Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Pada Masyarakat Desa Mekarbakti Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang Tentang Pentingnya Upaya-Upaya Pencegahan Penularan Penyakit Covid-19 Iwan Shalahuddin; Udin Rosidin; Dadang Purnama
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 1 Februari 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i1.3594

Abstract

ABSTRAK Desa Mekarbakti tidak memiliki program atau aturan khusus terkait pencegahan penularan Covid 19. Pelayanan screening tes Covid 19 (Rapid test dan Swab test) juga belum mencakup keseluruhan masyarakat di Desa Mekarbakti, hanya beberapa orang yang memiliki tanda gejala, memiliki kontak erat dengan orang positif Covid 19, dan yang memiliki riwayat perjalanan dari daerah zona merah Covid 19 yang diprioritaskan mendapatkan screening tes Covid 19 (Rapid test dan Swab test. Tujuan pengabdian untuk menjelaskan cara pencegahan penularan penyakit Covid 19 yang baik dan benar, menjelaskan dampak yang ditimbulkan jika tidak melakukan upaya tersebut, menjelaskan solusi untuk masyarakat yang belum menerapkan upaya pencegahan. Metode yang digunakan dimasa pandemi ini, kegiatan promosi kesehatan dilakukan dengan pemberian pendidikan kesehatan melalui virtual menggunakan platform Whatsapp Group Chat dengan metode ceramah, Tanya jawab, diskusi dan demonstrasi.. Hasil Jumlah audience : 46 orang Audience yang dihadiri oleh sejumlah stakeholder Desa Mekarbakti seperti petugas promosi kesehatan dari puskesmas haurngombong, bidan desa, kader dan masyarakat desa mekarbakti, sebelum dilakukan kegiatan peserta sudah mengenal tentang upaya penegahan Covid 19 hanya belum tahu cara yang benar, setelah di lakukan edukasii peserta secara keseluruhan dapat memahami dengan benar. peserta tampak antusian mengikuti kegiatan. Kesimpulan Peserta mengikuti penyuluhan dengan senang hati karena penyuluhan dilaksanakan dengan menyenangkan melalui virtual dan di tempat tinggal masing-masing. Kegiatan penyuluhan berjalan kondusif karena peserta memperhatikan materi yang disampaikan dengan baik.  Kata Kunci: Covid-19, Edukasi, Masyarakat, Perilaku ABSTRACTMekarbakti Village does not have any special programs or regulations related to the prevention of Covid 19 transmission. Covid 19 test screening services (Rapid test and Swab test) also do not cover the entire community in Mekarbakti Village, only a few people who have symptomatic signs, have close contact with positive Covid people 19, and those who have a travel history from the Covid 19 red zone that are prioritized for getting the Covid 19 test screening (Rapid test and Swab test. The purpose of dedication is to explain how to prevent the transmission of the Covid 19 disease that is good and correct, explaining the impact if not making efforts The method used in this pandemic, health promotion activities are carried out by providing virtual health education using the Whatsapp Group Chat platform with the method of lectures, questions and answers, discussions and demonstrations. Audience 46 people which was attended by a number of Mekarbakti Village stakeholders such as health promotion officers from the Haurngombong Community Health Center, village midwives, cadres and the community of Bembangbakti village, before the activity was carried out the participants already knew about the efforts to prevent Covid 19 but did not know the right way, after educating the participants as a whole they could understand correctly. the participants seemed enthusiastic about participating in the activity. Conclusion Participants take part in the counseling happily because the counseling is carried out fun through virtual and in their respective residences. Extension activities run conducive because the participants pay attention to the material presented well. Keywords: Covid-19, Education, Community, Behavior
Pengelolaan Posyandu Citra Sebagai Upaya Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Bidang Kesehatan Di RT 04 RW 12 Desa Jayaraga Tarogong Kidul Garut Udin Rosidin; Theresia Eriyani; Iwan Shalahuddin
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.2678

Abstract

Kegiatan PPM ini dilatarbelakangi dengan adanya penurunan kunjungan posyandu pada enam bulan terakhir. Kunjungan bayi dan balita yang biasanya 80 sd 90 % setiap bulannya  menurun menjadi 50 atau 60 %. Hal tersebut merupakan masalah kesehatan yang akan berdampak buruk pada kesehatan bayi/balita. Demikian halnya dengan kunjungan lansia,  kunjungan setiap bulanannya mengalami penurunan. Menurut hasil survey yang dilakukan oleh mahasiswa Program Bina Desa ditemukan adanya peranserta masyarakat yang rendah dalam kegiatan di posyandu. Hasil survey tersebut juga menunjukkan bahwa rata rata  pengetahuan masyarakat tentang posyandu sangat kurang. Memperhatikan hal tersebut kami mengadakan  musyawarah dengan tokoh masyarakat setempat, kader kesehatan, ketua RT 4, ketua RW 12, Kepala Desa Jayaraga dan kepala Puskesmas Haurpanggung. Dari pembahasan tersebut disepakati bahwa di RT 4 diperlukan beberapa kegiatan yang dapat meningkatkan peran serta masyarakat di posyandu. Kegiatan tersebut berupa penyuluhan tentang posyandu, mengelola posyandu dengan baik dan melakukan senam bersama di posyandu. Untuk melaksanakan kegiatan tersebut dilakukan pembagian tugas sebagai berikut : Pengelolaan posyandu dilakukan oleh dosen dan kader kesehatan, penyuluhan kesehatan oleh dosen dan mahasiswa program bina desa dan senam bersama dilaksanakan oleh mahasiswa bersama masyarakat. Sedangkan Puskesmas Haurpanggung mengadakan Puskesmas Keliling dan PMT disiapkan oleh Dharma Wanita Pusat Unpad.
Gambaran Pola Asuh Orangtua yang Menikah Dini dalam Menanamkan Kedisiplinan pada Anak Sobur Setiawan; Tetti Solehati; Udin Rosidin
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 10 No 3 (2020): Juli 2020
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.151 KB)

Abstract

Early marriage is a marriage conducted at the age ofe adolescents. Women who are early married are at risk of reproductive health and psychologis and marriage rates in Indonesia were still high so it is feared are at risk of reproductive healt and psychologis increase too. Early marriage can be influenced by several factors, one of which is parenting. The purpose of this research was to description the role of early married parents to investing discipline. The research method used quantitative descriptive with cross sectional approach. The sampling technique used total sampling with a total of 32 respondents. The instruments compiled by researchers with validity and reliability tests results of 0.392-0.863 with r tables of 0.361 with Alpha Cronbach 0.913. The analyzed used a frequuency and percentage distribution. The study was conducted at Rancabango village, Tarogong Kaler Sub-district in the District of Garut in September 2019 after being approved by Padjadjaran University Research Ethics Committee with the letter No.1130/UN6.KEP/EC/2019. The results of this research showed that the role of early married parents in the category of democratic (59.4%), authoritarian (40.6%), permissive (37.5%). Based on the data it can be concluded that parenting of parents who married early in instilling discipline to children was democratic parenting, however authoritarian and permissive types are also high therefore early marriage must be avoided by maintaining parenting to children.
Determinan Perilaku Ibu Membawa Anaknya Mendapatkan Imunisasi Dasar Lengkap Di Puskesmas Cibiuk Yuli Yani; Udin Rosidin; Hasniatisari Harun
Jurnal Keperawatan BSI Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.097 KB)

Abstract

Imunisasi dasar lengkap adalah rangkaian kegiatan dalam program pemerintah yang dilaksanakan di berbagai instansi kesehatan. Apabila bayi tidak di imunisasi dasar lengkap maka akan menimbulkan dampak yaitu penyakit seperti TBC, Difteri, Hepatitis B, Polio, dan Campak. Sehingga perilaku ibu membawa anaknya ke pelayanan kesehatan sangat diperlukan untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan sikap dan motivasi dengan perilaku ibu membawa anaknya untuk mendapatkan imunisasi dasar lengkap di Puskesmas Cibiuk. Penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Teknik penggambilan sampel yang akan digunakan yaitu random sampling dengan jumlah sebanyak 88 responden ibu yang memiliki bayi usia 1-11 bulan. Instrumen yang digunakan berupa Kuesioner. Meliputi: perilaku ibu, pengetahuan, sikap, dan motivasi. Analisa data yang dilakukan secara univariat dengan analisis dekriptif dan bivariat dengan menggunakan chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pengetahuan, sikap, dan motivasi berhubungan terhadap perilaku ibu membawa anaknya untuk mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Berdasarkan hasil tersebut, maka perlu dilaksanakan pendidikan kesehatan lebih lanjut guna meningkatkan program kegiatan imunisasi dasar lengkap yang optimal.
Gambaran Kualitas Tidur Lansia Disatuan Pelayanan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kabupaten Garut Jemi Rahmani A; Setiawan; Udin Rosidin
Jurnal Keperawatan BSI Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.614 KB)

Abstract

Lansia mengalami berbagai perubahan, baik dalam aspek fisik maupun psikologis serta penyakit degeneratif yang dialami lansia. Keadaan ini berisiko tinggi dapat menjadi masalah terhadap kualitas tidur buruk yang diakibatkan oleh berbagai faktor. Lansia yang berada di satuan pelayanan rehabilitasi sosial lanjut usia kurang produktif di siang hari dan terkadang tidak mengikut program atau kegiatan yang ada. Tujuan penelitian yang telah dilaksanakan ini adalah untuk mengetahui gambaran kualitas tidur lansia di Satuan Pelayanan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kabupaten Garut. Dari populasi lansia 75 orang yang diambil menjadi sampel yaitu 53 dengan teknik consecutive sampling. Instrumen Pittburgh Sleep Quality Index (PSQI) digunakan untuk mengukur kualitas tidur. Analisa data yang digunakan analisa univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi kualitas tidur lansia. Penelitian dilakukan dari bulan April-Juni 2019. Hasil penelitian menemukan kategori kualitas tidur lansia di Satuan Pelayanan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kabupaten Garut dominan pada kategori buruk (64,2%). Komponen gangguan tidur (96,2%), durasi tidur (30,2%), dan disfungsi aktivitas disiang hari (32,1%) menjadi penyebab kualitas tidur lansia buruk. Perawat dan panti diharapkan dapat mengetahui kualitas tidur pada lansia untuk dapat memberikan intervensi yang tepat pada lansia yang mengalami gangguan tidur salah satunya dengan mempertahankan lingkungan tidur yang adekuat sehingga lansia dapat memenuhi kebutuhan tidur.
GAMBARAN RESPONSIVENESS, TANGIBLES, DAN EMPATHY PADA KARYAWAN DI POLIKLINIK MATA Theresia Eriyani; Sena Yudipaty; Witdiawati; Udin Rosidin
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.981 KB)

Abstract

Penelitian ini didasari oleh jumlah kunjungan pasien ke BKMM yang mengalami penurunan dari tahun 2010 sebanyak 9372 pasien, menurun tahun 2011 menjadi 9314 pasien, dan menurun kembali tahun 2012 menjadi 8621 pasien. Sampai saat ini belum pernah diadakan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan hal tersebut, tetapi dari keluhan beberapa pasien menyatakan kurangnya perhatian dari petugas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran daya tanggap (responsiveness), bukti fisik (tangibles), dan perhatian (empathy) karyawan BKMM di poliklinik mata BKMM. Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian adalah pasien yang pernah berkunjung ke poliklinik rawat jalan BKMM lebih dari satu kali. Jumlah sampel sebanyak 89 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukuran waktu. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat. Hasil penelitian ini daya tanggap karyawan BKMM cepat, bukti fisik BKMM nyaman, dan karyawan BKMM tidak memberikan perhatian. Karyawan BKMM, terutama perawat, diharapkan lebih meningkatkan pelayanan dan lebih memberikan perhatian kepada pasien. Salah satunya dengan cara membudayakan 5S yaitu; salam, sopan, santun, senyum dan sapa dalam memberikan pelayanan kepada pasien.
GAMBARAN SELF-MANAJEMEN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS TAROGONG KABUPATEN GARUT Citra Windani M.S; Mohammad Abdul; Udin Rosidin
Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.02 KB) | DOI: 10.37058/jkki.v15i1.984

Abstract

Pada penderita DM tipe II sangat diperlukan pemantauan pemahaman perilaku pola hidup dalam melakukan Self-managemen yang terdiri dari perilaku tentang diet, latihan fisik, pemantauan gula darah dan perawatan kaki dan menurut Dinkes Kabupaten Garut DM paling terbanyak ada di puskesmas tarogong sebesar 210 orang penderita dari wilayah keraja puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi self-managamen pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Tarogong Kabupaten Garut. Rancangan penelitian ini menggunakan deskritif kuantitatif, dalam penelitian deskriptif ini melibatkan 138 pasien DM menggunakan teknik konsekutif sampling. Data self-managemen dikumpulkan menggunakan Diabetes Self-Managemen Instrumen (DSMI). Analisis skor self-manajemen dibagi menjadi tiga kategori yaitu baik sedang dan buruk, setengah responden adalah lansia akhir (44,9%). Hasil penelitian ini menunjukan responden yang melakukan self-managemen sedang (97%) dan baik (2,9%). Analisis pada aspek diet, olahraga, pemantauan gula darah dan perawatan kaki mendapatkan hasil sedang dan pada aspek medikasi mendapatkan hasil baik Kesimpulan dari penilitian ini menunjukan responden yang belum melakukan self-manajemen dengan baik. Penting bagi perawat komunitas untuk memfasilitasi jenis olahraga yang tepat bagi lansia dan dan pelaksanaan program-program khusus pasien DM serta pemberian leaflet memberikan setiap ada kegiatan prolanis di Puskesmas.
Health Education about Dental Health of School Children at SDN 7 Sukamenteri, Garut Kota District Iwan Shalahuddin; Udin Rosidin; Umar Sumarna; Nina Sumarni; Ahmad Yamin; Mamat Lukman
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.373 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v5i2.2384

Abstract

Dental health problems can have a negative impact and affect the quality of life for children, dental health problems such as cavities and dental caries will cause pain and discomfort. This will also interfere with children's activities at school, where children will experience a decrease in learning abilities, children with dental pain will not do their homework, and it is difficult to answer questions as well as children who are not bothered by dental health problems. Dental and Oral Health, Mouth is formed by 2 jaws, namely the upper and lower jaws. In this jaw there are teeth and gums. The teeth and mouth themselves function to chew, speak, and give a harmonious shape to the face. The purpose of education is to provide and improve students' understanding of the importance of preventing dental health problems and to identify the importance of early detection to avoid dental disease. The method used is the lecture method, question and answer, discussion and demonstration. The results of the health counseling activities were approximately 151 students. The counseling participants looked enthusiastic when the material was given. Participants participated in the counseling happily because the counseling was carried out in a fun way. The counseling activity was conducive because the participants paid attention to the material presented well. This is evidenced by the number of participants who are interested in answering questions during the question and answer session. Participants participated in the counseling happily because the counseling was carried out with a pleasant face-to-face method. The counseling activity was conducive because the participants paid attention to the material presented well about personal hygiene and dental and oral hygiene.
Empowerment of The Community Health Workers in Management of Posbindu for Non-Communicable Deases in Sukamentri Village, Garut Kota District, Garut Regency Udin Rosidin; Dadang Purnama; Iwan Shalahuddin; Nina Sumarni; Umar Sumarna; Rohmahalia M Noor
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.997 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v5i2.2429

Abstract

Non-communicable diseases are currently a major health problem and the biggest cause of death in the world. This problem arises is caused of the behavior of the people who do not understand how to prevent it. The right prevention strategy is to utilize the service an facility is aimed at integrated human development that called Posbindu, especially posbindu for non-communicable diseases. In order that the posbindu non-communicable diseases  of to function properly, it requires the ability of community health worker to manage the posbindu non-communicable diseases in each hamlet in a village. The purpose of this activity is to increase the knowledge and ability of community health worker in managing posbindu non-communicable diseases. The target of the councelling is community health worker in 1th Hamlet to 7th Hamlet Sukamentri Village, Garut Kota district, Garut Regency. The activity is carried out in two days starting on May 17th until 24th, 2022. The stages of the activity consist of social and administrative preparation, implementation and evaluation of activities. Preparation is done by conducting an survey to see the community health problems. Implementation is done through health education and training. The activities went well according to plan. The results of the activity showed an increase in knowledge and skills of the community health workers in managing posbindu non-communicable diseases. Implementer of the activity is the councelling team consisting of lecturers, Guntur  Community Health Center and the students at Padjadjaran University.
Pendidikan Kesehatan tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Putri pada Siswi Mts Persis Tarogong Garut Umar Sumarna; Udin Rosidin; Nina Sumarni; Rohmahalia M Noor
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7467

Abstract

ABSTRAK Remaja di Indonesia saat ini sedang mengalami peningkatan kerentanan terhadap berbagai ancaman risiko kesehatan terutama yang berkaitan dengan kesehatan seksual dan reproduksi. Salah satu upayanya yang dilakukan oleh pemerintah adalah pendidikan kesehatan di sekolah-sekolah, karena langkah ini dianggap langkah utama yang cukup strategis dalam meningkatkan kesehatan reproduksi. Seperti kita bahwa komunitas remaja banyak terkumpul di sekolah-sekolah sebagai peserta didik. Dalam hal ini tim pengabdian lebih tertarik pada masalah kesehatan remaja putri, karena remaja putri memiliki tingkat kerentanan yang lebih tinggi dibanding remaja putra. Akhirnya pada kesempatan ini remaja putri di MTs Persis Tarogong Garut yang dijadikan sasaran pengabdian. Hal ini dilakukan tim pengabdian dengan pertimbangan bahwa tingkat pengetahuan siswi MTs Persis Tarogong Garut tentang kesehatan reproduksi remaja putri masih rendah, yang dibuktikan pada saat survey lapangan melalui interview pada beberapa siswi yang ditemui. kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswi MTs Persis Tarogong Garut tentang kesehatan reproduksi remaja putri. Metode yang digunakan berupa pendidikan kesehatan dengan pendekatan berbasis luring dengan protokol kesehatan yang ketat. Setelah pendidikan kesehatan tentang reproduksi dilakukan, maka terjadi peningkatan pengetahuan yang cukup besar, yaitu dari rata-rata pengetahuan (Mean) sebesar 60,45 meningkat menjadi 80,13. Rendahnya tingkat pengetahuan siswi-siswi MTs Persis Tarogong Garut dapat ditingkatkan melalui pendidikan kesehatan dengan pendekatan berbasis luring. Kata Kunci: Remaja Putri, Kesehatan Reproduksi, Tingkat Kerentanan  ABSTRACT Adolescents in Indonesia are currently experiencing an increasing vulnerability to various health risks, especially those related to sexual and reproductive health. One of the efforts made by the government is health education in schools, because this step is considered a major strategic step in improving reproductive health. Like us, the youth community is mostly gathered in schools as students. In this case the service team is more interested in the health problems of young women, because young women have a higher level of vulnerability than young men. Finally, on this occasion it was the young women at MTs Persis Tarogong Garut who were the targets of devotion. This was done by the service team with the consideration that the level of knowledge of MTs Persis Tarogong Garut students about adolescent girls' reproductive health was still low, which was proven during a field survey through interviews with several students they met.This dedication activity aims to increase the knowledge of students of MTs Persis Tarogong Garut about reproductive health of adolescent girls.The method used is in the form of health education with an offline-based approach with strict health protocols. After health education on reproduction was carried out, there was a considerable increase in knowledge, namely from the average knowledge (Mean) of 60.45 which increased to 80.13. The low level of knowledge of MTs Persis Tarogong Garut students can be improved through health education with an offline-based approach. Keywords: Adolescent Girls, Reproductive Health, Level of Vulnerability
Co-Authors Aat Sriati Adelse Prima Mulya Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ajeng Fajriati Nurul Fatimah Alam, Ismailah Amira, Iceu Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Ariyani, Anggi Putri Astiani, Santi ati surya mediawati Aulia, Syifa Nurul Cah Soniman Nitema Gea Cecep Eli Kosasih Citra Sari Citra Windani M.S Dadang Purnama Dadang Purnama Desy Indra Yani Ema Arum R. Erna Herawati Fatmaningsih, Nurul Khotimah Fauziyah, Shafira Fitri Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Habsyah Saparidah Agustina Haelena Wibowo, Gita Amoria Hartiah Haroen Harun, Hasniatisari Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Iceu Amira Iceu Amira Iceu Amira DA Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana, Indra Iqbal Pramukti Iwan Shalahhudin Iwan Shalahuddin Iwan Sholahhudin Iwan Sholahuddin Iwan Suhendar Iyus Yosep Jatiningtyas, Kurnia Jemi Rahmani A Juniarti, Neti Kosim Kosim Kusman Ibrahim Laili Rahayuwati Luthfi, Wazirul Luthfiyani, Nida M Noor, Rohmahalia Mamat Lukman Mamat Lukman, Mamat Maziyya, Nur Mediawati, Ati Surya Mira Trisyani Koeryaman Mohammad Abdul Mubaroq, Bagja Al Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nina Sumarni Nina Sumarni Nina Sumarni Noor, Rohmahalia M. Noor, Rohmahallia M Pristasari, Sheizi Putri, Dea Sephia R, Ema Arum Rahmawati, Sephia Raini Diah Susanti, Raini Diah Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalian M. Noor Rohman Hikmat Ryan Hara Permana Sandra Pebrianti Sandra Restuti Sena Yudipaty Senjaya, Sukma Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan, Sobur Shalahhudin, Iwan Sholahudin, Iwan Sobur Setiawan Sopia Marlina Sri Amanda Sri Hendrawati Sukma Senjaya Sukma Senjaya Sukmawati Sukmawati Sumarna, Umar Sumarna, Umar Sumarna, Umar Taty Hernawaty Tetti Solehati Tetti Solehati Theresia Eriyani Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Windani, Citra Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Witdiawati, Witidiawati Yudianto, Kurniawan Yuli Yani