Claim Missing Document
Check
Articles

DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DALAM MENJALANI HEMODIALISA Iwan Shalahuddin; Udin Rosidin
Media Informasi Vol 14, No 1 (2018): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.603 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v14i1.160

Abstract

Hemodialisis digunakan bagi pasien dengan tahap akhir gagal ginjal atau pasien berpenyakit akut yang membutuhkan dialisis waktu singkat. Menurut Indonesian Renal Registry 2011, pasien GGK yang menjalani hemodialisa berjumlah 22.304 jiwa. Masalah besar yang berkontribusi pada kegagalan hemodialisis adalah masalah kepatuhan klien. Banyak faktor yang menyebabkan kepatuhan yang berdampak pada kegagalan klien dalam mengikuti program terapi gagal ginjal, meliputi faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, lamanya, pengetahuan, kebiasaan merokok, motivasi, akses pelayanan kesehatan, peran persepsi pasien terhadap pelayanan perawat dan dukungan keluarga. Data tahun 2014 di RSUD dr. Slamet Garut dari 66 orang pasien yang menjalani hemodialisis ada 34 orang yang patuh dan ada 32 orang yang tidak patuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Ruang Hemodialisa RSUD dr. Slamet Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Analisa data menggunakan analisa univariat dengan rumus persentase dan analisa bivariat menggunakan spearman rank. Hasil penelitian menunjukan Sig. (2-tailed) adalah 0,003 (ρ 0,05) berarti ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Penulis menyarankan untuk membuat kelompok atau perkumpulan pasien hemodialisa dan membuat rencana tindak lanjut berupa kartu pengingat yang dilakukan setelah post hemodialisa untuk mengingatkan jadwal selanjutnya dalam memaksimalkan kepatuhan pasien dalam menjalani hemodialisa.
FAKTOR MANUSIA DENGAN KEJADIAN KESAKITAN PADA MAHASISWA AKPER PEMKAB GARUT TAHUN 2016 Iwan Shalahuddin; Dadang Purnama; Udin Rosidin
Media Informasi Vol 13, No 2 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.659 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v13i2.100

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mencari hubungan antara factor manusia (host) dengan kejadian kesakitan pada mahasiswa. Tinjauan teoritis yang digunakan yaitu konsep epidemiologi, konsep sehat sakit dan Study morbiditas dan disabilitas. Penelitian ini menggunakan desain analisis melalui metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Data yang tdikumpulkan berupa variabel faktor manusia (host) yaitu umur, jenis kelamin, pola makan, pola aktifitas olah raga, pola tidur malam, riwayat sakit dahulu dan keadaan sakit sekarang. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kesakitan mahasiswa pada mahasiswa tingkat satu dalam tiga bulan terakhir adalah 50 orang dengan frekuensi sakit setiap bulan sebesar 68%. Sebagian besar terjadi pada mahasiswa perempuan (60%) dengan pola makan 1-2 kali sehari 64%, tidak melakukan olah raga (76%), pola tidur jam 9 (54%), dan memiliki riwayat sakit dahulu (58%). Beberapa variabel yang menyatakan adanya hubungan dengan kejadian sakit di Akper Pemkab Garut adalah jenis kelamin, pola makan, pola aktifitas olah raga, dan kebiasaan tidur malam. Saran yang dapat diberikan adalah peningkatan upaya pemeliharaan sarana dan prasarana dalam menunjang perilaku hidup bersih dan sehat juga upaya untuk membentuk balai kesehatan mahasiswa. Untuk peneliti lain perlu adanya penelitian lebih lanjut tentang variabel yang belum diteliti pada penelitian ini. 
Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kemandirian Keluarga Dalam Perawatan Hipertensi Pada Keluarga Binaan Puskesmas Sukaresmi Kabupaten Garut Udin Rosidin; Theresia Eriyani; Iwan Shalahuddin
Jurnal Kesehatan Vol 5 No 3 (2017): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v5i3.24

Abstract

Penyakit  kardiovaskuler kini menjadi  penyebab utama  kematian  di dunia, termasuk di Indonesia. Dari data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan RI tahun 2007 diketahui bahwa 31,9 % kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler. diantaranya adalah penyakit  hipertensi  sebesar  12,3 %,  sebagai  penyebab  kematian  kedua  setelah stroke. Selain  menjadi  penyebab  kematian,  penyakit  hipertensi juga  prevalensinya  sangat tinggi yaitu 31,7 %. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor faktor apa saja yang berhubungan dengan kemandirian keluarga dalam melaksanakan perawatan hipertensi pada keluarga binaan. Penelitian  ini  menggunakan pendekatan  kuantitatif,  dengan  metode  penelitian  adalah cross sectional. Variabel dalam penelitian ini adalah   pengetahuan, akses ke pelayanan kesehatan dan  perilaku  petugas  kesehatan sebagai variabel independen dan kemandirian keluarga dalam melaksanakan perawatan hipertensi di rumah adalah variabel dependennya.  Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa pada variabel independen  pengetahuan  responden  50% baik,  akses  ke  pelayanan  kesehatan 52,6% jauh,  dan  perilaku  petugas  kesehatan  55,3%  tidak  melakukan  standar pelayanan kesehatan. Sedangkan  variabel  dependen  39,5 % responden  berada pada tingkat kemandirian I. Kesimpulan berdasarkan hasil uji statistik didapatkan hasil adanya hubungan  antara  pengetahuan  dengan  kemandirian  keluarga  (p value  = 0,042), adanya hubungan antara  akses ke pelayanan  kesebatan dengan tingkat kemandirian keluarga (p value = 0,044) dan ada hubungan antara perilaku petugas kesehatan terhadap tingkat kemandirian (p value = 0,030). Saran untuk Puskesmas Sukaresmi   yang   dapat  diberikan   adalah   untuk   tetap melakukan pembinaan keluarga khususnya pada penderita hipertensi, mendekatkan  jangkauan  pelayanan kesehatan kepada keluarga binaan dan selalu bekerja sarna dengan keluarga dalam melaksanakan program pembinaan keluarga.
Hubungan Pengetahuan, Sikap Dengan Perilaku Pengaturan Diet Hipertensi Di Puskesmas Guntur Garut Iwan Shalahuddin; Udin Rosidin; Umar Sumarna
Jurnal Kesehatan Vol 9 No 3 (2021): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jkes.v9i3.287

Abstract

Hypertension is a non-communicable disease in which cases are still many in Indonesia. Hypertension diet is one of the treatments to prevent recurrence in hypertension. The knowledge of attitude and behaviuor in a person will be carried out with proper management. Knowledge is something that can underlie or encourage someone to take action or behaviuor. The recommended hypertension diet for people with hypertension is the consumption of food that is low in salt, low in fat, increase fibre, increase potassium intake, do not consume cigarette, coffee and alcohol, increase consumption of vegetable and fruit. The purpose of this research was to determine the description of knowledge, attitude and behavior of hypertension sufferers about dietary food regulation in the working area of Guntur Health Center Garut. This research was conducted using a quantitative approach. The population in this research were all hypertension sufferers in Guntur Health Center as many as 265 people. The sample in this research amounted to 159 people using accidental sampling techniques. the instrument used in the form of a questionnaire, which includes: knowledge, attitude and behaviour. Data analysis used univariate analysis. The result of this research indicated that the majority of respondents had a good level of knowledge as many as 152 people (95,6%),159 people (100%) had a supportive attitude, and 159 people (100%) had positive behavior. There is a relationship between knowledge and attitudes towards dietary regulation behavior for hypertensive patients with analytical test results obtained p-value less than 0.05 (knowledge 0.033 and attitude 0.013). From the result of this research, there were several behaviours that had to be improved and had to be maintained. like reducing the consumption of full cream milk, biscuit and egg yolk and maintaining consumption of fruit, vegetable and food that contain low fat.The result of this research expected to be used as a reference and learning both in the provision of health education or other nursing care for the knowledge, attitude and behaviour of hypertension sufferers about dietary food regulation
Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Tokoh Masyarakat (Kader) Dalam Pencegahan Covid-19 Di Desa Haurpanggung Kabupaten Garut Udin Rosidin; Umar Sumarna; Iwan Shalahuddin
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.163 KB) | DOI: 10.33024/mnj.v4i5.6175

Abstract

ABSTRACT Prevention of COVID-19 must be done by the whole community. So public health precautions must be applied. The public must be disciplined in carrying out promotive and preventive efforts in preventing COVID-19. The support of community leaders is currently still limited to the phase of just getting involved and being part of the activity. Efforts to prevent COVID-19 are not enough just to provide information to the public. These prevention efforts need the support and active role of public figures. It is hoped that it can be known what factors are related to the behavior of health cadres in preventing COVID-19 in Haurpanggung Village, Tarogong Kidul District, Garut Regency. The design of this research is to analyze secondary data as a follow-up to community service activities. The population in this study were all public figures in the village of Haurpanggung, totaling 80 people. Univariate analysis was used in the form of frequency distribution and bivariate with a chi-square test. Correlation is significant if p-Value <  α or p-Value < 0.05. Respondents' knowledge does not have a relationship with the behavior of implementing covid-19 prevention with a p-Value of 0.078, Respondents' perception has a relationship with the behavior of implementing covid-19 prevention with a p-value of 0.034, and the respondent's perception has no relationship with the behavior of implementing covid prevention -19 with a p-Value value of 0.09. This study can conclude that knowledge and perception do not have a significant relationship with the behavior of community leaders in Haurpanggung Village in implementing health protocols as an effort to prevent COVID-19. Keywords: Determinants of Behavior, Prevention of COVID-19, Public FigureABSTRAK Pencegahan COVID-19 harus dilakukan oleh seluruh masyarakat. Maka  kewaspadaan kesehatan masyarakat harus diterapkan. Masyarakat harus disiplin melaksanakan upaya-upaya promotif dan preventif dalam pencegahan COVID-19. Dukungan tokoh masyarakat saat ini masih terbatas pada fase sekedar terlibat dan menjadi bagian dari kegiatan. Upaya pencegahan COVID-19 tidak cukup hanya sekedar memberikan informasi kepada masyarakat. Upaya pencegahan tersebut perlu dukungan dan peran aktif dari para tokoh masyarakat. Tujuan diharapkan dapat diketahui faktor- faktor apa saja yang berhubungan dengan perilaku kader kesehatan dalam pencegahan COVID-19 di Desa Haurpanggung Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut. Rancangan penelitian ini adalah menganalisa data sekunder sebagai tindak lanjut dari kegiatan pengabdian pada masyarakat. Populasi dalam penelitian  ini adalah  seluruh tokoh masyarakat yang ada di Desa Haurpanggung yang berjumlah 80 orang. Analisis yang digunakan Univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariat denga  uji chi square. Korelasi dinyatakan signifikan bila p-Value < α  atau p-Value < 0,05. Pengetahuan responden tidak memiliki hubungan dengan perilaku pelaksaaan pencegahan covid-19 dengan hasil nilai p-Value 0,078, Persepsi responden memiliki hubungan dengan perilaku pelaksaaan pencegahan covid-19 dengan hasil nilai p-Value 0,034, serta persepsi responden tdiak memiliki hubungan dengan perilaku pelaksaaan pencegahan covid-19 dengan hasil nilai p-Value 0,09. Penelitian ini dapat menyimpulkan bahwa pengetahuan dan persepsi tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan perilaku tokoh masyararakat Desa Haurpanggung dalam pelaksanaan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan COVID-19. Kata Kunci: Determinan Perilaku, Pencegahan COVID-19, Tokoh Masyarakat 
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PHBS TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER DI DESA JAYARAGA GARUT Udin Rosidin; Iwan Shalahuddin; Theresia Eriyani
Malahayati Nursing Journal Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.531 KB) | DOI: 10.33024/manuju.v2i1.2358

Abstract

Pendahuluan: Cakupan rumah tangga berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di Jawa Barat sebesar 51,40 %.  Angka cakupan tersebut berada pada posisi 12 dari 33 provinsi di Indonesia. Angka nasional  menunjukan sebesar 56,58%. Apabila kita amati angka tersebut ternyata angka Jawa Barat lebih rendah dari angka nasional. Berdasarkan profil Kesehatan Kabupaten Garut didapatkan data bahwa rumah tangga yang sudah melaksanakan PHBS baru sebesar 51,70 %. Salah satu penyebabnya adalah masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang PHBS.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang PHBS terhadap peningkatan pengetahuan Kader Kesehatan dalam memahami PHBS Rumah Tangga. Metode:  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan membandingkan rata rata nilai pengetahuan responden  sebelum dan sesudah kegiatan pendidikan dilaksanakan. Uji statistik yang digunakan adalah uji wilcoxon dengan tingkat kesalahan sebesar 5% ( alpha =0,05). Jumlah populasi sebanyak 45 orang.Hasil: Hasil penelitian menunjukan adanya perubahan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan dengan p value ; 0,00. Rata rata nilai pre test 46,2 (SD.8,57) dan post test 67.3 (SD 9,59).Simpulan: Penelitian ini didapatkan adanya peningkatan rata rata nilai pengetahuan responden sebesar 12.50. Diharapkan dari penelitian ini dapat menjadi upaya untuk lebih meningkatkan pendidikan kesehatan tentang PHBS Rumah Tangga.
Pentingnya Edukasi Vasiksinasi untuk Mencegah Covid -19 Nina Sumarni; Udin Rosidin; Umar Sumarna
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.6273

Abstract

ABSTRAK Insiden COVID-19 ini telah menimbulkan kepanikan di masyarakat dan petugas kesehatan. Penyakit ini harus diwaspadai karena penularan yang relatif cepat dan memiliki gejala yang bervariatif, memiliki tingkat mortalitas yang tidak dapat diabaikan, dan belum adanya terapi definitif. Masih terdapat perbedaan pemahaman dan pengetahuan warga terkait dengan pentingnya vaksinasi COVID-19, sebagai  Upaya Pencegahan Penyebaran Virus COVID-19. Tujuan kegiatan adalah edukasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi  dalam mencegah COVID 19. Metode yang digunaan pada kegiatan ini ialah ceramah dan diskusi serta tanya jawab. Hasil yang dicapai setelah dilakukan  pendidikan kesehatan melalui edukasi, terdapat peningkatan pengetahuan tentang pentingnya vaksinasi dalam mencegah papar COVID-19 pada para peserta pendidikan kesehatan. Kata Kunci: Pencegahan, COVID-19, Vaksinasi  ABSTRACT The COVID-19 incident has caused panic in the community and health workers. This disease must be watched out for because of its relatively fast transmission and varied symptoms, a mortality rate that cannot be ignored, and the absence of definitive therapy. There are still differences in people's understanding and knowledge regarding the importance of COVID-19 vaccination, as an effort to prevent the spread of the COVID-19 virus. The purpose of the activity is education to increase public knowledge about the importance of vaccination in preventing COVID 19. The method used in this activity is lectures and discussions and questions and answers. The results achieved after health education was carried out through education, there was an increase in knowledge about the importance of vaccination in preventing exposure to COVID-19 in health education participants. Keywords: Prevention, COVID-19, Vaccination
Studi literatur: Gambaran penerimaan diri penderita diabetes mellitus tipe II Sopia Marlina; Udin Rosidin; Sandra Pebrianti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i1.4093

Abstract

Acceptance of illness among patients with type 2 diabetes mellitus: A Literature study Background: Diabetes mellitus is a chronic disease that is a world health problem. Every year there is an increase in the number of morbidity that can be at risk of complications. DM patients require lifelong management to prevent complications. There is a change in lifestyle that can lead to feelings of hopelessness, so it is very important for sufferers to have an attitude of acceptance of illness. Low acceptance of illness can affect sufferers of poor disease management.Purpose: To describe of acceptance of illness among patients with type 2 diabetes mellitus.Method: Using published narrative artarticle obtained from a database-based search process. The data used are secondary data taken from national and international scientific articles starting from 2010 to 2020. The search engine used is Google Scholar and a database from PubMed. Analyzing keywords according to the topic, “acceptance of disease” OR “acceptance” OR “receiving” AND Diabetes mellitus OR Diabetes mellitus Type II.Results: Finding was 10 articles showed 6 articles with a low level patient's acceptance of their illness which could affect sufferers such as low self-care, poor glycemic control, anxiety, depression, quality of life, emotional aspects and disrupting medication adherence while 4 articles showed high acceptance of illness showing DM management. adequate coping, low depression pressure, adherence to medication, good glycemic control and excellent quality of life.Conclusion: The description of the patient's acceptance of their illness shows the results of all articles that developed and developing countries do not affect the acceptance of illness level. Of the 10 articles, 6 articles showed low acceptance of illness and 4 articles showed high acceptance of illness. Keywords: Acceptance of illness; Patient; Type 2 diabetes mellitus Pendahuluan: Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang menjadi masalah kesehatan dunia, setiap tahun mengalami peningkatan angka kesakitan yang dapat beresiko terjadi komplikasi. Pasien DM memerlukan pengelolaan seumur hidup untuk mencegah terjadi komplikasi. Terjadi perubahan pola hidup dapat menimbulkan rasa putus asa sehingga penting sekali penderita memiliki sikap acceptance of illness. Acceptance of illness yang rendah dapat mempengaruhi penderita terhadap managemen penyakit yang burukTujuan: Mengetahui gambaran penerimaan diri penderita Diabetes Mellitus Tipe IIMetode: Menggunakan Narrative review artikel yang terpublikasi yang didapatkan dari proses pencarian berbasis database. Data yang digunakan yaitu data sekunder yang diambil dari artikel ilmiah nasional maupun internasional di mulai dari tahun 2010-2020. Search Engine yang digunakan adalah Google Schoolar dan database dari PubMed. Menganalisis kata kunci yang sesuai dengan topik, “penerimaan penyakit” ATAU “penerimaan” ATAU “menerima” DAN Diabetes Mellitus ATAU Diabetes Mellitus Tipe IIHasil: Dari 10 artikel menunjukan 6 artikel dengan acceptance of illness rendah yang dapat menimbulkan dampak pada penderita seperti rendah perawatan diri, kontrol glikemik buruk, kecemasan, depresi, kualitas hidup, aspek emosional dan menganggu kepatuhan pengobatan sedangkan 4 artikel menunjukan acceptance of illness tinggi menunjukan managemen DM koping adekuat, tekanan depresi yang rendah, patuh pengobatan, kontrol glikemik baik dan kualitas hidup baik.Simpulan: Gambaran tentang Acceptance Of Illness pada Penderita Diabetes Mellitus menunjukan hasil dari semua artikel bahwa negara maju dan berkembang tidak mempengaruhi pada tingkat acceptance of illness. Dari 10 artikel yang didapatkan 6 artikel menunjukan acceptance of illness rendah dan 4 artikel menunjukan acceptance of illness tinggi. 
DETEKSI DINI FAKTOR RESIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR DI RW 12 DESA JAYARAGA KECAMATAN TAROGONG KIDUL KABUPATEN GARUT Theresia Eriyani; Witdiawati Witdiawati; Udin Rosidin
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i1.2564

Abstract

Meningkatnya kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) secara signifkan akan menambah beban masyarakat dan pemerintah, karena penanganannya membutuhkan waktu yang tidak sebentar, biaya yang besar dan teknologi tinggi. Kasus PTM memang tidak ditularkan namun mematikan dan mengakibatkan individu menjadi tidak atau kurang produktif namun PTM dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risiko melalui deteksi dini. Dalam menurunkan kasus PTM melalui pengendalian faktor risiko PTM di masyarakat maka diperlukan upaya dan pemahaman yang sama terhadap pembagian peran dan dukungan manajemen program pengendalian PTM. Pada tahun 2016, sekitar 71 persen penyebab kematian di dunia adalah penyakit tidak menular (PTM) yang membunuh 36 juta jiwa per tahun. Sekitar 80 persen kematian tersebut terjadi di negara berpenghasilan menengah dan rendah. Tujuan dari dilaksanakannya  kegiatan PPM ini adalah Melakukan deteksi dini dan tindak lanjut dini faktor risiko PTM. Kegiatan yang dilakukan meliputi pemeriksaan tekanan darah, Pengukuran indeks massa tubuh, wancara perilaku berisiko dan Edukasi perilaku gaya hidup sehat melalui kegiatan  Posbindu. Metode pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat ini adalah pemeriksaan tanda tanda vital dan pemeriksaan kadar Hb, penimbangan BB, dan pengukuran antropometri  yang dilaksanakan pada kegiatan Posyandu dan Posbindu Citra di Rw 12 Desa Jayaraga Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut. Kegiatan dilaksanakan pada saat kegiatan Posyandu dalam kurun waktu 5 bulan (Agustus 2019 – Januari 2020) dan dilaksanakan tiap hari selasa atau rabu pada minggu ke 2.
Upaya Peningkatan Pelayanan Posyandu Citra Saat Pandemi Covid 19 RW 12 Desa Jayaraga Garut Udin Rosidin; Theresia Eriyani; Ahmad Yamin; Rohmahalia M Noor
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i4.4147

Abstract

ABSTRAKKegiatan PPM ini dilatarbelakangi oleh kejadian pandemi covid 19 yang berdampak  kepada pelayanan kesehatan disemua tingkatan, termasuk pelayanan kesehatan di Posyandu Citra RT 04 RW 12 Desa Jayaraga Garut. Pelayanan kesehatan di Posyandu ini tidak bisa melaksanakan pelayanan kesehatan setiap bulan. Ibu yang memiliki bayi balita tidak datang ke posyandu walaupun dijinkan untuk membuka pelayanan selama dua bulan. Melihat kondisi tersebut akan berpengaruh terhadap masalah kesehatan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Posyandu Citra saat pandemi Covid 19. Metode kegiatan yang dilaksanakan diawali dengan persiapan sosial, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan PPM ini adalah tetap melakukan pelayanan kesehatan selama dua bulan dan melakukan kunjungan pada bayi balita yang tidak datang dibulan tersebut, melakukan pemeiksaan tekanan darah bagi masyarakat sekitar dan melakukan gerakan kebersihan bersama masyarakat di sekitar lokasi posyandu Citra. Diharapkan dari kegiatan ini dapat meningkatkan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan.Kata Kunci : Covid 19, Peningkatan Pelayanan, Posyandu. ABSTRACT This PPM activity was motivated by the Covid 19 pandemic which had an impact on health services at all levels, including health services at Posyandu Citra RT 04 RW 12 Desa Jayaraga Garut. Health services at this Posyandu cannot provide health services every month. Mothers who have babies under five do not come to the posyandu even though they are allowed to open the service for two months. Seeing this condition will affect public health problems. This activity aims to improve health services at Posyandu Citra during the Covid 19 pandemic. The method of activities carried out begins with social preparation, implementation, and evaluation of activities. The results of this PPM activity are continuing to provide health services for two months and making visits to infants who do not come this month, conducting blood pressure checks for the surrounding community, and conducting hygiene movements with the community around the Posyandu Citra location. It is hoped that this activity can increase community participation in the health sector. Keywords: Covid 19, Service Improvement, Posyandu.
Co-Authors Aat Sriati Adelse Prima Mulya Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ajeng Fajriati Nurul Fatimah Alam, Ismailah Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Ariyani, Anggi Putri Astiani, Santi Aulia, Syifa Nurul Cah Soniman Nitema Gea Cecep Eli Kosasih Citra Sari Citra Windani M.S Dadang Purnama Desy Indra Yani Ema Arum R. Ema Arum Rukmasari Erna Herawati Fatmaningsih, Nurul Khotimah Fauziyah, Shafira Fitri Fortuna, Amanda Dwi Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Habsyah Saparidah Agustina Haelena Wibowo, Gita Amoria Hartiah Haroen Harun, Hasniatisari Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Iceu Amira Iceu Amira Iceu Amira D.A Iceu Amira DA Ikeu Nurhidayah Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Iqbal Pramukti Iwan Shalahhudin Iwan Shalahuddin Iwan Sholahhudin Iwan Sholahuddin Iwan Sholahudin Iwan Sholahudin Iwan Suhendar Iyus Yosep Jatiningtyas, Kurnia Jemi Rahmani A Jemi, Jemi Rahmani A Komariah, Mariah Kosim Kosim Kurniawan Yudianto Kusman Ibrahim Laili Rahayuwati Lisfa Asifah Luthfi, Wazirul Luthfiyani, Nida M Noor, Rohmahalia Mamat Lukman Maziyya, Nur Mediawati, Ati Surya Mira Trisyani Koeryaman Mohammad Abdul Mubaroq, Bagja Al Mulya, Adelse Prima Neti Juniarti Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nina Sumarni Noor, Rohmahalia M. Noor, Rohmahallia M Pristasari, Sheizi Purba, Avrilia Roroarta Wahyuni Purnama, Erita Cahya Putri, Dea Sephia Putri, Syifa Nabilla R, Ema Arum Rahmawati, Sephia Raini Diah Susanti Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalian M. Noor Rohman Hikmat Ryan Hara Permana Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Restuti Sena Yudipaty Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan, Sobur Shalahhudin, Iwan Sholahudin, Iwan Sobur Setiawan Sopia Marlina Sri Amanda Sri Hendrawati Sukma Senjaya Sukmawati Sukmawati Sumarna, Umar Sumarna, Umar Sumarna, Umar Taty Hernawaty Tetti Solehati Theresia Eriyani Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Windani, Citra Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Witdiawati, Witidiawati Yuli Yani