Claim Missing Document
Check
Articles

PENYULUHAN TENTANG BAHAYA MEROKOK PADA SISWA-SISWI SMKN 2 PANGANDARAN Umar Sumarna; Udin Rosidin; Dadang Purnama
Dharmakarya Vol 10, No 4 (2021): Desember, 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v10i4.29015

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan jumlah perokok terbanyak di ASEAN, Sementara itu, jumlah perokok Indonesia dengan umur lebih dari 10 tahun paling tinggi terdapat di Provinsi Jawa Barat. Kabupaten Pangandaran adalah salah satu kabupaten di Jawa Barat yang dijadikan tempat wisata. Sebagai tempat wisata, kabupaten ini berpotensi memiliki jumlah perokok banyak, karena lingkungan sosialnya mendukung remaja putra-putrinya untuk memiliki perilaku kebiasaaan merokok. Seperti pada sekolah-sekolah menengah atas  lainnya, maka siswa-siswi SMKN 2 Pangandaran terdiri dari remaja putra-putri yang terkena dampak berupa ancaman bahaya merokok. Dampak tersebut akan semakin mengancam siswa-siswi SMKN 2 Pangandaran bila tingkat pengetahuannya tentang bahaya merokok masih rendah, maka tujuan dari PPM ini adalah meningkatkan pengetahuan siswa-siswi SMKN 2 Pangandaran tentang bahaya merokok. Metode yang digunakan adalah metode penyuluhan berupa ceramah yang disertai dengan diskusi. Hasilnya adalah: dari 45 siswa-siswi diperoleh hasil pre test menunjukkan bahwa  sebanyak   31,11 % siswa memiliki tingkat pengetahuan baik , 46,67 % sedang, dan 22,22% kurang, sementara hasil post test sebanyak  71,11% siswa memiliki tingkat pengetahuan baik, 28,89 % sedang, dan tingkat pengetahuan kurang tidak ada. Maka dapat disimpulkan bahwa: secara kelompok, terjadi peningkatan pengetahuan tentang bahaya merokok dari siswa-siswi SMKN 2 Pangandaran.
Intervensi untuk Peningkatan Kualitas Hidup Lanjut Usia dari Aspek Psikologis: Literatur Review Iwan Shalahuddin; Indra Maulana; Udin Rosidin
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.9.2.2021.333-346

Abstract

Meningkatnya jumlah lanjut usia memunculkan permasalahan paling utama dari segi kesehatan serta kesejahteraan lanjut usia. Permasalahan tersebut bila tidak ditangani akan berkembang jadi permasalahan yang kompleks dari segi fisik, mental serta sosial yang berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan mereka. Masalah kesehatan dan kesejahteraan tersebut diakibatkan oleh proses kemunduran akibat proses menua. Sebagian besar penduduk lanjut usia selalu mengalami proses kelemahan, keterbatasan serta ketidakmampuan, sehingga kualitas hidupnya akan mengalami penurunan. Tujuan dari pencarian artikel yaitu untuk mendapatkan artikel dari Indonesia ataupun luar negeri yang membahas mengenai cara meningkatan kualitas hidup lansia pada aspek psikologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode literatur review yang sesuai untuk digunakan dalam studi literatur ini berbentuk scoping review dikarenakan tujuan dari penelitian literatur riview ini adalah untuk mengetahui cara meningkatan kualitas hidup lansia pada aspek psikologi, sehingga dapat digunakan sebagai intervensi alternatif untuk meningkatan kualitas hidup lansia pada aspek psikologi.  Pencerian literatur dengan menggunakan beberapa sumber yaitu Ebscoshot, Google Scholar dan Pubmed sebanyak 2401 artikel, kemudian dilakukan telaahan denga critical appraisal menggunakan instrumen Joanna Briggs Institute (JBI)  . Hasil penelusuran literatur  ada beberapa intervensi yang dapat dilakukan dalam upaya meningkatkan kualitas hidup lanjut usia dalam aspek kesehatan psikologi atau mental. intervensi tersebut terdiri dari aktivitas fisik, religius, fungsi keluarga, dukungan keluarga, teman sebaya dan home based intervention konseling serta aktivitas fisik, pengaturan pernafasan, psikologi dan Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Kesimpulan bahwa aktivitas fisik dan religi merupakan intervensi yang aplicable, mudah, dan ramah yang dapat dilakukan dalam meningkatkan kualitas hidup lansia.
Pengetahuan dan Sikap Masyarakat dalam Pencegahan dan Pemberantasan Jentik Nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Jayaraga Garut nina sumarni; Udin Rosidin; Witdiawati Witdiawati
ASPIRATOR - Journal of Vector-borne Disease Studies Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Aspirator Volume 11 Nomor 2 2019
Publisher : Loka Litbang Kesehatan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.466 KB) | DOI: 10.22435/asp.v11i2.1370

Abstract

Abstract. Cases of dengue hemorrhagic fever (DHF) are still a threat in Indonesia, especially entering the rainy season, the number of sufferers usually tends to increase, this occurs due to the proliferation of Aedes aegypti mosquito breeding breed. Prevention and eradication of dengue fever must be the responsibility of all communities. Efforts that can be done by the community are to be able to play an active role in monitoring mosquito larvae. This study aims to identify the knowledge and attitudes of the community in the prevention and eradication of dengue mosquito larvae. The head of the family in Jayaraga Garut, 103 kk, the amount of total populations, the study time was October 2018. Aspect Research Results Respondents' knowledge of participation in prevention and eradication of dengue vector still had 8 respondents whose knowledge was lacking. Attitude, there are still 9 responses whose attitude is not good. Participation in doing 3M most of the people of Jayaraga have prevented the breeding of the Aedes aegypti mosquito larvae even though there are still respondents who did nothing. The conclusion is that there are still some respondents whose knowledge, attitudes and actions are not good or not good.
Promosi Kesehatan ibu dan Anak pada ibu-ibu Bayi/Balita di RW 18 Kelurahan Jayawaras Kabupaten Garut Umar Sumarna; Nina Sumarni; Udin Rosidin
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 2, No 2: Mei (2021)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v2i2.167

Abstract

Abstrak: Kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu faktor yang penting untuk menentukan derajat kesehatan masyarakat. Seperti yang terjadi di Indonesia, tingginya angka kematian ibu dan anak akan berdampak pada menurunnya tingkat kesehatan masyarakat. Hal ini terjadi karena rendahnya pengetahuan ibu tentang  pemeliharaan kesehatan ibu dan anak. Untuk itu, tim pengabdian bertujuan menekan peningkatan kasus tersebut dengan cara memberikan promosi kesehatan terhadap salah satu kelompok masyarakat di Indonesia, yaitu ibu-ibu bayi dan balita di RW 18 Kelurahan Jayawaras Kabupaten Garut. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi. Hasil dari pendidikan kesehatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu-ibu tentang pemeliharaan kesehatan ibu dan anak. Peningkatan pengetahuan ditunjukkan dengan hasil pretes dengan rata-rata nilai 69,64 menjadi 84,64 pada nilai postes, nilai minimal 50 pada pretes menjadi 60 pada postes, dan nilai maksimal 80 pada pretes menjadi 100 pada postes. Hasil ini membuktikan bahwa ibu-ibu di RW 18 sangat antusias dalam mengikuti pendidikan kesehatan tersebut dikarenakan mereka merasa membutuhkan.Abstract: Maternal and infant/toddler health is an important factor and greatly determines the degree of public health. As happened in Indonesia, caused by the height of maternal and infant/toddler mortality rate impacts a low degree of public health. This happens caused by the low knowledge of ma about maternal maintaining maternal and infant/toddler health. For this reason, the community dedication team aimed to suppress the increase in cases by providing health promotion to one of the community groups in Indonesia, namely maternal in RW 18 Jayawaras Village Garut Regency. The methods used were lectures, discussion, and demonstrations. The results of health promotion indicated an increase in maternal knowledge about maintaining maternal and infant/toddler health. The increase in knowledge of the participants was shown by the results of pre-tests with an average score of 69.64 to 84.64 on post-test values, a minimum value of 50 on the pre-test to 60, and a maximum value of 80 on the pre-test to 100 in post-test. These results prove that the maternal in RW 18 Jayawaras village were very enthusiastic in participating in the health promotion because they felt they needed it.
Pendidikan Kesehatan Tentang Hidup Bersih dan Sehat di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Al-Amin Garut Iwan Suhendar; Udin Rosidin; Nina Sumarni
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 1, No 3: Agustus (2020)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v1i3.52

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat sangat penting dilaksanakan disemua tatanan masyarakat. Kebiasaan hidup sehat harus ditanamkan sejak dini mulai dari lingkungan tempat tinggal, sekolah maupun lingkungan masyarakat. Upaya dalam mewujudkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat tersebut harus dimulai dari lingkungan tempat tinggal anak seperti keluarga atau lembaga-lembaga sosial seperti panti asuhan. Salah satu Panti Asuhan yang menjadi sasaran kegiatan pengabdian masyarakat adalah Panti Asuhan Al-Amin. Hasil wawancara dengan pengelola LKSA Al Amin, banyak anak yang terkena penyakit musiman seperti demam, batuk dan pilek, diare dan beberapa penyakit kulit. Penyakit-penyakit tersebut timbul karena kebiasaan penghuni panti yang tidak bisa melaksanakan hidup bersih dan sehat. Memperhatikan hasil survey tersebut, upaya yang dapat dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan penghuni panti tentang PHBS adalah dilaksanakannya pendidikan kesehatan. Tujuan dari kegiatan pendidikan kesehatan tersebut adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pelaksanan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di  Lembaga kesejahteraan Sosial Anak Al-Amin. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah  pelaksanaan pendidikan kesehatan tentang PHBS. Sebelum pelaksanaan  pendidikan kesehatan. Kegiatan ini menunjukkan adanya perbedaan rata rata nilai pengetahuan sebelum dan sesudah dilaksanakan pendidikan kesehatan. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat adalah adanya peningkatan pengetahuan tentang hidp bersih sehat pada penghuni LKSA Al Amin.
Kiat Mengatasi Kecemasan pada Masa Pandemi COVID-19 Hendrawati Hendrawati; Iceu Amira; Sukma Senjaya; Udin Rosidin
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 1: Februari (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i1.267

Abstract

Abstrak: Pandemi COVID-19 saat ini berdampak pada semua tatanan kehidupan manusia. Kasus COVID-19 yang terus meningkat pada saat ini membuat semua negara menerapkan kebijakan memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat untuk mencegah penyebaran virus Corona. Di Indonesia pemerintah menerapkan kebijakan diantanranya pembatasan sosial berskala besar untuk menekan penyebaran virus ini. Adanya pandemi COVID-19 tersebut membuat masyarakat mengalami ketakutan dan merasa tidak aman dan nyaman karena hampir setiap hari kasus COVID-19 terus bertambah. Orang yang positif COVID-19 dan angka kematian yang meningkat berdampak pada gangguan kesehatan psikososial yaitu kecemasan. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengatasi kecemasan dampak COVID-19. Sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan pendidikan kesehatan dengan menggunakan media ceramah, diskusi dan simulasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata rata nilai pengetahuan peserta sebelum dan sesudah dilaksanakan pendidikan kesehatan. Rata rata nilai pengetahuan peserta sebelum dilakukan pendidikan kesehatan adalah 56 dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan meningkat mejadi 80. Peningkatan pengetahuan masyarakat dalam mengatasi kecemasan pada masa pandemi COVID-19 ini berdampak pada peningkatan kemampuan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan COVID-19 dan melaksanakan perilaku hidup sehat secara mandiri.Abstract: The current COVID-19 pandemic has an impact on all aspects of human life. The increasing number of COVID-19 cases at this time has forced all countries to implement policies to impose restrictions on community activities to prevent the spread of the Corona virus. In Indonesia, the government has implemented policies including Large-Scale Social Restrictions to suppress the spread of this virus. The existence of the COVID-19 pandemic has made people experience fear and feel insecure and comfortable because almost every day the number of COVID-19 cases continues to grow. People who are positive for COVID-19 and the increasing mortality rate has an impact on psychosocial health disorders, namely anxiety. The purpose of implementing this community service activity is to increase public knowledge in overcoming anxiety about the impact of COVID-19. So that people feel safe and comfortable in the face of this COVID-19 pandemic. The method used in this activity is the implementation of health education using lectures, discussions and simulations. The results of the activity showed an increase in the average value of participants' knowledge before and after the implementation of health education. The average knowledge value of participants before health education was carried out was 56 and after health education increased to 80. Increased public knowledge in dealing with anxiety during the COVID-19 pandemic has an impact on increasing the community's ability to carry out COVID-19 health protocols and carry out healthy lifestyles independently.
Peningkatan Pengetahuan Siswa tentang HIV/AIDS di SMAN 1 Parigi Kabupaten Pangandaran Dadang Purnama; Udin Rosidin; Umar Sumarna
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 2, No 1: Februari (2021)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v2i1.132

Abstract

Abstrak:Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kasus HIV/AIDS yang tinggi di dunia. Kelompok remaja memiliki resiko yang besar terhadap penyebaran kasus tersebut. SMAN 1 Parigi merupakan salah satu SMA yang memiliki siswa terbanyak di Pangandaran. SMA Negeri 1 Parigi sebagian besar siswa memiliki perilaku acuh pada isu HIV/AIDS, sedangkan Pangandaran merupakan kota yang memiliki tingkat HIV/AIDS yang tinggi yang seharusnya para remaja memiliki tingkat kepedulian yang tinggi pula mengenai isu tersebut. Perilaku acuh siswa tentang isu bahaya HIV/AIDS dimungkinkan karena kurangnya pengetahuan siswa tentang HIV/AIDS. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMAN 1 Parigi dalam mencegah penularan HIV/AIDS. Metode pendidikan kesehatan yang digunakan adalah dengan cara ceramah dan diskusi. Sebelum dan sesudah ceramah dilakukan pre dan post test sebagai bentuk evaluasi mengukur sejauh mana peningkatan pengetahuan siswa SMAN 1 Parigi terkait materi yang disampaikan. Hasil dari pendidikan kesehatan yang dilaksanakan adalah adanya peningkatan pengetahuan siswa tentang HIV/AIDS di SMAN I Parigi.  Rata rata nilai pengetahuan siswa sebelum dilaksanakan pendidikan kesehatan adalah sebesar 6,8 point. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan rata rata nilai pengetahuan  siswa meningkat menjadi 8,7 point. Peningkatan pengetahuan tersebut merupakan dampak positif pada siswa SMAN 1 Parigi dalam pencegahan penularan HIV/AIDS. Dengan pengetahuan yang dimilikinya diharapkan siswa akan peduli kepada lingkungan tempat tinggalnya untuk mencegah penularan HIV/AIDS.Abstract: Indonesia is one of the countries with high HIV/AIDS cases in the world. Youth groups have a big risk of causing these cases. SMAN 1 Parigi is one of the high schools with the most students in Pangandaran. Most of the students at SMA Negeri 1 Parigi have an ignorant attitude towards HIV/AIDS. At the same time, Pangandaran is a city with a high HIV/AIDS rate, where teenagers should have a high level of concern about the issue. Students 'indifferent behavior about HIV/AIDS dangers is possible because of the students' lack of knowledge about HIV/AIDS. This service activity aims to increase SMAN 1 Parigi students' knowledge in preventing HIV/AIDS transmission. The health education method used is lectures and discussions. Before and after the lecture was conducted, pre and post-tests were carried out as a form of evaluation to measure the extent to which SMAN 1 Parigi students' increase in knowledge regarding the material presented. The result of the health education implemented was an increase in students' knowledge about HIV/AIDS at SMAN I Parigi. The average value of students' knowledge before implementing health education was 6.8 points. After carried out health education, the average value of students' knowledge increased to 8.7 points. This increase in knowledge positively impacts students of SMAN 1 Parigi in preventing HIV/AIDS transmission. With the knowledge they have, it is hoped that students will care about their environment to avoid HIV/AIDS transmission.
Upaya Peningkatan Kunjungan Posyandu Citra di Desa Jayaraga Tarogong Kidul Garut Udin Rosidin; Theresia Eriyani; Ahmad Yamin
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 1, No 4: November (2020)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v1i4.114

Abstract

Abstrak: Kegiatan PPM ini dilatarbelakangi dengan adanya penurunan kunjungan posyandu pada enam bulan terakhir rata rata sebanyak 49,3 %. Menurut hasil survey yang dilakukan oleh mahasiswa Program Bina Desa menunjukkan bahwa rata rata  pengetahuan dan motivasi masyarakat tentang posyandu sangat kurang. Memperhatikan hal tersebut penulis mengadakan  musyawarah dengan Kepala Puskesmas Haurpanggung, Kepala Desa Jayaraga, Ketua RW dan RT serta kader kesehatan. Dari pembahasan tersebut disepakati bahwa diperlukan beberapa kegiatan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan pengabdian masyarakat adalah melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan kunjungan masyarakat di posyandu. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah pelaksanaan pendidikan kesehatan tentang posyandu, pemberian makanan tambahan dan pemeriksaan kesehatan serta melaksanakan olah raga bersama masyarakat di posyandu. Dampak dari kegatan tersebut belum bisa diukur dengan maksimal karena kunjungan posyandu pada masa pandemi covid 19 tidak setiap bulan dilaksanakan. Evaluasi pada bulan Juli 2020 didapatkan data kunjungan posyandu sebesar 77,1 % sehingga ada peningkatan kunjungan sebesar 27,8 %. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah adanya peningkatan kunjungan masyarakat ke Posyandu Citra Desa Jayaraga Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut.Abstract: This PPM activity was motivated by a decrease in posyandu visits in the last six months by an average of 49.3%. According to the results of a survey conducted by the Bina Desa program students, it was shown that the average community knowledge and motivation about posyandu was very low. Noting this, the authors held deliberations with the Head of the Haurpanggung Health Center, the Head of Jayaraga Village, the Head of RW and RT and health cadres. From the discussion it was agreed that several activities were needed to overcome these problems. The purpose of community service is to carry out activities that can increase community visits at the posyandu. The method used to achieve this goal is the implementation of health education about posyandu, providing additional food and health checks and carrying out sports with the community at the posyandu. The impact of these activities cannot be measured maximally because posyandu visits during the Covid 19 pandemic were not carried out every month. Evaluation in July 2020 obtained data on posyandu visits of 77.1%, so there was an increase in visits by 27.8%. The conclusion of this service activity is an increase in community visits to Posyandu Citra, Jayaraga Village, Tarogong Kidul District, Garut Regency. 
Peningkatan Keterampilan tentang Cara Mencuci Tangan yang Benar pada Siswa SDN 03 Cinta karya Pangandaran Umar Sumarna; Dadang Purnama; Udin Rosidin
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 2, No 1: Februari (2021)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v2i1.133

Abstract

Abstrak: Berbagai macam penyakit infeksi menular tumbuh dengan subur di Indonesia sampai ke pelosok-pelosok, yaitu ke tiap provinsi, lalu ke tiap kota dan kabupaten, termasuk Kabupaten Pangandaran. Hal ini jelas akan menurunkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Pangandaran. Panyebab dari semua kejadian ini yang paling utama adalah dilatarbelakangi oleh perilaku masyarakat yang salah dalam hal kebiasaan mencuci tangan, sehingga penularan penyakit infeksi mudah terjadi dan menyebar dimana-mana. Tujuan dari penyuluhan ini adalah menurunkan angka kejadian penyakit infeksi, tim pengabdian mengadakan penyuluhan tentang cara mencuci tangan yang benar pada siswa Sekolah Dasar Negeri 03 Cintakarya Kabupaten Pangandaran. Metode yang digunakan adalah demonstrasi yang diperagakan pada 67 siswa di lingkungan sekolah bersama mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran Kampus Pangandaran. Hasil yang didapatkan dari penyuluhan ini adalah terjadinya peningkatan keterampilan dimana pada awalnya jumlah siswa dengan kategori keterampilan tinggi sebesar 10,45%, keterampilan sedang sebesar 58,21%, dan keterampilan rendah sebesar 31,34% menjadi kategori keterampilan tinggi sebesar 73,13%, keterampilan sedang sebesar 26,87%, dan keterampilan rendah tidak ada. Kemudian demonstrasi diulang pada siswa yang berketerampilan sedang, sehingga akhirnya semua siswa mendapat kategori keterampilan tinggi. Kesimpulan dari penyuluhan ini menyatakan bahwa semua siswa Sekolah Dasar Negeri 03 Cintakarya Pangandaran dapat menangkap materi penyuluhan sekaligus mempraktekkannya dengan baik, walaupun daya tangkap mereka dalam menyerap dan menerapkan materi penyuluhan berbeda-beda.Abstract: Various infectious diseases thrive in Indonesia to the corners, namely to each province, then to each city and district, including Pangandaran Regency. This will lower the degree of public health in the Pangandaran Regency. The main cause of all these events is motivated by the community's wrong behavior in terms of handwashing habits. The transmission of infectious diseases quickly occurs and spreads everywhere. This counseling aims to reduce the incidence of infectious diseases. The service team held counseling on washing hands properly in the students of Public Elementary School 03 Cintakarya Pangandaran Regency. The method used was a demonstration that was demonstrated on 67 students in the school environment with students of the Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran Pangandaran Campus. The result of this counseling is the improvement of skills where initially the number of students with high skill category by 10.45%, medium skills by 58.21%, and low skills by 31.34% into high skill category by 73.13%, medium skills by 26.87%, and low skills does not exist. The demonstration was then repeated on moderately skilled students so that eventually, all students got a high skill category. This counseling states that all students of Public Elementary School 03 Cintakarya Pangandaran can capture the counseling material and practice it well. However, their capture in absorbing and applying counseling materials varies.
Aplikasi Program RW Geulis (RW Genep Ulah Hipertensi) Di RW 6 Desa Jayawaras Garut Iwan Shalahuddin; Udin Rosidin; Nina Sumarni
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2021): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.304 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v4i1.1115

Abstract

Tingginya kejadian penyakit tidak menular (PTM) dengan hipertensi di RW 06 Desa Jayawaras Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut dipicu oleh ketidaktahuan dan ketidakmampuan kepala keluarga untuk mengontrol dan mencegah hipertensi serta tidak mengetahui kemungkinan dampaknya hipertensi. Tujuan dari kegiatan adalah untuk menambah pengetahuan dan pemahaman tentang hipertensi. Metode yang dilakukan dengan metode ceramah via whatsapp, pemasangan poster, tanya jawab dan diskusi kelompok. Hasil kegiatan penyuluhan kesehatan tersebut diberi nama RW Genep Ulah Hipertensi (GEULIS) di RW 06 Desa Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul yang dilaksanakan pada hari Minggu, 22 Maret 2020 pukul 16.00 - selesai WIB. Selanjutnya pemasangan poster edukasi di RW 06 dilakukan pada hari selasa tanggal 18 Maret 2020. Dalam proses pelaksanaan penyuluhan; Masyarakat terlihat sangat antusias saat pemberian materi berlangsung. Peserta mengikuti penyuluhan dengan gembira karena penyuluhan dilakukan dengan metode online yang menyenangkan. Kegiatan penyuluhan berjalan kondusif karena masyarakat memperhatikan materi yang disampaikan dengan baik.
Co-Authors Aat Sriati Adelse Prima Mulya Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ajeng Fajriati Nurul Fatimah Alam, Ismailah Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Ariyani, Anggi Putri Astiani, Santi Aulia, Syifa Nurul Cah Soniman Nitema Gea Cecep Eli Kosasih Citra Sari Citra Windani M.S Dadang Purnama Desy Indra Yani Ema Arum R. Ema Arum Rukmasari Erna Herawati Fatmaningsih, Nurul Khotimah Fauziyah, Shafira Fitri Fortuna, Amanda Dwi Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Habsyah Saparidah Agustina Haelena Wibowo, Gita Amoria Hartiah Haroen Harun, Hasniatisari Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Iceu Amira Iceu Amira Iceu Amira D.A Iceu Amira DA Ikeu Nurhidayah Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Iqbal Pramukti Iwan Shalahhudin Iwan Shalahuddin Iwan Sholahhudin Iwan Sholahuddin Iwan Sholahudin Iwan Sholahudin Iwan Suhendar Iyus Yosep Jatiningtyas, Kurnia Jemi Rahmani A Jemi, Jemi Rahmani A Komariah, Mariah Kosim Kosim Kurniawan Yudianto Kusman Ibrahim Laili Rahayuwati Lisfa Asifah Luthfi, Wazirul Luthfiyani, Nida M Noor, Rohmahalia Mamat Lukman Maziyya, Nur Mediawati, Ati Surya Mira Trisyani Koeryaman Mohammad Abdul Mubaroq, Bagja Al Mulya, Adelse Prima Neti Juniarti Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nina Sumarni Noor, Rohmahalia M. Noor, Rohmahallia M Pristasari, Sheizi Purba, Avrilia Roroarta Wahyuni Purnama, Erita Cahya Putri, Dea Sephia Putri, Syifa Nabilla R, Ema Arum Rahmawati, Sephia Raini Diah Susanti Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalian M. Noor Rohman Hikmat Ryan Hara Permana Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Restuti Sena Yudipaty Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan, Sobur Shalahhudin, Iwan Sholahudin, Iwan Sobur Setiawan Sopia Marlina Sri Amanda Sri Hendrawati Sukma Senjaya Sukmawati Sukmawati Sumarna, Umar Sumarna, Umar Sumarna, Umar Taty Hernawaty Tetti Solehati Theresia Eriyani Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Windani, Citra Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Witdiawati, Witidiawati Yuli Yani