatif sebesar -0.022884 dan tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kemiskinan dengan probabilitas 0.8530, menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi masih belum sepenuhnya menguntungkan kelompok masyarakat berpendapatan rendah. Secara bersamaan, kedua variabel tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan, dengan nilai Prob(F-statistic) sebesar 0.000000 dan R-squared 0.9245, yang menunjukkan bahwa 92,45% variasi dalam kemiskinan dapat dijelaskan oleh korupsi dan pertumbuhan ekonomi. Hasil ini menekankan bahwa peningkatan tata kelola pemerintahan melalui penghapusan korupsi harus menjadi strategi utama dalam usaha mengurangi kemiskinan di Indonesia.
Co-Authors Aini, Lathifah Ainul Mardhiyah, Ainul Aisyah Fadhillah Lubis Aisyah Fadhillah Lubis Akmalia, Uswatul Ali Fikri Hasibuan Alisya, Jeane Ananda, Bunga Angelia, Tina Angkat, Febryanti ANNISA HANDAYANI Ardiansyah, Fikri Batu Bara, Radja Marihat Br Sinaga, Era Widia Br. Ginting, Hilkia Natasya Dachi, Indriana Damara, M. Deni Damara, Muhammad Deni Dedeng Irawan Elisa Clara Saragih Eliza Handayani Lubis Evi Syuriani Harahap Fadhil Irfansyah Fadhil Irfansyah Fadiya, Feny Fayza, Salsabila Febri Br Hutabarat Febrianti, Gita Feby, Yohana Felecia Fidia Wati Fikri Hasibuan, Ali Fitrah Maya Sari Hasugian Fransiskus, Yogi Gary Ganda Tua Sibarani, Choms Ginting, Era Mustika Ginting, Hilkia Natasya Br. Gultom, Rona Hinirim Handani, Tia Hasibuan, Alawi Parlindungan Hasibuan, Andriansyah Hasugian, Fitrah Maya Sari Hidayat, Nasrullah Agus Hilkia Natasya Br. Ginting Hutabalian, Relli Anisma Hutabarat, Febry Br Icha Riska Gloria Nainggolan Indriana Dachi Indriani, Selvi Irsyad, Ferozi Ramdana Jelita Simanungkalit Juanda Maulana Juniarta Br Sinaga Kaiesa Raihatul Muntaza Lora Theresia Panggabean Lubis, Eliza Handayani Lubis, Karina Safitri Lumbansiantar, Krisna Sarinauli Manik, Citra Wulandari Manik, Marke Muji Manurung, Aprina Septauli Manurung, Mahlina Putri Manurung4, Mahlina Putri Marbun, Jonatan Margaretha Sembiring Maulana, Juanda Maya Wulandari Mery Kristiani Muammar Rinaldi Muhammad Bukhori Dalimunthe Muhammad Deni Damara Mujasmara, Fildzah Darayani Muntaza, Kaiesa Raihatul Nababan, Vito Rogantina Nafisha, Nadya Naibaho, Angelina Rolas Olivia Nainggolan, Icha Riska Gloria Nainggolan, Noubel Putra Nasrullah Hidayat, Nasrullah Nasution, Kautsar Fatin Dharmawan NASUTION, PUTRI ANDINI Noer, Muhammad Raihan Novita Hotma Uli Sitanggang Novita, Hannisa Nurul Azmi Nurul Azmi, Nurul Octaviani, Windi Panggabean, Lora Theresia Panjaitan, Tulus Pasaribu, Alya Sabrina Pasaribu, Julio Rikky Supriadi Pratiwi, Audina Putri, Devi Adinda Putri, Dwi Nabilla Rafael Benediktus Rafael Benediktus Rina Rina Rina Rinaldi Rinaldi Rinaldi Rinaldi Runi , Naila Ananda Runi, Naila Ananda Rut Afentina Sinambela Saajidah, Annisah Salma Diani Salsabila, Salsabila Salsabila, Sasabila Salsabilah, Alifah Saragih, Elisa Clara Sarah Bakara Sarah, Mei Sari, Arsiska Sari, Yolanda Novita Sembiring, Margaretha Septian, Yan Siahaan, Tegar Efraim Gilbert Sihombing, Theresia Silaban, Krisnawati Simandalahi, Eliata Sinaga, Era Widia Br Sinaga, Primawati Sinambela, Rut Afentina Sinurat, Nurlia Aprianti Sipahutar, Jelita Novianna Sirait, Joan Agus Sirait, Melani Manginar Siregar, Filja Azkiah Siregar, Rahel Veronika Sitanggang, Devi Margaretta Sitanggang, Enzelina Sitanggang, Novita Hotma Uli Siti Naila Rahmi Sitohang, Cindy Eleonora Sitohang, Gresia Septina Situmorang, Frandika Situmorang, Rachel Meylani Syahbana, Eza Syahrani, Desi Tegar Efrahim Gilbert Tia Handani Tia Handani Tina Angelia Turnip, Christina Hotmatondini Ulfah, Aqilah Alifiyah Uswatul Akmalia Yan Septian Yani, Rindy Endry Yogi Fransiskus Yosua Simanjuntak Yosua Simanjuntak