Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan tentang Aktifitas Fisik dalam Peningkatan Status Kesehatan Udin Rosidin; Nina Sumarni; Iwan Suhendar
Media Karya Kesehatan Vol 2, No 2 (2019): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.127 KB) | DOI: 10.24198/mkk.v2i2.22574

Abstract

Melakukan aktifitas fisik merupakan salah satu indikator dalam pelaksanaan PHBS. Dalam survey awal yang dilakukan penulis menunjukkan bahwa di Desa Jayaraga sebesar 36,8 tidak melakukan aktifitas fisik. Padahal apabila dilihat dari letak geografisnya sangat dekat dengan sarana olah raga. Indikator lain ditemukan sebesar 3,8 % pertolongan persalinan tidak oleh nakes, 5,8 % balita tidak ditimbang di posyandu. Rendahnya aktifitas fisik akan berdampak pada meningkatnya prevalensi penyakit degeneratif yang akibatnya pada penurunan status kesehatan. Melakukan aktifitas fisik adalah cara untuk meningkatkan status kesehatan.  Hambatan yang menyebabkan rendahnya pelaksanaan aktifitas fisik diantaranya adalah pengetahuan, motivasi dan ketersediaan sarana. Upaya yang dapat dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan adalah penyuluhan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya aktifitas fisik bagi kesehatan. Metoda pelaksanaannya adalah melakukan penyuluhan. Melalui program ini masyarakat diberi pemahaman tentang pentingnya melaksanakan aktiifitas fisik bagi kesehatan. Jumlah peserta penyuluhan  sebanyak 41 orang. Kegiatan dimulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga penyusunan laporan. Hasil kegiatan menunjukan bahwa rata rata nilai pengetahuan masyarakat sebelum dilaksanakan penyuluhan dari range 0 sampai dengan 100 sebesar 61,6. Sedangkan setelah dilaksanakan penyuluhan sebesar 69.  Dari hasil tersebut dibuktikan bahwa ada peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya aktifitas fisik setelah dilakukan penyuluhan. Kesimpulan. Pelaksanaan kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya aktifitas fisik bagi kesehatan. Rencana tidak lajut dari kegiatan ini adalah melaksanakan kerjasama dengan petugas kesehatan untuk melakukan pembinaan dan bimbingan kepada masyarakat tentang hidup sehat.Kata kunci : Aktifitas fisik, penyuluhan, PHBS.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Senam Diabetes Melitus terhadap Pengetahuan Kader Kesehatan Sri Amanda; Udin Rosidin; Ryan Hara Permana
Media Karya Kesehatan Vol 3, No 2 (2020): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v3i2.25656

Abstract

Tingkat pengetahuan kader kesehatan mengenai senam diabetes melitus adalah hal yang penting untuk melaksanakan manajemen diri penderita diabetes melitus. Namun, masih banyak kader kesehatan yang tidak tahu tentang hal tersebut sehingga kader kesehatan belum dapat melakukan pembinaan mengenai senam diabetes melitus. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi peningkatan pengetahuan kader kesehatan tentang senam diabetes melitus di wilayah Puskesmas Wanaraja. Kegiatan ini merupakan quasi  experiment one group pretest and postest design. Populasinya adalah kader kesehatan dengan jumlah 350 dan jumlah sample 78 kader kesehatan melalui teknik pengambilan sampel incidental sampling. Alat pengumpul data  adalah kuesioner yang dikembangkan peneliti. Analisa data yang dilakukan secara univariat dan uji paired t test dimana sebelum sudah diuji normalitas dengan menggunakan kolmogorov smirnov. Uji normalitas pada variabel pengetahuan menunjukan dstribusi normal. Hasil penelitian menunjukan rata-rata nilai pengetahuan kader kesehatan pretest sebesar 31,58 dan postest 72,26 dengan nilai signifkasi 0,00 < 0,05. Simpulan dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan  pengetahuan kader kesehatan tentang senam diabetes mellitus di wilayah Puskesmas Wanaraja. Diharapkan kader kesehatan dapat memberikan informasi tentang senam diabetes kepada masyarakat, khusunya penderita diabetes melitus dalam upaya pelaksanakan manajemen dirinya. Kata kunci: Kader kesehatan, pendidikan kesehatan, senam diabetes melitus.
Pelatihan Kader Kesehatan sebagai Upaya Sosialisasi RW Sehat Udin Rosidin; Theresia Eriyani; Umar Sumarna
Media Karya Kesehatan Vol 2, No 1 (2019): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.546 KB) | DOI: 10.24198/mkk.v2i1.19952

Abstract

Pelaksanaan PHBS sebagai awal terbentuknya RW sehat adalah semua perilaku yang dilakukan atas kesadaran sendiri sehingga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan. Cakupan rumah tangga berperilaku hidup bersih dan sehat di Jawa Barat berdasarkan data yang diperoleh dari profil data kesehatan Indonesia tahun 2014 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan sebesar 51,40 %, dari 3.178.032 rumah tangga yang dipantau (Kemenkes RI, 2014). Posisi Jawa Barat berada pada nomor 12 dari 33 provinsi di Indonesia. Apabila kita amati angka tersebut ternyata angka jumlah rumah tangga di Jawa Barat yang melaksanakan PHBS jumlahnya dibawah angka nasional (56,58 %). Belum dilaksanakannya PHBS pada masyarakat Garut salah satunya ditentukan oleh rendahnya pengetahuan masyarakat tentang PHBS.  Upaya peningkatan pengetahuan tersebut perlu dilakukan melalui berbagai cara salah satunya pelatihan kader kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk peningkatan pengetahuan kader kesehatan dalam memahami PHBS Rumah Tangga sebagai awal terbentuknya RW sehat. Metoda pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat ini adalah pelatihan kader kesehatan tentang PHBS melalui sosialisasi RW sehat dengan jumlah kader yang hadir sebanyak 25 orang. Kegiatan dimulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga penyusunan laporan. Hasil kegiatan berdasarkan uji analisis wilcoxon ada perubahan signifikan dalam  pengetahuan (Z--4.298) dengan rata pre test 46,2 (SD.8,57)) dan post test 67.3 (SD 9,59). Kesimpulan. Pelaksanaan kegiatan mendapat apresiasi dari seluruh kader kesehatan dan aparat pemerintah yang hadir. Kata kunci : Pelatihan, kader kesehatan, PHBS, RW Sehat.
Pendidikan Kesehatan Tentang Personal Hygiene Pada Siswa SMK Al Halim Garut Udin Rosidin; Nina Sumarni; Iwan Suhendar
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.629 KB) | DOI: 10.31294/jabdimas.v4i2.9272

Abstract

AbstrakUpaya hidup sehat harus dijalankan oleh masyarakat sesuai dengan program pemerintah yang mengutamakan upaya promotif dan preventif. Program tersebut memerlukan peran semua sektor dan peran serta seluruh masyarakat. Gerakan ini harus dilaksanakan disemua tatanan termasuk institusi pendidikan.  Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Al Halim adalah institusi pendidikan yang mempunyai peranan penting dalam Germas. SMK AL-Halim merupakan sekolah yang berbasis pesantren sehingga seluruh siswanya merupakan santri dipondok pesantren. Pada survey awal yang dilakukan kepada siswa-siswi SMK Al-Halim menunjukan masalah personal hygiene menjadi salah satu permasalahan yang dikeluhkan oleh siswa yang dimungkinkan karena kurangnya pengetahuan siswa. Berdasarkan permasalahan terebut diatas maka perlu dilakukan kegiatan pengabdian tentang peningkatan pengetahuan siswa dalam pelaksanaan personal hygiene di SMK Al-Halim Garut. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa di SMK AL- Halim. Metode yang digunakan adalah  pelaksanaan pendidikan kesehatan tentang personal hygiene. Sebelum pelaksanaan  pendidikan kesehatan dilakukan persiapan sosial untuk membangun komitmen terhadap pelaksanaan pendidikan kesehatan. Kegiatan ini menunjukkan adanya perbedaan rata rata nilai pengetahuan sebelum dan sesudah dilaksanakan pendidikan kesehatan. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat adalah adanya peningkatan pengetahuan siswa SMK Al Halim tentang personal hygiene. Kata Kunci : Pengetahuan, Personal Hygiene, Pendidikan Kesehatan.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MENGENAI PENTINGNYA MENJAGA KADAR HEMOGLOBIN DI DALAM DARAH PADA SISWI SMA NEGRI 1 GARUT Umar Sumarna; Furkon Nurhakim; Udin Rosidin
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v4i1.32613

Abstract

ABSTRAKSiswa-siswi sekolah menengah terdiri dari anak-anak remaja calon penerus bangsa, dimana fisik dan intelektualnya sedang berkembang, serta dipersiapkan untuk menyongsong masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu sangat disayangkan bila status kesehatannya rendah, tubuhnya lemah, dan kurang produktif. Kondisi tersebut akan terjadi bila kadar haemoglobin dalam darahnya rendah. Pada studi pendahuluan yang dilakukan di SMA Negeri 1 Garut ditemukan bahwa dalam pemeriksaan di laboratorium, banyak siswa-siswinya yang terbukti kadar haemoglobinnya rendah, yaitu di bawah 11 gr%, terutama para siswinya. Data tersebut diperkuat dengan banyaknya para siswi yang dibopong ke ruang UKS setelah melakukan aktivitas yang agak berat, seperti olahraga, upacara, kegiatan pramuka dan lain lain. Upaya untuk mengatasi hal itu telah dilakukan oleh pihak sekolah dengan cara bekerja sama dengan pihak puskesmas setempat dengan menyelenggarakan kegiatan UKS. Adapun program yang nyata dan spesifik pada siswi di SMA Negeri 1 Garut adalah program pemberian tablet Fe. Masalah yang terdapat di sekolah tersebut adalah pada kurang berhasilnya program pemberian tablet Fe dalam upaya menjaga kadar haemoglobin dalam darah. Hal ini terjadi karena kurangnya disiplin para siswi dalam melaksanakan program tersebut, dimana tablet Fe tersebut banyak yang dibuang bukan dimakan dengan alasan yang bermacam-macam. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan demonstrasi. Hasil yang didapatkan menunjukkan, bahwa responden siswi SMA Negeri 1 Garut sebanyak 71 orang memperoleh nilai pretest 4,55 s.d 90,91 dan nilai postes 45,45 s.d 100,00, sementara nilai rerata pretes 36,36, dan nilai rerata postest 68,16 dengan nilai signifikansi 0,00. Maka dapat disimpulkan bahwa para siswi SMA Negeri 1 Garut sangat antusias dalam mengikuti pendidikan kesehatan yang berkaitan dengan peningkatan kadar haemoglobin dalam darah. Kata Kunci: haemoglobin, siswi, tablet Fe
BERAKSI CEGAH PENYAKIT TIDAK MENULAR DI RW 2 KELURAHAN JAYAWARAS TAROGONG KIDUL GARUT Udin Rosidin; Witdiawati Witdiawati; Umar Sumarna
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v3i3.29993

Abstract

Kegiatan PPM ini dilatarbelakangi dengan tingginya penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus (DM). Keadaan seperti ini akibat adanya pergeseran pola penyakit, dari penyakit menular ke penyakit tidak menular. Konsep transisi epidemiologi tersebut menggambarkan adanya kecenderungan dominasi penyakit degenaritif yang sangat di tentukan oleh perilaku masyarakat. Perilaku masyarakat yang sangat tepat untuk mengatasi penyakit degeneratif ini adalah dengan melaksanakan PHBS. Dalam kegiatan survey yang dilaksanakan di RW 02 Kelurahan Jayawaras oleh mahasiswa profesi menunjukan banyak masyarakat yang menderita penyakit hipertensi dan diabetes melitus. Tujuan dalam kegiatan PPM ini diharapkan adanya gerakan masyarakat untuk mencegah penyakit tidak menular (PTM) khususnys penyakit hipertensi dan diabetes melitus. Metoda pelaksanaan PPM yang dilakukan diawali dengan persiapan sosial dengan melakukan pendekatan pada pihak terkait, baik lintas program maupun lintas sektoral. Kemudian melakukan serangkaian kegiatan upaya pencegahan PTM dengan thema BERAKSI CEGAH PTM. Kegiatan ini disepakati oleh seluruh masyarakat melalui musyawarah masyarakat kelurahan. Namun saat kegiatan sedang berjalan terjadi beberapa perubahan strategi pelaksanaan karena adanya pandemi covid 19. Hasil kegiatan  tidak seluruhnya bisa diikuti seluruh masyarakat karena metoda yang digunakan sebagian menggunakan metode daring. Kegiatan senam hipertensi dan pemeriksaan kesehatan diikuti oleh sebagian warga masyarakat sedangkan pendidikan kesehatan diikuti oleh ketua RT, RW dan kader kesehatan.  Hasil pengabdian ini diharapkan akan menjadi kebiasaan yang baik dari seluruh masyarakat terutama dalam menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat sehingga dapat tercegah dari penyakit tidak menular.
EDUKASI 3M DALAM MENINGKATKAN SELF-AWARENESS TERHADAP PENYEBARAN COVID-19 DI SMKN 4 GARUT Theresia Eriyani; Iwan Shalahuddin; Udin Rosidin
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v4i1.32341

Abstract

Coronavirus 2019 atau Covid-19 merupakan pandemi yang telah mengakibatkan tingginya angka mortalitas di berbagai belahan dunia. Pengetahuan mengenai pandemi Covid-19 yang baik dan perilaku hidup bersih dan sehat dengan menerapkan protokol 3M sebagai upaya mencegah penularan Covid-19 penting untuk diterapkan terutama pada golongan remaja. Tujuan pendidikan promosi kesehatan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Edukasi 3M dalam Upaya Meningkatkan Self-Awareness terhadap Penyebaran Covid-19 di SMKN 4 Garut. MetodePre-Experimental Design, One group Pretest-Posttest Design dengan sampel sebanyak 16 orang siswa SMKN 4 Garut. Hasil, analisis univariat didapatkan data responden jenis kelamin laki-laki yaitu 43,7%, dan jenis kelamin perempuan yaitu 56,3% menunjukan adanya peningkatan pengetahuan siswa dan siswi SMKN 4 Garut setelah diberikan pendidikan kesehatan mengenai Edukasi 3M dalam Upaya Meningkatkan Self-Awareness terhadap Penyebaran Covid-19 di SMKN 4 Garut. Simpulan, Adanya perbedaan pengetahuan yang signifikan pada responden sebelum dan setelah dilakukannya pendidikan kesehatan mengenai Edukasi 3M dalam Upaya Meningkatkan Self-Awareness terhadap Penyebaran Covid-19 di SMKN 4 Garut
EDUKASI DARING TENTANG PENCEGAHAN COVID-19 PADA TOKOH MASYARAKAT DESA HAURPANGGUNG KABUPATEN GARUT Udin Rosidin; Umar Sumarna; Theresia Eriyani; Rohmahalia M Noor
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v4i1.32528

Abstract

Saat ini seluruh negara disibukkan dengan masalah kesehatan masyarakat yaitu pandemi Covid-19. Data akhir tahun 2020 melaporkan bahwa kasus terus meningkat di seluruh dunia. Demikian juga di Indonesia di mana kasus terus naik dan Jawa Barat termasuk provinsi dengan kasus terbanyak. Haurpanggung salah satu desa di Kabupaten Garut merupakan daerah yang memiliki potensi tinggi penularan Covid-19. Hasil survei menunjukkan masih banyak masyarakat Haurpanggung yang mengabaikan protokol kesehatan. Selain itu, terdapat tiga area publik seperti pasar, terminal, dan sarana olahraga yang memungkinkan menjadi sumber penularan Covid-19. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, persepsi, sikap, dan perilaku tokoh masyarakat dalam pencegahan Covid-19 di Desa Haurpanggung. Metode kegiatan adalah analitik kuantitatif dengan jenis metode menggunakan one group pretest and postest tanpa kelompok pembanding. Uji statistik yang digunakan yaitu uji t dependen (paired t test). Populasinya adalah tokoh masyarakat sebagai mitra kuliah kerja nyata mahasiswa Universitas Padjadjaran yang berjumlah 40 orang. Hasil kegiatan menunjukan, sebelum dilakukan edukasi secara daring, nilai pengetahuan terendah sebesar 6 poin dan setelah dilakukan edukasi meningkat menjadi 9,9 poin. Nilai persespsi dari 25 poin meningkat menjadi 33 poin. Sikap meningkat dari 25 menjadi 36 dan perilaku meningkat dari 21 menjadi 27 poin. Hasil tersebut merupakan potensi yang strategis untuk pencegahan Covid-19. Kesimpulan yang dapat diambil adalah terdapat pengaruh edukasi daring tentang pencegahan Covid-19 terhadap peningkatan pengetahuan, persepsi, sikap, dan perilaku tokoh masyarakat di Desa Haurpanggung.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG JAJANAN SEHAT DI SEKOLAH DASAR NEGERI JATI III TAROGONG KALER GARUT Nina Sumarni; Udin Rosidin; Umar Sumarna
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v3i2.28026

Abstract

Pada saat ini masih banyak masyarakat yang tidak peduli terhadap apa yang mereka makan, baik dewasa maupun anak-anak. Bagi masyarakat, hal terpenting dari makanan adalah rasa yang enak, porsi yang banyak, dan harga yang pas. Masyarakat khususnya anak-anak cenderung membeli makanan tanpa memperhatikan kebersihannya. Sehingga sering terjadi mereka menjadi korban dari jajanan yang tidak sehat. Hal ini terjadi karena minimnya pengetahuan tentang bagaimana mengenali jajanan yang aman. Jajanan anak sekolah yang kurang terjamin kesehatannya dapat menyebabkan keracunan, gangguan pencernaan, dan jika berlangsung lama akan menyebabkan status gizi yang buruk.  Berdasarkan survei Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia tahun 2014, masih banyak ditemukan  jajanan sekolah  yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Hal ini tentunya sangat memprihatinkan, sebab makanan bukan hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada tubuh, melainkan kandungan gizi yang baik dari segi kuantitas maupun kualitas diperlukan agar tumbuh kembang anak dapat optimal. Metode yang digunakan adalah penyuluhan yang diadakan SDN Jati III Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut. Hasil dari kegiatan ini didapatkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat menghasilkan siswa siswi yang memiliki pengetahuan tentang jajanan yang sehat. Hasil pengabdian ini diharapkan akan menjadi modal dasar dalam pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat di tatanan sekolah, sehingga terwujud generasi yang sehat dan kuat.At this time there are still many people who do not care about what they eat, both adults and children. For the people, the most important thing from food is good taste, large portions, and the right price. Society especially children tend to buy food without regard to cleanliness. So often they become victims of unhealthy snacks. This happens because of the lack of knowledge about how to recognize safe snacks. Snacks from school children whose health is not guaranteed can cause poisoning, digestive disorders, and if it lasts longer will cause poor nutritional status. Based on a survey of the Indonesian Food and Drug Administration (BPOM) in 2014, there were still many school snacks that did not meet health requirements. This is of course very alarming, because food is not just to meet the nutritional needs of the body, but good nutritional content in terms of quantity and quality is needed so that children's growth and development can be optimal. The method used was counseling held by SDN Jati III, Tarogong Kaler District, Garut Regency. The results of this activity found an increase in the average value of knowledge before and after health education. The results of community service are expected to produce students who have knowledge about healthy snacks. The results of this dedication are expected to be the basic capital in the formation of clean and healthy living behavior in the school setting, so that a healthy and strong generation is realized.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENCEGAHAN COVID 19 DI DESA CILEMBU KECAMATAN PAMULIHAN KABUPATEN SUMEDANG Udin Rosidin; Desy Indra Yani; Mamat Lukman; Adelse Prima Mulya
Dharmakarya Vol 10, No 3 (2021): September, 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v10i3.32639

Abstract

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pandemi Covid 19 yang terus meningkat. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan upaya pencegahan covid 19 oleh seluruh masyarakat termasuk masyarakat Desa Cilembu Sumedang. Dalam survey awal menunjukkan masih banyak masyarakat yang tidak melaksanakan protokol kesehatan. Masih ada masyarakat yang beranggapan bahwa Covid 19 adalah tidak nyata. Memakai masker karena takut razia. Sebagian masih tetap bekerja diluar rumah. Padahal untuk pencegahan covid 19 harus dilaksanakan oleh seluruh masyarakat. Melihat kondisi tersebut diperlukan adanya pendidikan kesehatan tentang covid 19 kepada masyarakat  Desa Cilembu. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Cilembu dalam pencegahan covid 19. Metode kegiatan yang dilaksanakan mulai dari persiapan sosial kemudian pelaksanaan penyuluhan dilaksanakan secara online melalui aplikasi whatsapp  dan zoom. Analisis data dilakukan dengan uji paired samples T test. Hasil kegiatan menunjukan sebelum dilakukan pendidikan kesehaan rata rata nilai pengetahuan sebesar 76,87 dan setelah dilakukan meningkat menjadi 83,75 point dengan nilai p sebesar 0,001. Peningkatan pengetahuan tersebut merupakan awal yang baik untuk melaksanakan protokol kesehatan. Diharapkan masyarakat yang mengikuti kegiatan ini bisa mensosialisasikan kepada masyarakat sekitarnya sehingga upaya pencegahan covid 19 dilaksanakan oleh seluruh masyarakat Desa Cilembu. Kesimpulan kegiatan ini adalah adanya  peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan covid 19 setelah dilakukan pendidikan kesehatan. Agar peningkatan pengetahuan tersebut menjadi perilaku pencegahan covid 19 maka sangat diperlukan upaya tindak lanjut pembinaan dari penanggung jawab wilayah.
Co-Authors Aat Sriati Adelse Prima Mulya Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ajeng Fajriati Nurul Fatimah Alam, Ismailah Amira, Iceu Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Ariyani, Anggi Putri Astiani, Santi ati surya mediawati Aulia, Syifa Nurul Cah Soniman Nitema Gea Cecep Eli Kosasih Citra Sari Citra Windani M.S Dadang Purnama Dadang Purnama Desy Indra Yani Ema Arum R. Erna Herawati Fatmaningsih, Nurul Khotimah Fauziyah, Shafira Fitri Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Habsyah Saparidah Agustina Haelena Wibowo, Gita Amoria Hartiah Haroen Harun, Hasniatisari Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Iceu Amira Iceu Amira Iceu Amira DA Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana, Indra Iqbal Pramukti Iwan Shalahhudin Iwan Shalahuddin Iwan Sholahhudin Iwan Sholahuddin Iwan Suhendar Iyus Yosep Jatiningtyas, Kurnia Jemi Rahmani A Juniarti, Neti Kosim Kosim Kusman Ibrahim Laili Rahayuwati Luthfi, Wazirul Luthfiyani, Nida M Noor, Rohmahalia Mamat Lukman Mamat Lukman, Mamat Maziyya, Nur Mediawati, Ati Surya Mira Trisyani Koeryaman Mohammad Abdul Mubaroq, Bagja Al Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nina Sumarni Nina Sumarni Nina Sumarni Noor, Rohmahalia M. Noor, Rohmahallia M Pristasari, Sheizi Putri, Dea Sephia R, Ema Arum Rahmawati, Sephia Raini Diah Susanti, Raini Diah Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalian M. Noor Rohman Hikmat Ryan Hara Permana Sandra Pebrianti Sandra Restuti Sena Yudipaty Senjaya, Sukma Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan, Sobur Shalahhudin, Iwan Sholahudin, Iwan Sobur Setiawan Sopia Marlina Sri Amanda Sri Hendrawati Sukma Senjaya Sukma Senjaya Sukmawati Sukmawati Sumarna, Umar Sumarna, Umar Sumarna, Umar Taty Hernawaty Tetti Solehati Tetti Solehati Theresia Eriyani Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Windani, Citra Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Witdiawati, Witidiawati Yudianto, Kurniawan Yuli Yani