Claim Missing Document
Check
Articles

Education on the Importance of Elderly Gymnastics to Improve Body Fitness in RW 11 Bentar Hilir Village, Sukamentri, Garut Nina Sumarni; Udin Rosidin; Umar Sumarna; Iwan Sholahudin
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2023): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v6i2.3293

Abstract

Training that is suitable and safe for the elderly is exercise. The type of exercise that can be done by the elderly is gymnastics, gymnastics for the elderly is a sport that is simple and easy to do. Gymnastics helps maintain physical health, makes bones strong, makes the heart work better and eliminates free radicals in the body. The decline in the musculoskeletal system, especially in the elderly, so exercise such as gymnastics help delay and prevent functional decline in old age. In addition, elderly gymnastics is one of the activities recommended by the Ministry of Health. The purpose of this activity was to provide health education to increase awareness of the importance of elderly gymnastics for body fitness in RW 11 Bentar Hilir Village, Sukamentri, Garut. The method used in this activity was lectures, questions and answers. The result was that, through health education, the elderly understood and knew about the importance of elderly gymnastics to improve body fitness. In conclusion, there is an increase in knowledge about the importance of elderly gymnastics in improving body fitness with 20.2 points.
Cegah Kanker Payudara Sejak Dini dengan Melakukan Sadari” di SMA Al-Ma’soem Nina Sumarni; Udin Rosidin; Umar Sumarna; Iwan Sholahhudin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9557

Abstract

ABSTRAK Di Indonesia, kanker payudara menjadi penyumbang tertinggi penyebab kematian. Menurut Kemenkes angka kematian akibat kanker payudara telah mencapai lebih dari 22.000 kasus. Strategi yang direkomendasikan untuk menurunkan angka kematian akibat kanker tersebut mencakup 3 pilar: promosi kesehatan untuk deteksi dini; diagnosis tepat waktu; dan manajemen kanker payudara yang komprehensif. Salah satu metode skrining kanker payudara yang dinilai paling efektif untuk diterapkan di Indonesia adalah SADARI (Periksa Payudara Sendiri). Jawa Barat memiliki jumlah penderita kanker payudara terbanyak dibandingkan Profinsi lain. Pengetahuan memiliki peranan penting dalam upaya penekanan angka kanker payudara dan berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap keyakinan seseorang mengenai kesehatan. Tujuan kegiatan adalah memberikan pendidikan kesehatan pada remaja putri tentang  Sadari (periksa payudara sendiri) untuk deteksi dini kanker payudara. Metode yang digunakan ialah metode ceramah dan demonstrasi dengan media PPT, poster dan video. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ialah sebanyak 38 siswa. Sebelum belajar demontrasi SADARI, dari pre test yang dilakukan didapatkan nilai skor rata rata 67,5. Setelah dilakukan demonstrasi SADARI terdapat peningkatan pengetahuan setelah dilakukan edukasi (15,5 poin). Terdapat peningkatan pengetahuan setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang “Cegah Kanker Payudara Sejak Dini dengan SADARI” SMA AL Al-Ma’some. Kata Kunci: Cegah Kanker, Sadari, Remaja  ABSTRACT In Indonesia, breast cancer is the highest cause of death. According to the Ministry of Health, the death rate from breast cancer has reached more than 22,000 cases. The recommended strategy to reduce mortality from cancer includes 3 pillars: health promotion for early detection; timely diagnosis; and comprehensive breast cancer management. One of the most effective breast cancer screening methods to be implemented in Indonesia is BSE (Breast Self-Examination). West Java has the highest number of breast cancer sufferers compared to other provinces. Knowledge has an important role in efforts to reduce breast cancer rates and has a significant and positive effect on one's beliefs about health. The aim of this activity is to provide health education to young women about awareness (breast self-examination) for early detection of breast cancer. The method used is the lecture and demonstration method with PPT media, posters and videos. The number of participants who took part in the activity was 38 students. Before learning the BSE demonstration, the pre-test conducted obtained an average score of 67.5. After the BSE demonstration there was an increase in knowledge after education (15.5 points). There is an increase in knowledge after conducting health education about "Preventing Early Breast Cancer with BSE" SMA AL Al-Ma'some. Keywords: Prevent Cancer, Realize, Adolescents
Penyuluhan tentang Manfaat Pola Makan Gizi Seimbang bagi Kesehatan di RW 05 Desa Pasawahan Garut Umar Sumarna; Udin Rosidin; Sukma Senjaya; Furkon Nurhakim
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9812

Abstract

ABSTRAK Faktor yang mempengaruhinya antara lain faktor ekonomi, kebiasaan, budaya, lingkungan, atau kesukaan terhadap jenis-jenis makanan tertentu, sehingga asupan gizi yang diserap kedalam tubuh berbeda-beda pula. Dalam hal ini, yang menjadi masalah adalah terdapatnya asupan gizi dengan pola makan yang tidak berprinsip pada pola makan gizi seimbang yang menimbulkan terjadinya kekurangan gizi. Kondisi ini banyak ditemukan di Indonesia, pada tahun 2021 tercatat 17,4 juta penduduknya mengalami kekurangan gizi sebagai akibat rendahnya kemampuan ekonomi masyarakat.  Demikian juga di Provinsi Jawa Barat, tercatat pada tahun 2022 sekitar 15,1% dari 48,64 juta penduduk menderita gizi kurang. Dalam hal ini tentu berimbas pula pada salah satu kabupaten di Jawa Barat, yaitu Kabupaten Garut. Hal tersebut disebabkan karena menurut BPS Jawa Barat pada tahun 2022, 28,17 juta penduduknya tergolong miskin ekstrim. Mengingat hal tersebut Tim PPM melakukan pengabdian kepada salah satu daerah di Kabupaten Garut, yaitu RW 05 Desa Pasawahan Kecamatan Tarogong Kaler. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat RW 05 Desa Pasawahan tentang pola makan makan gizi seimbang. Metoda yang digunakan adalah penyuluhan disertai tanya jawab antara penyuluh dengan peserta penyuluhan. Hasil yang didapat setelah dilakukan uji N-Gain skor bahwa dari 24 peserta, 17 peserta kategori tinggi 7 peserta kategori sedang. Sehingga N-gain rata-rata mendapat kategori tinggi. Maka kesimpulannya adalah adanya peningkatan pengetahuan besar-besaran masyarakat RW 05 Desa Pasawahan tentang pola makan gizi seimbang dan tindakan penyuluhan dapat dikatakan efektif. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Pola Makan, Gizi Seimbang  ABSTRACT Factors that influence it include economic factors, habits, culture, environment, or preferences for certain types of food, so that the intake of nutrients absorbed into the body is also different. In this case, the problem is the presence of nutritional intake with a diet that does not have the principle of a balanced nutritional diet which causes malnutrition. This condition is commonly found in Indonesia, in 2021 it was recorded that 17.4 million people were malnourished as a result of the low economic capacity of the community. Likewise in West Java Province, it is recorded that in 2022 around 15.1% of the 48.64 million population suffer from malnutrition. In this case, of course, it will also affect one of the districts in West Java, namely Garut Regency. This is because according to BPS West Java in 2022, 28.17 million people are classified as extreme poor. Given this, the PPM Team conducted a community service in one of the areas in Garut Regency, namely 5th hamlet Pasawahan Village, North Tarogong District. The purpose of this service was to increase the knowledge of the people of 5th hamlet Pasawahan Village about a balanced nutritional diet. The method used is counseling accompanied by questions and answers between extension agents and extension participants. The results obtained after the N-Gain test was carried out showed that out of 24 participants, 17 participants were in the high category, 7 participants were in the medium category. So that the average N-gain gets a high category. So the conclusion is that there is a massive increase in knowledge of the people of RW 05 Pasawahan Village about a balanced nutritional diet and counseling actions can be said to be effective. Keyword: Knowledge Level, Dietary Habit, Balanced Nutrition
Pembentukan dan Pemberdayaan Program Proslah (Peer Group Stunting Sekolah) dalam Upaya Pencegahan Stunting di SDN 1-2 Sukamenteri Garut Iwan Shalahuddin; Mamat Lukman; Udin Rosidin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9347

Abstract

ABSTRAK Belakangan stunting sedang hangat diperbincangkan banyak orang, khususnya para ibu. Berdasarkan WHO, stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, maupun stimulasi yang tak memadai. Jumlah penderita stunting di Indonesia terus menurun. Tetapi langkah pencegahan stunting sangat perlu dilakukan, selengkapnya berikut ini: Memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil. Tindakan yang relatif ampuh dilakukan untuk mencegah stunting pada anak adalah selalu memenuhi gizi sejak masa kehamilan. Berdasarkan Karakteristik Antropometri di SDN 1 dan 2 Sukamentri (n=323) didapatkan bahwa sebanyak 95 siswa (29.4%) memiliki berat badan 21-25 kg, 90 siswa (27,9%) 26-30 kg, 45 siswa (13,9%) 31-35 kg, 36 siswa (11.1%) ≤ 20 kg, 35 siswa (10.8%) ≥ 41kg, dan 22 siswa (6.6%) memiliki berat badan 36-40 kg. Tinggi badan siswa SDN 1 dan 2 Sukamentri paling banyak setinggi 121-130 cm yaitu 112 siswa (34.7%), kemudian 107 siswa (33.1%) 131-140 cm, 54 siswa (16.7%) 141-150 cm, 37 sisiwa (11.5%) ≤120 cm, 12 siswa (3.7%) 151-160 cm, dan 1 siswa (0.3%) ≥ 161 cm. Oleh karena itu, perlu dilakukannya penyuluhan kesehatan terkait stunting sebagai bahan informasi bagi siswa. Dengan kegiatan penyuluhan ini diharapkan para siswa untuk tidak salah langkah dalam mengambil keputusan oleh karena perubahan pola  pikir  yang terjadi  pada  dirinya. Selain itu  dapat  membantu  siswa  dalam mengetahui berbagai dampak stunting serta dapat membentengi diri dan lingkungan pergaulannya agar tidak terjerumus ke dalam berbagai bentuk gangguan kesehatan.  Kata Kunci: Pembentukan, Pemberdayaan,  Proslah,  Stunting  ABSTRACT Recently, stunting has been hotly discussed by many people, especially mothers. Based on WHO, stunting is a disorder of child growth and development caused by malnutrition, infection, and inadequate stimulation. The number of stunting sufferers in Indonesia continues to decline. But stunting prevention steps really need to be taken, in full the following: Meeting nutritional needs since pregnancy. A relatively effective action taken to prevent stunting in children is to always fulfill nutrition since pregnancy. Based on Anthropometric Characteristics at SDN 1 and 2 Sukamentri (n=323) it was found that as many as 95 students (29.4%) weighed 21-25 kg, 90 students (27.9%) 26-30 kg, 45 students (13.9%) 31-35 kg, 36 students (11.1%) ≤ 20 kg, 35 students (10.8%) ≥ 41kg, and 22 students (6.6%) weighed 36-40 kg. The student body height of SDN 1 and 2 Sukamentri is the most as high as 121-130 cm, namely 112 students (34.7%), then 107 students (33.1%) 131-140 cm, 54 students (16.7%) 141-150 cm, 37 students (11.5%) ≤120 cm, 12 students (3.7%) 151-160 cm, and 1 student (0.3%) ≥ 161 cm. Therefore, it is necessary to conduct health counseling related to stunting as information material for students. With this counseling activity, it is hoped that students will not take the wrong step in making decisions because of the change in mindset that occurs to them. In addition, it can help students in knowing the various impacts of stunting and can fortify themselves and their social environment so as not to fall into various forms of health problems.  Keywords: Formation, Empowerment, Proslah, Stunting
Upaya Pengendalian Faktor Risiko Penyakit Hipertensi di RW 11 dan 13 Kelurahan Kotawetan Kabupaten Garut Udin Rosidin; Umar Sumarna; Nina Sumarni; Iwan Shalahuddin; Rohmahalia M Noor; Anggi Putri Ariyani; Nida Luthfiyani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9810

Abstract

ABSTRAK Pada saat ini penyakit hipertensi telah menyebabkan meningkatnya angka kesakitan dan kematian.  Seringkali gejala penyakit hipertensi tidak tampak sehingga lolos dari deteksi melalui anamnese tenaga medis. Hal ini menyebabkan hipertensi dijumpai pada tingkat yang lebih parah sehingga susah untuk dipulihkan. Untuk mengatasi permasalahan itu sangat diperlukan adanya kemampuan masyarakat untuk mengandalikan faktor risikonya. Maka kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan  pengetahuan masyarakat tentang cara mengendalikan faktor risiko hipertensi. Dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat memiliki kemampuan yang baik tentang deteksi dini penyakit hipertensi. Metode pada kegiatan ini adalah pendidikan kesehatan pada masyarakat RW 11 dan RW 13 tentang pengendalian faktor risiko penyakit hipertensi. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 45 orang. Hasil kegiatan menunjukkan rata rata nilai hasil pretest sebesar 55 point dan rata rata nilai posttest sebesar 87 point. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah  bertambahnya tingkat pengetahuan masyarakat RW 11 dan RW 13 tentang pengendelian faktor risiko hipertensi sebesar 32 point. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan dapat berkelanjutan secara mandiri pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Guntur. Kata Kunci: Faktor Risiko, Hipertensi, Pengendalian  ABSTRACT At this time hypertension has caused increased morbidity and mortality. Often the symptoms of hypertension are not visible so that they escape detection through anamnesis of medical personnel. This causes hypertension to be found at a more severe level so that it is difficult to recover. To overcome this problem, it is very necessary to have the ability of the community to rely on risk factors. So this activity aims to increase public knowledge about how to control hypertension risk factors. With this activity it is hoped that the community will have good skills regarding early detection of hypertension. The method for this activity is health education in the RW 11 and RW 13 communities regarding controlling the risk factors for hypertension. The number of participants who attended were 45 people. The results of the activity showed an average pretest result of 55 points and an average posttest score of 87 points. The conclusion from this community service activity is that the level of knowledge of the RW 11 and RW 13 community about hypertension risk factor control is increased by 32 points. The activities that have been carried out are expected to be sustainable independently in the community in the working area of the Guntur Health Center. Keywords: Risk factors, Hypertension, Control
Studi Literatur : Gambaran Stres Perawat saat Melaksanakan Pelayanan Nursing Home Care Sandra Restuti; Ati Surya Mediawati; Udin Rosidin
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i6.8693

Abstract

ABSTRACT The incidence of stress in home care nurses is common in the world. High job demands can impact on nurse stress. Therefore, it will have an effect to work performance and the quality of care provided. In addition, other impacts can range from burnout to depersonalization. The purpose of this study aimed to describe the stress of nurses when carrying out nursing home care services. This research  design used was a narrative review method. The variable in this study was the stress of nurses when carrying out nursing home care services. All literature was obtained through the PubMed. The keywords used were “stress” or “job stress” and “nursing home care” or “home care” or “home health care” and “negative impact. 38 journal articles were founded that were appropriate and analyzed using tables based on stress factors. Based on the results of the study, the most common sources of stress were workload and conflicts between nurses. The forms of stress shown by nurses are confusion, feelings of insecurity, and loss of work motivation. The bad effects of stress are physical and mental health problems to the desire to leave work. 74.6% of nurses working in nursing home care experience stress. Henceforth, it is necessary to conduct research that addresses the relationship between workload and conflict between nurses and stress events in home care nurses. Keywords: Nurse, Nursing Home Care, Stress  ABSTRAK Kejadian stres pada perawat home care banyak terjadi di dunia. Tuntutan pekerjaan yang tinggi dapat menimbulkan stres. Hal ini berpengaruh terhadap performa kerja dan kualitas asuhan yang diberikan. Selain itu, dampak lainnya dapat berupa burnout hingga depersonalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stres perawat saat melaksanakan pelayanan nursing home care. Rancangan penelitian ini menggunakan narrative review. Variabel dalam penelitian ini adalah stres perawat saat melaksanakan pelayanan nursing home care. Seluruh literatur didapatkan melalui database PubMed. Kata kunci yang digunakan yaitu “stress” or “job stress” and “nursing home care” or “home care” or “home health care” and “negative impact. Didapatkan 38 jurnal artikel yang sesuai dan dilakukan analisis menggunakan tabel berdasarkan faktor terjadinya stres. Berdasarkan hasil penelitian, sumber stres yang paling banyak ditemukan adalah beban kerja dan konflik antar perawat. Bentuk stres yang ditunjukkan perawat berupa kebingungan, perasaan tidak percaya diri, dan kehilangan motivasi kerja. Dampak buruk dari stress yaitu gangguan kesehatan fisik dan mental hingga keinginan untuk meninggalkan pekerjaannya. 74,6% perawat yang bekerja di pelayanan nursing home care mengalami stress. Untuk selanjutnya perlu dilakukan penelitian yang membahas hubungan antara beban kerja serta konflik antar perawat dengan kejadian stres pada perawat home care.  Kata Kunci : Nursing Home Care, Perawat,  Stress
Peningkatan Wawasan dengan Edukasi Tentang Bahaya Asap Rokok pada Remaja di RW 03 Kelurahan Kota Wetan, Kecamatan Garut Kota Udin Rosidin; Umar Sumarna; Iwan Sholahhudin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10039

Abstract

ABSTRAK Kebiasaan merokok banyak menimbulkan dampak negatif bagi remaja, baik dari segi kesehatan, ekonomi, psikologi. Jika kegiatan merokok dilakukan di lingkungan dapat menyebabkan peningkatan jumlah perokok pasif yang memiliki dampak atau efek yang lebih berbahaya dibandingkan dengan perokok aktif karena bahan kimia yang dihirup tanpa filter oleh perokok pasif. Penting bagi orang tua yang memiliki anak remaja untuk memberikan pengertian dan contoh yang baik bagi remaja untuk tidak melakukan kegiatan merokok. Keluarga berpartisipasi dalam pencegahan merokok pada anggota keluarganya. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya asap rokok bagi kesehatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan diskusi serta tanya jawab. Hasil yang dicapai setelah dilakukan penyuluhan kesehatan melalui penyuluhan kesehatan, para peserta dapat mengetahui dan memahami tentang bahaya asap rokok bagi kesehatan. Kesimpulan Terdapat peningkatan pengetahuan tentang bahaya asap rokok bagi kesehatan sebesar 49 poin. Kata Kunci: Bahaya, Asap Rokok, Kesehatan, Remaja                                       ABSTRACT Smoking habits have many negative impacts on adolescents, both in terms of health, economy, psychology. If smoking activities are carried out in the environment, it can cause an increase in the number of passive smokers which have a more dangerous impact or effect compared to active smokers because of the chemicals inhaled without a filter by passive smokers. It is important for parents who have teenage children to provide understanding and a good example for teenagers not to engage in smoking activities. Families participate in smoking prevention in their family members. This activity aims to increase public knowledge about the dangers of cigarette smoke to health. The method used in this activity is lecture and discussion and question and answer. The results achieved after conducting health counseling through health counseling, the participants can know and understand about the dangers of cigarette smoke to health. Conclusion There was an increase in knowledge about the dangers of cigarette smoke to health by 49 points. Keywords: Danger, Cigarette Smoke, Health, Adolescents
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Kiaracondong Bandung Udin Rosidin; Nina Sumarni; Iwan Shalahuddin; Dadang Purnama
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.10115

Abstract

ABSTRAK Penyakit COVID-19 adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Pada kasus COVID-19 yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal dan bahkan kematian. Kondisi tersebut menjadi acuan masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan serta mematuhi protokol kesehatan. Namun kenyataan di lapangan masih banyak masyarakat yang belum melaksanakan protokol kesehatan COVID-19 secara maksimal. Masih banyak masyarakat yang melaksanakan protokol kesehatan untuk mencegah COVID-19 karena alasanan takut dirazia. Hal tersebut dimungkinkan karena pengetahuan masyarakat tentang pencegahan COVID-19 masih belum merata. Melihat kondisi tersebut berakibat pada jumlah kasus teridentifikasi Covid 19 terus meningkat diberbagai daerah termasuk di Kelurahan Babakan Sari wilayah kerja Puskesmas Kiara Condong Bandung. Tujuan dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pencegahan COVID-19 di Wilayah kerja Puskesmas Kiara Condong. Rancangan kegiatannya adalah melakukan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan COVID-19. Hasil kegiatan menunjukan rata-rata nilai pengetahuan sebelum dilaksanakan kegiatan sebesar 76,8 dan rata-rata nilai pengetahuan setelah dilaksanakan kegiatan sebesar 98,2. Ada peningkatan rata-rata nilai pengetahuan sebesar 21,4 point. Diharapkan setelah selesai pandemi COVID-19 akan menjadi program keberlanjutan masyarakat sebagai upaya promotif dan preventif terhadap pencegahan COVID-19 secara mandiri. Kata Kunci: Pengetahuan, Pemberdayaan Masyarakat, Pencegahan COVID-19  ABSTRACT COVID-19 disease is a new type of disease that has never been identified before in humans. In severe cases of COVID-19 it can cause pneumonia, acute respiratory syndrome, kidney failure and even death. This condition is a reference for the community to make prevention efforts and comply with health protocols that have been determined by the government. However, the reality on the ground is that there are still many people who have not fully implemented the COVID-19 health protocol. There are still many people who implement health protocols to prevent COVID-19 for fear of being raided. This is possible because public knowledge about COVID-19 prevention is still uneven. Seeing these conditions has resulted in the number of identified cases of Covid 19 continuing to increase in various regions, including in the Babakan Sari Village, the work area of the Kiara Condong Health Center, Bandung. The purpose of this activity is expected to be able to increase public knowledge in preventing COVID-19 in the working area of the Kiara Condong Health Center. The design of the activity is to empower the community in preventing COVID-19. The results of the activity show that the average value of knowledge before carrying out activities is 76.8 and the average value of knowledge after carrying out activities is 98.2. There is an average increase in the value of knowledge of 21.4 points. It is hoped that after the COVID-19 pandemic is over, it will become a community sustainability program as a promotive and preventive effort to prevent COVID-19 independently. Keywords: Knowledge, Community Empowerment, Prevention of COVID-19
Pembentukan UKS dan Pelatihan Dokter Kecil Pada Siswa-Siswi di SDN 1-2 Sukamenteri Garut Iwan Shalahuddin; Udin Rosidin; Dadang Purnama; Nina Sumarni; Witdiawati Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12224

Abstract

ABSTRAK Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan upaya satuan pendidikan dalam menanamkan, menumbuhkan, mengembangkan, serta meningkatkan kemampuan hidup sehat dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta derajat kesehatan  peserta  didik  melalui  pelaksanaan  Trias  UKS.  Program  UKS  disusun sebagai program yang berkesinambungan, yakni dapat berkelanjutan setiap tahunnya. Oleh karena itu, sekolah harus membentuk Tim Pelaksana UKS dan memasukkan rencana kerja UKS. Upaya UKS dilakukan lewat Trias UKS, yaitu Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan dan Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat. Tujuanya adalah Terciptanya ruang UKS sebagai pusat tim pelaksana UKS dalam menyusun, melaksanakan, monitoring, dan evaluasi dari program UKS yang ada serta terbentuknya dokter kecil di dekolah. Metode yang digunakan melalui Kegiatan survei atau pengisian kuesioner ini, diperuntukkan untuk mencapai perubahan perilaku yang awalnya tidak tahu menjadi tahu dan pelatihan dokter kecil. Hasil PPM  pelaksanaan pelatihan dokter kecil dengan mengundang pemateri dari pihak UPT Puskesmas Guntur. Pelatihan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, yaitu dari hari Kamis-sabtu, tangga; 23-25 Februari 2023, meliputi: Pengenalan UKS, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Kesehatan Mata dan Telinga, Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya (NAPZA),  Pencegahan Penyakit Menular, Kesehatan Gigi dan Mulut dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) serta diakhir ddengan Pelantikan  dokter  kecil  dari  SDN  1  dan  2 Sukamentri oleh Ibu Kepala UPT Puskesmas Guntur.  Kesimpulan Keberadaan UKS di sekolah dasar dan dokter kecil sangat penting dalam rangka menjaga kesehatan warga sekolahnya. Selain UKS, tim pelaksana UKS juga penting agar program UKS tersebut  dapat  terus  berjalan  kedepannya.  Dengan  demikian,  salah  satu  langkah  kegiatan UKS dan dokter kecil  diharapkan  dapat  menjadi  awal  yang  baik  agar kualitas kesehatan SDN 1 dan 2 sukamentri menjadi lebih baik lagi. Kata Kunci: Dokter Kecil, Pembentukan, Pelatihan, Siswa, UKS  ABSTRACT School Health Business (UKS) is an effort of the education unit in instilling, growing, developing, and improving healthy living skills with the implementation of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS), as well as the degree of health of students through the implementation of the UKS Triad.  The UKS program is structured as a sustainable program, which can be sustainable every year. Therefore, schools must form a UKS Implementation Team and include a UKS work plan. UKS efforts are carried out through the UKS Triad, namely Health Education, Health Services and Healthy School Environment Development. The goal is the creation of a UKS room as the center of the UKS implementation team in compiling, implementing, monitoring, and evaluating existing UKS programs and the formation of small doctors in the dekolah. The methods used through this survey activity or filling out questionnaires, are intended to achieve behavior change that initially did not know to know and training small doctors. The results of PPM implementation of small doctor training by inviting speakers from the UPT Puskesmas Guntur. The training was held for 3 (three) days, namely from Thursday-Saturday, stairs; February 23-25, 2023, including: Introduction to UKS, Clean and Healthy Living Behavior (PHBS), Eye and Ear Health, Narcotics, Psychotropics, and Other Addictive Substances (NAPZA), Prevention of Infectious Diseases, Dental and Oral Health and First Aid in Accidents (P3K) and ended with the inauguration of small doctors from SDN 1 and 2 Sukamentri by the Head of UPT Puskesmas Guntur.  Conclusion The existence of UKS in elementary schools and small doctors is very important in order to maintain the health of their school residents. In addition to UKS, the UKS implementation team is also important so that the UKS program can continue to run in the future.  Thus, one of the steps of UKS and small doctor activities is expected to be a good start so that the quality of health at SDN 1 and 2 Sukamentri becomes even better.  Keywords: Little Doctor, Formation, Training, Students, UKS
Edukasi Pencegahan Pergaulan Bebas pada Remaja Iceu Amira; Hendrawati Hendrawati; Aat Sriati; Nina Sumarni; Udin Rosidin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.12010

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat, pola perilaku, dan juga penuh dengan masalah-maslah, sala satunya pergaulan bebas.  Untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pergaulan bebas pada siswa  kelas 11 di SMAN Jatinangor.  Dengan  penyuluhan Kesehatan kepada para siswa  dan diskusi. Terdapat peningkatan pengetahuan pada siswa  tentang pergaulan bebas pada remaja dilihat dari hasil pre dan post test.  Berdasarkan evaluasi proses yang meliputi keantusiasan dan peran serta peserta, serta evaluasi pembelajaran meliputi evaluasi awal dan evaluasi akhir, didapatkan bahwa tingkat pemahaman peserta mengenai pergaulan bebas meningkat. Hal tersebut kemungkinan besar dipengaruhi secara positif oleh pemilihan landasan teori, pemilihan metode, dan penyesuaian sesuai perkembangan siswa yang telah penulis lakukan dalam pendidikan kesehatan ini. Kata Kunci: Edukasi, Pergaulan Bebas, Remaja  ABSTRACT Teenager is a period when an individual experiences a transition from one stage to the next and experiences changes in both emotions, body, interests, behavior patterns, and is also full of problems, one of which is promiscuity. To increase knowledge about promiscuity in grade 11 students at SMAN Jatinangor. With health counseling to students and discussion. There is an increase in students' knowledge about promiscuity in adolescents seen from the results of the pre and post tests. Based on the process evaluation which included the enthusiasm and participation of the participants, as well as the learning evaluation which included the initial evaluation and the final evaluation, it was found that the participants' level of understanding about promiscuity increased. This is most likely influenced positively by the choice of theoretical basis, selection of methods, and adjustments according to student development that the author has done in this health education. Keywords: Education, Promiscuity, Teenager
Co-Authors Aat Sriati Adelse Prima Mulya Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ajeng Fajriati Nurul Fatimah Alam, Ismailah Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Ariyani, Anggi Putri Astiani, Santi Aulia, Syifa Nurul Cah Soniman Nitema Gea Cecep Eli Kosasih Citra Sari Citra Windani M.S Dadang Purnama Desy Indra Yani Ema Arum R. Ema Arum Rukmasari Erna Herawati Fatmaningsih, Nurul Khotimah Fauziyah, Shafira Fitri Fortuna, Amanda Dwi Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Habsyah Saparidah Agustina Haelena Wibowo, Gita Amoria Hartiah Haroen Harun, Hasniatisari Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Iceu Amira Iceu Amira Iceu Amira D.A Iceu Amira DA Ikeu Nurhidayah Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Iqbal Pramukti Iwan Shalahhudin Iwan Shalahuddin Iwan Sholahhudin Iwan Sholahuddin Iwan Sholahudin Iwan Sholahudin Iwan Suhendar Iyus Yosep Jatiningtyas, Kurnia Jemi Rahmani A Jemi, Jemi Rahmani A Komariah, Mariah Kosim Kosim Kurniawan Yudianto Kusman Ibrahim Laili Rahayuwati Lisfa Asifah Luthfi, Wazirul Luthfiyani, Nida M Noor, Rohmahalia Mamat Lukman Maziyya, Nur Mediawati, Ati Surya Mira Trisyani Koeryaman Mohammad Abdul Mubaroq, Bagja Al Mulya, Adelse Prima Neti Juniarti Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nina Sumarni Noor, Rohmahalia M. Noor, Rohmahallia M Pristasari, Sheizi Purba, Avrilia Roroarta Wahyuni Purnama, Erita Cahya Putri, Dea Sephia Putri, Syifa Nabilla R, Ema Arum Rahmawati, Sephia Raini Diah Susanti Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalian M. Noor Rohman Hikmat Ryan Hara Permana Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Restuti Sena Yudipaty Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan, Sobur Shalahhudin, Iwan Sholahudin, Iwan Sobur Setiawan Sopia Marlina Sri Amanda Sri Hendrawati Sukma Senjaya Sukmawati Sukmawati Sumarna, Umar Sumarna, Umar Sumarna, Umar Taty Hernawaty Tetti Solehati Theresia Eriyani Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Windani, Citra Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Witdiawati, Witidiawati Yuli Yani